Loram Expo Kudus jadi Ajang Unjuk Bakat Siswa

Siswa tampil di pentas seni Loram Expo, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Siswa tampil di pentas seni Loram Expo, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Selain menampilkan ratusan produk UMKM rumahan, Loram Expo yang berada di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, juga menampilkan kegiatan pentas seni.

Pentas seni mayoritas dibawakan oleh anak anak dari taman kanak-kanak, sekolah dasar atau madrasah di Desa Loram.

Salah satu panitia Loram Expo Ayin Muayin mengatakan, panitia menyuguhkan beberapa pentas seni. Yakni pentas seni yang dibawakan oleh siswa-siswi dari sekolah yang ada di Desa Loram Wetan dan Loram Kulon.

Pentas seni di antaranya menari, menyanyi, serta yang lainnya. Hal itu juga membuat suasana Loram Expo semakin hidup. Serta tidak mengandalkan dari kesemarakan bazar atau pameran UMKM saja.

“Ya mudah mudahan dengan adanya pentas seni ini, bisa membuat pengunjung lebih nyaman, dan betah. Khususnya bagi anak-anak juga bisa semakin terdidik. Sebab pentas seni tersebut juga ditampilkan oleh siswa-siswi yang memang sudah dilatih oleh gurunya masing masing,” tandasnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Keelokan Kapal Pinisi Ini Memukau Setiap Pengunjung Loram Expo

Sudar memperlihatkan hasil kerajinannya berupa kapal pinisi yang memukau dan menjadi pusat perhatian setiap pengunjung Loram Expo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sudar memperlihatkan hasil kerajinannya berupa kapal pinisi yang memukau dan menjadi pusat perhatian setiap pengunjung Loram Expo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Dari 120 stan UMKM yang berada di Loram Expo Loram Kulon, Jati. Satu diantaranya yang memikat pengunjung expo setiap harinya ialah stan milik Sudar (40). Sebab stan yang berada di dalam gedung Muslimat NU Loram Kulon tersebut menjual kapal pinisi berbahan dasar bambu.

”Dari sekian stan UMKM yang berada di dalam gedung Muslimat ini lima dikhususkan untuk para perajin produk yang dibuat dari bahan tradisional atau cara pembuatannya masih manual. Seperti halnya kapal bambu, kandang burung, lampu hias dari pipa plastik,” katanya.

Selain itu, lanjut Sudar, khusus lima stan ini digratiskan oleh panitia tanpa dipungut biaya. Dikaguminya produk kapal yang terbuat dari bambu tersebut, lantaran menggunakan jenis bambu lokal. Yaitu jenis bambu apus yang mudah didapat di daerah Kudus.

”Dalam pembuatan kapal ini cuma menggunakan bambu apus, serta lem. Selain itu, untuk kapal kecil lama pembuatannya sekitar tiga hari. Sedangkan kapal besar memerlukan waktu satu pekan,” ujrnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, pria yang berdomisili di Loram Kulon RT 5 RW, Jati tesebut baru mengikuti Loram Expo kali ke dua ini. Yakni di tahun 2014 dan 2015.

”Untuk harga kapalnya tidak saya naikkan, dan tetap harga lama. Yakni Rp 100 ribu untuk kapal kecil, dan Rp 450 ribu untuk kapal besar,” terangnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Loram Expo juga jadi Ajang Kepedulian bagi Dhuafa dan Anak yatim

Perwakilan kaum duafa menerima bantuan di Loram Expo, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Perwakilan kaum duafa menerima bantuan di Loram Expo, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Selain menggelar kegiatan Loram Expo di Loram Kulon, Jati, Kudus, 18-24 Desember 2015, panitia juga membagikan santunan kepada fakir miskin dan anak yatim.

Pembagian santunan tersebut diberikan kepada 20 fakir miskin dan 20 orang anak yatim. Pemberian santunan itu bertujuan meringankan hidup kaum duafa dan anak yatim.

Salah satu panitia Loram Expo Abhar mengatakan, pembagian santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Sebelumnya panitia telah melakukan seleksi ke lapangan agar tidak salah sasaran.
“Meskipun bantuan ini hanya sekadar sedikit sembako, namun yang paling inti ialah bagaimana kita bisa menghargai kaum duafa serta anak yatim,” kata Abhar. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Wow, Nasi Kepel Raksasa Jadi Penerima Tamu di Loram Expo

Nasi kepel raksasa yang berada di depan Masjid Wali Loram Kulon. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Nasi kepel raksasa yang berada di depan Masjid Wali Loram Kulon. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Gelaran Loram Expo di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati sejauh ini berlangsung meriah. Namun ada yang tak kalah unik dan menarik selain ragam pernak pernik bendera dan umbul-umbul sebagai penanda terselenggaranya Loram Expo, yaitu nasi kepel raksasa.

Nasi kepel merupakan nasi yang dibentuk dengan cara kepal tangan, dan umumnya besarnya juga sebesar kepalan tangan orang dewasa serta dibungkus dengan daun jati. Nasi tersebut merupakan sebagai sarana untuk beramal sedekah kepada sesama manusia, yang diajarkan oleh tokoh yang menyebarkan agama Islam di Desa Loram Kulon yaitu Sultan Hadlirin.

Salah satu warga Desa Loram Kulon RT 3 RW 4 Kusnan mengutarakan, pihak panitia expo membuat nasi kepel raksasa sebagai simbolis saja. Bukan ukuran nasi yang besar, namun pihak panitia meletakkan ratusan nasi ke dalam keranjang raksasa.

Nasi kepel dalam keranjang raksasa itu diletakan di dua tempat. Yaitu di pertigaan gang masuk balai Desa Loram Kulon dan di depan Masjid Wali Loram Kulon. Hal itu sebagai penanda atau berfungsi sebagai penerima tamu pengunjung acara Loram Expo.

”Di tahun 2014 kemarin belum ada nasi kepel raksasa. Dan itupun tergantung dari inisiatif serta kreativitas dari panitia masing-masing. Sebab setiap tahunnya memang kepanitian selalu bergilir. Sehingga kreativitas ataupun inisiatif  harus bisa menyemarakan kegiatan ini setiap tahunnya,” paparnya.

Dia menambahkan, dalam pembuatan nasi kepel raksasa ini memang bertujuan untuk mengingatkan atas ajaran Sultan Hadlirin. Sehingga para manusia bisa bersedekah dengan harta bendanya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Usaha Bersama Komunitas Bisa Dorong Desa Lebih Produktif

Tatyana Warastuti meresmikan UBK yang dijalankan oleh Desa Loram Kulon dan Loram Wetan berupa produk sabun cuci. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tatyana Warastuti meresmikan UBK yang dijalankan oleh Desa Loram Kulon dan Loram Wetan berupa produk sabun cuci. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Selain membuka kegiatan Loram Expo, Desa Loram Kulon dan Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati juga membuka Usaha Bersama Komunitas (UBK) yang diprogramkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa).

Nantinya UBK tersebut dikelola oleh ke dua desa untuk dijadikan badan usaha milik desa. Sehingga masyarakatnya menjadi lebih produktif sesuai dengan usaha yang dijalankan.

Salah satu staf Kemendesa, Tatyana Warastuti mengatakan program ini memang difokuskan kepada desa yang mempunyai produktivitas tinggi. Misalkan Loram Wetan dan Loram Kulon.

Meski begitu, pihaknya juga tidak mematok program tersebut harus tersasar kepada desa yang mayoritas warganya mempunyai usaha kecil saja. ”Kalau UBK itu tergantung dari perdes dan APBDesnya masing-masing. Sebab UBK itu memang dianggarkan dari dana desa. Selain itu, bagi desa yang tidak mempunyai keahlian khusus atau mempunyai usaha, juga bisa membuat UBK tersebut dengan desa lainnya,” paparnya.

Selain itu, lanjut Tatyana, dalam produk UBK tersebut diserahkan kepada pihak desa. Baik itu pembuatan sosis atau sabun seperti halnya di Loram. Dengan adanya UBK tersebut, diharapkan anggotanya bisa mejalankan usahanya untuk lebih maju.

”Kami sebagai Kemendesa, hanya bisa memfasilitasi, memantau perkembangan serta mengarahkan. Sehingga desa yang mempunyai UBK bisa maju dengan dana desa yang ada,” harapnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Disbudpar Kudus: Loram Expo Jangan Dijadikan Even Formalitas Belaka

Sunardi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus membuka kegiatan Loram Expo dengan menabuh bedug. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sunardi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus membuka kegiatan Loram Expo dengan menabuh bedug. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Sunardi mengatakan kegiatan Loram Expo yang mengikutsertakan ratusan UMKM ini jangan hanya dijadikan sebagai kegiatan formalitas. Karena even tersebut merupakan momentum promosi dan pengembangan potensi masyarakat.

”Meskipun ini acara tahunan, namun dampaknya sangat luas sekali. Yakni bisa meningkatkan mata pencaharian, serta meningkatkan kemajuan UMKM. Sehingga acara ini jangan dijadikan sebagai kegiatan formal saja,” kata Sunardi.

Diketahui, acara yang menjadi ciri khas Desa Loram tersebut juga merupakan serangkaian dari kegiatan tradisional Ampyang Maulid untuk memperingati datangnya hari besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW.

”Dengan adanya expo ini diharapkan dapat memberikan income tersendiri bagi warga sekitar. Khususnya bagi mereka yang mempunyai usaha kecil. Sehingga kegiatan ini jangan dipandang sebagai formalitas yang setiap tahun diselenggarakan. Namun pandanglah dari segi yang luas,” ujarnya.

Dia menambahkan, meskipun Kudus ini merupakan daerah terkecil dibanding dengan kabupaten lainnya. Akan tetapi warga Kudus merupakan warga yang produktif, yang menjadikan Kudus sebagai kota dagang. Sehingga income Kabupaten Kudus juga tidak kalah dengan daerah besar lainnya yang ada di Jawa Tengah. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Camat Jati Minta Potensi Desa se Kecamatan Jati Bisa Tampil di Loram Expo

Camat Jati Harso Widodo ketika memberikan sambutan pembukaan pada Loram Expo, Jumat (18/12/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Camat Jati Harso Widodo ketika memberikan sambutan pembukaan pada Loram Expo, Jumat (18/12/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Camat Jati Harso Widodo mengharapkan kepada ke 14 desa yang ada di Kecamatan Jati, mampu memperkenalkan potensi desanya masing-masing. Hal itu diungkapkan dalam sambutannya di pembukaan kegiatan Loram Expo di Desa Loram Kulon, Jati, Jumat (18/12/2015).

”Loram Expo ini bukan hanya milik Loram Kulon saja. Namun kepala desa di Kecamatan Jati Harus aktif mengikut sertakan potensi desanya masing-masing lewat even ini,” katanya.

Selain itu, lanjut Harso, para kepala desa tersebut bisa berkonsultasi, berkoordinasi dengan panitia Loram Expo. Supaya UMKM yang ada di desanya dapat dipamerkan. Sehingga mampu meningkatkan kemajuan semua UMKM yang ada di Kecamatan Jati.

Diketahui, kegiatan Loram Expo ini yang terdapat 120 stan UMKM tersebut memang bertujuan untuk meningkatkan UMKM yang ada di Kudus. Khususnya bagi warga Kecamatan Jati.

”Berharap dengan kegiatan ini membuat UMKM Loram dan Jati lebih maju,” ringkasnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Pembukaan Loram Expo Bakal Dilakukan Siang Ini

Salah satu tempat yang dipersiapkan untuk Loram Expo (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu tempat yang dipersiapkan untuk Loram Expo (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Persiapan kegiatan Loram Expo, yang digelar secara rutin setiap tahun, kini sudah 90 persen. Loram Expo merupakan salah satu agenda dalam memeriahkan peringatan hari besar Islam, yakni Maulid Nabi.

Ayin Muayin, salah satu panitia kegiatan mengatakan, untuk kegiatan Loram Expo tersebut, panitia telah mempersiapkan sejak dua bulan terakhir. “Persiapannya sudah hampir selesai, dan tinggal pelaksanaannya. Pembukaan akan dilakukan Jumat (18/12/2015) siang,” katanya.

Ia katakan, Loram Expo ini akan berlangsung 18-24 Desember 2015. Sedangkan tempatnya berada di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati.

Setidaknya, dalam Loram Expo ini, katanya, sudah ada 120 stand UMKM yang disediakan. Kemudian, dalam acara ini, nantinya juga akan dibuka usaha bersama komunitas (UBK) dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

Menurutnya, UBK tersebut merupakan program Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasiyang menggandeng pelaku usaha untuk membuat prroduk rumah tanggaberupa sabun cuci.

“UBK yang akan diresmikan tersebut, saat ini sudahberanggotakan sekitar 30 orang yang berasal Desa Loran Wetan dan LoramKulon,” ungkapnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Loram Expo 2015 Siapkan 120 Stan UMKM

Duta Wisata Loram Kulon yang turut hadir di Loram Expo juga membantu memperkenalkan potensi daerahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Duta Wisata Loram Kulon yang turut hadir di Loram Expo juga membantu memperkenalkan potensi daerahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Sedikitnya 120 stan usaha mikro kecil menengah (UMKM) akan disedikan panita Loram Expo 2015. Pameran usaha kecil yang digelar di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, juga sekaligus untuk menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H.

Panitia Loram Expo Anis Aminuddin mengutarakan, untuk stan yang tersedia kurang lebih ada 120 tempat. Dan itupun harus mengacu pada kegiatan sebelumnya. Untuk sementara ini pendaftar sudah ada sekitar 60 pelaku UMKM. Baik dari Desa Loram ini maupun luar daerah. Dengan adanya pameran UMKM ini tentunya untuk meningkatkan kemajuan bagi pelaku usaha kecil.

”Untuk stan, nantinya kami bagi menjadi tiga tempat. Yakni Gedung Muslimat NU Loram Kulon, halaman Balai Desa Loram Kulom, dan sebelah utara Balai Desa Loram Kulon,” paparnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, acara tesebut digelar satu pekan sebelum acara maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Kamis (24/12/2015).

”Acara ini dimulai tanggal 18 hingga 24 Desember 2015. Selain itu, untuk administrasi stan kami kenakan ada tiga kelas. Yakni yakni kelas I yang  berada dalam gedung Muslimat dikenakan Rp 250 ribu/pekan, kelas II yang berada di halaman balai desa Rp 150 ribu/pekan, serta kelas III yang ada disebelah utara balai desa Rp 125 ribu/pekan,” ujarnya.

Dia menambahkan, dari ke 120 stan yang disiapkan nantinya ada lima stan khusus yang berada di  gedung Muslimat yang diperuntukan untuk pelaku UMKM baru. Lima stan tersebut pun tanpa dipungut biaya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)