Ini Nilai Kerugian Negara Akibat Ulah Mantan Petinggi Teluk Awur Jepara

Mantan petinggi Desa Teluk Awur Kecamatan Tahunan, Jepara Suratno (48), saat pemeriksaan di Kejari Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Mantan petinggi Desa Teluk Awur Kecamatan Tahunan, Jepara Suratno (48), saat pemeriksaan di Kejari Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Mantan petinggi Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara, Suratno (48) telah menyandang status tersangka. Dia kini ditahan Kejaksaan Negeri Jepara, setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan dan sejumlah saksi, Rabu (30/3/2016).

Kepala Kejaksaan Negeri Jepara Yuni Daru Winarsih menjelaskan, dari hasil penyidikan dan pemeriksaan, mantan petinggi yang menjabat tahun 2007-2013 tersebut diketahui menyelewengkan uang sewa dari lahan milik desa saat masih menjabat.

“Sementara ini, baru terungkap jika uang sewa lahan yang tak diserahkan ke kas desa tapi untuk keperluan pribadi tersebut terjadi antara tahun 2009-2012. Kerugian negara akibat tindakan itu mencapai Rp 150 juta,” kata Yuni kepada MuriaNewsCom, Rabu (30/3/2016).

Baca juga :  Eks Petinggi Teluk Awur Jepara Ditahan, Diduga Gelapkan Uang Sewa Lahan 

Lebih lanjut dia membeberkan, adapun lahan yang disewakan tersebut berada di tepi pantai Teluk Awur. Lahan itu disewakan kepada sejumlah investor antara 4 hingga 10 tahun untuk restoran dan penginapan.

Yuni menambahkan, kasus ini masih terus dilakukan pendalaman. Termasuk melacak jumlah kerugian negara, serta berapa banyak yang sudah dikembalikan. Meski demikian, dalam dakwaan nanti, pihaknya tetap akan mengenakan dua pasal. Yakni pasal 2 dan 3 Undang-undang Tipikor.

“Pasal 2 ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Sedangkan pasal 3 minimal satu tahun dan maksimal 20 tahun. Soal hukuman yang dijatuhkan nanti berapa, menunggu proses persidangan. Nanti akan ada hal yang memberatkan dan meringankan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Eks Petinggi Teluk Awur Jepara Ditahan, Diduga Gelapkan Uang Sewa Lahan

Mantan petinggi Desa Teluk Awur Suratno (48) ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara, Rabu (30/3/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Mantan petinggi Desa Teluk Awur Suratno (48) ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara, Rabu (30/3/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Diduga melakukan penggelapan uang sewa lahan, mantan atau eks petinggi Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara, Suratno (48) ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara, Rabu (30/3/2016). Mantan petinggi yang menjabat tahun 2007-2013 tersebut telah menyandang status tersangka.

Kepala Kejari Jepara Yuni Daru Winarsih mengatakan, Suratno mulai diperiksa di Kantor Kejaksaan Negeri Jepara sejak Rabu (30/3/2016) pagi hingga sore. Selain dia, sejumlah saksi juga dimintai keterangan atas dugaan kasus tersebut. Setelah mendapatkan sejumlah data yang membuktikan Suratno melakukan tindak pidana korupsi, ia langsung ditahan.

“Kami langsung melakukan penahanan setelah melakukan pemeriksaan. Hari ini (Rabu,30/3/2016), kami panggil pertama kali dan langsung kami tahan karena kami merasa sudah cukup bukti,” ujar Yuni kepada MuriaNewsCom, Rabu (30/3/2016).

Menurut dia, pemeriksaan kasus ini diawali adanya isu yang beredar di masyarakat. Setelah didalami dan melakukan penyidikan, ditemukan dugaan kasus tindak pidana korupsi. Hal itu dikuatkan dari keterangan sejumlah saksi.

Yuni menambahkan, kasus ini masih terus dilakukan pendalaman. Termasuk melacak jumlah kerugian negara, serta berapa banyak yang sudah dikembalikan. Meski demikian, dalam dakwaan nanti, pihaknya tetap akan mengenakan dua pasal. Yakni pasal 2 dan 3 Undang-undang Tipikor.

“Pasal 2 ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Sedangkan pasal 3 minimal satu tahun dan maksimal 20 tahun. Soal hukuman yang dijatuhkan nanti berapa, menunggu proses persidangan. Nanti akan ada hal yang memberatkan dan meringankan,” imbuhnya.

Dari info yang dihimpun, lahan yang disewakan tersebut berada di tepi pantai Teluk Awur. Lahan itu disewakan kepada sejumlah investor antara 4 hingga 10 tahun untu restoran dan penginapan.

Editor : Akrom Hazami

Video – Laporan Dugaan Korupsi di Jepara Minim

Kepala Kejari Jepara Yuni Daru bersama anggotanya membagi-bagikan kaus, stiker dan buku kepada pengguna jalan di depan kantor DPRD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Kejari Jepara Yuni Daru bersama anggotanya membagi-bagikan kaus, stiker dan buku kepada pengguna jalan di depan kantor DPRD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Laporan dugaan adanya tindak pidana korupsi di Kabupaten Jepara ternyata sangat minim. Hal itu terbukti dari catatan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara. Kepala Kejari Jepara Yuni Daru mengatakan, laporan dugaan korupsi di Jepara terbilang sangat minim jika dibanding di kota-kota lain.

”Ini tidak lepas dari peran masyarakat untuk pro-aktif menyoroti sejumlah hal yang rentan untuk dikorupsi,” kata Yuni Daru kepada MuriaNewsCom, Kamis (10/12/2015).

Menurutnya, memang ada sejumlah laporan dari masyarakat maupun dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang masuk ke pihaknya. Namun tak jarang yang datanya mentah, sehingga pihaknya cukup kesulitan untuk menggali data yang valid.

”Bahkan, ketika kami tindaklanjuti, berakhir zonk. Ternyata kasusnya hanya masalah sepele bahkan ada kecenderungan salah faham,” kata dia.

Lebih lanjut dia menerangkan, jika seperti itu, maka tentu saja menguras energi, waktu, dan biaya untuk menelusuri kasus tersebut. Tetapi akhirnya sia-sia karena tidak cukup bukti untuk menetapkan tersangka.

”Kami berharap agar laporan yang masuk juga berdasarkan data yang kuat. Sehingga nantinya tidak sia-sia,” ungkapnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

 

Kaus dan Stiker jadi Senjata Ampuh Kejaksaan Jepara Kurangi Korupsi

Kepala Kejari Jepara Yuni Daru bersama anggotanya membagi-bagikan kaus, stiker dan buku kepada pengguna jalan di depan kantor DPRD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Kejari Jepara Yuni Daru bersama anggotanya membagi-bagikan kaus, stiker dan buku kepada pengguna jalan di depan kantor DPRD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara membagi-bagikan kaus dan sejumlah stiker dan buku ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara dan kepada sejumlah pengendara kendaraan yang melintas di depan kantor DPRD tersebut. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Kejari Jepara, Yuni Daru W, Kamis (10/10/2015).

Menurut Yuni, kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati hari Antikorupsi sedunia tahun 2015 ini. Melalui media kaus dan stiker serta buku yang dibagikan dapat sekaligus menjadi upaya sosialisasi mengenai tindak pidana korupsi.

“Melalui kegiatan ini kami mensosialisasikan tentang pentingnya pemberantasan korupsi. Sebab, tugas pemberantasan korupsi tidak hanya bagi Kejari saja, melainkan juga semua pihak termasuk warga masyarakat,” ujar Yuni di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut dia menerangkan, pihaknya juga mengajak kepada semua instansi pemerintah untuk lebih sadar terkait upaya pemberantasan korupsi. Dia menyadari tanpa adanya bantuan dari masyarakat dan instansi lain di negeri ini, korupsi tidak akan dapat diberantas secara maksimal.

“Sebelum membagi-bagikan atribut ini, kami juga melakukan upacara peringatan hari Antikorupsi di lingkungan Kejari Jepara,” katanya.

Dia menambahkan, masyarakat diimbau untuk tidak takut melaporkan kepada Kejari jika ada hal-hal yang ada kecenderungan terjadinya tindak pidana korupsi. Selama ini, pihaknya telah berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat agar lebih sensitif untuk melaporkan segala hal yang melenceng dari aturan agar cita-cita pemberantasan korupsi dapat tercapai. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)