Penonton Ricuh, Pertandingan PSIR vs Persis Solo Dibubarkan

Polisi menenangkan para suporter yang terlibat kericuhan dalam pertandingan antara PSIR vs Persis Solo di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pertandingan Liga 2 antara PSIR dan Persis Solo di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017) terpaksa dibubarkan. Hal ini terjadi lantaran terjadi kericuhan atarsuporter saat babak kedua baru berjalan lima menit.

Berakhrinya pertandingan tersebut selang beberapa menit setelah pemain PSIR Rudi Santoso nomor punggung 99 menciptakan gol perdana dalam pertandingan ini.

Manajer PSIR Wiwin Winarto mengatakan bahwa, kalau menurut pengamatan yang ada, ricuh tadi setelah adanya gol dari tuan rumah.

“Nah mungkin itu menjadi memanasnya suporter. Pihak Panpel maupun polisi sebenarnya siap melanjutkan. Hanya saja pihak tamu tak menginginkan kelanjutan pertandingan itu,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, ricuhnya pertandingan tersebut mengakibatkan pagar besi tribun timur Stadion Krida Rembang jebol. Selain itu saling lempar botol minuman, kayu dan batupun tak terhindarkan dari kedua belah suporter.

“Tadi kira-kira baru berjalan 5 menit dan setelah itu tim kita mengegolkan. Mungkin hal itu yang membuat memanasnya para suporter tamu. Misalkan nanti ada pengulangan pertandingan lagi di area netral dengan menggunakan waktu yang masih tersisi ya tergantung PSSI. Dan kami yakin kita tak kena sanksi. Sebab dari pihak suporter kita kondusif baik malai dari awal pertandingan hingga akhir pertandingan ini,” pungkasnya.

Sementara itu sebelum turun minum, tim tamu sebenarnya sudah tampil trengginas. Tim tamu beberapa kali mendapatkan peluang manis baik tendangan bebas, maupun tendangan pojok dua kali. Hanya saja peluang tersebut belum bisa dimaksimalkan hingga babak pertama usai.

Tak hanya itu, PSIR juga sempat mendapatkan tendangan bebas tepat di dapan gawang lantaran pemain tuan rumah dengan nomor punggung 77 atas nama Didik Kurniawan dijegal oleh pemain Persis Solo Egy Ardy Septian (2).

Sementara itu di tengah perjalanan tim tuan rumah dihadiahi wasit dengan kartu kuning lantaran Didik Kurniawan melakukan pelanggaran kepada pemain Persis Solo nomor 18 Dedi Cahyono Putra.

Editor : Ali Muntoha

Pertandingan di Pindah ke Semarang, Persipur Targetkan Poin Penuh

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target menang dibebankan para pemain Persipur saat berlaga dalam kompetisi Liga 2 melawan Sragen United, Minggu (9/7/2017). Meski demikian, untuk merealisasikan target itu bukan pekerjaan gampang. Soalnya, dalam laga nanti, Persipur statusnya bertindak jadi tim tamu.

“Target kita memang bisa dapat poin. Kalau bisa tiga poin alias menang, tidak sekadar seri saja. Kita butuh dapat poin terus supaya bisa naik klasemen ke papan atas,”  kata Pelatih Persipur Wahyu Teguh, di Grobogan, Sabtu (8/7/2017).

Wahyu menegaskan, upaya semaksimal mungkin akan dilakukan untuk mendapatkan angka. Guna mewujudkan ambisi, pihaknya fokus memantapkan performa tim pascalebaran. Hal itu perlu dilakukan karena pada penampilan sebelumnya masih banyak kekurangan yang terlihat. Salah satunya adalah soal kerja sama antarpemain yang belum begitu kompak. Kekurangan lainnya adalah, soal penyelesaian akhir.

Tempat pertandingan Persipur melawan Sragen United mengalami perubahan. Sedianya, pertandingan tersebut dilangsungkan di Stadion Sukowati Sragen. Namun, dari pihak PSSI memutuskan pertandingan itu lokasinya digeser di Stadion Citarum Semarang.

Dengan pindahnya tempat pertandingan, sedikit banyak akan menguntungkan Persipur. Sebab, pendukung lawan bisa dipastikan tidak banyak hadir di Semarang, dibandingkan jika laga tetap digelar di Sragen.

 

Editor : Akrom Hazami

Ternyata Inilah yang Membuat PPSM Kalah dari Persipur

Pemain Persipur Albebta Dewangga Santosa (kiri) memastikan kemenangan Persipur setelah melesakkan bola di menit ke-74. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kegagalan PPSM Magelang untuk memetik poin saat melakukan laga tandang di kandang Persipur Purwodadi, Minggu (7/5/2017) dengan hasil 2-0 ternyata tak lepas dari faktor alam.

Setelah kebobolan di babak pertama, PPSM tak diuntungkan dengan turunnya hujan hingga mengakibatkan lapangan tergenang air. Akibatnya mereka tak bisa mengembangkan permainan seperti biasa.

”Kondisi lapangan cukup berat setelah hujan sehingga kami tidak bisa mengembangkan permainan. Secara keseluruhan, jalannya pertandingan berlangsung ketat,” cetus Asisten pelatih PPSM Agus Tri.

Meski begitu, Agus tak ingin larut dalam kekalahan. Ia berjanji akan segera berbenah. Ia pun tak ingin, anak asuhnya kembali kalah saat melakoni laga lanjutan Liga 2. ”Kondisi seperti ini di luar dugaan,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam pertandingan pertandingan melawan PPSM, tim tuan rumah langsung tampil garang sejak menit awal. Sepertinya, Persipur berupaya untuk bisa mencetak gol lebih cepat demi menggapai target yang dibebankan pengurus, yakni tiga poin.

Berulang kali Persipur mampu menciptakan peluang emas. Namun, ketatnya pertahanan lawan membuat peluang yang didapat gagal menghasilkan gol.

Baru pada menit ke-22, suasana jadi bergemuruh, setelah striker Roberto E Sauyai mampu mengoyak gawang lawan. Berawal dari umpan silang yang dikirimkan Hasan Basri Lohy, pemain nomor punggung 23 itu langsung melakukan tendangan fist time keras yang gagal ditangkap M Refi Jaelani, kiper PPSM.

Beberapa saat setelah skor berubah 1-0, hujan deras mengguyur. Kondisi ini menyebabkan lapangan penuh genangan air sehingga permainan kedua tim kurang bisa berkembang.

Pada babak kedua, PPSM gantian tampil lugas. Berulang kali, serangan PPSM yang dimotori Roni Ardian Saputra sempat membikin pendukung tuan rumah deg-degan. Namun, lahirnya gol dari sundulan Albebta Dewangga Santosa di menit ke 74 mampu membuat kubu tuan rumah bersorak kegirangan. Persipur pun menang dengan skor 2-0.

Editor: Supriyadi

Kalah dari Persibangga, Ini yang Dikatakan Asisten Pelatih Persijap

Pemain Persijap mempertahankan bola dari kawalan pemain Persibangga di Stadion Gelora Bumi Kartini. (MuriaNewsCom/PadhangPranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kekalahan Persijap Jepara dari Persibangga Purbalingga di depan publik sepak bola Jepara dengan skor 0-1, Minggu (7/5/2017) mendapat tanggapan asisten pelatih Persijap, Muhammad Yusuf.

Salah satu tim juru racik Laskar Kalinyamat itu pun tak segan mengungkapkan perasaannya setelah laga usai. Sebagai asisten pelatih yang mengenyam dunia sepak bola puluhan tahun, Yusuf pun lebih suka mengevaluasi diri sendiri (Persijap). Ia bahkan tak segan mengucapkan selamat atas kemenangan Persibangga.

“Saya ucapkan selamat atas kemenangan perdana Persibangga di Liga 2. Tim Persijap sangat kurang fokus di menit akhir pertandingan. Akan kita evaluasi,” ucapnya mewakili Pelatih Kepala Fernando Sales. 

Seperti diketahui, Persibangga Purbalingga belum pernah mengenyam kemenangan sejak awal Liga 2. Tim berjuluk Laskar Jendral Sudirman itu berada di dasar Klasmen Grup 3. 

“Kemenangan kita sementaraa kita berada dibawah, sungguh diluar perkiraan. Draw saja sudah cukup bagus, apalagi mereka (Persijap) bermain di kandang. Saya bersyukur atas kemenangan ini,” kata Ahmad Muharia pelatih Persibangga.

Editor: Supriyadi

Persipur Tundukkan PPSM 2-0

Ekspresi Albebta Dewangga Santosa usai mencetak gol buat Persipur di menit ke-74. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target meraih poin penuh yang dibebankan pada pemain Persipur berhasil dipenuhi, Minggu (7/5/2017). Bertanding melawan tamunya, PPSM Magelang, skuad berjuluk Laskar Petir itu mampu unggul dengan skor 2-0.

Hasil ini sontak langsung disambut histeris ribuan pendukung Persipur yang hadir di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan. Mereka merasa puas lantaran tim kesayangannya akhirnya berhasil meraih tiga angka untuk pertama kalinya.

“Saya lega akhirnya bisa dapat tiga poin di pertandingan ketiga. Dua pertandingan sebelumnya, kita kalah dari PSIS dan seri saat melawan PSIR. Meski begitu, kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. PPSM memberikan perlawanan ketat,” cetus Asisten Pelatih Persipur Abdul Gani saat jumpa pers usai pertandingan.

Dalam pertandingan pertandingan melawan PPSM, tuan rumah langsung tampil garang sejak menit awal. Sepertinya, Persipur berupaya untuk bisa mencetak gol lebih cepat demi menggapai target yang dibebankan pengurus.

Berulang kali Persipur mampu menciptakan peluang emas. Namun, ketatnya pertahanan lawan membuat peluang yang didapat gagal menghasilkan gol.

Baru pada menit ke-22, suasana jadi bergemuruh, setelah striker Roberto E Sauyai mampu mengoyak gawang lawan. Berawal dari umpan silang yang dikirimkan Hasan Basri Lohy, pemain nomor punggung 23 itu langsung melakukan tendangan fist time keras yang gagal ditangkap M Refi Jaelani, kiper PPSM.

Beberapa saat setelah skor berubah 1-0, hujan deras mengguyur. Kondisi ini menyebabkan lapangan penuh genangan air sehingga permainan kedua tim kurang bisa berkembang.

Pada babak kedua, PPSM gantian tampil lugas. Berulang kali, serangan PPSM yang dimotori Roni Ardian Saputra sempat membikin pendukung tuan rumah deg-degan. Namun, lahirnya gol dari sundulan Albebta Dewangga Santosa di menit ke 74 mampu membuat kubu tuan rumah bersorak kegirangan. Persipur pun menang dua gol tanpa balas.

Editor: Supriyadi

Hadapi Persibangga, Persijap Tumbang di Kandang

Pemain Persijap membawa bola dari kawalan pemain Persibangga di Stadion Gelora Bumi Kartini. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap dibungkam tamunya Persibangga 0-1, dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bumi kartini, Minggu (7/5/2017). Gol diciptakan oleh Amir Aksal di menit 82, melalui tendangan keras dari luar kotak gawang, yang gagal diantisipasi kiper. 

Pertandingan sendiri berlangsung keras. Persibangga memilih bertahan total, sementara Persijap gagal menembus benteng yang dibuat anak-anak Purbalingga itu.

Pada babak pertama, skor berakhir kacamata 0-0. 

Persijap yang berusaha menembus pertahanan Persibangga selalu kandas di lapangan tengah.  Permainan keras ditunjukan oleh kedua tim. Hal itu terbukti dengan enam kartu kuning yang dihadiahkan oleh wasit Andi Asri Azis, dua bagi Persijap, empat bagi Persibangga.

Bermain dihadapan suporternya sendiri, Persijap tak bisa memanfaatkan dukungan tersebut. Di babak pertama, taktik pelatih Fernando Sales tak bisa diterapkan oleh pemain. Permainan Laskar Kalinyamat tak berkembang, meski memiliki inisiatif menyerang. 

Pada menit 42, peluang sempat tercipta. Sundulan Ragil Putut tak menemui sasaran. Sementara tendangan yang dilepaskan Arianis di menit ke 45 berhasil ditepis oleh kiper Persibangga Muaziz Syafii. 

Memasuki babak kedua, permainan kedua tim mulai menemukan ritmenya. Meskipun demikian, peluang yang tercipta dari kaki pemain Persijap gagal dikonversi menjadi gol. Sementara Persibangga masih memainkan strategi bermain bertahan. 

Kejutan justru terjadi di menit ke 82, Asyik menyerang Persijap, malah melupakan lini belakang. Persibangga menyerang balik. Berawal dari umpan jauh, pemain bernomor 14 Amin Aksal berhasil melewati pemain bertahan Laskar Kalinyamat, ia lalu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti dan Gol. 

Suasana SUGBK seketika hening. Suporter tercekat atas gol cepat yang dicetak oleh pemain Persibanggga. 

Editor: Supriyadi

PSIR Siapkan Tiga Formasi Jelang Liga 2

Pemain PSIR saat mengikuti latihan di GOR Krida Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Tim pelatih PSIR terus mengasah pasukannya jelang melakoni Liga 2 yang bakal bergulir pada April mendatang. Skuat asuhan Hadi Surinto terus mematangkan strategi dan menjajal komposisi skema baru menuju kompetisi Liga 2.

Pelatih PSIR Hadi Surinto mengatakan, dalam beberapa kali latihan yang digelar, dirinya terus mematangkan strategi dan formasi, agar pemain nantinya lebih siap ketika turun menghadapi lawan di ajang Liga 2.

“Selain fisik, kita juga terus asah skill pemain. Pun demikian, kami juga telah menyiapkan tiga formasi, yakni  4-3-3, 4-2-3-1, dan 4-4-2. Tiga formasi ini sudah kita matangkan sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, 4-3-3 dan 4-4-2 bakal diterapkan ketika tim lawan memiliki kelemahan di pemain sayap. Sedangkan, untuk  formasi 4-2-3-1 bakal diterapkan untuk mewaspadai lawan yang mempunyai kemampuan bagus.

Dirinya juga menyampaikan, agar persiapan lebih matang, latihan juga digelar pada pagi dan sore. Sedangkan tempat untuk latihan, dilakukan di GOR Krida Rembang dan Pantai Karang Jahe.

Editor : Kholistiono