Ketua Komda Lansia Jepara Dilantik

Pelantikan bersama segenap jajaran kepengurusan Komda Lansia Jepara dilakukan di pendapa kabupaten, Jumat (29/1/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pelantikan bersama segenap jajaran kepengurusan Komda Lansia Jepara dilakukan di pendapa kabupaten, Jumat (29/1/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melantik Wakil Bupati Jepara, Subroto sebagai Ketua Komisi Daerah (Komda) Lansia Jepara periode 2016-2018. Pelantikan bersama segenap jajaran kepengurusan dilakukan di pendapa kabupaten setempat, Jumat (29/1/2016).

Ketua Komda Lansia yang baru, Subroto mengatakan, pihaknya sangat berharap dukungan, kerja sama, serta bantuan semua pihak. Apalagi dalam kepengurusan ini sebagian besar anggotanya adalah kepala SKPD/dinas/instansi.

“Saya menyadari keberadaan saya secara pribadi tidak mungkin dapat membawa kemajuan dan keberhasilan dalam organisasi, jika tanpa bantuan dan dukungan semua pihak,” kata Subroto dalam sambutannya.

Menurut dia, pengurus Komda lansia adalah tugas mulia. Karena memuliakan orang tua merupakan kewajiban semua yang muda atau sebagai anak. Kehadiran orang tua sangat diharapkan dalam memberikan bnimbingan dan masukan kepada anak cucu.

“Demikian pula Komda Lansia hendaknya dapat membantu tugas pembangunan. Termasuk di dalamnya membantu dalam membebaskan masyarakat dari segala bentuk penyakit masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Marzuqi mengatakan kaum lansia di Jepara ini punya potensi luar biasa. Karena rata-rata anggotanya adalah mantan teknokrat maupun birokrat.

“Sehingga di samping merupakan kewajiban kita yang muda menghormati yang tua, akan sangat sayang sekali bila tidak diorganisasi untuk membantu kemajuan Jepara Bumi Kartini,” katanya.

Dia berharap keberadaan pimpinan SKPD dalam jajaran kepengurusan Komda Lansia, dapat menumbuhkan sinergitas kinerja dan kebersamaan. Sehingga Lansia yang notabenenya beranggotakan mantan pejabat, pegawai, TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat ini dapat sejahtera dan bermanfaat dalam mendukung kemajuan dan pembangunan Jepara Bumi Kartini.

Apalagi pada tahun depan Jepara akan melaksanakan pilkada dan Februari 2016 ini sudah mulai tahapannya. Harapannya, Komda Lansia dan segenap anggotanya dapat memberikan pencerahan.

Editor : Akrom Hazami

Untuk Menyambung Hidup, Dua Lansia Kurang Mampu Ini Harus Rela Bergelut dengan Plastik Bekas

Dua lansia di Desa Undaan sedang melakukan pengelupasan plastik (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Dua lansia di Desa Undaan sedang melakukan pengelupasan plastik (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dua lansia kurang mampu di Desa Undaan Tengan, Kecamatan Undaan, harus rela bergelut dengan plastik bekas setiap harinya.

Adalah Suyati dan Warni (65). Lansia yang tingggal di Gang 9 RT 2 RW 5 Undaan Tengah ini, setiap harinya melakukan pengelupasan plastik bekas, yang nantinya bakal di daur ulang.

“Kerjaan ini memang kami jadikan untuk membantu bantu suami guna memenuhikebutuhan hidup. Sebab, suami saya sebagai buruh bangunan, honornya tidak seberapa. Sehingga kami melakukan kerjaan pengelupasan plastik bekas ini,” kata Suyati.

Dari kerjaannya ini, katanya, dirinya diberi upah sebesar Rp 1.500 untuk per kilogramnya dari penampung. “Pengelupasan plastik bekas ini satu kilogramnya di beri upah Rp 1.500. Dalam satu pekan, hanya mendapat Rp 30 ribu. Plastik-plastik bekas tersebut, kami setorkan ke juragan setiap satu pekan sekali,” pungkasnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Yang Muda, Jangan Mau Kalah dengan Lansia Soal Menjaga Kesehatan

Puluhan lansia sedang mengikuti penyuluhan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Puluhan lansia sedang mengikuti penyuluhan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan terus dilakukan oleh Pemerintah Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kudus. Terlebih, hal itu dilakukan terhadap warga yang sudah lanjut usia. Upaya itu, dilakukan, salah satunya dengan memberikan penyuluhan pola hidup sehat.

Salah satu lansia Rukini mengatakan, jika dirinya bersama beberapa puluhan warga lain yang usianya juga sudah lanjut mendapatkan penyuluhan kesehatan. Apalagi, saat ini sudah menghadapi musim penghujan, sehingga peralihan musim biasanya cukup rawan dengan kesehatan.

“Ya bila ikut kegiatan ini, setidaknya kedepannya juga bisa tahu bagaimana menjaga kondisi kesehatan yang baik. Seperti halnya makan makanan yang bergizi, serta sering beraktifitas dipagi hari. Supaya otot juga bisa bergerak,” paparnya.

Dia menilai, rata-rata seseorang yang sudah lanjut usia biasanya akan merasa malas untuk berakitivitas, khususnya di pagi hari.

Oleh karenanya, para lansia teresebut diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuhnya sambil menjaga kesehatannya. Selain itu, pihak desa juga akan selalu memberikan arahan terhadap warga dalam hal kesehatan, yakni melalui bidan desa.

Kepala Desa Wates Sirin mengatakan, dengan penyuluhan semacam ini, secara tidak langsung dapat memberikan mereka pengarahan untuk bisa hidup sehat. “Dengan begini, mudah-mudahan mereka juga akan sadar bahwa kesehatan di usia tuaitu juga sangat penting,” katanya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Lansia Keren Seperti Ini Tak Bisa Dianggap Remeh

Seorang lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Seorang lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Apa yang ada dipikiran Anda jika bertemu dengan orang yang sudah lansia? Pada umumnya akan beranggapan bahwa lansia akan merepotkan karena sudah kesulitan melakukan semua kegiatan sendiri. Sehingga membutuhkan orang lain untuk membantunya melakukan berbagai hal.

Namun ternyata tidak semua lansia merepotkan. “Jika dibiasakan untuk melakukan beberapa hal sendiri dan pola hidup sehat terpenuhi, maka meski diusia lanjut pun masih mampu melakukan berbagai aktivitas sendiri,” ujar Nur Hidayah, bagian program lansia UPT Puskesmas Gribig.

Berdasarkan kemampuan beraktivitas, lansia dibagi menjadi 3 yaitu mandiri, perlu dibantu, dan cacat atau lumpuh. Menurut Hidayah ketiganya bisa terjadi akibat dari kebiasaan serta lingkungan sekitar.

“Namun saat ini makin banyak lansia yang mandiri karena kepedulian dari diri sendiri, keluarga, lingkungan serta banyaknya sosialisasi kesehatan di berbagai tingkat,” imbuhnya.

Serta makin banyak pula program kesehatan yang dikhususkan bagi para lansia untuk bisa menjaga kesehatan sendiri. Seperti olahraga raga bersama, penyuluhan, keringanan biaya dan konsultasi gratis.

Bahkan saat ini menurut Hidayah, hanya tinggal sedikit lansia yang membutuhkan bantuan dikarenakan memang cacat atau sakit yang sudah parah. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Indikasi Ini Bisa Jadi Tanda Kamu Sudah Lansia atau Belum

lansia-kudus 2

Seorang lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Perhitungan usia seseorang memang bertambah, akan tetapi pada dasarnya makin berkurang setiap harinya. Pengurangan umur tersebut juga mengurangi fungsi dari organ yang berakibat pada kesehatan tubuh.
Namun dengan kondisi tubuh yang masih sangat baik, bukan berarti seseorang masih bisa bersantai. Bisa jadi, Anda sudah masuk kategori pra lansia yang pastinya membutuhkan penambahan penanganan.
Nur Hidayah, pemegang program lansia di UPT Puskesmas Gribig mengatakan terkadang masih ada masyarakat yang tidak menyadari bahwa usianya sudah masuk ke pra lansia.
“Padahal pada usia tersebut sudah harus lebih menjaga kesehatan tubuh dibandingkan usia dewasa, ” ungkapnya.
Hidayah menjelaskan kategori pra lansia dimulai pada umur 45-50 tahun. Sementara lansia dimulai umur 50-60 tahun.
Pada usia tersebut akan mulai muncul tanda-tanda penurunan fungsi tubuh. Seperti badan mulai sakit dan muncul keluhan pada sendi, otot dan tulang
Dan lansia lanjut, hingga usia lebih dari 70 tahun sudah harus waspada. “Pada usia ini, keluarga yang paling berpotensi untuk ikut menjaga kesehatan lansia. Sebab penurunan hingga disfungsi organ pada umumnya sudah sangat terlihat, ” jelasnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Diperiksa Bidan Cantik, Lansia Senang

Seorang lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Seorang lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Salah satu lansia Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus, Sumirah mengatakan para lansia butuh perhatian. Sebab bila tidak diperhatikan maka kondisinya akan semkain buruk.

“Ya setidaknya kami lansia butuh diperiksa kesehatannya. Supaya kesehatan stabil,” kata Sumirah.

Seperti yang dilakukan sekarang. Karenanya, dia meminta lansia agar memanfaatkannya secara maksimal.

“Sebelum adanya pemeriksaan semacam ini, saya sering membeli obat di warung. Namun adanya pemeriksaan ini serta arahan dari bidan, maka saya disuruh hati-hati untuk membeli obat. Supaya kesehatan serta kondisi jiwa bisa terjaga,” paprnya.

Selain itu, lanjut Sumirah, pihaknya juga bersyukur bahwa pihak desa sudah bersedia memperhatikan para lansia ini. Sehingga para lansia bisa merasakan perhatian yang baik.

Dengan adanya pemeriksaan gratis semacam itu, maka akan bisa memberikan manfaat ganda pada lansia. Yaitu bisa memberikan perhatian kesehatan pada lansia serta meringankan biaya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Lansia Desa di Kudus Ini Begitu Dimanjakan

Seorang lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Seorang lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Kalangan yang sudah tua biasanya terpinggirkan. Bahkan kurang dipedulikan oleh keluarga atau lingkungan.Tapi tidak dengan desa ini. Yakni, Pemerintah Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus, telah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga lanjut usia (Lansia).

Kepala Desa Megawon Nurasag mengatakan, pemeriksaan ini merupakan rangkaian program desa dalam memberikan perhatian kepada warganya.

“Kami berkoordiansi dengan bidan desa agar lansia diperiksa kesehatannya maksimal,” kata Nurasag.

Biasanya, kegiatan pemeriksaan kesehatan lansia diikuti 35 orang. Kegiatan berlokasi di aula desa. Dalam pemeriksan ini meliputi tes tensi darah, pemeriksaan perut, jantung, dan lainnya.

Pemeriksaan kesehatan dilakukaan setiap 2 pekan sekali. Dia menilai, dengan pemeriksaan itu, para lansia serta warga merasa lebih dipedulikan. Syarat keikutsertaan pemeriksan juga mudah. Yaitu, warga cukup menunjukkan KTP. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Berharap Ada Perda Lansia Sebagai Payung Hukum

Sejumlah Lansia menghadiri acara peringatan hari Lansia di pendapa Kabupaten Jepara, Rabu (3/6/2015). (MURIANEWS / WAHYU KZ)

JEPARA – Keberadaan Lanjut Usia (Lansia) harus diberdayakan dalam kerangka mendukung program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam kerangka mendasari dan mewadahi peran inilah, Pengurus Lanjut Usia Kabupaten Jepara mengusulkan lahirnya Peraturan Daerah sebagai payung hukum dalam kegiatan yang akan dilakukan.

Lanjutkan membaca

Ingat !!! Dahulukan Wanita dan Lansia

Wabup Jepara Subroto saat menghadiri puncak peringatan hari Lansia tahun 2015 di pendopo Kabupaten Jepara, Rabu (3/6/2015). (MURIANEWS / WAHYU KZ)

JEPARA – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang jatuh pada 29 Mei lalu, oleh panitia tingkat Kabupaten Jepara, diselenggarakan pada 3 Juni 2015 sebagai puncak acara peringatan HLUN. Hal itu,  karena pada 29 Mei lalu bertepatan dengan hari Jum’at.

Lanjutkan membaca