Pasien “Kerbau Sakti” di Dukuhseti Pati Ini Merambah Sumatera

Karjan akan mengobati lutut pasien menggunakan air liur kerbau slewah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kerbau milik Karjan (55), warga Dukuhseti, Pati, dipercaya bisa mengobati segala penyakit. Hanya dengan diolesi menggunakan air liur kerbau, penyakit pasien akan sembuh.

Semakin hari, pasien yang datang kian bertambah. Bahkan, pasien disebut ada yang datang dari Sumatera. Mereka yang datang dari jauh, biasanya frustasi karena penyakitnya tak kunjung sembuh.

Karena itu, beberapa di antara mereka rela datang dari luar pulau untuk mengobatkan penyakitnya. “Awalnya cuma tetangga yang tahu. Semakin ke sini kok dari luar daerah, bahkan dari Sumatera ada yang datang. Saya juga kaget,” ungkap Karjan.

Sebagai pemilih kerbau, Karjan tidak memasang tarif atas pengobatan yang dilakukan. Dia hanya menaruh kotak amal yang rencananya akan diberikan kepada anak yatim.

Saking banyaknya yang berkunjung, Karjan membuat semacam tenda untuk pengunjung yang mengantre. Halaman rumah Karjan pun tak pernah sepi dari kendaraan yang diparkir, dari sepeda motor hingga mobil.

Baca juga : Alasan Mistis Mengapa Kerbau Slewah di Dukuhseti Pati Tak Boleh Difoto
Setiap hari, Karjan melayani sekitar 200 pasien yang datang. Bahkan, pasien bisa mencapai 250 orang pada hari Minggu. Karena itu, dia memutuskan untuk tidak melayani pasien pada Jumat dan Sabtu.

Esri (40), salah satu pengunjung dari Jepara mengaku sudah dua kali datang ke rumah Karjan. Dia datang bersama suaminya yang sudah tidak melihat. Dia yang menderita asam urat mengaku sudah sembuh, sedangkan mata suaminya sudah terasa ringan meski masih belum bisa melihat.

Editor : Kholistiono

Alasan Mistis Mengapa Kerbau Slewah di Dukuhseti Pati Tak Boleh Difoto

Karjan (kiri) mengolesi lutut pengunjung menggunakan air liur kerbau slewah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kerbau sakti yang disebut-sebut bisa mengobati berbagai jenis penyakit milik Karjan (55), warga Dukuhseti, Pati, ternyata tidak boleh difoto. Ada sejumlah alasan yang membuat kerbau bernama “kebo slewah” itu tidak boleh diambil gambarnya.

Karjan mengungkapkan, sudah ada dua orang yang mencoba mengabadikan foto kerbau slewah mengalami kejadian aneh. Pertama, salah seorang pengunjung mengalami lumpuh secara mendadak, setelah mengambil foto kerbau slewah beberapa hari setelahnya.

“Dia akhirnya datang lagi ke sini untuk mengobati lumpuh yang diderita setelah mengambil foto. Beberapa hari setelah langsung sembuh,” ujar Karjan.

Kedua, seorang pengunjung juga mencoba mengabadikan foto kerbau slewah. Anehnya, hasil foto di kamera hanya ada kandangnya, sedangkan gambar kerbau slewah hilang.

Karjan sendiri tidak melarang orang untuk mengambil fotonya. Hanya saja, dia memberikan peringatan untuk tidak mengambil foto. Bila ternyata tidak percaya, Karjan mengaku tidak masalah, karena risiko ditanggung sendiri.

Saat ini, kerbau slewah milik Karjan masih dikunjungi warga dari berbagai daerah untuk keperluan pengobatan. Mereka yang datang, membeli bunga untuk dijual di halaman rumah Karjan, lalu diolesi air liur kerbau slewah pada bagian tubuh yang sakit.

Karjan sendiri meyakinkan kepada setiap pengunjung bahwa kesembuhan berasal dari Tuhan, sedangkan kerbau hanya sebagai perantara layaknya obat. Karjan tidak ingin pengunjung yang datang justru meyakini bahwa kesembuhan berasal dari kerbaunya.

Editor : Kholistiono