RSUD Loekmonohadi Kudus Membutuhkanmu untuk jadi Karyawan

Ilustrasi Lowongan Kerja

Ilustrasi Lowongan Kerja

 

KUDUS – Pembukaan lowongan kerja sebagai karyawan non PNS di RSUD Loekmonohadi Kudus mendapat perhatian besar dari para pelamar.

Saking banyaknya pelamar membuat panitia mengalami kendala teknis dalam pengiriman balasan terkait siapa saja yang lolos seleksi administrasi melalui pos.

Hal ini sesuai pengumuman dari panitia bila tes akan dilakukan pada tanggal 23 Desember 2015.

Bagi yang sampai tanggal 22 belum menerima surat lolos seleksi administrasi sebagai peserta tes, bisa melihatnya di website kuduskab.go.id, www.kudusnews.com dan rsuddrloekmonohadikudus.com. Demikian disampaikan Putut Winarno, kepala Bagian Humas Kabupaten Kudus.

Sebagai gambaran, syarat administrasi adalah surat lamaran ditulis tangan tinta hitam ditanda tangani dan berbahasa Indonesia. Kemudian FC Ijazah dan transkrip dilegalisir dan/atau ijazah/sertifikat profesi yang dipersyaratkan, FC KTP dilegalisir oleh pejabat yang berwenang serendah-rendahnya kepala desa/kepala kelurahan. Selain itu juga pas foto hitam putih 3 x 4 cm sebanyak 4 (empat) lembar dan ditulisi nama dan alamat pelamar di baliknya.

Berikutnya, surat pernyataan tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai negeri, pegawai honorer atau pegawai swasta dibuktikan dengan surat pernyataan pelamar bermaterai. Bagi pegawai yang masih bekerja di instansi pemerintah atau swasta melampirkan surat izin tertulis dari pimpinan instansi dari tempat bekerja

Surat pernyataan Tidak pernah terlibat dalam suatu kegiatan/gerakan yang menentang Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah Republik Indonesia dibuktikan dengan surat pernyataan pelamar bermaterai cukup dan diketahui oleh kepala desa/kepala kelurahan. Surat pernyataan pelamar berkelakuan baik dibuktikan dengan SKCK dari Kepolisian Resort (Polres) setempat.

Semua persyaratan dimasukan amplop ukuran 23 x 11 cm berperangko sebagaimana ketentuan tarif PT Pos Indonesia yang telah ditulis nama, alamat lengkap dan nomor telepon/HP pelamar sebagai balasan lamaran, undangan mengikuti tes Tertulis dan/atau pengiriman Kartu Seleksi.

Direktur RSUD Loekmonohadi Kudus, Abdul Aziz Achyar, M.Kes, menambahkan bila peserta yang memenuhi syarat ( TM) langsung muncul nomer tes dan lokasi tes.

“Buka saja web RSUD Lukmonohadi, Kabupaten Kudus dan Humas Kudus. Ada semua di sana, “ terang Azis dikonfirmasi. ( MERIE/AKROM HAZAMI)

Buat Kamu yang Masih Nganggur, Buruan Ini Ada Ribuan Loker di Jepara Menantimu

lowongan-kerja-2

Sejumlah warga antusias menghadiri Pameran Bursa Kerja Tahun 2015 di Dinsosnakertrans Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Tahun ini Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Jepara untuk  pertama kali melaksanakan job fair  yang dibiayai dari dana APBD. Pameran ini bertajuk “Pameran Bursa Kerja /Job Fair dan Pameran Produk Kelompok Binaan Teknologi Tepat Guna (TTG) & Tenaga Kerja Mandiri (TKM) di Kabupaten Jepara Tahun 2015”. Kegiatan ini i dilaksanakan di Kantor Disosnakertrans Jepara.

Kepala Dinsosnakertrans Jepara M Zahid mengatakan, kegiatan digelar selama 2 hari, mulai   4 – 5 Desember 2015. Selain pameran lowongan kerja, juga disertai pameran produk binaan TTG dan TKM. Adapun jumlah peserta sebanyak 20 perusahaan dengan jumlah lowongan yang disediakan mencapai 8.697 lowongan kerja.

“Kegiatan ini sangat  penting, karena  di sini dilaksanakan pelayanan informasi dan fasilitasi pertemuan antara pengguna tenaga kerja dan pencari kerja secara langsung. Hal ini dapat membuka kesempatan kerja yang luas bagi masyarakat Jepara sesuai kriteria yang diinginkan. Di sisi lain juga diharapkan mampu menekan angka pengangguran di Jepara,” ujar Zahid, Jumat (04/12/2015).

Zahid juga menyatakan, bahwa pameran produk binaan TTG dan TKM sangat efektif sebagai media dalam memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat pencari kerja. Dengan harapan, nantinya tidak hanya menjadi pekerja atau karyawan saja, akan tetapi, mengubah pola pikir mereka untuk mau menjadi wirausahawan baru dan membuka lapangan kerja.

Dia juga membeberkan, data Dinsosnakertras hingga  Oktober 2015 menunjukkan ada 582.161 jumlah angkatan kerja di Jepara. Namun dari sekian banyaknya, 544.496 di antaranya bekerja dan  selebihnya masih nganggur.

Permasalahan ini semakin mendesak, manakala pertumbuhan angkatan kerja lebih cepat dari pada pertumbuhan kesempatan kerja. Mengatasi masalah tersebut, pemerintah telah mengambil beberapa kebijakan. Salah satunya memperbesar jumlah investasi di daerah. Orientasi kebijakan industri pro job, yakni membuka kesempatan kerja dan menurunkan high cost economy. Hal ini, juga diikuti dengan menata birokrasi dan regulasi terkait investasi. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)