Kini Parkir di Jalan Adisucipto Ruas Manahan Solo Dilarang

Foto Ilustrasi, Kendaraan melakukan parkir di pinggir jalan raya, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Solo – Arus lalu lintas di Kota Solo terus ditata. Di antaranya adalah memberlakukan larangan parkir kendaraan di pinggir Jalan Adisucipto ruas kompleks Stadion Manahan. Hal itu dilakukan untuk menurunkan tingkat gangguan arus lalu lintas yang kerap terjadi di titik itu.

Kebijakan larangan parkir di Jalan Adisucipto itu tak hanya berlaku saat kompleks Stadion Manahan dipakai untuk acara Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental. Kebijakan tersebut akan diberlakukan seterusnya. Kebijakan tersebut sudah diterapkan sejak Minggu (20/8/2017).

warga Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, Hayati, (42), mendukung kebijakan Dishub melarang penggunaan Jalan Adisucipto sebagai lahan parkir terutama bagi pengunjung Sunday Market setiap Minggu. “Keberadaan PKL di Sunday Market kini telah ditata sehingga tersedia cukup lahan parkir di kompleks Stadion Manahan yang bisa dipakai masyarakat,” kata Hayati seperti dikutip dari Solopos.com.

Dia menilai aktivitas keluar masuk mobil yang parkir di Jalan Adisucipto mengganggu para pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menjelaskan selama ini Jalan Adisucipto ruas simpang empat Mapolresta Solo-Bundaran Manahan kerap dimanfaatkan sebagai tempat parkir pengunjung Sunday Market pada Minggu pagi hingga siang. Karena mengganggu kelancaran arus lalu lintas, Dishub memberlakukan larangan parkir di ruas jalan tersebut.

“Kami sudah memasang sejumlah tanda pengumuman di sepanjang Jalan Adisucipto yang menyatakan area tersebut tidak boleh lagi untuk parkir. Kawasan tersebut kini menjadi kawasan steril parkir,” kata Hari.

Dia mengarahkan pengunjung Sunday Market memilih tempat parkir di dalam kompleks Stadion Manahan. Hari menegaskan kebijakan larangan parkir tersebut juga berlaku pada hari biasa, Senin-Sabtu.

“Jalan Adisucipto termasuk jalan protokol yang banyak dilalui kendaraan sehingga jangan sampai aktivitas parkir di badan jalan mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas. Kawasan itu bisa digunakan untuk parkir jika ada acara atau kebutuhan khusus,” jelas Hari.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Ini 2 Kunci Motor yang Bikin Maling Ogah Beraksi  Meski di Tempat Sepi

Pelaku pencurian sepeda motor saat diamankan Polres Jepara, Sabtu (19/8/2017). Mereka dibekuk dalam Operasi Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kita tentu tidak mau kendaraan bermotor yang kita punyai menjadi incaran maling. Lalu apa yang harus kita lakukan agar pencuri tak mendekati motor kesayangan kita?

Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengamankannya. “Pertama jangan lupa pasang pengaman (magnetic) kunci, lalu pasang kunci cakram,” kata Mohammad Ardiyan alias Kethek pelaku pencurian motor, saat press rilis di Mapolres Jepara beberapa saat lalu. 

Jika ada dua kunci itu, lanjut Kethek, ia ogah beraksi meski motor berada di tempat sepi. Selain waktu yang cukup lama, kemungkinan gagal akan semakin besar.

Hanya saja, jika kedua kunci tersebut tak terpasang, ia cuma butuh waktu 15 detik untuk membobol kunci motor. “Ya kalau ada kunci ganda agak kesulitan kalau begitu pak. Kalau biasa hanya itungan detik,” kata kethek menjawab pertanyaan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho. 

Residivis kasus pencurian itu menambahkan, motor yang kerapkali menjadi incaran adalah Honda Scoopy, Vario dan Suzuki Satria. Hal itu karena varian tersebut masih laku dipasaran.

“Kalau matic Rp 2,5 juta kalau Satria Rp 3 juta, motor-motor itu memang masih laku di pasaran,” kata Warga Desa Wedelan, Bangsri itu

Kepada polisi ia mengaku sudah beberapa kali melakukan pencurian kendaraan roda dua. Atas perbuatannya itu, ia terancam mendekam di penjara diatas lima tahun. 

Editor: Supriyadi

2 Kendaraan Terperosok Sawah di Jalan Purwodadi-Semarang Grobogan

Truk mengalami kecelakaan terperosok di salah satu sawah di Kabupaten Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua peristiwa kecelakaan terjadi di jalur Purwodadi-Semarang dalam waktu berlainan. Dalam kecelakaan ini, tidak terdapat korban jiwa namun kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.

Kecelakaan pertama menimpa mobil Suzuki Splas BE-2806-CQ, Selasa (11/7/2017) sekitar pukul 23.00 WIB. Lokasi kecelakaan berada pertigaan jalan masuk menuju Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi. Tidak lama setelah kejadian, kendaraan yang terperosok langsung dievakuasi malam itu juga.

Kecelakaan kedua terjadi pada Rabu (12/7/2017) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Sebuah truk fuso warna hijau tanpa muatan keluar dari bahu jalan dan terperosok di sawah. Lokasi kecelakaan tidak jauh dari kecelakaan sebelumnya namun masuk wilayah Desa Pulorejo, Kecamatan Purwodadi.

Truk dengan nopol H 1625 CS tersebut berjalan dari Semarang menuju Purwodadi. Truk terperosok sawah yang jadi tontonan warga berhasil dievakuasi siang harinya.

Kasatlantas Polres Grobogan AKP Panji Gede Prabawa mengatakan, kecelakaan pertama disebabkan pengemudi menghindari orang yang berjalan di badan jalan. Diduga pejalan yang sempat bikin kaget itu adalah orang gila.

“Pengemudi yang bermaksud menghindari orang gila tersebut banting setir ke kiri, sehingga terperosok ke sawah. Sedangkan kejadian kedua diduga sopirnya ngantuk. Tidak ada kerugian korban jiwa,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Mobil Boks Ini Ditilang Gara-gara Nyerobot Antrean Jalan di Grobogan

Petugas menilai mobil boks yang nyelonong antrean dan menyenggol bodi belakang mobil Inova di jalan Purwodadi-Blora. (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Petugas Polres Satlantas Grobogan dibuat mangkel dengan ulah pengemudi mobil boks K 1448 KE yang ugal-ugalan. Polisi pun menilang mobil boks di jalan Purwodadi-Blora, Jumat (7/4/2017).

Bermula, pengemudi mobil boks nyelonong antrean jalan. Akibatnya kemacetan terjadi. Imbas ketidaktertiban itu, mobil boks menyenggol bodi mobil Kijang Innova.

Peristiwa mobil boks nyelonong antrean itu terjadi di Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan yang saat ini ada proyek perbaikan jalan. Karena ada proyek, arus lalu lintas dari kedua arah harus jalan bergantian.

Ketika kendaraan lainnya sudah tertib menunggu giliran, mobil boks warna putih dari arah Blora (timur) itu justru berupaya nyelonong antrean. Padahal dari arah berlawanan sedang dapat giliran jalan sehingga arus sempat macet.

Kondisi ini menyebabkan sejumlah pengendara mengingatkan pengemudi mobil boks agar tertib antre. Kemudian, pengemudi mencoba lagi masuk dalam barisan antrean kendaraan yang datang dari arah timur. Namun, mobil ini justru menyenggol bodi belakang kijang Innova.

“Kendaraan boks ini terpaksa kita kenakan sanksi tilang. Sebab, tindakannya menyerobot antrean ini bisa membikin kemacetan serta membahayakan pengguna jalan lainnya,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa didampingi Kanit Patroli Ipda Afandi.

Panji meminta agar para pengendara bersabar dan tertib antre di titik perbaikan jalan. Pihaknya, juga sudah menerjunkan sejumlah personel untuk membantu kelancaran arus lalu lintas. “Saya minta semua pengendara bersabar. Jangan nyerobot antrean karena bisa membahayakan,” tegasnya.  

Editor : Akrom Hazami

Gelar Razia,  Polisi Grobogan Kaget Saat Pengendara Buka Bagasi Motor, Isinya…….?

Anggota Satlatas Polres Grobogan saat menggelar razia rutin di jalur Purwodadi-Solo, di kabupaten setempat, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satlatas Polres Grobogan saat menggelar razia rutin di jalur Purwodadi-Solo, di kabupaten setempat, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan -Imbauan kepada sejumlah pengendara motor disampaikan anggota Satlantas Polres Grobogan saat menggelar razia di jalur Purwodadi-Solo, Senin (23/1/2017). Hal ini dilakukan menyusul banyaknya pengendara yang dinilai cukup ceroboh. Yakni, menaruh surat berharga dalam bagasi motornya.

Dari pantauan di lapangan, saat melangsungkan kegiatan, ada pengendara motor yang langsung membuka bagasi kendaraannya begitu dihentikan petugas. Tujuannya, untuk mengambil surat kendaraan yang ternyata ditaruh didalam bagasi.

Surat yang disimpan dibagasi ini beragam. Ada yang hanya STNK saja. Namun, ada pula yang menaruh STNK dan BPKB dalam bagasi.

Beberapa pengendara lagi juga ada yang menaruh STNK dan SIM C ditempat itu. Bahkan, ada salah seorang pengendara yang menaruh dokumen berharga seperti bentuk sertifikat tanah, ATM, dompet dan uang tunai dalam bagasi motornya.

Meski surat kelengkapan kendaraannya lengkap namun petugas kemudian memberikan sedikit pengarahan pada pengendara supaya jangan menyimpan surat-surat penting dalam bagasi kendaraan yang ada dibawah jok itu. Tujuannya untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Terutama, ketika kendaraan tersebut tidak sedang dalam penguasaan pemiliknya. Misalnya, dipinjam teman atau bahkan jadi sasaran tindak pencurian kendaraan bermotor.

“Memiliki sepeda motor dengan bagasi yang besar tentu sangat menyenangkan.  Soalnya, memudahkan bagi kita untuk menyimpan barang-barang yang berukuran besar. Seperti jas hujan sampai helm. Tetapi, sebaiknya jangan digunakan buat menyimpan barang berharga. Ini berbahaya,” tegas Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Menurutnya, jika kendaraan tersebut sampai dicuri orang maka surat penting yang tersimpan di dalam bagasi akan ikut hilang. Hal ini tentunya akan mendatangkan kesulitan baru bagi pemilik kendaraan. Soalnya, mereka tentu butuh waktu dan biaya untuk mengurus surat-surat yang hilang tersebut.

“Sekalipun surat kendaraan lengkap, pengendara yang menyimpan barang berharga dalam bagasi kita kasih pengarahan. Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan sebaiknya bersikap hati-hati,” sambung Kanit Turjawali Satantas Ipda Afandi.

Sementara itu, dalam razia yang dilangsungkan tadi, masih banyak pengendara yang terjaring pelanggaran. Totalnya ada 65 pengendara yang dikenakan sanksi tilang dalam razia yang dilangsungkan di dua titik. Pertama, di depan kantor Dinas Perhubungan di jalan Purwodadi-Solo km 4 dan dilanjutkan di jalan Diponegoro Purwodadi.

“Kami memang mengedepankan penindakan berupa tilang bagi pengendara yang melanggar. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengendara kendaraan bermotor agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Terutama terkait kelengkapan surat-surat berkendara seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Hal ini sebagai upaya terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

Denda Tilang Kudus Capai Rp 1,4 Miliar Selama 2016

Polisi melakukan operasi lalu lintas di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

Polisi melakukan operasi lalu lintas di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kejaksaan Negeri Kudus mencatat, selama 2016 denda tilang kepada pengguna jalan mencapai Rp 1,4 miliar. Jumlah tersebut sebagian sudah diberikan kepada kas negara dan lainnya masih belum terbayar.

Kajari Kudus Hasran HS mengungkapkan, dari Rp 1,4 miliar tersebut, sejumlah Rp 1,003, 770,000  denda tilang yang sudah diserahkan kepada kas negara. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang telah terkumpul selama setahun. “Dari jumlah itu, meliputi 23.731 perkara. Itu merupakan denda yang sudah terbayarkan dan langsung diberikan ke kas negara,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Kamis (12/1/2017). 

Menurutnya, denda tersebut berasal dari pelanggar yang melakukan sidang di PN Kudus dan kemudian membayarnya. Ditambah lagi, dengan masyarakat yang tidak memiliki waktu untuk sidang sehingga lain hari mengambil ke kejaksaan.

Dikatakan,  warga yang absen sidang juga lebih memilih datang ke kejaksaan untuk mengambil tilangannya. Uang denda tilangan dalam waktu 1×24 jam langsung disetorkan ke kas negara oleh petugas. Setelah sebelumnya dilakukan proses administrasi.

Sayangnya, meski dapat mengambil tilangan di kejaksaan, namun tidak semua warga mau mengambilnya. Sehingga, tercatat hingga per 31 Desember 2016, terdapat 7.276 perkara atau denda yang belum dibayar senilai Rp 446.839.000.

Kejaksaan memberikan waktu pengambilan. Untuk Senin, Selasa, Rabu dan Jumat pelayanan dimulai pukul 08.15 WIB hingga 14.30 WIB. sedangkan Kamis khusus pelayanan di PN Kudus mulai pukul 11.00 WIB hingga 14.30 WIB.

Editor : Akrom Hazami

Kudus Pasang 2 Rambu Penunjuk Jurusan Super Canggih

Pengguna jalan melintas di bawah Rambu Pendahulu Penunjuk Jurusan (RPPJ) di Kudus menggunakan sistem monitor di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengguna jalan melintas di bawah Rambu Pendahulu Penunjuk Jurusan (RPPJ) di Kudus menggunakan sistem monitor di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, ada dua titik Rambu Pendahulu Penunjuk Jurusan (RPPJ) di Kudus menggunakan sistem monitor. Hal itu berbeda dari RPPJ biasanya yang hanya menggunakan lempengan besi yang dicat sebagai rambu keterangan.

“Kedua RPPJ berada di daerah perkotaan yaitu di alun-alun bagian depan pendapa Kudus serta di Pentol,” kata Didik kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Kamis (12/1/2017).

Dua kawasan itu sebagai awal mula pemasangan RPPJ model monitor. Keduanya sudah berfungsi dengan baik dan juga lebih indah.  Pemasangan dua buah monitor RPPJ, menghabiskan biaya sekitar Rp 95 juta. Biaya itu dari APBD Perubahan tahun lalu.

Kedua monitor tersebut diklaim memiliki spek yang khusus untuk outdoor. Pada layar, terdapat tiga lapisan layer, sehingga jika satu terganggu masih ada lagi dua lainnya. Kondisi itu juga membuat monitor aman dari cuaca hujan dan panas terik matahari.

Dikatakan, penggunaan monitor sebagai RPPJ lantaran dinilai lebih bagus. Selain itu, dengan model monitor maka tampilan juga dianggap lebih bagus serta konten lebih berisi.

“Jika menggunakan monitor, maka konten selain petunjuk, juga berikan imbauan seperti harga parkir dan lain sebagainya. Namun kami atur supaya tidak mengganggu penunjuk jalan,” ungkapnya.

Dikatakan, setidaknya Kudus membutuhkan 10 titik RPPJ jenis monitor yang dipasang di daerah perkotaan. Hal itu untuk mempermudah imbauan ke pengguna jalan. Hanya, untuk memasang sejumlah 10 titik menghabiskan biaya yang cukup banyak dan belum dianggarkan.

Editor : Akrom Hazami

 

Gambar Mobil Polisi Ukuran Besar di Krawang Kudus Bikin Geger, Ini Kata Polisi

Tampilan gambar mobil polisi saat difoto malam hari di perempatan Krawang, Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tampilan gambar mobil polisi saat difoto malam hari di perempatan Krawang, Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gambar mobil polisi di perempatan Krawang,di Jalan Kudus-Pati, Kabupaten Kudus, memang membuat pengguna jalan geger. Banyak dari mereka yang bertanya-tanya maksud dipasangnya gambar mobil polisi itu.

Eko Rubiyanto, Kasat Lantas Polres Kudus kepada MuriaNewsCom, mengatakan gambar mobil polisi itu disebut Poli-3D atau CarPoli-3D, yang dibaca “Polied/ Carpolied”. Itu merupakan rancangan atau ide baru yang dikembangkan Polres Kudus. 

Carpolied atau polied ini berbentuk gambar serta pajangan 3D (tiga dimensi). Dengan bentuknya menyerupai kendaraan dinas kepolisian kesatuan lantas Polres Kudus. Gambar nampak asli sehingga mampu mencuri perhatian pengguna jalan.

“Itu mampu berfungsi untuk membantu kinerja khususnya pelayanan Sat Lantas Polres Kudus kepada warga masyarakat di wilayah Kudus. Jadi bisa mengurangi kecelakaan,” katanya di Kudus, Kamis (12/1/2017). 

Baca jugaGambar Mobil Polisi Ukuran Besar di Perempatan Krawang Kudus Bikin Geger 

Menurutnya, CarPoli-3D dipajang juga dimaksudkan agar para pengendara lebih berkonsentrasi dalam mengendarai kendaraannya di jalan. Karena menurut hasil evaluasi dari tim Unit Laka Polres Kudus, lokasi rawan laka lebih sering terjadi, di wilayah sepi atau minim warga, minim penerangan serta di wilayah yang memiliki jalur lurus tanpa hambatan dan berbelokan tajam.

CarPoli-3D ini dimaksudkan memberikan efek kejut atau antisipasi dari para pengendara, khususnya mereka yang punya niatan untuk ngebut atau ugal-ugalan dalam berkendara.

“Saat ini baru satu titik yang kami pasang. Rencana nantinya akan ada penambahan titik pemasangan lagi pada jalur lainnya. Dengan catatan, jika itu efektif mengurangi angka kecelakaan,” ungkapnya.

Pada saat malam hari, gambar terlihat hidup dan menyala. Sehingga secara sepintas gambar seperti mobil sungguhan milik polisi yang mejeng di pinggir jalan.

Editor : Akrom Hazami

Gambar Mobil Polisi Ukuran Besar di Perempatan Krawang Kudus Bikin Geger

patung mobil polisi

Pengguna jalan melintas di dekat gambar mobil polisi di perempatan Krawang atau di jalur pantura Kudus-Pati, Kabupaten Kudus, Kamis (12/1/2017). (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengguna kendaraan di jalur pantura Kudus-Pati, tepatnya di perempatan Krawang, geger, Kamis (12/1/2017). Sebab, mereka melihat sebuah gambar mobil polisi terpasang di sisi selatan perempatan, atau di seberang  timur SPBU Hadipolo.

Pengguna kendaraan dari arah Pati atau timur, bisa melihat jelas gambar mobil tersebut. Karena pemasangan gambar mobil menghadap ke timur. Pertama melihat patung mobil, banyak pengguna jalan yang terkecoh. Mereka mengira jika itu mobil polisi asli.

“Tumben ada mobil polisi diparkir di perempatan Krawang. Setelah saya amati beberapa kali saat berhenti di lampu merah Krawang, saya merasakan ada yang janggal.  Saya pun berhenti di dekat lampu merah,” kata Ali, salah satu pengguna kendaraan dari Pati.

Dia pun mendekati mobil polisi. Ternyata, itu merupakan gambar mobil polisi. Ukuran gambarnya berukuran besar. Jadi jika dilihat sekilas, gambar itu mirip dengan mobil polisi yang asli.

Pantauan di lapangan, gambar mobil polisi terpasang di atas permukaan kain MMT. Di belakangnya terpasang beberapa susunan besi kecil melintang. Pemasangannya diikatkan ke tiang listrik.

Gambar mobil polisi sedikit membuat jera pengguna kendaraan yang melanggar lampu lalu lintas saat menyala merah. Di lokasi itu, pengguna jalan kerap menerobos lampu merah.  Tidak ada pos polisi atau petugas yang siaga.

Editor : Akrom Hazami

Mobil Nyungsep di Saluran di Panjang Kudus

Warga mengerumuni lokasi mobil nyungsep di saluran di pinggir jalan raya Desa Panjang, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

Warga mengerumuni lokasi mobil nyungsep di saluran di pinggir jalan raya Desa Panjang, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah mobil sedan Toyota Vios nyungsep di saluran yang ada di pinggir jalan raya di Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus, Rabu (11/7/2017) siang sekitar pukul 14.30.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Sebab, kondisi mobil mengalami ringsek di bagian depan dan bagian belakang.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat mobil melaju dari arah Peganjaran ke perempatan Panjang. Tepat di depan SD 2 Panjang, mobil kehabisan bensin. Saat itu, mobil hanya ditumpangi pengemudi seorang. Identitas pengemudi belum diketahui.

“Mobil kehabisan bensin. Sopir turun dan mendorong mobil seorang diri. Saat didorong, setir mobil rupanya berbelok ke kiri. Mobil pun meluncur ke dalam saluran,” kata seorang saksi mata, Slamet di lokasi.

Kedalaman saluran sekitar 1,5 meter. Mobil baru dievakuasi sekitar pukul 15.35 WIB. Mobil dievakuasi dengan menggunakan alat berat yang didatangkan tak jauh dari lokasi kejadian.

Sejumlah petugas polisi mengatur jalannya evakuasi dan jalur lalu lintas. Akibat kecelakaan tunggal, arus lalu lintas menjadi macet dari masing-masing arah.

Editor : Akrom Hazami

 

145 Pengendara Tiba-tiba Ditangkap Polisi Grobogan

Anggota Satlantas Polres Grobogan sedang memeriksa kelengkapan surat kendaraan para pengendaraa saat melangsungkan razia awal tahun 2017. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satlantas Polres Grobogan sedang memeriksa kelengkapan surat kendaraan para pengendaraa saat melangsungkan razia awal tahun 2017. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sosialisasi tertib berlalu lintas sudah seringkali digencarkan namun tingkat kedisiplinan para pengguna kendaraan bermotor di Grobogan ternyata masih rendah. Indikasinya, dalam pelaksanaan operasi lalu lintas perdana tahun 2017 yang dilangsungkan, Selasa (3/12/2016) ada ratusan pengendara yang melanggar.

“Hari ini kita lakukan kegiatan di dua lokasi berbeda. Pagi tadi kita langsungkan di batas kota jalan A Yani dan sorenya di bundaran simpang lima arah Solo,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa melalui Kaurbinops Satlantas Iptu Afandi.

Dijelaskan, selama kegiatan sehari, ada 145 pengendara yang ditilang. Dari jumlah ini, 134 pelanggar tidak punya SIM, 6 orang lainnya punya SIM tapi tidak bisa menunjukkan STNK dan 5 orang lagi tidak punya SIM maupun bawa STNK.

“Para pelanggar langsung kita kenakan sanksi tilang. Jadi dalam sehari totalnya ada 145 pengendara yang kita tindak,” tegasnya.

Menurut Afandi, tujuan kegiatan ini adalah terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas. Selain itu, melalui kegiatan itu diharapkan akan bisa menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat, khususnya dalam berlalulintas.

Dalam kegiatan ini, petugas memang mengedepankan penindakan berupa tilang bagi pengendara yang melanggar. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengendara kendaraan bermotor agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Terutama terkait kelengkapan surat-surat berkendara seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

“Kegiatan ini kita lakukan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas. Jadi, kami mengimbau para pengendara agar mematuhi aturan yang berlaku dengan keamanan dan keselamatan bersama,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Perkembangan Kendaraan Tak Diimbangi Luas Jalan Raya di Kudus

Kendaraan melintas di jalan raya di Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kendaraan melintas di jalan raya di Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Semakin tahun, jalan raya di Kudus semakin padat. Hal itu dipengaruhi oleh beberapa hal. Di antaranya, banyaknya kendaraan yang berada di jalanan tapi tak diimbangi dengan pelebaran jalan.

Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto mengatakan, pertambahan kendaraan seperti sepeda motor, tiap bulan mencapai ratusan unit. Sedangakan untuk mobil sejumlah puluhan. Hal itu otomatis memicu kemacetan di sejumlah titik di Kudus. “Apalagi kondisi jalan umum sudah mentok. Tidak bisa dibenahi lagi, jadi jalanan pasti padat, terlebih di jam tertentu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, sebenarnya hal itu bisa disiasati dengan memperlebar jalan jalan alternatif. Sebab banyak jalan di Kudus yang seharusnya mampu dimaksimalkan namun masih belum terlaksana. “Jika seperti ini terus, maka maksimal lima tahun ke depan Kudus akan seperti Jakarta yang sekarang,” ujarnya.

Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kudus, Sam’ani Intakoris mengatakan, pengembangan pembangunan jalan di Kudus tidak sesuai dengan angka kendaraan yang keluar. “Untuk pelebaran jalan hanya mencakup 0,2 persen tiap tahunnya. Sedangkan kendaraan yang keluar kurang lebih mencapai 20 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, manajemen lalu lintas itu sangat diperlukan mulai sekarang. Manajemen lalu lintas itu seperti jam berangkat dan pulang sekolah, harus dibedakan dengan jam berangkat dan pulang para karyawan atau pegawai.

Tidak hanya itu, pemkab perlu menyediakan angkutan khusus bagi pelajar dan pekerja secara gratis. Tujuannya, untuk mengurangi kendaraan bermotor yang melintas di jalan raya. Terutama bagi pelajar dan karyawan pabrikan.  “Saat ini rekayasa yang sudah diberlakukan kurang efektif. Karena masih terjadi kepadatan saat jam berangkat dan pulang sekolah serta pekerja,” imbuhnya.

Selain itu, masih kata Sam’ani, diperlukan adanya pemetaan pengguna jalan menggunakan progam Matrik Asal Tujuan (MAT). Progam tersebut untuk memberikan informasi pola perjalanan untuk memetakan arus transportasi. 

Editor : Akrom Hazami

Jurus Jitu Ala Polsek Kalinyamatan Jepara Biar Jalan Raya Asyik

tata-lalin-okee

Polisi menata arus lalu lintas di wilayah hukum Polsek Kalinyamatan, Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Polsek Kalinyamatan Polres Jepara melaksanakan pengaturan arus lalu lintas pagi di seputaran jalan utama wilayah hukum polsek, Senin (5/12/2016). Pengaturan lalu lintas digelar rutin oleh Kepolisian Sektor Kalinyamatan setiap pagi dengan maksud untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Khususnya pengendara sepeda motor dan pejalan kaki juga untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas pada saat arus lalu lintas mencapai titik puncak keramaian (peak hours) yaitu pada pukul 06.30 WIB-07.30 WIB.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kapolsek Kalinyamatan Iptu Edy Purwanto menyampaikan pelaksanaan pelayanan berupa pengaturan arus lalu lintas oleh polsek. “Itu sangat dirasakan warga Kalinyamatan. Terutama manfaatnya oleh masyarakat. Keberadaan polisi di pagi hari, saat mulainya aktivitas sangat membantu,” katanya dikutip situs resmi Polres Jepara.

Dengan adanya pengaturan polisi, kelancaran lalu lintas bisa terjaga dan kerawanan kriminalitas berkurang. Serta menjadikan masyarakat betul-betul bisa merasa nyaman beraktivitas. Dirinya juga mengimbau kepada lapisan masyarakat, ketika hendak beraktivitas sehari-hari supaya lebih meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati di jalan. Mengingat lalu lintas yang padat di pagi hari.

“Bagi pengendara kendaraan bermotor untuk tertib dan taat terhadap peraturan lalu lintas yang berlaku demi keamanan dan kenyamanan bersama,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Rambu Lalu Lintas di Kudus Perlu Ditambah

Kendaraan melintas di salah satu jalan protokol di Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kendaraan melintas di salah satu jalan protokol di Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus  – Keberadaan rambu lalu lintas di Kudus, cukup membuat masyarakat bingung. Seperti halnya disampaikan salah satu warga setempat, Agus Sulistianto.

“Warga bingung karena rambu lalu lintas di Kudus yang masih kurang. Keberadaan rambu di Kudus harus ditambah. Khususnya pada jalan alternatif,” kata Agus kepada MuriaNewsCom, Selasa (1/11/2016).

Misalnya, kata dia, di Kudus masih banyak jalan satu arah. Tidak sedikit pengguna jalan yang terpaksa memutar untuk mencapai tujuannya. Padahal, ada jalur alternatif yang dapat dimanfaatkan biar lebih cepat ke titik yang dituju.

Selain itu, arus lalu lintas di Kudus juga kerap tersendat, terutama di jam sibuk. Agus juga mengkritisi mengusulkan agar parkir lebih ditata.

Kendati demikian secara global, lanjut Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) ini, arus lalu lintas di Kudus sudah lebih baik.

Banyaknya kendaraan di Kudus juga membuat jalan semakin sesak. Hal itu berdampak pada kemacetan yang timbul. Itulah yang terjadi di beberapa sudut jalan protokol kota setempat, setiap hari.

Editor : Akrom Hazami

Ruas Jalan Protokol Kudus Sering Padat

Kendaraan melintas di salah satu jalan protokol di Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kendaraan melintas di salah satu jalan protokol di Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyaknya kendaraan di Kudus membuat jalan semakin sesak. Hal itu berdampak pada kemacetan yang timbul. Itulah yang terjadi di beberapa sudut jalan protokol kota setempat, setiap hari.

Hal itu seperti diungkapkan Solihin, warga Jepara. Dia mengaku kerap melintasi jalan raya di Kudus. Sepengetahuannya, arus lalu lintas di Kudus kerap padat. Karenanya, pengguna kendaraan harus bersabar dan ekstra hati-hati.

“Saya sering ke Kudus, dan sekarang, jalanan makin ramai. Apalagi saat berada di perempatan, antrean kendaraan sering panjang,” katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (1/11/2016).

Beberapa ruas jalan yang kerap terjadi kemacetan, di antaranya adalah Jalan Sunan Kudus, Jalan Sunan Muria, serta jalan lain di titik perkotaan Kudus.

Menurutnya, keberadaan lampu merah yang lebih panjang ketimbang hijau sering membuat kendaraan antre. Selain lampu merah. Penataan parkir juga dianggap menganggu pengguna jalan. Banyak lokasi jalan yang digunakan parkir dua lajur, padahal jalan cukup sempit.

“Seperti di Jalan Sunan Kudus misalnya. Di sana sering terjadi macet karena banyak digunakan parkir kendaraan peziarah,” ungkapnya.

Dia berharap penataan dapat dioptimalkan kembali, sehingga arus lalu lintas bisa lancar. Khususnya untuk keberadaan parkir dan juga lampu lalu lintas.

Editor : Akrom Hazami

Atur Lalu Lintas di Kudus, Dishubkominfo : Perlu Perda

Petugas menata tempat parkir di salah satu ruas jalan di Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas menata tempat parkir di salah satu ruas jalan di Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Penataan lalu lintas beserta dengan sanksi bagi yang melanggar, membutuhkan payung hukum yang kuat. Untuk itu, dibuatkanlah payung hukum jenis peraturan daerah (Perda) yang akan mengatasi persoalan lalu lintas di Kudus.

Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto mengatakan, kebutuhan perda sangatlah dibutuhkan petugas. Sebab segala penindakan yang dilakukan akan lebih mendasar jika ada landasan seperti ada perdanya, sebagai dasar penindakan.

“Misalnya saja tentang parkir, kami ada rencana untuk parkir sembarangan bisa digembok atau dikempesi. Jika masih ada yang melanggar, maka bisa kenakan sanksi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Tanpa adanya payung hukum, lanjutnya, maka dapat berakibat buruk ke depan nanti. Sebaliknya dengan adanya payung hukum, maka petugas dalam menata lalu lintas juga lebih mudah.

Menurutnya, dengan tindakan yang tegas maka dapat membuat masyarakat lebih disiplin. Sehingga tidak ada lagi yang melanggar aturan, khususnya tentang lalu lintas.

Selain itu juga, dalam perda akan menyinggung soal Amdal lalin. Hal itu sangat berhubungan dengan lokasi perkotaan yang banyak menjadi pertokoan. Kondisi semacam itu juga berhubungan dengan penataan parkir.

“Kendaraan besar yang masuk perkotaan juga dapat diatur di dalamnya. Dan itu diatur di dalam perda nantinya,” ujarnya.

Selain itu juga, perda nantinya juga mampu mengatur tentang rekayasa lalu lintas di Kudus. Sebab tidak menutup kemungkinan rekayasa lalin dapat diterapkan dengan melihat kondisi jalan di Kudus.

Saat ini, kata dia, rancangan soal perda anyar tersebut sudah masuk pada bagian hukum. Tinggal menunggu hasil koreksi dan pembahasan dengan bagian hukum. Setelah itu, rancangan akan langsung diusulkan ke DPRD untuk segera dibahas.

“Kami berharap hanya cukup satu perda saja. Tentang bagaimana teknis bisa diatur di Perbup. Yang jelas kami menginginkan tahun depan dapat direalisasikan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pelanggar Lalu Lintas Dicegat di Kalinyamatan Jepara

Polisi memerika kendaraan pengguna kendaraan di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. (Tribratanewsjepara.com)

Polisi memerika kendaraan pengguna kendaraan di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. (Tribratanewsjepara.com)

MuriaNewsCom, Jepara – Kepolisian Resor Jepara Polda Jateng meggelar cipta kondisi dengan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan demi menciptakan rasa aman dan nyaman masyarakat Jepara. Kegiatan razia rutin ini diharapkan mampu menekan kejadian tindak kriminal yang ada di Kabupaten Jepara.

Gelar razia ini dilaksanakan setiap malam dengan mengadakan razia rayonisasi atau razia gabungan dengan Polsek yang telah ditentukan yang langsung dipimpin Kapolsek setempat yang pada hari dan jadwal yang sudah ditentukan.

Jumat (28/10/2016) malam, giliran Polsek Rayon Selatan yang melaksanakan razia gabungan dengan jadwal di wilayah Kecamatan Kalinyamatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kalinyamatan Iptu Edy Purwanto.

“Kegiatan ini adalah wujud pengabdian kami, kewajiban kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masayarakat Kabupaten Jepara khususnya Kecamatan Kalinyamatan dan mengantisipasi orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang ingin menumpang dalam kegiatan pesta demokrasi Pilkada Jepara,” ujar Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Iptu Edy Purwanto.

Edy menambahkan, perintah kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan cara bertindak razia gabungan rayonisasi ini adalah tindakan yang nyata agar sebagai pengemban tugas pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, terwujud di tengah-tengah masayarakat Jepara.

Dalam kegiatan operasi kepolisian yang dilaksanakan di Jalan raya Jepara-Kudus depan masjid At-Taqwa Kalinyamatan sedikitnya telah melakukan pemeriksaan tujuh puluhan kendaraan bermotor sampai dengan akhir pelaksanakan pada pukul 22.30 WIB dengan hasil melaksanakan penindakan berupa tilang terhadap enam pengemudi yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas.

Editor : Akrom Hazami

Tertib Berlalu Lintas Harus Dibiasakan Sejak Dini

Kegiatan diskusi lintas agama, yang juga memberikan pendidikan tentang tertibnya lalu lintas (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan diskusi lintas agama, yang juga memberikan pendidikan tentang tertibnya lalu lintas (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Ngatmin menyampaikan, tertib berlalu lintas hendaknya sudah dibiasakan sejak dini. Hal itu penting menurutnya, karena, cukup banyak pelanggar lalu lintas masih usia sekolah.

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi yang digelar tokoh lintas agama di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, Minggu (20/3/2016).

“Selama ini, rata-rata pelanggar lalu lintas didominasi anak anak usia sekolah. Mereka tidak mempunyai kelengkapan surat berkendara, namun mereka tetap nekat untuk mengendarai kendaraan di jalan raya,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap semuaelemen masyarakat dapat mencegah itu. Baik itu pemerintah, instansi pendidikan maupun  orang tua.

“Untuk mencegah itu memang pemerintah harus bisa memfasilitasi anak-anak sekolah. Yakni dapat disediakan bus sekolah. Sehinga mereka tidakmembawa kendaran bermotor ketika sekolah. Dengan begitu, risiko kecelakaan di jalan juga dapat diminimalisasi,” sebutnya.

Sementara,  terkait radikalisme,  Kanit Intelkam Polres Kudus AiptuSubkhan menyampaikan, biasanya perekrutan seseorang menjadi radikal, dilakukan secara halus.  “Seperti halnya diajak kegiatan sosial, pengajian dan lain sebagainya. Kemudian, mereka didoktrin,” imbuhnya.

Dia menuturkan, radikalisme bukan hanya terjadi yang mengatasnamakan  umat muslim, namun juga yang lain. Sebab, radikalisme tidak  lagi memandang UUD 1945, Pancasila maupun NKRI. Mereka berpegang tegus kepada prinsip yang diyakininya.

“Untuk mencegah itu,orang tua harus waspada dan jangan membaca tentangkeagamaan secara mentah- mentah, tapi harus belajar kepada orang yang memang paham,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Kesadaran Berlalu Lintas di Grobogan Masih Minim, Ini Buktinya

Kasatlantas Polres Grobogan memusnahkan bonggol blangko tilang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasatlantas Polres Grobogan memusnahkan bonggol blangko tilang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sebanyak 2.684 bonggol blangko tilang pelanggar lalu lintas pagi tadi dimusnahkan dengan cara dibakar. Blangko yang dibakar itu merupakan hasil penindakan pelanggaran sepanjang tahun 2015 ini.

Acara pemusnahan bonggol tilang itu dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Parno. Beberapa perwira dibagian lantas ikut mendampingi acara pemusnahan bonggol tilang di halaman timur Mapolres Grobogan.

”Sepanjang tahun ini, angka pelanggaran lalu lintas masih cukup tinggi. Hal ini menunjukkan kalau kesadaran berlalu lintas masyarakat di wilayah Grobogan masih kurang,” kata Parno.

Ia mengatakan, pemusnahan bonggol tilang dilakukan dengan berita acara. Hal itu menunjukkan pelaksanaan tugas tilang dilakukan secara transparan. Semua penindakan tilang yang dilakukan selama ini diselesaikan melalui sidang di pengadilan.

Menurut Parno, jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas tersebut sebenarnya bukan target Polres Grobogan. Namun, polisi terpaksa menindak pelanggar lalu lintas karena dampaknya cukup baik bagi masyarakat. Salah satunya adalah bisa mengurangi dan mencegah kecelakaan lalu lintas.

“Kami mengimbau masyarakat agar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Selain itu, kami minta agar budaya keselamatan sebagai kebutuhan,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Traffic Light Kota Cepu Dikeluhkan

Lampu lalu lintas di perempatan Kantor Pos, Kota Cepu. Meski  sudah dilengkapi dengan timer, masih banyak pengguna jalan yang melakukan aksi saling serobot. (MURIANWS/PRIYO)

BLORA – Setelah sampah menjadi persoalan baru, kini lalu lintas giliran menjadi persoalan yang belum terselesaikan di Kota Cepu, Kabupaten Blora. Selain tidak adanya jalur alternatif untuk pengalihan arus kendaraan, keberadaan lampu pengatur lalu lintas(traffic light) juga masih belum banyak membantu.

Lanjutkan membaca

Masih Banyak Pelanggaran, Sosialisasi Digencarkan

Petugas Satlantas Polres Grobogan melakukan sosialisasi terib lalu lintas. (MURIA NEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Masih banyaknya pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan membuat Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Parno prihatin. Terkait hal itu, dia langsung berupaya untuk lebih menggencarkan upaya sosialisasi tertib lalu luntas pada berbagai pihak.

Lanjutkan membaca

Polisi Imbau Siswa Tertib Berlalulintas

Kasat lantas AKP Eko Pujiyono. (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Dalam rangka menciptakan ketertiban berkendara di jalan raya, Satlantas Polres Blora mengajak pelajar tertib berlalulintas. Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana melalui Kasat Lantas AKP Eko Pujiyono mengatakan, kalau pemahaman terhadap rambu dan peraturan lalu-lintas penting menghindari kecelakaan saat berlalulintas.

Lanjutkan membaca