Inovasi Kudus Diapresiasi Lembaga Administrasi Negara

Bupati Kudus Musthofa saat berbicara di depan publik di Workshop Laboratorium Inovasi Daerah dan Launching Inovasi Kabupaten Kudus Kerja Sama Antara Pemkab Kudus dengan LAN, di gedung Setda Kudus, Rabu (26/7/2017). (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Lembaga Administrasi Negara (LAN) sangat mengapresiasi Kabupaten Kudus sebagai salah satu kota yang tak berhenti berinovasi.

Demikian disampaikan oleh Kepala LAN Ady Suryanto saat acara Workshop Laboratorium Inovasi Daerah dan Launching Inovasi Kabupaten Kudus Kerja Sama Antara Pemkab Kudus dengan LAN, di gedung Setda Kudus, Rabu (26/7/2017).

Bupati Kudus Musthofa hadir bersama Kepala LAN Ady Suryanto, dengan dihadiri asisten sekda dan seluruh kepala OPD, termasuk para lurah. Acara bertujuan agar OPD memunculkan inovasi yang bermanfaat bagi publik.

“Kalau ingin belajar inovasi. Contohlah Kudus. Pak Musthofa ini perlu direplikasi,” kata Ady yang mengatakan salah satu kunci sukses inovasi adalah leadership.

Ady berpesan agar bupati dan OPD mau berbagi inovasi yang ada. Supaya bisa memberikan inspirasi bagi daerah lain, serta bermanfaat secara lebih luas.

Saat ini, ada 39 daerah baru yang akan menyusul melakukan hal serupa Kudus. Tentu ini merupakan hal positif untuk memperbaiki kualitas birokrasi di Indonesia. Diharapakan itu semua akan mampu menyejajarkan diri di tingkat internasional.

Musthofa mengajak jajarannya untuk berpikir liar. Tentunya liar di sini adalah berpikir positif. Yakni keluar dari bingkai normatif yang menghasilkan manfaat nyata.

“Mengapa? Karena di dunia ini tidak ada yang abadi. Kecuali perubahan yang tentunya membutuhkan gagasan-gagasan cerdas,” kata orang nomor satu di Kudus ini.

Bupati terus mendorong jajarannya berinovasi. Bahkan ada beberapa yang sudah membuahkan prestasi. Di antaranya Dinas Dukcapil dan BLUD RSUD dr Loekmono Hadi.

“Jangan takut salah. Teruslah berinovasi, meski berpikir liar, asalkan jangan melanggar aturan,” ujarnya. (nap)

Editor : Akrom Hazami

 

 

PKL CFD Kudus Halal Bihalal dengan Bupati  

Bupati Kudus Musthofa saat menyampaikan sambutannya di hadapan PKL di pendapa pemkab setempat. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Para PKL Car Free Day (CFD) Kudus mendapatkan kesempatan bertemu dengan Bupati Kudus Musthofa di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (21/7/2017) sore.

Bupati Kudus Musthofa yang hadir bersama forkopinda dan pejabat pemkab ini mengatakan bahwa para PKL dan para pedagang CFD sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan. Mereka merupakan bentuk kemandirian ekonomi pedagang. “Secara pribadi bersama seluruh pejabat saya mengucapkan maaf atas semua kesalahan. Termasuk dalam melayani seluruh masyarakat,” katanya.

Bupati menambahkan bahwa dirinya berpesan pada seluruh pedagang agar tetap menjaga kebersihan dan ketertiban kota Kudus. Karena pemkab sudah menata kota dengan berbagai taman yang cantik. “Kutitipkan kebersihan kota pada Bapak dan ibu semua. Jangan sampai Kudus menjadi kota sampah,” pesannya.

Di akhir sambutan, Bupati meminta semua pedagang tetap menjaga kekompakan. Tidak mengedepankan ego untuk menang sendiri. Bahkan kalau perlu dibentuk kelompok per area.

Menjawab mengenai tambahan jam CFD, Bupati melalui Dinas Perhubungan menyetujui tambahan satu jam. Namun sebelum batas waktu berakhir, pedagang sudah mengemasi seluruh dagangan.

Ketua paguyuban pedagang CFD Nono Ani Sulastri mengatakan bahwa bupati ini adalah sosok yang peduli pada pedagang termasuk pedagang di CFD. Karena itulah tidak salah apabila disebut sebagai Bapaknya pedagang. “Terima kasih, Pak Musthofa. Atas kesempatan yang diberikan pada kami bisa berjualan di CFD Kudus ini,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

Pungutan SD 5 Jepang Kudus Ini Berganti Nama jadi Uang Amal

Sekretaris Disdikpora Kudus Kasmudi saat melakukan mediasi antara SD 2 Jepang, SD 4 Jepang, dan SD 5 Jepang, Kecamatan Mejobo, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Disdikpora Kudus telah menelusuri kasus pungutan liar di SD 2 Jepang, SD 4 Jepang, dan SD 5 Jepang, Kecamatan Mejobo.

Diketahui, pungutan tampak dari surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala SD 5 Jepang, Sukmo Aning Lestari. Dalam surat nomor 005/34/13.10.08/2017 tanggal 15 Juni 2017, disebutkan pungutan atas dasar kesepakatan SD 2,4 dan 5 Jepang yang memang berada dalam satu kompleks.

  Baca jugaSurat Iuran di SD Kudus Bikin Disdikpora Penasaran

Peruntukannya adalah untuk membangun lapangan voli. Berdasarkan musyawarah tiga kepala SD tersebut, biaya perbaikan lapangan voli menelan anggaran Rp 23,7 juta. Setiap siswa dibebani iuran Rp 50 ribu.

Sekretaris Disdikpora Kasmudi mengatakan, dari hasil pertemuan sekolah dan wali murid menyepakati jika iuran itu berganti nama menjadi uang amal atau sedekah. Orang tua juga tidak keberatan.

“Tadi sudah saya mediasi​, mereka ingin membantu dan beramal untuk sekolah. Sehingga, uang yang sudah terlanjur diberikan kepada sekolah tidak diambil. Melainkan digunakan sebagai amalan dan sedekah,” katanya usai mediasi dengan wali murid dengan pihak SD, di Kudus, Kamis (6/7/2017).

Kendati demikian, sekolah dilarang melakukan hal tersebut lagi. Mengingat pemkab sudah mengalokasikan dana yang tidak sedikit. Termasuk untuk membenahi fasilitas dan keperluan siswa.

Berdasarkan pantauan, pengerjaan lapangan voli sudah mulai dikerjakan.

Editor : Akrom Hazami

Surat Iuran di SD Kudus Bikin Disdikpora Penasaran

Surat Edaran (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah SD di Kudus melakukan penarikan pungutan liar kepada siswanya. Sekolah itu adalah SD 5 Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Penarikan itu tertera di surat edaran yang ditandatangani Kepala SD 5 Jepang, Sukmo Aning Lestari. Dalam surat nomor 005/34/13.10.08/2017 tanggal 15 Juni 2017, disebutkan pungutan atas dasar kesepakatan SD 2,4 dan 5 Jepang yang memang berada dalam satu kompleks.

Peruntukannya adalah untuk membangun lapangan voli. Berdasarkan musyawarah tiga kepala SD tersebut, biaya perbaikan lapangan voli menelan anggaran Rp 23,7 juta. Setiap siswa dibebani iuran Rp 50 ribu.

Pihak SD sampai sekarang belum bisa dikonfirmasi. Ketika didatangi wartawan, hanya tampak penjaga sekolah.

Sekretaris Disdikpora Kudus, Kasmudi mengatakan, pihaknya akan menelusuri info itu. Sebab yang jelas, sekolah dilarang melakukan pungutan, tanpa persetujuan komite.

“Dalam waktu dekat ini akan kami telusuri. Jika memang terbukti adanya iuran, maka kami akan menindak sebagaimana mestinya,” katanya kepada wartawan.

Kasmudi menjelaskan, apapun bentuknya, hal tersebut dilarang. Karena, semua fasilitas sudah dipenuhi oleh pemerintah, baik daerah hingga pusat.

Editor : Akrom Hazami

Ingin Kudus Makin Maju, Ini yang Diharapkan Bupati Musthofa

Bupati Kudus Musthofa bersama sejumlah pejabat saat menggelar safari Jumat di Masjid Baitul Mukmin, Klumpit, Gebog, Jumat (2/6/2017). (Foto : Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menginginkan ada sinergi yang kuat antara pemerintah dengan warga. Tanpa sinergi menurut dia, keinginan sebuah daerah untuk maju dan berkembang akan sulit terjadi.

Kunci utamanya yakni komunikasi yang baik, karena menjadi modal untuk memperlancar program-program pembangunan. Ini disampaikan Musthofa dalam Safari Jumat di Masjid Baitul Mukmin, Klumpit, Gebog, Jumat (2/6/2017).

Menurut dia, komunikasi yang tak baik akan memengaruhi arah pembangunan menjadi tidak fokus pada satu tujuan yang disepakati bersama. Itulah mengapa Bupati Kudus H. Musthofa terus membangun komunikasi dan memperkuat sinergi bersama seluruh jajarannya dengan masyarakat.

Termasuk kegiatan Safari Jumat menurut dia, juga sangat bermanfaat untuk membangun komunikasi. Menurutnya, acara rutin ini bukan sekadar rutinitas. Tetapi ada hal-hal yang bisa dilihat dan didengar langsung dari masyarakat.

“Inilah yang saya harapkan. Yaitu seluruh pejabat bisa langsung turun ke tengah masyarakat untuk melihat, mendengar, dan merasakan harapan saudara-saudaranya itu,” katanya.

Musthofa menginginkan, semua program pro rakyatnya merupakan buah dari komunikasi yang bagus dengan masyarakat. “Saya tidak mau lagi mendengar ada pejabat saya hanya bersumber dari ‘katanya’, tetapi lihatlah secara langsung yang sebenarnya,” ujarnya.

Menyinggung mengenai Salat Jumat yang tanpa pemberitahuan sebelumnya ini, bupati mengatakan bahwa kehadirannya tidak ingin diistimewakan. Karena salat Jumat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan.

“Salat Jumat bisa dilakukan di masjid mana saja. Dan saya ingin melaksanakannya bersama masyarakat,” pungkasnya. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Cermati, Ada yang Salah dari Perda soal Lambang Kudus

Sejarawan Kudus Edy Supratno saat memaparkan keterangannya di Diskusi Kritik Logo Kabupaten Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Lambang sebuah daerah atau kabupaten, adalah lambang resmi yang merepresentasikan sebuah daerah itu sendiri. Diambil dari sejarah dan filosofi daerah, dan menjadi ciri khas daerah tersebut.

Kabupaten Kudus juga memiliki lambang yang digunakan di berbagai lokasi dan logo resmi. Semuanya sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 1969. “Namun, ada beberapa hal yang ternyata berbeda antara isi dari perda itu, dengan lambang yang beredar selama ini” kata sejarawan Kudus Edy Supratno.

Itu disampaikannya dalam Diskusi Kritik Logo Kabupaten Kudus, yang diselenggarakan PWI Kabupaten Kudus, Kamis (11/5/2017). Menurut dia, ada beberapa contoh yang disampaikan Edy, terkait perbedaan tersebut. Misalnya saja dalam perda disebutkan jika ada gambar lilin di dalam lambang itu. Padahal, jika dicermati dengan baik, tidak ada gambar lilin sama sekali.

“Terus terang saya penasaran ketika mengetahui jika dalam perda disebutkan ada kata lilin. Saya kemudian mencari di gambar lambang Kudus itu. Dan sama sekali tidak saya temukan gambar lilin sebagaimana disebutkan dalam perda,” terangnya.

Edy yang masih penasaran, kemudian mencoba mencermati lagi apakah ada gambar lilin sebagaimana dalam perda itu. Usai mencocokkan sana-sini, Edy menemukan satu kata yang sepintas senada dengan kata lilin yang ada dalam perda.

“Saya yakin bahwa ada salah ketik dalam perda itu. Mungkin yang dimaksud adalah kata “pilin”, dan bukan “lilin”. Karena dalam lambang itu, ada gambar tali yang dipilin-pilin. Makanya saya kemudian mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud adalah kata “pilin”,” katanya.

Setidaknya ada beberapa kesalahan antara ketentuan dalam perda, dan gambar lambang yang beredar selama ini. Seperti pada warna, bentuk, tulisan, dan jumlah. Contoh dalam hal jumlah, adalah jumlah kapas yang ada dalam lambang, dengan yang ada di perda.

Dalam perda disebutkan, jumlah kapas adalah 8. Sedangkan dalam beberapa lambang yang dipakai sekarang, ada yang jumlahnya 8 atau 9. “Berbeda-beda jumlahnya. Sehingga ini perbedaan lain yang kita temukan,” tambah Edy.

Kegiatan bedah lambang Kudus itu sendiri, diikuti rekan-rekan wartawan yang ada di Kudus. Juga terlihat hadir anggota DPRD Kudus dari Partai Nasdem Muhtamat, dan aktivis perempuan Eni Mardiyanti.

Editor : Akrom Hazami

Akhirnya, Malam Nanti Car Free Night di Kudus Digelar

Sejumlah PKL berada di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Nanti malam, CFN bakal digelar di kawasan ini. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 MuriaNewsCom,Kudus – Setelah beberapa kali mengalami penundaan, akhirnya Car Free Night (CFN) akan dilaksanakan nanti malam, Sabtu (6/5/2017), di kawasan Bundaran Simpang Tujuh Kudus.

Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, pihaknya meyakinkan masyarakat jika kegiatan CFN malam nanti pasti dilaksanakan. Karena, semua persiapan sudah dilakukan dan kegiatan CFN sudah dinantikan oleh masyarakat.

“Setelah lama tertunda, kami meyakinkan nanti malam CFN dipastikan dilaksanakan. Bahkan ketika cuacanya buruk, seperti hujan misalnya, kegiatan CFN akan tetap dilanjutkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selama ini kegiatan CFN terpaksa ditunda karena kendala cuaca. Meski sebenarnya, semua persiapannya sudah ada, mulai pedagang yang meramaikan, rekayasa lalu lintas hingga hiburan.

Bahkan, katanya, sejumlah komunitas dan masyarakat sudah banyak yang mempertanyakan kapan dimulai. Bahkan, beberapa di antaranya sampai menghubungi pihaknya secara langsung menanyakan kepastian CFN tersebut.

Hanya, dia menjawab belum bisa menjalankan CFN jika cuaca kurang mendukung. Pihaknya khawatir jika nekat dilakukan dan hujan turun, maka yang jadi korban adalah pedagang.

CFN, ini akan dilaksanakan selama dua pekan sekali. Jika sebelumnya, kegiatan CFN diagendakan pekan kedua dan keempat, maka kini kegiatan CFN bakal dilaksanakan pada pekan ketiga dan pekan keempat. Karena, pada CFN tidak bisa dilakukan tiap malam Minggu.

Editor : Kholistiono

Parkir Elektronik Akan Diberlakukan di Pasar Baru Kudus

Bangunan Pasar Baru Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus akan menjadikan Pasar Baru Wergu Kudus proyek percontohan pasar pertama yang pengelolaan parkirnya berbasis elektronik. Demikian disampaikan Kepala UPT Parkir Dishub Kudus Istiyanto di Kudus, Rabu (3/5/2017).  Sesuai rencananya, pemberlakuan tiket elektronik mulai dilakukan bulan ini.

Pihaknya sejauh ini telah menyiapkan dua unit portal parkir elektronik untuk di pasar di areal parkir. “Kami masih menunggu teknisi dan melakukan training terhadap sebanyak 15 orang juru parkir yang akan bekerja dalam dua shift. Ditargetkan parkir elektronik di Pasar Baru sudah beroperasi bulan ini,” kata Istiyanto.

Menurutnya, para juru parkir diambil dari pemuda tiga desa atau kelurahan setempat. Tenaganya yang jelas, dari karang taruna Kelurahan Wergu Kulon dan Wergu Wetan, serta Desa Loram Wetan. Nantinya, pihaknya juga terus mematangkan konsep parkir elektronik di Pasar Baru. Jalur keluar masuk dan areal parkir kendaraan akan ditata sehingga tidak mengganggu lalu-lintas kendaraan di areal pasar.

Lantas bagaimana potensi pendapatan parkir setelah pemberlakukan sistem parkir elektronik? Istiyanto menjelaskan sejauh ini belum ada angka pasti. “Sebab saat ini masih masa transisi pemindahan pedagang dari pasar lama ke pasar baru. Setelah nanti diujicobakan, baru bisa dihitung potensi pendapatannya,” ujarnya. “Yang jelas pengelolaan parkir akan lebih transparan dan mudah dipantau,” ujarnya.

Dishub juga bakal memasang portal parkir elektronik di gedung parkir baru Pasar Kliwon. Pihaknya masih menunggu kajian keamanan penggunaan gedung parkir baru. Kemungkinan lantai dasar yang akan dimanfaatkan untuk parkir kendaraan bermotor, akan dipasangi portal parkir elektronik. 

Anggota DPRD Kudus Ahmad Fatkhul Azis mengatakan, Dishub harus melakukan terobosan dan inovasi, mengingat target pendapatan parkir yang dibebankan tahun ini cukup tinggi.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Satlantas Kudus Apel Pagi Bisa di Mana Saja

Sejumlah anggota Satlantas melakukan apel pagi di Pasar Kliwon, beberapa waktu yang lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Satlantas Polres Kudus punya kebiasaan unik untuk meningkatkan kedisiplinan anggotanya. Di antaranya dengan melakkan apel di lokasi berbeda setiap hari.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan kedisplinan anggota. Tujuannya guna meningkatkan kinerja anggota sat lantas, terutama dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.

“Tiap pagi kami dari Satlantas selalu apel di tempat berbeda. Seperti di Pasar Kliwon, Tanggulangin, depan DPRD dan sejumlah tempat keramaian lainya. Itu kami lakukan guna meningkatkan kedisiplinan anggota,” kata Eko di Kudus, Sabtu (1/4/2017).

Menurutnya, dengan lokasi apel yang selalu berpindah-pindah dapat meningkatkan kedisiplinan anggota dan juga lebih siap. Karena, tempat tinggal para anggota yang menyebar.

Selain itu, waktu apel yang sangat pagi juga menjadi tantangan bagi para anggota satlantas. Apel dimulai sekitar pukul 05.45 WIB, membuat anggota harus lebih gasik mengawali aktivitas hariannya.

“Kami memberikan hadiah kepada anggota yang datang lebih awal selama sebulan penuh. Itu dapat menjadikan motivasi bagi mereka agar lebih semangat,” ujarnya.

Sementara, bagi yang telat juga diberikan hukuman. Adapun sanksi yang dilakukan dengan membawa bendera bertuliskan “saya terlambat” dan dibawa selama apel pagi.

Editor : Akrom Hazami

 

6 CCTV yang Dipasang di Jalan Raya Kudus Bisa Ditonton di Facebook

Tampilan Facebook Dinas Perhubungan Kudus. (ISTIMEWA

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak enam kamera closed circuit television (CCTV) telah terpasang di enam sudut jalan raya di Kabupaten Kudus. Enam titik itu merupakan wilayah yang padat hampir setiap waktunya.

“Keenam titik yang dipasangi CCTV, adalah Simpang Tujuh Kudus, kawasan Jetak Kaliwungu, Terminal Jati, Tanggulangin, depan Pasar Kliwon, dan di depan DPRD Kudus,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto di kota setempat, Rabu (29/3/2017).

Sementara itu, hasil rekamannya akan disalurkan ke akun media sosial Facebook (FB) Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus. Pantauan MuriaNewsCom di FB Dinas Perhubungan Kudus, Rabu (29/3/2017), pukul 15.00 WIB, tak tampak ada rekaman CCTV di akun tersebut. 

Dia mengklaim pula jika kualitas gambar CCTV amat bagus. Dalam hal ini, kualitas gambar tidak akan pecah kendati di-zoom sekalipun. Rekaman CCTV itu akan hilang jika lebih dari satu bulan. Mengingat keterbatasan memori yang ada.

Tujuan pemasangan CCTV adalah mengetahui kondisi lalu lintas di wilayah keramaian di Kudus. CCTV juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan kepolisian.

Editor : Akrom Hazami

Perekaman E-KTP Dilakukan Hingga Pelosok Desa di Kudus

Petugas melakukan perekaman data E-KTP kepada warga di salah satu desa di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Disdukcapil Kudus melakukan jemput bola dengan mengajak perekaman E-KTP hingga pelosok desa. Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo mengatakan, selama ini proses perekaman E-KTP masih tetap berjalan dari satu wilayah ke wilayah lain. Perekaman dilakukan mulai satu desa secara menyeluruh.

“Jadi kami memutar dari satu desa ke desa lainnya. Nantinya jika dalam desa yang direkam ada keluhan pemdes warganya yang kesulitan datang, maka petugas kami yang akan datang kesana,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Selasa (28/3/2017).

Menurutnya, progam itu sudah berjalan cukup lama di Kudus. Dengan mobil keliling perekaman E-KTP dan jadwal yang tersusun. Petugas bahkan tak jarang harus berjalan kaki menyusuri desa untuk mendapatkan alamat tujuan warga.

Sayangnya, proses tersebut baru sebatas perekaman saja lantaran untuk blangko E-KTP masih menunggu kiriman pusat. Untuk itu, bagi perekam E-KTP di Kudus diberikan surat keterangan perekaman KTP. 

“Jika nanti ada kiriman blangko E-KTP datang, kami akan langsung mencetaknya. Tentunya sesuai dengan urutan mana dulu yang harus dicetak oleh petugas. Namun biasanya kiriman juga terbatas sehingga tidak çukup memenuhi kebutuhan,” ujarnya 

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Kudus Siap Bantu SMA/SMK Secara Penuh

Salah satu kegiatan SMK di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Meski kini pengelolaan sekolah tingkat SMA dan SMK menjadi wewenang pemerintah provinsi, namun Pemkab Kudus tak diam saja dalam hal menyukseskanny penyelanggaraan pendidikan.

Pemkab bersedia membantu secara penuh kebutuhan dari sekolah untuk siswa yang berada di Kudus. Bupati Kudus Musthofa mengatakan, pemkab siap mendukung secara total kebutuhan SMK. Bahkan anggaran yang besar juga sudah disiapkan dalam hal memenuhi kebutuhan SMA SMK.

“Rp 15,9 miliar sudah dipersiapkan dalam memenuhi kekurangan pendidikan. Jadi meski kini pengelolaan di wilayahnya Jateng, namun Kudus tak mau membiarkannya begitu saja,” kata Musthofa di Kudus.

Menurutnya, dengan anggaran yang besar itulah diharapakan semua kekurangan kebutuhan akan tercapai. Pihaknya tak mau mendengar jika ada orang tua yang kesusahan dalam membayar sekolah anaknya. Apalagi itu terjadi di Kudus.

Pihaknya tak mempermasalahkan regulasi yang menjadi kewenangan kementerian. Sebagai kepala daerah, pihaknya mendukung penuh akan kebijakan dari pemerintah pusat itu.

“Bagaimanapun juga sekolah berada di Kudus. Kami tak ingin masyarakat Kudus sampai kesulitan bersekolah,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus Bicara Pajak yang Kian Gampang

Bupati Kudus Musthofa saat mengikuti kegiatan penyampaian SPT Tahunan pajak secara elektronik. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa bersama Sekretaris Daerah dan sejumlah pejabat eselon II Pemkab Kudus mengikuti kegiatan penyampaian SPT tahunan pajak secara elektronik, di pendapa, Senin (20/3/2017).

Acara dikemas dalam sebuah label Pekan Panutan Pajak dengan dihadiri Kepala KPP Pratama Kudus, Bernadette Ning Dijah Prananingrum.

”Kita mengawali dari pemda sebagai penyelenggara. Karena ini sudah menjadi kewajiban, jadi ya tidak perlu lagi ditagih,” kata Musthofa seusai penyampaian SPT tahunan itu.

Ditambahkannya, pemda melalui OPD merupakan fasilitator dalam penerimaan pendapatan negara dari pajak. Untuk itu perlu adanya integrasi program, termasuk dalam pembayaran pajak.

”Sinergi antara kantor pajak, perizinan, bahkan dengan perindustrian ini perlu untuk semua kemudahan itu,” tambahnya.

Harapannya, ke depan kantor pajak hanya menghitung finalnya saja. Sehingga tidak ada lagi alasan untuk takut pada petugas pajak. Tetapi kesadaran untuk membayar pajak harus lebih meningkat.

“Karena uang hasil pembayaran pajak itu juga untuk pembangunan Sistemnya juga harus dibangun,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Kudus Bernadette membenarkan kemudahan pembayaran pajak sebagaimana disampaikan bupati. Yakni dengan sistem secara online yang disebut e-billing. Sedangkan mengenai target sebesar Rp 1,9 triliun, pihaknya optimistis terpenuhi.

Editor : Akrom Hazami

USBN Diselenggarakan, Beredar Soal Ujian Via WA di Kudus

Contoh soal USBN yang beredar via WA. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mulai diselenggarkan di Kudus, Senin (20/3/2017). Di tengah penyelenggarannya, sekolah dihebohkan dengan beredarnya soal ujian berformat PDF.

Ironisnya lagi, soal tersebar melalui pesan di WhatsApp (WA). Beberapa sekolah juga menerima pesan tersebut. Salah satunya SMAN 1 Kudus.

Waka Humas SMAN 1 Kudus Zubaidi mengatakan, kabar beredarnya soal USBN format PDF dari pesan WA sudah diterima. Hal itu membuat pihak sekolah bingung.

“Bapak kepala sekolah sudah bilang sama saya, dia dapat soal. Akhirnya saya diminta komunikasi dengan provinsi tentang kabar tersebut,” kata Zubaidi di Kudus.

Sembari menunggu hasil dari koordinasi provinsi, pihak sekolah tetap melanjutkan kegiatan USBN seperti pada umumnya.

Pantauan MuriaNewsCom,dalam lembar soal itu tertera juga, waktu dan mata pelajaran yang sama dengan penyelenggaraan hari ini. Yakni mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dengan waktu yang tertera juga sama persis, pukul 08.00 WIB-09.30 WIB.

“Kami belum mengecek soalnya secara langsung. Nanti kalau selesai ujian akan kami cek langsung soalnya apakah benar ataukah tidak,” ungkapnya.

Hanya, secara prinsip dia mengikuti aturan provinsi.Jika nantinya benar dan diminta mengulang, sekolah akan mematuhi.

Editor : Akrom Hazami

 

Car Free Night (CFN) Kudus Diundur Bulan Depan, Ada Apa?

Kendaraan melintas kawasan Simpang Tujuh Kudus yang diguyur hujan, Sabtu (18/3/2017). Cuaca yang tidak mendukung membuat kegiatan CFN diundur. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Rencana kegiatan Car Free Night (CFN) Kudus yang seharusnya dimulai pada 11 Maret, rupanya diundur jadi April mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, pertimbangan diundurnya kegiatan CFN, adalah dengan mempertimbangkan cuaca. Pihaknya melihat cuaca yang masih kurang mendukung sehingga pihaknya memutuskan untuk mengundur waktunya.

“Sekarang masih hujan, jadi jika dipaksakan bakalan sepi. Akibatnya, kegiatan yang seharusnya meriah menjadi tidak maksimal karena sedikit pengunjung,” katanya di Kudus, Sabtu (18/3/2017).

Sejak awal, Didik memang merencanakan bakal menyelenggarakan CFN pada bulan ini. Dengan catatan, cuaca yang mendukung dan tidak ada hujan yang mengganggu.

Disinggung mengenai persiapan pelaksanaan CFN, Didik mengungkapkan semuanya sudah siap. Mulai dari personel dari dishub dan sejumlah instansi yang meramaikan. Jadi, jika tak ada halangan, awal bulan depan CFN tinggal menjalankan saja.

“Sejumlah komunitas mobil dan juga komunikasi motor sudah kami hubungi. Mereka sudah siap meramaikan dan malah tak sabar. Selain itu, para pedagang yang akan memeriahkannya juga sudah siap, jadi tinggal menunggu cuacanya saja,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Bau Pesing Kerap Tercium di Kawasan Perpusda dan Spot Center Kudus

Pengendara melintas di kawasan Sport Center, Kabupaten Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kebutuhan akan toilet umum di kawasan Sport Center dan Perpusda Kudus benar-benar mendesak. Itu untuk mengurangi bau pesing yang kerap kali menyengat di kawasan tersebut. Sebab tidak sedikit oknum warga yang memanfaatkan lokasi untuk tempat buang air.

Adi, warga yang berada di kawasan Sport Center mengatakan, di beberapa sudut biasanya sering tersebar bau pesing. Hal itu membuat pengunjung tak nyaman. “Seperti di kawasan belakang stadion. Belakang GOR sering pesing. Mungkin sering digunakan untuk kencing sembarangan warga saat berada di sana,” kata Adi di sekitar lokasi, Sabtu (18/3/2017).

Ironisnya, hal itu sudah berlangsung cukup lama. Tepatnya semenjak belum ada bangunan Balai Jagong yang berada di belakang stadion. Diketahui, di lokasi itu tak ada toilet umum. “Mungkin butuh toilet umum. Apalagi sekarang semakin ramai wilayah sini (kawasan Sport Center). Jadi biar tidak kencing sembarangan,” ujarnya.

Pernyataan yang sama juga dikatakan Eko Diono, Humas Dinas Perpustakaan Daerah dan Arsip Daerah Kudus. Wilayah dekat kantornya itu memang sering bau pesing. Dulu bau itu sering menyebar hingga Perpusda.

“Kalau dulu memang sering, bahkan beberapa kali saya memergoki orang yang kencing sembarangan. Tapi semenjak dibangun jalan ke Balai Jagong. Kini, kayaknya sudah tidak ada yang kencing sembarangan di depan Perpusda. Tapi tak tahu kalau wilayah lain,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

8 Tim SMA di Kudus Akan Rebutkan Juara Street Soccer

Even Street Soccer yang diadakan Sukun Spirit of Sport, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak delapan tim SMA di Kudus, bakal bertanding di High School I Love Street Soccer yang didukung Sukun Spirit of Sport, Minggu (19/3/2017). Delapan SMA tersebut akan uji kemampuan di CFD Simpang Tujuh Kudus.

Panitia pertandingan, Cucun Sulistiyo mengatakan, kedelapan SMA tersebut meliputi, SMAN 1 Kudus, SMAN 2 Kudus, SMA 1 Bae, SMA 2 Bae, SMA 1 Gebog, SMK Wisuda Karya, SMK Bhakti dan  SMK Lemuria. “Kami sudah melakukan technical meeting untuk pertandingan nanti. Jadi Minggu depan tinggal pelaksanaan pertandingan saja,” kata Cucun di Kudus saat dihubungi MuriaNewsCom, Jumat (17/3/2017).

Menurutnya, [ertandingan juga merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan, yaitu street soccer untuk SMP. Selain itu, saat pengenalan dulu juga mendatangkan Cristian Gonzales DKK, yang juga dilakukan di Simpang Tujuh Kudus. Kegiatan berlangsung meriah.

Pertandingan diperkirakan sangat ramai. Di even itu juga berhadiah jutaan rupiah.  Juara mendapat Rp 1,5 juta,peringkat II mendapat Rp 1 juta dan peringkat tiga Rp 750 ribu. “Ada pula hadiah untuk best supporter nanti. Hadiahnya sejumlah Rp 1 juta rupiah untuk suporter terbaik,” terangnya.

Meski banyak sekali hadiahnya, namun pihak panitia tidak menarik iuran pendaftaran kepada peserta alias gratis. Pertandingan nanti akan dimulai pada pukul 05.30 WIB dan selesai pukul 08.00 WIB. Meski hanya sebentar, namun dipastikan akan selesai tepat waktu karena segala sesuatu sudah siap.

“Kami menggunakan lapangan 20 x 10 meter. Setiap pertandingan diberikan waktu 10 menit dengan dibagi dua babak. Melihat hal itu, maka akan selesai tepat waktu,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Cerita Unik di Balik Kain Bordir Kudus yang jadi Seragam Dinas Gubernur

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Bupati Kudus Musthofa saat meninjau stan kain bordir lokal Kudus di pendapa pemkab setempat, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ternyata ada cerita unik di balik kain bordir Kudus yang akan dipakai jadi seragam dinas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.  Selain pula, hal itu sebagai bentuk kekagumannya dengan kualitas bordir khas Kudus.

Demikian disampaikan Ganjar saat memberikan sambutan Musrenbang Wilayah di Pendapa Kudus, Selasa (14/3/2017). Ganjar menuturkan akan mengenakan bordir Kudus, besok pagi.

“Besok pagi langsung dipakai, bordir Kudus luar biasa. Apalagi setiap tanggal 15, kami memakai pakaian daerah di Jawa tengah, ” kata Ganjar.

Dipakainya bordir Kudus tersebut juga tak melulu soal kualitas, tapi juga karena permintaan dari para ibu pemilik usaha bordir Kudus saat dikunjungi. Untuk itu, pihaknya menyetujui permintaan tersebut.

Saat melakukan kunjungan ke stan, Ganjar menyempatkan berbincang dengan pemilik stan. Dari perbincangan tersebut, para pengusaha juga mengeluhkan kesulitan tenaga produksi pakaian bordir Kudus.

“Ini merupakan peluang bagi masyarakat Kudus bergabung. Apalagi Kudus juga banyak SMK-nya di jurusan busana. Ini bisa dimaksimalkan,” ucapnya.

Editor : Akrom  Hazami

 

 

Sowan ke KH Sya’roni, Gubernur Diceritakan Kekompakan Tim Sepak Bola Brazil

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat sowan ke KH Sya’roni Ahmadi di Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebelum datang ke pendapa Pemkab Kudus, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terlebih dahulu sowan ke kediaman kiai setempat, KH Sya’roni Ahmadi, Selasa (14/3/2017).

Kedatangan Ganjar didampingi langsung oleh Bupati Kudus, Musthofa. Adapun maksud kedatangannya adalah memohon restu dan doa agar Jateng tambah sejahtera. Rupanya, Kiai Sya’roni malah bercerita tentang sepak bola.

“Saya itu niatnya sowan, namun beliau bercerita tentang sepak bola. Yakni tim kesebelasan Brazil dengan Italia tahun 1994,” kata Ganjar.

Dijelaskan, pada tahun 1994, Brazil berhasil menjadi juara usai mengalahkan Italia dalam drama adu penalti dengan skor 3-2.

Saat itu, Brazil menggunakan formasi 4-4-2. Hal itu berkat kekompakan Brazil. Menurut Ganjar, penjelasan kiai mudah dicerna. Yakni kekompakan satu sama lain menjadi kunci kesuksesan.

 

Editor : Akrom Hazami

Kerusakan Rumah karena Angin Kencang di Undaan Kudus Mulai Dibenahi Warga 

Sebuah rumah warga yang rusak parah akibat bencana angin kencang di Undaan, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga di Undaan Kudus, mulai membenahi kerusakan akibat angin kencang yang melanda wilayah setempat, Senin (13/3/2017). Ada tiga desa di Kecamatan Undaan, Kudus, yang dilanda bencana angin puting beliung. Yaitu Desa Glagah Waru, Berugenjang dan juga Kalirejo.

M Suryono, warga Berugenjang mengatakan, akibat angin kencang di desanya berakibat rumah rusak. Kerusakan melanda dua RW.  Yakni di RW 1 dan 2. Di RW 1, rumah yang rusak ringan hingga sedang berjumlah 27 rumah. Sementara, RW 2 mencapai 10 rumah.

“Tidak terlalu banyak yang rusak. Dan rumah warga yang rusak juga kategori ringan dan sedang saja. Kerusakan seperti genting rumah yang hilang, dan juga kayu penyangga. Bahkan ada juga dinding rumah warga yang ambrol meski tidak terlalu parah,” kata Suryono di Kudus.

Kejadian angin puting beliung sangat menakutkan warga sekitar pukul 14.00 WIB. Mulanya, mendung membayangi. Tak lama kemudian, hujan deras turun bercampur angin kencang. Akibat angin puting beliung itu, sejumlah rumah rusak.

Warga segera bergotyong royong membenahi kerusakan. Seperti halnya menata genting rumah yang porak-poranda.  Sejumlah warga juga kebagian memberikan laporan ke pemerintah.

Editor : Akrom Hazami

 

Angin Kencang di Undaan Kudus juga Sebabkan Pohon Tumbang dan Jaringan Listrik Terganggu

Tampak salah satu rumah yang rusak akibat bencana angin kencang di Kecamatan Undaan, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kerusakan akibat hujan disertai angin kencang di Kecamatan Undaan, Kudus, tak hanya merusak rumah, tapi juga pohon tumbang dan listrik terganggu, Senin (13/3/2017).

Camat Undaan Catur Widiyanto mengatakan, hujan dan angin menerjang wilayahnya selama hampir 30 menit. Selain mengakibatkan rumah rusak, ada juga kerusakan lain. Yakni pohon tumbang dan jaringan listrik terganggu.

Pohon tumbang tampak terjadi di sepanjang jalan Berugenjang-Wonosoco, Undaan. “Hujan campur angin sangat kencang. Sejumlah pohon sampai tumbang,” kata Catur di Kudus, Senin.

Pihaknya berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk membantu membersihkan pohon yang tumbang. Mengingat tidak sedikit pohon yang menutupi akses jalan. Adapun jaringan listrik yang terganggu yaitu di Desa Glagahwaru. Pihaknya telah koordinasi dengan PLN. Termasuk juga meminta PLN membenahi kabel listrik yang putus.

Seperti diketahui, sebanyak tiga desa di Kecamatan Undaan, Kudus, dilanda bencana angin puting beliung, yaitu Desa Glagah Waru, Berugenjang dan juga Kalirejo.

Editor : Akrom Hazami

Bencana Angin Kencang, Ratusan Unit Rumah di Undaan Kudus Rusak


Warga melakukan pembenahan rumah yang rusak akibat bencana angin kencang di Kecamatan Undaan, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)#angi

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak tiga desa di Kecamatan Undaan, Kudus, dilanda bencana angin puting beliung, Senin (13/3/2017). Kejadian itu berakibat ratusan unit rumah di tiga desa tersebut rusak.

Camat Undaan Catur Widiyanto mengatakan, puting beliung menyerang tiga desa sekitar pukul 13.30 WIB siang. Tiga desa yang paling parah diserang amukan angin, meliputi Desa Glagah Waru, Berugenjang dan juga Kalirejo.

“Angin puting beliung yang menyerang kawasan Undaan itu sekitar 30 menit lamanya. Meski hanya sebentar saja, namun cukup membuat kerusakan yang cukup parah,” kata Catur di Kudus, kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dari data yang dihimpun sementara, untuk Desa Glagahwaru, total rumah yang rusak akibat puting beliung mencapai 103 rumah. Kerusakan pada rumah tersebut bervariatif, dengan kerusakan ringan hingga sedang.

Sementara, untuk Desa Kalirejo, angin menyerang RT 02 RW 04. Dari pusaran angin, mampu merusak rumah dengan jumlah 45  rumah. Tingkat kerusakan dengan kategori ringan sampai dengan rusak sedang.

“Untuk Desa Berugenjang masih dalam proses pendataan. Namun perkiraan kerusakan ringan hingga sedang juga mencapai jumlah puluhan rumah,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Gratis, Pendaftaran Caleg Partai Nasdem Kudus Tak Dipungut Biaya

Salah satu anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Kudus, Muhtamat menyerahkan berkas pendaftarannya sebagai caleg untuk pemilu 2019. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Selain membebaskan siapapun untuk mengadu peruntungan sebagai calon legislatif, Partai Nasdem Kudus juga memastikan tak ada mahar dalam pendaftaran. Bahkan, untuk administrasi, para pendaftar tak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. 

”Termasuk materai, akan disediakan oleh DPD,” kata Ketua DPD Partai Nasdem Kudus, Akhwan di sela-sela launching pendaftaran caleg di kantor DPD Partai Nasdem setempat, Minggu (12/3/2017).

Dengan cara itu, ia menargetkan pendaftar yang akan dijaring bisa mencapai 200 persen dari jumlah kursi yang diperebutkan. Seperti untuk caleg DPRD Kabupaten Kudus, akan dibuka peluang bagi 90 orang pendaftar.

Pendaftaran Caleg Partai Nasdem Kudus Digelar Satu Bulan

Selanjutnya, dari para pendaftar tersebut akan diberikan pembekalan dan kaderisasi. Setelah itu, pada awal 2018 mendatang, akan dilakukan survey terhadap para pendaftar yang ada.

”Survey akan dilakukan terkait popularitas dan elektabilitas pendaftar. Yang menduduki rangking tertinggi, akan didaftarkan sebagai caleg ke KPU,” tukas Akhwan.

Dengan start awal ini, Akwhan optimistis target untuk mendongkrak perolehan suara partai Nasdem pada pemilu 2019 mendatang akan tercapai. Dengan target menempati posisi tiga besar nasional, DPD Partai Nasdem Kudus juga mematok target mencapai 10 kursi di DPRD Kudus.

”Untuk target Kudus, target kami bisa mendongkrak perolehan kursi dari 4 kursi yang ada saat ini menjadi 10 kursi di DPRD Kudus,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Tahun Ini Duta Pariwisata Kudus Dilaksanakan, Berikut Syaratnya

Pagelaran Duta Wisata di Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemilihan Mas Mbak Duta Pariwisata Kudus, akan diselenggarakan pemkab setempat, tahun ini. Pelaksanaan Duta Wisata tidak diselenggarakan pada tahun lalu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Yuli Kasianto mengatakan, Duta Pariwisata bakal diselenggarakan pada April mendatang. Pada tahun ini, Pemkab Kudus membuat kriteria khusus untuk pendaftaran Duta Wisata.

“Kalau sebelumnya warga luar Kudus boleh, khususnya mahasiswa, maka tahun ini tidak. Peserta Duta Wisata Kudus harus benar-benar warga Kudus,” kata Yuli di Kudus, Selasa (7/3/2017).

Itu jadi syarat mutlak yang harus dipenuhi. Pihaknya tak mau warga luar mewakili Kudus. Untuk itu syarat dalam mendaftar harus menyertakan KTP yang berlaku ke kantor Disbudpar Kudus. Pendaftaran dibuka mulai 6 Maret dan ditutup 27 Maret mendatang.

Pihaknya mengatakan, selain administrasi jenis KTP, syarat lain juga tinggi badan sesuai persyaratan. Untuk laki-laki memiliki tinggi badan minimal 170 cm. Sedangkan perempuan minimal 165 cm. Mengenai jenjang pendidikan, kata Yuli, minimal jenjang SMA. Namun melihat syarat yang diberikan lebih spesifik yaitu KTP, maka tidak semua siswa bisa mengikutinya. Dengan demikian, besar kemungkinan yang bakal mengikuti adalah para mahasiswa.

“Kalau mahasiswa malah lebih matang. Untuk itu kami mengutamakan para mahasiswa yang mengikutinya pada tahun ini,” ujarnya.

Sama halnya seperti pemilihan sebelumnya, pada pemilihan nantinya juga akan dilakukan serangkaian tes yang harus dilewati. Di antaranya, adalah tes wawancara meliputi Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, kebudayaan dan juga psikologi. Bagi yang lolos bakal melaju ke penampilan panggung di ajang grand final. 

Grand final bakal dilaksanakan 13 April mendatang. Rencananya dilakukan di Pendapa Kabupaten Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Jalan Lingkar Utara di Klumpit Kudus Diaspal Tahun Ini

Warga beraktivitas di jalan lingkar utara Kabupaten Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Proyek pembangunan jalan lingkar utara Kudus di atas lahan yang sudah bebas, ternyata belum semuanya selesai. Misalnya di Desa Klumpit yang permukaan jalannya belum diaspal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sam’ani Intakoris mengatakan, pihaknya akan segera menuntaskan pengerjaan jalan lingkar utara. Di antara yang dilakukan adalah sudah mengalokasikan biaya untuk penuntasan jalan lingkar utara, Mijen-Peganjaran II.

Total yang disiapkan Rp 3 miliar. Dana itu kegunaannya, antara lain untuk pengaspalan jalan sepanjang 800 meter. “Tahun ini akan diselesaikan, sehingga hingga akhir tahun jalan lingkar utara sudah dapat digunakan untuk masyarakat umum,” kata Sam’ani di Kudus, Senin (6/3/2017).

Biaya itu, dianggapnya sudah cukup. Sebab, kondisi tanah yang sudah rata di beberapa tempat, dan juga sejumlah titik yang sudah aspal akan mempermudah penyelesaian.

Pengerjaan jalan lingkar direncanakan akan selesai sekitar enam bulan. “Untuk sarananya juga sudah kami penuhi. Seperti pembangunan jembatan dan juga lampu jalan. Bahkan PJU sudah ada,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami