Lokalisasi di Dorokandang Bakal Ditutup, Ini Solusi yang Ditawarkan Pemkab Rembang

Bupati Rembang Abdul Hadidz dan Wakilnya Bayu Andriyanto saat menggelar acara Jagong Gayeng di Alun- alun Lasem beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memastikan lokalisasi terselubung yang berada di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem akan ditutup pada 27 Juni 2017 mendatang.

Sebelum penutupan dilakukan, berbagai langkah telah diambil. Di antaranya, pada 24 Februari lalu, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Lasem terjun ke bawah, untuk meminta mucikari dan PSK berhenti dari pekerjaannya.

Ketika itu, mucikari maupun PSK meminta waktu hingga lima bulan untuk menghentikan kegiatan prostitusi. Tanggal 26 Februari, Forkopimcam kembali menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengadakan kegiatan siraman rohani di tempat lokalisasi. Kegiatan tersebut, juga dilakukan secara rutin setiap 15 hari atau 2 pekan sekali menyesuaikan waktunya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz seusai kegiatan Jagong Gayeng di Kecamatan Lasem beberapa waktu lalu mengatakan, selain menutup lokalisasi pemkab akan memberikan solusi kepada mucikari maupun PSK. Solusi yang ditawarkan salah satunya dalam bentuk memberikan pelatihan atau pinjaman modal usaha.

Dari data yang ada, di Dorokandang tercatat ada sekitar 53 PSK dan 14 mucikari. Rata-rata PSK tersebut juga berasal dari luar Rembang.”Pemerintah tidak akan diam saja dengan nasib mereka. Dengan adanya pinjaman modal, mereka bisa menjalankan usaha lain. Sehingga, nantinya mereka bisa menata hidupnya dengan bijak,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto terkait tindak lanjut penutupan lokalisasi di Dorokandang. Tim diminta segera melangkah, termasuk memberikan sejumlah fasilitas sesuai kebutuhan.”Dengan begitu, nantinya eks mucikari maupun PSK bisa hidup dengan baik. Dan bisa beralih pekerjaan yang layak,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

Lokalisasi di Dorokandang Rembang Bakal Ditutup

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Lokalisasi di wilayah RT 1 RW 8 Desa Dorokandang,Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang akan segera ditutup. Rencananya, penutupan akan dilakukan pada Juni 2017 mendatang.

Camat Lasem Harjono mengatakan, sebelum dilakukan penutupan, saat ini pihaknya sudah melakukan pendekatan secara kekeluargaan dan agamis terhadap pekerja seks komersial (PSK) maupun mucikari, serta masyarakat. Sehingga, nantinya ketika penutupan diefektifkan tidak ada lagi komplain dan permasalahan yang timbul dari masyarakat.

Menurutnya, tercatat, setidaknya ada 53 pekerja seks komersial yang terdapat di tempat tersebut. Namun kini, katanya, mereka sudah mulai berangsur pulang ke kabupaten asal, di antaranya Blora, Jepara dan Grobogan.

Selain PSK, katanya, juga tercatat ada sebanyak 14 mucikari yang biasa ada di lokalisasi tersebut. Para mucikari ini merupakan warga setempat. “Sekarang ini, kami fokusnya adalah pada mucikari yang nota bene merupakan warga setempat. Kami akan koordinasi dengan Dinas Sosial, PKK, dan Dinindagkop untuk membekali mereka dengan keterampilan,” katanya.

Dirinya juga berharap, dengan adanya penertiban penyakit masyarakat, ke depan dapat merajut Lasem sebagai Kota Tua, yang tak lagi ada praktik esek-esek. Kemudian, dirinya juga berharap, Lasem bisa bersih dari sampah dan tertib administrasi desa.

Pihaknya juga akan mengantisipasi kemungkinan pergeseran para PSK ke titik lain di wilayah Kecamatan Lasem. Meskipun sinyal itu belum ditangkap, tetapi ia tetap siaga. “Ke depannya, kami akan terus memantau selalu kondisi tempat tongkrongan tersebut, agar tidak ada lagi muncul praktik serupa,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono