Duh, Blangko E-KTP di Jepara Habis Lagi

Pengumuman dari Disdukcapil Jepara terkait habisnya blangko E-KTP beredar luas di masyarakat. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Proses pembuatan KTP Elektronik (E-KTP) di Kabupaten Jepara kembali tersendat. Ini lantaran blangko E-KTP yang ada di Disdukcapil Jepara kembali habis per Rabu (9/8/2017).

“Mulai kosong per hari ini (Rabu). Namun kami telah memasang pengumuman hari Selasa (8/8/2017) kemarin. Tujuannya agar masyarakat mengetahui informasi tersebut lebih awal,” kata Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Susetiyo.

Ditanya tentang penyediaan kembali blangko KTP, Susetiyo belum menerima informasi lebih lanjut. “Kami belum menerima informasi lagi mengenai kapan turunnya stok E-KTP dari pemerintah pusat ,” urainya. 

Meskipun stok E-KTP saat ini kosong, namun perekaman data warga masih bisa dilayani. Sebagai gantinya, warga akan diberikan surat keterangan atau suket sembari menunggu blangko dari pusat turun.

Dirinya menyebut, hingga saat ini total stok yang dihabiskan sejumlah 26 ribu keping. Sebanyak 22 ribu di antaranya didrop langsung dari pemerintah pusat, sementara 4.000 sisanya diambil langsung oleh Kepala Disdukcapil Jepara Sri Alim Yuliatun di Jakarta. 

Menurut catatannya, hingga akhir bulan Juli ada 855.666 orang yang telah merekamkan datanya. Sementara yang telah tercetak sebanyak 849.250, terdiri dari perekam laki-laki sebanyak 424.272 dan perempuan 424.978. 

“Artinya masih ada sejumlah 6.416 data orang yang telah merekam namun belum tercetak pada blangko E KTP,” tambahnya. 

Editor: Supriyadi

Ada 800 KTP Elektronik Warga Jepara yang Belum Diambil Pemiliknya

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jepara mengimbau warga segera mengambil KTP Elektronik yang telah tercetak. Hal itu karena, ada 800 keping KTP El tahun pencetakan 2016 yang masih tersimpan di Kantor Disdukcapil Jepara.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Susetiyo, Selasa (18/4/2017). Menurutnya KTP El tersebut, merupakan hasil perekaman warga sebelum tahun 2016. 

“Untuk proses perekamannya sekitar tahun 2015, namun pencetakannya tahun 2016. Kita sudah mencoba untuk memberitahukannya kepada masyarakat terkait hal tersebut melalui camat, namun hingga kini belum ada respon dengan mengambilnya,” katanya.

Dirinya mengatakan, Disdukcapil tidak mungkin melakukan penghantaran KTP El langsung kepada warga. Hal itu mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh dinas tersebut. 

Ditanya terkait droping KTP El yang belum terambil ke tingkat camat, Susetiyo mengaku tak mau ambil risiko. Hal itu karena kepemilikan KTP El bersifat personal dan merupakan dokumen penting. Ia mengharapkan warga mengambil secara pribadi agar meminimalisasi potensi kerawanan penggunaan dokumen pribadi tersebut. 

“Kalau data 800 KTP El yang belum diambil itu datanya campuran. Ada yang sudah tua, muda hingga buruh. Kami belum mengetahui kenapa alasannya belum diambil padahal dokumen itu penting dan yang meminta untuk dibuatkan adalah warga sendiri,” tuturnya.

Editor : Kholistiono