Ganggu Aliran Air, Komisi C DPRD Kudus Sidak Proyek Lampu PJU Desa Rahtawu

Sekretaris Komisi C Ahmad Fatkhul Azis.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi C DPRD Kudus menyayangkan pemasangan proyek lampu penerangan jalan umum di jalan menuju desa wisata Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Pasalnya, sejumlah fondasi lampu didirikan di selokan air di pinggir jalan.

Sekretaris Komisi C Ahmad Fatkhul Azis mengatakan, pemasangan fondasi tiang lampu di selokan tentunya bisa mengganggu aliran air. Jika aliran air tertutup beton fondasi lampu, lanjut Azis, maka air hujan bisa meluber ke jalan.

“Imbasnya jalan bisa cepat rusak dan mengganggu pengendara yang melintas,” katanya saat menggelar sidak pemasangan lampu PJU di Desa Rahtawu, Selasa (1/7/2017).

Atas temuan itu, Komisi C meminta dinas terkait segera memerintahkan pelaksana proyek untuk mencari alternatif tempat lain. Selain dipasang di selokan air, Komisi C juga meminta tiang lampu tidak dipasang terlalu mepet di badan jalan.

Pasalnya jika nanti ada proyek pelebaran jalan, maka keberadaan lampu bisa mengganggu dan harus dipindah terlebih dahulu. “Yang terpenting setelah proyek rampung, pemeliharaan lampu harus diperhatikan. Jangan sampai ada lampu PJU yang padam atau rusak tidak segera diperbaiki,” katanya.

Proyek pemasangan lampu PJU menuju Desa Rahtawu menelan anggaran mencapai Rp 500 juta. Jalur yang selama ini gelap gulita pada malam hari tersebut akan dipasangi sebanyak 34 titik lampu PJU.

Selain menggelar sidak ke Rahtawu, Komisi C kemarin juga meninjau proyek Terminal Wisata Bakalan Krapyak dan pembangunan talut di Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Kedua proyek tersebut, lanjut Azis, sejauh ini cukup bagus.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus Rasiyono mengatakan, segera menindaklanjuti temuan Komisi C tersebut. Proyek itu ditargetkan rampung akhir Agustus tersebut. (NAP)

 

Editor : Akrom Hazami

Komisi C DPRD Kudus: Itikad Baik RS Kumala Siwi Mana?

izin kumala siwi-tyg 2000 wib (e)

Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Terkait persoalan limbah yang belum tertangani secara baik di Rumah Sakit (RS) Kumala Siwi, membuat Komisi C DPRD Kudus tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan rumah sakit tersebut.

Bahkan, Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus ”Udin” Imakudin mengatakan, pihaknya heran kenapa RS Kumala Siwi tidak juga merampungkan izin pembuangan limbah cair.

”Kami itu sudah pernah melakukan sidak (inspeksi mendadak, red) ke sana. Bahkan sudah dua tahun lalu dilakukan. Tapi kenapa mereka tidak mengajukan izin-izin juga,” terangnya kepada MuriaNewsCom, Selasa (12/4/2016).

Seharusnya, menurut Udin, RS Kumala Siwi sudah harus mengurus izinnya ke Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kudus pada Januari 2016 lalu. ”Dulu katanya proses izinnya masih dilakukan di KLH. Tapi kok sampai sekarang belum jadi-jadi,” katanya.

Karena itulah, Udin menegaskan bahwa bila hingga tahun 2016 ini pihak rumah sakit masih mengatakan jika izinnya diproses, maka pihaknya akan merekomendasikan untuk menghentikan aktivitas RS Kumala Siwi.

”Mereka sudah pernah kena teguran. Baik secara langsung maupun tertulis. Tapi ini kok, tidak juga diselesaikan. Itikad baiknya Rumah Sakit Kumala Siwi itu di mana coba,” terangnya.

Udin mengatakan, izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup itu sendiri dilakukan selama 120 hari. Setelah itu, hasilnya dapat diumumkan KLH, terkait lolos tidaknya permohonan izin tersebut.

Karena tidak juga diurus itulah, Udin kemudian mempertanyakan itikad baik dari RS Kumala Siwi. ”Kalau memang proses Izin Pembuangan Limbah Cair itu sudah dilakukan di KLH sejak dua tahun lalu saat kita sidak, kenapa hingga kini belum selesai juga. Wong, izinnya juga tidak lama kok. Itikad baik mereka gimana coba,” imbuhnya.

Editor: Merie