Aliran Listrik Pasar Pagi Purwodadi Padam 7 Kali dalam Satu Jam

Warga beraktivitas di Pasar Pagi Purwodadi setelah baru pindah dari lokasi lama, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga beraktivitas di Pasar Pagi Purwodadi setelah baru pindah dari lokasi lama, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,  Grobogan – Proses relokasi pedagang pasar pagi dari tempat lama di lahan bekas Stasiun Kereta Api Purwodadi ke lokasi baru di jalan Gajah Mada memang berjalan lancar. Ratusan pedagang sudah bersedia dipindahkan ke lokasi baru dan praktis tidak ada yang berjualan lagi di tempat lama. Meski demikian, ada beberapa hal yang masih perlu dibenahi demi kenyamanan pedagang dan pembeli di lokasi baru.

Dari pantauan di lapangan pada hari kedua relokasi, Senin (6/2/2017) malam, salah satu yang perlu dibenahi adalah masalah listrik. Hal ini menyusul padamnya aliran listrik sampai tujuh kali hanya dalam kurun waktu satu jam. Yakni, antara pukul 21.00-22.00 WIB.

Padamnya listrik ini menyebabkan aktivitas pedagang yang sedang mempersiapkan barang dagangan sempat terganggu. Matinya aliran listrik berulang kali ini kemungkinan besar disebabkan kurangnya daya. Hal ini cukup beralasan mengingat pada saat itu, belum semua kios yang jumlahnya 72 unit digunakan untuk berjualan.

“Listriknya byar pet dari tadi. Kondisi ini memang cukup mengganggu. Kayaknya daya listriknya kurang besar. Padahal ini belum semua pedagang menggunakan listrik,” kata Suwarti, salah seorang pedagang yang sedang menata barang dagangannya malam itu.

ps pagi malam

Warga beraktivitas di Pasar Pagi Purwodadi setelah baru pindah dari lokasi lama, dengan kondisi listrik padam, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Selain listrik, masalah lainnya yang perlu ditangani adalah keberadaan lapak tempat berjualan pedagang di depan pasar. Yakni, diatas saluran drainase dan dibawa lampu penerangan jalan di depan pasar. Pada hari pertama relokasi, sebagian pedagang berjualan di situ. Namun, pada hari kedua, pedagang yang berjualan di tempat itu sudah berkurang.

Soalnya, petugas pasar sudah menyingkirkan sebagian penutup drainase dari papan dan belahan bambu yang dipasang pedagang sehingga tempat itu tidak bisa digunakan untuk menaruh lapak. Di samping itu, guyuran hujan deras menjelang dini hari menyebabkan pedagang yang ada di pinggir jalan depan pasar beralih ke dalam.

Meski demikian, masih ada beberapa pedagang yang jualan di bawah  lampu penerangan dan di atas saluran drainase di sisi barat. Kemudian, ada juga sejumlah pedagang yang pada pagi hari menggelar dagangan di depan pintu utama pasar dan dekat pos satpam. Keberadaan pedagang terlihat sedikit mengganggu arus keluar masuk pasar.

Satu hal lagi yang juga butuh penanganan adalah penataan parkir. Hingga hari kedua relokasi, masalah parkir masih terlihat kurang rapi. Banyak kendaraan yang parkir maupun bongkar muatan di lokasi terlarang.

“Penataan parkir sedang kita siapkan dengan pihak pasar. Kita sedang menganalisa situasi arus pedagang dan pembeli untuk merencanakan penataan parkir yang pas. Untuk bongkar muatan sudah kita tentukan di halaman pasar. Setelah bongkar, kendaraan segera keluar dan mengambil parkir di depan pasar,” kata Kasi Parkir Dishub Grobogan Susanto Adi Wibowo yang ditemui di Pasar Pagi, Selasa (7/2/2017) dini hari tadi.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Listrik Padam Berjam-jam, Warga Bulungcangkring Kudus Kesal

Warga terpaksa menyalakan lilin sebagai alat bantu penerangan akibat padamnya listrik di Desa Bulungcangkring Kudus, Sabtu malam. (ISTIMEWA)

Warga terpaksa menyalakan lilin sebagai alat bantu penerangan akibat padamnya listrik di Desa Bulungcangkring Kudus, Sabtu malam. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Listrik dari PT PLN kembali berulah, Sabtu(4/2/2016). Kali ini, adalah aliran listrik di Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, padam sejak Sabtu sore sekira pukul 15.00 WIB. Listrik tak kunjung menyala hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Pemadaman listrik membuat warga Bulungcangkring kesal. Betapa tidak, pemadaman listrik saat warga akan melakukan aktivitasnya. Pekerjaan pun jadi terganggu. Seperti disesalkan salah seorang warga, Tri

“Dari jam 3, listrik belum hidup. Mana banyak aktivitas yang harus dikerjakan lagi,” kata Tri dengan nada kesal kepada MuriaNewsCom, Sabtu malam.

Sebelumnya, kata dia, tidak ada pemberitahuan dari pihak PLN tentang rencana pemadaman dalam waktu yang lama.

Pantauan MuriaNewsCom, sampai pukul 21.00 WIB, daerah Bulungcangkring, tepatnya di dekat PR Djarum masih padam listriknya. Belum tampak adanya upaya perbaikan.

Editor : Akrom Hazami

Mati Lampu Bikin Greget di Kudus, Ini Jawaban PLN

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan pelanggan PLN Kudus, harus bersabar karena adanya pemadaman listrik. Hal itu terjadi pada Selasa (29/11/2016) selama beberapa jam di sejumlah kecamatan.

Bagian Humas PLN Kudus Arif Nuryadi mengatakan, padamnya listrik dirasakan oleh ribuan pelanggan. Pelanggan tersebut meliputi Kecamatan Jati, Kota, Gebog hingga Jepara di perbatasan dengan Gebog “Kami minta maaf karena adanya pemadaman ini, namun kami langsung memperbaikinya secepat mungkin,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, pemadaman listrik terjadi bukan keinginan dari pihak PLN. Melainkan karena murni  ada gangguan pada trafo di gardu induk. Yang mana menyebabkan korsleting di trafo milik PLN.

Dia mengatakan, awal korsleting terjadi saat pemeliharaan di trafo II. Pemeliharaan sejak pagi tadi tersebut, membuat pelanggan di trafo II dialihkan ke trafo I dan juga trafo III. Sayangnya, saat penggantian tersebut tidak bertahan lama, sehingga travo III malahan korsleting. “Kejadian tersebut sekitar jam 11 30 WIB siang tadi. Jadi otomatis pelanggan di trafo III dan sebagian trafo II padam,” ujarnya.

Melihat hal itu, akhirnya pihai PLN mengebut perbaikan trafo II yang sedang diperbaiki. Hasilnya, sekitar pukul 14.45 WIB, listrik sudah kembali menyala dengan mengambil trafo I dan trafo II.

Sementara untuk trafo I, kondisinya masih aman. Sehingga untuk kawasan Kaliwungu ke arah barat masih menyala listriknya.  “Untuk trafo III masih ditangani oleh tim. Kemungkinan besar nanti malam akan selesai dan akan kembali normal seperti sedia kala,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami