Selain Panggung Hiburan, Ratusan Kembang Api Bakal Ramaikan Tahun Baru di Blora

 

Para petugas sedang sibuk menyiapkan kembang api perayaan malam pergantian tahun baru. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Para petugas sedang sibuk menyiapkan kembang api perayaan malam pergantian tahun baru. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Malam pergantian tahun yang akan digelar nanti malam di Blora, menyediakan enam panggung hiburan sepanjang Jalan Pemuda dari Alun-alun hingga Blok T (eks terminal Blora). Selain itu, juga akan dimeriahkan oleh ratusan ledakan dari puluhan kembang api.

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Suntoyo selaku leading sektor penyelenggaraan agenda malam pergantian tahun menuturkan, pihaknya menyiapkan dua puluh kembang api yang dinyalakan bersama pada malam pergantian tahun. ”Nanti masing-masing yang menyalakan adalah pejabat Blora,” tuturnya kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/12/2015).

Bukan dengan alasan, perayaan malam pergantian tahun dengan menyalakan kembang api, menurut Suntoyo hal itu mendapatkan izin resmi dari aparat terkait. ”Izin dari Polda sudah turun, maka kami berani menggelar perayaan dengan menyalakan kembang api. Yang pasti menambah semarak dengan ratusan ledakan,” ujar Suntoyo.

Kembang api mulai dipasang pada malam nanti, ditempatkan di alun-alun dan di Blok T. ”Selain dua puluh kembang api, tentunya diramaikan kembang api yang lain dari masyarakat dan dari berbagai elemen,” ujar Suntoyo.

Suntoyo berharap, acara berjalan dengan lancar serta masyarakat terhibur dengan adanya panggung hiburan dan ledakan kembang api. ”Tentunya meriah,” pungkasnya. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

 

Semalam, Penjual Kembang Api Ini Untung Rp 5 Juta

Yulianto menunjukkan kembang api besar dengan harga Rp 500 ribu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Yulianto menunjukkan kembang api besar dengan harga Rp 500 ribu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pergantian tahun menjadi keuntungan tersendiri bagi penjual kembang api. Selain kali ini jarang yang menjual, keuntungan yang diperoleh juga lumayan. Terbukti, dalam semalam saja, pedagang dapat untung hinggga Rp 5 juta.

Yulianto (38) pedagang kembang api di kawasan simpang tujuh mengatakan, momen semacam ini biasa dimanfaatkan olehnya. Sehingga, dia menjual kembang api untuk mengais rezeki.
”Hasilnya lumayan, setiap tahun dapat untung kisaran Rp 5 juta. Jadi tiap tahun juga saya menjualnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia merupakan satu-satunya pedagang kembang api di kawasan Simpang Tujuh. Dengan demikian, maka jelas menjadi pedagang yang diburu pembeli. Terlebih malam tahun baru identik dengan pesta kembang api.

Kembang api yang dijual bukanlah kembang api baru. Dia juga tidak mau rugi kalau kembang api yang dijual tidak laku. Sebab kembang api yang dijual adalah sisa dari Ramadan lalu.

Soal harga, dia menjual dengan harga yang bervariasi. Terdapat kembang api mulai harga Rp 3 ribu hingga Rp 500 ribu. Tergantung dengan jenis dan ukurannya.

”Kalau yang Rp 3 ribuan yang biasa saja kaya kupu-kupu. Yang kembang api dengan harga Rp 10 ribu lima kali letusan, Rp 15 ribu delapan kali. Sedangkan yang paling besar Rp 500 ribu 56 kali letusan,” katanya.

Dia menuturkan, barang dagangannya itu ia dapat dari Pasar Kliwon Kudus. Namun tidak jarang dia pun kulakan sampai ke Semarang. (FAISOL HADI/TITIS W)

Jelang Pergantian Tahun, Pedagang Kembang Api di Kudus Jarang Dijumpai

Jelang pergantian tahun, kembang api di Kudus makin sulit ditemui. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Jelang pergantian tahun, kembang api di Kudus makin sulit ditemui. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Menjelang pergantian tahun, pedagang kembang api di Kudus nampaknya masih jarang dijumpai. Berbeda dengan pedagang terompet, yang banyak ditemukan di kawasan perkotaan.

Misalnya di kawasan Simpang Tujuh saja. Untuk mendapatkan penjual kembang api, harus memutar dan melihat penjualnya. Sebab dari sembilan penjual dadakan, hanya satu yang menjual kembang api.

M Zamroni, pedagang terompet di Kudus menuturkan, pihaknya enggan mengambil kembang api karena terlalu berisiko. Sebab selain harganya yang mahal, dalam menjualnya juga hanya sehari saja.

”Khawatir saja kalau tidak laku. Lagi pula jarang yang mau membeli kembang api. Kalau terompet banyak yang cari,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Biasanya, dia juga menjual kembang api saat ramai. Seperti saat bulan puasa dan Lebaran serta saat pergantian tahun seperti sekarang. Namun pada tahun ini dia lebih memilih menjual terompet saja.

”Nanti kalau sisa bagaimana dapat jualan lainnya. Makanya lebih baik jualan terompet saja yang tidak terlau banyak modal,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Kembang Api Dibolehkan, Petasan Dilarang

f-Petasan (2) (e)

Salah satu penjual kembang api di kawasan pasar Jepara. Penjualan kembang api tidak menjadi larangan (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Sejak memasuki bulan Ramadan hingga menjelang lebaran nanti diperkirakan penjual kembang api di sejumlah tempat menjadi marak. Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi menyatakan, bahwa untuk kembang api masih diperbolehkan, sedangkan yang dilarang adalah petasan. Lanjutkan membaca

Petasan dan Kembang Api di Jepara Dipasok dari Jawa Barat

 

f-Petasan (1) (e)

Kembang api yang kini sudah mulai beredar di Kabupaten Jepara (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Seperti tahun-tahun sebelumnya, keberadaan petasan dan kembang api mulai marak sejak menjelang bulan Ramadan. Hal ini dapat dipastikan, keberadaan pedagang petasan dan kembang api akan bertambah hingga menjelang lebaran nanti. Lanjutkan membaca