Anggota Polres Pati yang Terlibat Swissindo Diamankan Propam

Tiga sekuriti Bank Mandiri KCP Pati menghadang massa anggota Swissindo, Jumat (18/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan korban penipuan Swissindo yang berkedok voucher human obligation menggelar aksi di Kantor Bank Mandiri KCP Pati, Jalan Diponegoro Pati, Jumat (18/8/2017).

Suprihatin, salah satu anggota Swissindo asal Rendole mengungkapkan, tidak ada biaya yang dibebankan untuk menjadi anggota Swissindo. Dia mengaku sudah mendapatkan pelunasan kredit di BRI sebanyak Rp 25 juta.

“Cuma mengumpulkan KTP dan KK, tidak ada iuran. Saya sempat mendapatkan pelunasan cicilan perumahan, juga hutang di BRI senilai Rp 25 juta. Sisa kredit rumah saya selama tiga tahun sudah dilunasi Swissindo,” ungkap Suprihatin.

Baca Juga : Puluhan Korban Swissindo Geruduk Kantor Bank Mandiri Pati

Berdasarkan pada pengalaman itu, surat kuasa yang diberikan Swissindo dipercaya juga berlaku di Bank Mandiri. Terlebih, salah satu pengurus Swissindo ternyata seorang anggota polisi.

“Menurut saya, Swissindo murni menolong. Wong itu yang punya Bank Dunia. Kalau Anda mau gabung tidak apa-apa. Pengurusnya malah anggota polisi sendiri,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, pihak Polres Pati membenarkan ada anggotanya yang ikut anggota Swissindo. Namun yang bersangkutan sudah dipanggil Propam untuk disadarkan.

“Ada, namun yang bersangkutan sudah dipanggil propam untuk disadarkan,” kata Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Pihak Bank Mandiri sendiri sudah memberikan pengumuman di depan kantor bahwa Swissindo tidak bekerja sama dengannya. Karena itu, pejabat Bank Mandiri tidak mau menemui massa yang menanyakan surat kuasa dari Swissindo dan memberikan edaran dari otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebut Swissindo merupakan bentuk penipuan.

Editor: Supriyadi

Ini Alasan Bank Mandiri Ogah Layani Nasabah Swissindo Kudus

Warga menunggu hasil pertemuan Swissindo dengan Bank Mandiri Cabang Kudus, Jumat (18/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bank Mandiri Kudus mengaku ogah melayani ratusan masyarakat yang hendak mendaftar rekening guna keperluan UN-Swissindo. Bank Mandiri bahkan tak mau ikut campur, lantaran tak ada ikatan apapun antara Bank Mandiri dengan Swissindo.

Pernyataan tersebut diungkapkan langsung Kepala Cabang Bank Mandiri Kudus Wuratno. Dia mengaku sejauh ini tak ada kontrak apapun antara dua lembaga tersebut. Karenanya, pihak bank tak bisa memproses apa yang diinginkan masyarakat.

“Bank Mandiri tidak bekerjasama dengan UN-Swissindo. Atas hal tersebut, Bank Mandiri tidak bertanggungjawab​ atas segala risiko dari informasi yang beredar di masyarakat, termasuk tentang pendaftaran Vuocher Human Obligation (VM1) di kantor Bank Mandiri,” katanya kepada media, Jumat (18/8/2017).

Untuk menjelaskan kepada masyarakat, lanjutnya, beberapa perwakilan dari UN-Swissindo, Bank Mandiri, dan petugas Polres Kudus sudah melakukan pertemuan pagi tadi juga. Hasilnya, pihak bank menegaskan tak ada urusan dengan Swissindo.

Baca Juga : Ratusan Nasabah Swissindo Kudus Ditolak Bank Mandiri

Menurut dia, masyarakat harusnya dapat membedakan organisasi yang benar atau tidak. Jangan mudah dipengaruhi dengan organisasi apapaun semacam ini. Sehingga masyarakat tak dirugikan.

Ditanya mengenai gerakan dari Swissindo, pihaknya menjelaskan tak tahu jika ada gerakan besar-besaran hari ini. Karena kabar maupun surat resmi tak pernah ada masuk. Namun pihaknya sudah menduga adanya Swissindo di Kudus, setelah ada pembahasan sebelumnya di Semarang dan OJK.

“Untuk antisipasi kedepannya nanti, kami akan rutin melakukan komunikasi dengan Polres Kudus. Jika ada aksi atau gerakan yang sama, kami akan langsung komunikasi dengan polres,” ungkapnya. 

Berdasarkan pantauan MuriaNewsCom, pihak Bank Mandiri sudah memasang tulisan akan pengumuman tak ada ikatan dengan Swissindo. Tulisan dipasang di depan kantor agar lebih mudah terbaca.

Namun tulisan tak diindahkan masyarakat dan tetap datang. Hingga akhirnya masa bubar, setelah dijelaskan dari pihak Bank Mandiri kalau tak ada ikatan apapun dengan Mandiri.

Editor: Supriyadi