Lokalisasi Mawar Indah di Batursari Pati Akhirnya Ditutup

Suasana penutupan lokalisasi Mawar Indah di Batursari, Batangan, Pati, Rabu (28/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lokalisasi “Mawar Indah” yang terletak di kawasan Desa Batursari, Kecamatan Batangan, Pati akhirnya ditutup, Rabu (28/7/2017) pukul 14.00 WIB.

Penutupan tempat esek-esek tersebut melibatkan pihak kepolisian, TNI, Satpol PP, pemerintah desa dan penduduk setempat. “Penutupan dilakukan setelah melalui mekanisme rapat, karena adanya desakan dari warga,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Selain itu, penutupan lokalisasi di Desa Batursari dilaksanakan untuk menegakkan Perda Kabupaten Pati. Pemda sudah melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali kepada pengelola lokalisasi.

Surat peringatan pertama dilayangkan pada 13 Juni 2017, kedua pada 5 Juli 2017, dan terakhir pada 19 Juli 2017. Lantaran membandel, kawasan tersebut akhirnya ditutup paksa.

Ratusan warga sempat menggelar aksi membentangkan spanduk saat penutupan berlangsung. “Tempat Prostitusi Mawar Indah Desa Batursari ditutup dan dilarang untuk beroperasi kembali, mengganggu ketertiban masyarakat,” begitu bunyi spanduk yang dibentangkan warga.

“Sekitar 500 orang berjalan ke lokalisasi, membentangkan spanduk dan menempeli rumah-rumah mesum dengan stiker larangan beroperasi kembali. Penutupan berlangsung aman, tidak ada konflik,” kata Kompol Sundoyo.

Penutupan lokalisasi diharapkan dapat meredam amukan masyarakat, sehingga situasi bisa terjaga dengan baik. Pasalnya, penduduk sekitar selama ini merasa resah dengan adanya lokalisasi di desanya.

Editor : Kholistiono

Eks Mucikari di Lokalisasi Dorokandang Diberikan Pendampingan

Suasana penutupan lokalisasi di Dorokandang,Kecamatan Lasem oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz beserta forkopimda. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Acara penutupan lokalisasi di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem,  dihadiri Bupati Rembang Abdul Hafidz, Dandim 0720/Rembang, Letkol Inf Darmawan Setiady, Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso, Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Lasem dan kepala desa se-Kecamatan Lasem serta 14 mantan mucikari.

Penutupan tempat prostitusi ini juga tak lepas dari peran semua pihak, baik dari jajaran Forum Koordinasi Kecamatan (Forkopimcam), MUI, tokoh ulama dan tokoh masyarakat di dalam melakukan pendekatan persuasif kepada mereka yang terjerumus di jalan yang salah itu, sedikitpun tidak ada tindak kekerasan yang terjadi.

Pendekatan secara kekeluargaan dimulai sejak awal tahun ini, beberapa kali pengajian juga digelar di lokalisasi tersebut sebagai bentuk siraman rohani. Selanjutnya pemkab juga memfasilitasi pelatihan pembuatan tempe bagi para mucikari yang langsung mendatangkan nara sumber eks PSK Dolly Surabaya dan kemudian disusul pelatihan membatik dari pihak pemerintah desa.

Bupati menuturkan, pemkab dalam pembersihan prostitusi ini membantu dalam bentuk pendampingan berupa pelatihan life skill dan permodalan usaha. Harapannya, eks mucikari bisa beralih mata pencaharian yang halal.

“Pemerintah sadar harus bertindak cepat agar mereka bisa cepat bergerak, sehingga sumber perekonomian mereka tidak terputus. Dana stimulan untuk modal usaha akan kita berikan besok (saat upacara Hari Jadi kabupaten Rembang ke-276 tanggal 27 Juli 2017). Nanti kalau tidak cukup, maka kita akan fasilitasi melalui perbankan atau dari CSR perusahaan- perusahaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para eks mucikari yang telah bersedia dengan ikhlas meninggalkan dunia hitam. Menurutnya, manusia yang mulia adalah mereka yang ingin lebih baik dari hari sebelumnya. 

Keberhasilan penanganan penyakit masyarakat di Dorokandang akan dijadikan pintu masuk untuk penertiban segala bentuk penyakit masyarakat di daerah lain. Bupati berharap, Rembang bisa menjadi kabupaten yang kondusif dan bersih dari penyakit masyarakat.

Salah satu eks mucikari, Jasmi mengaku senang bisa berhenti dari pekerjaan haram itu. Ia sekarang sudah memulai usaha warung kopi, dan rencananya jika diberikan bantuan modal dari pemerintah akan digunakan untuk tambahan modal usahanya.

“Kalau dikasih uang nanti ya buat tambahan modal usaha Mas. Kemarin saya tidak ikut pelatihan membatik, tapi saya sudah buka usaha warung kopi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Rumah di Eks Lokalisasi Dorokandang Bakal Dijadikan Homestay

Rumah di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem yang merupakan bekas tempat lokalisasi dan rencananya akan dijadikan homestay. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Lokalisasi yang berada di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Rembang, resmi ditutup, Rabu (26/7/2017). Kemudian terkait keberadaan 15 rumah bekas kamar atau tempat tidur para PSK, rencananya bakal dijadikan penginapan (homestay).

Hal tersebut diutarakan Kepala Desa Dorokandang Suwito kepada MuriaNewsCom.”Penutupan ini seharusnya pada 27 Juni setelah Lebaran. Namun berhubung ada beberapa kendala, maka penutupan itu resmi pada Rabu (26/7/2017). Dan bekas kamar atau rumah tersebut akan kita jadikan penginapan atau juga kos-kosan,” kata Suwito.

Ia menilai, difungsikannya rumah bekas PSK tersebut untuk penginapan atau kos, akan bisa membuat pemilik rumah dapat penghasilan tambahan.

“Saat ini rumah bekas PSK itu ada sebanyak 15 unit. Dan itupun satu unitnya pastinya ada beberapa kamar. Nah jika itu dapat dimanfaatkan untuk penginapan, maka akan bisa memberikan penghasilan. Terlebih belasan rumah itu juga miliknya mucikari tersebut,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, kini pihak desa sudah melakukan perbandingan harga di wilayah Lasem.”Kita selaku pemdes juga sudah melihat-lihat harga. Baik di wilayah Babagan atau lainnya. Sebab di wilayah Babagan, itu banyak homestay wisatawan. Dan tentunya harganya akan di bawah homestay yang ada di wilayah Lasem,” paparnya.

Sementara itu saat disinggung mengenai penanganan homestay tersebut, kedepannya pihak desa akan selalu memantau.

“Tentunya kita akan selalu memantau. Supaya rumah bekas PSK yang akan dijadikan homestay itu memang benar-benar dijadikan homestay, indekos dan bisa menambah penghasilan yang manfaat, halal,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk saat ini, sekitar 50 PSK sudah pulang. Dan para mucikari ada yang sudah ikut pengusaha batik, membuat usaha rumahan dan lainnya.

Editor : Kholistiono

Miris, Warga Lokalisasi Sumber Agung Blora Tak Tahu Bahaya Konsumsi Narkoba

Sosialisasi bahaya narkoba oleh Sapol PP Blora, Polres Blora serta Kodim 0721 Blora (MuriaNewsCom/)

Sosialisasi bahaya narkoba oleh Sapol PP Blora, Polres Blora serta Kodim 0721 Blora (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bahaya dan dampak mengkonsumsi narkoba rupanya belum diketahui secara menyeluruh oleh warga lokalisasi Sumber Agung, Cepu, Blora. Menanggulangi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora beserta jajaran Polres Blora dan Kodim 0721 Blora melakukan sosialisasi sebagai tindakan preventif pencegahan penyalahgunaan dalam mengkonsumsi narkoba pada Rabu (3/2/2016).

Lilik Ali Mahmudi, Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Blora mengatakan, sosialisasi itu merupakan upaya memberikan pengertian kepada warga agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. ”Khususnya di lokalisasi,” kata Lilik.

Menurutnya, yang terpenting sampai saat ini adalah upaya pencegahan terlebih dahulu. Lilik menegaskan, dalam pencegahan dan sosialisasi terus digalakkan sebagai upaya peminimalisiran penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Blora. ”Sosialisasi juga kami lakukan pada lokalisasi lain yang ada di Blora,” imbuh Lilik.

Sementara, Fitri salah satu warga Sumber Agung mengaku dirinya sebelumnya belum tahu dampak bahaya narkoba. Namun, dengan sosialisasi yang telah diberikan oleh pihak terkait, dirinya kini baru mengetahui. ”Dampak awal belum tahu, namum dengan ini jadi tahu dan tak akan menggunakannya,” jelas Fitri.

Editor : Titis Ayu Winarni

Muhammadiyah Minta Pemkab Pati Tak Berikan IMB yang Dicurigai Jadi Tempat Prostitusi

Suasana Lokalisasi Lorong Indah (LI) saat dirazia miras oleh petugas gabungan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana Lokalisasi Lorong Indah (LI) saat dirazia miras oleh petugas gabungan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Pati Sutaji meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati agar tidak memberikan izin mendirikan bangunan (IMB) terhadap tempat yang berpotensi dijadikan sebagai lokalisasi, terutama yang berdekatan dengan Lorong Indah (LI) dan Kampung Baru.

Hal itu untuk mengantisipasi adanya rencana pendirian lokalisasi baru di sekitar LI dan Kampung Baru. “Kami akan melayangkan surat protes ke Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) kalau mengizinkan IMB, kemudian malah jadi tempat lokalisasi baru,” ujar Sutaji saat dikonfirmasi MuriaNewsCom.

Karena itu, pihaknya meminta agar Pemkab Pati tegas dalam mengawal rencana pendirian lokalisasi baru agar tidak sampai didirikan. “Dinas yang berkepentingan juga jangan memberikan izin dulu, terutama IMB. Mudaratnya sangat besar. Jangan sampai,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberadaan lokalisasi dinilai sebagai tempat untuk melegalkan aktivitas zina. Padahal, lanjutnya, zina jelas dilarang agama.

“Dekat-dekat dengan zina saja dilarang, apalagi melakukan zina. Itu jelas dilarang agama. Dengan adanya lokalisasi, berarti zina itu secara tidak langsung dilegalkan. Ini tidak bisa dibiarkan,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

PSK Pati Tak Bisa Lagi Lihat ‘Berondong’ di Lokalisasi

 

Sejumlah pekerja tengah memasang papan imbauan anak di bawah umur masuk lokalisasi di depan gang Lorong Indah. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah pekerja tengah memasang papan imbauan anak di bawah umur masuk lokalisasi di depan gang Lorong Indah. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Pelajar dan anak di bawah umur 18 tahun dilarang memasuki kawasan lokalisasi Lorong Indah dan Kampung Baru. Imbauan tersebut dibuat dalam bentuk papan peringatan di ujung gang masuk, Senin (24/8/2015).

Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penegakan Hukum Bhakti Anak Negeri Bambang Suherman kepada MuriaNewsCom mengatakan, larangan tersebut dilakukan untuk mencegah anak-anak di bawah umur tidak berada di areal lokalisasi. “Kami ingin mengingatkan secara moral agar anak-anak tidak mengunjungi tempat yang bukan tempatnya,” ujarnya.

Selain itu, aksi tersebut untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS di kalangan anak muda. Diakui atau tidak, setiap lokalisasi dipastikan ada penyandang HIV/AIDS yang tidak dapat diketahui secara jelas.

Karena itu, papan peringatan tersebut diharapkan bisa menjaga kalangan muda agar tidak terjerumus dalam wilayah moralitas yang tidak baik, serta mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS yang lebih parah dan masif. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Harga Mati, NU dan Muhammadiyah Tegaskan Sikap Penolakan Karaoke di Pati

Perwakilan NU, Muhammadiyah dan organisasi di bawahnya membacakan pernyataan sikap terkait dengan pengawalan Perda Nomor 8 Tahun 2013, terutama yang menyangkut soal karaoke di hadapan Forkompinda Pati, Sabtu (27/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Perwakilan NU, Muhammadiyah dan organisasi di bawahnya membacakan pernyataan sikap terkait dengan pengawalan Perda Nomor 8 Tahun 2013, terutama yang menyangkut soal karaoke di hadapan Forkompinda Pati, Sabtu (27/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Ormas Islam Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Pati membacakan pernyataan sikap terkait dengan penolakan karaoke di hadapan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Pati di Ruang Pragola Setda Pati, Sabtu (27/6/2015). Lanjutkan membaca

Langgar Kesepakatan, Karaoke Star King Masih Nekat Buka

f-lokalisasi (3) (e)

Sejumlah petugas mendatangi tempat karaoke Permata, Senin (22/6/2015) malam. Permata tutup, sedangkan Star King kedapatan masih buka. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Paguyuban Pengusaha Cafe dan Karaoke Kabupaten Pati sepakat untuk tidak membuka tempat karaoke selama Ramadan. Kendati begitu, petugas keamanan tim gabungan dari Polres Pati, Kodim 0718 Pati dan Satpol PP menemukan Karaoke Star King buka, Selasa (23/6/2015) dini hari. Lanjutkan membaca

Ssttt… PSK Mendadak Hilang, Razia Diduga Bocor

Sejumlah petugas keamanan dari Satpol PP dan TNI tengah mengintrogasi pengunjung Lorong Indah, Senin (22/6/2015) malam. (MURIANEWS/LISMANTO)

Sejumlah petugas keamanan dari Satpol PP dan TNI tengah mengintrogasi pengunjung Lorong Indah, Senin (22/6/2015) malam. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Tim gabungan petugas keamanan dari Satpol PP, polisi dan TNI merazia lokalisasi paling dikenal di Pati, yakni Lorong Indah, Senin (22/6/2015) malam. Dalam operasi tersebut, petugas mendapati ternyata Lorong Indah masih nekat buka. Lanjutkan membaca

Lokalisasi dan Karaoke di Pati Jadi Sasaran Operasi Pekat

f-Lokalisasi (e)

Petugas keamanan dari Satpol PP, Polisi dan TNI menyisir kawasan lokalisasi Lorong Indah Pati, Senin (22/6/2015) malam. Operasi tersebut selesai hingga Selasa (23/6/2015) dini hari pukul 01.00 WIB. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Sejumlah petugas keamanan dari Satpol PP, polisi dan TNI menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah lokalisasi dan tempat hiburan karaoke di Pati, Senin (22/6/2015) malam hingga Selasa (23/6/2015) dini hari. Lanjutkan membaca