Rail Clinic, Kereta Api Bak Puskesmas Dinikmati Warga Kedungjati Grobogan

Warga sekitar Stasiun Kedungjati memanfaatkan pelayanan kereta kesehatan (Rail Clinic) di Stasiun Kedungjati, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga sekitar Stasiun Kedungjati memanfaatkan pelayanan kereta kesehatan (Rail Clinic) di Stasiun Kedungjati, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan warga yang tinggal di sekitar Stasiun Kedungjati di Kecamatan Kedungjati, Grobogan, Selasa (10/5/2016) memanfaatkan layanan kesehatan gratis melalui kereta kesehatan atau rail clinic milik PT KAI.

Kereta kesehatan yang memiliki rangkaian dua gerbong tersebut baru pertama kalinya memberikan layanan kesehatan di wilayah Kedungjati.

“Dalam rangka program BUMN hadir untuk negeri, PT KAI memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Pelayanan kesehatan di Stasiun Kedungjati ini merupakan lokasi kelima kegiatan rail clinic,” ungkap Kepala PT KAI Daerah Oprasional (Daop) IV Semarang Andika Tri Putranto melalui Manajer Humas PT KAI Daop IV Semarang Gatut Sutyatmoko.

Menurutnya, dengan kereta kesehatan tersebut, pihaknya mengadakan pengobatan dan penyuluhan kesehatan secara gratis. Pembuatan kereta kesehatan tersebut dilatarbelakangi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dengan memanfaatkan jalur kereta api sehingga dapat menembus daerah yang sulit dilalui oleh kendaran bermotor.

Kereta kesehatan yang memiliki dua gerbong itu baru diresmikan pada 12 Desember 2015 lalu. Di dalam gerbong ini terdapat pelayanan kesehatan umum, klinik gigi, mata, bersalin, laboratorium, dan farmasi.

Selain pengobatan gratis, lanjut Gatut, pihaknya juga melakukan pemeriksaan mata serta pembagian 50 kacamata secara gratis, penyuluhan tentang kesehatan, dan edukasi keselamatan serta perjalanan Kereta Api Indonesia.

“Dengan adanya kegiatan bakti sosial ini, kami berharap terjalin hubungan yang harmonis antara perkeretaapian dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini kami juga mengharapkan supaya masyarakat ikut peduli untuk menjaga jalur kereta api,” jelasnya.

Ditambahkan, program layanan kesehatan itu nantinya akan dilakukan secara berkesinambungan.  Yang mana, kereta kesehatan pertama dan satu-satunya di Indonesia itu akan membuka pelayanan pada dua stasiun di setiap Daerah Operasionalnya.

’’Kereta ini dibuat oleh bangsa kita sendiri dengan memodifikasi KRD atau kereta disel. Kita patut berbangga dengan karya anak bangsa ini.  Di Indonesia baru ada satu unit ini saja, makanya pelayanannya harus dibagi-bagi pada setiap Daop,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Antisipasi Longsor dan Sabotase, Anggota Polsek Gabus Cek Kondisi Rel Kereta Api

Salah satu personel Polsek Gabus sedang mengecek kondisi rel kereta bersama petugas PT KAI. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu personel Polsek Gabus sedang mengecek kondisi rel kereta bersama petugas PT KAI. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah polsek di wilayah Polres Grobogan menaruh perhatian serius dengan kondisi rel kereta api di Grobogan. Salah satunya, dilakukan jajaran Polsek Gabus yang wilayahnya terdapat rel kereta api jalur Surabaya-Jakarta.

Pengawasan kondisi rel itu dilakukan seiring masih tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Perhatian yang diberikan itu terkait dengan langkah antisipasi kemungkinan adanya tanah longsor di ruas rel kereta api tersebut. Selain itu, kegiatan itu juga dilakukan untuk menekan adanya aksi pencurian dan sabotase.

”Kegiatan itu dilakukan bersamaan dengan agenda pemeriksaan rutin yang dilakukan petugas dari PT KAI. Bersama petugas pemeriksa rel KA, anggota ikut jalan kaki menyusuri rel kereta api. Dengan cara ini, bisa kita ketahui apakah baut yang hilang atau tanda-tanda bahaya lainnya. Misalnya, ada ruas tanah yang longsor,” kata Kapolsek Gabus AKP Abas.

Dalam pengecekan itu, petugas sempat menemukan beberapa baut yang kendor. Seketika itu juga, baut yang terlihat kendor langsung diperbaiki petugas karena jika dibiarkan terlalu lama bisa mengganggu perjalanan kereta.

”Dengan adanya pemeriksaan ini, akan memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan angkutan kereta api. Kegiatan ini kita lakukan sesuai jam kontrol dari PT KAI, sehingga tidak mengganggu jadwal perjalanan kereta,” imbuhnya.

Sementara itu, dari informasi yang didapat, perjalanan kereta yang ada di wilayah Grobogan memang sempat terhenti gara-gara ada talud penahan lintasan kereta yang longsor. Seperti, di jalur kereta yang ada di Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer yang sempat longsor pada (3/4/2015) lalu. Akibat peristiwa ini, perjalanan kereta dari Solo-Semarang via Stasiun Gundih sempat terhenti selama tiga hari.

Editor : Titis Ayu Winarni

Polres Blora Bakal Bentuk Satgas Relawan untuk Ditempatkan di Perlintasan Sebidang

Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana (MuriaNewsCom/PRIYO)

Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana (MuriaNewsCom/PRIYO)

BLORA – Menyikapi masih banyaknya perlintasan sebidang pada jalur kereta api yang berada di wilayah Blora, Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana menyatakan, jika pihaknya bakal membentuk satgas relawan.
Menuruntya, nantinya satgas relawan tersebut bertugas untuk mengatur lalu lintas di perlintasan sebidang yang tak berpalang, yang dibantu dengan personel kepolisian. Lanjutkan membaca

Awas! 13 Perlintasan Sebidang di Blora Tak Berpalang

Rambu yang berisi imbauan untuk lebih berhati-hati yang terpasang pada salah satu perlintasan sebidang tak berpalang (MuriaNewsCom/PRIYO)

Rambu yang berisi imbauan untuk lebih berhati-hati yang terpasang pada salah satu perlintasan sebidang tak berpalang (MuriaNewsCom/PRIYO)

BLORA – Sebanyak 21 perlintasan sebidang pada jalur kereta api yang ada di wilayah Blora mulai dari Kecamatan Jati, Randublatung, Kedungtuban dan Cepu, 13 di antaranya merupakan perlintasan yang belum ada palangnya.Dari 13 titik tersebut, menyebar di berbagai kecamatan yang dilintasi jalur kereta api jurusan Surabaya- Jakarta. Lanjutkan membaca

Pemkab Grobogan Diminta Perhatikan ”Pintu Pencabut Nyawa” Kereta Api

perlintasan liar (e)

Pintu perlintasan kereta api di Grobogan tidak dilengkapi dengan palang keamanan dan petugas. Hal ini sangat berbahaya bagi para pengguna jalan, terutama saat arus mudik/balik Lebaran. (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Guna memberi kelancaran arus mudik dan balik lebaran, Pemkab Grobogan serta dinas diminta memberi perhatian lebih terhadap perlintasan kereta api (KA) yang ada diwilayah tersebut. Pasalnya, beberapa perlintasan sering terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kematian. Lanjutkan membaca