Yuk, Ikut Flasmob Komunitas Kresek Jadikan Kudus Bebas Sampah

Komunitas Kreasi Sampah Ekonomi Kota (Kresek) Kudus bakal melaksanakan aksi flasmob untuk mendukung Kudus bebas sampah, pada Minggu (21/2/2016). (MuriaNewsCom)

Komunitas Kreasi Sampah Ekonomi Kota (Kresek) Kudus bakal melaksanakan aksi flasmob untuk mendukung Kudus bebas sampah, pada Minggu (21/2/2016). (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sampah adalah masalah besar yang butuh penanganan serius dari semua pihak. Harus ada orang-orang yang peduli dengan kebersihan kota, agar lingkungan tetap lestari.
Itu juga yang dilakukan Komunitas Kreasi Sampah Ekonomi Kota (Kresek) Kudus, yang bakal menggelar kegiatan bertajuk ”1.000 Goodybag untuk Kudus Bebas Sampah”.

Acara ini akan digelar pada Minggu (21/2/2016), bersamaan dengan even car free day (CFD). Kegiatannya bakal digelar mulai pukul 06.00 WIB, tepatnya di depan pendapa kabupaten.

Kegiatan yang didukung PR Sukun melalui program Sukun for Better Life ini, memang bertujuan untuk mendukung kegiatan pelestarian lingkungan di Indonesia, khususnya di Kudus.

Komunitas Kresek sendiri merupakan komunitas yang dibentuk atas dasar keprihatinan akan permasalahan sampah di Indonesia. Terutama di Kota Kudus. Komunitas ini didirikan pada tanggal 27 September 2015, di acara CFD Kudus.

Pada acara itu, Komunitas Kresek tidak hanya melakukan launching, tapi juga mengadakan bersih-bersih di CFD. Serta menggundang beberapa komunitas di Kudus lainnya, seperti KPAM (Komunitas Pecinta Alam Muria), Semut Gunung, KPG Korwil Kudus, Kudus Bergerak, dan Berbagi Nasi Kudus.
Komunitas Kresek tak hanya bergerak di bidang Bank Sampah saja. Namun juga bergerak dalam lingkungan, serta lebih fokus mengajak anak muda untuk turut bergabung bersama.

Dalam acara ”1.000 Goodybag untuk Kudus Bebas Sampah” itu, Komunitas Kresek mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sedang berada di sana, untuk turut serta mengambil sampah di CFD Kudus. Lantas, sampah-sampah itu bisa ditukarkan dengan 1 goodybag cantik.

Tidak hanya itu saja. Rangkaian acaranya sendiri meliputi flashmob, Garuk Sampah, dan bagi-bagi 1000 goodybag cantik. Jadi, ayo ikutan untuk membuat Kudus bersih dari sampah.

Editor: Merie

Kresek Juga Gaet Komunitas Lain untuk Ikut Kumpulkan Sampah

komunitas kresek (2) e

Beberapa orang yang gergabung dalam Komunitas Kresek (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Aksi sekelompok anak muda dalam menjaga lingkungan dari banyaknya sampah yang terbuang sembarangan menjadi hal menarik. Pentingnya kesadaran membuang sampah ditempatnya tersebut menjadi alasan utama Komunitas Kreasi Sampah Ekonomi Kota (Kresek) turun ke lapangan langsung. Bahkan komunitas tersebut juga menggaet komunitas lain untuk ikut serta.

Faesal Adam, Ketua Komunitas Kresek mengatakan, beberapa komunitas juga pernah diajak berkontribusi bersama membersihkan sampah yang berserakan, diantaranya Komunitas Berbagi Nasi, dan Pecinta Alam Muria. “Semakin banyak yang ikut, maka semakin banyak sampah yang terkumpulkan serta semakin banyak pula orang yang peduli dengn kebersihan,” katanya

Hebatnya lagi, komunitas yang berdiri sejak September 2015 lalu sudah mulai ngantongi SK resmi dari Lembaga Lingkungan Hidup. Hingga saat ini,Komunikasi Kresek memiliki dua basecamp sebagai tempat berkumpul dan mengadakan kegiatan lain. “Kita punya basecamp di Melati dan di Tanjung Karang. Disana kita sering lakukan sharing dan mendaur ulang sampah yang kita kumpulkan,” imbuhnya pada MuriaNewsCom.

Harapannya, kegiatan yang digadang oleh para pemuda tersebut dapat memotivasi serta menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah. “Memang terlihat sepele, namun kenyataannya memang kebiasaan membuang sampah sembarangan sulit sekali dihilangkan. Semoga dapat saling menginspirasi untuk hidup sehat,” pungkasnya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Salut! Komunitas Kresek Kudus Beri Contoh Sadar Lingkungan

komunitas kresek

Beberapa orang yang tergabung dalam Komunitas Kresek saat mengumpulkan sampah (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Membuang sampah sembarangan seakan sudah menjadi hal yang lazim di tengah masyarakat kita. Kebiasaan buruk tersebut masih sulit untuk dihilangkan, apalagi ketika ada suatu kegiatan besar yang dipenuhi banyak orang, makan akan mudah menemukan tumpukan sampah, terutama sampah plastik.

Dari wujud keprihatinan tersebut, komunitas Kreasi Sampah Ekonomi Kota (Kresek) Kudus berdiri. Puluhan anggota anak muda yang tergabung dalam Kresek  memberikan kontribusi nyata terhadap kebersihan lingkungan.

“Ada banyak kegiatan yang kami lakukan. Di antaranya kegiatan rutin mengumpulkan sampah di lokasi car free day (CFD) yang setiap eventnya selalu meninggalkan banyak sampah, ” ujar Faesal Adam, Ketua Komunitas Kresek Kudus.

Dirinya menambahkan, kegiatan yang dilakukan bersama rekan komunitasnya tersebut lebih kepada meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)