Korban Bus Indonesia Guling di Kudus, 4 Tewas, dan 45 Luka Akan Disantuni Jasa Raharja

Korban masih dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan bus Indonesia dengan 10 kendaraan di Jalan Lingkar Proliman Kudus, menyebabkan banyak korban. Data yang dicatat PT Jasa Raharja ada 4 orang tewas dan sekitar 45 orang luka-luka.

Arya Bramanto mengatakan, jumlah korban tewas ada 4 orang. Korban tewas saat ini berada di RS Mardi Rahayu Kudus.

Dari info yang dihimpun di lapangan, jumlah korban tewas mencapai 4 orang.  Korban masih berada di RS Mardi Rahayu. Korban tewas adalah :

  1. Sri Mulyaningsih (36) warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus
  2. Edi Handoko (40), warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus.
  3. Joko Purnomo (37) warga Jetis RT 3 RW 4 Kudus
  4. Falik (30) warga Besito Kudus

Sedangkan korban luka dirawat di dua rumah sakit. Rinciannya, 33 orang dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus. Sedangkan 12 orang luka dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Baca juga Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Para korban baik tewas maupun luka akan mendapatkan santunan kecelakaan yang sudah dijamin oleh UU No 33 tahun 1964 dan UU No 34 tahun 1964. Besar santunan yaitu Rp 50 juta per jiwa dan bagi korban luka ada santunan biaya pengobatan Rp 20 juta per orang.

Diberitakan, kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan 11 kendaraan.

Editor : Akrom Hazami

 

Tragedi Bus Indonesia Guling Tewaskan 4 Orang di Kudus, 11 Kendaraan Terlibat

Warga mengerumuni lokasi kejadian bus guling di jalur pantura Proliman Tanjung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lingkar selatan, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (31/8/8/2017) malam.

Data yang diterima di lapangan, ada banyak kendaraan yang terlibat:

  1. Bus PO Indonesia nomor polisi H-7519 UV
  2. Mitshubishi L300 nomor polisi K1949 BN
  3. Avansa nopol : H 9189 BF
  4. Luxio nopol : H9144LR
  5. Sepeda motor Mio nopol: K 2495 BR
  6. Sepeda motor Supra nopol K 5710PK
  7. sepeda motor Beat nopol K2918RR
  8. Sepeda motor CB150R nopol K3449PR
  9. Sepeda motor Vario K 4972 QB
  10. Sepeda motor Vario K3290HE
  11. Sepeda motor Vixion K4295LM

Identitas pengendara bus Indonesia Ikhwan Mukminin Bin Margono (46)  warga Desa Tireman RT 01/02, Kecamatan/Kabupaten Rembang.

Baca juga : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Kronologinya, bus Indonesia berjalan dari arah Pati ke Jepara dengan kecepatan tinggi dengan kondisi rem dan handrem blong sebelum terjadi laka lantas. Sampai di lokasi kejadian di Proliman, bus banting setir ke kiri kemudian mengguling ke kanan, selanjutnya menimpa minibus dan sepeda motor yang sedang menunggu lampu trafik menyala hijau.

Editor : Akrom Hazami

4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus Indonesia Guling di Kudus

Bangkai kendaraan yang guling dan tertabrak di jalan pantura Proliman Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa sepeda motor.

Dari info yang dihimpun MuriaNewsCom di lapangan, jumlah korban tewas mencapai 4 orang.  Korban masih berada di RS Mardi Rahayu. Korban tewas adalah :

  1. Sri Mulyaningsih (36) warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus
  2. Edi Handoko (40), warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus.
  3. Joko Purnomo (37) warga Jetis RT 3 RW 4 Kudus
  4. Falik (30) warga Besito Kudus

Kerabat korban meninggal dari Sri Mulyaningsih, Zainal Arifin (62) di RS Mardi Rahayu Kudus mengatakan, kedua korban meninggal yakni Sri Mulyaningsih dan Edi Handoko, adalah saudaranya. “Saya tahu dari buka FB (Facebook) kalau ada kecelakaan. Saya curiga, dan mendatangi lokasi. Serta ke RS,” kata Zainal.

Baca juga : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Karena penasaran, Zainal pun tanya kepada petugas rumah sakit untuk melihat korban luka dan yang meninggal dunia. Ternyata, Zainal mengenal wajah dua korban yang meninggal dunia. Korban Sri Mulyaningsih merupakan keponakannya. Sedangkan Edi Handoko adalah suami Sri.

Sementara dua anak Sri, Feri Setiawan (7) dan Ahmad Algaruk Haidar (7) mengalami luka-luka. Infonya, kata Zainal, keluarga keponakannya pergi naik sepeda motor. Saat di lokasi kejadian, sepeda motornya ikut terkena badan bus yang terseret.

Baca jugaBus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

“Sepeda motor (milik korban) ketindihan mobil. Luka pada korban Edi memar di sejumlah bagian tubuh. Tapi wajah masih bisa dikenali. Sedangkan luka Sri di paha tapi wajah masih bisa dikenali,” ungkapnya.

 Saat ini, korban meninggal masih berada di RS Mardi Rahayu Kudus. Sementara lokasi kejadian, arus lalu lintas masih ditutup untuk jalur dari Proliman ke Undaan. Bangkai bus masih di lokasi. Arus pantura di jalan lingkar Proliman merayap.

Editor : Akrom Hazami

DETIK-DETIK Bus Indonesia Terguling di Jalur Pantura Proliman Kudus

Warga mengerumuni lokasi kejadian bus guling di jalur pantura Proliman Tanjung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa sepeda motor.

Menurut salah satu penumpang bus yang selamat, Ahmad Zainal Fuadi (30) warga Sukosono, Kedung, Jepara, bus melintas dari Surabaya. Dia naik bus Indonesia dari Lamongan, Jawa Timur.  Dirinya duduk di barisan kursi penumpang nomor 2.

“Saat itu penumpang bus penuh.  Bahkan ada penumpang yang berdiri. Pas habis magrib. Bus ngebut. Bus jalannya tidak stabil. Tiba-tiba bus guling. Banyak penumpang berteriak Allahu Akbar,” kata Zainal ditemui di RS Mardi Rahayu Kudus.

Baca jugaBus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Bus guling lebih dulu. Kemudian, bus terseret dan mengenai mobil dan sejumlah sepeda motor. “Tadi banyak penumpang berlarian cari selamat di tempat kejadian,” ujarnya.

Sampai sekarang, bangkai kendaraan bus telah dikelilingi garis polisi dengan keadaan masih guling.  Petugas polisi masih melakukan pengaturan arus lalu lintas yang mengalami macet.

Editor : Akrom Hazami

KRONOLOGI Bus PO Indonesia Guling di Kudus

Warga mengerumuni lokasi kejadian bus guling di jalur pantura Proliman Tanjung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam.  Insiden melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa unit sepeda motor.

Dari penuturan saksi mata, Edy di lokasi kecelakaan, mulanya bus melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Pati, hendak ke arah barat. Namun sesampainya di Proliman, lampu lalu lintas menyala kuning. Kecepatan bus yang tinggi, mengakibatkan sopir bus kesulitan mengerem.

Baca juga : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

“Lampu bangjo nyala kuning. Sopir bus banting setir ke kiri hingga naik ke median jalan, dan menabrak Avanza, minibus, dan sepeda motor yang sedang berhenti di jalan dari Undaan,” kata Edy di lokasi kecelakaan.

Kanit Laka Satlantas Polres Kudus IPTU Ngatmin mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini. Dari keterangan saksi kepada polisi, kecelakaan bermula bus melintas dengan kecepatan tinggi mau ke Jepara. Sesampainya di lokasi kecelakaan, bus kesulitas mengontrol. “Bus banting setir ke kiri. Sampai akhirnya bus naik ke median jalan hingga terguling mengenai Avanza, dan beberapa kendaraan,” kata Ngatmin.

Baca jugaBus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

Pantauan di lokasi saat ini, bangkai kendaraan bus telah dikelilingi garis polisi dengan keadaan masih guling.  Petugas polisi masih melakukan pengaturan arus lalu lintas yang mengalami macet.

Editor : Akrom Hazami

Bus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

Polisi saat berada di lokasi bus guling di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. 

Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa unit sepeda motor.

Keterangan Kanit Laka Satlantas Polres Kudus IPTU Ngatmin, polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi. Sejumlah petugas telah berada di lokasi kejadian untuk mengatur dampak kecelakaan lalu lintas. Hasil penelurusan polisi sementara, kecelakaan berakibat banyak korban.

“Ada 10 lebih korbannya. Kepastiannya saya belum ngecek. Korban dibawa ke Mardi Rahayu (RS Mardi Rahayu) dan RSUD (RSUD Loekmono Hadi),” kata Ngatmin kepada MuriaNewsCom, di lokasi.

Baca jugaBus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Pantauan di tempat kejadian, sejumlah mobil ambulans hilir mudik membawa penumpang bus, atau pengendara yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. 

Bus saat ini masih terguling melintang di badan jalan. Sedangkan kendaraan yang ditabrak, terlempar beberapa meter. Akibat kecelakaan lalu lintas, ratusan warga masih mengerumuni lokasi kecelakaan.

Editor : Akrom Hazami

 

Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Polisi saat berada di lokasi bus guling di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa sepeda motor.

Akibat kecelakaan, sejumlah penumpang mengalami luka. Belum jelas, apakah ada korban meninggal dunia atau tidak.

Saksi mata, Edy, mengatakan, kecelakaan terjadi saat bus melaju kencang dari arah timur atau Pati. Sesampainya di Proliman, lampu lalu lintas menyala kuning. Kecepatan bus yang tinggi, mengakibatkan sopir bus kesulitan mengerem.

“Lampu bangjo nyala kuning. Sopir bus banting setir ke kiri hingga naik ke median jalan, dan menabrak Avanza, minibus, dan sepeda motor yang sedang berhenti di jalan dari Undaan,” kata Edy di lokasi kecelakaan.

Bus terguling melintang di badan jalan. Sedangkan kendaraan yang ditabrak, terlempar beberapa meter. Akibat kecelakaan lalu lintas, ratusan warga pun mengerumuni lokasi kecelakaan.

Editor : Akrom Hazami

Kader Partai Nasdem Datangi KPU Kudus untuk Konsultasi Pendaftaran Bakal Calon Bupati

Kader Partai Nasdem saat berkonsultasi di KPU Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah kader Partai Nadem datang ke Kantor KPU Kudus, Rabu (30/8/2017) sore. Tujuan mereka adalah untuk berkonsultasi ihwal syarat pendaftaran bakal calon bupati.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, kader Partai Nasdem datang secara langsung untuk konsultasi mengenai cara mendaftar sebagai calon bupati lewat jalur independen. Mereka yang datang di antaranya aktifis Sururi Mujib, dan Muhtamat.

“Mereka konsultasi calon perseorangan. Jadi kami jelaskan bagaimana syarat dan tata cara mendaftar sebagai calon perseorangan,” katanya usai bertemu dengan kader  Partai Nasdem.

Dijelaskan, mengenai persyaratan hingga kini belum final. Rencananya, finalnya persyaratan akan diumumkan pada 10 September 2017. Hanya secara garis besar, dijelaskan kalau hendak mendaftar sebagai perseorangan dapat mengumpulkan KTP elektronik sekitar 45 ribu.Jumlah tersebut, harus terkumpul lebih dari 50 persen wilayah di Kabupaten Kudus.

Disinggung mengenai calon, pihaknya tak tahu mana yang akan mendaftar. KPU hanya melayani siapa yang hendak konsultasi. Sejumlah pihak juga telah konsultasi ke KPU tentang persyaratan calon individu. Sebelumnya ada Hartoyo, Sugeng Suharto dan Sri Berdikari.

Sementara, Sururi Mujib membenarkan kalau kedatangannya memang untuk berkonsultasi mengenai pendaftaran perseorangan. Hanya untuk siapa nama calon itu, dia masih belum bisa menjelaskan. “Iya intinya berkonsultasi bagaimana syarat daftar individu. Soal calon, bisa saya kan,” jawabnya singkat

Editor : Akrom Hazami

DPRD Kudus Mau Bantu Pengusaha Air Pegunungan Muria, Asal…

Ketua DPRD Kudus Masan (baju biru) saat mendengarkan keluh kesah pengusaha air pegunungan Muria di kantor dewan, Rabu.  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kudus menerima kedatangan pengusaha air pegunungan Muria, Rabu (30/8/2017). Dewan juga memberikan solusi kepada mereka. Diketahui, sejumlah pengusaha air minum pegunungan Muria, mendatangi kantor DPRD Kudus. Mereka wadul ke dewan menyusul adanya surat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, terkait pengurusan izin usaha.

Dalam surat itu, BBWS menyampaikan agar pengusaha air Pegunungan Muria mengurus perihal perizinan usaha. Jika akhirnya pengusaha air tidak mengurus izin, maka usahanya akan ditutup. Selama ini, mereka menjalani usaha tanpa mengantongi izin.

Menanggapi itu, Ketua DPRD Kudus Masan menemui mereka secara langsung. Masan meminta mereka memproses izinya terlebih dahulu. “Dalam surat tersebut sudah dijelaskan diminta mengurus izin. Ada item satu hingga sembilan yang harus dilengkapi. Kalau ada yang sudah mengurus izin minimal tujuh item saja, maka kami bisa membantu memintakan untuk memberikan kelonggaran,” katanya kepada pengusaha air di ruang komisi C DPRD Kudus.

Masan menilai tak sulit jika pengusaha air berniat mengurus izin. Termasuk mengisi pendaftaran di BBWS, mengusulkan izin, peta bangunan dan sebagainya. Hal itu hendaknya dipatuhi. Tugas DPRD adalah mengayomi masyarakat. Dewan mau mengayomi, dengan syarat pengusaha patuh aturan.

Menurutnya, semua pengusaha harus patuh sesuai prosedur. Dalam hal ini, soal pengurusan izin. Jika proses tak dilakukan maka itu sama saja menyalahi aturan. “Saya tunggu hari ini atau besok, bagi yang sudah mengurus dapat diserahkan ke ruangan saya. Kalau tidak ada, berarti belum mengurusnya,” ujarnya.

Masan menambahkan, sebenarnya para pelaku bisnis eksploitasi air pegunungan merupakan usaha yang mahal. Investasi yang dikeluarkan juga tak sedikit bahkan mencapai ratusan juta. Seperti membeli truk tangki saja, itu sudah memakan biaya ratusan juta. Begitu pula dengan hal-hal lainya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Diminta Urus Izin, Pengusaha Air Minum Muria Malah Curhat ke Dewan

BIKIN HEBOH, Undangan Nikah Tiru Gaya Para Calon Bupati Kudus

Undangan pernikahan unik. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Calon pengantin di Kudus ini mencuri perhatian warga, lantaran unggahan foto undangan pernikahan mereka di media sosial, Facebook, beberapa waktu terakhir. Undangan pernikahan mereka meniru gaya sejumlah bakal calon bupati setempat.

Sebagaimana diketahui Kudus akan menggelar pemilihan bupati, pada 2018. Sejak sekarang, para bakal calon bupati dan wakil gencar memasang publikasi. Terutama berupa baliho. Tidak heran jika baliho bergambar mereka telah terpasang hampir di sebagian besar sudut Kota Kretek.

Gaya para calon bupati yang terpampang di baliho rupanya berdampak munculnya inspirasi Pungky Octavia Nurul Hidayah (21) warga Ngembal Kulon, Jati, dan Muhammad Himam Aula (23) warga Gebog, membuat undangan pernikahan. Mereka meniru gaya para bakal calon bupati.

Di foto undangan pernikahan, sosok mempelai laki-laki meniru gaya calon bupati Umar Ali atau Mas Umar. Lengkap dengan tulisan Mas Himam dengan bentuk tulisan mirip dengan yang dipakai di baliho Mas Umar. Pada foto mempelai perempuannya meniru gaya calon bupati Sumiyatun. Dengan mengenakan jilbab merah dan jas hitam. Di fotonya juga tertulis Impian Kesejahteraan yang mirip jargon Indonesia Hebat yang dipakai di baliho calon bupati Sumiyatun.

Dalam undangan juga terdapat hastag bertulisan #temaniakuhidup. Hastag tersebut  mirip dengan tagline calon bupati Kudus Masan, yang mengusu hastag #temaniakuberjuang. Mereka juga mengangkat tema pernikahan bertajuk Menaksir Masa Depan.

Kepada MuriaNewsCom, Pungky mengaku jika gaya para calon Bupati Kudus telah menginspirasinya. Dia meniru gaya calon bupati untuk kebutuhan sampul undangan pernikahannya. “Waktu melihat sudah suka dengan gayanya. Akhirnya saya dengan calon (suami) saya berunding, dan memutuskan untuk membuat undangan semacam itu,” katanya saat dihubungi, Rabu (30/8/2017).

Undangan tersebut, kata dia, mendapat sejumlah respons beragam dari temannya. Tidak sedikit teman yang kaget dengan gaya undangan pernikahannya. Sebagian besar teman juga berpendapat jika undangan pernikahannya unik.

Editor : Akrom Hazami

Diminta Urus Izin, Pengusaha Air Minum Muria Malah Curhat ke Dewan 

Pengusaha air melakukan audiensi ke DPRD Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah pengusaha air minum pegunungan Muria, mendatangi kantor DPRD Kudus, Rabu (30/8/2017). Mereka wadul ke dewan menyusul adanya surat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, terkait pengurusan izin usaha.

Dalam surat itu, BBWS menyampaikan agar pengusaha air Pegunungan Muria mengurus perihal perizinan usaha. Jika akhirnya pengusaha air tidak mengurus izin, maka usahanya akan ditutup. Selama ini, mereka menjalani usaha tanpa mengantongi izin.

Mardiyanto, salah seorang pengusaha air di kantor dewan mengatakan, pihaknya berharap dukungan dari wakil rakyat. Pengusaha air itu meminta waktu guna melakukan pengurusan perizinan.

“Kami di sini sifatnya memohon perlindungan dan memohon bantuan supaya bisa memperjuangkan nasib kami. Jadi supaya tidak ditutup,” kata Mardiyanto saat audiensi di ruang rapat Komisi C DPRD Kudus.

Selama ini, pengusaha menggantungkan perekonomiannya dari usaha air. Di Kudus ini terdapat 202 orang pengusaha air. Di Kajar Colo, terdapat sekitar 20 depo pengisian air. Sementara air itu berasal dari buangan warga setempat. Pengusaha memanfaatkan air buangan warga, untuk dijual ke masyarakat yang membutuhkan.

“Sebenarnya kami tak bisa disebut sebagai pengusaha karena modal yang masih kecil, berbeda dengan pabrik yang besar. Kami di sini juga tak demo, karena jika demo kami bisa datangkan massa banyak sampai ribuan,” ungkap Mardiyanto.

Dia mengklaim masyarakat setempat tak ada yang keberataan dengan usaha tersebut.Selama ini, usaha berjalan tanpa masalah. Jika ada pihak yang merasa keberatan hingga melakukan unjuk rasa, dia mencurigai jika aksi itu dilakukan karena bayaran.

Editor : Akrom Hazami

 

Ekspresi Lucu Bocah-bocah TK Cahaya Nur Kudus saat Diimunisasi Dokter Cantik

Ekspresi anak didik TK Cahaya Nur Kudus ketika disuntik imunisasi measles rubella. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Selalu ada “drama” di tengah-tengah imunisasi yang dilaksanakan di sekolah. Sejak dulu, hingga kini pun imunisasi seolah-olah menjadi momok yang begitu menakutkan.

Beragam cara dilakukan bocah-bocah ini untuk menghindari imunisasi. Mulai dari bersembunyi, pura-pura sakit, bahkan ada yang melawan dan menendang seperti video yang beredar di medsos belakangan terakhir.

Begitu juga dengan anak didik di KB-TK Cahaya Nur Kudus, Selasa (29/8/2017). Lihatlah ekspresi lucu mereka ketika mendapatkan suntikan imunisasi MR (measles rubella). Ada yang biasa saja, ada yang menahan takut, bahkan ada bocah yang sok seolah tegar menahan suntikan, yang membuat orang tuanya terpingkal-pingkal melihatnya.

Untuk membuat anak didiknya mau diimusinasi, sekolah ini memang melakukan langkah edukasi yang cukup panjang.

Apalagi menurut  Sr Anna Damiana PI, Kepala KB TK Cahaya Nur Kudus, tak semua orang tua menerima begitu saja mengenai suntikan imunisasi. Sebagian orang tua justru khawatir jika anaknya harus diimunisasiIMR, terlebih pelaksanaan di sekolah dengan petugas dari Puskesmas.

“Kami pertama memberikan penjelasan lewat surat kepada seluruh orang tua. Jika ada yang mempertanyakan, maka guru akan melaporkan kepada saya untuk saya temui secara langsung yang bersangkutan,” katanya kepada wartawan di sela-sela imunisasi di KB TK Cahaya Nur.

Salah satu anak didik TK Cahaya Nur Kudus menahan sakit sambil mengacungkan jempol saat disuntik imunisasi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Menurut dia, orang tua siswa mempertanyakan apakah ada dokter yang bertugas ataukah tidak. Selain itu, mengenai jarum suntik yang digunakan juga dipertanyakan apakah steril dan sekali pakai ataukah tidak.

Menjawab pertanyaan tersebut, pihak sekolah menjelaskan kalau terdapat dokter yang menangani langsung untuk proses imunisasi. Selain itu, jarum suntik yang digunakan juga sekali pakai, sehingga orang tua tak perlu khawatir.

“Sebenarnya otangtua juga masih ragu dengan petugas dari Puskesmas. Tapi dari kami menejelaskan kalau petugas puskesmas sekarang profesional dan sangat bagus. Apalagi ada dokternya juga,” ujarnya.

Sementara, untuk para siswa yang diimunisasi sejumlah 150 siswa. Untuk memberi pemahaman, selama sepekan penuh materi yang diberikan adalah materi tentang imunisasi dan dampaknya. Bahkan video tentang imunisasi juga diputarkan agar anak memahaminya.

Selain itu, lanjut dia, para pendidik juga memberikan contoh proses imunisasi. Harapnya, para siswa tidak kaget dan siap menjalani proses imunisasi.

“Kami mendukung program pemerintah pusat, makanya kami berusaha agar semua siswa dapat imunisasi,” ungkap dia.

Dalam sekolah tersebut, terdapat beberapa siswa yang tak bisa diimunisasi hari ini. Karena, sebagian sudah diimunisasi dan sebagian lainnya sedang sakit. Untuk itu, sekolah memberi rujukan agar diberikan imunisasi serupa di klinik.

Editor : Ali Muntoha

Kudus Borong Medali Emas Kejurprov Tenis Meja 2017

Tim tenis meja asal Kudus saat foto bersama di Bojonegoro, Jawa Timur. (Tim Tenis Meja Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kejurprov Tenis Meja 2017  telah usai dilaksanakan, di Banjarnegara, Minggu  (27/8/2017). Pada kejuaraan tersebut, kembali Kudus berhasil memborong juara umum dan membawa pulang banyak medali emas.

Heni Sandra, perwakilan pelatih tim tenis meja Kudus mengatakan, pada pertandingan yang diselenggarakan selama lima hari itu, Kudus membawa sembilan medali emas, tiga medali perak dan delapan perunggu.

“Alhamdulillah PTM Kudus kembali jadi juara umum di Kejurprov Tenis Meja 2017. Sejumlah medali kembali terkumpul dan itu membanggakan Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya beberapa medali emas yang didapat Kudus meliputi juara beregu pemula putra, beregu pemula putri,  beregu juara putra, beregu junior putri, dan tunggal junior putri. Sedang untuk yang medali perak, seperti beregu kadet putra dan beregu kadet putri.

Dengan perolehan tersebut, Kudus mendapatkan medali paling banyak dengan jumlah 20 medali. Hal itu pula yang menbuat Kudus menjadi juara umum dalam Kejurprov Tenis Meja tahun ini.

Sementara, posisi kedua perolehan terbanyak medali adalah Cilacap dengan 6 medali. 6 medali meliputi tiga emas,  dan tiga perak, ketiga adalah Klaten dengan  9 medali meliputi satu medali emas, empat medali perak dan empat perunggu.

Untuk tuan rumah juga kalah jauh dengan daerah lain, tuan rumah terpaksa puas dengan perolehan satu emas dan tiga perunggu. Sedang daerah lain seperti Blora dan Kendal juga harus puas dengan satu medali perunggu.  

Editor : Akrom Hazami

Kantor Kecamatan Jekulo Kudus Diusulkan Diganti Bangunan Baru

Komisi A DPRD Kudus saat melakukan foto bersama Camat  Jekulo Dwi Yusi Sasepti di tempat pelayanan Kecamatan Jekulo, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, mengusulkan adanya pembangunan gedung baru, tahun ini. Gedung yang mereka pakai saat ini, terlalu kurang tertata, dan menimbulkan kurang enak dilihat.

Camat Jekulo Dwi Yusi Sasepti mengusulkan pembangunan gedung baru kantor Kecamatan Jekulo. Tujuannya, biar gedung  menjadi lebih baik, dan tertata. Pantauan MuriaNewsCom, gedung kantor kecamatan menempati  bangunan cagar budaya. Gedung yang sudah tua, membutuhkan perawatan ekstra. Bahkan, sejumlah sudut eks Kawedanan Jekulot itu terlihat kurang perawatan.

“Rencana pembangunan sudah lengkap. Usulan juga sudah kami sampaikan, tinggal menunggu di APBD 2018 mendatang. Mudah-mudahan dapat,” kata Dwi saat kedatangan DPRD Kudus Komisi A, di kantor Kecamatan Jekulo, Senin (28/8/2017).

Besaran anggaran yang diusulkan Rp 8 miliar. Dana itu akan digunakan untuk menata sejumlah tempat. Mulai pagar depan kantor, pintu keluar dan masuk, serta taman di depan gedung. Bagian kiri dan kanan gedung akan didirikan bangunan yang berfungsi sebagai kantor kecamatan. Sedangkan bagian belakang, jadi tempat santai sekaligus gedung rapat terbuka.

Sedangkan gedung Eks Kawedanan Jekulo dibiarkan. Karena untuk membenahinya butuh waktu lama. Fungsinya akan menjadi gedung serbaguna. Dalam pembangunan tersebut, juga akan meruntuhkan satu gedung milik PDAM Kudus. Untuk pembongkaran gedung, sudah dikomunikasikan dengan Direktur PDAM Kudus Achmadi Safa.

Ketua Komisi A DPRD Kudus Mardijanto mendukung atas usulan pembangunan gedung baru kantor Kecamatan Jekulo. “Kami akan lihat dulu  usulan dari instansi lainya yang masuk. Mana yang benar-benar membutuhkan dan mendesak, akan dianggarkan terlebih dahulu,” kata Mardijanto.

Menurut dia, kantor Kecamatan Jekulo memang membutuhkan penanganan yang serius. Bertempat di gedung cagar budaya, tentu membutuhkan perawatan dan perhatian yang intens.

Editor : Akrom Hazami

Petani Tebu di Kudus Ngluruk Istana Negara, Ini yang Mereka Tuntut

Para petani tebu dari Kabupaten Kudus sebelum bertolak ke Jakarta untuk menggelar aksi demo. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus –  Puluhan petani tebu dari Kudus, ngluruk ke Jakarta untuk memprotes kebijakan pemerintah mengenai gula, Senin (28/8/2017) hari ini. Mereka bergabung dengan para petani tebu lain dari seluruh Indonesia yang merasa nasibnya tak digubris pemerintah.

Aksi ini digelar lantaran para petani tebu merasa tercekik dengan kebijakan pembelian gula yang sangat murah, dan dibukannya keran impor. Tempat yang bakal menjadi lokasi demo adalah Istana Negara serta kementerian terkait.

Para petani tebu ini bertolak dari Kudus Minggu (27/8/2017) dengan menumpang bus. Mereka mendesak pemerintah agar mengeluarkan kebijakan pembelian gula segarga Rp 11 ribu per kilogram.

Seorang petani yang ikut berangkat, Agus, mengatakan jumlah petani tebu yang ikut aksi asal Kudus sejumlah 49 petani.

“Ada sejumlah tuntutan yang akan kami sampaikan. Seperti halnya meminta pemerintah mengehentikan impor gula ke Indonesia. Khususnya saat musim giling seperti saat ini,” katanya kepada wartawan.

Mereka mendesak pemerintah menghentikan impor gula, lantaran gula produksi petani lokal masih belum terserap.

Ini dikarenakan kebijakan Bulog yang membeli gula jauh di bawah biaya produksi. Agus menyebut, Bulog hanya membeli gula produksi petani seharga Rp 9,7 ribu per kilogram.

Padahal biaya produksi yang mereka keluarkan mencapai Rp 10,600 per kilogram. Apalagi saat ini menurut dia, kondisi petani tebu tengah terpuruk, lantaran curah hujan yang cukup tinggi beberapa waktu lalu, hingga membuat hasil panen tak maksimal.

“Akibat cuaca kami mengalami rugi banyak. Jika biasanya bisa menghasilkan 1.000-1.200 kuintal per hektare, kini turun menjadi 500-600 kuintal per hektarenya. Apalagi tanaman tebu dalam panen membutuhkan 10 bulan,” ungkap dia.

Sementara, Sekretaris Jenderal DPN APTRI M Nur Khabsyin menambahkan, Bulog membeli gula petani masih di bawah   biaya pokok produksi (BPP) Rp10.600 per kilo. Untuk itu, kini petani menolak menjual gula ke perusahaan milik negara itu.

“Pemerintah harus bertindak dengan menghentikan impor gula. Karena hancurnya harga gula disebabkan impor tersebut,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Mardi Rahayu Bangun Gedung 5 Lantai, Bupati Kudus; Pengurusan Izin Bisa Sambil Jalan

Bupati Kudus Musthofa (tiga dari kiri) saat menghadiri pembukaan pembangunan gedung lima lantai RS Mardi Rahayu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – RS Mardi Rahayu Kudus mulai mengerjakan proyek bangunan lima lantai, Senin (20/8/2017). Dalam pembangunan tersebut, Bupati Kudus Musthofa berpesan jika pengurusan izin dapat dilakukan sambil jalan.

“Kalau izinya masih belum diproses, maka proses izin pembangunan bisa dilaksanakan sambil paralel atau sambil jalan. Artinya apa, artinya gedung tetap dibangun sambil mengurus izinnya,” katanya saat sambutan dalam pemancangan tiang pancang pertama.

Bupati memberikan RS kelonggaran lantaran Mardi Rahayu merupakan rumah sakit swasta. Selain itu, kebutuhan akan bangunan yang dibangun sangat dibutuhkan masyarakat.

Dengan jadinya gedung medik sentral, Bupati berharap pengobatan masyarakat ke rumah sakit bakal lebih maju. Sehingga, persoalan kesehatan masyarakat akan berhenti di Kudus, dan tak perlu merambah rumah sakit luar Kudus.

“Jangan sampai lupa, untuk tetap konsisten dalam melayani masyarakat kecil,” pesannya.

Sementara, Direktur Umum RS Mardi Rahayu Kudus dokter Pujianto mengatakan, bangunan anyar dibutuhkan karena sejumlah bangunan sudah berusia 43 tahun dan untuk memenuhi standar akreditasi RS. Sebagai contoh kamar operasi yang harus menggunakan sistem bertekanan positif, serta tersedianya alat Hepafilter untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial.

“Perlu juga penambahan lima kamar operasi menjadi delapan kamar, dukungan central sterile and supply department serta ruang perawatan stroke yang terintegrasi dengan ICU,” jelasnya.

Dalam detail gedung baru nanti, lantai dasar sebagai ruang tunggu kamar operasi dan IVLCU/IRIN serta CSSD. Lantai dua delapan kamar operasi,  dan suport peralatan kamar operasi. Lantai tiga ICU, lantai empat ruang perawatan stroke 25 bed serta lantai lima ruang VVIP sambilan bed.

Di sisi lain untuk pengawas pembangunan dipercayakan CV Aretas Semarang, perencana dari PT Global rancang Selaras Yogyakarta. Sedangkan kontraktor pelaksana PT Tigamas Mmitra Selara dengan masa pengerjaan selama 10 bulan.

Editor: Supriyadi

Pemilik Gudang Tebu yang Terbakar Rugi Puluhan Juta

Petugas kebakaran dan warga mencoba memadamkan api yang melalap habis gudang tebu di Desa Jurang, Kudus, Sabtu (19/8/2017).
(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemilik gudang ampas tebu dan gudang gula tumbu yang terbakar adalah Kasdi (70). Warga Desa Jurang, RT 1 RW 1
Kecamatan Gebog itu harus mengalami kerugian mencapai Rp 50 jutaan, atas gudangnya yang habis terbakar.

Kasdi mengatakan, kebakaran tersebut tak hanya membuat kerugian pada bangunan saja. Namun isi dalam gedung miliknya juga habis. Padahal di dalamnya terdapat banyak pasokan gula tumbu.

“Ada sekitar empat ton gula tumbu sudah terkemas. Belum lagi yang masih dimasak dalam wadahnya serta tumpukan tebu yang juga habis terbakar. Jadi kalau Rp 50 juta lebih kerugianya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pria bertubuh gemuk itu menceritakan, saat kejadian kebakaran pihaknya sedang berada di rumahnya, yang tak jauh dari gudang. Saat itu, terdapat warga yang memberi kabar kalau gudangnya kebakaran.

Mendapatkan kabar yang tak enak, pihaknya langsung panik. Dia langsung datang ke lokasi sambil menghubungi pemadam kebakaran. Namun sesampainya di gudang,  kobaran api sudah melalap hampir seluruh gudang miliknya.

“Api muncul dari arah barat gudang menuju ke timur. Ampas tebu dan plastik yang kering sangat mudah terbakar. Apalagi, cuaca hari ini sangat panas dengan angin yang cukup kencang,” ungkap dia.

Editor : Ali Muntoha

Fasbuk Akan Gelar Kegiatan Tari Karya Sanggar Seni Ciptoning Asri Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Info terbaru, Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus akan kembali menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan pertunjukan tari dan diskusi budaya dengan menghadirkan judul “Nitik Sasmaya” di auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis, Sabtu (19/8/2017) pukul 19.30 WIB.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin mengatakan, edisi Agustus 2017 mengangkat sebuah pertunjukan tari karya dari Sanggar Seni Ciptoning Asri Kudus, dengan judul ” Nitik Sasmaya ” (Keindahan dari Gabungan Titik-titik). “Sebuah pertunjukan yang akan menggambarkan keindahan karya batik yang telah ada secara turun temurun dan dilestarikan sampai sekarang. Membatik merupakan salah satu pembelajaran pengendalian diri, mempererat tali persaudaraan dan persatuan,” katanya dalam rilis pers ke MuriaNewsCom.

Proses pembuatan batik dari mulai menggambar pola, nyanting, hingga nglorot yang dilakukan dengan bekerja sama, akan menghasilkan karya yang indah sebagai bukti keindahan dari negeri ini. Dalam pengkaryaan tersebut terdapat nilai-nilai luhur pembelajaran tentang makna dan nilai-nilai kehidupan. Semua itu akan dirangkai dalam sebuah rangkaian koreografi yang akan dimainkan oleh para penari dari Sanggar Seni Ciptoning Asri. Selain pertunjukan nantinya juga akan dilanjutkan dengan sesi bincang-bincang bersama tentang proses penciptaan karya Nitik Sasmaya.

Tentang Fasbuk, adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinyu untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Editor : Akrom Hazami

Bakal Cabup Kudus Sumiyatun Mulai Kampanye dengan Pasang Stiker di Angkutan Umum

Sebuah angkutan umum dengan kaca bertempelkan gambar salah satu bakal calon bupati Kudus, Sumiayatun, saat melintas di Kaliwung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah sejumlah bakal calon bupati (bacabup) Kudus ramai memasang baliho, kini ada yang memasang foto wajahnya di kaca belakang angkutan umum.

Pantuan MuriaNewsCom, di jalan  raya di Kecamatan Kaliwungu misalnya, terdapat beberapa angkutan umum dengan kaca belakang bertermpelkan gambar bacabup Sumiyatun.

Belum jelas, berapa ongkos yang dibayarkan kepada pemilik armada. Meski begitu, Sumiyatun membenarkan adanya info kalau fotonya terpasang di kaca angkutan umum bagianbelakang.

“Iya saya sudah tahu, tapi itu bukan saya. Saya juga tak tahu siapa yang memasang, mungkin temen-temen yang sudah memasangnya,” jawabnya singkat.

Diketahui, Sumiyatun merupakan salah satu nama yang telah mendaftarkan diri sebagai bacabup dari DPC PDI Perjuangan Kudus. Hanya ada dua nama yang berkasnya dikirim ke DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Yakni Masan,d an Sumiyatun.

Editor : Akrom Hazami

Meriahnya Kegiatan Lomba di KB Al-Azhar Jekulo Kudus

Suasana kegiatan KB Al-Azhar Jekulo, Kudus, menyambut HUT ke 72 RI, pada Rabu. (KB Al-Azhar)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan peserta KB Al-Azhar, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus antusias mengikuti lomba dalam rangka menyambut Dirgahayu Republik Indonesia ke-72, pada Rabu pagi (16/8/2017).

Beberapa kegiatan lomba dilakukan secara sederhana di halaman KB Al-Azhar.  Di antaranya, lomba estafet puzzle, lomba memasukkan pensil dalam botol, lomba makan kerupuk dan memakan sayur ketimun untuk kategori lomba kelompok. Ada juga lomba lagu kebangsaan, yang sekaligus mengenalkan wawasan kebangsaan terhadap anak.

Penyelenggara KB Al-Azhar, Eni Misdiyani mengatakan, wawasan kebangsaan kepada anak memang harus di kenalkan. “Kita utarakan dan kita tanamkan sejak dini. Walaupun mereka tidak pernah mengalami perihnya perjuangan meraih kemerdekaan, setidaknya mereka mengenal makna kemerdekaan,” kata Eni dalam rilis persnya ke MuriaNewsCom.

Umi Eni, begitu ia disapa, menambahkan, lomba yang diadakan itu sekaligus menggambarkan kepada anak bahwa perjuangan para pahlawan itu sulit, tatkala mereka berlomba dalam meraih kemenangan, dan memberikan pengertian, kemerdekaan itu harus di raih, di jaga serta di pertahankan dan mengisinya dengan semangat. Semisal, semangat dalam belajar dan gotong royong seperti saat mereka berlomba dalam kategori kelompok.

Salah satu peserta, Zaim Yafi (5), mengaku senang dengan ikut kegiatan. Terlebih, dia juga meraih peringkat pertama dalam lomba memasukkan pensil ke dalam botol.

 

Editor : Akrom Hazami

Ada ‘Pejuang’ Cantik Layani Nasabah BRI Kudus

Pegawai BRI Kudus mengenakan pakaian pahlawan saat melayani nasabah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyak cara dilakukan untuk menyambut dan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain sejumlah perlombaan yang banyak digelar, ada pula yang memeriahkan dengan cara lain.

Seperti halnya yang dilakukan karyawan BRI Kudus, Rabu (16/8/2017). Mereka mengenakan atribut para pejuang. Tak hanya petugas teller yang melayani nasabah saja, tapi semua karyawan.

Manager Operasional BRI Kudus Subchan Efendi mengatakan, keputusan untuk memeriahkan dengan cara ini sebelumnya hanya direncanakan untuk bagian teller saja, karena langsung melayani nasabah. Namun, setelah ditimbang timbang, akhirnya diputuskan untuk semuanya karyawan.

“Ini untuk merayakan Kemerdekaan RI, jadi diputuskan semuanya mengenakan seragam yang bertema pejuang atau kemerdekaan. Pakaian semacam ini akan dikenakan dua hari, yaitu pada 16 Agustus dan 18 Agustus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, para karyawan dibebaskan berkreasi mengenakan pakaian kemerdekaan. Hingga akhirnya kreativitas muncul, seperti pakaian putih berhasduk merah-putih, lengkap dengan topi pejuang dan pin merah-putih.

Selain itu, ada pula sejumlah karyawan yang mengenakan pakaian adat Jawa, dengan pertimbangan pejuang juga banyak yang muncul dari Jawa. Dengan nuansa baru tersebut, membuat suasana pelayanan tampak berbeda dan memberikan hal yang baru bagi nasabah yang datang.

“Ada sekitar 100 karyawan di cabang Kudus. Namun kami juga menerapkan hal yang sama bagi kantor-kantor kas di tiap kecamatan di Kudus, untuk berpakaian pejuang. Bahkan saya juga mengenakan,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Pantau Pengerjaan Perbaikan Jalan Lingkar Kencing-Jetak, Ini Kata Anggota DPRD Komisi C 

Anggota DPRD Komisi C Kudus melakukan pemantauan pekerjaan jalan di titik Jalan Kencing-Jetak, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi C DPRD Kudus menilai, pekerjaan pengecoran jalan lingkar Kencing-Jetak seharusnya bisa lebih panjang. Sebab, jalan yang rusak masih panjang, sedangkan perbaikan yang dilakukan hanya 2 km.

Sekretaris komisi C DPRD Kudus Ahmad Fatkhul Aziz mengatakan, jalan yang rusak lain butuh penanganan dari pemkab. “Masih ada jalan yang rusak. Harusnya bisa diusulkan untuk dianggarkan, agar dapat diperbaiki juga,” kata Aziz saat meninjau lokasi perbaikan jalan di titik Kencing-Jetak.

Dewan siap membantu sesuai dengan kapasitasnya. Biar nantinya, perbaikan jalan bisa dilakukan ke seluruh titik di ruas Kencing-Jetak.

Sementara, Wakil Ketua Komisi C Ali Muhlisin mengatakan, jalan itu memang membutuhkan perbaikan dengan model cor atau beton. Karena, jika hanya diaspal akan membuat jalan cepat rusak. 

Zainal Arifin, pelaksana kegiatan pengecoran Jalan Kencing-Jetak dari PT Enggal Jaya Perkasa mengatakan pekerjaan dilakukan mulai sisi barat jalan terlebih dahulu, nanti dilanjutkan pada sisi timur jalan.

“Ada panjang 2 kilometer yang dicor, jadi sejauh dua kilometer itu pengendara harus hati-hati lantaran harus bergantian melewatinya,” kata Zainal.

Menurut dia, pekerjaan cor akan diselesaikan sekitar dua bulan. Karena berdasarkan kontrak, pengecoran memakan waktu hingga 90 hari, yang terhitung sejak 21 Juli 2017 lalu. Zainal mengatakan, selama beberapa hari mengerjakan cor, masih banyak kendaraan yang melintas. Akibatnya, pengerjaan proyek juga sedikit terganggu.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemkab Kudus Klaim Kualitas Cor di Jalan Kencing-Jetak Tahan hingga 20 Tahun

Komisi C  DPRD Kudus dan pemkab saat melakukan pengecekan pengecoran di jalan lingkar Kencing Jetak, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus klaim jika kualitas cor di Jalan Kencing-Jetak akan bertahan hingga 20 tahun. Mengingat, kualitas cornya yang bagus.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus Jaswanto. Dia mengatakan, jalan yang sudah dicor memiliki lebar hingga 7 meter. Kemudian ketebalan cor, mencapai 25 centimeter. “Dengan kualitas yang bagus, jalan akan mampu bertahan hingga 20 tahun,” kata Jaswanto kepada MuriaNewsCom, di lokasi pengerjaan, Selasa.

Pihaknya yang didampingi Komisi C DPRD Kudus itu tampak memantau proses pengerjaan.  Adapun anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jalan tersebut sekitar Rp 9,83  miliar. Anggaran bersumber dari Bangub 2017. Anggaran itu hanya diperuntukkan pembangunan jalan sepanjang 2 km.

Jalan tersebut merupakan jalan milik Kabupaten Kudus. Praktis, pemkablah yang bertangung jawab terhadap perbaikannya.

Sebelumnya, kata dia, jalan di lokasi Kencing-Jetak memang kerap rusak. Di antaranya karena tonase kendaraan yang berlebih, serta struktur tanah yang mudah bergerak. Selain juga, lokasi itu kerap tergenang air usai hujan.

“Beberapa kali sudah kami perbaiki, namun tidak lama setelah itu sudah rusak kembali. Jadi, harus dicor agar jalannya awet dan mampu menahan beban lebih banyak,” pungkas Jaswanto.

Editor : Akrom Hazami