Caleg Partai Golkar Gugat KPU Blora Rp 6 Miliar

golkar (e)

 

MuriaNewsCom, Blora – Sunoto, yang merupakan caleg Partai Golkar dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014  menggugat KPU Blora ke Pengadilan Negeri (PN) Blora atas keputusan KPU Blora yang menjelaskan PAW anggota DPRD Maulana Kusnanto adalah Rajiman Santarko. Padahal, dalam Pileg 2014 perolehan suara yang diraih Sunoto (2.736 suara) lebih banyak dibanding Rajiman Santarko (2.376 suara).

Keputusan KPU itu, dianggap merugikan dirinya, karena memiliki suara lebih unggul. Namun, justru keputusan KPU menunjuk Rajiman Santarko sebagai PAW-nya Maulana Kusnanto. Dijadwalkan, Kamis (23/6/2016) agenda sidang perdana dilakukan atas gugatan tersebut.“Saya menggugat Rp 6 miliar. Karena kami menganggap KPU telah melakukan perbuatan melawan hukum,” kata Sunoto (22/6/2016).

Menurut Politisi Golkar itu, gugatan yang dilakukan cukup realistis. Dikarenakan ada kerugian immaterial dan kerugian material yang dialaminya. Ia merinci, kerugian immaterial senilai Rp 4 miliar, sedangkan kerugian material senilai Rp 2 miliar. “Kerugian material terkait proses kampanye dan lain sebagainya,” jelas Sunoto.

Sebelumnya, Sunoto telah melakukan gugatan ke PTUN Semarang atas keputusan KPU Blora yang tidak merekomendasikan dirinya dalam PAW tersebut. Dalam gugatan tersebut, kubu Sunoto dinyatakan menang dan KPU Blora diminta untuk mencabut surat keputusan KPU Blora Nomor 294/KPU-Kab/012329267/XI/2015 tanggal 27 November 2015 perihal Penggantian Antarwaktu (PAW) Anggota DPRD Blora. “Tapi KPU masih banding atas putuasn PTUN itu,” jelas Sunoto.

Sunoto berharap, gugatannya di PN bisa membuahkan hasil dan mendapatkan keadilan atas apa yang dilakukan KPU terhadap dirinya.

M Hamdun, Divisi Kampanye dan Hukum KPU Blora menanggapi gugatan yang dilakukan oleh Sunoto dengan tenang. Ia mengaku, bahwa pihaknya akan mengikuti proses hukum yang ada. Ia juga telah menyiapkan pengacara atas gugatan Sunoto di PN Blora.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh KPU sudah tepat. Karena, sebelum memutuskan penunjukan PAW, lanjut Hamdun, pihaknya telah mengkonsultasikan hal tersebut dengan pihak KPU RI dan KPU Provinsi. “Sebelumnya kami sudah melakukan konsultasi,” katanya.

Dalam konsultasi, lanjut Hamdun, bahwa persoalan hukum yang pernah menjerat Sunoto sebagai alasan kuat KPU Blora tidak merekomendasikan Sunoto sebagai PAW dari Maulana Kusnanto.

 

Editor : Kholistiono

 

KPU Blora Banding, Kubu Sunoto Santai

Hukum

 

MuriaNewsCom, Blora – Rencana KPU Blora mengajukan banding atas Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha negara (PTTUN) Surabaya mendapatkan reaksi santai oleh pihak Sunoto.

Pengacara Sunoto, Pujianto mengatakan, tak mempermasalahkan jika KPU Blora benar-benar mengajukan banding. Sebab, itu sudah menjadi hak setiap warga negara. ”Ya tidak apa-apa. Setiap warga negara memilki hak yang sama,” ujarnya.

Ketika KPU banding, kata Pujianto, keputusan PTTUN nanti ada tiga kemungkinan. Yakni menguatkan putusan hakim PTUN Semarang atau menolak putusan hakim PTUN Semarang. ”Selain itu, hakim juga bisa membuat putusan sendiri,” imbuhnya.

Dengan itu, pihaknya pun hanya bisa menunggu hasil dari PTTUN. Ketika nanti putusannya tidak berpihak kepada kliennya, tentu ada upaya kasasi. ”Tak akan berandai-andai bagaimana hasil dari PTTUN,” ujar dia.

Dia menambahkan, karena putusan belum inkrah saat ini tak bertindak banyak. Hanya, pekan depan pihaknya akan ke Semarang untuk mengambil salinan putusan dari PTUN Semarang. ”Salinannya baru akan kami ambil,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

 

BACA JUGA : KPU Blora Bulatkan Tekad Ajukan Banding ke PTTUN Surabaya

KPU Blora Bulatkan Tekad Ajukan Banding ke PTTUN Surabaya

Komisioner Divisi Kampanye Hukum dan Pencalonan KPU Blora M Khamdun (MuriaNewsCom)

Komisioner Divisi Kampanye Hukum dan Pencalonan KPU Blora M Khamdun (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom Blora – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora akan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang yang memenangkan gugatan Sunoto terkait pergantian anggota DPRD Blora.

M Khamdun, Komisioner KPU Blora mengungkapkan, bahwa pihaknya akan mengajukan banding ke Pangadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya atas keputusan majelis hakim PTUN Semarang. Dalam pengajuan banding pihaknya masih menunggu salinan putusan dari PTUN Semarang.

”Batas pengajuan banding 14 hari setelah menerima salinan resmi dari PTUN. Namun, sampai saat ini kami belum menerima salinan resmi putusan majelis hakim,” ujar M Khamdun kepada MuriaNewsCom (9/5/2016).

Keputusan pengajuan banding ke PTTUN merupakan keputusan institusional KPU Blora. Menurut Khamdun, pihaknya telah melakukan rapat kordinasi untuk melakukan banding. “Dari hasil rapat kordinasi yang telah kami lakukan, kami akan mengajukan banding,” imbuhnya.

Sebelumnya, majelas hakim PTUN Semarang memenangkan gugatan Sunoto serta mengabulkan gugatan penggugat terkait PAW yang dilakukan Rajiman. Dengan begitu, surat dari KPU Blora bernomor 294/KPUK-Kab-012329367/XI/2015 perihal pengganti antar waktu (PAW) Anggota DPRD Blora dari Partai Golkar yang diterbitkan tertanggal 27 November 2015 dinyatakan tidak sah. Serta pengadilan memerintahkan untuk mencabut surat tersebut.

Editor: Supriyadi

 

Ini Reaksi KPU Blora Begitu Tak Ada Calon Bupati yang Ajukan Gugatan

Komisioner KPU Blora bersama Bupati dan Wakil Bupati terpilih Djoko Nugroho-Arief Rohman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Komisioner KPU Blora bersama Bupati dan Wakil Bupati terpilih Djoko Nugroho-Arief Rohman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Ketua KPU Blora Arifin menyatakan, sampai saat ini tidak ada pasangan calon bupati yang melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu memperlihatkan bukti keberhasilan KPU Blora dalam menyelenggarakan tahapan demi tahapan Pilkada. “Itu ditandai dengan turunnya surat dari Mahkamah Konstitusi bernomor 119, mengenai tidak adanya sengketa pilkada,” katanya.

Tahapan demi tahapan telah terlaksana dengan lancar, dan kini merupakan puncak dari tahapan tersebut. Dia juga memberikan semangat kepada sesama rekannya yang duduk di KPU yang saat ini menghadapi gugatan di Mahkamah Konstitusi. Untuk Jawa Tengah ada empat, yakni Pekalongan, Sragen, Pemalang, dan Wonosobo.

Dia juga mengaku lega, atas lancarnya semua tahap meski ada sedikit kendala seperti halnya pendistribusian logistik. “Semua berjalan dengan lancar, ada sedikit kendala tapi semua bisa terselesaikan sesuai harapan,” ujar Arifin.

Meski semua prosesi sudah berjalan, untuk evaluasi KPU, Djoko Nugroho selaku bupati terpilih yang baru saja dikukuhkan oleh KPU Blora memberikan masukan kepada KPU.

Sebagai bupati terpilih, ia mengungkapakan bahwa partisipasi masyarakat Blora terhadap pilkada masih rendah. Juga, bahwasanya publikasi oleh KPU belum menyeluruh seperti pemasangan baliho hanya di kota-kota.

Sementara, Arifin mengatakan bahwasanya apa yang dilakukan KPU Blora sudah sesuai dengan aturan, yakni UU nomor 8 tahun 2015 perihal kampanye. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Ini Angka Kemenangan Incumbent

Jumpa pers pasangan Djoko-Arief di pendapa Rumah Joglo Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Jumpa pers pasangan Djoko-Arief di pendapa Rumah Joglo Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – KPU RI merilis perhitungannya dalam halaman resminya. Dari data itu terlihat data yang keluar meski belum seluruhnya.

Berikut perolehan suaranya.
Pasangan nomor 1 Abu Nafi-Dasum meraih perolehan : 144.800 suara (40,83%)
Pasangan nomor 2 Djoko Nugroho -Arief Rohman meraih perolehan : 184.274 suara (51,96%)
Pasangan nomor 3 M Kusnanto- Sutrisno, meraih perolehan : 25.593 suara (7,22%).
Praktis, pasangan Djoko-Arieflah peraih suara terbanyak. Di 16 kecamatan di Blora, mereka unggul dari lainnya.

Djoko sebagai pemenang tak mampu menyembunyikan keriangannya. Dia yang calon incumbent menuturkan, untuk melaksanakan visi misi serta program kerja yang telah disampaikan ketika kampanye, diperlukan sinergitas semua pihak. Apalagi tantangan Blora ke depan semakin berat. “Butuh kerja sama yang baik,” tuturnya. (AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Pj Bupati Ucapkan Selamat Cabup Menang di Tengah Makam

Pj Bupati Blora saat mengucapkan selamat di makam Basuki Widodo di Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pj Bupati Blora saat mengucapkan selamat di makam Basuki Widodo di Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat mengucapkan selamat kepada cabup yang menang di pilkada, Djoko Nugroho-Arief Rohman. Ucapan selamat dilakukan di tengah makam.

Ya, hal itu dilakukannya saat jajarannya berziarah ke makam Basuki Widodo, mantan Bupati Blora di Cepu, dalam rangka rentetan Hari Jadi Blora ke-266, Kamis (10/12/2015).

Sebagaimana diketuhui, pasangan Djoko Nugroho – Arief Rohman sampai saat ini unggul dalam penghitungan cepat. “Pilkada telah usai, siapa yang menangpun sudah diketahui meski belum ditetapkan” ujarnya.

Dia juga berharap lima tahun mendatang seluruh elemen masyarakat agar bisa mendukung jalannya pemerintahan bupati terpilih. “Mari bersama-sama kita dukung, agar Blora lebih maju” tuturnya.

Dalam ziarah tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Blora, yang semuanya mengenakan pakaian adat jawa.

Sementara, Djoko berharap bagi semua calon agar bisa menerima dengan legawa. “Harapan saya, siapa yang menang dan siapa yang kalah bisa menerima dengan baik. Kalaupun ada kekeliruan dalam penyelenggaraan silahkan diproses secara hukum yang berlaku,” tuturnya. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA: Kokok-Arif Masih Unggul di Tiap Kecamatan

Data quick count perolehan sementara suara masing-masing paslon di beberapa kecamatan di Blora yang mulai masuk di Panwascam Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Data quick count perolehan sementara suara masing-masing paslon di beberapa kecamatan di Blora yang mulai masuk di Panwascam Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Data sementara dari tiap TPS sampai detik ini paslon Djoko Nugroho-Arief Rohman masih unggul. Untuk beberapa kecamatan ada yang belum selesai merekapitulasi. Yakni Kecamatan Banjarejo, Kunduran, Randublatung, Cepu, dan Blora.

Masing-masing yakni paslon nomor 1 sementara meraup 42 persen suara, paslon nomor 2 meraup 52 persen, paslon nomor 3 meraup 6 persen suara.

Hasil hitung cepat di Kecamatan Cepu paslon 1 ada 16.275 suara, paslon nomor 2 terdapat 19.454, dan nomor urut 3 terdapat 3.737.

Untuk Kecamatan Randublatung paslon 1 miliki 16.298 suara, paslon 2 ada 16.624 suara, dan paslon 3 miliki 6.270 suara.

Kecamatan Jati paslon nomor 1 memperoleh 7.999 suara, paslon nomor 2 memperoleh 18.135, serta paslon nomor 3 memperoleh 1.613 suara.

Kecamatan Kunduran paslon nomor 1 memperoleh 19.124, paslon nomor 2 memperoleh 15.486, paslon nomor 3 memperoleh 2.163.

”Data masih bersifat sementara, masih bisa berubah,” ujar Slamet ketua Panwascam Blora ketika dihubungi MuriaNewsCom. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

PILKADA BLORA : Masing-masing Cabup di Blora Unggul di TPS Ia Mencoblos

Salah satu Cabup Blora Abu Nafi sedang menggunakan hak suaranya di TPS 2 Kelurahan Kauman. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Salah satu Cabup Blora Abu Nafi sedang menggunakan hak suaranya di TPS 2 Kelurahan Kauman. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Masing-masing cabup unggul di masing-maaing TPS dimana ia mencoblos. Yaitu Abu Nafi di TPS 2 Kelurahan Kauman unggul dengan perolehan suara 220, sementara paslon nomor 2 mendapat 62 suara, paslon nomor 3 mendapat 21 suara. Sedangkan suara rusak 10 dari jumlah Data Pemilih Tetap (DPT) 401.

Djoko Nugroho mencoblos di TPS 1 Kunden mendapatkan suara 180, sementara paslon nomor 1 Abu Nafi mendapat 48 suara, paslon nomor 3 mendapat 13 suara dan 13 suara tidak sah.

Kusnanto mencoblos di TPS 12 Jiken memperoleh 246 suara, paslon nomor 1 mendapat 79 suara, paslon nomor 2 mendapat 45 suara dan 8 suara tidak sah. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

PILKADA BLORA : Para Cabup Blora Jago di Kandang

cabup menang kandang

 

BLORA – Masing-masing cabup unggul di masing-masing TPS tempat mereka mencoblos. Pasangan nomor urut 1 Abu Nafi-Dasum di TPS 2 Kelurahan Kauman unggul dengan perolehan suara 220. Sementara paslon nomor 2 Djoko Nugroho-Arief Rohman mendapat 62 suara, paslon nomor 3 Kusnanto-Sutrisno mendapat 21 suara, sedangkan suara rusak 10. Dari jumlah DPT 401.

Djoko Nugroho mencoblos di TPS 1 Kunden mendapatkan suara 180, sementara paslon nomor 1 mendapat 48 suara, dan paslon nomor 3 mendapat 13 suara serta 13 suara tidak sah.

Kusnan
to mencoblos di TPS 12 Jiken memperoleh 246 suara, paslon nomor 1 mendapat 79 suara, paslon nomor 2 mendapat  45 suara dan 8 suara tidak sah. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Cabup dan Cawabup Blora ke TPS Diantar Keluarga

Calon Bupati Blora Abu Nafi melakukan pencoblosan di TPS di mana dia terdaftar (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Calon Bupati Blora Abu Nafi melakukan pencoblosan di TPS di mana dia terdaftar (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Calon Bupati Blora yakni, Abu Nafi, Djoko Nugroho, dan Kusnanto masing-masing mencoblos di TPS yang berbeda. Untuk Abu Nafi mencoblos di TPS 2 Kelurahan Kauman Blora, dia berangkat dari rumah pada pukul 08.15 WIB dari kediamannya di Mlangsen Blora.

Didampingi oleh istrinya Sulismini dan anak lai-lakinya Yanuar Rezano. Mereka melakukan pencoblosan pada pukul 08.20 WIB. Dia tidak memberikan komentar apa-apa, hanya berharap pilkada berjalan dengan lancar.

Lain halnya dengan Djoko Nugroho, dia berangkat dari kediamannya pada pukul 09.00 WIB di Tempelan. Dia melakukan pencoblosan di TPS 1 Kelurahan Kunden Blora. Di dampingi istrinya, yakni Umi Kulsum dan kedua anak laki-lakinya yakni, Judahan Satrio Nugroho dan Prayogo Nugrhoho.

Kabarnya, Kusnanto melangsungkan pencoblosan di TPS 12 Jiken. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Cabup Blora Ini Sudah Yakin Akan Menang

Djoko Nugroho bersama istri Umi Kulsum saat menyalurkan suaranya di TPS 1 Kunden Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Djoko Nugroho bersama istri Umi Kulsum saat menyalurkan suaranya di TPS 1 Kunden Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Hari pemungutan suara menjadi hari yang sangat menentukan bagi kandidat calon bupati. Salah satunya, Djoko Nugroho.

Bahkan saat waktu pemilihan masih berlangsung, Djoko sudah percaya diri akan menang di Dapil 1 yang melingkupi Blora, Jepon, Bogorejo, dan Jiken. Serta menang di Dapil 2 melingkupi Sambong, Cepu, dan Tuban. Serta di Dapil 3 Kradenan, Randublatung, dan Jati.

“Target saya tidak banyak, yakni 60 persen. Harapannya ya tercapai dan bisa menang” tuturnya di TPS 1 Kunden Blora.

Sementara, ia juga akan menerima dengan legawa ketika kalah tanpa harus memproses secara hukum. “Kalau sesuai aturan kenapa harus menempuh secara hukum, kecuali secara hukum dirugikan baru menempuh jalur hukum,” tandasnya

Ia juga berharap, bahwa calon lain bisa menerima hasil pilkada selama prosesnya tidak melanggar hukum. “Apapaun hasilnya saya legawa, begitu sebaliknya dengan calon lain harapan saya memilik persepsi yang sama yakni juga legawa,” imbuhnya. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

704.864 Warga Blora Pilih Bupati Hari Ini

pilkada_01

 

BLORA – Sebanyak 704.864 warga Blora memanfaatkan suaranya memilih Bupati dan Wakil Bupatinya, hari ini Rabu (9/12/2015). Mereka berbondong-bondong menuju TPS se Kabupaten Blora yang berjumlah 1.681.

Dengan rincian pemilihnya adalah laki-laki sebanyak 347.213 dan perempuan sebanyak 357.651. Adapun untuk pengamanan telah dikerahkan sebanyak 580 personel gabungan.

“Personel itu akan mengawal dan mengamankan TPS se Kabupaten Blora mulai proses distribusi logistik, pemungutan suara hingga perhitungan dan pengiriman hasil rekapitulasi dari TPS ke PPS,” kata Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana. (AKROM HAZAMI)

Awas! Rayap Bisa Ganggu Pelaksanaan Pilkada

Sosialisasi yang dilakukan KPU kepada PPK di kantor KPU Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sosialisasi yang dilakukan KPU kepada PPK di kantor KPU Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora mengakui, kertas surat suara mudah rusak ketika musim hujan. Padahal, logistik harus didistribusikan ke seluruh daerah di Kabupaten Blora. Untuk itu, KPU meminta kepada semua PPK, PPS maupun KPPS untuk menjaga dengan baik kertas surat suara tersebut agar tidak terjadi kerusakan.

“Sehubungan pelaksanaan pilkada diperkirakan sudah musim hujan, maka kami minta kepada PPK, PPS atauun KPPS untuk menjaga surat suara agar tidak rusak. Sebaiknya ditutup dengan plastik,” ungkap Sekretaris KPU Blora Suharto, Jumat (20/11/2015).

Menurutnya, hal itu sangat penting guna penyelenggaraan pilkada 9 Desember mendatang, supaya tidak terjadi hambatan.

Dirinya juga mengatakan, pada pilkada sebelumnya pernah ada kasus surat suara yang dimakan rayap. Hal ini terjadi di Kecamatan Todanan. Kejadian seperti ini, katanya, bisa menjadi penghambat proses pilkada.

“Kejadi seperti di Todanan, itu jangan sampai terjadi lagi. Gara-gara surat suara dimakan rayap, maka proses pilkada terganggu,” katanya. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

KPU Blora Gelar Sosialisasi Perihal Logistik Kepada PPK

Sosialisasi oleh KPU Blora kepada PPK di kantor KPU. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sosialisasi oleh KPU Blora kepada PPK di kantor KPU. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora menggelar sosialisasi logistik, yang dihadiri oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se kabupaten Blora. Acara ini digelar di kantor KPU Blora pada Jumat (20/11/2015).

”Apa yang jadi harapan adalah PPK bisa bekerja sesuai dengan yang dijadwalkan,” ungkap Suharto, Sekretaris KPU Blora.

Logistik Pilkada sebagian sudah didistribusikan ke seluruh PPK, di antaranya bilik suara, ATK, form c6, daftar pemilih tetap, buku panduan, dan poster calon. Adapun logistik yang belum didistribusikan antara lain surat suara, dan formulir.

Suharto menyatakan, untuk surat suara dimasukkan boks pada 25 – 28 November 2015 mendatang. Pada 29 November mulai didistribusikan ke seluruh PPK, sampi 5 Desember harus sudah sampai. Kemudian 6 hingga 7 Desember semua semua logistik sudah sampai Panitia Pemungutan Suara (PPS). Dan 8 Desember 2015 harus sampai di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

”Apa yang telah dijadwalkan KPU Blora, diharapkan bisa dilaksanakan oleh masing-masing PPK,” imbuh Suharto. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

24 Jam KPU Blora Dijaga Ketat 5 Personel Polisi

Polisi berjaga di kantor KPU Kabupaten Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Polisi berjaga di kantor KPU Kabupaten Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Aparat kepolisian dari Polsek se Kabupten Blora berjaga-jaga secara rutin di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Blora. Penjagaan dilakukan dengan ketat selama 24 jam. Mereka dari masing-masing Polsek se Kabupaten Blora.

”Dari setiap Polsek se Kabupaten Blora, penjadwalan dilakukan oleh Polres,” ungkap Suharto, Sekretaris KPU Blora kepada MuriaNewsCom, Jumat (20/11/2015).

Suharto menambahkan, penjagaan dilakukan sebagai upaya pengamanan selama kegiatan Pilkada hingga menjelang Pemilu pada 9 Desember nanti. Hingga dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.

Selain kantor KPU, aparat kepolisian juga menjaga tempat logistik Pilkada disimpan. Masing-masing setiap hari di kantor KPU dijaga lima personel kepolisian. Begitu juga ditempat penyimpanan logistik.

”Petugas kepolisian ini sudah setiap waktu melakukan pengamanan selama kegiatan Pilkada. Sudah sejak Agustus aparat kepolisian sudah berjaga di kantor, hingga penjagaan dilakukan secara bergantian, pagi dan malam,” imbuh Suharto. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Anarkis! Massa Bakar Sepeda Motor di Hadapan Ratusan Polisi

Massa nekat bakar sepeda motor di hadapan ratusan polisi (MuriaNewsCom/Priyo)

Massa nekat bakar sepeda motor di hadapan ratusan polisi (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Siang tadi, tiba-tiba ratusan orang mendatangi Kantor KPUD Blora. Massa yang datang dengan emosi, menuntut pihak KPU melakukan penghitungan ulang surat suara, yang diindikasikan ada kecurangan.

Massa yang sudah mendekati Kantor KPU sudah dihadang ratusan polisi. Massa diimbau untuk tidak melakukan tindakan anarkis. Namun, hal itu ternyata tidak dihiraukan massa yang sudah terusulut emosi.

Melihat massa yang terus mendesak masuk, akhirnya polisi menghadang agar tidak dapat masuk ke kantor KPU. Namun, hal ini justru membuat suasana bertambah panas, dan akhirnya bentrok antara aparat dengan massa tidak terhindarkan.

Puncaknya, massa melakukan pembakaran ban bekas dan satu sepeda motor yang ada di tempat tersebut. Mengetahui hal ini, petugas kepolisian berupaya memadamkan api dan membubarkan massa secara paksa.

Eits…jangan dikira ini aksi anarkis yang sebenarnya, karena hal ini hanyalah sebuah simulasi sistem pengamanan kota yang digelar Polres Blora, dalam rangka kesiapan keamanan menghadapi pilkada 9 Desember mendatang.

”Pelaksanaansimulasiiniadalahuntukpersiapanmenghadapi pilkada, danuntukmengantisipasiapabilaterjadikejadian yang tidakdiinginkanterkaitunjuk rasa yang sifatnya anarkis,” ujar KapolresBlora AKBP DwiIndraMaulana  melalui Kabag Ops KompolWilhelmusSareng Kelang, Kamis (17/9/2015).

Menurutnya, simulasitersebut telahdipersiapkanberkali-kali untukmenghadapikejadian yang sesungguhnya,meskipuntindakanrepresiftidakdiinginkan.

“Kekuatandarielemenmasyarakat sangat kuat, sehingga untuk mengantisipasi hal itu kami lakukan latihan beberapa kali. Namun demikian, kami berharap pada pilkada serentak 9 Desember mendatang bisa berjalanlancar, tertibdanaman hingga akhir penghitungan suara nanti,” ungkapnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Hati-hati warga Blora, Besok Kantor Polisi Daerahmu Dipenuhi ‘Perusuh’

Sejumlah anggota saat simulasi pengamanan pilkada di halaman Polres Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah anggota saat simulasi pengamanan pilkada di halaman Polres Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Bagi warga Blora, berhati-hatilah. Karena Kamis (17/9/2015) akan dipenuhi ‘perusuh’ Pilkada. Perusuh itu bagian dari skenario simulasi pengamanan Pilkada yang digelar Polisi Blora.

Persiapan pengamanan Pilkada 9 Desember mendatang, Polres Blora akan total. Karenanya persiapan dilakukan sejak sekarang. Seperti halnya menggelar simulasi pengamanan.

Tampak para anggota polisi  memadati halaman Mapolres Blora dengan membawa bungkusan air dan satu orang membawa alat pengeras suara untuk mengkomando massa.

“Ini kami mematangkan latihan untuk melakukan aksi simulasi yang sesungguhnya pada besok, Kamis (17/9/2015),” kata Kabagops Polres Blora Kompol Wilhelmus Sareng Kelang, Rabu (16/9/2015).

Menurutnya dalam mematangkan simulasi yang akan digelar besok ini regu pengamanan dari Polres Blora yang dilengkapi dengan tameng. Selain itu, ada pula polisi yang menggunakan motor untuk membubarkan para pendemo.

“Kami lakukan seperti sungguhan namun ini masih mematangkan saja untuk simulasi besok,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, latihan simulasi itu dibentuk dengan adanya kubu pendukung salah satu calon yang melakukan demontrasi yang tidak terima atas proses penghitungan yang dilakukan. Massa aksi yang diperankan oleh anggota polisi itu melakukan protes.

Untuk pengamanannya, polisi melakukan berbagai lapisan. Di awal, massa diajak untuk bernegosiasi. Dengan negosiasi itu diharapkan massa bisa mundur. Namun, bila massa tidak mundur disiapkan satu pleton untuk memberikan pengamanan awal dengan menempatkan anggota polwan di depan.

Jika massa semakin brutal dan anarki, polisi mengerahkan pasukan yang dilengkapi dengan tameng dan ada polisi  yang membawa motor untuk membubarkan massa. Termasuk adanya anjing K9.

Tugas Polwan sebagai tim negosiator pada Pilkada 9 Desember mendatang. Jika nantinya ada yang anarki baru pasukan lapisan berikutnya yang bertindak.

Kabaghumas Polres Blora AKP Sularno mengatakan, adanya simulasi pengamanan pilkada itu bertujuan untuk menjaga keamanan berlangsungnya pilkada 9 Desember mendatang. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Hari Ini KPU Blora Gelar Kampaye Damai

Hari-Ini-KPU-Blora-Gelar-Kampaye-Damai

Divisi Hukum, Kampanye, dan Pencalonan (KPU) Blora M Khamdun. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Dalam tahapan Pemilu yang diselengarakan pada 9 Desember mendatang, Komisi Pemilihan Umum(KPU) Kabupaten Blora menggelar Deklarasi Damai hari ini Selasa (15/9/2015) yang dimulai dari Alun-alun Blora.

”Hari ini dilakukan kampanye damai bagi para calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang,” jelas Divisi Hukum, Kampanye, dan Pencalonan (KPU) Blora M Khamdun, Selasa (15/9/2015).

Menurutnya, nantinya para calon bupati dan wakil bupati sebelum melakukan kampanye damai terlebih dahulu berkumpul di Alun-alun Blora, dengan didampingi oleh para tim kampanye dan para grup kesenian yang dibawa oleh masing-masing pasangan calon Bupati dan wakil Bupati.

”Acara ini sebenarnya dilakukan 17 September besok, namun dengan ada hal yang tak memungkinkan kami alihkan hari ini. Selain itu, dalam aksi kampanye damai ini masing-masing paslon diwajibkan membawa kesenian dengan jumlah 30 personel untuk meramaikan kampanye damai” ungkapnya

Digelarnya kampanye damai ini, diharapkan memberi informasi untuk masyarakat akan adanya pesta demokrasi daerah serentak. Mereka nantinya bisa menggunakan hak pilihnya.

”Kegiatan ini sekaligus untuk mensosialisasikan para pasangan calon yang ada di kabupaten Blora. Dalam kampanye nanti, akan dilakukan putar di Kabupaten Blora dari Alun-alun Blora dan berkumpul lagi di Alun-alun,” terangnya. (PRIYO/TITIS W)

 

KPU Blora Agendakan Debat Publik Sekali

Foto Ketua KPU Blora Arifi. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Foto Ketua KPU Blora Arifi. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

 

BLORA – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Blora mengagendakan adanya debat publik bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Blora sebanyak satu kali. Jadwal debat publik sendiri sudah dijadwalkan antara 22 November – 5 Desember.

“Debat publik rencananya akan dilakukan satu kali dan akan diambil pada 24 Nopember 2015,” kata Ketua KPU Blora Arifin, Kamis(3/9/2015).

Dalam debat publik tersebut semua pasangan calon diharuskan hadir dan bisa memaparkan visi dan misinya kepada masyarakat. Untuk moderator rencananya akan diambilkan dari Semarang, yaitu Hasyim Ashari mantan KPU Jateng dan juga Dosen di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Sedangkan untuk lokasi debat, hingga saat ini belum ditentukan.

“ Untuk lokasi belum ditentukan namun kami berharap agar nantinya debat publik ini bisa disaksikan oleh masyarakat, sehingga masyarakat juga bisa melihat kemampuan dan kapasitas para calon yang maju dalam pilkada 9 desember,”imbuhnya.

Debat publik merupakan salah satu bentuk kampanye yang dilaksanakan oleh KPU Blora. Selain pemasangan alat peraga kampanye (APK), dan penyebaran bahan kampanye kepada umum dan iklan di media massa cetak/elektronik.

“Kalau Kampanye yang dilaksanakan oleh pasangan calon dan tim kampanye modelnya seperti biasanya berupa rapat umum, pertemuan terbatas dan juga tatap umum dan diolag,” terangnya. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

KPU Blora Mulai Capek Dibuat Menunggu oleh Cabup, Hmm!

Komisioner KPU Blora bagian Divisi Hukum Kampanye dan Pencalonan, M Khamdun. (MuriaNewsCom/Priyo)

Komisioner KPU Blora bagian Divisi Hukum Kampanye dan Pencalonan, M Khamdun. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Komisioner KPU Blora bagian Divisi Hukum Kampanye dan Pencalonan, M Khamdun menyatakan, para calon bupati yang sebelumnya menjadi anggota DPRD, harus melampirkan surat keputusan (SK) pemberhentian sebagai anggota DPRD. SK tersebut sudah harus diserahkan ke KPU maksimal 60 hari setelah masa penetapan pasangan calon, 24 Agustus kemarin.

“Batas akhir penyerahan SK pemberhentian sebagai anggota DPRD itu adalah 23 Oktober. Jika tidak diserahkan, maka bisa menggugurkan pasangan calon. Dan jika jumlah pasangan calon kurang dari dua pasang, Pilkada akan ditunda pada 2017,” terangnya.

Di Pilkada Blora, tiga anggota DPRD mendaftar menjadi calon bupati dan wakil bupati. Mereka adalah Wakil Ketua DPRD Blora M Kusnanto dan M Dasum serta anggota DPRD Jateng Arief Rohman. M Kusnanto sebagai calon bupati berpasangan dengan Sutrisno. M Dasum menjadi calon wakil bupati berpasangan dengan calon bupati Abu Nafi dan Arief Rohman mendampingi calon bupati Djoko Nugroho. Saat pendaftaran dan perbaikan berkas pendaftaran, ketiganya menyertakan surat pernyataan pengunduran diri sebagai anggota DPRD.

Surat pengunduran diri tersebut harus diproses lebih lanjut untuk mendapatkan SK pemberhentian sebagai anggota DPRD yang ditandatangani pejabat yang berwenang. Selain SK pemberhentian sebagai anggota DPRD, hal lainnya yang bisa menggugurkan pasangan calon adalah melanggar aturan kampanye dan aturan lainnya yang terkait dengan pilkada. Aturan kampanye yang harus ditaati adalah seperti pelaporan dana kampanye.

”Penggunaan dana kampanye harus dilaporkan ke KPU, 6 Desember. Jika tidak lapor, kami akan coret pencalonannya, “ tegasnya. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Tidak Jadi Dapat Nomor Dua, Kusnanto-Sutrisno Tetap Legowo

Tiga pasangan calon yang membuka nomor urut yang didapat dari pengambilannya di kotak yang telah disediakan KPU. (MuiraNewsCom/Priyo)

Tiga pasangan calon yang membuka nomor urut yang didapat dari pengambilannya di kotak yang telah disediakan KPU. (MuiraNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut tiga Kusnanto-Sutrisno mengungkapkan, pihaknya menyaksiksan secara langsung bahwa KPU melakukan penyelanggaraan pengundian nomor dengan adil.

”Awalnya ada keinginan nomor dua itu kan keinginan, jadi kalau ndak ya ndak apa-apa. Sebab dalam Pilkada hanya ada dua pilihan. Nek ora menang ya kalah nek menang ya rangkul calon liane dan jangan ada dendam. Nomor tiga menurut saya adalah nomor yang paling banyak dan baik,” jelas HM Kusnanto mantan anggota DPRD Blora ini.

Sutrisno wakil dari pasangan Kusnanto menambahkan, jika Abu bilang nomor satu dari Allah namun menurutnya tiga-tiganya adalah punya Allah. Jika Djoko mengungkapkan ingin membawa Blora berubah, menurutnya karena Blora milik bersama.

”Saya hanya ingin Blora ini berubah total. Blora milik kita bersama jadi mari kita berama-sama memajukan Blora untuk lebih baik,” terangnya. (PRIYO/TITIS W)

Djoko-Arief Dapat Nomor Paslon Dua, Sampaikan Dua Hal

Tiga pasangan calon yang membuka nomor urut yang didapat dari pengambilannya di kotak yang telah disediakan KPU. (MuiraNewsCom/Priyo)

Tiga pasangan calon yang membuka nomor urut yang didapat dari pengambilannya di kotak yang telah disediakan KPU. (MuiraNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut dua Djoko-Arief mengungkapkan, nomor undian ini sangat ditunggu semua masyarakat. Karena mendapat nomor 2 pihaknya menyampaikan 2 hal. Yaitu terimakasih kepada KPU selaku penyelanggara yang telah melakukan undian secara adil, dan ke dua semua paslon yang nantinya memimpin Blora tetap menjadi yang terbaik untuk Blora.

”Siapapun yang menjadi adalah kehendak Allah, jadi siapa saja tentu punya visi ingin membawa Blora lebih baik, dengan demokrasi yang baik juga,” ungkapnya.

Wakil dari paslon Djoko Nugroho yaitu Arief Rohman menambahkan, saya dari kalangan pemuda Blora mengucapkan terimakasih. Lima tahun ke depan saya siap seiring dan sejalan dengan beliau (Djoko Nugroho, Red).

”Siapapun yang jadi tentu ingin membawa perubahan untuk Blora. Sehingga kedepan kami rangkul, agar Blora menjadi harmonis, rukun, lebih maju, dan sejahtera,” ujar mantan DPRD Jawa Tengah ini. (PRIYO/TITIS W)

Abu Nafi-Dasum Bersyukur Dapat Nomor Urut Paslon Satu

Tiga pasangan calon yang membuka nomor urut yang didapat dari pengambilannya di kotak yang telah disediakan KPU. (MuiraNewsCom/Prioy)

Tiga pasangan calon yang membuka nomor urut yang didapat dari pengambilannya di kotak yang telah disediakan KPU. (MuiraNewsCom/Prioy)

 

BLORA – Undian nomor untuk para pasangan calon (Paslon) yaitu Djoko-Arief, HM Kusnanto-Sutrisno, dan Abu Nafi-Dasum diundi hari ini Selasa (25/8/2015). Pengundian tersebut terselenggara dalam rapat pleno pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Blora 2015, yang dilaksanakan di Hotel Adijaya Blora.

”Semoga nomor yang didapat bisa menjadi berkah bagi semua paslon,” jelas Kepala KPU Blora, Arifin, Selasa (25/8/2015).

Divisi Hukum, Kampanye, dan Pencalonan (KPU) Blora M Khamdun mengungkapkan, tata tertib sudah dilakukan, dalam pengundian dilakukan 2 kali. Yaitu pada tabung A dilakukan untuk memilih urutan dalam pengambilan nomor paslon yang sudah disepakti bersama berdasarkan pendaftaran. Sedangkan tabung B pengambilan nomor paslon.

”Berjalan lancar alhamdulillah, dan dari KPU juga sudah menetapkan nomor dari ketiga paslon dengan sesuai nomor yang telah mereka ambil sendiri,” ungkapnya.

Ketua Panwaslu Kabupaten Blora Tulus Maryonan berharap dalam Pilkada 2015 ini bisa berjalan adil, jujur, dan demokratis. ”Pesta demokrasi politik ini menjadi pendidikan politik serta menjaga konflik sengketa, dengan memastikan pelaksanaan sesuai UU yang berlaku,” pesannya.

Sementara itu, dari ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yaitu Djoko-Arief, HM Kusnanto-Sutrisno, dan Abu Nafi-Dasum mengaku senang dengan nomor yang urut yang telah diundi.

”Kami mendapat nomor urut 1 Alhmdulillah. Sebab nomor satu adalah nomor pemberian Allah jadi pasti yang terbaik,” jelas paslon bupati nomor urut satu Abu Nafi-Dasum. (PRIYO/TITIS W)

Tetapkan Nomor Paslon, KPU Blora Batasi Pendukung Ikut Serta

KPU menyerahkan berkas perbaikan verifikasi tiap tim sukses paslon. (MuriaNewsCom/Priyo)

KPU menyerahkan berkas perbaikan verifikasi tiap tim sukses paslon. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Usai tetapkan tiga bakal pasangan calon (Bapaslon) menjadi pasangan calon (Paslon), Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Blora juga membahas tata cara pengundian nomor urut paslon yang dilaksanakan Selasa (25/8/2015) besok.

Divisi hukum dan kampanye KPUK Blora M. Khamdun mengungkapkan, untuk pengundian nomor, dilaksanakan di Hotel Adijaya Blora pukul 09.00 WIB. Terkait pendukung yang datang, pihaknya mewanti-wanti agar tidak semua pendukung ikut masuk ke ruangan pengundian dengan alasan keterbatasan tempat.

”Pendukung tidak boleh masuk semua, hanya 7 orang pendukung beserta Paslon,” imbuhnya.

Sekedar diketahui surat pengunduran diri dari tiga anggota DPRD yang mencalonkan diri sudah diserahkan ke KPU Blora. Tiga calon yang menyerahkan yaitu HM. Kusnanto, Arief Rohman dan Dasum.

Arief rohman merupakan anggota DPRD Jawa Tengah yang berpasangan dengan Djoko Nugroho. Sedangkan HM. Kusnanto merupakan Anggota DPRD Blora calon bupati Blora yang berpasangan dengan Sutrisno. Dan yang terakhir adalah Dasum yang berpasangan dengan Abu Nafi. (PRIYO/TITIS W)

Ini Dia Ketiga Paslon Bupati Blora yang Lolos Verifikasi

Komisioner KPU saat melakukan penetapan pasangan calon pada pilkada 2015. (MuriaNewsCom/Priyo)

Komisioner KPU saat melakukan penetapan pasangan calon pada pilkada 2015. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Blora tetapkan tiga bakal pasangan calon (Bapaslon) menjadi pasangan calon (Paslon) Bupati Blora. Dalam penetapan yang dihadiri pihak Panwaskab dan perwakilan masing-masing paslon tersebut, KPUK juga membahas tata cara pengundian nomor urut pasangan calon yang dilaksanakan hari berikutnya.

”Dari ketiga bapaslon yang melewati beberapa tes dan verifikasi, dinyatakan lolos dan berubah status menjadi paslon. Dan hari ini dari ketiganya dinyatakan lolos menjadi paslon semua,” ungkap Divisi hukum dan kampanye KPUK Blora M. Khamdun, Senin (24/8/2015).

Menurutnya selain menetapkan ketiga bapaslon menjadi paslon, pihaknya juga mensosialisasikan tata cara pengundian nomor urut yang dilaksanakan pada hari berikutnya (25/8/2015). Dalam pengambilan nomor tersebut, setiap paslon wajib hadir.

”Besok semua calon harus hadir, kalau tidak hadir bisa gugur,” ungkapnya.
Ketua KPU Blora Arifin mengungkapkan penetapan tiga pasangan calon yaitu Djoko-Arief, Abu Nafi-Dasum, dan HM. Kusnanto-Sutrisno pada Pilkada 2015.
”Persyaratan calon sudah lengkap semua, juga sudah menyerahkan pengunduran diri dan mereka sudah ditetapkan sebagai pasangan calon,” ungkapnya. (PRIYO/TITIS W)