Tak Diimbangi dengan Kualitas, Warga Kudus Keluhkan Kenaikan Harga Gula

Beberapa warga sedang membeli kebutuhan pokok di Pasar Kaliputu Kudus. (MuriaNewsCom)

Beberapa warga sedang membeli kebutuhan pokok di Pasar Kaliputu Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Naiknya harga gula pasir di Kabupaten Kudus ternyata tak diiringi dengan kualitas yang baik. Beberapa gula dipasaran bahkan sudah berubah warna dan tak semanis seperti gula pada umumnya.

”Gulanya berwarna gelap agak coklat kehitaman. Tidak bisa putih dan bagus seperti gula biasanya. Itulah yang kerap mejadi keluhan masyarakat. Padahal harganya naik,” kata Kasi Perlindungan Konsumen pada Dinas Pertanian dan Pengelolaan Pasar Nuratri Sulistiyani kepada MuriaNewsCom

Selain warna, lanjutnya, keluhan masyarakat juga muncul dari rasa yang dihasilkan. Ini lantaran, rasa gula tidak terlalu manis, sehingga membutuhkan lebih banyak gula dari biasanya.

Yuni, warga Bae juga mengungkapkan keluhan mahalnya harga gula. Terlebih, sekarang juga masih musim nikah sehingga dalam nyumbang juga menggunakan gula.

”Sudah jadi tradisi, kalau ada yang menikah selain membawa beras juga membawa gula. Dan ini gulanya sangat mahal,” ungkapnya.

Melihat hal itu, dia menyikapi dengan membeli gula bermerk. Itu karena, gula merk memiliki harga yang lebih rendah dan lebih manis ketimbang gula lokal.

”Banyak gula yang memiliki merk, harganya kisaran Rp 15 ribu, lebih hemat dari gula biasanya. Nanti saja kalau sudah turun kembali lagi,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi