Setelah Tersimpan 3 Tahun di KPU Grobogan, Logistik Pilgub Jateng Akhirnya Bisa Dilelangkan

Sejumlah staf KPU Grobogan sedang menimbang logistik eks Pilgub 2013 yang akan dilelang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah staf KPU Grobogan sedang menimbang logistik eks Pilgub 2013 yang akan dilelang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – KPU Grobogan akhirnya berhasil melelangkan logistik yang sebelumnya digunakan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013 lalu. Hal itu disampaikan Sekretaris KPU Grobogan Amin Nur Hatta pada wartawan, Kamis (24/11/2016).

“Baru saja proses lelang kita lakukan. Pembeli atau pemenangnya adalah warga Purwodadi,” kata Amin didampingi Kasubag Umum Anung Pramono.

Menurut Amin, logistik eks pilgub yang sudah selesai dilelang tersebut terdiri dari beberapa item. Antara lain, logistik surat suara sebanyak 5.932 kg, 561 kg sampul. 1.424 tanda pengenal, 7 kg alat coblos serta 12 kg gembok.

“Logistik eks pilgub ditaksir dengan harga limit Rp 12,5 juta. Tetapi, dalam proses lelang laku Rp 12,7 juta. Dalam pelaksanaan lelang, kita juga melibatkan pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang,” jelasnya.

Dijelaskan, untuk penghapusan barang milik negara, seperti bekas logistik pilkada tidak bisa dilakukan begitu saja. Tetapi, minimal harus menunggu dua tahun setelah gubernur dan wakilnya dilantik baru bisa diusulkan ke Kantor Arsip Nasional RI dan KPU pusat untuk penghapusan barang. Setelah mendapat persetujuan, baru mengajukan permohonan menyelenggarakan lelang ke KPKNL.

Amin mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya juga sedang menyiapkan proses lelang barang milik negara lagi. Yakni, logistik eks Pemilihan Legislatif 2014.

“Untuk lelang logistik eks pileg masih kita persiapkan dengan pihak KPKNL. Jumlah logistik eks pileg ini jumlahnya jauh lebih banyak dibanding logistik eks pilgub. Untuk pengumuman lelang logistik eks pileg rencananya kita unggah lewat internet karena nilainya cukup besar,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

KPU Grobogan Dapat Surat dari Mendagri Terkait Jabatan Wakil Bupati, Ini Isinya

 Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif dalam sebuah acara debat kandidat cabup dan cawabup beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)


Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif dalam sebuah acara debat kandidat cabup dan cawabup beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pengisian posisi Wakil Bupati Grobogan tampaknya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Hal ini terkait dengan adaya surat dari Mendagri yang diterima KPU belum lama ini.
Dalam surat berisi salinan keputusan Mendagri No 132.33-4797 Tahun 2016 itu berisi mengenai penarikan kembali keputusan Mendagri sebelumnya tentang pengangkatan Wakil Bupati Grobogan.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menegaskan, pihaknya menerima tembusan surat dari Gubernur Jawa Tengah yang ditandatangani asisten pemerintahan. Dalam surat itu dilampirkan pula keputusan Mendagri mengenai penarikan kembali keputusan sebelumnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam keputusan sebelumnya dengan nomor 132.33.967, Mendagri telah mengesahkan pengangkatan Sri Sumarni dan Edy Maryono sebagai Bupati dan Wakil Bupati Grobogan terpilih masa jabatan 2016-2021.

Namun, pada akhirnya, hanya Sri Sumarni yang dilantik pada 21 Maret 2016 sebagai Bupati Grobogan. Sebab, Edy Maryono selaku wakil bupati terpilih telah meninggal dunia pada 11 Maret atau 10 hari sebelum dilakukan proses pelantikan.“Jadi sebelum pelantikan, SK untuk bupati dan wakil bupati itu sudah jadi. Mengingat wakil bupati terpilihnya meninggal maka SK yang sudah dibuat sebelumnya perlu dicabut,” jelasnya.

Ditanya soal pengisian posisi wakil bupati selanjutnya, Afrosin menyatakan, dalam surat tersebut tidak disertakan petunjuk dari Mendagri mengenai masalah tersebut. Menurutnya, untuk pengisian wakil bupati yang sudah kosong beberapa bulan tersebut, sudah bukan jadi kewenangan KPU.“Soal ini sudah jadi ranah Mendagri dan DPRD Grobogan. Tugas KPU dalam pilkada sudah berakhir ketika menetapkan pasangan bupati dan wakil bupati terpilih,” katanya.

Menurut Afrosin, proses pengisian wakil bupati ini memang tidak mudah dilakukan. Sebab, belum ada aturan hukum yang jelas untuk menggantikan wakil bupati terpilih yang meninggal dunia sebelum dilantik. “Dalam UU Pilkada atau peraturan KPU tidak mengatur masalah ini. Kalau meninggalnya setelah dilantik sudah diatur,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Grobogan Apresiasi Kinerja KPU 

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyerahkan buku hasil evaluasi dan pelaksanaan Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyerahkan buku hasil evaluasi dan pelaksanaan Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif beserta empat komisioner lainnya, Jumat (27/5/2016) menemui Bupati Grobogan di ruang kerjanya. Selain bersilaturahmi, agenda utama kunjungan itu adalah untuk menyerahkan buku tentang hasil evaluasi dan laporan pelaksanaan pilkada tahun 2015 lalu.

Selain anggota KPU, hadir pula Sekretaris KPU Grobogan Amin Nur Hatta dan para kasubag kesekretariatan. Sebelum acara penyerahan buku, Sri Sumarni sempat berbincang santai dengan tamunya sekitar 30 menit.

Dalam kesempatan itu, Sri sempat mengapresiasi kinerja KPU dalam penyelenggaraan pilkada lalu yang dinilai sangat bagus. Di mana, dalam semua tahapan yang dilakukan, praktis tidak menimbulkan gejolak dari para pasangan calon, pendukung, dan masyarakat.

“Seperti kita ketahui, pelaksanaan pilkada kemarin berjalan lancar dan suasana juga sangat kondusif. Hal ini bisa terjadi berkat kerja sama yang baik dari KPU dan instansi lainnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menambahkan, buku setebal 148 halaman yang diserahkan itu berisi laporan semua tahapan penyelenggaraan Pilkada. Mulai tahapan penyusunan anggaran sampai pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan Pilkada.

Editor : Akrom Hazami

 

Evaluasi Pelaksanaan Pilkada, KPU Grobogan Gelar FGD

Pelaksanaan FGD pertama di wilayah barat untuk mendapatkan masukan terkait penyelenggaraan Pilkada 2015 lalu.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pelaksanaan FGD pertama di wilayah barat untuk mendapatkan masukan terkait penyelenggaraan Pilkada 2015 lalu.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski pelaksanaan seluruh tahapan pilkada sudah selesai akhir Desember 2015 lalu, namun KPU Grobogan masih menggelar kegiatan yang berkaitan dengan gawe besar warga Grobogan tersebut. Yakni, menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi pelaksanaan pilkada lalu.

“Kita rencanakan FGD ini digelar di tiga titik. Yakni, wilayah barat, tengah dan timur,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Dijelaskan, pelaksanaan FGD dimulai dari wilayah barat yang dilangsungkan hari ini Selasa (19/1/2016) di RM Makan Noroyono, Gubug. Dalam FGD ini ada beberapa pihak yang diundang. Di antaranya, camat, PPK, perwakilan PPS dan KPPS, serta dharma wanita.

“Untuk FGD kedua dan ketiga akan dilangsungkan Rabu dan Kamis lusa. FGD kedua akan dilangsungkan di Kecamatan Toroh dan terakhir di Kecamatan Wirosari.Dalam FGD ini pada prinsipnya kami ingin mendapat masukan terkait penyelenggaraan pilkada kemarin. Hal ini kita perlukan sebagai bahan perbaikan untuk penyelenggaraan pilkada selanjutnya,” kata Afrosin. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Usulan Nama Calon Pengganti Sri Sumarni Sudah Masuk KPU Grobogan

Ilustrasi Kursi Dewan

Ilustrasi Kursi Dewan

 

GROBOGAN – Posisi anggota DPRD Grobogan yang ditinggalkan Sri Sumarni ketika maju sebagai calon bupati dalam Pilkada lalu dalam waktu dekat akan segera tergantikan. Hal ini menyusul masuknya surat permintaan pergantian antar waktu (PAW) yang dilayangkan pihak DPRD Grobogan ke KPU setempat.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif ketika dimintai komentarnya membenarkan jika permintaan PAW untuk Sri Sumarni sudah diterima beberapa hari lalu. Adapun usulan nama yang diajukan adalah Purwadi, caleg PDIP yang berasal dari dapil II.

Terkait adanya surat tersebut, rencananya KPU menggelar rapat pleno Senin (18/1/2016) untuk membahas masalah tersebut. Sesuai aturan KPU punya waktu tujuh hari untuk verifikasi nama yang diajukan dalam proses PAW tersebut. Proses verifikasi itu dilakukan, salah satunya untuk memastikan kalau nama yang diajukan untuk PAW adalah peraih suara terbanyak kedua setelah Sri Sumarni.

”Jadi tahapan PAW ini bermula dari surat permohonan dari partai kepada pimpinan DPRD. Kemudian pimpinan DPRD mengajukan permohonan ke KPU untuk proses PAW. Setelah itu, KPU nanti akan meneruskan pada gubernur,” jelasnya.

Disinggung soal PAW untuk anggota dewan lainnya Edy Maryono yang menjadi pasangan Sri Sumarni dalam Pilkada lalu, Afrosin menyatakan, sudah ada surat permintaan dari DPRD Grobogan bulan Desember lalu. Saat ini, prosesnya sudah sampai di tangan Gubernur Jawa Tengah. (DANI AGUS/TITIS W)

Puluhan Ribu Petugas Penyelenggara Pilkada Dapat Piagam Penghargaan

Piagam untuk petugas penyelengara Pilkada sedang disiapkan oleh staf KPU Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Piagam untuk petugas penyelengara Pilkada sedang disiapkan oleh staf KPU Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Selain mendapatkan honor, para petugas penyelengara Pilkada yang dihelat 9 Desember lalu memperoleh piagam penghargaan dari KPU Grobogan. Hal itu diberikan sebagai salah satu bentuk ungkapan terima kasih atas jerih payah yang mereka lakukan selama ini.

”Semua petugas penyelenggara ini kita beri piagam sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka dalam Pilkada kemarin. Yakni, dari petugas tingkat kecamatan hingga yang ada di TPS,” kata Sekretaris KPU Grobogan Amin Nur Hata.

Menurutnya, jumlah petugas penyelenggara keseluruhan ada 25.246 orang. Rinciannya, 5 anggota KPU dan 24 staf sekretariatan. Kemudian, 152 anggota PPK dan 1.680 PPS, 16.366 KPPS, 4.676 Linmas, dan 2.343 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).

Amin menjelaskan, dalam pelaksanaan Pilkada kemarin dinilai cukup bagus, aman dan lancar. Baik sebelum maupun setelah pasca Pilkada tidak ada hambatan serius. Hal itu dinilai berkat kerja keras dari berbagai pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.

Salah satunya adalah dari petugas penyelenggara Pilkada. Dimana, para petugas sudah melakukan semua tahapan sesuai dengan standar dan ketentuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

”Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih pada semua pihak karena berhasil menyelenggarakan Pilkada dengan sukses. Selain petugas penyelenggara, dukungan pihak keamanan juga sangat besar selama pelaksanaan Pilkada kemarin,” imbuh Amin. (DANI AGUS/TITIS W)

KPU Grobogan ‘Gagal’ Miliki Gedung yang Bagus

Ketua KPU RI Husni Kamil Manik saat mampir di Kantor KPU Grobogan belum lama ini (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua KPU RI Husni Kamil Manik saat mampir di Kantor KPU Grobogan belum lama ini (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 
GROBOGAN – KPU Grobogan ternyata mendapat tamu istimewa pada saat libur Natal kemarin. Yakni, Ketua KPU RI Husni Kamil Manik yang mampir ke Grobogan dalam perjalanan menuju ke KPU Blora.

“Kunjungan Ketua KPU RI ini tidak teragendakan dan tidak berlangsung lama. Kami juga mohon maaf karena tidak sempat mengabari teman-teman media,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Menurut Afrosin, dalam kunjungan singkat itu, tidak ada persoalan serius yang dibahas. Meski demikian, Ketua KPU RI sempat mengucapkan selamat atas kinerja KPU Grobogan dan instansi terkait lainnya yang dinilai sukses dalam menggelar Pilkada 9 Desember lalu.

Ia menambahkan, dalam kesempatan itu, pihaknya sempat menyinggung soal adanya sisa dana pilkada sebesar Rp 5 miliar yang rencananya akan diminta untuk perbaikan gedung KPU Grobogan. Namun, oleh Ketua KPU RI, rencana itu besar kemungkinan tidak bisa terlaksana. Sebab, saat ini ternyata ada moratorium pembangunan gedung KPU yang diatur dalam perpres.

Lebih lanjut Afrosin menyatakan, harapan untuk memperbaiki gedung itu dilakukan karena kondisi bangunan saat ini dinilai sudah cukup memprihatinkan. Beberapa bagian bangunan, antara lain atap dan tembok mengalami kerusakan bahkan nyaris roboh. Sehingga tidak layak huni dan mendesak adanya perbaikan atau pembangunan gedung KPU baru.

”Gedung KPU ini memang usianya sudah tua. Selain itu, saat hujan deras, banyak ruangan di bagian belakang tergenang banjir. Kami khawatir dokumen 11 kali penyelenggaraan pemilu dan dokumen penting lainnya rusak,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Pilkada Usai, KPU Grobogan Dapat PR Terkait Tingginya Angka Golput

Suasana salah satu TPS saat pelaksanaan Pilkada 9 Desember lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana salah satu TPS saat pelaksanaan Pilkada 9 Desember lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Perhelatan pilkada yang dilangsungkan 9 Desember lalu memang berjalan lancar dan aman. Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang bakal diselesaikan KPU Grobogan. Yakni, terkait masih tingginya angka golput atau orang yang tidak menggunakan hal pilihnya dalam pesta demokrasi tersebut.

“Dari hasil rekapitulasi yang kita lakukan, partisipasi pemilih dalam pilkada kemarin sebesar 66,16 persen. Dengan demikian, masih ada 33,84 persen pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya,” kata Ketua Afrosin Arif.

Menurutnya, dari 1.063.308 pemilih yang terdaftar, ada sebanyak 363.877 orang yang tidak menggunakan hak pilihnya. Terkait alasan ketidakhadiran pemilih ini, pihaknya sudah melakukan pendataan dan pengelompokan.

Penyebab terbanyak pemilih tidak mencoblos adalah boro atau bekerja di luar kota. Jumlahnya ada 199.769 orang atau mencapai 54.90 persen. Urutan berikutnya, adalah alasan sekolah, kuliah dan santri sebanyak 13.360 orang atau 3,67 persen.

Kemudian, ada yang memang masuk daftar tidak memenuhi syarat karena statusnya masih jadi anggota TNI/Polri 164 orang atau 0,04 persen, meninggal dunia 2.231 orang atau 0,61 persen dan pindah domisili 1.852 orang atau 0,50 persen. Ada juga sebanyak 3.321 orang tidak menggunakan hak pilih lantaran sakit.

“Pemilih yang berada di rumah tetapi tidak menggunakan hak pilihnya ada 38.794 orang atau 10,66 persen. Sementara 104.359 orang atau 28,67 persen lainnya belum diketahui alasannya tidak menggunakan hak pilih,” jelas Afrosin.

Ia menyatakan, dengan data-data tersebut nantinya akan bisa digunakan sebagai masukan dalam pelaksanaan pemilu selanjutnya. Misalnya, kemungkinan untuk membuat TPS khusus di rumah sakit atau puskesmas untuk melayani mereka yang tidak bisa datang karena sedang dirawat di tempat tersebut. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Rekapitulasi Penghitungan Suara di KPU Grobogan Dapat Pengamanan Berlapis

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung yang masuk ke KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung yang masuk ke KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Proses rekapitulasi hasil penghitungan suara hari ini akan mencapai fase terakhir. Hal ini, seiring digelarnya rekapitulasi tingkat kabupaten yang dilakukan di Kantor KPU Grobogan.

“Rapat pleno hasil penghitungan suara dimulai pukul 10.00 WIB. Beberapa hari lalu, proses rekapitulasi dilakukan di PPK,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Pelaksanaan rekapitulasi akhir ini mendapat perhatian dari pihak keamanan. Puluhan petugas disiagakan untuk mengamankan kegiatan ini.

Mulai dari jalan depan KPU sudah disiagakan sejumlah petugas. Satu mobil water canon juga standby di depan pintu gerbang.

Pengamanan ketat juga terlihat di depan pintu aula, tempat dilakukannya proses rekapitulasi. Semua orang yang mau masuk ke aula harus diperiksa tiga petugas dengan metal detector.

“Pengamanan yang kita lakukan ini bertujuan agar kegiatan rekapitulasi berjalan lancar. Untuk itu kita melakukan pengamanan sesuai standar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Irianto. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : Sri Jungkalkan Incumbent, Kuasai Suara di 18 Kecamatan

Paslon Sri-Edy saat menyampaikan visi misi di KPU Grobogan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Paslon Sri-Edy saat menyampaikan visi misi di KPU Grobogan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Perolehan suara paslon nomor urut 2, Sri Sumarni-Edy Maryono nampaknya tidak akan terkejar. Pasalnya, dari 19 kecamatan yang ada, paslon Sri-Edy menang telak di 18 kecamatan.

Dari data sementara yang dihimpun dari berbagai sumber, satu-satunya kecamatan yang dimenangkan paslon nomor urut 1 Icek Baskoro-Sugeng Prasetyo adalah Kecamatan Klambu. Selisih suara Icek-Sugeng dengan Sri-Edy di Klambu sekitar 1.000 suara saja.

Total perolehan suara Sri-Edy di 19 Kecamatan sebanyak 505.709. Sementara pesaingnya Icek-Sugeng mendapat 186.950 suara. Selisih suara yang didapat Icek-Sugeng terpaut 318.759 suara. Jika diprosentase, perolehan suara Sri-Edy berkisar 73 persen dan Icek-Sugeng 27 persen.

Sementara data yang sudah masuk ke KPU RI dengan total data yang masuk 99,49 % dari 2.326 TPS, Sri-Edi meraih suara 499.150 suara atau persentasenya 73,08%. Sedangkan Icek-Sugeng hanya meraih 183.908 suara atau persentasenya 26,92%.

HM Nurwibowo, Ketua Tim Kampanye Sri-Edy meminta kepada semua pendukungnya agar tetap menjaga iklim kondusif yang sudah berhasil tercpita hingga pelaksanaan Pilkada. Menurutnya, dalam pemilihan demokrasi memang harus ada yang menang dan kalah. Namun, dia menilai bahwa yang menang dalam Pilkada ini adalah seluruh masyarakat Grobogan.

Menurutnya, dari hasil rekapitulasi yang dilakukan, pasangan Sri-Edy memang unggul di hampir semua kecamatan. “Sejak awal kita memang menargetkan untuk menang. Jadi, kita berupaya keras untuk mencapai target tersebut,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : PPK Mulai Lakukan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara

Anggota PPK Kecamatan Purwodadi tengah mempersiapkan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota PPK Kecamatan Purwodadi tengah mempersiapkan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sehari pascapelaksanaan pemungutan suara, pihak PPK di kecamatan mulai melakukan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara. Hampir semua PPK secara serentak mulai melakukan proses rekapitulasi penghitungan suara pada hari ini, Kamis (10/12/2015).

”Jadwal rekapitulasi di tingkat PPK selama tiga hari. Mulai hari ini sampai 12 Desember mendatang,” kata Ketua KPU Afrosin Arif.

Menurutnya, proses rekapitulasi di PPK memang sebagian besar dilakukan pada hari ini. Jika hari ini belum selesai maka diteruskan besok dan lusa sesuai jadwal rekapitulasi di PPK.

Beberapa PPK ada yang baru mulai melakukan rekapitulasi Jumat (11/12/2015) besok. Jika dalam satu hari besok tidak selesai maka dilanjutkan pada hari terakhir, Sabtu (12/12/2015).

“Untuk jadwal rekapitulasi di level kabupaten dilakukan 16 -18 Desember. Namun, kami rencananya akan melangsungkan rekapitulasi pada 16 Desember,” jelasnya.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, PPK yang melaksanakan rekapitulasi hasil penghitungan suara pada hari ini salah satunya di Kecamatan Purwodadi. Pelaksanaan rekapitulasinya dilangsungkan di Aula Kantor Kecamatan Purwodadi.

Proses rekapitulasi di level PPK Purwodadi ini mendapat pengamanan cukup ketat dari pihak kepolisian. Sedikitnya ada 10 petugas keamanan yang ikut menjaga proses rekapitulasi disitu.

Bahkan, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto sempat ikut memonitor rekapitulasi di Kecamatan Purwodadi tersebut bersama beberapa perwira.

“Dari pagi tadi, saya sudah memantau di beberapa PPK. Sejauh ini, kondisi pascapelaksanaan pemungutan suara masih tetap aman dan terkendali,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : Kubu Sri-Edy Klaim Menangi Pilkada Grobogan, Kubu Icek-Sugeng Masih Nunggu Rekapitulasi

Pasangan Sri-Edi dan Icek-Sugeng saat melangsungkan pawai keliling kota (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pasangan Sri-Edi dan Icek-Sugeng saat melangsungkan pawai keliling kota (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski proses penghitungan suara baru saja selesai namun kubu paslon nomor urut 2, Sri Sumarni-Edy Maryono menyatakan kalau dalam pilkada kali ini bakal keluar jadi pemenang.

Pernyatan ini dilontarkan Ketua Tim Kampanyenya HM Nurwibowo saat dihubungi melalui teleponnya sekitar pukul 15.15 WIB.

“Dari laporan di TPS, kita unggul cukup jauh. Informasi sementara, pasangan Sri-Edy unggul di 19 (semua) kecamatan,” cetus Ketua DPC PKB Grobogan itu.

Menurutnya, hasil itu berdasarkan real quick count yang sudah disiapkan sebelumnya. Selain itu, proses rekapitulasi secara manual juga sudah mulai dilakukan.

“Sejak awal kita memang menargetkan untuk menang. Jadi, kita berupaya keras untuk mencapai target tersebut,” katanya.

Sementara itu, kubu paslon nomor 1, Icek Baskoro-Sugeng belum bisa memberikan pernyataan terkait hasil penghitungan suara sementara. Masalahnya, mereka masih menunggu laporan hasil penghitungan suara dari para saksi di TPS.

“Saya belum berani menyatakan hasilnya saat ini. Nanti, sebentar lagi datanya akan masuk,” kata Budi Susilo, Ketua Tim Kampanye Icek-Sugeng. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ini Foto-Foto Masalah Pilkada di Grobogan yang Bikin Marah

Aktivitas di TPS 10 Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh, Grobogan yang terjadi masalah karena penandaan nomor urut pada surat suara, Rabu (9/12/2015). Penandaan berupa nomor urut pada surat suara dilakukan Ketua KPPS Edi Yulianto.  Jumlah surat suara yang ditandai ada 107 lembar. Sementara dari 313 pemilih yang terdaftar ada 218 yang menggunakan hak pilihnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

foto-foto masalah pilkada 1 (e)

 

foto-foto masalah pilkada 2 (e)

 

foto-foto masalah pilkada 3 (e)

 

foto-foto masalah pilkada 4 (e)

PILKADA GROBOGAN : Parah! Surat Suara Dinomori, Coblosan Pemilih Jadi Ketahuan Deh…

Surat suara yang ditandai nomor urutan (Dok Pengawas TPS 10 Desa Sindurejo)

Surat suara yang ditandai nomor urutan (Dok Pengawas TPS 10 Desa Sindurejo)

 

GROBOGAN – Masalah terjadi di TPS 10 Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh. Hal ini menyusul adanya penandaan berupa nomor urut pada surat suara yang dilakukan Ketua KPPS Edi Yulianto.

Jumlah surat suara yang ditandai ada 107 lembar. Sementara dari 313 pemilih yang terdaftar ada 218 yang menggunakan hak pilihnya.

Adanya tanda nomor itu sempat menimbulkan kekhawatiran dari beberapa pihak. Yakni, ada kemungkinan surat suara itu akan dinyatakan tidak sah lantaran ada tanda nomor tersebut.

“Terus terang saya tidak punya maksud apapun dengan mengasih nomor pada surat suara tersebut. Tujuannya supaya membantu mempercepat penghitungan surat suara terpakai saja. Saya baru sekali ini jadi KPPS,” kata Ketua KPPS 10 Edi Yulianto saat diminta keterangannya oleh Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif yang meluncur di lokasi bersama Komisioner Sakta Abaway Sakan.

Afrosin selanjutnya meminta agar surat suara yang ada nomornya itu tetap dihitung. Hal itu dilakukan setelah dari saksi dan pengawas tidak keberatan jika 107 surat suara itu ikut dihitung.

“Jadi 107 surat suara yang sempat ditandai dengan nomor tetap ikut dihitung. Untuk penentuan sah dan tidaknya disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Dan, untuk menghindari kecurigaan maka Ketua KPPS nya tidak boleh membantu proses penghitungan suara,”tegasnya.

Selain dari KPU dan Panwaslu, persoalan yang muncul di Sindurejo ini juga mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian. Hal ini terlihat dengan datangnya belasan petugas keamanan ke lokasi dipimpin langsung Wakapolres Grobogan Kompol Didik Priyo Sambodo.

Sementara itu, anggota Panwaslu Grobogan Hartono ketika dimintai komentarnya menyatakan, pihaknya akan mengkaji dulu persoalan yang ada di TPS 10 Desa Sindurejo tersebut.

“Kita masih punya waktu dua hari untuk memperlajari persoalan ini. Nanti hasilnya akan kita sampaikan,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PILKADA GROBOGAN : Begini Suasana Pilkada Grobogan Sekarang

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pelaksanaan Pilkada hari ini, Rabu (9/12/2015) tampaknya bakal berjalan aman dan lancar sesuai harapan banyak pihak. Indikasinya, hingga pukul 11.30 WIB suasana masih sangat kondusif.

Dari pantauan di berbagai lokasi, pelaksanaan pemungutan suara di TPS juga berlangsung aman. Dari pihak panitia juga belum mengalami hambatan. Misalnya, soal adanya kekurangan logistik.

“Situasi di lapangan masih aman dan terkendali. Sampai siang ini belum ada kendala serius yang dilaporkan ke sini,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Menurut Afrosin, pada hari ini, pihaknya melakukan pantauan ke semua kecamatan. Selain itu, ada pula pemantauan dari pihak lain. Seperti panwaslu, dan tim FKPD.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama ketika dimintai konfirmasinya juga menyatakan pendapat serupa. Dari tim pengawas lapangan juga belum ada laporan adanya kendala maupun pelanggaran.

“Kita harapkan situasi kondusif tetap terjaga hingga proses Pilkada ini selesai. Saat ini, saya masih monitoring di wilayah Kecamatan Wirosari,” katanya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Kawasan Pertokoan Purwodadi Tak Biasanya Mendadak Tutup

Aktivitas pertokoan di Purwodadi, Grobogan, berhenti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Aktivitas pertokoan di Purwodadi, Grobogan, berhenti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Suasana Kota Purwodadi, Grobogan, sedikit berbeda berkaitan dengan adanya pelaksanaan pilkada, Rabu (9/12/2015). Yakni banyak pertokoan di kawasan kota, termasuk di Pasar Purwodadi yang tutup.

Dari informasi yang didapat, tutupnya pertokoan ini disebabkan para pemiliknya ikut berpartisipasi menyukseskan pilkada. Oleh sebab itu, mereka sengaja meliburkan tempat usahanya selama sehari untuk memberi kesempatan pekerjanya menggunakan hak pilih.

“Hari ini saya sengaja libur. Soalnya, saya, istri dan anak buah dapat hak pilih dalam Pilkada nanti. Sebagai warga negara yang baik saya ingin berpartisipasi menyukseskan Pilkada,” kata Rusgiat, salah satu pemilik toko di Jalan A Yani Purwodadi.

Meski demikian, masih banyak pula pedagang yang tetap beraktivitas seperti biasanya. Hanya, sebagian besar mereka ini membuka tempat usahanya agak siang dibandingkan biasanya. Soalnya, mereka memilih mencoblos dulu di TPS dan setelah itu baru melakukan rutinitas seperti biasa.

“Meski buka, tetapi saya tadi sudah nyoblos. Hari ini, saya buka tokonya baru jam 10.00 WIB,” cetus Ria, salah seorang pedagang di pasar induk. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

PILKADA GROBOGAN : Bupati Grobogan Tiba-tiba Deg-degan saat Nyoblos, Ada Apa?

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat menggunakan hak pilihnya di TPS 15 Kelurahan Purwodadi yang bertempat di Aula KPH Perhutani Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat menggunakan hak pilihnya di TPS 15 Kelurahan Purwodadi yang bertempat di Aula KPH Perhutani Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski sudah sering kali menggunakan hak pilihnya, namun pelaksanaan Pilkada hari ini, Rabu (9/12/2015) dirasa istimewa oleh Bupati Grobogan Bambang Pudjiono. Karena, pada Pilkada kali ini, untuk pertama kalinya Bambang harus mencoblos orang lain.

Hal itu disampaikan Bambang usai menggunakan hak pilihnya di TPS 15 Kelurahan Purwodadi yang bertempat di Aula KPH Perhutani Purwodadi.

“Dua pilkada sebelumnya, tahun 2011 dan 2006, nyoblosnya gambar saya sendiri. Soalnya, dalam dua pilkada itu saya jadi calon. Kalau sekarang saya tidak jadi peserta, sehingga harus nyoblos orang lain. Makanya, saya sempat sedikit deg-degan saat membuka surat suara sebelum melakukan coblosan,” kata Bambang.

Bambang datang ke TPS sekitar pukul 09.15 WIB bersama istri, dua anak lelakinya dan menantu. Saat sampai di TPS Bambang dan keluarga mendapat perlakuan seperti warga lainnya. Bambang harus antre sejenak menunggu giliran untuk menggunakan hak pilihnya.

Usai menggunakan hak pilih, Bambang selanjutnya akan melakukan pemantauan Pilkada ke sejumlah TPS bersama pimpinan FKPD setempat. Rencananya, pemantauan bersama FKPD akan difokuskan pada TPS yang ada di dalam kota. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Biar Pilkada Grobogan Tak Curang, Panwaslu Kerahkan Ribuan Pengawas

Warga melakukan pemilihan di salah satu TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga melakukan pemilihan di salah satu TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pelaksanaan Pilkada hari ini, Rabu (9/12/2015) mendapat perhatian serius dari Panwaslu setempat. Ini terkait dengan diterjunkannya 2.338 petugas untuk mengawasi gawe besar untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Grobogan periode 2016-2021 tersebut.

“Jumlah petugas pengawas lapangan (PPL) yang kita siapkan sesuai banyaknya TPS. Jadi tiap satu TPS nanti ada satu orang pengawas,” kata Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama.
Dijelaskan, PPL tersebut diambil dari warga yang dekat dengan lokasi pengawasan. Meski demikian, ada salah satu syarat utama untuk jadi PPL tersebut.

Yakni, tidak punya hubungan suami/istri dengan penyelenggara pemilu yang lainnnya. Seperti, PPK, PPS atau KPPS.

Agus menambahkan, selain melakukan tugas pengawasan, PPL juga akan mencatat hasil penghitungan suara. Diharapkan, dengan adanya bantuan petugas tersebut bisa meminimalisasi pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Warga Grobogan Berduyun-duyun dan Antre di TPS Jam Ini

Warga mengantre di TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga mengantre di TPS di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Hari ini, Rabu (9/12/2015), sebanyak 1.062.868 orang warga Grobogan memilih bupati dan wakilnya. Jumlah itu sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Grobogan yang ditetapkan KPU setempat.

Rinciannya, jumlah tersebut terdiri dari, 527.885 laki-laki dan 534.983 perempuan. Pantauan hari ini misalnya di kampung Jengglong Barat, Purwodadi, sudah ramai sejak pagi.

Antusiasme warga untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilkada terlihat cukup menggembirakan. Indikasinya, sejak pagi hari mereka sudah datang menuju TPS untuk mencoblos. Bahkan, sebagian ada yang datang sebelum TPS dibuka, mulai pukul 07.00 WIB.

“Saya sengaja datang gasik buat nyoblos. Soalnya, siang nanti saya harus pergi ke luar kota,” kata Riswati, warga Jengglong Barat, Purwodadi.

Dari informasi yang dihimpun dari berbagai pihak, waktu pagi hari hingga menjelang pukul 09.00 WIB tampaknya jadi pilihan warga untuk menggunakan hak pilihnya. Di mana, angka partisipasi pemilih yang datang ke TPS sudah mencapai 20 persen. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

KPU Grobogan Gelar Doa Bersama untuk Pilkada Damai

doa-bersama

Doa bersama yang digelar KPU Grobogan untuk pilkada damai (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kegiatan doa bersama dilakukan KPU Grobogan, Senin (7/12/2015) malam. Acara doa bersama di Aula Kantor KPU itu dipimpin Ketua MUI Grobogan KH Hamzah Matni.

Selain anggota KPU dan pegawai sekretariat, doa bersama juga diikuti pihak keamanan, pengurus parpol dan warga sekitar kantor penyelenggara pemilu tersebut.Hadir pula dalam acara tersebut, Komisioner KPU Provinsi Jateng Ikhwannudin beserta rombongan.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif mengatakan, selain melakukan persiapan dengan baik, acara memohon keselamatan dengan menggelar doa bersama perlu dilakukan. Diharapkan, dengan doa bersama yang dilakukan, pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang berjalan lancar dan aman.

“Persiapan menggelar pilkada pada 9 Desember sudah tidak ada masalah. Mari kita sama-sama berdoa supaya pilkada nanti berlangsung aman,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

TPS Pilkada Grobogan Jika Nanti Diguyur Hujan, KPU Akan Siapkan Trik Ampuh

TPS jika Dihujani FOTO (e)

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyampaikan paparan kesiapan pelaksanaan Pilkada dalam Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Seruan Bupati Grobogan Bambang Pudjiono agar KPU mengantisipasi cuaca tampaknya cukup beralasan. Karena dalam penyelenggaraan Pilkada, Rabu 9 Desember mendatang ada banyak TPS yang ditempatkan di ruangan terbuka.

“Jumlah TPS keseluruhan ada 2.338 titik. Dari jumlah ini, ada 35 TPS yang ada di area terbuka. Yakni, di halaman rumah, kantor, balai desa dan halaman sekolah,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif dalam Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan jelang pelaksanaan Pilkada yang dilangsungkan di Pendopo Kabupaten, Senin (7/12/2015).

Afrosin menjelaskan, sebagian besar TPS untuk pilkada nanti ditempatkan di rumah penduduk atau lahan milik pribadi. Totalnya mencapai 1.181 TPS atau 50,5 %. Kemudian, 1.122 TPS atau 48 %, berada di gedung pemerintah. Seperti rumah dinas, kantor, balai desa, aula kantor, dan GOR. Sedangkan sisanya sebanyak 35 TPS atau 1,5 % ada di area terbuka.

Menurutnya, sebagian panitia ada yang sudah mulai mempersiapkan TPS. Namun, sebagian lainnya akan mendirikan TPS Selasa siang (8/12/2015) khususnya yang ditempatkan di sekolah. Sebab, pagi harinya sekolah tersebut masih dipakai untuk ujian siswa.

”Besok sore, masalah TPS kemungkinan sudah clear semua. Untuk TPS di area terbuka, jika ada kendala cuaca akan kita geser ke lokasi aman terdekat,” jelasnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Bupati Grobogan Minta KPU Waspadai Cuaca

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono menyampaikan beberapa catatan saat memimpin Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan jelang pelaksanaan Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono menyampaikan beberapa catatan saat memimpin Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan jelang pelaksanaan Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pihak KPU Grobogan diminta untuk mengantisipasi kondisi cuaca menjelang pelaksanaan Pilkada 9 Desember nanti. Hal itu secara khusus disampaikan Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat memimpin Rakor Terpadu Bidang Politik dan Keamanan jelang pelaksanaan Pilkada yang dilangsungkan di Pendapa Kabupaten, Senin (7/12/2015).

”Saat ini sudah masuk musim hujan dan curah hujan hampir turun tiap hari yang sebagian disertai hembusan angin kencang. Kondisi ini hendaknya perlu diwaspadai oleh KPU,” tegas Bambang.

Selain bupati, rakor tersebut juga dihadiri Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto, Kasdim 0717 Mayor Arif Isnawan, dan perwakilan FKPD lainnya. Hadir pula para danramil dan camat se-Kabupaten Grobogan. Hadir pula Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif dan pihak anggota Panwaslu Hartono.

Menurut Bambang, dengan sudah tingginya curah hujan maka ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian. Antara lain, pengiriman logistik khususnya surat suara. Selain itu, lokasi TPS hendaknya juga perlu diperhatikan. Dimana, pendirian TPS jangan sampai ditempatkan di lokasi yang rentan dengan bencana.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada yang waktunya tinggal dua hari itu, Bambang meminta semua camat agar selalu berkoordinasi dengan kapolsek dan danramil secara intensif. Jika terjadi permasalahan dilapangan segera dibahas bersama dan diselesaikan secepatnya. Apabila tidak memungkinkan maka secepatnya dilaporkan pada pihak diatasnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Antisipasi Hujan, Sampul Surat Suara Dibungkus Plastik

Sejumlah petugas di Kantor KPU Grobogan tengah sibuk mengemas surat suara yang akan segera dikirim ke PPK (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah petugas di Kantor KPU Grobogan tengah sibuk mengemas surat suara yang akan segera dikirim ke PPK (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN –Hujan yang turun hampir setiap hari, disikapi dengan serius oleh KPU Grobogan terkait dengan rencana pengiriman logistik surat suara. Untuk menghindari kerusakan, surat suara yang dimasukkan dalam sampul besar, masih dibungkus lagi dengan plastik.

“Untuk proses pengiriman ke tingkat kecamatan atau PPK, surat suara yang sudah dilipat kita masukkan dalam sampul. Namun, untuk berjaga-jaga agar tidak rusak, sampulnya kita packing lagi dengan plastik supaya lebih aman jika terkena air,” jelas Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif didampingi Sekretaris KPU Amin Nur Hatta.

Dijelaskan, pengemasan surat suara ke dalam sampul mulai dilakukan hari ini. Jumlah surat suara yang dimasukkan sampul disesuaikan dengan kebutuhan tiap TPS. Hal itu dilakukan agar memudahkan pihak PPK dalam mendistribusikan ke tingkat desa.

Setelah pengepakan surat suara selesai dan dikelompokkan tiap kecamatan, maka akan segera dilakukan pengiriman ke PPK. Rencananya, distribusi surat suara ke kecamatan dilakukan 1 – 4 Desember nanti.

“Untuk distribusi, maksimal tanggal 5 Desember atau H-4, semua surat suara sudah sampai di PPK. Dalam pengiriman logistik kita sudah bekerjasama dengan PT POS,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

KPU Grobogan Siap Gelar Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati

Rakor kesiapan debat publik yang digelar KPU Grobogan belum lama ini dengan pihak-pihak terkait. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rakor kesiapan debat publik yang digelar KPU Grobogan belum lama ini dengan pihak-pihak terkait. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menegaskan kesiapannya untuk menggelar acara debat calon bupati dan wakil bupati yang dilaksanakan di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi, Rabu (25/11/2015) besok. Penegasan itu dilontarkan pada wartawan di kantornya siang tadi.

”Agenda debat publik ini sudah kita persiapkan cukup lama dengan sejumlah pihak terkait. Untuk acara besok sudah persiapkan semuanya. Mulai dari segi acara, aturan, pengamanan dan lainnya,” kata Afrosin.

Dalam debat berdurasi 60 menit  yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta mulai pukul 11.00 WIB itu, terbagi menjadi lima segmen. Setelah segmen pembuka, dilanjutkan dengan segmen pertama berupa yel-yel dari masing-masing pendukung pasangan calon. Yel-yel tiap pendukung durasi maksimalnya dua menit.

Usai yel-yel, dilanjutkan pemaparan visi-misi dengan batasan waktu 5 menit per paslon. Segmen selanjutnya adalah pelaksanaan debat. Dimana, masing-masing paslon menerima empat pertanyaan dari moderator.

Pertanyaan ini disusun oleh enam anggota tim panelis. Yakni Pengamat Politik dan Dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Dr Teguh Yuwono, yang sekaligus menjadi moderator. Panelis lainnya, Ketua FKUB Grobogan Toha Karim Amrullah, Tokoh Muhammadiyah Bambang Sa’bani, Ketua FLP Grobogan Rahmatullah dan wartawan Suara Merdeka Hanung Soekendro.

Afrosin menjelaskan, tanya jawab antar paslon terjadi di segmen berikutnya. Masing-masing paslon memberikan dua pertanyaan buat paslon lainnya. Untuk segmen terakhir, berisi kampanye persuasif dari masing-masing paslon.

”Saat pelaksanaan debat, semua menjadi kewenangan moderator untuk mengendalikan suasana. Moderator juga punya kewenangan mengendalikan penonton, jika ada yang membuat onar,” tambahnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Sejuta Surat Suara Mulai Disortir dan Dilipat di KPU Grobogan

 

150 orang tengah sibuk lakukan penyortiran dan pelipatan surat suara di halaman samping kantor KPU Grobogan, Jumat (20/11/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

150 orang tengah sibuk lakukan penyortiran dan pelipatan surat suara di halaman samping kantor KPU Grobogan, Jumat (20/11/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sesuai jadwal yang sudah ditentukan, KPU Grobogan hari ini mulai melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara. Sekitar 150 orang dilibatkan dalam proses sortir dan lipat salah satu logistik paling vital dalam Pilkada tersebut. Selain di aula, penyortiran dan pelipatan surat suara juga dilakukan di halaman samping Kantor KPU Grobogan.

”Proses sortir kita mulai tadi pukul 08.00 WIB. Sekitar 150 yang kita libatkan untuk menyortir dan melipat surat suara. Rencanana, kegiatan ini kita targetkan sudah rampung dalam tiga hari,” kata Sekretaris KPU Grobogan Amin Nur Hatta.

Ia menjelaskan, dalam penyortiran dan pelipatan ada pula anggota relawan demokrasi (Relasi) KPU Grobogan yang ikut mengawasi. Disamping itu, kegiatan ini juga mendapat pengamanan dari pihak kepolisian.

Amin menambahkan, jumlah surat suara yang dikirim dari PT Pura Kudus beberapa hari sebelumnya, totalnya sebanyak 1.092.551 lembar yang dikemas dalam 275 boks. Rinciannya, sebanyak 1.090.551 lembar untuk kebutuhan Pilkada nanti. Sedangkan 2.000 lembar lagi disiapkan khusus jika ada pemungutan suara ulang yang harus dilakukan.

Sementara itu, dalam proses penyortiran tersebut sudah ditemukan beberapa surat suara yang dikategorikan rusak. Antara lain, ada sobekan, kertasnya berkerut, dan tinta luntur. Hingga pukul 11.00 WIB, surat suara yang rusak ini baru ada sekitar 7 lembar saja. (DANI AGUS/TITIS W)