Polisi Kebut Berkas Tersangka Lain Dalam Kasus Dugaan Korupsi Tanah Benda Desa Sidorejo

Masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Sedanketika melakukan aksi unjuk rasa di balai desa pada 18Februari 2014 lalu.(MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Sedanketika melakukan aksi unjuk rasa di balai desa pada 18Februari 2014 lalu.(MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

REMBANG – Aparat Polres Rembang berjanji segera merampungkanberkas penyidikan tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi tukarguling tanah banda Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan. Selain mantan KepalaDesa Sidorejo Sholih yang kini telah mendekam di ruang tahanan RutanKelas IIB Rembang, ternyata ada satu tersangka lainnya, yakni Muslih, Ketua Panitia Tukar Guling.

“Berkas Sholih telah kami limpahkan berikut berkas penyidikan yang dinyatakan P21 oleh pihak kejaksaan. Setelah Sholih, kami akan merampungkanpenyidikan terhadap ketua panitia tukar guling. Sementara initidak kami tahan, tetapi kami kenakan wajib lapor di Polres,” ujar Ipda Sutikno, Kepala Unit III Satuan Reserse Kriminal PolresRembang, Kamis (6/8/2015).

Ia katakan,  dalam kasus dugaan korupsi inidiperkirakan kerugian negara mencapai Rp398,5 juta. Menurutnya, lahanbengkok yang ditukar guling mestinya dikapling menjadi 22 petak.Tetapi oleh Sholih yang kala itu menjabat sebagai kades, nekat membuatkapling menjadi 30 petak. Selisih petak itu diduga dijual dan hasilnyadinikmati Sholih.

“Kami akan menjerat tersangka (Sholih) dengan Pasal 3Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal55 Ayat 1 ke-1 KUHP yang ancaman hukumannya paling singkat dua tahun penjara. Semoga berkas penyidikan tersangka lainnya, bisasegera kami selesaikan dalam waktu dekat,” katanya. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Dikhawatirkan Melarikan Diri, Mantan Kades Sidorejo Ditahan

Masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan ketika melakukan aksi unjuk rasa di balai desa setempat pada 18 Februari 2014lalu. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan ketika melakukan aksi unjuk rasa di balai desa setempat pada 18 Februari 2014lalu. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

REMBANG – Usai berkas pemeriksaan dinyatakan lengkap (P21) pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang langsung melakukan penahanan terhadap Sholih, mantan Kepala Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Rembang, pada Kamis (6/8/2015).

Mantan Kades Sidorejo yang dalam kasus ini diduga terlibat korupsi tukar guling tanah benda desa, langsung dititipkan ke Rutan Kelas II B Rembang.

Kepala Kejari Rembang I Wayaj Eka Putra melaluiKasi Pidsus Eko Yuristianto membenarkan penahanan tersebut. Menurutnya, Sholih ditahan untuk kepentingan penyidikan di tahap penuntutan. Dia menyebutkan, Sholih bakal ditahan untuk 20 hari ke depan dan bisadiperpanjang.

“Penahanan yang bersangkutan semata-mata  untuk mempercepatpenyidikan. Namun, memang ada alasan lain yang menjadi dasar penahanan, yaitu tentang kekhawatiran yang bersangkutan melarikan diri. Jikademikian maka proses penyidikan akan terhambat,” ujar Eko Yuristianto,Kamis (6/8/2015).

Eko mengungkapkan, bahwa  dari jumlah banyak barang bukti yangditerima pihaknya, memang ada sejumlah objek yang disita sebagaibarang bukti. Selain uang Rp163 juta hasil penjualan tanah kaplingan,rumah Sholih yang berdiri di atas tanah tukarguling juga disegel. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Ditahan, Nur Hasan Tetap Terima Gaji dan Tunjangan

Achmad Mualif, Sekretaris DPRD Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

Achmad Mualif, Sekretaris DPRD Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

REMBANG – Penahanan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang terhadap anggota DPRD setempat, Nur Hasan ternyata tidak berpengaruh dengan pemberian hak-haknya sebagai seorang legislator. Seperti diketahui tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah 2013 itu telah ditahan di Rutan Kelas IIB Rembang, sekretaris Komisi C ini pun dipastikan tidak lagi menjalankan tugasnya selama ditahan. Akan tetapi, meski di balik jerusi besi dan tanpa harus ikut aktif bekerja menyerap aspirasi, politisi Partai Hanura ini akan tetap menerima gaji dan tunjangan. Lanjutkan membaca

Disebut-Sebut Dalam BAP Nurhasan, Kejari Bakal Periksa Beberapa Anggota Komisi D DPRD Rembang

Mohammad Nur Hasan, anggota DPRD Kabupaten Rembang. Tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Musala ar-Rahmah di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan ini mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan anggota Komisi D pada tahun 2013 lalu dalam pengucuran dana hibah. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

Mohammad Nur Hasan, anggota DPRD Kabupaten Rembang. Tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Musala ar-Rahmah di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan ini mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan anggota Komisi D pada tahun 2013 lalu dalam pengucuran dana hibah. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

REMBANG – Kejari Rembang berencana memanggil dan memeriksa beberapa anggota Komisi D DPRD Rembang terkait kasus dana hibah musala Ar-Rahmah. Lanjutkan membaca

Sstt….Oknum Komisi D DPRD Rembang Disebut Terlibat Kasus Dana Hibah Musala

Mohammad Nur Hasan, anggota DPRD Kabupaten Rembang. Tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Musala ar-Rahmah di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan ini mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan anggota Komisi D pada tahun 2013 lalu dalam pengucuran dana hibah. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

Mohammad Nur Hasan, anggota DPRD Kabupaten Rembang. Tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Musala ar-Rahmah di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan ini mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan anggota Komisi D pada tahun 2013 lalu dalam pengucuran dana hibah. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

REMBANG – Mohammad Nurhasan, anggota DPRD Kabupaten Rembang menyebutkan sejumlah nama legislator lain soal penggelontoran dana hibah pada tahun anggaran 2013. Lanjutkan membaca

Kejari Menyerah, Nur Hasan di Pemeriksa di Rumahnya

Ahmad Feri (e)

Nur Hasan (berkcamata), anggota DPRD Rembang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi hibah rehab musala di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

REMBANG – Setelah sempat gagal diperiksa hingga empat kali jadwal pemeriksaan, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang akhirnya berhasil memeriksa Mohammad Nur Hasan dalam kasus dugaan korupsi dana hibah rehab fiktif musala di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan. Pemeriksaan anggota DPRD itu terpaksa dilakukan di rumah yang bersangkutan karena kondisi kesehatannya belum pulih seratus persen. Lanjutkan membaca

Kejari Belum Tentukan Jadwal Ulang Pemeriksaan Nur Hasan

Mohammad Nur Hasan (kanan) terbaring di kasur kamarnya dan gagal diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang pada Senin (29/6/2015). (Istimewa)

Mohammad Nur Hasan (kanan) terbaring di kasur kamarnya dan gagal diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang pada Senin (29/6/2015). (Istimewa)

REMBANG – Usai gagal memeriksa Nur Hasan pada Senin (29/6/2015) di kediamannya di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang belum berencana menetapkan jadwal ulang terhadap yang bersangkutan. Lanjutkan membaca

Masih Sakit, Kejari Batal Periksa Nur Hasan

Mohammad Nur Hasan (kanan) terbaring di kasur kamarnya dan gagal diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang pada Senin (29/6/2015). (Istimewa)

Mohammad Nur Hasan (kanan) terbaring di kasur kamarnya dan gagal diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang pada Senin (29/6/2015). (Istimewa)

REMBANG – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang akhirnya batal melakukan pemeriksaan terhadap Mohammad Nur Hasan pada Senin (29/6/2015). Padahal tim dari Kejari telah bertandang ke rumah yang bersangkutan di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan. Lanjutkan membaca

Kejari Berencana Periksa 2 PPKom DPU di Lapas Kedungpane

Eko Yuristianto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

Eko Yuristianto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

REMBANG – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang berencana memeriksa dua pejabat pembuat komitmen (PPKom) di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat di Lapas Kedungpane Semarang. Lanjutkan membaca

Belum Ditahan, Nur Hasan Sudah Pesan “Kamar” di Rutan Rembang

Muhammad Nur Hasan, anggota DPRD Kabupaten Rembang. Politisi Partai Hanura yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah musala ini dikabarkan telah "memesan kamar" di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB setempat. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

Muhammad Nur Hasan, anggota DPRD Kabupaten Rembang. Politisi Partai Hanura yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah musala ini dikabarkan telah “memesan kamar” di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB setempat. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

REMBANG – Muhammad Nur Hasan, anggota DPRD Kabupaten Rembang dikabarkan telah memesan “kamar” di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Rembang. Tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah musala di Desa Bogorejo, Kecamatan Sedan itu diduga telah menyiapkan diri jika sewaktu-waktu pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) bakal menjebloskannya ke sel tahanan. Status tersangka tetap melekat pada politisi Hanura ini setelah sebelumnya Pengadilan Negeri (PN) Rembang menolak gugatan praperadilan yang dia ajukan. Lanjutkan membaca

Beralasan Sakit Jantung, Nur Hasan Minta Diperiksa Tim Penyidik Kejaksaan di Rumah

Muhammad Nur Hasan, anggota DPRD Rembang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah musala di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

Muhammad Nur Hasan, anggota DPRD Rembang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah musala di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

REMBANG – Muhammad Nur Hasan, tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah musala di Desa Bogorejo,Kecamatan Sedan kembali mangkir dari jadwal pemeriksaan tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang, pada Jum’at (26/6/2015). Namun pada jadwal pemanggilan ketiga kali ini, kuasa hukum anggota DPRD tersebut meminta kepada penyidik agar memeriksa kliennya di rumah sang legislator yang juga beralamat di Desa Bogorejo,Kecamatan Sedan. Lanjutkan membaca

Gelar Diskusi Hukum, Pemkab Hadirkan Kepala Kejati Jawa Tengah

Forum Diskusi Daerah bertajuk "Harmonisasi Pemahaman Pertanggungjawaban Anggaran dan Kegiatan Belanja Daerah dalam Perspektif Hukum" digelar di Lantai IV Kantor Bupati Rembang, Selasa (23/6/2015) sore. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

Forum Diskusi Daerah bertajuk “Harmonisasi Pemahaman Pertanggungjawaban Anggaran dan Kegiatan Belanja Daerah dalam Perspektif Hukum” digelar di Lantai IV Kantor Bupati Rembang, Selasa (23/6/2015) sore. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

REMBANG – Terseretnya empat pejabat di Kabupaten Rembang dalam kurun waktu enam bulan terakhir memantik pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk menggelar diskusi tentang hukum.
Pada Selasa (23/6/2015) sore, Pemkab menggelar Forum Diskusi Daerah dengan menghadirkan narasumber Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Hartadi.  Lanjutkan membaca

Kepala DPU Rembang Bakal Diperiksa Kejari Secara Maraton

Eko Yuristianto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rembang. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

Eko Yuristianto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rembang. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

REMBANG – Mujoko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang bakal diperiksa secara maraton oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Sesuai rencana Mujoko bakal diperiksa setiap hari sejak Senin (22/6/2015) hingga Kamis (23/6/2015) besok atau selama empat hari berturut-turut.Pemeriksaan ini terkait penelusuran Kejari terhadap kapasitas Mujoko di tujuh proyek yang dikerjakan oleh DPU. Lanjutkan membaca

Kejari Telusuri Kapasitas Kepala DPU di 7 Proyek

Eko Yuristianto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rembang. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

Eko Yuristianto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rembang. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

REMBANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang menyatakan tengah menelusuri kapasitas, Mujoko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat di 7 proyek yang dikerjakan oleh instansinya.
Ketujuh proyek itu pula yang telah menyeret dua pejabat DPU sebagai anak buahnya dalam kasus dugaan korupsi dengan modus penyimpangan proyek. Selain Kejari, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah juga telah sering memintai keterangan Mujoko. Lanjutkan membaca

Polda Turunkan Ditreskrimnus Selidiki Kasus Dugaan Korupsi KONI Pati

Suasana pemeriksaan Tim Penyidik Polda Jateng terhadap para saksi terkait dengan dugaan korupsi dana hibah KONI Pati yang melibatkan mantan Ketua Umum PSSI Pati Sunarwi dan bendaharanya, Mudasir di ruang Satreskrim Polres Pati, Rabu (10/6/2015). (LISMANTO/KORAN MURIA)

PATI – Polda Jawa Tengah kembali menurunkan tim penyidik dari Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) ke Polres Pati, Rabu (10/6/2015). Hal ini untuk melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan kasus korupsi dana hibah bantuan untuk KONI 2010 dan 2012 terhadap Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Kabupaten Pati.

Lanjutkan membaca

Penahanan Wakil Ketua DPRD Rembang  Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Gunasih, Wakil Ketua DPRD Rembang dari Partai Demokrat. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Penetapan tersangka Wakil Ketua DPRD Rembang Gunasih belum akan disertai dengan penahanan dalam waktu dekat ini. Karena pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah masih harus menunggu hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan yang bersangkutan.

Lanjutkan membaca

Chaeron Ditahan, Kejari Rembang Terbantu

Pegiat antikorupsi sekaligus koordinator Lespem Rembang Bambang Wahyu Widodo. (MURIANEWS / AHMAD FERI)

REMBANG – Kepala Kejaksaan Negeri Rembang I Wayan Eka Putra melalui Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus Eko Yuristianto mengaku terbantu dengan penahanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat, Sinarman dan Mochammad Chaeron, yang telah dilakukan oleh Kejati Jawa Tengah pada Senin (4/5/2015).

Lanjutkan membaca