Wow, Nasi Kepel Raksasa Jadi Penerima Tamu di Loram Expo

Nasi kepel raksasa yang berada di depan Masjid Wali Loram Kulon. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Nasi kepel raksasa yang berada di depan Masjid Wali Loram Kulon. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Gelaran Loram Expo di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati sejauh ini berlangsung meriah. Namun ada yang tak kalah unik dan menarik selain ragam pernak pernik bendera dan umbul-umbul sebagai penanda terselenggaranya Loram Expo, yaitu nasi kepel raksasa.

Nasi kepel merupakan nasi yang dibentuk dengan cara kepal tangan, dan umumnya besarnya juga sebesar kepalan tangan orang dewasa serta dibungkus dengan daun jati. Nasi tersebut merupakan sebagai sarana untuk beramal sedekah kepada sesama manusia, yang diajarkan oleh tokoh yang menyebarkan agama Islam di Desa Loram Kulon yaitu Sultan Hadlirin.

Salah satu warga Desa Loram Kulon RT 3 RW 4 Kusnan mengutarakan, pihak panitia expo membuat nasi kepel raksasa sebagai simbolis saja. Bukan ukuran nasi yang besar, namun pihak panitia meletakkan ratusan nasi ke dalam keranjang raksasa.

Nasi kepel dalam keranjang raksasa itu diletakan di dua tempat. Yaitu di pertigaan gang masuk balai Desa Loram Kulon dan di depan Masjid Wali Loram Kulon. Hal itu sebagai penanda atau berfungsi sebagai penerima tamu pengunjung acara Loram Expo.

”Di tahun 2014 kemarin belum ada nasi kepel raksasa. Dan itupun tergantung dari inisiatif serta kreativitas dari panitia masing-masing. Sebab setiap tahunnya memang kepanitian selalu bergilir. Sehingga kreativitas ataupun inisiatif  harus bisa menyemarakan kegiatan ini setiap tahunnya,” paparnya.

Dia menambahkan, dalam pembuatan nasi kepel raksasa ini memang bertujuan untuk mengingatkan atas ajaran Sultan Hadlirin. Sehingga para manusia bisa bersedekah dengan harta bendanya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Usaha Bersama Komunitas Bisa Dorong Desa Lebih Produktif

Tatyana Warastuti meresmikan UBK yang dijalankan oleh Desa Loram Kulon dan Loram Wetan berupa produk sabun cuci. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tatyana Warastuti meresmikan UBK yang dijalankan oleh Desa Loram Kulon dan Loram Wetan berupa produk sabun cuci. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Selain membuka kegiatan Loram Expo, Desa Loram Kulon dan Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati juga membuka Usaha Bersama Komunitas (UBK) yang diprogramkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa).

Nantinya UBK tersebut dikelola oleh ke dua desa untuk dijadikan badan usaha milik desa. Sehingga masyarakatnya menjadi lebih produktif sesuai dengan usaha yang dijalankan.

Salah satu staf Kemendesa, Tatyana Warastuti mengatakan program ini memang difokuskan kepada desa yang mempunyai produktivitas tinggi. Misalkan Loram Wetan dan Loram Kulon.

Meski begitu, pihaknya juga tidak mematok program tersebut harus tersasar kepada desa yang mayoritas warganya mempunyai usaha kecil saja. ”Kalau UBK itu tergantung dari perdes dan APBDesnya masing-masing. Sebab UBK itu memang dianggarkan dari dana desa. Selain itu, bagi desa yang tidak mempunyai keahlian khusus atau mempunyai usaha, juga bisa membuat UBK tersebut dengan desa lainnya,” paparnya.

Selain itu, lanjut Tatyana, dalam produk UBK tersebut diserahkan kepada pihak desa. Baik itu pembuatan sosis atau sabun seperti halnya di Loram. Dengan adanya UBK tersebut, diharapkan anggotanya bisa mejalankan usahanya untuk lebih maju.

”Kami sebagai Kemendesa, hanya bisa memfasilitasi, memantau perkembangan serta mengarahkan. Sehingga desa yang mempunyai UBK bisa maju dengan dana desa yang ada,” harapnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Loram Expo 2015 Siapkan 120 Stan UMKM

Duta Wisata Loram Kulon yang turut hadir di Loram Expo juga membantu memperkenalkan potensi daerahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Duta Wisata Loram Kulon yang turut hadir di Loram Expo juga membantu memperkenalkan potensi daerahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Sedikitnya 120 stan usaha mikro kecil menengah (UMKM) akan disedikan panita Loram Expo 2015. Pameran usaha kecil yang digelar di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, juga sekaligus untuk menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H.

Panitia Loram Expo Anis Aminuddin mengutarakan, untuk stan yang tersedia kurang lebih ada 120 tempat. Dan itupun harus mengacu pada kegiatan sebelumnya. Untuk sementara ini pendaftar sudah ada sekitar 60 pelaku UMKM. Baik dari Desa Loram ini maupun luar daerah. Dengan adanya pameran UMKM ini tentunya untuk meningkatkan kemajuan bagi pelaku usaha kecil.

”Untuk stan, nantinya kami bagi menjadi tiga tempat. Yakni Gedung Muslimat NU Loram Kulon, halaman Balai Desa Loram Kulom, dan sebelah utara Balai Desa Loram Kulon,” paparnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, acara tesebut digelar satu pekan sebelum acara maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Kamis (24/12/2015).

”Acara ini dimulai tanggal 18 hingga 24 Desember 2015. Selain itu, untuk administrasi stan kami kenakan ada tiga kelas. Yakni yakni kelas I yang  berada dalam gedung Muslimat dikenakan Rp 250 ribu/pekan, kelas II yang berada di halaman balai desa Rp 150 ribu/pekan, serta kelas III yang ada disebelah utara balai desa Rp 125 ribu/pekan,” ujarnya.

Dia menambahkan, dari ke 120 stan yang disiapkan nantinya ada lima stan khusus yang berada di  gedung Muslimat yang diperuntukan untuk pelaku UMKM baru. Lima stan tersebut pun tanpa dipungut biaya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)