Duar !!, Suara Ledakan di Depan Kantor KONI Kudus Gegerkan Warga

Pengguna jalan dan puluhan siswa SD 1 dan 3 Wergu Wetan melihat sumber ledakan yang berada di depan Kantor KONI Kudus, Senin (21/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Suara ledakan terdengar jelas dari depan gedung KONI Kudus di Jalan Gor, Desa Wergu Wetan, Senin (21/8/2017) siang.

Suara ledakan yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB itu, sontak menggegerkan pengguna jalan dan puluhan siswa SD 1 dan 3 Wergu Wetan yang berada di depan sumber suara.

Sebagian besar pengurus KONI yang berada di kantor juga langsung keluar. Puluhan siswa SD 1 dan 3 Wergu Wetan, Kota Kudus yang sedang beristirahat juga melakukan hal yang sama. Mereka bahkan langsung berlari menuju arah ledakan karena penasaran.

Lantaran khawatir, sejumlah guru mencoba menghalang-halangi siswa datang ke sumber ledakan. Siswa kemudian diminta kembali ke kelas meninggalkan lokasi ledakan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Ketua KONI Kudus M Ridwan mengatakan, ledakan keras tersebut berasal dari travo milik PLN yang berada di tikungan depan Kantor KONI. Hanya, ledakan tersebut bukan pertama kali. Beberapa bulan lalu, ledakan juga pernah terjadi hingga keluar api.

“Sebelumnya pernah sampai keluar api setelah ledakan terjadi. Tapi ini tidak. Hanya suaranya yang sangat keras,” katanya kepada MuriaNewsCom

Ia menambahkan, setelah melihat trafo yang meledah, pihak KONI langsung menghubungi PLN untuk meminta penanganan. Apalagi, karena kejadian tersebut sejumlah pelanggan di sekitar lokasi terpaksa beraktivitas tanpa listrik karena padam.

“Kalau kantor KONI tidak mati. Listrik di sini (Kantor KONI) jaringannya berbeda dari travo yang meledak. Tapi wilayah lain mungkin padam lantaran travo,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

 

Kudus Sumbang Atlet Terbanyak Ketiga untuk Kontingen Jateng di PON Jabar

Bupati Kudus Musthofa saat melepas atletnya bergabung ke kontingen Jateng di pendapa pemerintah kabupaten setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat melepas atletnya bergabung ke kontingen Jateng di pendapa pemerintah kabupaten setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus menyumbang atlet terbanyak ketiga se-Jateng untuk memperkuat kontingen provinsi ini di PON XIX di Jawa Barat yang berlangsung 17 September-29 September 2016. Tercatat, Kudus masih peringkat tiga besar penyumbang atlet terbanyak yakni Kota Semarang menyumbang 143 atlet, Kota Surakarta mengirim 52 atlet dan Kudus mengirm 46 atletnya.

Ketua KONI Kudus M Ridwan, optimistis para atlet Kudus tampil cemerlang.  Dalam even tiap empat tahun sekali itu, Kudus mengikuti 19 cabang olahraga. “Ke-19 cabang tersebut diikuti 46 pemain dan delapan pelatih yang siap berjuang mengharumkan nama Kudus,” katanya.

Para atlet, rencananya akan berangkat pada 12 September mendatang. Atlet sengaja berangkat lebih cepat karena harus melakukan persiapan yang lebih matang. Atlet juga akan menyesuaikan lingkungan di sana dengan lebih cepat. KONI juga menargetkan atletnya bisa mendapatkan medali emas. Pihaknya mengaku pembinaan para atlet sudah sangat bagus. Termasuk, pembinaan rutin. “Itu harapan dan target kami, tapi kalau tidak bisa, minimal atlet yang kami kirim akan sampai pada babak final,” harapnya.

Beberapa cabang olahraga yang menjadi andalan, kata dia seperti bulutangkis, tenis meja, sepatu roda, voli indoor dan juga voli pantai. Dia yakin di antara cabor disebutkan, akan ada yang membawa medali emas.

Bupati Kudus Musthofa sebelumnya juga berpesan, agar para atlet membawa nama harum Kudus di ajang olahraga tingkat nasional tersebut. “Semangat para atlet dan pelatih harus tetap berkobar hingga meraih prestasi terbaik. Dan tentunya, jangan putus asa,” kata Mushofa.

Tidak hanya itu, bupati juga berharap atlet memegang sikap sportif dan jujur. Sebab tanpa sikap itu, atlet sulit meraih prestasi. “Persiapkan diri secara matang, baik fisik, mental, maupun teknik untuk meraih prestasi,” ungkapnya saat pelepasan atlet Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Dana Hibah KONI Rp 6 Miliar Disoal

logo-koni-

MuriaNewsCom, Kudus – Dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus yang senilai Rp 6 miliar pada APBD Perubahan 2016, dipersoalkan.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kudus menilai, dana hibah tersebut muncul dalam APBD Perubahan 2016 tanpa melalui prosedur semestinya. Salah satu anggota Banggar DPRD Kudus Nurkhabsyin mengatakan, persoalan hibah KONI tersebut bermula ketika pada rapat awal Banggar, sepakat pengajuan hibah KONI tersebut dipangkas dari Rp 6 miliar menjadi hanya Rp 1 miliar.

Saat itu, menurut Khabsyin, Banggar berpendapat kalau masih banyak kegiatan pembangunan lain yang perlu dibiayai. ”Seperti pembangunan jalan, jembatan, atau infrastruktur lain. Sehingga kami sepakat usulan hibah KONI dipangkas hingga tinggal Rp 1 miliar saja,” katanya, Rabu (10/8/2016).

Namun secara tiba-tiba, alokasi anggaran KONI tersebut membengkak saat pembahasan di tingkat Komisi D. Perubahan besaran anggaran yang secara diam-diam itulah yang memantik polemik. ”Padahal, rapat Banggar tingkatannya lebih tinggi daripada pembahasan di tingkat komisi,” ujar Khabsyin.

Atas kondisi tersebut, Khabsyin menilai anggaran tersebut adalah anggaran titipan. Sehingga dikhawatirkan anggaran tersebut rawan disalahgunakan pada akhirnya.

Untuk itu, Khabsyin mengancam akan meminta agar anggaran itu dibatalkan. Usulan pembatalan tersebut akan dia sampaikan pada saat rapat Banggar, seusai APBD Perubahan mendapat evaluasi dari Gubernur. ”Masih ada kesempatan satu kali lagi. Kami akan merekomendasikan agar anggaran tersebut dibatalkan,” ujarnya.

Editor: Merie

KONI Kudus Ajak Cabor Lebih Kreatif Mengelola Olahraga. Bagaimana Caranya?

Peserta sarasehan olahraga yang digelar KONI Kudus dan KPC di United Cafe, Rabu (23/12/2015) malam diajak lebih kreatif dalam penyusun program pembinaan demi memajukan prestasi atlet-atlet Kudus. (MuriaNewsCom)

Peserta sarasehan olahraga yang digelar KONI Kudus dan KPC di United Cafe, Rabu (23/12/2015) malam diajak lebih kreatif dalam penyusun program pembinaan demi memajukan prestasi atlet-atlet Kudus. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus mengajak pengurus cabang-cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungannya agar lebih kreatif. Dengan kreatif mengelola olahraga, diharapkan persoalan klasik terkait keterbasan dana, bisa sedikit demi sedikit teratasi.

Hal tersebut mengemuka dalam sarasehan olahraga yang digelar KONI Kabupaten Kudus bekerja sama dengan Kudus Press Club di United Cafe, Rabu (23/12/2015) malam. Acara yang dihadiri belasan perwakilan cabang olahraga di Kudus tersebut menghadirkan pembicara Eko Suprayitno, Eko Suprayitno, Kasi Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Industri dan Lembaga Keolahragaan pada Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah.

Kepada pengurus cabor di Kudus, Eko menegaskan, sangat sulit jika pengembangan olahraga hanya mengandalkan subsidi dana dari pemerintah daerah yang dilewatkan KONI. ”Kalau cabang-cabang populer yang sudah punya bapak angkat, misalnya tenis meja dan bola voli dengan PR Sukun serta bulu tangkis dengan PR Djarum, tentu persoalan dana tidak begitu menjadi kendala. Namun, bagaimana dengan cabang-cabang lainnya? Ini yang harus dicarikan solusi,” kata Eko.

Dia menyarankan, pengurus cabang lebih jeli dan kreatif dalam mengemas sebuah even atau kejuaraan yang akan digelar. Misalnya, kejuaraan yang biasanya digelar di GOR atau aula-aula sekolah, tidak ada salahnya dilaksanakan di pusat-pusat perbelanjaan atau mal.

”Selain akan mengundang penonton lebih banyak, konsep seperti ini juga menarik calon-calon sponsor untuk bergabung. Kaitannya dengan sponsor, kita juga tidak boleh mudah menyerah saat proposal ditolak perusahaan. Setiap ada even, kirimkan terus proposal. Saya yakin, lama-lama pihak perusahaan akan luluh juga,” terangnya.

Di samping itu, pola pembibitan dan pembinaan atlet-atlet pemula juga perlu diperhatikan. Dia mencontohkan cabang renang, seorang pelatih yang kebetulan menjadi guru olahraga, bisa membuka les renang di luar jam sekolah. Setidaknya ada dua keuntungan dari cara ini, yakni pelatih bisa memperoleh penghasilan tambahan dan dia bisa lebih leluasa mengembangkan bakat-bakat renang sejak dini.

Salah seorang peserta sarasehan Fuad mengakui, problematika yang dihadapi cabang-cabang olahraga di Kudus memang masih berkutat pada persoalan dana. Kondisi ini membuat frekuensi kejuaraan di tingkat lokal juga menurun. Padahal, sebuah kejuaraan memiliki arti penting untuk mendeteksi sejauh mana keberhasilan dari pembinaan atlet yang sudah dilakukan.

”Kami sudah memiliki beberapa konsep even yang siap dimasukkan dalam agenda di tahun 2016. Dari sarasehan seperti ini, setidaknya kami sudah memiliki gambaran awal untuk melangkah lebih jauh dalam mematangkan konsep tersebut,” terang Sekretaris IPSI Kudus ini. (Adv)

20 Cabor Ramaikan Porkab Kudus 2015

Ketua KONI Kudus M Ridwan. (MuriaNewsCom)

Ketua KONI Kudus M Ridwan. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Kudus tahun 2015 yang digelar pada 24-30 November mendatang dipastikan panas luar dalam. Ini lantaran, 20 Cabang Olahraga (Cabor) akan dilombakan dalam perhelatan akbar tersebut. Praktis ratusan atlet akan berlomba-lomba untuk meraih gelar juara.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus M Ridwan mengemukakan, Porkab ini menjadi ajang unjuk prestasi para atlet lokal, sekaligus membina dan mencari atlet berprestasi yang unggul. Selain itu juga untuk persiapan menghadapi berbagai even olah raga pada jenjang yang lebih tinggi terutama untuk persiapan Porprov 2017 mendatang.”Acara akan dibuka di Alun-alun sekitar pukul 08.00 WIB,” ujar Ridwan, Jumat (20/11).

Menurutnya, Porkab tahun ini akan mempertandingkan 20 cabang olahraga, yang diikuti oleh ratusan atlet putra dan putri dari sembilan Kecamatan se-Kabupaten Kudus.
Pembukaan Porkab ini juga akan dilakukan melalui sebuah upacara di depan pendapa Kabupaten yang dibuka oleh Bupati KudusMusthofa.

Senada, Humas KONI Kudus, Putut Winarno mengatakan mengatakan, 20 cabang olah raga akan diperlombakan dalam ajang 5 tahun sekali tersebut. Cabang olahraga itu meliputi atletik, bulu tangkis, bola voli, bola basket, catur, gulat, karate, pencak silat, panjat tebig, taekwondo, tenis lapangan, tenis meja, futsal, sepak takraw, renang, woodball, panahan, dayung dan menembak.

”Awalnya ada 21 cabor yang akan ambil serta dalam Porkab ini. Namun, pada akhirnya satu cabor yakni Bridge memutuskan untuk mundur,” tandasnya.

Lebih lanjut, untuk venue Porkab akan menempati beberapa lokasi yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kudus. Ini dilakukan lantaran venue utama yakni GOR Wergu Wetan saat ini masih dalam tahap perbaikan. (KHOLISTIONO)

Tarung Derajat Kudus Bertekad Pertahankan Gelar Juara di Kejurda Solo 2015

Para atlet Tarung Derajat berfoto bareng di depan Kantor KONI Kudus sebelum berangkat ke Kejurda. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

KUDUS – Pelatih Tarung Derajat Kudus Sugiono menargetkan anak asuhnya bisa mempertahankan gelar juara umum di Kejurda yang akan dihelat di Kota Surakarta. Yakni, tujuh emas dari total semua medali yang diperebutkan.

Di Kejurda Solo 2015 akan mempertandingkan 14 kelas tarung pemula dan senior dan 2 kelas seni gerak. Sementara dalam kejurda tahun lalu, Kudus keluar sebagai juara umum dengan raihan 4 emas dan 2 perak.

“Untuk kali ini, saya kuran tahu pasti jumlah total lawan berapa. Yang pasti, Temanggung dan Solo akan jadi lawan berat Kudus,” kata Sugiono.

Sugiono yakin meski semua atlet yang dibawanya masih pemula. “Tujuannya ya kasih jam terbang dan persiapkan untuk Pra-Porprov,” imbuh Sugiono.

Diantara atlet yang dibawa, ada Jaya Retriansyah yang beberapa waktu lalu dapat emas di POM Rayon ketika mewakili UMK dan akan melaju ke POMNAS di Aceh, November mendatang.

Sedangkan, beberapa rekannya justru baru akan merasakan pertandingan pertama mereka di Solo nanti. Mereka adalah Kasan, La, Vinda, Vinka, Rokhim, Salafi dan Pradana. (IQBAL NA’IMY/SUPRIYADI)

Ketua KONI Kudus Janjikan Bonus Selangit bagi Peraih Medali di Kejurda Tarung Derajat

Para atlet Tarung Derajat berfoto bareng di depan Kantor KONI Kudus sebelum berangkat ke Kejurda. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

KUDUS – Kontingen Tarung Derajat Kudus yang akan bertanding di Kejurda Solo 2015 berangkat Jumat (31/7/2015), hari ini. Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Ketua KONI Kudus M. RIdwan.

Dalam pidato yang disampiakannya, Ridwan menjanjikan akan memberikan tali asih bagi atlet yang mampu berprestasi pada even ini. “Semoga para atlet yang bertandinga bisa memberikan yang terbaik. Untuk tali asih, sudah kami siapkan,” ujar Ridwan.

Pria yang dikenal gila prestasi olahraga itu mencoba membakar semangat anak asuhan duet pelatih Sugiono dan Rustama dengan cara mempertanyakan kualitas mereka.

“Saat ini saya tidak bisa kasih uang saku, tapi kalian bisa berprestasi tidak? Kalau ya, sepulang nanti fotokopi piagam dan cairkan bonus kalian,” kata Ridwan. (IQBAL NA’IMY/SUPRIYADI)