Menantu dan Cucu KH Sya’roni Achmadi Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Lalu Lintas

Warga berada rumah duka M Yusrul Ula di Kajeksan, Kabupaten Kudus, Jumat (21/4/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabar duka menyelimuti keluarga KH Sya’roni Achmadi, salah satu kiai di Kudus. Sebab,  menantunya  M Yusrul Ula (29) meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Mayong Jepara, Kamis (20/4/2017) malam.

Tak hanya menantunya, namun juga anaknya yang baru berusia empat tahun, bernama Talitha. Sedangkan istri Yusrul Ula atau biasa dipanggil Gus Ula, Hilda, mengalami kritis. Pemakaman Gus Ula dan anaknya dilakukan di pemakaman umum Sedio Luhur Krapyak, Jumat (21/4/2017). Pukul 13.30 WIB.Ratusan warga dan kerabat mengiringi prosesi pemakaman.

Salah satu tetangga, Fachal Anami, dirinya ikut serta dalam prosesi pemakaman. Sebelumnya, dia mendapatkan kabar duka dari teman dan tetangga. “Saya juga baru mendengar pagi tadi dari teman-teman dan tetangga saya. Ramai kabarnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Fahal mengatakan, sejak selesai ibadah Salat Jumat, kawasan rumah duka sudah dipadati masyarakat untuk melayat. Pada upacara pemberangkatan dipimpin  oleh KH Aniq Muhammadun. Kemudian imam salat jenazah oleh KH Ulin Nuha di masjid setempat. “Jenazah dimakamkan berdekatan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Korban Tewas Kecelakaan Gunungkidul Bertambah 1 Orang  

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Gunungkidul. (ISTIMEWA

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah empat orang dinyatakan meninggal saat kecelakaan lalu lintas di Gunungkidul, DIY, Minggu (2/4/2017) lalu, kini korban meninggal bertambah lagi satu orang. Dia adalah Andi Triono (25) warga RT 05 RW 01, Desa/ Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Kapolsek Kaliwungu AKP Sardi mengatakan, Andy diketahui meninggal Kamis (6/4/2017) siang tadi. Pascakecelakaan, dia memang mengalami luka yang serius hingga akhirnya harus dirawat di RS setempat untuk penanganan.

“Korban meninggal bertambah lagi satu orang. Jenazahnya kini dalam proses perjalanan pulang di Kaliwungu, mungkin malam baru sampai karena jarak yang cukup jauh,” kata Sardi saat dihubungi MuriaNewsCom di Kudus.

Menurutnya, korban meninggal pukul 11.26 WIB, sesuai surat keterangan kematian dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dokter Sardjito Yogyakarta. Sebelumnya, korban dirawat di RSUD Wonosari Gunungkidul, namun karena lukanya yang cukup parah kemudian dirujuk ke RSUP Dokter Sardjito.

Dikatakan, Andi memang mengalami luka yang cukup parah di kepalanya. Itu membuatnya  tak sadarkan diri mulai Minggu kemarin hingga Kamis pagi. Berbagai upaya pertolongan sudah dilakukan. “Untuk informasi pemakaman menunggu pihak keluarga. Karena sampai kini jenazah belum juga tiba di rumahnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini kondisi yang kritis masih satu orang, dia adalah Sulistiani, yang mana merupakan ibu dari korban meninggal Aqila. Saat ini Sulistiani dalam penanganan serius lantaran masih belum sadar.

Sebelumnya empat korban tewas seluruhnya warga RW 01 Desa Kaliwungu, yaitu Aditya Fedo Swastana (22), Khairul Amar (29), Abdul Khafid (22) dan Aqila Nuri, balita berusia satu tahun. Keempat jenazah telah dimakamkan di  pemakaman di Gerung, Senin (3/4/2017). 

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : 4 Warga Kudus Tewas di Gunungkidul Akibat Kecelakaan

Ini Nama Korban Tewas dan Luka di Gunungkidul yang Merupakan Warga Kudus

Warga melihat kondisi bangkai kendaraan yang hancur akibat kecelakaan lalu lintas di Gunungkidul. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan lalu lintas melibatkan mini bus berjenis Suzuki Elf bernomor polisi D 7124 AN di Tanjakan Pokcucak, Jalan Bedoyo – Semanu, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, DIY, Minggu (2/4/2017) pagi.

Rombongan diketahui merupakan warga Kudus. Berikut data para korban :

Korban 4 orang meninggal dunia

  1. CHairul Amar, laki-laki, petani,29 tahun dibawa ke RSUD Wonosari
  2. Muhammad Ahsin,laki-laki, petani,22 tahun, dibawa ke RSUD Wonosari
  3. Abdul Khafidz,laki-laki, petani,22 tahun dibawa RSUD Wonosari                                                                    
  4. .Aqilla Nuri, perempuan, 1 tahun, dibawa ke RS Pelita Husada.

Seluruh korban warga Kaliwunggu RT 001/001 Kaliwunggu, Kaliwunggu, Kudus.

 

Korban luka-luka di RSUD Wonosari

1.Muhammad Satoso,laki-laki,26 tahun

2.Abdul Ghofur,Laki-Laki,22 Tahun

3.Neni,Perempuan,30 Tahun                            

4.Andi Triyono,Laki-Laki 29 Tahun                                                                      

 5.Akhsin,Laki-Laki.25 Tahun                                                                               

6.Yeni,Perempuan,30 Tahun                                                                                                  

 

Korban Luka Luka di RS.Pelita Husada                                                                                          

1.Muhammad Mashud,Laki-Laki,27 Tahun                                                              

2.Endayani,Perempuan,27 Tahun                                                                    

3.Wiendra Aditya,Laki-Laki,2 Tahun                                                                

4.Nuryanti.Perempuan,28 Tahun                                                                              

5.Endang Istiqomah,Perempuan,26 Tahun                                                                       

6.Rifan,Laki-Laki,30 Tahun                                                                                

7.Ahmad Fauzi,Laki-Laki 24 Tahun                                                                           

8.Khiswoyo,Laki-Laki,38 Tahun 

Untuk alamat semua korban sama berdomisili di Dusun Kaliwunggu RT 003/001 Kaliwunggu, Kecamatan Kaliwunggu, Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : 4 Warga Kudus Tewas di Gunungkidul Akibat Kecelakaan

Tabrak Truk Lagi Parkir, Pengendara Vixion Tewas

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang pemuda warga warga Desa Ringin RT 1 RW 3 Kecamatan Pamotan, Rembang tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak truk yang sedang parkir. Truk itu di parkir di pinggir jalan Jalan Sendangagung Pamotan pada Rabu (15/3/2017) sekitar pukul 22.00 WIB.

Pemuda nahas itu adalah Muhammad Nur Jaelani Sidiq (20). Saat menabrak truk tersebut, dirinya mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi K 3461 LM. Ketika itu, dirinya hanya sendirian saja.

Informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut bermula ketika korban mengendarai sepeda motor menuju Rembang. Ketika di lokasi kejadian, korban menabrak truk bagian belakang yang sedang terparkir di bahu jalan. Truk L 9166 VU tersebut diketahui sedang dalam kondisi rusak, sehingga harus diparkir di tempat tersebut.

“Kondisi di tempat tersebut memang kondisinya minim penerangan jalan, dan dimungkinkan korban kurang berhati-hati dan tidak mengetahui ada mobil terparkir. Korban mengalami luka berat di kepala, dan meninggal ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit,” ujar Kanit Laka lantas Polres Rembang Ipda M. S. Karim.

Editor : Kholistiono

Misterius, Bus Tiba-Tiba Kecelakaan di Hutan Blora

Bus masuk ke hutan Kalimodang Blora, Cepu-Blora, Senin. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom,  Blora – Bus PO Garuda Mas mengalami kecelakaan lalu lintas di hutan Kalimodang Blora, Cepu-Blora, Senin (13/3/2017) sekitar pukul 03.40 WIB.

Info yang dihimpun, tidak ada korban meninggal dunia. Namun sopir mengalami luka berat. Sopir pun dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sopir diduga mengantuk saat berkendaraan. Sehingga bus oleng hingga menabrak tiang listrik dan pohon, hingga masuk ke hutan. Bagian depan bus ringsek berat. “ Nabrak pohon dan tiang listrik,” tulis netizen Setyo Budiarto di grup Blora Updates.

Baca juga : 4 Bukti Angkernya Hutan Blora

Saat kecelakaan, bus dalam keadaan sepi penumpang. Praktis tidak ada korban luka, selain sopirnya. Polisi mengevakuasi bus tersebut beberapa jam kemudian.

Kecelakaan tersebut menambah kesan angkernya hutan di wilayah Blora.

Editor : Akrom Hazami

 

3 Luka saat Tabrakan Adu Banteng Avanza vs Kijang di Jalur Pantura Kudus

Polisi memeriksa kedua kendaraan yang bertabrakan di jalur pantura Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tabrakan adu banteng mobil Kijang K-9075-CD dan Avanza H 9459 GM di jalur pantura Kudus-Pati, Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus, berujung penumpang luka-luka, Sabtu (25/2/2/2017).

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto mengatakan, dari pemeriksaan polisi, jumlah korban luka ada tiga orang. Seluruhnya saat ini menjalani rawat inap di RS Aisiyah Kudus.

Korban antara lain, Darini (62), warga Desa Wonosari Lor, Patebon, Kendal. Korban merupakan penumpang mobil Kijang, dengan lukanya pelipis kiri robek, dan pinggang kiri nyeri. Selanjutnya, Ruhmaeni (44) warga warga Desa Wonosari Lor, Patebon, Kendal. Lukanya di bibir atas robek dan pinggang bagian kiri nyeri.

Korban terakhir adalah Suparman (49), sopir Kijang yang merupakan warga Desa Purworejo, Kaliori, Rembang. Suparman mengalami luka dada sakit, dagu robek, dan pinggang kiri nyeri.

Dari pemeriksaan polisi, kata Eko, kronologinya adalah, Avanza yang dikemudikan Moh Cholid (46) warga Patebon Kendal melintas dari timur ke barat.

“Avanza tiba-tiba oleng ke kanan. Kemudian bertabrakan dengan mobil Kijang yang melintas dari barat ke timur,” kata Eko kepada MuriaNewsCom, di Kudus.

Pihaknya mengimbau pengguna kendaraan untuk lebih berhati-hati. Jika lelah, lebih baik istirahat. Daripada dilanjutkan, tapi berisiko.
Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :

Kecelakaan Ngeri, Kijang Vs Avanza Adu Banteng di Jalur Pantura Kudus 

Kronologi Avanza vs Kijang Tabrakan Adu Banteng di Jalur Pantura Ngembalrejo Kudus

Tabrakan Adu Banteng, Ternyata Mobil Kijang Rombongan Pengiring Pengantin

 

Kecelakaan Ngeri, Kijang Vs Avanza Adu Banteng di Jalur Pantura Kudus

Kedua kendaraan tabrakan adu banteng di jalur pantura Ngembal, Kudus, Sabtu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan lalu lintas adu banteng melibatkan Kijang dan Avaza terjadi di jalur pantura Desa Ngembal, Kecamatan Bae, Kudus, tepatnya di sebelah timur pabrik Jambu Bol,  Sabtu (25/2/2017) siang. Belum diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak.

Dari foto warga, memperlihatkan Kijang beradu banteng atau adu kepala dengan Avanza. Kecelakaan terjadi saat hujan deras mengguyur Kudus, sekitar pukul 14.00 WIB. Akibat kecelakaan lalu lintas, jalur nasional mengalami kemacetan. Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi.

Petugas segera melakukan penanangan kecelakaan serta dampaknya. Seperti halnya mengatur arus lalu lintas. Pantauan MuriaNewsCom di lokasi, Kijang sudah dievakuasi lebih dulu. Sedangkan mobil Avanza sampai pukul 16.00 WIB masih dalam proses evakuasi.

Editor : Akrom Hazami

 

FOTO-FOTO Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Purwodadi-Semarang

Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi ikut membantu evakuasi muatan gulungan kertas dari dalam kendaraan yang terguling, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Mobil boks mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di jalan Purwodadi-Semarang yang masuk Desa Penawangan, Kecamatan Purwodadi, Rabu (15/2/2017). Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan di sebelah barat jembatan Sungai Serang yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB tersebut.

Kecelakaan diduga akibat sopir mengalami kantuk yang sangat. Akibatnya, sopir kesulitan mengontrol laju mobil. Berikut foto di lokasi kecelakaan yang diabadikan MuriaNewsCom.

 

Siap Pindahkan Muatan

(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi terlihat ikut membantu memindahkan muatan dari bak mobil yang terguling. Biar muatan tak rusak, maka mau tak mau harus dievakuasi. Beratnya muatan membuat warga dan polisi kerepotan memindahkannya.

 

Beratnya Memindahkan Gulungan Kertas

(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Saking beratnya muatan gulungan yang akan dipindahkan, Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi harus susah payah menggotong bersama seorang warga. Aksi gotong-royong memindahkan muatan tampak di lokasi kejadian.

 

Lokasi Kecelakaan jadi Tontonan Warga

(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Warga sekitar lokasi kecelakaan lalu lintas mobil guling menonton di pinggir jalan. Kondisi itu sekaligus menjadi area piknik dadakan bagi warga setempat. Tidak sedikit dari warga yang membantu mengangkat muatan. Setelah itu, mereka istirahat di pinggir jalan.

 

Muatan Gulungan Kertas Diletakkan di Pinggir Jalan

(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Sebelumnya, warga dan polisi bahu membahu memindahkan muatan gulungan kertas dari mobil yang terguling. Muatan itu ditaruh di pinggir jalan untuk dipindah ke kendaraan lain supaya bisa diangkut lagi. Sebagian kondisi muatan mengalami rusak.

 

   Baca juga : Sopir Ngantuk, Mobil Boks Muat Kertas Guling di Jalur Purwodadi-Semarang

Sopir Ngantuk, Mobil Boks Muat Kertas Guling di Jalur Purwodadi-Semarang

Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi ikut membantu evakuasi muatan gulungan kertas dari dalam kendaraan yang terguling, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah mobil boks mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di jalan Purwodadi-Semarang yang masuk Desa Penawangan, Kecamatan Purwodadi, Rabu (15/2/2017). Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan di sebelah barat jembatan Sungai Serang yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB tersebut.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kejadian, kondisi arus lalu lintas saat itu relatif sepi. Mobil boks warna kuning bernomor polisi B 9902 BXR saat itu melaju dari arah Purwodadi menuju Semarang.

Setelah melewati jembatan, kendaraan terlihat tidak melaju lurus mengikuti jalur jalan. Tetapi, cenderung mengambil ke arah kiri hingga roda depan sebelah kiri keluar dari bahu jalan.

Sopir Sumarno (40), warga Pekuncen, Banyumas, sempat mencoba mengarahkan mobil boks yang dikemudikannya kembali ke lajur jalan. Namun, upaya ini gagal. Kondisi bahu jalan yang curam dan lembek mengakibatkan mobil boks itu terperosok dan akhirnya terguling di pinggir parit.

Tidak lama setelah kejadian, warga dan pengguna jalan yang melintas segera membantu mengeluarkan sopir dari dalam kendaraan. Setelah berhasil dievakuasi, sopir diketahui hanya mengalami luka ringan saja.

“Tidak ada korban dalam kejadian ini. Sopirnya hanya mengalami luka ringan akibat kena benturan stir. Dugaan kuat, sopirnya mengantuk sehingga kendaraannya keluar dari bahu jalan,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi.

Mobil boks warna kuning tersebut berangkat dari Surabaya lewat wilayah Grobogan dengan tujuan Jakarta. Kendaraan itu berisi muatan puluhan gulungan kertas. “Muatannya kita keluarkan dulu biar memudahkan proses evakuasi kendaraan,” imbuh Afandi. 

Editor : Akrom Hazami

KA Tabrak Motor Berstiker Presiden Soekarno, Pengendaranya Selamat di Grobogan

Polisi melihat bangkai kendaraan sepeda motor bergambar Presiden RI pertama, Soekarno, di Desa Kuwaron, Gubug, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi melihat bangkai kendaraan sepeda motor bergambar Presiden RI pertama, Soekarno, di Desa Kuwaron, Gubug, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Nasib baik masih memayungi Sri Wahyudi, warga Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug. Betapa tidak, perempuan 36 tahun itu masih diberi keselamatan setelah sebelumnya terlibat insiden kecelakaan dengan kereta api yang sedang melaju kencang, Sabtu (28/1/2017).

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kecelakaan itu terjadi siang sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Sri sedang menempuh perjalanan menuju Kampung Pilang Kidul, Desa Gubug. Sesampai di perlintasan kereta api rel ganda tanpa palang pintu yang ada di desa itu, Sri langsung saja melaju dan melewati rel sisi utara. Lantaran aman, Sri bermaksud meneruskan perjalanan melewati satu rel lagi yang ada disi selatan.

Nah, pada saat inilah, ada beberapa warga yang berteriak keras kalau ada kereta yang mau lewat dari arah timur. Saat itu Sri sempat melongok ke arah timur dan melihat posisi kereta api semakin mendekat. Melihat kondisi ini, Sri kemudian turun dan berupaya mendorong kendaraan agak mundur karena roda depan sudah berada di tengah jalur kereta api. Namun, Sri terlihat cukup kesulitan saat berusaha menyelamatkan motornya.

Beberapa warga kemudian member peringatan lagi agar Sri segera lari menjauh meninggalkan motornya. Sadar lebih penting keselamatan diri, Sri akhirnya membiarkan motornya tetap di situ dan lari menjauhi lintasan kereta api. Tindakan pada detik-detik akhir ini menyebabkan Sri selamat dari sambaran kereta. Meski demikian, sepeda motor Kawasaki Kaze yang miliknya rusak parah akibat diterjang kereta api.

Setelah melakukan pemeriksaan lokasi dan berkoordinasi dengan pihak PT KAI di Stasiun Gubug, polisi kemudian mengantar korban berikut sepeda motornya yang rusak parah ke rumahnya. Pihak keluarga korban juga merasa bersyukur karena anggota keluarganya masih diberi keselamatan dalam musibah tersebut. “Pihak keluarga juga tidak melakukan tuntutan apapun atas kejadian ini. Pihak keluarga tidak mempersoalkan sepeda motor yang rusak karena anggota keluarganya masih diberi keselamatan dalam musibah tadi,” kata Kapolsek Gubug AKP Dedy Setya.

Dedy menyatakan, lokasi kejadian memang selama ini dinilai cukup rawan kecelakaan. Sebab, jalur kereta di jalan tembus itu tidak ada palang pintu maupun penjaganya. “Kami minta masyarakat untuk berhati-hati kalau lewat perlintasan yang tidak ada pintu dan penjaganya. Pastikan kondisi kanan-kiri aman sebelum melintas,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemotor Tewas Gara-gara Tabrak Ibu di Jalan Purwodadi-Semarang

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pejalan kaki dan sepeda motor terjadi di jalan Purwodadi-Semarang, tepatnya di Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, Kamis (26/1/2017).

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB itu menyebabkan satu korban tewas dan satu orang mengalami patah kaki.

Korban tewas adalah pengendara motor bernama Handoko (52), warga Kecamatan Pulokulon. Sedangkan korban luka adalah Sulimah (57), warga Tegowanu.

Informasi yang didapat menyebutkan, kecelakaan bermula ketika pengendara motor Kawazaki Kaze B 3752 WR melaju dari timur menuju arah Semarang dengan kecepatan tinggi. Sesampai di lokasi kejadian, ada seorang pejalan kaki yang tiba-tiba menyebrang jalan dari sisi selatan ke utara.

Lantaran jarak sudah sangat dekat, pengendara motor tak bisa menghentikan laju kendaraannya. Tabrakan dengan pejalan kaki itu tidak bisa dihindari.

Akibat kejadian ini, pengendara motor terpental dari atas kendaraannya dan mengalami luka parah di bagian kepala lantaran kena benturan aspal jalan. Sedangkan Sulimah mengalami patah kaki akibat ditabrak motor tersebut. Kedua korban kemudian dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gubug untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, tidak lama setelah dirawat, pengendara motor dinyatakan meninggal dunia karena mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Sedangkan pejalan kaki yang mengalami patah kaki selanjutnya diambil pihak keluarganya untuk diobatkan ke pengobatan sangkal putung.

“Kecelakaan ini terjadi karena pengendara motor tidak bisa menguasai kendaraan begitu ada pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang jalan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

“Bak Terbuka Mengangkut Orang Membahayakan, Sekali Guling Penumpang Tumpah”

Polisi dan pihak terkait usai menyemprot cat di bak terbuka kendaraan dengan tulisan peringatan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi dan pihak terkait usai menyemprot cat di bak terbuka kendaraan dengan tulisan peringatan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah sering diperingatkan, namun keberadaan kendaraan bak terbuka yang dipakai mengangkut penumpang masih banyak dijumpai. Kondisi itu membuat jajaran Satlantas Polres Grobogan kembali menggencarkan sosialisasi bahayanya kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang. Cara yang dilakukan tidak sekadar menasehati pengemudi. Tetapi juga membuat sebuah tulisan khusus pada bodi belakang kendaraan.

“Meski tidak sebanyak dulu, namun masih kita jumpai kendaraan bak terbuka untuk bawa penumpang manusia. Hal ini jelas tidak dibenarkan karena sangat membahayakan,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa melalui Kaurbinops Satlantas Ipda Afandi, saat melangsungkan kegiatan razia kendaraan di depan Kantor Dinas Perhubungan, Sabtu (14/1/2017).

Dari pantauan di lapangan, selain memeriksa mobil dan motor, razia gabungan juga menyasar kendaraan bak terbuka. Setelah diperiksa kelengkapannya, kendaraan bak terbuka kemudian dipasangi tulisan di bodi belakang. Tulisan yang dibuat dengan cat semprot itu isinya cukup lucu. Bunyi pesannya, ” Bak Terbuka Mengangkut Orang MEMBAHAYAKAN. Sekali Guling Penumpang Tumpah.”

“Langkah ini dilakukan bertujuan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dari orang yang menumpang kendaraan bak terbuka. Tindakan ini kita lakukan karena masih ada kendaraan bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut penumpang, meski sudah sering diperingatkan,” kata sambung Afandi.

Perhatian terhadap kendaraan bak terbuka itu memang jadi salah satu perhatian utama dalam menekan angka kecelakaan. Karena kebiasaan di daerah pedesaan di wilayah Grobogan, kendaraan bak terbuka masih jadi sarana untuk mengangkut orang. Langkah membuat tulisan di bak kendaraan merupakan salah satu upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di jalan raya serta melakukan langkah konkret dalam mewujudkan pembinaan fungsi satlantas guna menciptakan keamanan, keselamatan, dan ketertiban serta kelancaran dalam berlalu lintas.

“Selain berbahaya, kebiasaan itu melanggar pasal 303 UU No 22 Tahun 2009, tentang kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya. Untuk itu, kami mengimbau pada semua sopir truk atau kendaraan terbuka lainnya agar tidak mengangkut penumpang,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

Mobil Nyungsep di Saluran di Panjang Kudus

Warga mengerumuni lokasi mobil nyungsep di saluran di pinggir jalan raya Desa Panjang, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

Warga mengerumuni lokasi mobil nyungsep di saluran di pinggir jalan raya Desa Panjang, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah mobil sedan Toyota Vios nyungsep di saluran yang ada di pinggir jalan raya di Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus, Rabu (11/7/2017) siang sekitar pukul 14.30.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Sebab, kondisi mobil mengalami ringsek di bagian depan dan bagian belakang.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat mobil melaju dari arah Peganjaran ke perempatan Panjang. Tepat di depan SD 2 Panjang, mobil kehabisan bensin. Saat itu, mobil hanya ditumpangi pengemudi seorang. Identitas pengemudi belum diketahui.

“Mobil kehabisan bensin. Sopir turun dan mendorong mobil seorang diri. Saat didorong, setir mobil rupanya berbelok ke kiri. Mobil pun meluncur ke dalam saluran,” kata seorang saksi mata, Slamet di lokasi.

Kedalaman saluran sekitar 1,5 meter. Mobil baru dievakuasi sekitar pukul 15.35 WIB. Mobil dievakuasi dengan menggunakan alat berat yang didatangkan tak jauh dari lokasi kejadian.

Sejumlah petugas polisi mengatur jalannya evakuasi dan jalur lalu lintas. Akibat kecelakaan tunggal, arus lalu lintas menjadi macet dari masing-masing arah.

Editor : Akrom Hazami

 

Bus Madu Kismo Tiba-tiba Terguling di Jalur Blora-Rembang

Warga dan polisi mengevakuasi bangkai bus Madu Kismo yang terguling di Dukuh Polaman, Desa Sendangharjo Kec/Kabupaten Blora, Senin (9/1/2017) pagi. (Polres Blora)

Warga dan polisi mengevakuasi bangkai bus Madu Kismo yang terguling di Dukuh Polaman, Desa Sendangharjo Kecamatan/Kabupaten Blora, Senin (9/1/2017) pagi. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Bus pariwisata Madu Kismo tiba-tiba terguling. Bus mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Blora – Rembang,  tepatnya di Dukuh Polaman, Desa Sendangharjo Kecamatan/Kabupaten Blora, Senin (9/1/2017) pagi.

Tidak ada korban tewas dalam musibah tersebut. Untuk saat ini, pengemudi bus Madu Kismo dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka. Sedangkan kondektur bus diamankan ke Kantor Unit Sat Lantas Polres Blora untuk dimintai keterangan ihwal kecelakaan.

Kasat Lantas Polres Blora AKP Febriyani Aer SIK beserta anggota unit Laka Lantas Polres Blora langsung menuju lokasi tempat kejadian kecelakaan.

Dari info yang dihimpun, bus Madu Kismo dikemudikan oleh Dadang Eryanto (37) warga Kabupaten Rembang.  Awalnya bus berjalan dari arah selatan Kabupaten Blora menuju utara ke arah Kabupaten Rembang. Sesampainya di lokasi, bus mulai kehilangan kendali.

“Saat bus melewati jalan menikung kiri, bus berjalan terlalu ke arah kanan. Sehingga sopir tidak mampu mengendalikan bus akhirnya mengalami oleng. Bus terperosok dan terguling menutup sebagian ruas jalan,” kata Febriyani dikutip dari Polres Blora.

Selain mengatur arus lalu lintas supaya tetap lancar, unit Laka Lantas Polres Blora bersama warga sekitar bahu-membahu mengevakuiasi bodi bus Madu Kismo.  Bangkai bus akhirnya dapat ditepikan.  

Dalam kecelakaan tunggal ini tidak ada korban jiwa. Dikarenakan bus dalam keadaan kosong penumpang. Hanya kondektur dan sopir yang ada di bus tersebut.

Saat kecelakaan, arus lalu lintas dari Blora ke Rembang, atau sebaliknya menjadi terhambat. Kini, arus lalu lintas telah kembali normal.

Editor : Akrom Hazami

Awas, Jalingkut di Mijen Kudus Lagi Hobi “Makan“ Korban

Warga berada di lokasi jembatan di jalan lingkar di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di lokasi jembatan di jalan lingkar di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Jalan lingkar utara (Jalingkut) yang melintas di Desa Mijen, Kaliwungu, Kudus, ternyata banyak “memakan” atau warga jadi korban. Beberapa waktu terakhir,  ada dua kecelakaan terjadi. Yakni kendaraan sepeda motor dan sebuah mobil terjun bebas dari ujung jembatan pembangunan jalan lingkar.

Juanda, warga Kedungdowo mengatakan dia sendiri sudah melihat dua kendaraan yang terjun dari jembatan. Dua kendaran mengalami kecelakaan tidak tahu kalau jalan belum jadi.

“Mereka asal menerobos saja, padahal pembangunan baru sampai pada jembatan saja. Akhirnya mereka nyemplung ke area persawahan di dekat jembatan,” kata Juanda di jalan lingkar Mijen, Kamis (15/12/2016).

Sepengetahuannya saat itu, akibat kecelakaan, pengendara mengalami patah tulang.  Dia juga mengatakan, sekitar sebulan yang lalu juga ada mobil warna putih yang terjun ke persawahan, malam hari. Waktu itu kondisi jalan gelap, sehingga tak terlihat kalau jalan belum rampung.

Wawi, warga lain mengatakan kalau daerah itu juga sering dijadikan lokasi balap liar. Biasanya balap liar itu dilakukan sore, malam, hingga tengah malam.

“Di sana juga pernah ada yang jatuh hingga terjun ke sawah. Bahkan ada juga yang  masuk jurang setelah  jembatan karena tidak tahu kalau jalan belum jadi,” ungkapnya.

Warga berharap jalan segera diselesaikan, supaya tidak memakan korban lebih banyak lagi. Petugas juga diminta untuk lebih sering berjaga di kawasan tersebut agar tidak disalahgunakan oleh warga.

Sejauh ini, Dinas Bina Marga, Peng‎airan, Energi dan Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kudus, sedang fokus pada penyelesaian pembangunan dua jembatan. Yakni jembatan Kali Sat dan Kali Kemudi. Proyek Jalingkut Kudus ini akan diselesaikan pada 2017.

Editor : Akrom Hazami

Ngantuk, Truk Gandeng Nyemplung Sungai di Kudus

Bangkai truk yang nyemplung ke sungai di jalur pantura Ngembalrejo, Bae, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bangkai truk yang nyemplung ke sungai di jalur pantura Ngembalrejo, Bae, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan tunggal terjadi di jalur pantura Kudus, Rabu (23/11/2016). Kali ini kecelakaan tunggal melibatkan truk gandeng warna merah B-9168-UYY yang nyemplung ke sungai di Desa Ngembalrejo KM 5, Bae Kudus. Kecelakaan terjadi karena sopir mengantuk saat melintasi kawasan tersebut.

Sopir truk, Sikin (64) warga Pasuruan Jatim, mengatakan kalau kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Dia berada di truk bersama kernetnya, Nanang (40). “Saya mengantuk, jadi terjadi kecelakaan ini. Truk juga sampai terjun ke sungai seperti ini,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi.

Dia mengemudikan truk dari Surabaya Jatim ke Cirebon Jabar. Tapi sesampainya di Kudus, truk malah mengalami laka lantas. Ketika itu jalur pantura masih sepi. Namun rupanya, dia terserang kantuk. Maka saat truk oleng ke sisi kanan lajur, dia masih belum sadar. Tiba-tiba truk menabrak teras sebuah warung, tiang listrik dan bagian dinding jembatan. Hingga truk akhirnya tercebur ke sungai.

Kanit Laka Pada Polres Kudus Ipda Tricipto mengatakan, truk gandeng berjalan dari timur ke barat dengan kecepatan sedang. Sampai lokasi, truk oleng ke kanan dan  menabrak tiang lampu penerangan dan warung tidak terpakai. “Beruntung tidak ada korban jiwa. Bahkan untuk luka ringan juga tidak ada. Hanya kerugian sekitar Rp 2 juta untuk rugi material,” ujarnya.

Dia menambahkan, daerah tersebut memang beberapa kali terjadi kecelakaan. Yang dominan kecelakaan karena pengemudi memaksakan diri berjalan padahal seharusnya maksimal tiap empat jam perjalanan wajib istrahat. “Harus lebih hati-hati lagi, jika memang ngantuk seharusnya dapat istirahat supaya tidak terjadi hal merugikan,” ungkapan.

Kecelakaan tersebut membuat perhatian bagi pengguna jalan. Termasuk juga bagi Huda, warga Jekulo yang melewati kawasan tersebut. Dia bahkan berhenti hanya untuk memotret. Bahkan sampai pukul 10.00 WIB, bangkai truk belum juga dievakuasi dari lokasi kecelakaan lalu lintas itu.

Editor : Akrom Hazami

 

2 ABG Tewas Terlindas Truk di Kudus, Ini Kronologi Lengkap Polisi

ilustrasi

ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Peristiwa maut akibat kecelakaan lalu lintas di Kudus kembali terjadi. Tak tanggung-tanggung, dua orang ABG tewas terlindas truk dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan truk muatan tabung elpiji, di jalan Getassrabi, Kauman, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jumat (18/11/2016) siang. Dua korban itu meninggal seketika di lokasi kejadian.

Korban merupakan siswa MTs Ma’ahid Kudus. Diketahui korban bernama Rifky Kholili (14) warga RT 5 RW 3, dan Ismail (14) warga RT 4 RW 3. Keduanya merupakan warga Desa Getassrabi, Gebog, Kudus.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto mengatakan kronologi kejadian nahas tersebut. Kecelakaan melibatkan sepeda motor Grand K 3930 CK dengan truk colt diesel K 1386 VB.

“Kronologinya, sepeda motor berjalan dari selatan ke utara dengan kecepatan sedang sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas. Sampai di lokasi di Jalan umum Getassrabi, sepeda motor hendak mendahului truk,” katanya.

Rupanya sepeda motor terlalu ke kanan truk hingga sampai ke bahu jalan sebelah timur dan naik ke badan jalan. Kemudian sepeda montor tergelincir sampai akhirnya tertabrak truk yang melintas searah. Sehingga terjadilah kecelakaan tersebut.

Dari pemeriksaan polisi, pengendara Rifky menderita luka di bagian kepala. Yakni kepala robek, tangan kanan patah, dan sempat dirawat di RSUD. Sementara, Ismail mengalami luka robek di kepala, dan pelipis kanan robek. Ismail sempat dilarikan ke RSUD.

Sementara pengemudi truk, Muhammad Mansyur (39) warga Padurenan, Gebog, diketahui tidak menderita luka. Polisi masih memeriksa kasus ini.

Editor : Akrom Hazami

Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir di Pantura Kudus – Pati

Kecelakaan-1-1024x634

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemotor tewas usai tabrak truk parkir di bahu jalan pantura Kudus – Pati, Senin (15/8/2016) malam.  Lokasi masuk di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo.

Identitas korban masih belum diketahui. Info yang dihimpun, pria itu warga Jepara. Korban sebelumnya mengalami luka parah dan dirawat di Puskesmas Jekulo.  

Sejumlah saksi di lokasi menyebutkan, korban sebelumnya melintas dari arah Kudus ke Pati. Terlihat Sebuah truk hendak parkir di depannya.

Korban berupaya menghindari truk parkir dengan mengarahkan sepeda motornya ke kanan. Tiba-tiba dari arah belakang melintas truk, korban diduga kaget dan tak sadar jika kendaraan nya menghantam truk yang parkir di bahu jalan tadi. 

Sepeda motor terjatuh. Badan korban terkapar di bawah dekat truk. Beberapa anggota tubuhnya luka berat. Sejumlah warga dan pengguna jalan melarikannya ke Puskesmas Jekulo. 

Lukanyang serius berakibat nyawanya tak tertolong. Polisi terus memeriksa kasus kecelakaan tersebut.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Aron S mengimbau pengendara lebih berhati – hati selama berkendara. Terutama saat melintas pantura.

 

Editor:Akrom Hazami 

Biar Naik Bus Aman, Polisi Kudus Bocorkan Rahasianya

bus aman

Kasatlantas Polres Kudus AKP Aron S saat membocorkan rahasia aman naik bus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan di Alas Roban Batang dengan enam penumpang tewas menjadi perhatian polisi. Termasuk Polres Kudus.

Satlantas Polres Kudus mengimbau masyarakat agar lebih waspada jika hendak melakukan perjalanan.

Kasatlantas Polres Kudus AKP Aron S mengatakan, sebelum bepergian menggunakan bus, hendaknya warga memerhatikan beberapa hal.

“Pertama, penumpang dapat memiliki kontak aduan, seperti PO (perusahaan otobus) yang dinaiki, atau sms aduan jika bus terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Biasanya, dalam bus mencantumkan nomor yang bisa dihubungi saat darurat atau ada yang dirugikan. Seperti halnya jika sopir bus ugal ugalan.

Kedua adalah, nomor lain yang dapat dihubungi adalah kepolisian setempat. Nomor kantor polisi seperti polres sangat penting untuk disimpan. Sebab, jika sopir bus dalam mengemudikan seenaknya, maka penumpang dapat lapor atau menghubungi nomor kantor polisi.

Dia menjamin petugas kepolisian bakal siap dihubungi kapanpun. Terlebih tugas dari polisi adalah mengayomi masyarakat.

“PO juga seharusnya dapat melakukan pengecekan terhadap bus yang dimiliki. Yakni kondisi bus, dan melakukan uji KIR secara rutin. Hal itu dilakukan agar bus yang digunakan aman digunakan dan laik jalan,” ungkapnya.

Hal itu, lanjutnya seperti rem, oli, tekanan ban serta keselamatan lain bus harus menjadi perhitungan. Sebelum bus diberangkatkan terlebih dahulu diperiksa.

Sopir bus juga harusnya berhati hati. Sebab, sekali lengah atau ngantuk dapat membahayakan penumpang. Dan sekali saja lengah maka kelemahan menumpang yang jadi taruhannya.

“Sopir bus dapat menjaga kesehatan. Jadi dalam mengemudikan armada wajib dengan kondisi tubuh yang fit, dan sehat,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

KECELAKAAN KUDUS: Korban Meninggal Nambah Satu Orang, Total Enam Orang

Salah satu petugas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus membawa salah satu jenazah korban kecelakaan ke kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu petugas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus membawa salah satu jenazah korban kecelakaan ke kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus Korban meninggal tergulingnya bus pariwisata bernopol EA 7388 A di Tikungan Bancak, Payaman, Mejobo bertambah satu orang. Korban meninggal adalah Suwandi, warga Anggaswang, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur.

”Sampai sore ini, jenazah masih berada di kamar mayat. Namun yang keempat sudah diambil keluarga siang tadi,” kata petugas jaga RS Mardirahayu.

Meski begitu, pihaknya juga tidak mengetahui persis kapan meninggalnya pasien bernama suwandi tersebut. Ini lantaran pihaknya baru masuk di sip siang.

Semantara itu, petugas informasi RSU dr. Loekmono Hadi yang bernama Tutik mengatakan, untuk saat ini pasien kecelakan bus terguling belum ada perkembangan.

”Sebab dari tadi pagi hingga sekarang yang meninggal hanya satu orang atas nama Uli (10) anak dari ema kruniawan warga pekarungn sukodono sidoarjo. Dan mudah mudahan nanti bisa baik baik saja korban lainnya,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Biar Tak Ada Kecelakaan, 2 Perempatan di Kudus Ini Dipasangi Traffic Light

 

Traffic baru di perempatan UMK, Pengguna jalan berhenti disaat lampu merah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Traffic baru di perempatan UMK, Pengguna jalan berhenti disaat lampu merah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Guna meminimalisir kecelakaan lalu lintas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) menambah dua lampu traffic light di dua perempatan. Kedua perempatan tersebut adalah perempatan kampus UMK, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae dan sebelah timur perempatan Jetak, Kaliwungu Kudus.

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dishubkominfo Kudus Putut Sri Kuncoro mengatakan, kedua perempatan tersebut saat ini memang padat lalulintas dan rawan sekali kemacetan serta kecelakaan. Karena itu, dishub melakukan penambahan traffic light untuk mengantisipasi semua kemungkinan.

”Pemasangannya kedua traffic light tersebut berbeda-beda. Untuk perempatan sudah dilakukan tiga pekan lalu. Sedangkan yang di perempatan Jetak baru sepekan kemarin. Keduanya saat ini sudah berfungsi,” katanya, Selasa (3/5/2016).

Selain itu, pengadaan traffic light tersebut pagu anggarannya berasal dari anggaran yang berbeda. Untuk traffic light di perempatan UMK menggunakan anggaran dari pemerintah kabupaten. Sementara, untuk perempatan timur terminal Jetak langsung dari provinsi.

”Jalan di perempatan Jetak itu adalah kewenangan Provinsi Jawa Tengah. Karena itu, leading sectornya adalah provinsi. Selain itu, jalan lingkar tersebut, tahun ini juga akan dibangun. Jadi, fasilitas juga ditambah,” ujarnya.

Kuncoro menambahkan, sebenarnya penambahan traffic light dari pemkab Kudus tahun ini tak hanya di perempatan UMK. Melainkan di tiga titik, yakni perempatan UMK, Burikan, dan perempatan depan DPRD.

”Hanya dari semuanya yang sudah menyala baru depan UMK. Sedangkan yang lain masih proses,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

1 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Blora-Purwodadi

 

Kondisi korban yang tewas kecelakaan (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Kondisi korban yang tewas kecelakaan (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Blora – Purwodadi Kilometer 6, tepatnya di Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, pada Selasa (26/4/2016) sekitar pukul 18.30 WIB. Akibat kecelakaan ini, satu orang meninggal dunia.

Kecelakaan maut tersebut, melibatkan dua sepeda motor dan satu mobil boks. Korban tewas diketahui bernama Wadji (56), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, yang mengendarai sepeda motor dengan nopol K 3663 PN.

Informasi yang didapat, korban saat itu sedang mengendarai sepeda motor, dan ketika sampai di lokasi kejadian, kendaraannya oleng dan menabrak pengendara sepeda motor di depannya yang membawa gerobak bakso.

Setelah menabrak kendaraan di depannya itu, yang diketahui dikendarai Jarot (34), warga Desa Tutup Kecamatan Tunjungan, korban kemudian oleng dan jatuh ke kanan. Dari arah bersamaan, mobil boks dengan nopol K 1451 ND yang melintas dari arah Ngawen melindas korban sehingga tewas di tempat kejadian.

Setelah melindas korban, truk boks juga oleng dan terguling hingga tiga kali. Sehingga menyebabkan kenek truk luka parah di bagian kaki. “Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian membantu mengevakuasi korban,” ungkap Agus warga Desa Tutup.

Insiden ini, saat ini juga sudah ditangani pihak Satlantas Polres Blora “Saat ini kami masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan,” ujar Aiptu Noorbadi, Kanit Laka Satlantas Polres Blora.

Editor : Kholistiono

 

Cegah Kecelakaan, Jalur Cepat Pati Diusulkan Penambahan Pita Kejut

Kecelakaan antara sepeda motor dan bus Nusantara di Jalan Pati-Kudus Km 3 beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kecelakaan antara sepeda motor dan bus Nusantara di Jalan Pati-Kudus Km 3 beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan yang terjadi di sejumlah jalan di Pati terbilang sangat tinggi. Dalam kurun waktu tiga bulan sejak Januari 2016, sedikitnya ada 246 kasus kecelakaan.

Mirisnya, dari 246 kasus kecelakaan tersebut, 43 orang di antaranya meninggal dunia. Selebihnya, mereka mengalami luka-luka. Kondisi tersebut membuat petugas kepolisian Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pati berpikir keras agar angka kecelakaan bisa ditekan. Salah satunya dengan mengusulkan penambahan pita kejut di beberapa bagian jalur lambat.

“Dari ratusan kasus kecelakaan dalam tiga bulan terakhir itu, sebagian besar penyebabnya didominasi karena kecepatan pengendara yang tinggi. Kecepatan tinggi biasanya dipicu karena terburu-buru di jalan yang lurus,” kata Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari, Jumat (22/4/2016).

Karena itu, pihaknya mengusulkan kepada Bina Marga agar sejumlah jalan lurus bisa ditambah pita kejut. Tujuannya, pengendara yang berkendara terlalu cepat bisa diingatkan dengan pita kejut.
“Pita kejut akan memberikan efek kaget pada pengendara. Dengan efek itu, pengendara diharapkan bisa mengurangi kecepatan yang menjadi pemicu kecelakaan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Suzuki Futura Tabrak Minibus di Jalan Pati-Juwana, Satu Orang Tewas

Kondisi mobil Suzuki Futura yang hancur pada bagian depan karena terlibat kecelakaan dengan minibus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi mobil Suzuki Futura yang hancur pada bagian depan karena terlibat kecelakaan dengan minibus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara mobil Suzuki Futura K9331TC dan minibus AA1547BE terjadi di Jalan Raya Pati-Juwana, Desa Gadingrejo, Juwana, Pati, Kamis (21/4/2016) sekitar pukul 04.30 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, satu orang pengemudi mobil Suzuki yang diketahui bernama Asif Udin (29), warga Desa Bandungrejo, Kalinyamatan, Jepara meninggal saat dilarikan ke RSUD Soewondo.

Sementara itu, dua orang penumpang mobil Suzuki Futura yang diketahui bernama Muhlisin (29) dan Muhammad Abdullah (30) yang masih satu desa dengan Asif Udin mendapatkan perawatan intesif di RSUD Soewondo.

“Muhlisin mengalami luka robek pada kepala atas, lecet pada kaki kanan, dan luka bekas benturan pada pelipis kiri. Dia sadar dan dirawat di RSUD Soewondo. Satunya lagi, Muhammad Abdullah mengalami luka benturan pada pinggang, robek kepala atas, dan lecet kaki kanan kiri. Dia sadar dan opname di RSUD Soewondo,” ujar Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari.

Pengemudi mini bus AA1547BE bernama Teguh Prasetyo (31) yang merupakan Warga Desa Patirejo, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung dalam keadaan sehat. “Kerugian material akibat kecelakaan itu ditaksir sekitar Rp 5 juta,” ucapnya.

Penyebab kecelakaan sendiri diduga akibat kelalaian pengemudi mobil Suzuki Futura karena mengantuk sehingga menabrak bus mini yang muncul dari arah berlawanan. “Kecelakaan diduga karena sopir Suzuki Futura mengantuk,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton di Blora

TKP kecelakaan di Jalan Pemuda (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

TKP kecelakaan di Jalan Pemuda (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Peristiwa kecelakaan terjadi di ruas Jalan Pemuda, Blora, tepatnya di sebelah timur eks Stasiun Blora. Seorang pendendara sepeda motor Honda Supra Fit X dengan nomor polisi K 3119 TD, tewas di tempat, karena terlindas mobil tronton.

Menurut saksi mata, Teguh Nur Ahmad, peristiwa kecelakaan itu terjadi pada Kamis (21/4/2016) sekitar pukul 11.45 WIB. Ketika di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor mengerem dan terpeleset dan terlindas mobil tronton bermuatan balok beton dengan nomor polisi B 9598 EA yang berada di sampingnya.

“Pengendara motor mengerem, jatuh ke kanan. Tepat dikanannya ada tronton muatan balok beton,” katanya.

Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui, begitu jgua dengan pengemudi mobil tronton. Petugas kepolisian juga sudah di lokasi.

Editor : Kholistiono