Video – Lumpuh, Bocah 9 Tahun di Kudus Ini Diduga Kena Gizi Buruk

 

MuriaNewsCom, Kudus – Muhanmad Febri Rizki Prayogo warga Desa Golan Tepus, RT 5 RW 1 Mejobo, harus melewati hari-harinya dengan cara berdiam diri di rumah. Itu lantaran, bocah sembilan tahun tersebut tak bisa berjalan karena lumpuh yang disebabkan gizi buruk sejak kecil.

Deni Novianto (18),  paman Febri membenarkan jika keponakannya tak bisa berjalan senjak kecil. Tak hanya itu, ukuran kakinya juga terbilang kecil dan tidak mengalami pertumbuhan secara normal. Hal itulah yang membuatnya tak bisa menggunakan kedua kakinya.

”Biasanya kalau pagi hari ia tidur. Tapi, kalau malam tidak bisa diajak tidur. Ia selalu rewel hingga subuh, mungkin disebabkan rasanya sakit yang dialami. ,” katanya kepada MuriaNewsCom

Selain lumpuh, Febri juga harus dirawat seperti bayi. Pasalnya pencernaannya tidak kuat menerima makanan yang kasar, termasuk nasi. Akibatnya, setiap kali mau makanan, makanan tersebut harus ditumbuk dan dihaluskan.

Sementara, keuangan keluarga juga sangat terbatas. Sang ibu Yusmawati (32) bahkan harus kerja membanting tulang untuk menafkahi keluarga sejak suaminya meninggal karena penyakit paru-paru.

”Kakak saya kerja sebagai buruh rokok di Kudus, jadi kalau pas kerja yang jaga bergantian,” ujarnya

Deni menyebutkan, Febri juga memiliki seorang adik yang berumur tiga tahun. Hanya, kondisi ekonomi yang minim membuatnya tidak dapat mengenyam pendidikan dan harus di rumah bersama kakaknya.

Namun, berbeda dengan Prayoga yang lumpuh. Adiknya terlihat sehat dan cakap berbicara. Saat dikunjungi MuriaNewsCom, adik prayogo seolah melindungi kakaknya dari awak media, dia seolah takut kalau kakaknya kenapa kenapa. Bahkan, pintu kamar sampai dihadang untuk mencegah masuk.

Kondisi rumahnya memang sangat terbatas. Beralas tanah, dan tembok yang mulai mengelupas. Bahkan, kasur saja di dapat dari bantuan warga luar desa.

Editor: Supriyadi

Warga Desa Bancakan Gunungwungkal Pati yang Lumpuh Dapat Perhatian Kang Bejo

Kang Bejo bersama sejumlah anggota PAC PDIP Gunungwungkal meninjau rumah ibu lumpuh dengan anak yang menderita sakit aneh pada bagian kepala. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kang Bejo bersama sejumlah anggota PAC PDIP Gunungwungkal meninjau rumah ibu lumpuh dengan anak yang menderita sakit aneh pada bagian kepala. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Salah satu bakal calon wakil bupati dari DPC PDIP Pati Bambang Bejo Sihono atau yang akrab disapa Kang Bejo mulai blusukan ke daerah. Salah satunya, kunjungannya ke rumah seorang warga Desa Bancakan, Gunungwungkal yang diketahui lumpuh yang hidup bersama puterinya yang terkena penyakit aneh pada bagian kepala.

Kang Bejo blusukan bersama sejumlah pengurus anak cabang (PAC) PDIP Gunungwungkal. ”Awalnya saya mendapat informasi dari teman PDIP sendiri kalau ada keluarga yang kondisinya memprihatinkan di Desa Bancak. Ibunya lumpuh, anaknya kena penyakit aneh,” ungkap Bejo kepada wartawan, Kamis (17/3/2016).

Setelah ditinjau, Kang Bejo kemudian memberinya bantuan. Hal itu diharapkan bisa meringankan beban ibu yang diketahui bernama Kasmini (46) dan Rubikasari (12) tersebut.

Ia merasa prihatin di tengah zaman yang begitu modern, tetapi masih ada kehidupan yang berada di bawah garis kemiskinan. Karena itu, ia berjanji bila menjadi wakil bupati Pati tidak akan membiarkan kondisi seperti itu terjadi di Kabupaten Pati.

”Pemerintah mestinya sigap mengetahui kondisi seperti ini. Kondisi itu tidak boleh ada di daerah lain. Ini sudah zaman modern di mana sudah semestinya masyarakat terpenuhi kesehatan dan kesejahteraanya,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Lumpuh, Jalur Grobogan Rusak Parah

GROBOGAN-Banyaknya kendaraan besar atau kecil yang melintas di jalur tengah di Kabupaten Grobogan karena menghindari banjir di Kudus dan Pati, membuat jalan di wilayah ini rusak parah. Belum lagi, ditambah dengan banyaknya lubang di badan jalan karena tidak kuat menahan beban kendaraan yang melintas.
”Kami harus memutar dan memilih jalur alternatif karena jalur Pantura Pati dan Kudus lumpuh. Meskipun jalan Pati-Grobogan sempit dan rusak, tapi tak ada pilihan lain,” ujar Bayu Prakoso (28), sopir truk gandeng muatan beras saat melintas di jalur Pati-Purwodadi, Jumat (24/1).

Lanjutkan membaca