Ngeri! Satpol PP Kudus Razia Remaja Pacaran Hingga ke Makam

Salah satu motor di parkir di tepi makam yang di duga milik remaja yang berpacaran. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu motor di parkir di tepi makam yang di duga milik remaja yang berpacaran. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan makam yang digunakan sebagai tempat pacaran di Kudus, menjadi perhatian serius bagi petugas Satpol PP. Hal itu ditunjukkan dengan adanya pengintaian terhadap dua makam di Kudus.

Kasi Ketertiban Umum (Tibum) pada Satpol PP Kudus Sukrin Subiyanto mengatakan, Satpol PP setiap hari melakukan aktivitas rutin razia dengan berkeliling Kudus. Bukan hanya menertibkan lokasi keramaian saja, melainkan mendatangi makam di Kudus.

”Khususnya makam yang digunakan untuk pacaran. Hal itu kami lakukan secara rutin dari hari ke hari,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sayangnya, dalam melakukan tindakan razia sering kali pelaku berhasil lolos. Meski demikian, petugas tetap melakukan penertiban dengan patroli secara rutin.

Dalam melakukan patroli keliling, beberapa makam di Kudus menjadi sasaran Satpol PP. Selain taman, ternyata makam juga digunakan untuk pasangan remaja berpacaran.

Dalam melakukan razia, Satpol PP tidak hanya mendatangi pada pagi dan siang hari saja. Melainkan pada sore dan malam hari juga melakukan hal yang sama dengan menjalankan razia rutin dengan patroli keliling.

”Mudah-mudahan dapat mengurangi kelakuan remaja yang di luar batas norma kesopanan. Yang jelas jika ada yang menemukan dapat langsung memberikan informasi kepada kami,” ungkapnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Bunga Kuburan yang Membawa Berkah Bagi Warga Kaliputu Kudus

Bunga kamboja yang dijemur dan nantinya dijual ke pengepul (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bunga kamboja yang dijemur dan nantinya dijual ke pengepul (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Pohon kamboja yang tumbuh subur di pemakaman Kaliputu Kudus, menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar. Sebab, banyaknya bunga-bunga kamboja yang jatuh ke tanah, kemudian dikumpulkan yang selanjutnya dijual.

Salah satu warga Kaliputu Sukarno mengatakan, dirinya sering mengumpulkan bunga kamboja yang berjatuhan dibawah pohon. Bunga tersebut kemudian dijemur dan di jual ke pengepul. “Harganya memang naik turun. Mulai dari Rp 9 ribu/kg hingga Rp 15 ribu/kg,” katanya.
Untuk penjualannya, dirinya biasanya menyetorpengepul di wilayah Mejobo atau Jekulo. Nantinya, bunga kamboja tersebut dikirim ke Jakarta untuk dijadikan bahan baku pewangi atau pengharum.

“Biasanya, untuk penjualan kami lakukan dua hari sekali, karena proses pengeringan bunga memerlukan selama dua hari, jika cuacanya cerah,” tuturnya.

Menurutnya, meskipun menjual bunga ini tidak sebagai pekerjaan utama, namun dari hasil penjualan bungan kamboja tersebut bisa dikatakan lumayan.

“Setidaknya uang lauk pauk bisa tercukupi. Sebab,untuk sekali penjualan bunga bisa mendapat omzet sekitar Rp 135 ribu hingga Rp 165 ribu. Selain itu,untuk kegiatan ini bisa dilakan usai pulang kerja,” ungkapnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)