Bacabup PDIP Kudus Masan Dipersilakan Ambil Formulir Bakal Calon Bupati Kudus dari Hanura

Perwakilan DPC PDIP Kudus foto bersama DPC dan DPD Partai Hanura di kantor DPC Partai Hanura, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  DPC Partai Hanura Kudus mendapat kunjungan dari kader DPC PDIP setempat, Senin (14/8/2017). Mereka diajak berkoalisi dengan sama-sama mendukung bakal calon bupati dari PDIP, Masan.

Namun, nampaknya DPC Partai Hanura tak gampang ikut. Sebaliknya, DPC Partai Hanura meminta Masan, untuk  mengambil formulir pendaftaran formulir bakal calon bupati, dan mengumpulkan dalam batas waktu yang ditentukan.

Ketua DPC Partai Hanura Kudus Kadarjono mengatakan, secara garis besar apa yang disampaikan oleh PDIP terkait pembangunan Kudus ke depan nyaris sama dengan Partai Hanura. Namun,  partainya juga memiliki aturan, yang harus dipatuhi dan dijalankannya.

“Kalau mau, kami persilakan mengambil formulir pendaftaran calon bupati. Kemudian dapat dikumpulkan maksimal 18 Agustus nanti. Setelah itu bisa ikut proses lebih lanjut,” katanya saat menyambut DPC PDIP Kudus.

Baca jugaPDIP Kudus Kunjungi Kantor DPC Partai Hanura Kudus, Ada Apa?

Kadarjono menegaskan, partainya sudah memiliki aturan terkait pencalonan dan rekomendasi. Dan dari sejumlah calon juga sudah ada yang mengumpulkan berkas. Pihaknya tak mau menyalahi aturan, dengan tanpa mengikuti proses.

Dia berharap dapat bersama-sama membangun Kudus ke depan. Selain itu, dia juga mendoakan Masan yang mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju di Pilpub mendatang. Bahkan doanya, semoga juga menjadi bupati.

Sementara, perwakilan DPD Partai Hanura Sakdiyanto sangat berterima kasih dengan kunjungan dari DPC PDIP Kudus. Pihaknya berharap koalisi dapat terjalin, namun dengan aturan yang tak menyalahi dari partai.

“Kami satu pintu, yang menentukan dari DPP, jadi selain mendaftar, silakan juga dapat komunikasi dengan pusat,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

PDIP Kudus Kunjungi Kantor DPC Partai Hanura Kudus, Ada Apa?

Ketua DPRD Masan saat menyampaikan keinginan saat menjadi Bupati Kudus di kantor DPC Partai Hanura, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPC PDIP Kudus mengunjungi kantor DPC Partai Hanura Kudus, Senin (14/8/2017). Kunjungan PDIP tersebut juga dihadiri sejumlah pengurus DPC PDIP, termasuk salah satu kadernya, Masan. Dalam kunjungan tersebut, Masan menyampaikan visi dan misinya maju di Pilbup mendatang.

Sekretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni mengatakan, kunjungan tersebut bermaksud membangun visi dan misi yang sama antara PDIP Kudus dengan Partai Hanura. Dengan visi dan misi yang sama itulah, harapannya terjalin kerja sama yang apik.

“Ini merupakan partai pertama yang kami kunjungi. Kami juga memiliki niatan untuk mengunjungi partai lainya di Kudus dengan persoalan yang sama,” kata Yusuf saat sambutan di kantor DPC Partai Hanura Kudus.

Masan, mengharapkan tak hanya PDIP yang menjadi partai pengusung calon bupati dari PDIP, tapi juga diusung pula oleh Partai Hanura. Dengan visi dan misi yang sama nanti, harapannya  bisa sama-sama membangun Kudus.

“Jika menjadi Bupati Kudus nanti, dari PDIP akan melanjutkan program dari bupati sebelumnya, Musthofa, yang baik-baik. Dan kami akan meningkatkan Kudus menjadi lebih baik, tentunya dengan bersama-sama, karena PDIP tak ingin sendiri,” ujarnya.

Masan mencontohkan, seperti pelayanan gratis rumah sakit kelas III, yang selama ini baru di RSUD saja, nantinya akan menjadi pelayanan gratis untuk semua rumah sakit. Selain itu, PDIP Kudus juga ingin mewujudkan Kudus sebagai pakubumi pendidikan.

“Sementara dalam dunia pendidikan, kami berharap akan ada minimal satu sekolah unggul di masing-masing kecamatan. Sehingga, sekolah itu bisa bersaing,” ujarnya.

Lebih jauh Masan yang juga Ketua DPRD Kudus menjelaskan, pihaknya sudah berpengalaman di DPRD Kudus. Dia punya gagasan terkait Musrenbang. Dia melihat selama ini banyak usulan dari desa yang tak sampai terealisasi lantaran anggaran. Dengan Musrenbang yang terkendali, maka akan ada alokasi khusus untuk tiap kecamatan.

Editor : Akrom Hazami

Karang Taruna Wates Undaan Kudus Gelar Sedekah Bumi

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus –  Para pemuda Karang Taruna Tunas Jaya Desa Wates (Kartun Jawa)  menggelar Gelaran Sedekah Bumi dan Sepekan Gelar Budaya Desa,  mulai Jumat (11/8/2017) hingga Minggu (20/7/2017).

Ketua panitia Ahmad Falih mengatakan, program rutin tahunan yang selalu diagendakan Pemerintah Desa Wates itu guna melestarikan budaya.  Di antaranya ada pameran produk lokal yang diikuti warga lokal juga oleh masyarakat sekitar.

“Acara itu merupakan acara yang paling banyak menyedot animo masyarakat, karena selain melihat dan membeli barang dagangan yang dipamerkan masyarakat setiap malam disuguhi hiburan-hiburan yang menarik, seperti musik dangdut, Terbang Papat, Rebana Islami, Parade Band, Pentas Seni Anak, Teater Bintang Sembilan hingga diadakan acara nonton bareng ketoprak semalam suntuk,” kata Falih.

Ada juga Nostalgia Dolanan Bocah Ndeso. Kegiatan itu disuguhkan pada gelaran sedekah bumi tahun ini disertai Festival Layang-layang.  Untuk memperingati HUT RI ke-72 juga diselenggarakan Kegiatan Turnamen Olahraga. “Yang mana target dari kegiatan ini adalah mengembalikan keharmonisan keluarga karena direncanakan peserta nanti melibatkan ayah, ibu dan anak tergabung dalam satu tim,” ujarnya.

Sebagai puncak dan inti dari Gelaran Sedekah Bumi dan Sepekan Gelar Budaya Desa Wates adalah kirab budaya ‘Munjung Wong Tuo’.

Editor : Akrom Hazami

Masan, Umar dan Sumiyatun Harap-harap Cemas Tunggu Restu Megawati

Ketua DPRD Kudus, Masan saat pengambilan berkas pendaftaran di Kantor PDIP Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tiga tokoh yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Kudus melalui PDI Perjuangan, kini tengah bersiap-siap kapanpun akan dipanggil DPP untuk dites. Mereka berharap-harap cemas, akankan restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri akan diberikan kepadanya.

Tiga orang yang memperebutkan rekomendasi dari PDI Perjuangan itu yakni Ketua DPRD Kudus Masan, Sumiyatun (PNS yang mengajukan pengunduran diri) dan Umar Ali atau dikenal dengan nama Mas Umar (pengusaha).

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kudus M Yusuf Roni mengatakan, ketiga nama tersebut sudah melengkapi berkas pendaftaran dan telah dikirim ke DPP.

“Kalau kami di PDIP, rekomendasi semuanya yang menentukan adalah dari DPP. Jadi ketiga nama sudah diajukan dan tinggal menunggu proses berikutnya saja,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (14/8/2017).

Ia menyatakan, tiga calon itu harus siap kapanpun dipanggil DPP untuk dilakukan tes oleh pengurus PDI Perjuangan pusat. Tes terdiri dari tertulis dan wawancara. Tes tulis terdiri dari kemampuan calon dalam pemahaman partai hingga kemampuan akademik yang dimiliki.

M Yusuf juga menyebut, DPP dalam memberikan rekomendasi juga mendasarkan dari hasil survei internal terhadap bakal calon. Sebelumnya, internal PDIP jga telah melakukan survei, yang dilakukan sebelum penjaringan bakal calon dibuka.

Editor : Ali Muntoha

Jam Operasional Minimarket di Kudus Diatur Ketat

Warga tampak beraktivitas di salah satu minimarket di Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus terus menata perkembangan pasar swalayan jenis minimarket. Yakni melalui Perda Nomor 12 2017 tentang Penataan dan Pembinaan Toko Swalayan.

Dalam perda tersebut, juga mengatur jam operasional minimarket. Yaitu, minimarket mulai buka pukul 10.00 WIB.  Hal itu disampaikan oleh Imam Prayitno, Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus.

Menurut Imam, Perda menyoroti pengaturan jam buka minimarket. “Dalam Pasal 13 diatur, tentang jam buka minimarket. Yang mana, pada hari biasa, yaitu Senin hingga Jumat,  jam buka mulai jam 10.00 WIB hingga jam 22.00 WIB. Kemudian untuk hari Sabtu hingga Minggu, jam buka ditambah, yakni mulai jam 10.00 sampai jam 23.00 WIB,” kata Imam di Kudus, kepada MuriaNewsCom, Jumat (11/8/2017).

Sedangkan saat hari libur nasional atau hari libur keagamaan, ada kelonggaran jam buka minimarket. Yaitu, minimarket mulai buka pukul 10.00 WIB dan tutup maksimal pukul 24.00 WIB. Aturan tersebut sudah dibahas oleh DPRD Kudus, beberapa waktu lalu.

Sedangkan, dalam Perda tersebut juga mengatur mengenai minimarket yang buka selama 24 jam. Minimarket yang buka 24 jam diperbolehkan. Dengan ketentuan lokasi bangunan yang digunakan adalah di lingkungan fasilitas umum pelayanan masyarakat. Seperti di rumah sakit.

Editor : Akrom Hazami

Selain Mawahib, Ini Nama-Nama Bakal Calon Bupati Kudus dari Partai Golkar

Anggota DPRD Kudus Mawahib mengambil formulir pendaftaran bakal calon Bupati Kudus di kantor DPD Partai Golkar Kudus, Kamis (10/8/2017).  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Tak hanya Mawahib saja yang mengambil formulir bakal calon bupati Kudus dari Partai Golkar. Ada sejumlah nama lain yang juga sudah mengambil formulir, dan bersaing mendapatkan rekomendasi DPP.

Ketua tim penjaringan bacabup-cawabup Partai Golkar Kudus, Joni Dwi Harjono mengatakan, sebelum Mawahib, ada sejumlah nama yang mengambil formulir pendaftaran, yakni Ketua Partai Idaman Kudus Maesyaroh,  Ketua DPD Partai Nasdem Kudus, Akhwan Sukandar, serta pengusaha  Umar Ali atau Mas Umar.

“Sudah ada nama, untuk Maesyaroh mengambil formulir pendaftaran calon wakil bupati. Sementara Akhwan dan Umar Ali mengambil formulir sebagai calon bupati dari Golkar,” kata Joni di kantor DPD Partai Golkar Kudus, Kamis (10/8/2017).

Joni mengatakan, dari hasil pendaftaran tersebut, nanti akan diverifikasi melalui rapat pleno pengurus DPD Partai Golkar Kudus. Selanjutnya, dari hasil rapat pleno tersebut nanti akan diajukan ke DPD Partai Golkar Jateng minimal tiga orang calon, dan maksimal lima orang calon, untuk masing-masing posisi.

Editor : Akrom Hazami

Anggota DPRD Kudus Mawahib Ambil Formulir Bakal Calon Bupati Kudus di DPD Partai Golkar

Anggota DPRD Kudus Mawahib mengambil formulir pendaftaran bakal calon Bupati Kudus di kantor DPD Partai Golkar Kudus, Kamis (10/8/2017).  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota DPRD Kudus, Mawahib, mengambil berkas formulir pendaftaran bakal calon Bupati Kudus di kantor DPD Partai Golkar Kudus, Kamis (10/8/2017).   Adik kandung politisi Nusron Wahid itu mengambil formulir bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati.  

“Ini merupakan ikhtiar yang saya lakukan. Saya optimistis mendapatkan rekomendasi dari Golkar untuk maju di Pilbup Kudus mendatang,” kata Mawahib.

Mawahib yakin jika namanya akan mendapatkan rekomendasi. Mengingat, sosoknya yang merupakan kader Partai Golkar murni. “Tekad saya juga mengembalikan kejayaan partai Golkar seperti sebelumnya,” ucapnya.

DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus saat ini sedang melakukan penjaringan pendaftaran untuk bakal calon Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023.

DPD Partai Golkar Kudus membuka jadwal pendaftaran bakal calon bupati selama tujuh hari dari 7 Agustus hingga 13 Agustus 2017. Penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati terbuka untuk umum.

Setelah proses penjaringan selesai, hasilnya nanti akan disampaikan ke DPD Golkar Jawa Tengah.  Selanjutnya akan diteruskan ke DPP.

Editor : Akrom Hazami

Bocah Penderita hydrocephalus di Singocandi Kudus Ini Butuh Bantuan

Bocah penderita hydrocephalus, Muhammad Farir Khasan (6), warga RT 5/RW 2. Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus, hanya bisa terbaring lemah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bocah penderita hydrocephalus, Muhammad Farir Khasan (6), warga RT 5/RW 2. Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus, hanya bisa terbaring lemah.

Putra pasangan Fahrudin (42) dan Maryati (37) itu setiap harinya terbaring di ranjang yang dirancang khusus. Fahrudin yang merupakan pekerja bangunan kewalahan membiayai kesehatan anaknya.

Maryati menuturkan, kondisi kelainan pada anaknya diketahui semenjak dalam kandungan. Saat itu, kandungannya diperiksa Ultrasonography (USG) di usia delapan bulan kandungan.

Benar saja, saat itu Maryati melahirkan Farir melalui operasi. Kepala Farir terus membesar. Semenjak saat itu, dirinya harus membawa Farir untuk diperiksa kondisi kesehatanya. 

Dia kewalahan setiap kali kontrol harus merogoh uang lebih dari Rp 1 juta untuk mengobati. Saat ini, katanya, kondisi kepala si anak tak lagi mengalami pembesaran pascaoperasi di RS Elizabeth Semarang.

“Pertama setelah operasi seminggu sekali harus kontrol. Lalu semakin membaik kontrolnya sebulan sekali. Saat ini, masih harus kontrol,” kata dia.

Akibat penyakit itu,Fariri sering mengalami panas, kejang bahkan hingga pingsan. Sebagai keluarga yang kekurangan, Maryati berharap ada pihak yang peduli guna meringankan biaya kesehatan si bungsu. Sejak lahir hingga sekarang, keluarga pernah sekali mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah desa setempat. Bantuannya berupa susu formula 400 gram.

Kini, keluarga malang ini berharap pemerintah kabupaten atau pihak dermawan lain, bisa membantu meringankan biaya pengobatan Farir. Keluarga Maryati juga tak mempunyai BPJS. 

Editor : Akrom Hazami

 

Sumiyatun Positif Mundur dari PNS, dan sedang Tunggu SK, demi Maju Pilbup Kudus

Joko Triyono, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus  –  Salah satu nama yang beredar sebagai calon bupati di Kudus adalah Sumiyatun. Mami, panggilan akrabnya telah resmi mengundurkan diri sebagai pegawai negeri sipil (PNS), per Agustus 2017. Adapun berkas pengunduran dirinya telah diserahkan ke tangan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus.

Joko Triyono, Kepala BKPP mengatakan, Sumiyatun telah mengajukan pemberhentian dari statusnya sebagai PNS atas permintaan sendiri (APS). Tepatnya sejak 25 Juli 2017.

“Sumiyatun sudah mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai PNS. Termasuk juga sudah mengajukan pengunduran diri sebagai kadinas (Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus),” kata Joko ditemui di tempat kerjanya, Rabu (9/8/2017).

Saat ini proses pengunduran diri memang masih berjalan di provinsi. Karena, melihat status PNS Pembina Tingkat I atau golongan 4 B merupakan wewenang provinsi untuk mengeluarkan suratnya. “Kini tinggal menunggu SK pemberhentian dari gubernur saja,” terangnya.

Adapun masa pensiun Sumiyatun sebagai PNS berakhir pada 1 April 2018. Sumiyatun diketahui akan terjun ke politik dan telah mengajukan pengunduran diri. Praktis, nantinya berhak mendapatkan fasilitas sebagai pensiunan. Mengingat Sumiyatun telah mengabdi lebih dari 20 tahun dan berusia lebih dari 50 tahun.

Sumiyatun mengatakan, berkas pengunduran dirinya sudah diserahkan kepada Badan Kepegawaian. “Tinggal menunggu SK pemberhentian turun,” kata Sumiyatun kepada wartawan.

Karena belum ada SK pemberhentian, maka dirinya tetap beraktivitas layaknya PNS lainnya. “Meski sudah mengajukan pemberhentian, nanti kalau tidak masuk kerja malah salah. Kan belum ada bukti,” katanya.

Diketahui, Sumiyatun telah mendaftar sebagai bakal calon Bupati Kudus dari PDI P. 

Editor : Akrom Hazami

Usai Tempat Karaoke Dinasty Kudus Digrebek, Satpol PP Merasakan …

Petugas Satpol PP melakukan pendataan saat penggrebekan tempat karaoke Dinasty di Jati Wetan, Kabupaten Kudus. (Facebook Djati Solechah)

MuriaNewsCom, Kudus – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Kudus menduga masih ada tempat karaoke yang masih beroperasi. Padahal itu telah dilarang. Karena melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2015 tentang Usaha Hiburan Diskotik, Kelab Malam, Pub, dan Penataan Hiburan Karaoke.

Berdasarkan isi Perda tentang Usaha Hiburan Diskotik, Kelab Malam, Pub, dan Penataan Hiburan Karaoke, terutama pada Bab II Pasal 2 dijelaskan bahwa orang pribadi atau badan dilarang melakukan kegiatan usaha hiburan diskotik, kelab malam, pub, dan usaha karaoke di wilayah Kudus. Ancaman atas pelanggaran ketentuan Pasal 2 dipidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp50 juta.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah mengatakan, usai pihaknya menggrebek karaoke Dinasty di Desa Jati wetan, Jati, pihaknya akan melakukan giat lebih gencar lagi. “Soal kafe lain yang masih buka, kemungkinan masih ada yang buka lagi. Kami akan terus melakukan penindakan terkait hal tersebut,” kata Djati kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Selasa (8/8/2017).

Menurut dia, sebenarnya para pengusaha kafe dan karaoke sudah mengetahui mengenai larangan. Tapi mereka tetap membandel. Mereka malah melakukan aksi kucing-kucingan dengan pemkab. Seperti yang dilakukan pemilik Dinasty.

Pihaknya akan tetap menggelar penertiban. Apalagi, saat ini tidak sedikit masyarakat yang aktif melapor ke Satpol PP. Kendati demikian, Satpol PP berharap pemilik kafe dan karaoke menghormati aturan.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan laporan terkait peredarnya kafe karaoke. Kami harap masyarakat dapat rutin melakukan laporan kepada kami agar bisa ditindaklanjuti,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Sidorekso Mantu, Tradisi Sedekah Bumi Salah Satu Desa di Kudus

Aksi para pemain kethoprak Kancil Arum Joyo dari Pati saat memeriahkan sedekah bumi di Desa Sidorekso, Kaliwungu, Kudus, malam tadi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga di Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, tengah punya gawe, yakni Apitan atau sedekah bumi. Tahun ini, tradisi sedekah bumi ini diangkat dengan tema “Sidorekso Mantu”.

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan yang digelar pemerintah desa setempat ini sangat menarik perhatian warga, bahkan hingga warga luar desa. Puncak tradisi Apitan ini digelar Sabtu (5/8/2017) sejak siang hingga Minggu (6/8/2017) dini hari.

Pemerintah desa mendatangkan grup kethoprak Kancil Arum Joyo dari Pati untuk menyemarakkan tradisi ini. Sebelum pertunjukan dimulai, dilakukan terlebih dahulu selamatan dengan tujuh tumpeng.

Mochamad Arifin, Kepala Desa Sidorekso mengatakan kegiatan ini diselenggarakan khusus untuk masyarakat dan berasal dari usulan masyarakat. Sebagai pemimpin desa, pihaknya mengabulkan keinginan warganya dengan membuat kegiatan tersebut. Malahan, kegiatan yang sudah rutin berlangsung tiap tahun itu dikonsep makin ramai.

“Seperti tahun ini yang kegiatan berlangsung mulai siang hingga malam. Semuanya menggunakan dana kas desa, tanpa iuran dari masyarakat. Rencananya, tahun depan bakal ditambah dengan kegiatan kirab,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, kegiatan sedekah bumi yang diselenggarakan tahun ini merupakan wujud dari rasa syukur atas hasil bumi yang diberikan Tuhan. Oleh karenanya, dalam kegiatan itu juga terdapat doa supaya di tahun-tahun mendatang hasil bumi lebih melimpah. Agar kesejahteraan warga juga makin membaik.

Dari pantauan MuriaNewsCom, saat pertunjukan kethoprak berlangsung lapangan SDN 1 Sidorekso penuh dengan warga. Tak hanya warga Sidorekso, tetapi juga warga dari kampung-kampung sekitar.

Apalagi, di kecamatan Kaliwungu kegiatan semacam itu cukup jarang ditemui sehingga menjadi hiburan yang menarik.

“Sebenarnya tiap desa memiliki tradisi ini, tinggal desanya yang mengelolanya saja. Karena tiap desa ada bengkok untuk selamatan atau sedekah bumi, yang di sini dinamai dengan bengkok wayang,” ucapnya.

Editor : Ali Muntoha

Bus Ini Tiba-tiba Terbakar saat Diperbaiki di Kudus 

Bus mengalami kebakaran saat tengah diperbaiki di salah satu bengkel di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah bus berwarna putih hujau, terbakar di kawasan Desa Tanjungrejo, Jekulo, Sabtu (5/8/2017).  Hal itu terjadi saat  awak bus sedang memperbaiki bus di salah satu bengkel di kawasan itu.

Kapolsek Jekulo AKP Subakri mengatakan, lokasi kebakaran terjadi pada bengkel  Mbelut Mobil milik Abdul Charis (45), warga Desa Tanjungrejo, RT 4 RW 4, Jekulo.  Bus terbakar saat pekerja sedang menangani proses pengelasan bodi mobil.

“Berdasarkan keterangan saksi, bus terbakar sekitar pukul 11.00 WIB tadi. Tiba-tiba api muncul dari bis. Warga dan kru bengkel kesulitan memadamkan karena api cepat membesar,” kata Subakri kepada MuriaNewsCom di lokasi.

Subakri mengatakan, bus mengalami kebakaran saat salah satu kru bernama Tasimin sedang melakukan pengerjaan las dan pemotongan pada bagian belakang bus.  Percikan api cepat membesar setelah merembet ke jok bagian belakang.

Api pun merembet pula ke sebagian besar bodi bus. Sejumlah warga melaporkan ke bagian pemadam kebakaran pemkab. Tak lama kemudian, petugas tiba di lokasi. Usaha petugas pemadam kebakaran cepat membuahkan hasil. Terbukti, api cepat padam tak lama setelah petugas beraksi.

Seluruh bagian bus hangus terbakar. Kini, bus menyisakan bagian kerangka. Saat ini, bangkai bus siap dievakuasi dari bengkel tersebut.

“Beruntung dalam kejadian tidak ada korban jiwa. Hanya atas kejadian tersebut, kemungkinan kerugian mencapai Rp 300 juta lantaran bus habis dilalap api. Saat ini, kami masih mendalami kasus tersebut dengan mencari data pemilik dan kondisi bus,” ungkap dia.

 

Editor : Akrom Hazami

Satpol PP Kudus Diprotes Gara-gara Tertibkan Baliho Cabup yang Melanggar

Petugas Satpol PP saat melakukan penertiban baliho cabup di Kudus yang melanggar. (FACEBOOK)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemilik baliho calon Bupati Kudus 2018, tidak sedikit yang protes, akibat Satpol PP melakukan penertiban baliho melanggar, beberapa waktu terakhir.

Seperti diketahui, Satpol PP Kudus gencar menertibkan baliho milik bakal calon bupati, karena melanggar aturan seperti tak berizin hingga menyalahi tempat pemasangan. Hal ini disampaikan Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah, kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Jumat (4/8/2017).

“Ada perwakilan dari pemilik baliho cabup yang protes. Bentuknya macam-macam. Mulai dari yang komplain ke kantor Satpol PP, atau menghubungi nomor saya secara langsung,” kata Djati.

Biasanya, dia atau petugasnya, memberikan alasan kenapa penertiban dilakukan. Pihaknya berpatokan pada aturan yang berlaku. Jadi, aksi penertiban tidak dilakukan semena-mena.

Kendati demikian, tidak sedikit yang tetap kesal. Sampai, ada pula dari perwakilan salah satu cabup yang berkata kasar kepadanya dan mengklaim telah mengantongi surat izin. Begitu, Satpol PP mengecek ke bagian perizinan, baliho yang berizin hanya beberapa saja.

Misalnya, ada salah satu baliho terpasang di Jalan UMK. Di izinnya hanya untuk satu baliho. Tapi yang terpasang lebih dari satu baliho. “Ada juga yang izinnya memasang di jalan apa, malah dipasang di jalan apa. Tidak sesuai izin. Hal demikian juga kami tertibkan, karena jelas melanggar,” ungkapnya.

Selain tak berizin, lokasi pemasangannya juga melanggar Perda nomor 8/2015 tentang Perubahan Atas Perda Tingkat II Kudus nomor 10/1996 tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban Dalam Wilayah Kabupaten Kudus.
Ada baliho yang dipasang melintang di jalan, ditempelkan pada pohon penghijauan, pada tiang listrik serta tiang lampu pengatur lalu lintas.

Akibat tindakannya, Satpol PP sempat dicap memihak ke salah satu calon bupati, oleh calon lain. Pihaknya menegaskan akan tetap melakukan penindakan terhadap baliho yang ilegal.

Editor : Akrom Hazami

Kaca Innova Dipecah, Uang Ratusan Juta Hilang Digondol di Kudus

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah mobil Kijang Innova mengalami pecah kaca saat diparkir di di depan Bank CIMB Niaga di Jalan Agil Kusumadya Desa Jati, Kudus, Rabu (2/8/2017) sekitar pukul 10. 30 WIB. Akibat pembobolan kaca mobil itu, uang Rp 250 juta yang disimpan di mobil, raib. 

Korbannya adalah Dwi (47)warga Kabupaten Demak. Kendati tidak ada korban jiwa, tapi kerugian yang didera mencapai jutaan rupiah. 

Informasi dari lapangan, Dwi usai ambil uang tunai dari BCA Jalan A Yani Kudus Rp 250 juta. Rencananya, Dwi akan ambil uang lagi di Bank CIMB Niaga di Jalan Agil Kusumadya. Sebelum ambil uang, Dwi bersama keluarga terlebih dulu hendak makan di di warung  Lentog- makanan khas Kudus  lontong kuah sayur nangka, yang berada di pojok seberang jalan depan bank.

Dwi memarkirkan kendaraan di depan bank CIMB Niaga. Uang Rp 250 juta ditaruhnya di plastik keresek warna hitam. Diletakkannya di bawah jok mobil sebelah kiri bagian depan. Pikirnya akan aman. Dwi pun makan di warung. 

Begitu kembali dari warung dan tiba di mobil, Dwi dan keluarga kaget. Kaca mobil bagian kiri depan pecah. Nahasnya, uang di plastik keresek di dalam mobil sudah hilang. Dwi pun sok. Dia dan Keluarga melaporkan ke petugas kepolisian. 

Seolah tak percaya, Dwi hanya pasrah. Dwi pun hanya bisa memberikan keterangan ke polisi, dengan kondisi lemas. Polisi pun melakukan pemeriksaan di lokasi tak lama usai laporan masuk. 

Dari TKP, tim petugas dari Polres menemukan sebatang besi berujung runcing sebesar jari tangan di dalam mobil. Diduga besi itu digunakan untuk memecah kaca dan mengambil uang di bawah jok depan mobil milik korban. 

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo mengatakan polisi telah melakukan pemeriksaan olah TKP. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan. 

“Kasus pecah kaca seperti itu sering terjadi. Kami menduga, keberadaan korban sudah dibuntuti usai ambil uang di bank,” kata Bambang. 

Editor : Akrom Hazami 

KUDUS HEBAT, Kini Berhasil Raih Penghargaan Adipura Kencana 

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan penghargaan Adipura Kencana kepada Bupati Kudus Musthofa di Jakarta. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus berhasil meraih penghargaan Adipura Kencana. Penghargaan bergengsi tersebut diterima Bupati Kudus Musthofa di Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Jakarta, Rabu (3/8/2017).

Dengan penyerahannya langsung dilakukan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Diketahui, penghargaan ini merupakan Adipura tertinggi. Di Jawa Tengah, hanya Kudus yang berhasil meraihnya.

Informasi yang dihimpun bahwa kabupaten atau kota yang masuk dalam nominasi peraih Anugerah Adipura Kencana ini diharapkan tidak hanya bisa menyelesaikan berbagai isu lingkungan hidup sekarang. Seperti pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran dan ruang terbuka hijau (RTH).

Diharapkan pula, kota dan kabupaten peraih nominasi berinovasi di bidang pengelolaan sampah dan RTH. Tidak hanya itu, diharapakan mampu pula membuat sistem pengendalian dampak perubahan iklim, pemanfaatan energi baru terbarukan, penurunan ketimpangan ekonomi, dan sosial berbasis pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam.

Kudus meraih penghargaan bergengsi juga tak lepas dari raihan sebelumnya seperti pernah meraih Anugerah Adipura sebelumnya minimal tiga kali berturut-turut.

Bupati Kudus Musthofa tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Dia merasa bangga dengan apa yang diraih kabupaten yang dipimpinnya itu. Penghargaan bukanlah keberhasilan kepala daerah, melainkan hasil kinerja bersama. “Terima kasih seluruh jajaran OPD kami bersama partisipasi seluruh masyarakat,” kata Musthofa.

Dalam sambutannya Presiden RI Jokowi mengingatkan pentingnya menjaga hutan dan lingkungan. Selain memperoleh lingkungan yang sehat, tentu ada manfaat secara ekonomi yang bisa didapat.

“Kalau hutan di negara lain bisa memakmurkan. Tentunya di negara kita seharusnya juga bisa,” kata Jokowi.(nap)

Editor : Akrom Hazami

MU Kembalikan Formulir Pendaftaran Cabup ke DPC PPP Kudus

Umar Ali atau yang dikenal sebagai Mas Umar (MU) saat usai menyerahkan formulir pendafarannya untuk maju sebagai calon bupati Kudus dari PPP di kantor DPC PPP Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Keseriusan Umar Ali atau yang dikenal sebagai Mas Umar (MU) untuk maju sebagai calon bupati Kudus pada Pemilukada 2018 mendatang, semakin tampak. Di antaranya adalah MU mengembalikan formulir pendaftaran cabupnya ke kantor DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kudus, Rabu (2/8/2017).

Diketahui ada tiga nama bakal calon bupati telah mendaftarkan diri melalui PPP. Mereka adalah Akhwan, Umar Ali, dan Sri Hartini. Sri Hartini, yang juga politisi Partai Gerindra telah lebih dulu menyerahkan formulir. Disusul hari ini, MU menyerahkan formulir.

MU mengaku optimistis jika partai berlambang kakbah itu akan merekomendasikan dirinya. Keyakinan itu muncul seiring intensitasnya melakukan komunikasi dengan PPP. 

Ulwan Hakim, Ketua DPC PPP Kudus mengatakan, proses mendapatkan rekomendasi DPP PPP tidaklah mudah. Karena akan ada sejumlah tahapan yang harus dilalui. “Nantinya masih ada wawancara dua kali yang dilakukan calon. Pertama adalah wawancara di DPD dan berikutnya adalah wawancara di DPP,” katanya.

Mekanisme dari PPP setelah semua formulir dikembalikan oleh pendaftar, selanjutnya akan dilakukan verifikasi. Hasil dari verifikasi tersebut akan disampaikan kepada DPW PPP Jawa Tengah.

Editor : Akrom Hazami

Penjual Bendera Mulai Ramai di Kudus 

Salah satu penjual bendera, Asep, menata bendera dagangannya di depan Makodim Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Para penjual bendera musiman mulai ramai bermunculan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-72 tahun di Kabupaten Kudus.

Seperti di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (2/8/2017). Di titik itu terlihat bendera merah putih dan umbul – umbul berkibar menghiasi pusat kota ini.

Satu dari sejumlah penjual yang berjualan bendera adalah Asep (16), pria asal Bandung, Jawa Barat ini mengaku rutin berjualan bendera pada momen seperti sekarang. Pada tahun ini, dia berjualan mulai akhir Juli hingga 16 Agustus nanti. “Biasanya kan saat-saat ramai ya pas dekat-dekat tanggal 17 Agustus,” kata Asep ditemui di tempatnya berdagang di depan Makodim Kudus.

Bendera yang dijual ada berbagai ukuran dan jenis. Seperti bendera sepanjang satu meter harganya Rp 25 ribu, kemudian bendera kecil Rp 15 ribu. Selain bendera biasa, Asep juga menjual bendera dengan panjang sekitar 5 meter dengan gambar burung Garuda di tengah dengan harga Rp 90 ribu.

Dia juga menjual jenis umbul-umbul dengan harga Rp 25 ribu untuk satu buahnya dengan panjang sekitar 1 meter.

Biasanya, kata Asep, dia mampu mendapatkan uang sekitar Rp 16 juta. Jumlah itu dikantonginya selama dia menjual bendera dari 31 Juli-16 Agustus.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

 

Inovasi Kudus Diapresiasi Lembaga Administrasi Negara

Bupati Kudus Musthofa saat berbicara di depan publik di Workshop Laboratorium Inovasi Daerah dan Launching Inovasi Kabupaten Kudus Kerja Sama Antara Pemkab Kudus dengan LAN, di gedung Setda Kudus, Rabu (26/7/2017). (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Lembaga Administrasi Negara (LAN) sangat mengapresiasi Kabupaten Kudus sebagai salah satu kota yang tak berhenti berinovasi.

Demikian disampaikan oleh Kepala LAN Ady Suryanto saat acara Workshop Laboratorium Inovasi Daerah dan Launching Inovasi Kabupaten Kudus Kerja Sama Antara Pemkab Kudus dengan LAN, di gedung Setda Kudus, Rabu (26/7/2017).

Bupati Kudus Musthofa hadir bersama Kepala LAN Ady Suryanto, dengan dihadiri asisten sekda dan seluruh kepala OPD, termasuk para lurah. Acara bertujuan agar OPD memunculkan inovasi yang bermanfaat bagi publik.

“Kalau ingin belajar inovasi. Contohlah Kudus. Pak Musthofa ini perlu direplikasi,” kata Ady yang mengatakan salah satu kunci sukses inovasi adalah leadership.

Ady berpesan agar bupati dan OPD mau berbagi inovasi yang ada. Supaya bisa memberikan inspirasi bagi daerah lain, serta bermanfaat secara lebih luas.

Saat ini, ada 39 daerah baru yang akan menyusul melakukan hal serupa Kudus. Tentu ini merupakan hal positif untuk memperbaiki kualitas birokrasi di Indonesia. Diharapakan itu semua akan mampu menyejajarkan diri di tingkat internasional.

Musthofa mengajak jajarannya untuk berpikir liar. Tentunya liar di sini adalah berpikir positif. Yakni keluar dari bingkai normatif yang menghasilkan manfaat nyata.

“Mengapa? Karena di dunia ini tidak ada yang abadi. Kecuali perubahan yang tentunya membutuhkan gagasan-gagasan cerdas,” kata orang nomor satu di Kudus ini.

Bupati terus mendorong jajarannya berinovasi. Bahkan ada beberapa yang sudah membuahkan prestasi. Di antaranya Dinas Dukcapil dan BLUD RSUD dr Loekmono Hadi.

“Jangan takut salah. Teruslah berinovasi, meski berpikir liar, asalkan jangan melanggar aturan,” ujarnya. (nap)

Editor : Akrom Hazami

 

 

PKL CFD Kudus Halal Bihalal dengan Bupati  

Bupati Kudus Musthofa saat menyampaikan sambutannya di hadapan PKL di pendapa pemkab setempat. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Para PKL Car Free Day (CFD) Kudus mendapatkan kesempatan bertemu dengan Bupati Kudus Musthofa di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (21/7/2017) sore.

Bupati Kudus Musthofa yang hadir bersama forkopinda dan pejabat pemkab ini mengatakan bahwa para PKL dan para pedagang CFD sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan. Mereka merupakan bentuk kemandirian ekonomi pedagang. “Secara pribadi bersama seluruh pejabat saya mengucapkan maaf atas semua kesalahan. Termasuk dalam melayani seluruh masyarakat,” katanya.

Bupati menambahkan bahwa dirinya berpesan pada seluruh pedagang agar tetap menjaga kebersihan dan ketertiban kota Kudus. Karena pemkab sudah menata kota dengan berbagai taman yang cantik. “Kutitipkan kebersihan kota pada Bapak dan ibu semua. Jangan sampai Kudus menjadi kota sampah,” pesannya.

Di akhir sambutan, Bupati meminta semua pedagang tetap menjaga kekompakan. Tidak mengedepankan ego untuk menang sendiri. Bahkan kalau perlu dibentuk kelompok per area.

Menjawab mengenai tambahan jam CFD, Bupati melalui Dinas Perhubungan menyetujui tambahan satu jam. Namun sebelum batas waktu berakhir, pedagang sudah mengemasi seluruh dagangan.

Ketua paguyuban pedagang CFD Nono Ani Sulastri mengatakan bahwa bupati ini adalah sosok yang peduli pada pedagang termasuk pedagang di CFD. Karena itulah tidak salah apabila disebut sebagai Bapaknya pedagang. “Terima kasih, Pak Musthofa. Atas kesempatan yang diberikan pada kami bisa berjualan di CFD Kudus ini,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

Pungutan SD 5 Jepang Kudus Ini Berganti Nama jadi Uang Amal

Sekretaris Disdikpora Kudus Kasmudi saat melakukan mediasi antara SD 2 Jepang, SD 4 Jepang, dan SD 5 Jepang, Kecamatan Mejobo, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Disdikpora Kudus telah menelusuri kasus pungutan liar di SD 2 Jepang, SD 4 Jepang, dan SD 5 Jepang, Kecamatan Mejobo.

Diketahui, pungutan tampak dari surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala SD 5 Jepang, Sukmo Aning Lestari. Dalam surat nomor 005/34/13.10.08/2017 tanggal 15 Juni 2017, disebutkan pungutan atas dasar kesepakatan SD 2,4 dan 5 Jepang yang memang berada dalam satu kompleks.

  Baca jugaSurat Iuran di SD Kudus Bikin Disdikpora Penasaran

Peruntukannya adalah untuk membangun lapangan voli. Berdasarkan musyawarah tiga kepala SD tersebut, biaya perbaikan lapangan voli menelan anggaran Rp 23,7 juta. Setiap siswa dibebani iuran Rp 50 ribu.

Sekretaris Disdikpora Kasmudi mengatakan, dari hasil pertemuan sekolah dan wali murid menyepakati jika iuran itu berganti nama menjadi uang amal atau sedekah. Orang tua juga tidak keberatan.

“Tadi sudah saya mediasi​, mereka ingin membantu dan beramal untuk sekolah. Sehingga, uang yang sudah terlanjur diberikan kepada sekolah tidak diambil. Melainkan digunakan sebagai amalan dan sedekah,” katanya usai mediasi dengan wali murid dengan pihak SD, di Kudus, Kamis (6/7/2017).

Kendati demikian, sekolah dilarang melakukan hal tersebut lagi. Mengingat pemkab sudah mengalokasikan dana yang tidak sedikit. Termasuk untuk membenahi fasilitas dan keperluan siswa.

Berdasarkan pantauan, pengerjaan lapangan voli sudah mulai dikerjakan.

Editor : Akrom Hazami

Surat Iuran di SD Kudus Bikin Disdikpora Penasaran

Surat Edaran (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah SD di Kudus melakukan penarikan pungutan liar kepada siswanya. Sekolah itu adalah SD 5 Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Penarikan itu tertera di surat edaran yang ditandatangani Kepala SD 5 Jepang, Sukmo Aning Lestari. Dalam surat nomor 005/34/13.10.08/2017 tanggal 15 Juni 2017, disebutkan pungutan atas dasar kesepakatan SD 2,4 dan 5 Jepang yang memang berada dalam satu kompleks.

Peruntukannya adalah untuk membangun lapangan voli. Berdasarkan musyawarah tiga kepala SD tersebut, biaya perbaikan lapangan voli menelan anggaran Rp 23,7 juta. Setiap siswa dibebani iuran Rp 50 ribu.

Pihak SD sampai sekarang belum bisa dikonfirmasi. Ketika didatangi wartawan, hanya tampak penjaga sekolah.

Sekretaris Disdikpora Kudus, Kasmudi mengatakan, pihaknya akan menelusuri info itu. Sebab yang jelas, sekolah dilarang melakukan pungutan, tanpa persetujuan komite.

“Dalam waktu dekat ini akan kami telusuri. Jika memang terbukti adanya iuran, maka kami akan menindak sebagaimana mestinya,” katanya kepada wartawan.

Kasmudi menjelaskan, apapun bentuknya, hal tersebut dilarang. Karena, semua fasilitas sudah dipenuhi oleh pemerintah, baik daerah hingga pusat.

Editor : Akrom Hazami

Ingin Kudus Makin Maju, Ini yang Diharapkan Bupati Musthofa

Bupati Kudus Musthofa bersama sejumlah pejabat saat menggelar safari Jumat di Masjid Baitul Mukmin, Klumpit, Gebog, Jumat (2/6/2017). (Foto : Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menginginkan ada sinergi yang kuat antara pemerintah dengan warga. Tanpa sinergi menurut dia, keinginan sebuah daerah untuk maju dan berkembang akan sulit terjadi.

Kunci utamanya yakni komunikasi yang baik, karena menjadi modal untuk memperlancar program-program pembangunan. Ini disampaikan Musthofa dalam Safari Jumat di Masjid Baitul Mukmin, Klumpit, Gebog, Jumat (2/6/2017).

Menurut dia, komunikasi yang tak baik akan memengaruhi arah pembangunan menjadi tidak fokus pada satu tujuan yang disepakati bersama. Itulah mengapa Bupati Kudus H. Musthofa terus membangun komunikasi dan memperkuat sinergi bersama seluruh jajarannya dengan masyarakat.

Termasuk kegiatan Safari Jumat menurut dia, juga sangat bermanfaat untuk membangun komunikasi. Menurutnya, acara rutin ini bukan sekadar rutinitas. Tetapi ada hal-hal yang bisa dilihat dan didengar langsung dari masyarakat.

“Inilah yang saya harapkan. Yaitu seluruh pejabat bisa langsung turun ke tengah masyarakat untuk melihat, mendengar, dan merasakan harapan saudara-saudaranya itu,” katanya.

Musthofa menginginkan, semua program pro rakyatnya merupakan buah dari komunikasi yang bagus dengan masyarakat. “Saya tidak mau lagi mendengar ada pejabat saya hanya bersumber dari ‘katanya’, tetapi lihatlah secara langsung yang sebenarnya,” ujarnya.

Menyinggung mengenai Salat Jumat yang tanpa pemberitahuan sebelumnya ini, bupati mengatakan bahwa kehadirannya tidak ingin diistimewakan. Karena salat Jumat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan.

“Salat Jumat bisa dilakukan di masjid mana saja. Dan saya ingin melaksanakannya bersama masyarakat,” pungkasnya. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Cermati, Ada yang Salah dari Perda soal Lambang Kudus

Sejarawan Kudus Edy Supratno saat memaparkan keterangannya di Diskusi Kritik Logo Kabupaten Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Lambang sebuah daerah atau kabupaten, adalah lambang resmi yang merepresentasikan sebuah daerah itu sendiri. Diambil dari sejarah dan filosofi daerah, dan menjadi ciri khas daerah tersebut.

Kabupaten Kudus juga memiliki lambang yang digunakan di berbagai lokasi dan logo resmi. Semuanya sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 1969. “Namun, ada beberapa hal yang ternyata berbeda antara isi dari perda itu, dengan lambang yang beredar selama ini” kata sejarawan Kudus Edy Supratno.

Itu disampaikannya dalam Diskusi Kritik Logo Kabupaten Kudus, yang diselenggarakan PWI Kabupaten Kudus, Kamis (11/5/2017). Menurut dia, ada beberapa contoh yang disampaikan Edy, terkait perbedaan tersebut. Misalnya saja dalam perda disebutkan jika ada gambar lilin di dalam lambang itu. Padahal, jika dicermati dengan baik, tidak ada gambar lilin sama sekali.

“Terus terang saya penasaran ketika mengetahui jika dalam perda disebutkan ada kata lilin. Saya kemudian mencari di gambar lambang Kudus itu. Dan sama sekali tidak saya temukan gambar lilin sebagaimana disebutkan dalam perda,” terangnya.

Edy yang masih penasaran, kemudian mencoba mencermati lagi apakah ada gambar lilin sebagaimana dalam perda itu. Usai mencocokkan sana-sini, Edy menemukan satu kata yang sepintas senada dengan kata lilin yang ada dalam perda.

“Saya yakin bahwa ada salah ketik dalam perda itu. Mungkin yang dimaksud adalah kata “pilin”, dan bukan “lilin”. Karena dalam lambang itu, ada gambar tali yang dipilin-pilin. Makanya saya kemudian mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud adalah kata “pilin”,” katanya.

Setidaknya ada beberapa kesalahan antara ketentuan dalam perda, dan gambar lambang yang beredar selama ini. Seperti pada warna, bentuk, tulisan, dan jumlah. Contoh dalam hal jumlah, adalah jumlah kapas yang ada dalam lambang, dengan yang ada di perda.

Dalam perda disebutkan, jumlah kapas adalah 8. Sedangkan dalam beberapa lambang yang dipakai sekarang, ada yang jumlahnya 8 atau 9. “Berbeda-beda jumlahnya. Sehingga ini perbedaan lain yang kita temukan,” tambah Edy.

Kegiatan bedah lambang Kudus itu sendiri, diikuti rekan-rekan wartawan yang ada di Kudus. Juga terlihat hadir anggota DPRD Kudus dari Partai Nasdem Muhtamat, dan aktivis perempuan Eni Mardiyanti.

Editor : Akrom Hazami

Akhirnya, Malam Nanti Car Free Night di Kudus Digelar

Sejumlah PKL berada di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Nanti malam, CFN bakal digelar di kawasan ini. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 MuriaNewsCom,Kudus – Setelah beberapa kali mengalami penundaan, akhirnya Car Free Night (CFN) akan dilaksanakan nanti malam, Sabtu (6/5/2017), di kawasan Bundaran Simpang Tujuh Kudus.

Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, pihaknya meyakinkan masyarakat jika kegiatan CFN malam nanti pasti dilaksanakan. Karena, semua persiapan sudah dilakukan dan kegiatan CFN sudah dinantikan oleh masyarakat.

“Setelah lama tertunda, kami meyakinkan nanti malam CFN dipastikan dilaksanakan. Bahkan ketika cuacanya buruk, seperti hujan misalnya, kegiatan CFN akan tetap dilanjutkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selama ini kegiatan CFN terpaksa ditunda karena kendala cuaca. Meski sebenarnya, semua persiapannya sudah ada, mulai pedagang yang meramaikan, rekayasa lalu lintas hingga hiburan.

Bahkan, katanya, sejumlah komunitas dan masyarakat sudah banyak yang mempertanyakan kapan dimulai. Bahkan, beberapa di antaranya sampai menghubungi pihaknya secara langsung menanyakan kepastian CFN tersebut.

Hanya, dia menjawab belum bisa menjalankan CFN jika cuaca kurang mendukung. Pihaknya khawatir jika nekat dilakukan dan hujan turun, maka yang jadi korban adalah pedagang.

CFN, ini akan dilaksanakan selama dua pekan sekali. Jika sebelumnya, kegiatan CFN diagendakan pekan kedua dan keempat, maka kini kegiatan CFN bakal dilaksanakan pada pekan ketiga dan pekan keempat. Karena, pada CFN tidak bisa dilakukan tiap malam Minggu.

Editor : Kholistiono