Begini Cara Pemuda Sukoharjo Pati Bikin Diorama Rumah Adat Pati

 Lutfi, pemuda asal Sukoharjo, Margorejo, Pati menunjukkan miniatur rumah adat buatannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Lutfi, pemuda asal Sukoharjo, Margorejo, Pati menunjukkan miniatur rumah adat buatannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Limbah tak terpakai bisa disulap menjadi pundi-pundi rupiah, bila kita bisa memanfaatkannya dengan sedikit sentuhan kreativitas. Lutfi Setyo Prabowo (30), misalnya. Pemuda asal Desa Sukoharjo, Margorejo, Pati ini memanfaatkan limbah kayu menjadi produk kerajinan tangan yang menarik.

Kayu-kayu tak terpakai yang diperoleh pekarangan rumah dibuat menjadi aksesori, seperti gantungan kunci. Namun, saat ini Lutfi mencoba untuk fokus memproduksi rumah adat Pati yang selama ini mulai hilang ditelan kemajuan zaman.

“Rumah adat Pati saat ini mulai hilang dan susah ditemukan. Kondisi itu menginspirasi saya untuk membuat diorama atau benda miniatur tiga dimensi berupa rumah adat Pati. Responsnya luar biasa. Banyak yang pesan,” ujar Lutfi, Rabu (30/11/2016).

Sebelum membuat diorama, Lutfi berburu foto rumah adat di berbagai daerah di Pati. Setelah mendapatkan foto, dia mengumpulkan ranting kayu yang masih bagus, terutama kayu jati.

Kayu bekas itu dibentuk, diukir menyesuaikan rumah adat yang diperolehnya dari hunting foto. Semua potongan kayu disatukan menggunakan lem. Setelah itu, miniatur diplitur supaya lebih cantik, awet dan indah.

Hasil kerajinan tangan Lutfi dipajang di berbagai pameran di kota-kota besar, seperti Semarang, Magelang, Yogyakarta, dan daerah-daerah lainnya di Jawa Tengah. Satu miniatur dibanderol dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu, menyesuaikan ukuran dan tingkat kerumitan.

Baca juga : Warga Sukoharjo Manfaatkan Kayu Bekas jadi Miniatur Rumah Adat Pati

Editor : Kholistiono

Warga Sukoharjo Manfaatkan Kayu Bekas jadi Miniatur Rumah Adat Pati

Lutfi Setyo Prabowo, warga Desa Sukoharjo, Margorejo, Pati memanfaatkan kayu bekas menjadi miniatur rumah adat Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Lutfi Setyo Prabowo, warga Desa Sukoharjo, Margorejo, Pati memanfaatkan kayu bekas menjadi miniatur rumah adat Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lutfi Setyo Prabowo (30), warga Desa Sukoharjo RT 1 RW 7, Kecamatan Margorejo, Pati, berhasil memanfaatkan kayu bekas menjadi miniatur rumah adat Pati yang cantik. Miniatur bernilai artistik tinggi ini dibanderol dengan harga Rp 300 ribu.

Pemasaran produk kerajinan tangan hasil kreativitas Lutfi ini dijual ke berbagai lapak seni. Tak hanya di Pati, tetapi juga kota-kota besar seperti Semarang, Magelang, Yogyakarta, dan sebagian besar daerah di Jawa Tengah.

Bahkan, saat ini dia sudah mendapatkan permintaan melalui media sosial. Karena itu, Lutfi berencana akan membuat toko online untuk memasarkan produk kerajinannya melalui dunia maya.

“Rencananya, kami juga akan memasarkan melalui online. Selama ini, pesanan paling banyak digunakan untuk suvenir pernikahan. Misalnya saja, gantungan kunci. Kalau ukuran kecil seperti gantungan kunci, kami banderol dengan harga Rp 3.000 per biji,” ujar Lutfi, Rabu (30/11/2016).

Dalam satu bulan, pemuda kreatif yang masih lajang ini dapat memproduksi kerajinan dari 30 hingga 50 buah rumah adat ukuran sedang. Sementara itu, suvenir gantungan kunci berukuran kecil bisa diproduksi dengan kapasitas 300 buah dalam sepekan.

Pria lulusan SMA Muhammadiyah Pati ini berharap, suatu saat produk kerajinan tangannya bisa membawanya pada pintu kesuksesan. Selain itu, mantan operator Pom Bensin di Rembang ini ingin melestarikan eksistensi rumah adat Pati yang mulai hilang, kendati melalui miniatur.

Editor : Kholistiono