Ini Kronologi Penangkapan Warga Semarang yang Membawa Sabu-sabu di Pati

upload jam 1645 narkoba 2 (e)

Pelaku yang tertangkap tangan membawa sabu-sabu diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati Seorang warga Kampung Tambak Bandarharjo, Semarang berinisial MR (48) dibekuk petugas Polres Pati, karena kedapatan membawa satu paket narkotika jenis sabu-sabu di Jalan Raya Tayu-Juwana, Desa Genengmulyo, Juwana, Pati, Jumat (1/4/2016) pukul 23.00 WIB.

Kejadian itu bermula, ketika MR melakukan perjalanan di Jalan Raya Tayu-Juwana. Sampai di depan gudang kayu Desa Genengmulyo, pelaku yang sudah diintai Satuan Reserse Narkoba Polres Pati, kemudian langsung dibekuk.

“Pelaku memang sudah menjadi target operasi. Setelah melakukan pengintaian, pelaku akhirnya berhasil dibekuk di Desa Genengmulyo pada malam hari. Dari hasil penggeledahan, satu paket narkotika jenis sabu berbentuk kristal itu disimpan di bungkus plastik bening dan disembunyikan di sandal sebelah kanan,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom, Sabtu (2/4/2016).

Sampai berita ini turun, pelaku sudah diamankan di Mapolres Pati untuk kepentingan penyidikan. “Barang bukti sudah cukup untuk menguatkan pelaku yang tertangkap tangan membawa sabu-sabu. Pelaku sudah diamankan di Mapolres Pati dan sedang dilakukan penyidikan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Pati dari tahun ke tahun mengalami trend kenaikan penyalahgunaan narkotika yang cukup signifikan. Karena itu, pihaknya tidak membiarkan pengguna maupun pengedar narkoba berkeliaran di Pati.

“Dari tahun ke tahun, trend penyalahgunaan narkoba di Pati memang naik. Ini akan kita antisipasi dengan gencar melakukan operasi dan razia. Kami minta partisipasi dari masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan dan pelaporan terhadap warga yang terindikasi menyalahgunakan narkotika,” pungkasnya.

 

Editor : Kholistiono

Baca juga : Polisi Bekuk Pengguna Narkoba Asal Semarang di Jalan Tayu-Juwana Pati

http://www.murianews.com/2016/04/02/77522/polisi-bekuk-pengguna-narkoba-asal-semarang-di-jalan-tayu-juwana-pati.html

Korban Santet Dikerjai Pencuri Bermodus Gendam

pencuri gendam 3 FOTO (e)

Tersangka gendam mempraktikkan aksinya kepada seorang perempuan pemakai perhiasan saat gelar perkara di Mapolres Jepara. (MuriaNewCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Empat kawanan pelaku penipuan dengan modus gendam di Kabupaten Jepara diamankan pihak kepolisian Polres Jepara. Para pelaku yang telah menjalankan aksinya lintas Kabupaten tersebut memiliki modus khusus. Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin membeberkan modus mereka dalam gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin (7/12/2015).

”Modusnya, mereka (tersangka) berpura-pura menjadi orang pintar yang bisa menyembuhkan orang yang kena santet. Untuk menunjukkan kemampuan mereka, kemudian tersangka membawa telur yang sudah diisi dengan jarum suntik, dan membawa istambul kecil ukuran 3×4,” ungkap Samsu.

Selanjutnya, kata Samsu, korban diminta melepas semua perhiasan dengan alasan proses penyembuhan tidak boleh memakai perhiasan. Setelah korban percaya, korban pun memberikan semua perhiasannya.

”Setelah korban terkelabui, para pelaku kemudian meninggalkan korban. Mereka melarikan diri dengan cepat karena ada teman mereka yang sudah siap-siap di mobil untuk melarikan diri,” imbuhnya.

Samsu menambahkan, dengan modus tersebut banyak korban yang terkelabui dan tersangka mendapatkan keuntungan. Dari aksi yang dilakukan di Jepara saja, pelaku mengaku mendapatkan sedikitnya Rp 20 juta, dan emas sekitar 9 gram dari para korban.

Sementara itu, AKP Hadi Prastowo, Kasat Binmas Polres Jepara mengimbau agar masyarakat lebih hati-hati ketika bertemu dengan orang yang tidak dikenal. Selain modus mampu menyembuhkan juga tersangka memiliki modus mampu melipatgandakan uang atau perhiasan. “Pelaku membawa telur yang di dalamnya sudah diisi jarum untuk menunjukkan kemampuan atau kesaktiannya agar korban terkelabui,” imbuhnya.

Adapun untuk mempertanggungjawabkan aksinya, empat tersangka dikenakan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Menurut dia, meskipun menggunakan cara gendam, para pelaku pada dasarnya melakukan penipuan. Sehingga pasal yang dikenakan adalah kasus penipuan. Selain mengancam hukuman tersebut, pihaknya juga akan terus mendalami kasus ini. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Ini Kisah Pilu Pencuri Asal Rembang yang Babak Belur Dihajar Massa di Pati

Budi Utomo tengah dimintai keterangan petugas Polsek Pati Kota. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Budi Utomo tengah dimintai keterangan petugas Polsek Pati Kota. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ada kisah pilu dibalik aksi pencurian uang yang dilakukan Budi Utomo (23), warga Desa Pandean, Kecamatan Rembang di Kompleks Pasar Sleko, Pati, Selasa (24/11/2015).

Sebelum nekat mencuri, Budi Utomo sebetulnya sudah berpikir panjang dan tahu risiko yang akan dialami. Namun, ketakutan itu segera sirna saat kondisi hidupnya menjepit.

Ia nekat mencuri uang milik Setyaningsih, warga Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, Pati lantaran tidak punya biaya untuk mengurus cerai dengan istrinya. ”Saya tidak punya biaya untuk mengurus perceraian. Saya tahu risikonya mencuri, tapi bagaimana lagi. Saya terpaksa,” tuturnya.

Ia juga mengaku, baru kali pertama melakukan pencurian di Pati. Hal itu diakuinya terpaksa untuk membiayai proses perceraian dengan sang Istri.

Kendati begitu, petugas Polsek Pati Kota tetap memproses perbuatan melawan hukum yang dilakukan Budi. Terlebih, aksi serupa pernah dilakukan Budi sebanyak enam kali di Kabupaten Kudus.

”Dia sudah pernah mencuri di daerah lain, yaitu Kudus. Hari ini, aksi pencurian dilakukan di Pati. Akibat ulahnya, pelaku terancam dengan hukuman penjara paling lama 5 tahun,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melalui Kanit Reskrim Pati Kota Ipda Suwarno saat dimintai keterangan MuriaNewsCom. (LISMANTO/TITIS W)

Curi Uang di Pati, Warga Rembang Babak Belur Diajar Massa dan Sepeda Motor Dibakar

Seorang petugas kepolisian Polsek Pati Kota tengah melihat sepeda motor milik pelaku pencurian yang dibakar massa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang petugas kepolisian Polsek Pati Kota tengah melihat sepeda motor milik pelaku pencurian yang dibakar massa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Seorang warga Desa Pandean RT 2 RW 3, Kecamatan Rembang bernama Budi Utomo (23) babak belur dihajar massa, setelah kedapatan mencuri uang milik Setyaningsih, warga Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus di Kios Kompleks Pasar Sleko Nomor 15, Pati, Selasa (24/11/2015).

Kejadian bermula, saat pelaku berusaha mencuri uang milik Setyaningsih yang berada di kios sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, Setyaningsih tengah pergi ke belakang untuk mengambil barang-barang dagangan.

Kendati begitu, aksi pelaku tidak berjalan mulus. Saat ingin mengambil uang, pelaku diteriaki maling oleh pembeli. Sontak, pelaku dikejar warga setempat dan berlari menuju kawasan Pasar Sleko.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap warga dan diberikan hadiah berupa bogem mentah. Tak hanya itu, sepeda motor milik pelaku juga dibakar massa hingga tinggal kerangka.

”Setelah diamankan warga, pelaku kemudian kami amankan ke Mapolsek Pati. Sejumlah barang bukti yang kami amankan, antara lain uang senilai Rp 3,9 juta dan sepeda motor pelaku yang dibakar massa,” kata Kapolsek Pati IPTU Suyatno kepada MuriaNewsCom.

Pelaku diancam dengan Pasal 36 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. (LISMANTO/TITIS W)

Polisi Siap Amankan Pelajar yang Berani Melakukan Tindakan Kriminal

Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro saat memberikan pembinaan dan sosialisasi kepada para siswa di MAN Bawu Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro saat memberikan pembinaan dan sosialisasi kepada para siswa di MAN Bawu Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Aparat kepolisian tidak hanya menangani tindak kriminalitas yang dilakukan oleh orang dewasa saja. Tetapi juga remaja nakal yang melakukan tindakan kriminal. Sehingga, para remaja harus berhati-hati agar tidak tersangkut masalah dengan aparat berseragam coklat itu.

Hal itu sesuai dengan yang disampaikan Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro. Menurut dia, kenakalan remaja yang juga kerap pada tindakan kriminal, mendapat perhatian dari jajaran kepolisian. Untuk itu, pihaknya gencar melakukan pembinaan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mengantisipasinya.

“Sekarang ini banyak remaja nakal yang sudah berani melakukan tindakan kriminal. Saya sering menemui remaja yang pesta miras, dan melakukan tindakan kenakalan lainnya,” kata Hendro ketika memberikan pembinaan dan sosialisasi di MAN Bawu Jepara, Selasa (17/11/2015).

Menurut dia, pembinaan dan sosialisasi dilakukan sejak dini kepada para remaja agar terhindar dari kenakalan yang keblablasan. Apalagi di Kabupaten Jepara merupakan wilayah yang kerap dikunjungi warga negara asing (WNA) untuk kepentingan bisnis dan sebagainya. Sehingga keluar masuk WNA ke Jepara bukan tabu lagi.

Hal ini harus diwaspadai, karena keluar masuk WNA ini bisa jadi menjadi berpeluang dengan kegiatan negatif, seperti peredaran narkoba.”Kalau tidak ada antisipasi dini, tentu remaja yang akan menjadi korbanya. Maka kamipun mulai gencar melakukan sosialisasi dan pembinaan ke sekolah-sekolah,” tandasnya.

Pihaknya mengaku akan bekerjasama dengan guru bimbingan konseling (BK) melakukan razia di sekolah, mengecek satu persatu kelengkapan kendaraan siswa. Termasuk soal ketertiban berlalu lintas seperti razia helm, spion dan standar kendaraan yang digunakan. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Kapolres Kudus: Tembak di Tempat untuk Pelaku Kekerasan

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan memeriksa senjata milik personel saat gelar pasukan di Alun-alun Kudus pagi ini. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan berjanji akan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Dia menyatakan telah memberi instruksi kepada anggotanya untuk menebak di tempat bagi pelaku kejahatan disertai kekerasan.

Lanjutkan membaca