Nah Loh! Ada WNA Pengemplang Pajak di Jepara Jadi Target Penyelidikan Kepolisian dan KPP Pratama

f-upload jam 17

Kepala KPP Pratama Endaryono bersama aparat Anggota Polres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Penertiban pembayaran pajak di Kabupaten Jepara saat ini tengah digencarkan. Bahkan, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama menggandeng pihak kepolisian untuk mengefektifkan program tersebut. Itu dilakukan, lantaran saking banyaknya warga, baik Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) di Kabupaten Jepara yang tidak membayar pajak.

Bahkan, Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono mengatakan, bahwa pihaknya telah menemukan tiga WNA yang tidak membayar pajak pada tahun 2015 lalu. Kini ketiga WNA tersebut tengah menjadi target penyelidikan.

“Kepatuhan membayar pajak masih sangat rendah, termasuk WNA. Ada tiga WNA yang sedang kami selidiki,” ujar Endaryono kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, salah satu kasusnya ngemplang pajak pada tahun 2015. Sepanjang tahun lalu, terjadi pengiriman barang keluar negeri sebanyak 980 kontainer. Namun, barang tersebut tidak jelas dikirim kepada siapa.

“Kalau dirupiahkan bisa mencapai ratusan miliar, dan pajak yang harus dibayarkan juga sampai miliaran. Tetapi mereka tidak membayarnya,” kata Endar.

Lebih lanjut dia mengemukakan, untuk menghindari setoran pajak, banyak modus yang digunakan para WNA. Misalnya, mereka melakukan penanaman modal, kemudian mereka titip dana modal usaha kepada warga lokal. “Diatasnamakan warga lokal. Itu modus yang paling banyak dilakukan,” ucapnya.

Dia menambahkan, meski belum menghitung pasti berapa jumlah tunggakan pajak para WNA, pihaknya menyatakan potensial uang negara dari pajak yang tak terbayarkan oleh WNA nilainya mencapai miliiaran rupiah.

Editor : Kholistiono

Anggota Satlantas Polres Grobogan Mendadak Jadi Tukang Pijat

Beberapa anggota Satlantas Grobogan sedang jadi tukang pijat dadakan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa anggota Satlantas Grobogan sedang jadi tukang pijat dadakan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sejumlah warga yang siang tadi kebetulan berada di Mapolres Grobogan sempat heran dengan aktivitas yang dilakukan belasan anggota satlantas. Pasalnya, para anggota pengamanan lalu lintas itu saling memijat rekannya dalam formasi barisan.

“Saya kira tadi mereka mau apel atau latihan. Ternyata anggota Satlantas itu saling pijat-pijatan dengan rekannya,” ujar beberapa warga sambil mengabadikan momen yang jarang dijumpai tersebut menggunakan kamera handponenya.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Parno menyatakan, kegiatan itu sebenarnya adalah olahraga serta merupakan salah satu cara untuk menjaga kebugaran anggotanya.

Formatnya, anggota harus membentuk baris tiga banjar. Lalu, ketika diminta balik kanan, mereka memijat temannya. Sebaliknya ketika balik kiri mereka gantian dipijat.

Menurutnya, kegiatan itu sebetulnya rutin dilakukan seminggu sekali, setiap hari Sabtu. Namun, agenda itu seringkali tidak dapat dilaksanakan karena banyaknya kegiatan masyarakat di wilayah hukum Polres Grobogan yang menyerap anggota satlantas untuk melakukan pengamanan.

“Karena banyaknya kegiatan masyarakat, kegiatan ini tidak bisa rutin dilakukan tiap Sabtu tetapi kita lakukan ketika ada kesempatan. Melalui olahraga ini bisa memunculkan kekompakan dan kebersamaan antarsesama anggota,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)