Kecelakaan Avanza vs Truk di Jalan Pati-Kudus, Satu Orang Tewas

Keadaan mobil Avanza berpelat nomor Surabaya seusai kecelakaan dengan truk bermuatan jeruk di Jalan Pati-Kudus Km 8, Sabtu (22/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara mobil Toyota Avanza Veloz bernomor polisi L 179 RO dan truk bermuatan jeruk terjadi di Jalan Pati-Kudus Km 8, Desa Bumirejo, Margorejo, Pati, Sabtu (22/7/2017) siang.

Mobil Avanza yang diduga milik anggota TNI AL tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah. Hampir separuh badan mobil bagian depan mengalami ringsek total.

Sumber yang dihimpun MuriaNewsCom di lapangan, satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut adalah Jufriaderi warga Desa Rawabaru, Kecamatan Semampir, Surabaya. Dia merupakan pengemudi Avanza berpenumpang istri dan dua anaknya yang duduk di bagian tengah.

“Satu orang meninggal dunia. Istri dan dua anaknya selamat. Sementara sopir truk bermuatan jeruk juga selamat,” ujar seorang sumber yang melihat kejadian.

Ada banyak atribut TNI dalam mobil tersebut, seperti baju hingga pelat nomor bertuliskan TNI AL. Dalam keadaan ringsek, terlihat airbag pada bagian penumpang samping pengemudi menyembul.

Sumber juga menyebutkan, kecelakaan terjadi saat mobil Avanza melaju dari barat ke timur (Semarang-Surabaya). Mobil disebut ambil posisi terlalu kanan hingga menabrak truk yang melaju dari timur ke barat.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan jalan pantura mengalami macet total sepanjang sekitar lima kilometer. Sampai berita ini dilaporkan, petugas masih melakukan proses identifikasi dan evakuasi.

 

Editor : Kholistiono

Pecah Ban, Truk Tronton Tanpa Muatan Terjang Median Jalan di Purwodadi Grobogan

Pot bunga di atas pulau jalan di sebelah barat Mapolres Grobogan rusak diterjang truk yang mengalami pecah ban, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan tunggal terjadi di jalan Gajah Mada Purwodadi, tepatnya di sebelah barat Mapolres Grobogan, Jumat (21/7/2017). Sebuah truk tronton tanpa muatan mengalami pecah ban depan sebelah kanan saat melintas sekitar pukul 13.15 WIB.

Akibat kejadian ini, sopir truk Agung Prasetyanto (48), warga Gemah Raya, Kota Semarang tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Kemudian, truk warna merah dengan nomor polisi H 1657 TG justru melaju naik ke tengah median jalan dan menabrak pot bunga yang ada di atasnya.

Pot bunga berbentuk persegi panjang itu hancur akibat tertabrak truk. Setelah menghantam pot keempat, kendaraan berhenti dan akhirnya di bisa dikemudikan ke pinggir jalan.

Tidak ada korban dalam musibah tersebut. Sopir truk dan kernetnya tidak mengalami luka sedikitpun tetapi masih terlihat kaget dengan musibah yang dialami.

“Sepanjang perjalanan tadi tidak ada kendala. Setelah masuk kota Purwodadi ban depan sebelah kanan pecah. Untungnya, tidak ada korban,” kata Agung.

Menurutnya, sebelumnya truk tersebut dipakai mengantar spring bed ke Solo. Saat mengalami musibah pecah ban, ia dalam perjalanan pulang menuju Semarang.

Kanit Patroli Satlantas Grobogan Ipda Afandi menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait yang menangani taman jalan untuk menangani kerusakan pot bunga tersebut.

“Bagian pot yang berceceran ke jalan sudah kita bersihkan agar tidak membahayakan pengguna jalan. Dari dinas terkait juga sudah kita kasih tahu kejadian ini,” katanya di lokasi.

Editor : Akrom Hazami

Sunardi Tewas Terlindas Truk di Jematan Jeruk Kaliori Rembang

Korban sedang dievakuasi ke mobil polisi untuk dibawa ke rumah sakit. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sunardi (40) warga Dukuh Siman, Desa Sendang Agung, Kecamatan Kaliori, Rembang, tewas terlindas truk tangki di Jembatan Jeruk Desa Sendang Agung, Kecamatan Kaliori, Rabu (12/7/2017) siang.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa tersebut bermula ketika korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Viz-R dengan nomor polisi K 3084 TD melaju dari arah timur. Ketika sampai di lokasi kejadian, Sunardi berupaya menyalip truk tangki yang ada di depannya, dari posisi sebelah kiri truk.

Namun nahas, ketika menyalip, korban menabrak pagar jembatan dan terpental hingga mengenai badan truk dan akhirnya terjatuh dan terlindas truk.

Salah seorang rekan korban Jurawan mengatakan, tadinya korban baru pulang dari warung kopi miliknya yang ada di Ketanggi. Namun tak disangka, Sunardi malah mengalami kecelakaan di Jembatan Jeruk.

Kemudian untuk pengemudi truk sendiri, langsung melarikan diri beserta kendaraannya dengan alasan akan melaporkan kejadian tersebut ke pos polisi yang ada di pertigaan Pentungan Rembang.

“Sopirnya itu melarikan diri, dan katanya mau lapor ke polisi. Padahal dari keterangan polisi, di Pos Pentungan tak ada petugas,” ucapnya.

Dia menambahkan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB dan polisi datang ke TKP sekitar satu jam  setelah kejadian. “Bahkan dari pihak keluarga dan warga setempat yang membantu membawa jenazah korban ke mobil dari Polsek Sumber yang saat sedang melinta,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

2 Kendaraan Terperosok Sawah di Jalan Purwodadi-Semarang Grobogan

Truk mengalami kecelakaan terperosok di salah satu sawah di Kabupaten Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua peristiwa kecelakaan terjadi di jalur Purwodadi-Semarang dalam waktu berlainan. Dalam kecelakaan ini, tidak terdapat korban jiwa namun kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.

Kecelakaan pertama menimpa mobil Suzuki Splas BE-2806-CQ, Selasa (11/7/2017) sekitar pukul 23.00 WIB. Lokasi kecelakaan berada pertigaan jalan masuk menuju Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi. Tidak lama setelah kejadian, kendaraan yang terperosok langsung dievakuasi malam itu juga.

Kecelakaan kedua terjadi pada Rabu (12/7/2017) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Sebuah truk fuso warna hijau tanpa muatan keluar dari bahu jalan dan terperosok di sawah. Lokasi kecelakaan tidak jauh dari kecelakaan sebelumnya namun masuk wilayah Desa Pulorejo, Kecamatan Purwodadi.

Truk dengan nopol H 1625 CS tersebut berjalan dari Semarang menuju Purwodadi. Truk terperosok sawah yang jadi tontonan warga berhasil dievakuasi siang harinya.

Kasatlantas Polres Grobogan AKP Panji Gede Prabawa mengatakan, kecelakaan pertama disebabkan pengemudi menghindari orang yang berjalan di badan jalan. Diduga pejalan yang sempat bikin kaget itu adalah orang gila.

“Pengemudi yang bermaksud menghindari orang gila tersebut banting setir ke kiri, sehingga terperosok ke sawah. Sedangkan kejadian kedua diduga sopirnya ngantuk. Tidak ada kerugian korban jiwa,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Seorang Kakek di Grobogan Tewas Tertabrak Kereta Barang

Warga mengevakuasi korban yang tewas tertabrak kereta api di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Nasib tragis menimpa Soyo, warga Dusun Grompol, Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan, Minggu (9/7/2017). Saat menyeberangi lintasan kereta api tanpa palang menggunakan motor, kakek 60 tahun itu tertabrak sebuah kereta barang yang tengah melaju kencang hingga tewas seketika.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 13.15 WIB. Saat itu, korban diketahui tengah mengendarai motor Honda Revo dari arah Selatan. Sesampai di perlintasan tanpa palang, korban langsung saja melintas tanpa melihat kanan kiri.

Padahal pada saat bersamaan, dari arah timur terlihat ada kereta barang yang melaju menuju arah Jakarta. Beberapa warga sudah berupaya memberikan peringatan saat melihat ada pemotor mencoba menyeberangi lintasan. Namun, peringatan itu terlambat didengar.

“Masinis kereta bahkan sudah berulangkali membunyikan klakson agar pengendara motor itu jangan melintas. Namun, orang itu sepertinya tidak mendengarkan,” kata Sutrisno, warga setempat.

Kapolsek Kradenan AKP Abbas ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya peristiwa orang tertabrak kereta api tersebut. Kemungkinan, korban kurang waspada saat mau menyeberangi perlintasan kereta yang tidak dilengkapi palang pintu tersebut.

“Kasus ini murni sebuah kecelakaan dan jenazah korban sudah kita serahkan pada keluarganya untuk dimakamkan,” katanya.

Editor : Kholistiono

Petaka Truk Jagung Guling di Grobogan, 5 Orang Luka

Warga berada di lokasi truk guling di Kabupaten Grobogan, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan tunggal terjadi di jalan Purwodadi-Pati, tepatnya di Dusun Bringin, Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, Sabtu (9/7/2017). Sebuah kendaraan truk bermuatan jagung terguling sekitar pukul 11.30 WIB.

Informasi yang didapat menyebutkan, kecelakaan terjadi saat truk dengan nomor polisi K 1529 WF yang mengalami pecah ban belakang sebelah kiri. Akibatnya, sopir truk bernama Yahmo (45), warga Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga akhirnya terguling. Sementara muatan jagungnya berceceran di tengah jalan.

Tergulingnya truk bermuatan jagung mengakibatkan sopir dan lima penumpangnya mengalami luka-luka akibat terbentur bodi kendaraan dan terpental aspal. Tiga orang di antaranya adalah anak-anak.

“Sopir dan penumpang semuanya dilarikan ke Puskesmas Grobogan. Mereka hanya menjalani rawat jalan karena lukanya tidak parah. Semua penumpang warga Desa Sedayu,” jelas Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Dijelaskan, saat kejadian truk berjalan dari arah utara. Tujuannya, untuk mengantar jagung ke rumah pembeli. Namun, di tengah perjalanan kendaraan mengalami musibah pecah ban hingga akhirnya terguling.

Editor : Akrom Hazami

 

KA TABRAK MOBIL : 4 Tewas di Katong Grobogan

Kereta Api Argo Bromo menabrak mobil di Katong, Kecamatan Toroh, Grobogan, Sabtu (20/5/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)KA

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api di Katong, Kecamatan Toroh, Grobogan, Sabtu (20/5/2017). Sebuah mobil Daihatsu Xenia yang melintasi rel tanpa palang pintu tertabrak kereta api (KA).

Informasi yang didapat di lapangan menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.45 WIB. Mobil dari arah utara menyeberangi rel. Padahal, dalam waktu bersamaan sedang melaju kereta api Argo Bromo dari arah Surabaya.

Mengingat jaraknya sudah dekat, tabrakan tak bisa dihindari. Setelah tertabrak, mobil menempel di loko kereta dan terseret hingga ke Stasiun Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan.

Lokasi kecelakaan berada di timur Sungai Serang yang masuk wilayah Kecamatan Toroh.  Sedangkan posisi stasiun ada di barat Sungai Serang yang masuk wilayah Kecamatan Penawangan. Jarak lokasi tabrakan hingga kereta berhenti sekitar 700 meter.

Lantaran terseret loko, muncul percikan api dari bodi kendaraan yang menempel rel. Kondisi ini akhirnya menyebabkan mobil ringsek dan hangus terbakar. Bagian depan loko kereta dengan nomor seri CC 2061392 terlihat gosong kena jilatan api dari mobil yang terbakar.

“Penumpang masih ada di dalam kendaraan belum bisa dievakuasi. Informasi sementara ada empat penumpang mobil dan semua meninggal. Data lengkap nanti setelah kita evakuasi,” kata Kapolsek Toroh AKP Sudarwati di Stasiun Sedadi.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Warga Grogolan Pati Tewas Dihantam Truk Pengangkut Tebu

Petugas kepolisian mengevakuasi korban ke rumah sakit. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Pati – Nasib nahas menimpa Suwiknyo (50), warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Pria yang diketahui sebagai salah seorang perangkat desa ini mengalami kecalakaan di Jalan Tayu-Puncel, Alasdowo, Dukuhseti, Selasa (16/5/2017) malam.

Menurut keterangan saksi, Suharno, kejadian  bermula ketika sepeda motor yang kendarai Suwikyo berjalan dari arah utara. Saat di lokasi kejadian, Suwiknyo berusaha menghindari jalan berlubang di depannya.

Nahas, saat menghindari jalan berlubang, Suwiknyo langsung dihantam truk bermuatan tebu dari arah depan. Korban akhirnya meninggal dunia di tempat.

“Tadinya sepeda motor mau menghindari jalan berlubang, tapi dari depan ada truk bermuatan tebu yang sedang melaju. Kecelakaan akhirnya tidak dapat dihindari,” imbuhnya.

Korban meninggal dunia di tempat kejadian, karena mengalami luka yang cukup parah pada bagian kepala. Tak lama setelah tabrakan, petugas dari Polsek Dukuhseti mendatangi tempat kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

Sepeda motor korban bernopol K 4615 FS dan mobil truk tebu bernopol H 1639 LS yang mengalami kecelakaan diamankan di Mapolsek setempat. Sopir truk, Zaenal Arifin, warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti juga diamankan untuk dimintai keterangan.

Editor : Kholistiono

Ini Kronologi Kecelakaan yang Menewaskan Menantu dan Cucu KH Sya’roni

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Kecelakaan maut terjadi di Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamat, Kamis (20/4/2017) malam. Muhammad Yusrul Ula (30) dan anaknya Thalita Aisyah Rohmah (5), yang merupakan menantu dan cucu KH Sya’roni meninggal dunia terlindas mobil. Sementara sang ibu Nailis Hilda (26) mengalami luka patah tangan dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama mengungkapkan, peristiwa nahas itu terjadi pada pukul 19.15 petang. Ia berujar kecelakaan itu melibatkan sebuah mobil Suzuki Swift K 9008 AL yang dikendarai oleh  Sri Karyati (36) warga Tahunan  dan motor bebek Supra K 4938 V yang dikemudikan Muhammad Yusrul Ula warga Dukuh Pagongan,Kelurahan Kajeksan, Kecamatan Kudus. “TKP berada di depan Gereja Pendosawalan sebelum pom bensin,” kata Kasatlantas, Jumat (21/4/2017). 

Kronologi kejadian itu bermula, ketika motor berjalan di depan mobil, beriringan dari arah Kudus menuju Jepara. Diduga motor yang ditumpangi tiga orang itu hendak berbelok ke kanan, sementara mobil tak bisa menguasai kendaraan dan sempat menabrak motor. 

Baca juga : Menantu dan Cucu KH Sya’roni Achmadi Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Lalu Lintas

 

Motor yang ditumpangi Yusrul, Nailis dan Thalita lantas jatuh ke sisi kanan. Sri Karyati tak mampu mengendalikan laju mobil dan menabrak motor tersebut. 

“Pengendara mobil tak mengalami luka. Sementara pemotor atas nama Muhammad Yusrul Ula dan Thalita meninggal dunia, mengalami memar di kepala. Adapun Nailis mengalami patah tangan kanan dan kiri. Sesaat setelah kejadian, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kalinyamat (Bakalan) lalu dirujuk ke rumah sakit,” terang Andhika. 

Dirinya menambahkan,  saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan Unit Lakalantas Polres Jepara. Pengendara mobil Swift telah diperiksa oleh pihak kepolisian. 

Mobil dan motor yang mengalami kecelakaan saat ini diamankan di Mapolres Jepara. Kondisi mobil mengalami penyok dibagian bemper, sementara motor mengalami kerusakan di kaca spion.

Editor : Kholistiono

Menantu dan Cucu KH Sya’roni Achmadi Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Lalu Lintas

Warga berada rumah duka M Yusrul Ula di Kajeksan, Kabupaten Kudus, Jumat (21/4/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabar duka menyelimuti keluarga KH Sya’roni Achmadi, salah satu kiai di Kudus. Sebab,  menantunya  M Yusrul Ula (29) meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Mayong Jepara, Kamis (20/4/2017) malam.

Tak hanya menantunya, namun juga anaknya yang baru berusia empat tahun, bernama Talitha. Sedangkan istri Yusrul Ula atau biasa dipanggil Gus Ula, Hilda, mengalami kritis. Pemakaman Gus Ula dan anaknya dilakukan di pemakaman umum Sedio Luhur Krapyak, Jumat (21/4/2017). Pukul 13.30 WIB.Ratusan warga dan kerabat mengiringi prosesi pemakaman.

Salah satu tetangga, Fachal Anami, dirinya ikut serta dalam prosesi pemakaman. Sebelumnya, dia mendapatkan kabar duka dari teman dan tetangga. “Saya juga baru mendengar pagi tadi dari teman-teman dan tetangga saya. Ramai kabarnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Fahal mengatakan, sejak selesai ibadah Salat Jumat, kawasan rumah duka sudah dipadati masyarakat untuk melayat. Pada upacara pemberangkatan dipimpin  oleh KH Aniq Muhammadun. Kemudian imam salat jenazah oleh KH Ulin Nuha di masjid setempat. “Jenazah dimakamkan berdekatan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Korban Tewas Kecelakaan Gunungkidul Bertambah 1 Orang  

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Gunungkidul. (ISTIMEWA

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah empat orang dinyatakan meninggal saat kecelakaan lalu lintas di Gunungkidul, DIY, Minggu (2/4/2017) lalu, kini korban meninggal bertambah lagi satu orang. Dia adalah Andi Triono (25) warga RT 05 RW 01, Desa/ Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Kapolsek Kaliwungu AKP Sardi mengatakan, Andy diketahui meninggal Kamis (6/4/2017) siang tadi. Pascakecelakaan, dia memang mengalami luka yang serius hingga akhirnya harus dirawat di RS setempat untuk penanganan.

“Korban meninggal bertambah lagi satu orang. Jenazahnya kini dalam proses perjalanan pulang di Kaliwungu, mungkin malam baru sampai karena jarak yang cukup jauh,” kata Sardi saat dihubungi MuriaNewsCom di Kudus.

Menurutnya, korban meninggal pukul 11.26 WIB, sesuai surat keterangan kematian dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dokter Sardjito Yogyakarta. Sebelumnya, korban dirawat di RSUD Wonosari Gunungkidul, namun karena lukanya yang cukup parah kemudian dirujuk ke RSUP Dokter Sardjito.

Dikatakan, Andi memang mengalami luka yang cukup parah di kepalanya. Itu membuatnya  tak sadarkan diri mulai Minggu kemarin hingga Kamis pagi. Berbagai upaya pertolongan sudah dilakukan. “Untuk informasi pemakaman menunggu pihak keluarga. Karena sampai kini jenazah belum juga tiba di rumahnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini kondisi yang kritis masih satu orang, dia adalah Sulistiani, yang mana merupakan ibu dari korban meninggal Aqila. Saat ini Sulistiani dalam penanganan serius lantaran masih belum sadar.

Sebelumnya empat korban tewas seluruhnya warga RW 01 Desa Kaliwungu, yaitu Aditya Fedo Swastana (22), Khairul Amar (29), Abdul Khafid (22) dan Aqila Nuri, balita berusia satu tahun. Keempat jenazah telah dimakamkan di  pemakaman di Gerung, Senin (3/4/2017). 

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : 4 Warga Kudus Tewas di Gunungkidul Akibat Kecelakaan

Ini Nama Korban Tewas dan Luka di Gunungkidul yang Merupakan Warga Kudus

Warga melihat kondisi bangkai kendaraan yang hancur akibat kecelakaan lalu lintas di Gunungkidul. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan lalu lintas melibatkan mini bus berjenis Suzuki Elf bernomor polisi D 7124 AN di Tanjakan Pokcucak, Jalan Bedoyo – Semanu, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, DIY, Minggu (2/4/2017) pagi.

Rombongan diketahui merupakan warga Kudus. Berikut data para korban :

Korban 4 orang meninggal dunia

  1. CHairul Amar, laki-laki, petani,29 tahun dibawa ke RSUD Wonosari
  2. Muhammad Ahsin,laki-laki, petani,22 tahun, dibawa ke RSUD Wonosari
  3. Abdul Khafidz,laki-laki, petani,22 tahun dibawa RSUD Wonosari                                                                    
  4. .Aqilla Nuri, perempuan, 1 tahun, dibawa ke RS Pelita Husada.

Seluruh korban warga Kaliwunggu RT 001/001 Kaliwunggu, Kaliwunggu, Kudus.

 

Korban luka-luka di RSUD Wonosari

1.Muhammad Satoso,laki-laki,26 tahun

2.Abdul Ghofur,Laki-Laki,22 Tahun

3.Neni,Perempuan,30 Tahun                            

4.Andi Triyono,Laki-Laki 29 Tahun                                                                      

 5.Akhsin,Laki-Laki.25 Tahun                                                                               

6.Yeni,Perempuan,30 Tahun                                                                                                  

 

Korban Luka Luka di RS.Pelita Husada                                                                                          

1.Muhammad Mashud,Laki-Laki,27 Tahun                                                              

2.Endayani,Perempuan,27 Tahun                                                                    

3.Wiendra Aditya,Laki-Laki,2 Tahun                                                                

4.Nuryanti.Perempuan,28 Tahun                                                                              

5.Endang Istiqomah,Perempuan,26 Tahun                                                                       

6.Rifan,Laki-Laki,30 Tahun                                                                                

7.Ahmad Fauzi,Laki-Laki 24 Tahun                                                                           

8.Khiswoyo,Laki-Laki,38 Tahun 

Untuk alamat semua korban sama berdomisili di Dusun Kaliwunggu RT 003/001 Kaliwunggu, Kecamatan Kaliwunggu, Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : 4 Warga Kudus Tewas di Gunungkidul Akibat Kecelakaan

Tabrak Truk Lagi Parkir, Pengendara Vixion Tewas

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang pemuda warga warga Desa Ringin RT 1 RW 3 Kecamatan Pamotan, Rembang tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak truk yang sedang parkir. Truk itu di parkir di pinggir jalan Jalan Sendangagung Pamotan pada Rabu (15/3/2017) sekitar pukul 22.00 WIB.

Pemuda nahas itu adalah Muhammad Nur Jaelani Sidiq (20). Saat menabrak truk tersebut, dirinya mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi K 3461 LM. Ketika itu, dirinya hanya sendirian saja.

Informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut bermula ketika korban mengendarai sepeda motor menuju Rembang. Ketika di lokasi kejadian, korban menabrak truk bagian belakang yang sedang terparkir di bahu jalan. Truk L 9166 VU tersebut diketahui sedang dalam kondisi rusak, sehingga harus diparkir di tempat tersebut.

“Kondisi di tempat tersebut memang kondisinya minim penerangan jalan, dan dimungkinkan korban kurang berhati-hati dan tidak mengetahui ada mobil terparkir. Korban mengalami luka berat di kepala, dan meninggal ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit,” ujar Kanit Laka lantas Polres Rembang Ipda M. S. Karim.

Editor : Kholistiono

Misterius, Bus Tiba-Tiba Kecelakaan di Hutan Blora

Bus masuk ke hutan Kalimodang Blora, Cepu-Blora, Senin. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom,  Blora – Bus PO Garuda Mas mengalami kecelakaan lalu lintas di hutan Kalimodang Blora, Cepu-Blora, Senin (13/3/2017) sekitar pukul 03.40 WIB.

Info yang dihimpun, tidak ada korban meninggal dunia. Namun sopir mengalami luka berat. Sopir pun dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sopir diduga mengantuk saat berkendaraan. Sehingga bus oleng hingga menabrak tiang listrik dan pohon, hingga masuk ke hutan. Bagian depan bus ringsek berat. “ Nabrak pohon dan tiang listrik,” tulis netizen Setyo Budiarto di grup Blora Updates.

Baca juga : 4 Bukti Angkernya Hutan Blora

Saat kecelakaan, bus dalam keadaan sepi penumpang. Praktis tidak ada korban luka, selain sopirnya. Polisi mengevakuasi bus tersebut beberapa jam kemudian.

Kecelakaan tersebut menambah kesan angkernya hutan di wilayah Blora.

Editor : Akrom Hazami

 

3 Luka saat Tabrakan Adu Banteng Avanza vs Kijang di Jalur Pantura Kudus

Polisi memeriksa kedua kendaraan yang bertabrakan di jalur pantura Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tabrakan adu banteng mobil Kijang K-9075-CD dan Avanza H 9459 GM di jalur pantura Kudus-Pati, Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus, berujung penumpang luka-luka, Sabtu (25/2/2/2017).

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto mengatakan, dari pemeriksaan polisi, jumlah korban luka ada tiga orang. Seluruhnya saat ini menjalani rawat inap di RS Aisiyah Kudus.

Korban antara lain, Darini (62), warga Desa Wonosari Lor, Patebon, Kendal. Korban merupakan penumpang mobil Kijang, dengan lukanya pelipis kiri robek, dan pinggang kiri nyeri. Selanjutnya, Ruhmaeni (44) warga warga Desa Wonosari Lor, Patebon, Kendal. Lukanya di bibir atas robek dan pinggang bagian kiri nyeri.

Korban terakhir adalah Suparman (49), sopir Kijang yang merupakan warga Desa Purworejo, Kaliori, Rembang. Suparman mengalami luka dada sakit, dagu robek, dan pinggang kiri nyeri.

Dari pemeriksaan polisi, kata Eko, kronologinya adalah, Avanza yang dikemudikan Moh Cholid (46) warga Patebon Kendal melintas dari timur ke barat.

“Avanza tiba-tiba oleng ke kanan. Kemudian bertabrakan dengan mobil Kijang yang melintas dari barat ke timur,” kata Eko kepada MuriaNewsCom, di Kudus.

Pihaknya mengimbau pengguna kendaraan untuk lebih berhati-hati. Jika lelah, lebih baik istirahat. Daripada dilanjutkan, tapi berisiko.
Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :

Kecelakaan Ngeri, Kijang Vs Avanza Adu Banteng di Jalur Pantura Kudus 

Kronologi Avanza vs Kijang Tabrakan Adu Banteng di Jalur Pantura Ngembalrejo Kudus

Tabrakan Adu Banteng, Ternyata Mobil Kijang Rombongan Pengiring Pengantin

 

Kecelakaan Ngeri, Kijang Vs Avanza Adu Banteng di Jalur Pantura Kudus

Kedua kendaraan tabrakan adu banteng di jalur pantura Ngembal, Kudus, Sabtu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan lalu lintas adu banteng melibatkan Kijang dan Avaza terjadi di jalur pantura Desa Ngembal, Kecamatan Bae, Kudus, tepatnya di sebelah timur pabrik Jambu Bol,  Sabtu (25/2/2017) siang. Belum diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak.

Dari foto warga, memperlihatkan Kijang beradu banteng atau adu kepala dengan Avanza. Kecelakaan terjadi saat hujan deras mengguyur Kudus, sekitar pukul 14.00 WIB. Akibat kecelakaan lalu lintas, jalur nasional mengalami kemacetan. Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi.

Petugas segera melakukan penanangan kecelakaan serta dampaknya. Seperti halnya mengatur arus lalu lintas. Pantauan MuriaNewsCom di lokasi, Kijang sudah dievakuasi lebih dulu. Sedangkan mobil Avanza sampai pukul 16.00 WIB masih dalam proses evakuasi.

Editor : Akrom Hazami

 

FOTO-FOTO Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Purwodadi-Semarang

Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi ikut membantu evakuasi muatan gulungan kertas dari dalam kendaraan yang terguling, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Mobil boks mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di jalan Purwodadi-Semarang yang masuk Desa Penawangan, Kecamatan Purwodadi, Rabu (15/2/2017). Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan di sebelah barat jembatan Sungai Serang yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB tersebut.

Kecelakaan diduga akibat sopir mengalami kantuk yang sangat. Akibatnya, sopir kesulitan mengontrol laju mobil. Berikut foto di lokasi kecelakaan yang diabadikan MuriaNewsCom.

 

Siap Pindahkan Muatan

(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi terlihat ikut membantu memindahkan muatan dari bak mobil yang terguling. Biar muatan tak rusak, maka mau tak mau harus dievakuasi. Beratnya muatan membuat warga dan polisi kerepotan memindahkannya.

 

Beratnya Memindahkan Gulungan Kertas

(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Saking beratnya muatan gulungan yang akan dipindahkan, Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi harus susah payah menggotong bersama seorang warga. Aksi gotong-royong memindahkan muatan tampak di lokasi kejadian.

 

Lokasi Kecelakaan jadi Tontonan Warga

(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Warga sekitar lokasi kecelakaan lalu lintas mobil guling menonton di pinggir jalan. Kondisi itu sekaligus menjadi area piknik dadakan bagi warga setempat. Tidak sedikit dari warga yang membantu mengangkat muatan. Setelah itu, mereka istirahat di pinggir jalan.

 

Muatan Gulungan Kertas Diletakkan di Pinggir Jalan

(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Sebelumnya, warga dan polisi bahu membahu memindahkan muatan gulungan kertas dari mobil yang terguling. Muatan itu ditaruh di pinggir jalan untuk dipindah ke kendaraan lain supaya bisa diangkut lagi. Sebagian kondisi muatan mengalami rusak.

 

   Baca juga : Sopir Ngantuk, Mobil Boks Muat Kertas Guling di Jalur Purwodadi-Semarang

Sopir Ngantuk, Mobil Boks Muat Kertas Guling di Jalur Purwodadi-Semarang

Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi ikut membantu evakuasi muatan gulungan kertas dari dalam kendaraan yang terguling, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah mobil boks mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di jalan Purwodadi-Semarang yang masuk Desa Penawangan, Kecamatan Purwodadi, Rabu (15/2/2017). Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan di sebelah barat jembatan Sungai Serang yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB tersebut.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kejadian, kondisi arus lalu lintas saat itu relatif sepi. Mobil boks warna kuning bernomor polisi B 9902 BXR saat itu melaju dari arah Purwodadi menuju Semarang.

Setelah melewati jembatan, kendaraan terlihat tidak melaju lurus mengikuti jalur jalan. Tetapi, cenderung mengambil ke arah kiri hingga roda depan sebelah kiri keluar dari bahu jalan.

Sopir Sumarno (40), warga Pekuncen, Banyumas, sempat mencoba mengarahkan mobil boks yang dikemudikannya kembali ke lajur jalan. Namun, upaya ini gagal. Kondisi bahu jalan yang curam dan lembek mengakibatkan mobil boks itu terperosok dan akhirnya terguling di pinggir parit.

Tidak lama setelah kejadian, warga dan pengguna jalan yang melintas segera membantu mengeluarkan sopir dari dalam kendaraan. Setelah berhasil dievakuasi, sopir diketahui hanya mengalami luka ringan saja.

“Tidak ada korban dalam kejadian ini. Sopirnya hanya mengalami luka ringan akibat kena benturan stir. Dugaan kuat, sopirnya mengantuk sehingga kendaraannya keluar dari bahu jalan,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi.

Mobil boks warna kuning tersebut berangkat dari Surabaya lewat wilayah Grobogan dengan tujuan Jakarta. Kendaraan itu berisi muatan puluhan gulungan kertas. “Muatannya kita keluarkan dulu biar memudahkan proses evakuasi kendaraan,” imbuh Afandi. 

Editor : Akrom Hazami

KA Tabrak Motor Berstiker Presiden Soekarno, Pengendaranya Selamat di Grobogan

Polisi melihat bangkai kendaraan sepeda motor bergambar Presiden RI pertama, Soekarno, di Desa Kuwaron, Gubug, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi melihat bangkai kendaraan sepeda motor bergambar Presiden RI pertama, Soekarno, di Desa Kuwaron, Gubug, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Nasib baik masih memayungi Sri Wahyudi, warga Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug. Betapa tidak, perempuan 36 tahun itu masih diberi keselamatan setelah sebelumnya terlibat insiden kecelakaan dengan kereta api yang sedang melaju kencang, Sabtu (28/1/2017).

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kecelakaan itu terjadi siang sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Sri sedang menempuh perjalanan menuju Kampung Pilang Kidul, Desa Gubug. Sesampai di perlintasan kereta api rel ganda tanpa palang pintu yang ada di desa itu, Sri langsung saja melaju dan melewati rel sisi utara. Lantaran aman, Sri bermaksud meneruskan perjalanan melewati satu rel lagi yang ada disi selatan.

Nah, pada saat inilah, ada beberapa warga yang berteriak keras kalau ada kereta yang mau lewat dari arah timur. Saat itu Sri sempat melongok ke arah timur dan melihat posisi kereta api semakin mendekat. Melihat kondisi ini, Sri kemudian turun dan berupaya mendorong kendaraan agak mundur karena roda depan sudah berada di tengah jalur kereta api. Namun, Sri terlihat cukup kesulitan saat berusaha menyelamatkan motornya.

Beberapa warga kemudian member peringatan lagi agar Sri segera lari menjauh meninggalkan motornya. Sadar lebih penting keselamatan diri, Sri akhirnya membiarkan motornya tetap di situ dan lari menjauhi lintasan kereta api. Tindakan pada detik-detik akhir ini menyebabkan Sri selamat dari sambaran kereta. Meski demikian, sepeda motor Kawasaki Kaze yang miliknya rusak parah akibat diterjang kereta api.

Setelah melakukan pemeriksaan lokasi dan berkoordinasi dengan pihak PT KAI di Stasiun Gubug, polisi kemudian mengantar korban berikut sepeda motornya yang rusak parah ke rumahnya. Pihak keluarga korban juga merasa bersyukur karena anggota keluarganya masih diberi keselamatan dalam musibah tersebut. “Pihak keluarga juga tidak melakukan tuntutan apapun atas kejadian ini. Pihak keluarga tidak mempersoalkan sepeda motor yang rusak karena anggota keluarganya masih diberi keselamatan dalam musibah tadi,” kata Kapolsek Gubug AKP Dedy Setya.

Dedy menyatakan, lokasi kejadian memang selama ini dinilai cukup rawan kecelakaan. Sebab, jalur kereta di jalan tembus itu tidak ada palang pintu maupun penjaganya. “Kami minta masyarakat untuk berhati-hati kalau lewat perlintasan yang tidak ada pintu dan penjaganya. Pastikan kondisi kanan-kiri aman sebelum melintas,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemotor Tewas Gara-gara Tabrak Ibu di Jalan Purwodadi-Semarang

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pejalan kaki dan sepeda motor terjadi di jalan Purwodadi-Semarang, tepatnya di Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, Kamis (26/1/2017).

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB itu menyebabkan satu korban tewas dan satu orang mengalami patah kaki.

Korban tewas adalah pengendara motor bernama Handoko (52), warga Kecamatan Pulokulon. Sedangkan korban luka adalah Sulimah (57), warga Tegowanu.

Informasi yang didapat menyebutkan, kecelakaan bermula ketika pengendara motor Kawazaki Kaze B 3752 WR melaju dari timur menuju arah Semarang dengan kecepatan tinggi. Sesampai di lokasi kejadian, ada seorang pejalan kaki yang tiba-tiba menyebrang jalan dari sisi selatan ke utara.

Lantaran jarak sudah sangat dekat, pengendara motor tak bisa menghentikan laju kendaraannya. Tabrakan dengan pejalan kaki itu tidak bisa dihindari.

Akibat kejadian ini, pengendara motor terpental dari atas kendaraannya dan mengalami luka parah di bagian kepala lantaran kena benturan aspal jalan. Sedangkan Sulimah mengalami patah kaki akibat ditabrak motor tersebut. Kedua korban kemudian dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gubug untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, tidak lama setelah dirawat, pengendara motor dinyatakan meninggal dunia karena mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Sedangkan pejalan kaki yang mengalami patah kaki selanjutnya diambil pihak keluarganya untuk diobatkan ke pengobatan sangkal putung.

“Kecelakaan ini terjadi karena pengendara motor tidak bisa menguasai kendaraan begitu ada pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang jalan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

“Bak Terbuka Mengangkut Orang Membahayakan, Sekali Guling Penumpang Tumpah”

Polisi dan pihak terkait usai menyemprot cat di bak terbuka kendaraan dengan tulisan peringatan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi dan pihak terkait usai menyemprot cat di bak terbuka kendaraan dengan tulisan peringatan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah sering diperingatkan, namun keberadaan kendaraan bak terbuka yang dipakai mengangkut penumpang masih banyak dijumpai. Kondisi itu membuat jajaran Satlantas Polres Grobogan kembali menggencarkan sosialisasi bahayanya kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang. Cara yang dilakukan tidak sekadar menasehati pengemudi. Tetapi juga membuat sebuah tulisan khusus pada bodi belakang kendaraan.

“Meski tidak sebanyak dulu, namun masih kita jumpai kendaraan bak terbuka untuk bawa penumpang manusia. Hal ini jelas tidak dibenarkan karena sangat membahayakan,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa melalui Kaurbinops Satlantas Ipda Afandi, saat melangsungkan kegiatan razia kendaraan di depan Kantor Dinas Perhubungan, Sabtu (14/1/2017).

Dari pantauan di lapangan, selain memeriksa mobil dan motor, razia gabungan juga menyasar kendaraan bak terbuka. Setelah diperiksa kelengkapannya, kendaraan bak terbuka kemudian dipasangi tulisan di bodi belakang. Tulisan yang dibuat dengan cat semprot itu isinya cukup lucu. Bunyi pesannya, ” Bak Terbuka Mengangkut Orang MEMBAHAYAKAN. Sekali Guling Penumpang Tumpah.”

“Langkah ini dilakukan bertujuan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dari orang yang menumpang kendaraan bak terbuka. Tindakan ini kita lakukan karena masih ada kendaraan bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut penumpang, meski sudah sering diperingatkan,” kata sambung Afandi.

Perhatian terhadap kendaraan bak terbuka itu memang jadi salah satu perhatian utama dalam menekan angka kecelakaan. Karena kebiasaan di daerah pedesaan di wilayah Grobogan, kendaraan bak terbuka masih jadi sarana untuk mengangkut orang. Langkah membuat tulisan di bak kendaraan merupakan salah satu upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di jalan raya serta melakukan langkah konkret dalam mewujudkan pembinaan fungsi satlantas guna menciptakan keamanan, keselamatan, dan ketertiban serta kelancaran dalam berlalu lintas.

“Selain berbahaya, kebiasaan itu melanggar pasal 303 UU No 22 Tahun 2009, tentang kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya. Untuk itu, kami mengimbau pada semua sopir truk atau kendaraan terbuka lainnya agar tidak mengangkut penumpang,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

Mobil Nyungsep di Saluran di Panjang Kudus

Warga mengerumuni lokasi mobil nyungsep di saluran di pinggir jalan raya Desa Panjang, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

Warga mengerumuni lokasi mobil nyungsep di saluran di pinggir jalan raya Desa Panjang, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah mobil sedan Toyota Vios nyungsep di saluran yang ada di pinggir jalan raya di Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus, Rabu (11/7/2017) siang sekitar pukul 14.30.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Sebab, kondisi mobil mengalami ringsek di bagian depan dan bagian belakang.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat mobil melaju dari arah Peganjaran ke perempatan Panjang. Tepat di depan SD 2 Panjang, mobil kehabisan bensin. Saat itu, mobil hanya ditumpangi pengemudi seorang. Identitas pengemudi belum diketahui.

“Mobil kehabisan bensin. Sopir turun dan mendorong mobil seorang diri. Saat didorong, setir mobil rupanya berbelok ke kiri. Mobil pun meluncur ke dalam saluran,” kata seorang saksi mata, Slamet di lokasi.

Kedalaman saluran sekitar 1,5 meter. Mobil baru dievakuasi sekitar pukul 15.35 WIB. Mobil dievakuasi dengan menggunakan alat berat yang didatangkan tak jauh dari lokasi kejadian.

Sejumlah petugas polisi mengatur jalannya evakuasi dan jalur lalu lintas. Akibat kecelakaan tunggal, arus lalu lintas menjadi macet dari masing-masing arah.

Editor : Akrom Hazami

 

Bus Madu Kismo Tiba-tiba Terguling di Jalur Blora-Rembang

Warga dan polisi mengevakuasi bangkai bus Madu Kismo yang terguling di Dukuh Polaman, Desa Sendangharjo Kec/Kabupaten Blora, Senin (9/1/2017) pagi. (Polres Blora)

Warga dan polisi mengevakuasi bangkai bus Madu Kismo yang terguling di Dukuh Polaman, Desa Sendangharjo Kecamatan/Kabupaten Blora, Senin (9/1/2017) pagi. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Bus pariwisata Madu Kismo tiba-tiba terguling. Bus mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Blora – Rembang,  tepatnya di Dukuh Polaman, Desa Sendangharjo Kecamatan/Kabupaten Blora, Senin (9/1/2017) pagi.

Tidak ada korban tewas dalam musibah tersebut. Untuk saat ini, pengemudi bus Madu Kismo dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka. Sedangkan kondektur bus diamankan ke Kantor Unit Sat Lantas Polres Blora untuk dimintai keterangan ihwal kecelakaan.

Kasat Lantas Polres Blora AKP Febriyani Aer SIK beserta anggota unit Laka Lantas Polres Blora langsung menuju lokasi tempat kejadian kecelakaan.

Dari info yang dihimpun, bus Madu Kismo dikemudikan oleh Dadang Eryanto (37) warga Kabupaten Rembang.  Awalnya bus berjalan dari arah selatan Kabupaten Blora menuju utara ke arah Kabupaten Rembang. Sesampainya di lokasi, bus mulai kehilangan kendali.

“Saat bus melewati jalan menikung kiri, bus berjalan terlalu ke arah kanan. Sehingga sopir tidak mampu mengendalikan bus akhirnya mengalami oleng. Bus terperosok dan terguling menutup sebagian ruas jalan,” kata Febriyani dikutip dari Polres Blora.

Selain mengatur arus lalu lintas supaya tetap lancar, unit Laka Lantas Polres Blora bersama warga sekitar bahu-membahu mengevakuiasi bodi bus Madu Kismo.  Bangkai bus akhirnya dapat ditepikan.  

Dalam kecelakaan tunggal ini tidak ada korban jiwa. Dikarenakan bus dalam keadaan kosong penumpang. Hanya kondektur dan sopir yang ada di bus tersebut.

Saat kecelakaan, arus lalu lintas dari Blora ke Rembang, atau sebaliknya menjadi terhambat. Kini, arus lalu lintas telah kembali normal.

Editor : Akrom Hazami

Awas, Jalingkut di Mijen Kudus Lagi Hobi “Makan“ Korban

Warga berada di lokasi jembatan di jalan lingkar di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di lokasi jembatan di jalan lingkar di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Jalan lingkar utara (Jalingkut) yang melintas di Desa Mijen, Kaliwungu, Kudus, ternyata banyak “memakan” atau warga jadi korban. Beberapa waktu terakhir,  ada dua kecelakaan terjadi. Yakni kendaraan sepeda motor dan sebuah mobil terjun bebas dari ujung jembatan pembangunan jalan lingkar.

Juanda, warga Kedungdowo mengatakan dia sendiri sudah melihat dua kendaraan yang terjun dari jembatan. Dua kendaran mengalami kecelakaan tidak tahu kalau jalan belum jadi.

“Mereka asal menerobos saja, padahal pembangunan baru sampai pada jembatan saja. Akhirnya mereka nyemplung ke area persawahan di dekat jembatan,” kata Juanda di jalan lingkar Mijen, Kamis (15/12/2016).

Sepengetahuannya saat itu, akibat kecelakaan, pengendara mengalami patah tulang.  Dia juga mengatakan, sekitar sebulan yang lalu juga ada mobil warna putih yang terjun ke persawahan, malam hari. Waktu itu kondisi jalan gelap, sehingga tak terlihat kalau jalan belum rampung.

Wawi, warga lain mengatakan kalau daerah itu juga sering dijadikan lokasi balap liar. Biasanya balap liar itu dilakukan sore, malam, hingga tengah malam.

“Di sana juga pernah ada yang jatuh hingga terjun ke sawah. Bahkan ada juga yang  masuk jurang setelah  jembatan karena tidak tahu kalau jalan belum jadi,” ungkapnya.

Warga berharap jalan segera diselesaikan, supaya tidak memakan korban lebih banyak lagi. Petugas juga diminta untuk lebih sering berjaga di kawasan tersebut agar tidak disalahgunakan oleh warga.

Sejauh ini, Dinas Bina Marga, Peng‎airan, Energi dan Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kudus, sedang fokus pada penyelesaian pembangunan dua jembatan. Yakni jembatan Kali Sat dan Kali Kemudi. Proyek Jalingkut Kudus ini akan diselesaikan pada 2017.

Editor : Akrom Hazami

Ngantuk, Truk Gandeng Nyemplung Sungai di Kudus

Bangkai truk yang nyemplung ke sungai di jalur pantura Ngembalrejo, Bae, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bangkai truk yang nyemplung ke sungai di jalur pantura Ngembalrejo, Bae, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan tunggal terjadi di jalur pantura Kudus, Rabu (23/11/2016). Kali ini kecelakaan tunggal melibatkan truk gandeng warna merah B-9168-UYY yang nyemplung ke sungai di Desa Ngembalrejo KM 5, Bae Kudus. Kecelakaan terjadi karena sopir mengantuk saat melintasi kawasan tersebut.

Sopir truk, Sikin (64) warga Pasuruan Jatim, mengatakan kalau kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Dia berada di truk bersama kernetnya, Nanang (40). “Saya mengantuk, jadi terjadi kecelakaan ini. Truk juga sampai terjun ke sungai seperti ini,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi.

Dia mengemudikan truk dari Surabaya Jatim ke Cirebon Jabar. Tapi sesampainya di Kudus, truk malah mengalami laka lantas. Ketika itu jalur pantura masih sepi. Namun rupanya, dia terserang kantuk. Maka saat truk oleng ke sisi kanan lajur, dia masih belum sadar. Tiba-tiba truk menabrak teras sebuah warung, tiang listrik dan bagian dinding jembatan. Hingga truk akhirnya tercebur ke sungai.

Kanit Laka Pada Polres Kudus Ipda Tricipto mengatakan, truk gandeng berjalan dari timur ke barat dengan kecepatan sedang. Sampai lokasi, truk oleng ke kanan dan  menabrak tiang lampu penerangan dan warung tidak terpakai. “Beruntung tidak ada korban jiwa. Bahkan untuk luka ringan juga tidak ada. Hanya kerugian sekitar Rp 2 juta untuk rugi material,” ujarnya.

Dia menambahkan, daerah tersebut memang beberapa kali terjadi kecelakaan. Yang dominan kecelakaan karena pengemudi memaksakan diri berjalan padahal seharusnya maksimal tiap empat jam perjalanan wajib istrahat. “Harus lebih hati-hati lagi, jika memang ngantuk seharusnya dapat istirahat supaya tidak terjadi hal merugikan,” ungkapan.

Kecelakaan tersebut membuat perhatian bagi pengguna jalan. Termasuk juga bagi Huda, warga Jekulo yang melewati kawasan tersebut. Dia bahkan berhenti hanya untuk memotret. Bahkan sampai pukul 10.00 WIB, bangkai truk belum juga dievakuasi dari lokasi kecelakaan lalu lintas itu.

Editor : Akrom Hazami