Terkikis Longsor, Tembok Ruang Belajar TK Permata di Tunahan Jepara Ambrol

Kondisi ruang kelas TK Permata di Tunahan, Kecamatan Keling, Jepara yang terkikis longsor, Jumat (10/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Jepara, mengakibatkan tanah longsor. Kali ini, menimpa TK Permata yang berada di Dukuh Cungkuk RT 17 RW 2 Desa Tunahan,Kecamatan Keling, Jepara.

Tanah longsor ini terjadi pada Jumat (10/2/2017) pukul 09.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun dari 2 kelas yang terdapat di TK Permata, satu ruang temboknya ambrol.

Kepala BPBD Jepara Lulus Suprayitno melalui Kasi Kedarutan dan Logistik Pujo Prsetyo mengatakan, posisi tanah longsor berada di samping ruangan hingga mengikis salah satu ruang kelas. “Kondisi bangunan juga sudah tua, sehingga mudah ambrol. Selain ambrol, beberapa beberapa sudut ruang kelas lainnya juga terlihat retak,” katanya.

Dia menambahkan, akibat peristiwa itu, kerugian materi ditaksir sekitar Rp 30 juta.”Sedangkan untuk saat ini pihak BPBD, TNI, maupun perangkat desa setempat telah berupaya mengimbau kepada warga utuk berwaspada. Dan pihak sekolah juga telah memindahkan KBM ke tempat lainnya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Cegah Longsor, Warga Dimbau Tanam Pohon Pelindung

ILustrasi longsor

ILustrasi longsor

MuriaNewsCom,Jepara – Longsor yang terjadi di Desa Damarwulan RT 9 RW 4 Kecamatan Keling,Jepara, pada Rabu (25/1/2017) lalu, membuat pemerintah daerah setempat mengambil langkah antisipatif. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, warga diimbau untuk memanfaatkan lahan untuk ditanami pohon pelindung.

Kepala BPBD Jepara Lulus Suprayitno mengatakan, longsornya tanah di Damarwulan beberapa hari lalu, diharapkan menjadi peringatan bagi warga. “Untuk mengantisipasi tanah longsor, diharapkan agar lahan kosong untuk segera direboisasi. Tanami lahan yang berada di tebing dengan pohon keras seperti durian, nangka ataupun bambu,” katanya.

Untuk pohon seperti durian dan nangka, nantinya warga juga dapat memanfaatkan buahnya secara berkelanjutan. “Selama ini kan biasanya warga menanami lahan dengan sengon atau randu. Memang menghasilkan, tapi itu sebentar, karena pohonya akan ditebang. Jadi, kurang efektif untuk mengantisipasi terjadinya longsor,” imbuhnya.

Dirinya juga mengusulkan kepada pihak desa supaya lahan yang terjadi longsor tersebut bisa dibuatkan sebuah parit di sebelah kanan dan kiri. Supaya kejadian longsor tersebut dapat diminimalkan.

Pihaknya, saat ini juga terus melakukan pantauan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi longsor, termasuk di Damarwulan yang memang sudah menjadi fokus pantauan. Sebab, di Damarwulan dilalui dua sungai. Yakni Sungai Medono Damarwulan, dan Sungai Pucung.

Terpisah, Kepala Desa Damarwulan Abdullah Salam mengatakan, untuk TKP longsor tersebut memang cukup memprihatinkan. Sebab selama dua tahun terahir sudah terjadi longsor dua kali ini.”Pertama seingat saya dua tahun lalu juga pernah longsor, dan tahun ini juga terjadi longsor lagi,” tuturnya.

Dengan adanya kondisi semacam itu, maka pibaknya akan terus berupaya memberikan edukasi kepada seluruh warganya untuk melakukan upaya pencegahan longsor sejak dini. Yakni dengan memanfaatkan lahan untuk ditanami pohon pelindung.

Editor : Kholistiono

Antisipasi Longsor, Pemdes Damarwulan Bakal Galakkan Penghijauan

 Warga bergotong royong membersihkan jalan yang tertutup dengan tanah longsor kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga bergotong royong membersihkan jalan yang tertutup dengan tanah longsor kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Longsor yang terjadi di Desa Damarwulan RT 9 RW 4 Kecamatan Keling pada Rabu (25/1/2017) lalu, membuat pemerintah desa setempat melakukan tindakan antisipatif. Salah satunya yakni dengan melakukan penghijauan.

Kepala Desa Damarwulan Abdullah Salam mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya bakal menggalakkan kembali penghijauan di wilayahnya. Hal itu, sebagai langkah agar ke depan tidak terjadi lagi longsor di wilayahnya.

“Longsor ini sudah yang kedua kalinya di daerah kami. Yang pertama itu sekitar dua tahun lalu, dan yang kedua yakni pada Rabu kemarin. Kita berharap tak ada lagi longsor susulan yang terjadi,” ungkapnya.

Ia katakan, untuk upaya penghijauan nanti, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Jepara. Kemudian, pihaknya juga mengajak Pemdes Tempur, yang kemarin warganya terkena imbas dari tanah longsor, untuk bersama-sama menggalakkan penghijauan.

Ia menilai, terjadinya longsor tersebut lantaran hujan deras di wilayah Keling pada Rabu (25/1/2017). Sehingga dapat menggerakan tanah dan menyebabkan longsor. “Tanah ini memang campur dengan babatuan. Dan tanah ini juga agak sediikit mengandung pasir. Sehingga saat terkena guyuran hujan lebat, maka akan bisa bergerak dengan cepat dan longsor,” ucapnya.T

Terpisah, warga Damarwulan Suratmin (38) mengatakan, dengan adanya kondisi semacam ini, pihaknya beserta warga lainnya sempat berjaga-jaga sambil memantau kondisi longsoran. “Tadi malam saja kita beserta warga lainnya RT 9 RW 4 masih memantau kondisi. Kita keliling di area longsoran ini. Sebab tanah longsor ini memang sulit untuk diprediksi. Apakah itu akan berhenti, atau memang bisa terjadi longsor susulan. Sebab, kondisi tanah ini juga masih basah, dan bercampur element pasir. Sehingga itu butuh kewaspadaan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Jalan Utama Damarwulan-Tempur Jepara yang Tertimbun Longsor Kini Sudah Bisa Dilewati

Dua alat berat dikerahkan untuk membersihkan jalan yang tertutup tanah longsor di Desa Damarwulan RT 9 RW 4 Kecamatan Keling, Kamis (26/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Dua alat berat dikerahkan untuk membersihkan jalan yang tertutup tanah longsor di Desa Damarwulan RT 9 RW 4 Kecamatan Keling, Kamis (26/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Jalan utama di Desa Damarwulan RT 9 RW 4 Kecamatan Keling yang tertimbun tanah longsor pada Rabu (25/1/2017) kemarin, membuat akses ke jalan ke dua desa, yakni Desa Damarwulan-Tempur sempat lumpuh. Setelah didatangkan alat berat dan dilakukan pembersihan, siang tadi jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraaan.

Kepala Desa Damarwulan Abdullah Salam mengatakan, sekitar pukul 11.00 WIB alat yang didatangkan sudah mulai melakukan pembersihan tanah dan batu yang menutupi jalan. “Ada dua alat berat yang dikerahkan untuk membersihkan jalan yang tertutup tanah longsor ini. Kita juga dibantu oleh BPBD, TNI, polisi dan warga maupun relawan lainnya,” katanya.

Terkait hal ini, pihaknya juga akan terus melakukan pantauan, jika kemungkinan terjadi longsor susulan di tempat tersebut. Namun, dirinya berharap agar kejadian tanah longsor tidak terjadi lagi.

“Baik warga dari Desa Damarwulan maupun Desa Tempur, akan bersama-sama untuk melakukan pantauan jika kemungkinan terjadi longsor susulan. Kita khawatir kalau saja ada longsor, karena, akibatnya bisa membahayakan warga atau pengguna jalan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Longsor di Damarwulan Bertambah, Akses Jalan Masih Terputus

Kondisi tanah yang longsor masih menutup akses jalan yang menghubungkan Desa Tempur dan Damarwulan, Kecamatan Keling. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi tanah yang longsor masih menutup akses jalan yang menghubungkan Desa Tempur dan Damarwulan, Kecamatan Keling. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Tebing longsor yang berada di Desa Damarwulan RT 9 RW 4 Kecamatan Keling, Jepara, pada Rabu (26/1/2017) siang, kini malah bertambah lagi. Jika sebelumnya, longsor sampai di ketinggian 25 meter, kini bertambah lagi hingga 35 meter.

Kepala Desa Damarwulanm Abdullah Salam mengatakan, akibat longsor tersebut, lalu lintas di dua desa, yakni Desa Tempur dan Damarwulan masih terputus. Karena, longsoran berupa tanah dan batu masih menutup jalan yang menghubungkan dua desa itu.

“Bahkan untuk warga Desa Tempur, terpaksa harus memutar lewat Desa Medani hinga Sirahan, Kecamatan Cluwak, Pati, jika ingin ke Jepara. Sedangkan kalau warga kami yang ingin ke Jepara itu tak masalah,” ujarnya.

Dirinya menyatakan, mengenai upaya penyingkiran tanah maupun batu yang masih menutupi jalan, pihaknya masih menunggu alat berat yang akan diterjunkan pihak terkait.

“Katanya sih ini alat berat yang dikerahkan dan baru menuju ke sini dari Nalumsari dengan diangkut truk. Sebab, sebelumnya alat beratnya tersebut habis digunakan untuk menggali drainase yang ada di Nalumsari,” ungkapnya.

Menurutnya, jika hujan masih turun dengan deras, maka dimungkinkan longsor bisa bertambah lagi. Sehingga, untuk penangananya akan dilanjutkan esok hari. “Kalau memang hujannya ini masih terus turun, maka longsor bisa bertambah. Sehingga penyingkiran sisa longsor akan dilakukan esok hari,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Sehari Hujan, Dua Rumah di Jepara Jadi Korban Longsor

Warga sekitar bergotong royong membenahi bagian rumah yang menjadi korban tanah longsor di Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Warga sekitar bergotong royong membenahi bagian rumah yang menjadi korban tanah longsor di Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kamis (11/2/2016) kemarin wilayah Kabupaten Jepara merata diguyur hujan selama seharian penuh dengan intensitas bervariasi. Akibatnya sejumlah titik jalan digenangi air. Selain itu, dua rumah di Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri menjadi korban tanah longsor.

Dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, terjadi tanah longsor pada Kamis (11/2/2016) sekitar pukul 18.00 WIB, kemudian terjadi longsor susulan sekitar pukul 21.30 WIB. Akibatnya, dua rumah di RT 04 RW 08 Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri menjadi korban.

Dua rumah yang menjadi korban masing-masing milik Jazuli (35) dan miik Norhadi (50). Kedua rumah tersebut lokasinya bedekatan. Kerusakan terjadi di beberapa bagian rumah tersebut. Untuk rumah milik Jazuli, kerusakan terjadi di bagian dapur dan kamar. Sedangkan rumah milik Norhadi yang mengalami kerusakan ada pada bagian kamar mandi.

Kronologi kejadian, sekitar pukul 18.00 WIB terjadi tanah longsor pada bagian tebing yang berada di dekat rumah tersebut. Peristiwa pertama tanah longsor mengenai rumah milik Jazuli. Kemudian selang beberapa jam, sekitar pukul 21.30 WIB terjadi tanah longsor susulan. Saat itu tanah mengenai rumah milik Norhadi. Akibat sejumlah kerusakan yang terjadi, kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.

Ketua SAR Jepara Totok mengatakan, setelah peristiwa tanah longsor terjadi, pagi tadi warga secara bersama-sama bergotong royong membenahi rumah warga yang rusak. ”Warga sekitar berperan aktif,” kata Totok, Jumat (12/2/2016).

Editor : Titis Ayu Winarni