Anggota TNI Bersih-bersih Desa di Sukoharjo Pati

Anggota TNI dari Koramil 07/Wedarijaksa dan masyarakat membersihkan rumput liar di sepanjang jalan poros Desa Sukoharjo hingga Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Senin (27/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Musim hujan tampaknya mulai berakhir. Intensitas hujan mulai menurun, kendati beberapa kali hujan dalam skala ringan masih terjadi. Akibat hujan intensitas tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu, sejumlah daerah yang tidak terdampak banjir, banyak ditumbuhi rumput liar yang mengganggu tanaman. Kondisi itu yang mengundang anggota TNI dan masyarakat untuk membersihkan rumput liar di sepanjang jalan poros Desa Sukoharjo hingga Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Senin (27/2/2017).

Komandan Koramil 07/Wedarijaksa Kapten Inf Kambali mengatakan, rumput liar berpotensi mengganggu pohon yang ditanam di pinggiran jalan. Selain itu, keberadaan rumput liar mengganggu keindahan dan kenyamanan tata ruang desa.

“Kegiatan bersih-bersih rumput liar ini menjadi salah satu program kerja karya bakti mandiri TNI dengan rakyat. Anggota TNI saat ini memang tidak hanya bertugas untuk pertahanan dan keamanan saja, tetapi juga menyatu dan guyub rukun dengan masyarakat,” kata Kapten Inf Kambali.

Sedikitnya ada 22 personel yang ikut membersihkan rumput liar, sebelas personel dari Koramil Wedarijaksa, 12 orang dari pemerintah desa, dan sembilan orang dari penduduk setempat. Mereka bergotong-royong membersihkan rumput liar di pinggir jalan desa sepanjang 300 meter.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut bersama-sama melaksanakan program kerja karya bakti mandiri TNI dengan bersih-bersih desa. Desa yang bersih akan membuat masyarakat yang sehat. Karena itu, selain membersihkan rumput liar, kami juga membersihkan sampah di sekitar jalan,” tuturnya.

Ke depan, pihaknya juga akan mengagendakan hal yang sama di sejumlah desa di Kecamatan Wedarijaksa. Dia berharap, kegiatan tersebut bisa menggugah masyarakat untuk peduli pada lingkungan. Sebab, lingkungan yang bersih membuat masyarakat sehat sehingga pembangunan akan berjalan baik.

Editor : Kholistiono

Ratusan Hektare Tanaman Padi Siap Panen di Jakenan Pati Terendam Banjir

Sejumlah anggota TNI AD ikut mengangkut hasil panen padi yang terrendam banjir di Desa Tondomulyo, Jakenan, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah anggota TNI AD ikut mengangkut hasil panen padi yang terrendam banjir di Desa Tondomulyo, Jakenan, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah sungai meluap. Akibatnya, areal persawahan di sepanjang bantaran Sungai Silugangga terendam banjir.

Padahal, ratusan hektare sawah yang berada di sepanjang bantaran sungai tersebut terdapat tanaman padi yang siap panen. Akibatnya, para petani terpaksa memanen padi lebih awal dari waktu yang mestinya kurang beberapa hari lagi.

Mereka khawatir, tanaman padi cepat membusuk dan biji padi yang terendam keluar akar dan tunas bila tidak segera dipanen. “Kalau dibiarkan terendam banjir, biasanya biji padi akan keluar akar dan tunas karena tanamannya membusuk. Jadi, saat tahu sawah kami terendam banjir, kami langsung memanennya,” kata Sutarmin, petani asal Desa Tondomulyo yang memiliki lahan sawah seluas lima hektare.

Selain di Desa Tondomulyo, banjir juga merendam di kawasan persawahan Desa Ngastorejo seluas seratus hektare. Para petani pun berbondong-bondong segera memanen padi agar kerugian tidak terlalu banyak. Jika tidak demikian, mereka terancam tidak bisa memanen padi sama sekali.

Menanggapi hal tersebut, Danramil 05/Jakenan mengatakan, banjir yang merendam ratusan hektare sawah di Kecamatan Jakenan memang tidak bisa dihindari. Selain faktor alam, banjir disebabkan lokasi geografis persawahan yang berada di bantaran Sungai Silugangga.

Pihaknya berharap, petani bisa segera mengolah sawah untuk masa tanam berikutnya. Dengan demikian, sawah bisa segera ditanam kembali di tengah musim penghujan dengan ketersediaan air yang cukup. Namun, petani mesti jeli agar benih yang ditebar bisa aman dari banjir.

Editor : Kholistiono