Tak Lolos Verifikasi, 710 Pemohon KUP di Kudus Ditolak

Bupati Kudus Musthofa saat menyampaikan KUP didampingi Bupati Pekalongan (baju putih) di Rumdin Bupati Pekalongan. (MuriaNewsCom)

Bupati Kudus Musthofa saat menyampaikan KUP didampingi Bupati Pekalongan (baju putih) di Rumdin Bupati Pekalongan. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sedikitnya 710 Pemohon Kredit Usaha Produktif (KUP) Kudus ditolak. Hal itu terjadi, lantaran pemohon tidak lolos verifikasi yang dilakukan pihak bank.

Hal itu disampikan Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kudus Hadi Sucipto. Menurutnya, data yang didapat per 11 Mei 2016, terdapat 710 Pemohon KUP yang terpaksa ditolak

“Pemohon tidak selalu di-acc. Mereka dilihat dulu apakah sesuai kriteria atau tidak, usahanya bagaimana serta penilaiannya lain yang diberikan pihak bank,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, untuk perkembangan permohonan KUP mikro per 11 Mei 2016 total data yang masuk ada 1.750 pengusaha. Hanya, dari jumlah pemohon tersebut 710 di antaranya ditolak. Sedangkan sisanya masih dalam proses verifikasi

”Rata-rata yang ditolak karena tidak lolos. Supaya penyaluran KUP bisa efektif dan seefisien jadi verifikasi dilakukan dengan seksama,” ungkapnya.

Ia berharap, program ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya melalui usaha, baik yang baru merintis maupun yang sudah berjalan.

Selain itu, dengan adanya KUP ini tidak menjadi alasan kekurangan modal demi memajukan produk UMKM dan memperluas pemasaran. Sehingga, kedepan produknya bisa lebih inovatif dan kreatif.

“Apalagi, dalam MEA ini membutuhan daya ekstra. Persaingan usaha bakal semakin ketat,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

 

Musthofa Dijuluki “Sunan” di Pekalongan

Bupati Kudus Musthofa saat menyampaikan KUP didampingi Bupati Pekalongan (baju putih) di Rumdin Bupati Pekalongan. (MuriaNewsCom)

Bupati Kudus Musthofa saat menyampaikan KUP didampingi Bupati Pekalongan (baju putih) di Rumdin Bupati Pekalongan. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Virus Kredit Usaha Produktif (KUP) semakin meluas. Bagai wabah yang menyebar dan menginveksi para pelaku usaha kecil mikro (UKM) di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sebagaimana yang berlangsung di Pendapa Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Bupati Kudus Musthofa menularkan KUP pada pelaku UKM Pekalongan, Selasa (8/3/2016).

Sedikitnya 500 orang mengikuti acara ini. Selain sosialisasi, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Pemkab Kudus dan Pemkab Pekalongan, serta MoU kerja sama KUP antara Pemkab Pekalongan dengan Bank Jateng. Karena Kudus dinilai berhasil memberdayakan potensi UKM untuk penguatan ekonomi kerakyatan. Bahkan Bupati Pekalongan Amat Antono menyebut Musthofa bukan hanya bupati, melainkan “sunan” bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan sugeng rawuh bagi ‘sunan’ Musthofa. Saya atas nama masyarakat Pekalongan mengucapkan terima kasih atas ide dan gagasan cerdas menginisiasi lahirnya KUP ini,” kata Antono.

Menanggapi hal itu, Musthofa memaparkan bahwa tugas pemerintah adalah memperkuat ekonomi kerakyatan. Karena itu merupakan kekuatan ekonomi nyata di masyarakat yang bisa mewujudkan mimpi menuju masyarakat lebih sejahtera. Salah satu senjatanya adalah KUP yang hampir setahun diluncurkan.
“Masyarakat semakin sejahtera sudah menjadi tekad kami di Kudus. Terbukti bahwa angka kemiskinan di Kudus kini 6 persen dari perhitungan nasional yang masih 11 persen,” ujar Musthofa.

Dengan adanya KUP ini, dirinya berharap bukan hanya di Kudus saja yang maju dengan UKM-nya. Tetapi impiannya, seluruh daerah di Jawa Tengah bahkan di seluruh Indonesia bisa semakin kuat ekonomi kerakyatannya.

Pada acara itu juga diserahkan pembagian kartu KUP bagi pelaku UKM di Pekalongan. Di akhir paparan, bupati berpesan agar pinjaman ini bisa dikembalikan tepat waktu. Meski tanpa jaminan, dirinya berharap masyarakat untuk bertanggung jawab.

Editor : Akrom Hazami

Ingin Kredit Gadget Tanpa Agunan, Ini Caranya..

Petugas Sentra Ponsel Muhammad Najib (kanan) tengah menulis pelanggan kredit tanpa agunan. (MURIANEWS/AYU KHAZMI)

KUDUS – Semakin banyaknya gadget yang beredar luas dari berbagai vendor, membuat konsumen semakin sering bergonta-ganti produk. Terlebih pada produk smartphone. Namun dengan harganya yang cukup mahal, konsumen tidak perlu direpotkan lagi.

Lanjutkan membaca