Kuasa Hukum Pengusaha Karaoke: Ah Ngaco! Kami Belum Terima Salinan Putusan dari MA

Nimerodi Gulo (kiri) bersama dengan Paguyuban Pengusaha Cafe dan Karaoke Pati Heri Susanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Nimerodi Gulo (kiri) bersama dengan Paguyuban Pengusaha Cafe dan Karaoke Pati Heri Susanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kuasa hukum Paguyuban Pengusaha Cafe dan Karaoke Kabupaten Pati Nimerodi Gulo mengaku belum mendapatkan informasi penolakan MA atas uji materi yang diajukan terkait dengan Perda Nomor 8 Tahun 2013 yang mengatur karaoke.

”Ah, ngaco. Kami belum dapatkan salinan putusan dari MA tentang penolakan itu. Biasanya kalau ada keputusan dari MA, salinan sudah sampai di Pengadilan Negeri. Ini belum ada,” ujar Gulo saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Sabtu (12/12/2015).

Karena itu, pihaknya belum bisa memberikan komentar terkait dengan informasi penolakan MA terhadap uji materi Perda karaoke. ”Kami belum bisa memberikan komentar. Kami belum terima informasi resmi dari MA,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, Bupati Pati Haryanto mengaku sudah mendapatkan informasi uji materi yang dilakukan pengusaha karaoke ditolak. Kendati demikian, salinan putusan masih belum sampai di PN.

”Kami mendapatkan informasi resmi dari MA melalui Bagian Hukum Setda Pati. Tapi, salinan keputusannya memang menunggu dulu, tapi sudah diputuskan. Kami meminta agar pengusaha karaoke mematuhi dan menghormati keputusan MA,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Muhammadiyah Minta Pemkab Pati Tak Berikan IMB yang Dicurigai Jadi Tempat Prostitusi

Suasana Lokalisasi Lorong Indah (LI) saat dirazia miras oleh petugas gabungan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana Lokalisasi Lorong Indah (LI) saat dirazia miras oleh petugas gabungan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Pati Sutaji meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati agar tidak memberikan izin mendirikan bangunan (IMB) terhadap tempat yang berpotensi dijadikan sebagai lokalisasi, terutama yang berdekatan dengan Lorong Indah (LI) dan Kampung Baru.

Hal itu untuk mengantisipasi adanya rencana pendirian lokalisasi baru di sekitar LI dan Kampung Baru. “Kami akan melayangkan surat protes ke Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) kalau mengizinkan IMB, kemudian malah jadi tempat lokalisasi baru,” ujar Sutaji saat dikonfirmasi MuriaNewsCom.

Karena itu, pihaknya meminta agar Pemkab Pati tegas dalam mengawal rencana pendirian lokalisasi baru agar tidak sampai didirikan. “Dinas yang berkepentingan juga jangan memberikan izin dulu, terutama IMB. Mudaratnya sangat besar. Jangan sampai,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberadaan lokalisasi dinilai sebagai tempat untuk melegalkan aktivitas zina. Padahal, lanjutnya, zina jelas dilarang agama.

“Dekat-dekat dengan zina saja dilarang, apalagi melakukan zina. Itu jelas dilarang agama. Dengan adanya lokalisasi, berarti zina itu secara tidak langsung dilegalkan. Ini tidak bisa dibiarkan,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Ini Komentar Tokoh NU Terkait Pembangunan Lokalisasi Baru di Pati

Suasana lokalisasi Kampung Baru yang tak lama berdiri di Margorejo, Pati. Saat ini, lokalisasi baru rencanannya dibangun kawasan tak jauh dari Kampung Baru. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana lokalisasi Kampung Baru yang tak lama berdiri di Margorejo, Pati. Saat ini, lokalisasi baru rencanannya dibangun kawasan tak jauh dari Kampung Baru. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Wacana pendirian lokalisasi baru di antara Lorong Indah (LI) dan Kampung Baru mendapatkan sorotan dari sejumlah tokoh agama. Salah satunya, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati Ali Munfaat.

Menurutnya, pembangunan lokalisasi baru di Pati bukan hanya dilarang agama, tetapi juga mencederai etika dan moralitas warga Pati. Karena itu, pihaknya meminta kepada pemerintah setempat untuk aktif mengawasi secara ketat, terkait dengan wacana pendirian lokalisasi baru.

”Keberadaan LI dan Kampung Baru saja sudah cukup meresahkan, mencederai etika dan moralitas warga Pati. Ini malah ada wacana mau didirikan yang baru lagi. Itu tidak bisa dibiarkan. Prinsip kami sebagai Ormas Islam, tetap menegakkan amar makruf nahi munkar,” ujar Ali saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Kamis (26/11/2015).

Pihaknya juga meminta agar pemerintah daerah melakukan kajian yang mendalam dan melakukan langkah antisipasi terhadap izin mendirikan bangunan (IMB). ”Kami benar-benar menyayangkan kalau misalkan nantinya izin IMB diberikan, padahal itu justru digunakan untuk lokalisasi,” imbuhnya.

Ditanya soal langkah ke depan, Ali mengaku belum bisa memutuskan apapun. Pasalnya, isu tersebut masih sebatas wacana yang perlu mendapatkan kajian lebih mendalam.

”Sebelum memutuskan sesuatu, kami biasanya menggelar diskusi dengan jajaran pengurus. Setelah ada keputusan, baru kami bisa mengambil sikap dan langkah. Tapi, lagi-lagi kami harus menegaskan prinsip NU akan mengedepankan amar makruf nahi munkar,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Lokalisasi Kampung Baru dan LI Jadi Sasaran Razia Polisi

Sejumlah petugas kepolisian menemukan tumpukan karton miras yang disembunyikan di salah satu bangunan tua di lokalisasi Lorong Indah Pati, Jumat (26/6/2015) sore. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah petugas kepolisian menemukan tumpukan karton miras yang disembunyikan di salah satu bangunan tua di lokalisasi Lorong Indah Pati, Jumat (26/6/2015) sore. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Jajaran Polres Pati yang dipimpin Kasat Sabhara Amlis Chaniago menggelar razia minuman keras di lokalisasi Lorong Indah (LI) dan Kampung Baru yang berada di Kecamatan Margorejo, Jumat (26/6/2015) sore. Lanjutkan membaca