Grobogan Jadi Rebutan Penjual Janur dari Luar Kota

Aktivitas pedagang janur di Jalan A Yani Purwodadi yang berlangsung hingga dini hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jika menjelang Lebaran produk pakaian dan makanan yang jadi incaran maka pascahari raya, gantian janur yang diburu orang. Hal ini bisa dilihat dengan ramainya orang yang mencari janur untuk bikin lepet dan ketupat.

Tradisi bikin ketupat maupun lepet sudah jadi ciri khas warga termasuk di Kabupaten Grobogan. Khususnya untuk menyambut Lebaran ketupat atau lebaran kecil yang jatuh pada Minggu (2/7/2017) lusa.

Dari pantauan di lapangan, sejak tiga hari setelah Lebaran, puluhan pedagang janur mulai menjajakan barang dagangannya di sekitar Pasar Induk Purwodadi. Tepatnya, di pinggiran Jalan A Yani.

Sebagian besar, pedagang janur itu berasal dari luar kota, seperti Pati, Boyolali, Blora dan Demak. Banyaknya pohon kelapa di Grobogan yang mati akibat hama wangwung menjadikan daerah ini dianggap sebagai pasar potensial oleh pedagang janur.

Pedagang janur dari luar kota itu yang jualan mulai sore hingga dinihari itu umumnya sudah punya langganan tetap. Yakni, para pedagang janur lokal musiman yang menjual secara eceran. Oleh sebab itu, begitu datang, janur yang mereka bawa langsung diambil para pelanggan.

Harga yang ditawarkan berkisar Rp 500 ribu per ikat yang berisi 1.000 helai janur. Sementara harga blarak atau daun kelapa yang sudah agak tua berkisar Rp 200 ribu per ikat. Sedangkan harga longsongan atau daun kelapa yang sudah dianyam berbentuk ketupat ditawarkan Rp 5 ribu per ikat yang berisi 10 longsongan.

“Harga janur, blarak dan longsongan saat ini boleh dibilang masih cukup murah. Soalnya, lebaran ketupat masih beberapa hari lagi. Bisanya, harga janur mencapai puncak sehari sebelum lebaran ketupat. Makanya, saya pilih beli sekarang,” kata Handayani, salah seorang warga yang membeli janur di pinggir jalan A Yani, Kamis (29/6/2017) malam.

Editor : Ali Muntoha

Inilah Urutan Acara Kirab Parade Sewu Kupat Desa Colo

Taman Ceria Colo yang menjadi lokasi atau tempat finish Kirab Parade Sewu Kupat yang diselenggarakan Jumat (24/7/2015), dan dibuka oleh Bupati Kudus Musthofa pada pukul 07.00 WIB. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Taman Ceria Colo yang menjadi lokasi atau tempat finish Kirab Parade Sewu Kupat yang diselenggarakan Jumat (24/7/2015), dan dibuka oleh Bupati Kudus Musthofa pada pukul 07.00 WIB. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Kirab Parade Sewu Kupat yang diadakan setiap hari ke tujuh Lebaran di Desa Colo, Kecamatan Dawe, telah terkonsep matang. Acara tersebut diselenggarakan Jumat (24/7/2015), yang akan menyedot perhatian masyarakat Kudus maupun luar Kota Kudus. Lanjutkan membaca

Masyarakat Blora Mulai Memburu Janur

Janur (e)

Sejumlah pembeli janur nampak sedang memilih janur yang tidak banyak dijual di Pasar Induk Blora, Selasa (21/7/15). (MURIANES/PRIYO)

BLORA –  Menjelang Lebaran Ketupat, harga janur kelapa di sejumlah pasar di Kabupaten Blora cukup mahal. Satu ikat berjumlah 10 helai janur dijual Rp 3 ribu, sedangkan satu ikat yang terdiri 50 helai janur dihargai Rp 15 ribu. Mahalnya janur tersebut dikarenakan wilayah Blora sulit sekali mendapatkan janur. Lanjutkan membaca