Libur Lebaran, Bukit Pandang Disesaki Ribuan Wisatawan

Sejumlah pengunjung tengah berfoto selfie di kawasan puncak bukit pandang Pati dengan latar pegunungan Kendeng, Rabu (28/6/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Objek wisata Bukit Pandang Ki Santamulya yang terletak di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen dikunjungi ribuan wisatawan dari berbagai kota pada musim libur Lebaran.

Mereka mulai memadati kawasan wisata bukit pandang sejak Senin (26/6/2017) dan diperkirakan masih ramai dikunjungi wisatawan hingga Minggu (2/7/2017) mendatang. Selama libur Lebaran, sebagian besar pengunjung dari wisatawan yang tengah mudik.

Tantri Tyas Oktaviani (21) adalah satu di antara pengunjung asal luar kota yang tengah mudik di Pati. Mahasiswi asal Tangerang ini mengetahui bukit pandang dari Instagram.

Dia bersama keempat temannya lantas mengunjungi bukit pandang untuk menghabiskan liburannya pada Jumat (30/6/2017), setelah sebelumnya mengunjungi Waduk Gunung Rowo di Desa Sitiluhur, Gembong. “Mudik di rumah simbah sambil berlibur di Pati aja,” kata Tyas.

Meski baru pertama kali mengunjungi bukit pandang, Tyas mengaku tidak kebingungan mencari rutenya. Pasalnya, dia mengandalkan aplikasi Google Map untuk sampai di lokasi yang jaraknya sekitar 3 km dari RSUD Kayen tersebut.

Sementara itu, Redita Apriliani (20), pengunjung asal Pati Kota mengaku terkesan dengan panorama keindahan yang ditawarkan bukit pandang. Spot menarik dengan view hamparan Pegunungan Kendeng dan daratan Kabupaten Pati menjadi daya tarik tersendiri bagi Dita.

Dia tidak menyangka bila objek wisata tersebut seramai saat ini. “Mikirnya biasa aja, nggak ramai. Tapi di luar dugaan, sampai-sampai macet juga tadi. Sampai kesulitan parkirnya,” ucap Dita.

Pengelola bukit pandang, Krisno mengatakan, pengunjung bukit pandang mencapai sekitar 7.500 orang setiap harinya selama libur Lebaran. Wisatawan mulai memasuki kawasan bukit pandang dari jam 09.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Jumlah pengunjung tersebut tidak termasuk anak-anak, karena mereka tidak dikenakan tiket masuk. “Jumlah pengunjung dihitung berdasarkan tiket, sedangkan anak-anak gratis dari biaya tiket. Jumlah pengunjung termasuk anak-anak bisa lebih dari 7.500 orang setiap hari selama libur Lebaran,” tuturnya.

Untuk masuk di kawasan wisata bukit pandang, wisatawan dewasa dikenakan biaya Rp 3.000, sedangkan anak-anak gratis. Adapun biaya parkir sepeda motor Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000.

Editor : Ali Muntoha

Lebaran, Rutan Jepara Disesaki Pembesuk

Sejumlah pengunjung rutan memadati Aula Rutan Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Aula Rutan Kelas IIB Jepara disesaki pembesuk, saat Idul Fitri 1438 hijriah. Hingga hari keempat lebaran, sudah ada 1.391 keluarga dari warga binaan datang menjenguk. Hal itu dikatakan oleh Kepala Rutan Kelas IIB Jepara Slamet Wiryono. Ia mengatakan, selama lebaran pihaknya memberikan waktu ekstra bagi para pembesuk. Disamping itu, untuk menampung banyaknya keluarga napi maupun tahanan yang datang, pihaknya memanfaatkan ruang aula yang berkapasitas lebih besar. 

“Animo berkunjungnya sangat luar biasa, oleh karenanya untuk memberikan rasa keadilan bagi pembesuk lain, diberikan waktu antara 10 hingga 15 menit guna menemui saudara mereka yang ada di rutan,” katanya, Kamis (29/6/2017).

Menurutnya, selama lebaran pembesuk diberikan waktu dari pukul 09.00 hingga pukul 15.00 guna menemui famili mereka yang menjadi pesakitan. Sedangkan bila hari normal, jam besuk hanya sampai pukul satu siang. Namun demikian, karena memperhatikan faktor keamanan dan kapasitas ruangan, untuk pendaftaran pembesuk diberikan tenggat khusus. 

Adapun, tambahan waktu besuk akan berlaku hingga tujuh hari selepas lebaran. Setelahnya baru diberlakukan jam normal. 

“Kalau di Jepara, yang masuk karisidenan Pati biasanya waktu tambahan jam besuk sampai tujuh hari setelah lebaran. Di lain tempat (lapas) biasanya hanya sampai tiga hari. Setelah itu berlaku normal,” tambah Slamet.

Dirinya merinci, kunjungan terbanyak ada pada hari ketiga pasca lebaran yakni 748 pembesuk. Sedangkan hari pertama ada 257 orang, hari selanjutnya ada 170. Kemudian di hari keempat ada 180 orang pembesuk. 

Guna menjaga keamanan, pihak rutan bekerjasama dengan kepolisian maupun TNI. Petugas menerjunkan personel untuk ikut membantu pengamanan saat jumlah pembesuk membludak. Dari sisi internal, petugas rutan juga memberlakukan double check kepada pengunjung, dengan menggeledah barang maupun orang, dengan metal detector ataupun secara manual. 

Editor: Supriyadi

Meski Libur Lebaran Usai, Objek Wisata di Jepara Tetap Ramai

wisata e

Wisatawan memadati tempat penyeberangan ke Karimunjawa, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Musim libur Lebaran telah berakhir dan aktivitas kerja sudah kembali normal. Namun, sejumlah objek wisata di Kabupaten Jepara masih terpantau ramai. Di antaranya adalah Pantai Kartini, Bandengan, dan aktivitas penyeberangan menuju ke pulau Karimunjawa.

Pantauan di lokasi, Pantai Kartini dipenuhi pengunjung dan para penyedia jasa mainan dadakan. Hal serupa juga tampak di pantai Bandengan. Di lokasi itu, pengunjung terlihat asyik bermain dan mandi di bibir pantai.

Sementara di tempat penyeberangan ke Karimunjawa yakni di kawasan Dermaga Kartini, banyak kendaraan roda empat terparkir. Pemilik kendaraan diketahui berwisata ke Karimunjawa sejak Senin(11/7/2016) kemarin.

Kepadatan wisatawan tampak terjadi sejak Lebaran hingga sekarang. Karenanya, aparat keamanan terus berjaga-jaga di beberapa titik keramaian.

Manajer Pantai Kartini Joko Wahyu mengatakan, pengunjung objek wisata yang dia kelola tersebut cukup ramai. Mengaca pada tahun-tahun sebelumnya, keramaian akan terus terjadi selama pekan Syawalan, atau sampai H+7 lebaran. Apalagi saat H+7 atau Rabu (13/7/2016) besok, digelar Pesta Lomban.

“Lumayan ramai, karena puncak keramaian pengunjung memang momen seperti ini. Libur lebaran dan pekan Syawalan,” ucap Joko kepada MuriaNewsCom, Selasa (12/7/2016).

Pengelola biro perjalanan wisata ke Karimunjawa, Teguh Kurniawan menyampaikan, lonjakan kunjungan wisatawan ke Karimunjawa nampak sejak Lebaran. Meski masa libur Lebaran telah berakhir, kunjungan wisatawan hingga saat ini masih tinggi.

“Kemarin dua kapal penuh wisatawan, hari ini juga penuh. Tiket kapal sudah banyak terjual jauh-jauh hari sebelum Lebaran kemarin,” ujar Teguh di Dermaga Kartini Jepara.

Wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa saat ini didominasi rombongan keluarga. Selain itu, mahasiswa yang sedang menghabiskan waktu libur kuliah. Paket perjalanan wisata yang dipilih sebagian besar paket tiga hari dua malam.

Jika dibanding tahun lalu, Teguh menambahkan, pada masa libur Lebaran kali ini, jumlah kunjungan wisatawan meningkat 25 persen. Itu lantaran, tahun lalu dipengaruhi kondisi cuaca buruk. Sehingga kapal yang biasa melayani penyeberangan tidak berlayar.

Meski kunjungan wisatawan ke Karimunjawa meningkat, tapiharga paket perjalanan wisata ke Karimunjawa tidak mengalami peningkatan. Tarif paket wisata ke Karimunjawa selama tiga hari dua malam mulai Rp 900 ribu hingga Rp 2 juta. Itu tergantung fasilitas kapal penyebrangan dan penginapan yang ditawarkan masing-masing biro perjalanan.

Sementara itu, salah satu wisatawan dari Jawa Timur, Abdul Hamid mengaku sengaja memilih berwisata setelah masa liburan berakhir untuk menghindari keramaian wisatawan. Selain itu, juga untuk menghindari kemacetan di jalan saat musim libur Lebaran.

“Kalau waktu liburan kemarin pasti ramai. Ini kebetulan juga sekalian ambil cuti Lebaran, jadi sengaja milih liburannya sekarang yang tidak ramai,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pasar Kliwon Kudus jadi Primadona Belanja Pakaian Jelang Lebaran

pasar kliwon

Suasana kios penjualan pakaian di Pasar Kliwon Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Warti (40) warga Kecamatan Kaliwugu, Kudus, ini sengaja pergi ke Pasar Kliwon beserta keluarganya, usai pulang kerja dari tempat kerjanya di satu perusahaan rokok.

Perempuan dua orang anak ini tidak ingin kehabisan pakaian atau keperluan Lebaran lainnya.

“Ya, saya ingin membahagiakan anak-anak dan keluarga. Sebab saya juga ingin membelikan keperluan Lebaran. Baik itu pakaian maupun jajanan untuk persedian Lebaran. THR ini bisa saya manfaatkan untuk keperluan,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, ribuan pengunjung Pasar Kliwon juga mayoritas menyerbu kios pakaian. Baik itu pakaian anak-anak hingga orang dewasa.

“Kalau belanja mepet bodo (Lebaran), maka pakaian bagus sudah dibeli orang lain. Saya juga tidak ingin menyia-nyiakan itu,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Jelang Lebaran, Permintaan Keciput Kudus Melonjak

Jpeg

Pengemasan keciput sebelum dipasarkan ke pasar di Kudus dan Demak. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Menjelang Lebaran, saat ini industri rumahan pembuatan makanan ringan keciput kewalahan memenuhi pesanan. Karena makanan kecil tersebut kerap dijadikan sajian saat Lebaran.

Seperti halnya industri rumahan milik Abdul Nasir di Desa Demangan, Kecamatan Kota. Saat ini, industri turun temurun dari keluarganya tersebut mengalami perkembangan pesanan.

“Di hari biasa, kita bisa memproduksi 20 kg hingga 30 kg saja. Sedangkan pada Ramadan menjelang Lebaran ini bisa sampai setengah kuintal atau setara 50 kg keciput,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, salah seorang makanan khas Kota Kretek tersebut mengalami lonjakan pesanan. Tapi untuk harga tidak mengalami kenaikan.

“Meskipun permintaan melonjak, namun harganya juga masih sama. Yakni per bungkus atau per 4 ons ini saya hargai Rp 20 ribu,” paparnya.

Keseluruhan barang tersebut juga sudah dipesan oleh pedagang yang ada di Pasar Kudus maupun luar daerah.

“Untuk semua barang yang sudah jadi, nantinya akan dikirim ke pasar lokal di Kudus maupun Demak dan sekitarnya,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Ikuti perkembangan berita terbaru melalui media sosial kami :

Fanpage : Muria News Com

Twitter : @Muria News Com

Youtube : Muria Channel

 

Kendaraan Dinas Polres Pati Diperiksa untuk Pengamanan Lebaran

polisi e

Karo Sarpras Polda Jawa Tengah Kombes Rise Sutarjo memeriksa kendaraan dinas Polres Pati untuk pengamanan Lebaran. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kendaraan dinas jajaran Polres Pati diperiksa di Mapolres Pati, Jumat (17/6/2016) pagi. Kegiatan yang dipimpin Karo Sarpras Polda Jawa Tengah Kombes Rise Sutarjo tersebut untuk memastikan kondisi kendaraan dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri mendatang.

Sedikitnya ada 171 unit kendaraan roda dua, 68 unit roda empat, dan 15 unit roda enam yang diperiksa. Tak hanya itu, sejumlah peralatan khusus (alsus) untuk pengamanan juga diperiksa, seperti tameng dalmas, rompi antipeluru, senjata laras panjang, pelontar gas air mata, tongkat T, dan sebagainya.

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo kepada MuriaNewsCom mengatakan, sejumlah persiapan perlu dilakukan untuk mengamankan Lebaran yang kurang dua pekan lagi. Pengamanan akan disebar di seluruh titik di 21 kecamatan di Kabupaten Pati.

“Untuk pengamanan, semua peralatan harus siap, mulai dari kendaraan operasional hingga alsus untuk kegiatan pengamanan personel. Karena itu, pemeriksaan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi apakah kendaraan dan alsus masih laik atau tidak untuk mengamankan Lebaran nanti,” imbuh Ari.

Dari hasil pemeriksaan, semua kendaraan dan alsus Polres Pati yang akan digunakan untuk pengamanan Lebaran dinyatakan dalam kondisi baik dan siap pakai. “Semua kendaraan dinas dan peralatan khusus dalam keadaan baik dan siap untuk dipakai pengamanan di wilayah Pati pada Lebaran nanti,” tukas Kombes Rise Sutarjo.

Dalam pemeriksaan tersebut, sejumlah perwira dari Polda Jateng dan Polres Pati juga hadir. Salah satunya, Kasubbag Alsus Polda Jateng Kompol Sukarman, Kasat Sabhara Polres Pati AKP Amlis Chaniago, Ksb Sarpras Polres Pati AKP Rio Budiman dan Kasi Propam Polres Pati Iptu Agus Pranowo.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Dinas Dagsar Pastikan Kuota BBM Hingga Lebaran di Kudus Tercukupi

Seorang pengendara sedang membeli BBM di salah satu SPBU di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang pengendara sedang membeli BBM di salah satu SPBU di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom,  Kudus – Kuota BBM jenis Premium, Pertamax, dan Pertalite selama puasa hingga lebaran dipastikan akan tercukupi. Ini lantaran, pihak SPBU dipersilahkan meminta jenis BBM non subsidi langsung ke Pertamina.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Dagsar Sofyan Dhuhri mengungkapkan, selama ini setiap puasa hingga lebaran selalu terjadi penambahan kebutuhan. Sehingga, tiap tahun pula dilakukan penambahan 20 persen pasokan untuk jenis tersebut.

Namun, kebijakan tersebut tidak dilakukan tahun ini. Khusus untuk jenis BBM tersebut tidak dilakukan penambahan dalam jumlah pasti. Melainkan, tiap SPBU diperbolehkan meminta sesuai dengan kebutuhan SPBU masing masing.

“Jadi berapapun kebutuhan SPBU, bisa langsung dimintakan kepada Pertamina. Meskipun kebutuhan mencapai dua kali lipat sekaligus juga bakal dipenuhi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kebijakan itu dilakukan, lantaran pemerintah tidak lagi mensubsidi BBM jenis tersebut. Sehingga, berapapun kebutuhan akan diberikan lantaran tidak ada perhitungan pemakaian.

”Tidak adanya subsidi untuk BBM jenis Premium, Pertalite dan Pertamax juga berdampak pada jatah BBM di Kudus. Dengan pencabutan subsidi maka kuota BBM Selama setahun tidak diketahui,” ujarnya.

Menurut catatan, selama 2016 ini penyaluran BBM bervariatif tiap bulan. Seperti Premium misalnya, rata rata dalam tiap bulan disalurkan sejumlah 6, 2 juta liter tiap bulan di semua SPBU di Kudus.

Sedangkan untuk Pertalite, penyaluran tiap bulan rata rata di angka 456 ribu liter. Sedangkan Pertamax masing tunggu dengan penyaluran wisata. 1,1 juta liter tiap bulan.

Editor: Supriyadi

50 Petugas Kepolisian Dikerahkan di Lokasi Lomban Kesambi

Meski kondisi sungai tidak terlalu dalam, Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi mengimbau warga harus tetap berhati-hati dan memprioritaskan keselamatan. Sehingga pihaknya menyiapkan 50 petugas kepolisian guna keamanan acara Lomban. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Meski kondisi sungai tidak terlalu dalam, Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi mengimbau warga harus tetap berhati-hati dan memprioritaskan keselamatan. Sehingga pihaknya menyiapkan 50 petugas kepolisian guna keamanan acara Lomban. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

KUDUS – Dalam memeriahkan Lomban yang digelar setahun sekali ini Desa Kesambi Kecamatan Mejobo mendatangkan perahu langsung dari Pati. Dan untuk menaiki perahu tersebut, pengunjung dibebankan biaya sebesar Rp 6 ribu. Lanjutkan membaca

Ribuan Warga Antre Naiki Perahu Lomban Kesambi

Panitia menyediakan dua perahu yang didatangkan langsung dari Pati dalam even Lomban Kesambi Kecamatan Mejobo untuk berwisata warga menyelusuri bantaran sungai Piji sejauh 300 meter dengan biaya Rp 6 ribu per orang. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Panitia menyediakan dua perahu yang didatangkan langsung dari Pati dalam even Lomban Kesambi Kecamatan Mejobo untuk berwisata warga menyelusuri bantaran sungai Piji sejauh 300 meter dengan biaya Rp 6 ribu per orang. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

KUDUS – Ribuan warga Desa Kesambi Kecamatan Mejobo dan sekitarnya antre menaiki perahu yang digunakan dalam Lomban. Sejumlah warga sangat antusias menyaksikan dan menaiki perahu yang disediakan panitia dalam even tahunan tersebut. Lanjutkan membaca

Dian Sama-sama Ingin di KONI dan Bawah Mistar Macan Muria

Dian bersama calon istri fajar Nova Cahyani. Dian berharap sepak bola di Indonesia kembali berjalan. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

KUDUS – Meski Persiku diliburkan dan sempat membuatnya menganggur, Dian patut bersyukur karena Ketua KONI Kudus Ridwan memberikannya kesempatan untuk mengabdi sebagai pegawai di kantornya.

”Selain berharap kompetisi sepak bola segera aktif lagi, saya juga ingin tetap bekerja di sini,” ujar Dian kepada MuriaNewsCom.

Jika kompetisi sepak bola kembali bergulir dan Persiku ambil bagian, Dian akan mendapat dispensasi dari Kantor KONI agar bisa mengawal gawang skuad Macan Muria.

Di masa libur Lebaran kali ini, Dian mengaku tidak terlalu banyak bepergian terutama keluar kota. ”Paling kerumah saudara, Pak Ridwan, pelatih-pelatih dan tentunya calon mertua hehe,” tutup Dian sembari terkekeh. (IQBAL NA’IMY/TITIS W)

Momen Lebaran Jadi Harapan Kiper Persiku, Sepak Bola Kembali Berjalan

Dian bersama calon istri fajar Nova Cahyani. Dian berharap sepak bola di Indonesia kembali berjalan. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

KUDUS – Pada momen hari kemenangan Idul Fitri menjadi saat-saat dimana banyak insan menyampaikan harapan terkait apa yang akan terjadi di masa mendatang. Simak pengharapan yang dipanjatkan oleh orang terakhir yang mengawal gawang skuad Macan Muria, Dian Prahita.

”Simpel saja, saya berharap cepat bergulir kembali dan masalah yang terjadi antara kubu yang bertikai segera usai,” ungkap Dian kepada MuriaNewsCom.

Dian kemudian mengenang masa ketika dia memulai karirnya sebagai pesepak bola sejak masih berusia dini. ”Saya berlatih sejak masih kecil, saya dan tentunya semua pemain sepak bola lainnya tidak ingin karir kami terhenti begitu saja dengan cara seperti ini,” imbuh Dian.

Portiere yang juga sempat menjuarai United Futsal Community Cup 2015 bersama Arofah FC ini pun teringat setahun yang lalu. Di bulan Ramadan, dia dan rekan-rekan di Persiku masih disibukkan dengan jadwal latihan yang ditutup dengan sesi buka puasa bersama. Hal yang tidak terulang kembali tahun ini. (IQBAL NA’IMY/TITIS W)

Masyarakat Blora Mulai Memburu Janur

Janur (e)

Sejumlah pembeli janur nampak sedang memilih janur yang tidak banyak dijual di Pasar Induk Blora, Selasa (21/7/15). (MURIANES/PRIYO)

BLORA –  Menjelang Lebaran Ketupat, harga janur kelapa di sejumlah pasar di Kabupaten Blora cukup mahal. Satu ikat berjumlah 10 helai janur dijual Rp 3 ribu, sedangkan satu ikat yang terdiri 50 helai janur dihargai Rp 15 ribu. Mahalnya janur tersebut dikarenakan wilayah Blora sulit sekali mendapatkan janur. Lanjutkan membaca

Liburan Lebaran di Penangkaran Tyto Alba Desa Babalan

Pati-Liburan Lebaran (e)

Sejumlah warga menghabiskan waktu libur lebaran di rumah karantina burung hantu Tyto Alba di Desa Babalan, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI-Sejumlah obyek wisata di Pati menjadi destinasi bagi warga yang menghabiskan liburan selama Lebaran. Namun, siapa sangka sejumlah warga justru menghabiskan waktu liburnya di kawasan konservasi burung hantu jenis Tyto Alba di Desa Babalan, Kecamatan Gabus. Lanjutkan membaca

Lebaran kali ini Penggawa Persiku Ini Bersyukur Ditemani Istri

Murwanto, istri dan keponakan

Murwanto, istri dan keponakan

KUDUS – Banyak cara yang bisa dipilih untuk melalui hari kemenangan Idul Fitri. Salah satunya dengan merayakan Lebaran bersama dengan orang terkasih yang sudah diikat dengan jalinan yang resmi.

Seperti kebahagiaan yang dirasakan penggawa Persiku Murwanto. Idul Fitri kali ini adalah yang pertama kali dijalaninya bersama sang istri tercinta.

“Lebaran kali ini terasa spesial, ya sangat terasa sekali perbedaannya tahun lalu ketika masih singel dan sekarang sudah beristri,” ungkap Murwanto kepada MuriaNewsCom.

Bek kanan andalan Coach Rio ini pun tak segan-segan memuji keberadaan sang istri yang membawa berkah tersendiri dalam hidupnya. “Yang pertama tahun ini ada istri, yang kedua sekarang apa-apa sudah diurusnya, Alhamdulillah,” ujarnya.

Pemain belakang yang sudah menjalani karir selama lebih dari 10 tahun di Persiku ini sempat mengungkapkan keresahannya soal kondisi finansial yang sempat goyah selepas Persiku dibubarkan.

“Pasti lah kami membutuhkan (dana gaji dari Persiku, RED) tapi ditunggu-tunggu tidak keluar juga. Sempat ada pemain yang ditelpon Manajer Agus Imakudin, bilang kalau nanti ada uang akan diberikan ke para pemain,” tandas Murwanto.

Dia pun mencoba legowo dengan keadaan ini. Lebaran kali ini pun dijalaninya dengan lancar. “Ke rumah kakek di Jepara, lanjut ke Semarang terus ke Purbalingga. Sejak Lebaran pertama saya dan istri sudah keliling terus, malah tetangga dekat belum hehe,” kata Murwanto. (MOHAMMAD IQBAL NA’IMY/SUWOKO)

Idul Fitri Bagi Pevoli Cantik Ini Adalah Ketupat dan Baju Baru

Devi Ivoni Delia (MuriaNewsCom/Mohammad Iqbal Nai’imy)

Devi Ivoni Delia (MuriaNewsCom/Mohammad Iqbal Nai’imy)

KUDUS – Setiap orang memiliki versinya masing-masing atas definisi Idul Fitri. Salah satunya adalah definisi Idul Fitri menurut pevoli cantik asal Kudus, Devi Ivoni Delia.

“Idul Fitri menurut saya itu ya nikmatnya ketika makan ketupat Lebaran dan memakai baju baru,” ungkap Devi kepada MuriaNewsCom.

Pevoli yang posturnya cukup jangkung jika disandingkan dengan rekan seusianya ini mengaku tidak mudik pada Lebaran kali ini. “Ini kali pertamanya kami tidak mudik ke Yogya,” kata Devi.

Jika di Lebaran sebelumnya, dia sekeluarga rutin menyambangi Kota Gudeg namun kali ini mereka tidak melaksanakannya dan menikmati momen hari kemwnangan di Kudus.

Meski menikmati masa libu Lebarannya, Devi pun tak alpa dengan PR yang dibebankan kepada skuad tim Kudus untuk Popda tingkat provinsi. “Ya, saya tidak lupa dengan program yang dikasih Pak Sur,” celoteh Devi.

Namun, dia pun bimbang karena beberapa waktu lalu dirinya. Sempat drop hingga absen mengikuti sesi latihan maupun bolong puasa.

“Sekarang deh bingungnya harus mati-matian kembalikan kondisi ke awal mula. Masih harus mengembalikan utang puasa, sedangkan waktu yang ada sangat yerbatas sekali,” keluh dara kelahiran Kudus, 3 April 1998 ini.

Dia pun berencana mengembalikn kondisi dulu mumpung waktu libu masih tersisa beberapa hari lagi. “Bangun pagi terus jogging. Baru setelah Popda saya bisa fokus dengan hal lainnya,” tutup Devi. (MOHAMMAD IQBAL NAI’IMY/SUWOKO)

Permintaan Tingggi, Harga Ikan Lele di Pati Melonjak

Peternak lele di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong tengah memanen lele. Permintaan lele di Pati saat ini terus melonjak. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Permintaan ikan lele di Pati terus melonjak mendekati H-1 menjelang Lebaran. Hal ini dikatakan Rusmani (43), peternak lele asal Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong.

“Kami dari paguyuban peternak lele hanya bisa memasok 1,5 ton lele per bulan untuk pengepul. Sedangkan pengepul disetok ke sejumlah daerah, termasuk pasar tradisional. Permintaan terus meningkat,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Rabu (15/7/2015).

Tak hanya permintaan, harga lele pun ikut melonjak jelang Lebaran. Di tingkat petani ke pengepul, harga lele meningkat dari Rp 14 ribu per kilogram ke Rp 18,5 ribu per kilogram.

“Ada kenaikan harga sekitar Rp 4,5 ribu per kilogram yang semula Rp 14 ribu dari petani. Kalau di pasar tradisional berkisar antara Rp 21 ribu hingga Rp 22 ribu,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga dipicu dari tingginya angka permintaan di pasaran. Dari kelompok taninya saja, panen lele mencapai 800 kilogram per dua minggu.

Kendati begitu, ia mengaku stok lelenya tak mampu memenuhi kebutuhan lele di tingkat kecamatan. “Kami punya 12 peternak lele dengan total 120 kolam. Mendekati Lebaran begini, kami paling hanya bisa memenuhi permintaan di satu pasar, bahkan kurang,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Buruh Rokok PR Gentong Gotri Ini Ternyata Selalu Ditolak Ajukan PHK

Para buruh rokok kecele mendapati PR Gentong Gotri kosong Mlompong

Para buruh rokok kecele mendapati PR Gentong Gotri kosong Mlompong

KUDUS – Gonjang ganjing yang terjadi di PR Gentong Gotri yang terjadi dua tahun terakhir ini ternyata sudah membuat karyawan tak betah. Bahkan, mereka sudah sering mengajukan PHK tapi selalu ditolak.

”Kami sudah berfikir untuk di PHK saja, karena perlakuannya semacam itu. Namun perusahaan tidak pernah mengabulkan permohonan para buruh untuk memPHK mereka,” kata salah satu buruh PR Gentong Gotri, Maryanah kepada MuriaNewsCom (15/7/2015).

Ia menyebutkan, PR Gentong Gotri memang mulai kacau semenjak dua tahun lalu. Buruh yang berjumlah ribuan bahkan hanya masuk sekali dalam sepekan, yakni dibagi pada Senin dan Selasa.

Buntutnya, perusahaan mulai memperlihatkan geliat tak mau memberikan THR. Namun, perusahaan berjanji akan memberikan THR menjadi dua gelombang. Untuk karyawan yang masuk Senin diberikan THR Rabu, sedangkan untuk yang masuk selasa, diberikan THR Kamis. (FAISOL HADI/SUPRIYADI)

Alamak, Karena Kewalahan Perajin Parsel di Jepara ini Akali Konsumen dengan Stok Lama

Salah satu perajin parsel tengah sibuk menyiapkan keranjang untuk memenuhi pesanan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu perajin parsel tengah sibuk menyiapkan keranjang untuk memenuhi pesanan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Tak hanya Tohari (40) warga Desa Teluk Wetan yang mengaku kewalahan dengan banyaknya pesanan hingga menolak banyak pesanan lain. Hal itu juga dialami oleh Rohayati (37) yang juga warga Desa Teluk Wetan Kecamatan Welahan Jepara. Bahkan, Rohayati mengaku terpaksa mengeluarkan stok lama yang saat dihari biasa tidak laku untuk memenuhi banyaknya pesanan yang datang.

”Saya jelaskan ke pemesan jika keranjang ada yang stok lama. Sejauh ini tidak ada masalah sebab keranjang masih dalam kondisi baik. Selain itu juga belum terlalu lama,” ujar Rohayati kepada MuriaNewsCom, Rabu (15/7/2015)

Dia mengaku pesanan keranjang parsel naik dua kali lipat dari hari biasa. Untuk memenuhi target pesanan, Rohayati terpaksa mengajak tetangga atau temannya diminta membantu menyelesaikan pesanan keranjang parsel.

”Sebetulnya pekerjaan membuat keranjang parsel merupakan pekerjaan yang mudah. Jadi saya ajari sebentar mereka langsung bisa. Makanya, tetangga dan teman yang daripada menganggur di rumah saya minta bantu membuat keranjang,” kata Rohayati. (WAHYU KZ/SUPRIYADI)

PR Gentong Gotri Kudus Kosong Melompong, Ribuan Demonstran Gigit Jari

Para buruh rokok kecele mendapati PR Gentong Gotri kosong Mlompong

Para buruh rokok kecele mendapati PR Gentong Gotri kosong Mlompong

KUDUS – Aksi demo yang dilakukan buruh PR Gentong Gotri di depan perusahaan berakhir dengan kekecewaan. Pasalnya, perusahaan tempat mereka bekerja sepi tanpa aktivitas apapun. Padahal pihak perusahaan berjanji akan memberikan THR menjadi dua gelombang, yakni hari ini (15/7/2015) dan besko (16/7/2015).

”Lha ini saja tidak ada orangnya, bagaimana kami dapat THR. Pokoknya kami meminta hak kami karena kami sudah bekerja selama bertahun – tahun,” kata salah satu buruh PR Gentong Gotri, Maryanah kepada MuriaNewsCom (15/7/2015).

Tindakan perusahaan, lanjut dia, memang sempat diduga sebelumnya. Karena, PR Gentong Gotri mulai kacau semenjak dua tahun lalu. Buruh yang berjumlah ribuan bahkan hanya masuk sekali dalam sepekan, yakni dibagi pada Senin dan Selasa.

Namun, perusahaan berjanji akan memberikan THR menjadi dua gelombang. Untuk karyawan yang masuk Senin diberikan THR Rabu, sedangkan untuk yang masuk selasa, diberikan THR Kamis.

”Lha kami harus minta THR kepada siapa. Kami sudah bingung. Kami minta ada tindakan tegas dari pemkab terkait tindakan perusahaan ini,” tandasnya. (FAISOL HADI/SUPRIYADI)

30 Ribu Gas Melon Disiapkan untuk Lebaran

Petugas sedang menyusun tabung gas elpiji 3 kg. Untuk lebaran ini, pemerintah menambah pasokan sebanyak 30 ribu tabung (MuriaNewsCom/DANI AGUS)

Petugas sedang menyusun tabung gas elpiji 3 kg. Untuk lebaran ini, pemerintah menambah pasokan sebanyak 30 ribu tabung (MuriaNewsCom/DANI AGUS)

GROBOGAN – Mengantisipasi naikknya kebutuhan elpiji 3 kg selama lebaran, Pemkab Grobogan menambah pasokan sekitar 8 persen atau 30 ribu tabung. Cadangan sebanyak itu diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan selama lebaran. Lanjutkan membaca

Warga Padati Pusat Perbelanjaan, Lalu Lintas Tersendat

Warga mulai memadati pusat perbelanjaan dan pasar tradisional menjelang Lebaran ini. (MuriaNewsCom/Priyo)

Warga mulai memadati pusat perbelanjaan dan pasar tradisional menjelang Lebaran ini. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Tiga hari menjelang Lebaran, lalu lintas di Blora sudah mulai nampak mengalami kepadatan. Bahkan di sejumlah toko modern di serbu warga yang akan membeli untuk kebutuhan Lebaran. Termasuk juga di pasar besar Blora, yang juga sudah ramai. Hal ini membuat arus lalu lintas di sepanjang pasar menjadi tersendat. Parahnya, banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan sehingga menyebabkan jalan menjadi sempit.

“Saya amati pembelinya meningkat dari hari biasanya, itu berdasarkan hilir mudiknya jumlah kendaraan, khususnya sepeda motor yang diparkir di seputaran pasar. Sehingga penjagaan dan pengawasan juga diperketat, baik oleh petugas keamanan pasar di bantu petugas kepolisian,” jelas salah satu pengunjung pasar Tri Juanto, Selasa (14/7/2015).

Menurutnya pasar Blora tempat parkir sudah tidak bisa menampung kendaran. Bahkan ada yang menumpuk hingga dua sap, belum lagi banyak yang parkir seenaknya. “Setiap hari ada lebih kurang 200 sepeda motor yang parkir, mereka mau belanja ke pasar dan itu tentu juga menjadikan kemacetan,” ungkapnya. (PRIYO/SUWOKO)

Pramuka Ambil Bagian Amankan Pos Lebaran

Pramuka Ambil Bagian (e)

Pos di kawasan Shoping Center Jepara menjadi salah satu pos yang dihuni pramuka. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Pramuka yang tergabung dalam Kwarcab Jepara turut serta mengamankan ketertiban dan kelancaran perayaan lebaran. Sejumlah anggota Kwarcab diikutkan menjadi anggota keamanan di pos yang didirikan di sejumlah titik di Kabupaten Jepara. Lanjutkan membaca

Tak Usah Kuatir, Ketersediaan Sembako Grobogan Selama Lebaran Dijamin Aman

Sekda pantau ketersediaan beras di pasar Purwodadi, Senin (13/7/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sekda pantau ketersediaan beras di pasar Purwodadi, Senin (13/7/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Masyarakat Grobogan tampaknya bisa merayakan lebaran dengan aman. Pasalnya, stok sembako yang disiapkan buat lebaran dijamin tidak ada masalah. Hal itu terungkap saat dilakukan pantauan persiapan lebaran siang tadi yang dipimpin Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto.
Dalam pantauan tadi, ada beberapa lokasi yang dikunjungi rombongan. Yakni, pasar induk, SPBE di Desa Putat dan SPBU Pulorejo, Keamatan Purwodadi. Kemudian, kunjungan ke pasar Godong, puskesmas Godong dan terakhir di terminal induk Purwodadi. Lanjutkan membaca