Budaya Tertib Berlalu Lintas di Pati Disebut Masih Rendah

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari menyebut budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Pati masih sangat rendah. Hal itu terbukti dengan banyaknya kasus kecelakaan, kendati polisi sudah berupaya menekan angka kecelakaan di Pati.

“Penyebab tingginya angka kecelakaan di Pati, karena budaya tertib berlalu lintas masyarakat Pati masih rendah. Mereka tidak memikirkan keselamatannya sendiri, suka terburu-buru, menyalip tanpa mempertimbangkan situasi dan kondisi arus jalan,” ujar AKP Ikrar, Kamis (30/3/2017).

Bahkan, AKP Ikrar menyebut, pengendara rata-rata tertib berlalu lintas bukan sadar akan keselamatan, tapi takut dengan petugas kepolisian. Padahal, sadar tertib berlalu lintas sebetulnya untuk keselamatannya sendiri.

Dia mencontohkan, ada pengendara yang melintas di jalan tidak mengenakan helm. Setelah dicegat petugas, pengendara berkilah hanya berkendara jarak dekat. Meski jarak tempuh dekat, pemakaian helm tetap diwajibkan.

“Nasib tidak ada yang tahu. Kalau cuma berkendara 200 meter, siapa tahu kita tertabrak di jarak seratus meter. Maka, penggunaan helm itu untuk keselamatannya sendiri, bukan soal melanggar aturan atau takut petugas polisi. Kesadaran ini yang mesti kita pupuk supaya angka meninggal dunia di jalan bisa ditekan,” tuturnya.

Saat ini saja, sedikitnya ada 130 pelanggar lalu lintas yang terjaring razia. Sebagian besar dari mereka tidak menggunakan helm, tidak memiliki surat-surat kelengkapan berkendara seperti SIM dan STNK, serta kendaraan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Karena itu, ia mengimbau kepada warga Pati untuk bersama-sama tertib berlalu lintas untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan di jalan. “Janganlah tertib berlalu lintas karena takut dengan petugas kepolisian, tapi tertib untuk keselamatan nyawa sendiri,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ngeri! Pati Ada di Urutan Pertama di Jateng dengan Tingkat Kecelakaan Tertinggi

Seorang pendara tewas terlindas truk di Jalan Pati-Tayu, Desa Trangkil, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tingginya angka kecelakaan di Kabupaten Pati ternyata menyandang peringkat pertama di Jawa Tengah. Hal itu diungkap Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari, Kamis (30/3/2017).

Selama 2017, ada 250 kasus kecelakaan yang terjadi di berbagai titik jalan di Pati. Dari 250 kasus, 46 pengendara di antaranya meninggal dunia di lokasi kecelakaan.

“Dari 250 kasus, sebagian besar melibatkan pengendara usia produktif, dari 15 tahun hingga 30 tahun. Beberapa tahun yang lalu, Pati peringkat dua hingga tiga angka kecelakaan lalu lintas. Saat ini menjadi peringkat pertama,” ujar AKP Ikrar.

Menurutnya, penyebab kecelakaan sebagian besar dari pengendara roda dua yang menyalip dengan tidak memperhatikan situasi. Kelalaian pengendara dan melanggar aturan seperti tidak membawa helm juga menjadi salah satu penyebabnya.

Sejumlah jalan yang kerap terjadi kecelakaan, antara lain jalan pantura dan jalan Pati-Tayu. Untuk menekan angka kecelakaan, pihaknya saat ini sudah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas, termasuk penegakan hukum.

Salah satunya, operasi rutin setiap pagi di Jalan Pati-Tayu, Desa Bumiayu, Pati. Operasi penegakan hukum lalu lintas diharapkan membuat pengendara tertib berlalu lintas, menggunakan alat keselamatan, surat-surat, dan standar kendaraan bermotor.

Editor : Kholistiono

Kecelakaan Maut di Jalan Juwana-Rembang, Pelajar Asal Bendar Pati Tewas di Tempat

Petugas kepolisian mengevakuasi mayat pengendara KLX yang meninggal tertabrak kendaraan L 300 di Jalan Pantura Juwana-Rembang, Desa Ketitangwetan, Batangan, Pati, Jumat (27/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian mengevakuasi mayat pengendara KLX yang meninggal tertabrak kendaraan L 300 di Jalan Pantura Juwana-Rembang, Desa Ketitangwetan, Batangan, Pati, Jumat (27/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara sepeda motor KLX tanpa nomor polisi dan kendaraan L 300 Box bernopol H 1770 QZ terjadi di Jalan Pantura Juwana, Desa Ketitangwetan, Kecamatan Juwana, Pati, Jumat (27/1/2017).

Kecelakaan tersebut mengakibatkan Dimas (15), pelajar asal Desa Bendar, Kecamatan Juwana meninggal dunia di tempat kejadian karena mengalami pecah pada bagian kepala. Pada saat kecelakaan, kondisi cuaca hujan gerimis sehingga dimungkinkan jalan yang dilalui licin.

Haryono, saksi setempat mengatakan, kejadian bermula ketika pengendara KLX melaju dari arah Batangan ke Juwana berada di belakang pengendara Scoopy. Sebuah truk yang tidak diketahui identitasnya berjalan pelan untuk berhenti di tepi kiri jalan.

“Scoopy langsung banting setir ke kanan untuk menyalip truk yang berhenti di tepi jalan. Pengendara KLX yang berada di belakang kurang jaga jarak sehingga langsung menabrak Scoopy dari belakang,” ujar Haryono.

Usai menabrak Scoopy dari belakang, pengendara KLX ditabrak kendaraan L 300 dari belakang hingga menyebabkan kepala korban pecah. “Pengendara Scoopy dan pengemudi L 300 baik-baik saja, tapi pengendara KLX meninggal di lokasi,” imbuhnya.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengimbau kepada pengendara untuk menjaga jarak dalam berkendara. Selain itu, kondisi ban selip saat gerimis juga memungkinkan di tengah musim hujan.

“Dalam beberapa hari terakhir, sudah ada kecelakaan yang mengakibatkan pengendara meninggal dunia karena tidak menjaga jarak, terlalu kencang berkendara, dan terpeleset akibat ban selip saat gerimis atau hujan. Pengendara kami imbau untuk berhati-hati,” imbaunya.

Baca juga : Dilindas Truk, Perempuan Asal Rembang Tewas Mengenaskan di Jalan Pantura Pati

Editor : Kholistiono