Tempat Kos Jambret Digerebek di Plangitan Pati

Petugas Polsek Winong menggeledah tempat kos-kosan di Plangitan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Polsek Winong menggeledah tempat kos-kosan di Plangitan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang jambret berinisial S (41) asal Desa Kudur, Kecamatan Winong, Pati berhasil dibekuk polisi karena menjambret ponsel milik Fini Nurajiyah, warga Desa Wuwur, Gabus di SPBU Kayen, Sabtu (2/4/2016).

Setelah ditangkap, pelaku mengaku pernah menjambret dompet di SBPU Kayen dan mencuri laptop merek Samsung di depan Toko Indomaret Winong pada 15 Maret 2016 lalu. “Dari hasil pengembangkan, kami melakukan penggeledahan rumah yang menjadi tempat kos pelaku,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Senin (4/4/2016).

Penggeledahan yang dipimpin Kapolsek Winong AKP Puji Raharjo didampingi Wakapolsek Ipda Afandi tersebut melibatkan empat personel dari Polsek Winong, tiga personel dari Unit Reskrim dan satu intel. “Dari hasil penggeledahan, kami berhasil mengamankan satu unit laptop warna hitam merek Samsung dan satu buah tas warna hitam,” ungkap Puji.

Tak hanya itu, barang bukti berupa satu buah jaket merek Nike Elite warna oranye juga diamankan. Selanjutnya, pelaku dan barang bukti digelandang ke Mapolsek Winong untuk penyidikan lebih lanjut.

“Penggeledahan berlangsung lancar. Kegiatan ungkap kasus ini hasil pengembangan dari tertangkapnya S sebagai pelaku penjambretan di depan Indomaret Winong. Kami berharap kepada semua warga untuk berhati-hati dalam membawa barang berharga dan selalu waspada,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami

Ada Kos di Pati yang Mencurigakan? Laporkan Saja ke Polisi

Rumah kos di Pati yang dijadikan tempat produksi uang palsu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Rumah kos di Pati yang dijadikan tempat produksi uang palsu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho menyatakan perang untuk memberantas penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Pati. Karena itu, warga Pati diminta berperan aktif untuk melaporkan bila ada penyalahgunaan narkotika.

“Kami berharap agar masyarakat ikut berperan memberantas penyalahgunaan narkotika dengan sosialisasi, termasuk ikut aktif melaporkannya kepada polisi,” kata Setijo kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Ia juga berpesan kepada warga untuk selalu waspada kepada seseorang yang aktivitasnya mencurigakan. Misalnya, orang tak dikenal yang statusnya kos atau kontrak dengan aktivitas yang mencurigakan.

“Jangan biarkan lingkungan di sekitar kita menjadi tempat peracikan atau pembuatan narkotika. Segera laporkan kepada polisi setempat kalau ada yang mencurigakan,” imbuhnya.

Efek dari penyalahgunaan narkotika, lanjutnya, bisa menimbulkan ketagihan, hayalan, halusinasi, dan efek rangsangan yang berlebihan. Dalam jangka panjang, penyalahgunaan narkotika bersifat mematikan.

“Sanksi hukum terkait dengan penyalahgunaan narkotika itu sangat berat. Jadi, jangan sampai hal itu menjadi preseden buruk bagi pelaku di masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga : 3 Kecamatan di Kabupaten Pati Rawan Peredaran Narkoba 

Editor : Kholistiono