Korban Bus Indonesia Guling di Kudus, 4 Tewas, dan 45 Luka Akan Disantuni Jasa Raharja

Korban masih dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan bus Indonesia dengan 10 kendaraan di Jalan Lingkar Proliman Kudus, menyebabkan banyak korban. Data yang dicatat PT Jasa Raharja ada 4 orang tewas dan sekitar 45 orang luka-luka.

Arya Bramanto mengatakan, jumlah korban tewas ada 4 orang. Korban tewas saat ini berada di RS Mardi Rahayu Kudus.

Dari info yang dihimpun di lapangan, jumlah korban tewas mencapai 4 orang.  Korban masih berada di RS Mardi Rahayu. Korban tewas adalah :

  1. Sri Mulyaningsih (36) warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus
  2. Edi Handoko (40), warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus.
  3. Joko Purnomo (37) warga Jetis RT 3 RW 4 Kudus
  4. Falik (30) warga Besito Kudus

Sedangkan korban luka dirawat di dua rumah sakit. Rinciannya, 33 orang dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus. Sedangkan 12 orang luka dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Baca juga Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Para korban baik tewas maupun luka akan mendapatkan santunan kecelakaan yang sudah dijamin oleh UU No 33 tahun 1964 dan UU No 34 tahun 1964. Besar santunan yaitu Rp 50 juta per jiwa dan bagi korban luka ada santunan biaya pengobatan Rp 20 juta per orang.

Diberitakan, kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan 11 kendaraan.

Editor : Akrom Hazami

 

Tragedi Bus Indonesia Guling Tewaskan 4 Orang di Kudus, 11 Kendaraan Terlibat

Warga mengerumuni lokasi kejadian bus guling di jalur pantura Proliman Tanjung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lingkar selatan, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (31/8/8/2017) malam.

Data yang diterima di lapangan, ada banyak kendaraan yang terlibat:

  1. Bus PO Indonesia nomor polisi H-7519 UV
  2. Mitshubishi L300 nomor polisi K1949 BN
  3. Avansa nopol : H 9189 BF
  4. Luxio nopol : H9144LR
  5. Sepeda motor Mio nopol: K 2495 BR
  6. Sepeda motor Supra nopol K 5710PK
  7. sepeda motor Beat nopol K2918RR
  8. Sepeda motor CB150R nopol K3449PR
  9. Sepeda motor Vario K 4972 QB
  10. Sepeda motor Vario K3290HE
  11. Sepeda motor Vixion K4295LM

Identitas pengendara bus Indonesia Ikhwan Mukminin Bin Margono (46)  warga Desa Tireman RT 01/02, Kecamatan/Kabupaten Rembang.

Baca juga : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Kronologinya, bus Indonesia berjalan dari arah Pati ke Jepara dengan kecepatan tinggi dengan kondisi rem dan handrem blong sebelum terjadi laka lantas. Sampai di lokasi kejadian di Proliman, bus banting setir ke kiri kemudian mengguling ke kanan, selanjutnya menimpa minibus dan sepeda motor yang sedang menunggu lampu trafik menyala hijau.

Editor : Akrom Hazami

4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus Indonesia Guling di Kudus

Bangkai kendaraan yang guling dan tertabrak di jalan pantura Proliman Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa sepeda motor.

Dari info yang dihimpun MuriaNewsCom di lapangan, jumlah korban tewas mencapai 4 orang.  Korban masih berada di RS Mardi Rahayu. Korban tewas adalah :

  1. Sri Mulyaningsih (36) warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus
  2. Edi Handoko (40), warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus.
  3. Joko Purnomo (37) warga Jetis RT 3 RW 4 Kudus
  4. Falik (30) warga Besito Kudus

Kerabat korban meninggal dari Sri Mulyaningsih, Zainal Arifin (62) di RS Mardi Rahayu Kudus mengatakan, kedua korban meninggal yakni Sri Mulyaningsih dan Edi Handoko, adalah saudaranya. “Saya tahu dari buka FB (Facebook) kalau ada kecelakaan. Saya curiga, dan mendatangi lokasi. Serta ke RS,” kata Zainal.

Baca juga : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Karena penasaran, Zainal pun tanya kepada petugas rumah sakit untuk melihat korban luka dan yang meninggal dunia. Ternyata, Zainal mengenal wajah dua korban yang meninggal dunia. Korban Sri Mulyaningsih merupakan keponakannya. Sedangkan Edi Handoko adalah suami Sri.

Sementara dua anak Sri, Feri Setiawan (7) dan Ahmad Algaruk Haidar (7) mengalami luka-luka. Infonya, kata Zainal, keluarga keponakannya pergi naik sepeda motor. Saat di lokasi kejadian, sepeda motornya ikut terkena badan bus yang terseret.

Baca jugaBus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

“Sepeda motor (milik korban) ketindihan mobil. Luka pada korban Edi memar di sejumlah bagian tubuh. Tapi wajah masih bisa dikenali. Sedangkan luka Sri di paha tapi wajah masih bisa dikenali,” ungkapnya.

 Saat ini, korban meninggal masih berada di RS Mardi Rahayu Kudus. Sementara lokasi kejadian, arus lalu lintas masih ditutup untuk jalur dari Proliman ke Undaan. Bangkai bus masih di lokasi. Arus pantura di jalan lingkar Proliman merayap.

Editor : Akrom Hazami

DETIK-DETIK Bus Indonesia Terguling di Jalur Pantura Proliman Kudus

Warga mengerumuni lokasi kejadian bus guling di jalur pantura Proliman Tanjung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa sepeda motor.

Menurut salah satu penumpang bus yang selamat, Ahmad Zainal Fuadi (30) warga Sukosono, Kedung, Jepara, bus melintas dari Surabaya. Dia naik bus Indonesia dari Lamongan, Jawa Timur.  Dirinya duduk di barisan kursi penumpang nomor 2.

“Saat itu penumpang bus penuh.  Bahkan ada penumpang yang berdiri. Pas habis magrib. Bus ngebut. Bus jalannya tidak stabil. Tiba-tiba bus guling. Banyak penumpang berteriak Allahu Akbar,” kata Zainal ditemui di RS Mardi Rahayu Kudus.

Baca jugaBus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Bus guling lebih dulu. Kemudian, bus terseret dan mengenai mobil dan sejumlah sepeda motor. “Tadi banyak penumpang berlarian cari selamat di tempat kejadian,” ujarnya.

Sampai sekarang, bangkai kendaraan bus telah dikelilingi garis polisi dengan keadaan masih guling.  Petugas polisi masih melakukan pengaturan arus lalu lintas yang mengalami macet.

Editor : Akrom Hazami

KRONOLOGI Bus PO Indonesia Guling di Kudus

Warga mengerumuni lokasi kejadian bus guling di jalur pantura Proliman Tanjung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam.  Insiden melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa unit sepeda motor.

Dari penuturan saksi mata, Edy di lokasi kecelakaan, mulanya bus melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Pati, hendak ke arah barat. Namun sesampainya di Proliman, lampu lalu lintas menyala kuning. Kecepatan bus yang tinggi, mengakibatkan sopir bus kesulitan mengerem.

Baca juga : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

“Lampu bangjo nyala kuning. Sopir bus banting setir ke kiri hingga naik ke median jalan, dan menabrak Avanza, minibus, dan sepeda motor yang sedang berhenti di jalan dari Undaan,” kata Edy di lokasi kecelakaan.

Kanit Laka Satlantas Polres Kudus IPTU Ngatmin mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini. Dari keterangan saksi kepada polisi, kecelakaan bermula bus melintas dengan kecepatan tinggi mau ke Jepara. Sesampainya di lokasi kecelakaan, bus kesulitas mengontrol. “Bus banting setir ke kiri. Sampai akhirnya bus naik ke median jalan hingga terguling mengenai Avanza, dan beberapa kendaraan,” kata Ngatmin.

Baca jugaBus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

Pantauan di lokasi saat ini, bangkai kendaraan bus telah dikelilingi garis polisi dengan keadaan masih guling.  Petugas polisi masih melakukan pengaturan arus lalu lintas yang mengalami macet.

Editor : Akrom Hazami

Bus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

Polisi saat berada di lokasi bus guling di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. 

Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa unit sepeda motor.

Keterangan Kanit Laka Satlantas Polres Kudus IPTU Ngatmin, polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi. Sejumlah petugas telah berada di lokasi kejadian untuk mengatur dampak kecelakaan lalu lintas. Hasil penelurusan polisi sementara, kecelakaan berakibat banyak korban.

“Ada 10 lebih korbannya. Kepastiannya saya belum ngecek. Korban dibawa ke Mardi Rahayu (RS Mardi Rahayu) dan RSUD (RSUD Loekmono Hadi),” kata Ngatmin kepada MuriaNewsCom, di lokasi.

Baca jugaBus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Pantauan di tempat kejadian, sejumlah mobil ambulans hilir mudik membawa penumpang bus, atau pengendara yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. 

Bus saat ini masih terguling melintang di badan jalan. Sedangkan kendaraan yang ditabrak, terlempar beberapa meter. Akibat kecelakaan lalu lintas, ratusan warga masih mengerumuni lokasi kecelakaan.

Editor : Akrom Hazami

 

Foto-Foto : Kecelakaan Karambol 5 Tewas di Bawen Ungaran

Suasana kecelakaan lalu lintas karambol di Ungaran, Kabupaten Semarang. (Grup WhatsApp)

MuriaNewsCom, Semarang – Kecelakaan karambol terjadi di Jalur Semarang-Solo, tidak jauh dari pabrik PT Apac Inti, Bawen, Kabupaten Ungaran, Selasa (29/8/2018), melibatkan sebuah truk kontainer dan sejumlah kendaraan bermotor.

Truk kontainer bernomor polisi H 1636 BP yang melaju dari arah selatan sempat menabrak sebuah truk boks sebelum akhirnya terguling dan menghantam sejumlah kios serta sepeda motor yang berada di tepi jalur padat kendaraan itu.

 

  1.  Warga Panik

Kepanikan warga usai kecelakaan terjadi di Ungaran, Kabupaten Semarang. (Grup WhatsApp)

 

Warga terlihat panik saat kecelakaan terjadi. Mereka saling membantu korban di lokasi tersebut.

 

2. Lokasi Kecelakaan jadi Semrawut

Suasana semrawut usai kecelakaan terjadi di Bawen, Ungaran. (Grup WhatsApp)

 

Usai kecelakaan terjadi, suasana semrawut terjadi di lokasi kejadian. Selain akibat tabrakan keras, serta hiruk-pikuk warga dan pengendara. 

 

3. Warga di Lokasi Kejadian Panik

Sejumlah warga terlihat panik usai kecelakaan terjadi. (Grup WhatsApp)

 

Sejumlah warga dan pengendara panik usai kecelakaan terjadi. Mereka seolah tak percaya dengan kejadian maut tersebut. 

 

4. Polisi Siaga di Lokasi

Polisi tampak siaga di lokasi kejadian di Ungaran. (Grup WhatsApp)

 

Polisi siaga di lokasi. Selain untuk mengurai kemacetan, juga mengatur arus lalu lintas di lokasi kejadian. 

 

Ada 5 korban tewas, dan baru 2 jenazah yang teridentifikasi yakni atas nama Zamzirah warga Tambak Rejo RT 01 RW 08, Bawen, Kabupaten Semarang dan Johan Wijaya warga Tambak Boyo RT 05 RW 01, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Tiga lainnya belum teridentifikasi.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :  5 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Karambol di Bawen Ungaran

 

5 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Karambol di Bawen Ungaran

Suasana kecelakaan lalu lintas karambol di Ungaran, Kabupaten Semarang. (Grup WhatsApp)

MuriaNewsCom, Semarang – Kecelakaan karambol terjadi di Jalur Semarang-Solo, tidak jauh dari pabrik PT Apac Inti, Bawen, Kabupaten Ungaran, Selasa (29/8/2018), melibatkan sebuah truk kontainer dan sejumlah kendaraan bermotor.

Truk kontainer bernomor polisi H 1636 BP yang melaju dari arah selatan sempat menabrak sebuah truk boks sebelum akhirnya terguling dan menghantam sejumlah kios serta sepeda motor yang berada di tepi jalur padat kendaraan itu.

Kecelakaan mengakibatkan 5 korban tewas, dan baru 2 jenazah yang teridentifikasi yakni atas nama Zamzirah warga Tambak Rejo RT 01 RW 08, Bawen, Kabupaten Semarang dan Johan Wijaya warga Tambak Boyo RT 05 RW 01, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Tiga lainnya belum teridentifikasi.

Menurut saksi mata Suparjianto (45), peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 13.50 WIB itu bermula ketika truk kontainer melaju kencang dari jalanan menurun dari arah selatan. “Truk kontainer menghantam sebuah truk boks, kemudian terguling mengenai kios,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Truk kontainer melaju dari arah selatan sempat menabrak sebuah truk boks sebelum akhirnya terguling dan menghantam sejumlah kios serta sepeda motor yang berada di tepi jalur padat kendaraan itu. Dugaan sementara, truk kontainer pengangkut sepatu tersebut mengalami masalah pada remnya saat melintas di jalanan menurun dari arah selatan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Semarang AKP Dwi Nugroho belum bisa memastikan jumlah korban tewas dalam kejadian tersebut.”Sementara yang sudah dipastikan ada dua, jumlah korban seluruhnya belum bisa dipastikan,” katanya.

Petugas memberlakukan “contra flow” untuk kendaraan dari arah selatan dengan membagi ruas jalan sebelah timur untuk kendaraan dari dua arah. Selain kepolisian, PT Jasa Raharja juga mencari data korban terkait dengan santunan sesuai dengan Undang-undang nomor 34 tahun 1964.

Editor : Akrom Hazami

Kecelakaan Maut di Kebumen, 7 Tewas

Bangkai kendaraan usai tabrakan di Kebumen. (Polres Kebumen)

MuriaNewsCom, Kebumen – Tujuh nyawa melayang menyusul kecelakaan antara mobil Avanza dengan Bus Puji Kurnia di ruas jalan Kebumen – Banyumas tepatnya km 16 termasuk Dukuh Alang-alang Amba, Desa Sidomulyo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Minggu malam (27/8/2017) sekitar pukul 21.45 WIB.

Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti melalui Kasat Lantas Polres Kebumen, AKP Suryo Wibowo, menjelaskan identitas para korban, Senin dini hari (28/8/2017). Dia menyampaikan korban di mobil Avanza hitam dengan nopol T-1316-SL merupakan warga Kabupaten Demak.

Korban adalah Herly Yk Wibowo (24), warga Desa Kendal Doyong RT 08 RW 02 Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak merupakan pengemudi Avanza. Adapun enam korban lain, Kosim Abdullah, Untung Raharjo, Ato Suseno, Kenzi, Eni, Sularno. “Semuanya meninggal dunia,” kata Suryo.

Kejadian berawal saat mobil Avanza yang dikemudikan Herly melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi. Sesampai di lokasi, mobil naas itu mendahului truk diesel masuk lajur kanan dan berusaha kembali ke lajur kiri.

Saat berusaha banting setir ke kiri, Avanza lepas kendali dan masuk ke lajur kanan sebelum akhirnya bertabrakan dengan Bus Kurnia Nomor polisi B-1853-YZ yang melaju dari arah timur ke barat. “Adapun sopir sus, diketahui bernama Suroso (49), warga Desa Wirun RT 02 Rw 05 Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo,” terangnya.

Mobil Avanza berhasil dievakuasi oleh Jajaran Sat Lantas Polres Kebumen sekitar pukul 23.30 WIB dan dibawa ke Pos Lantas Karanganyar. Sementara, para penumpang bus yang selamat ditempatkan di RM Jakarta yang berada tak jauh dari lokasi menunggu bus pengganti.

Editor : Akrom Hazami

Disenggol Sepeda Motor, Pengendara Vario Asal Kudus Tewas ‘Dihajar’ Truk

Truk tangki bernopol N- 9823-UN diamankan Polres Kudus untuk dimintai keterangan. (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas dialami Arifin, warga Desa Karmalang RT 2/RW 3, Kecamatan Gebog, Kudus. Pria berusia 37 tahun itu meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan R. Agil Kusumadya, Rabu (23/8/2017).

Kanit Laka Pada Polres Kudus Iptu  I Ngatmin mengatakan, kecelakaan bermula saat Arifin yang mengendarai Honda Vario bernopol K 4013 AR melaju dari arah utara (Kudus) ke Selatan (Semarang) dengan kecepatan sedang.

Sesampainya di lokasi kecelakaan, pengendara Vario berserempetan dengan sepeda motor lain dari arah yang sama. Karena tak mampu menguasai kendaraan, akhirnya terpental ke kiri.

Nahas, di samping kiri terdapat truk tangki yang juga berjalan beriringan. Korban pun langsung terbentur  truk tangki bernomor polisi N- 9823-UN yang dikendarai Ropi’i (43) warga Desa Gondang Legi Kulon RT 5/RW 1 Kecamatan Gondang Legi, Kabupaten Malang.

Melihat adanya kecelakaan, pengendara motor yang menyenggol Vario langsung kabur, dan hingga kini masih belum diketahui identitasnya. 

“Setelah itu, korban sempat dibawa ke rumah sakit Mardi Rahayu. Namun, nyawanya tak tertolong dan meninggal di rumah sakit,” katanya.

Dari diagnosa dokter, korban luka pada kaki kanan dengan luka robek. Hanya saja, karena benturan yang cukup keras, korban sempat kehilangan banyak darah.

Sementara, kondisi sapir truk tangki, Ropi’i tidak mengalami luka apapun akibat kecelakaan tersebut.

Editor: Supriyadi

Hingga Senin Pagi, Polisi masih Periksa Kasus Kecelakaan KA di Kendal yang Tewaskan 5 Orang

Kondisi bangkai mobil yang ditabrak KA Kaligung di Desa Gebang, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. (tribratanews)

MuriaNewsCom, Kendal – Kecelakaan maut terjadi di Gemuh, Kabupaten Kendal,Minggu (20/8/2017). Kecelakaan melibatkan sebuah mobil berwarna hitam Avanza B 998 RS dan Kereta Api (KA) Kaligung di perlintasan tanpa palang pintu km 32+4/5, di Jalan Gebang Selatan, Kecamatan Gemuh.

Saksi mata, Eko Purwanto (30) melihat kjadian berawal saat mobil akan melewati perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu. Tiba-tiba ada kereta api melintas. Nahas, bagian belakang mobil tertabrak KA. Seketika, lima orang penumpang mobil meninggal dunia di tempat kejadian.  Seluruth korban dilarikan ke RSI Muhammadiyah Kendal.

Para korban adalah Muhammad Thamrin (63), Lina Retnowati (32), Nabila Jaquin (13), Muhammad Paris Ramadhan (2 ) dan Renan (8 bulan). Mereka satu keluarga. Sekeluarga itu baru pindah ke Kendal pada awal Ramadan 2017. Semula keluarga tersebut tinggal di Kalideres Jakarta Barat.

Mereka baru menetap di Penyangkringan, Kecamatan Weleri ,kabupaten Kendal. Rencananya, mereka dari Penyangkringan menuju rumah kakeknya, Suwandi, di Tejorejo, Ringinarum, Kendal. “Cucu saya yang SMP itu telepon saya terus. Bilang Kek saya mau main ke rumah kakek,” kata Suwandi kakek korban, menirukan cucunya dikutip dari tribunjateng.com.

Katanya, cucunya telepon sekitar pukul 11.30 WIB. Sekitar 20 menit kemudian Avanza hitam itu mengalami kecelakaan. Saat melintasi perlintasan tanpa penjaga palang pintu, tiba-tiba tersambar KA Kaligung.

Posisi mobil itu sedang berada di atas rel kereta api. Saat itu, KA yang sedang melintas cepat menyambar mobil. Hingga mobil pun terpental dan terseret. Korban terlempar keluar dari mobil dan bergelimpangan.

Suwandi tak tahu apa yang terjadi. Namun ada firasat tak enak hati. Kenapa si cucu tidak menelepon lagi. Dirinya pun telepon ponsel Lina, anaknya. Telepon masuk tapi tak diangkat. Kemudian telepon cucunya, juga masuk dan tidak ada yang mengangkat. Suwandi pun makin deg-degan dan hatinya gundah.

Suwandi menelepon anaknya yang lain. Barulah dikabari jika anak cucunya mengalami kecelakaan tertabrak kereta api. Suwandi berusaha tegar meski sangat berat. Dia pun bergegas ke rumah sakit di Kendal untuk memastikan dan melihat langsung tubuh anak cucunya. Kelima jenazah kemudian dibawa ke rumah kakak pertama Lina di Desa Tejorejo, Ringinarum.

Sementara kondisii KA Kaligung tak mengalami masalah kendati usai menabrak mobil. “Keretanya aman dan normal sampai tujuan. Tak ada kerusakan,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Edy Kuswoyo.

Baca juga : Kecelakan KA Tewaskan Sekeluarga di Kendal, Pemerintah Harus Ikut Tanggung Jawab

Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya melalui Kasat Lantas AKP Edi Sutrisno, mengatakan, kronologi dari tabrakan maut tersebut bermula dari Avanza yang berjalan dari arah barat atau Weleri menuju arah timur ke Gemuh. Sesampainya di lokasi, mobil Avanza tersebut belok kanan melintas jalur kereta api sebidang tanpa palang pintu dan saat itu juga melintas Kereta Api Kaligung jurusan Tegal – Semarang dari arah barat.

“Diduga pengemudi mobil ketika melintas jalur rel kurang berhati-hati dan akhirnya tertabrak Kereta Api hingga terseret ke timur sejauh 25 meter”, terangnya.

Polisi sampai saat ini masih melakukan mendalam ihwal kasus kecelakaan ini. 

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jateng, Harwan Muldidarmawan mengatakan pihaknya bakal segera mencairkan santunan untuk ahli waris korban. Para korban dijamin UU.34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Besar santunan kematian untuk korban meninggal karena kecelakaan adalah Rp 50 juta dan segera diserahkan kepada ahli waris.
Adapun ketentuan ahli waris sudah ada dalam undang-undang tersebut. Pencairannya dilakukan pada hari ini, Senin (21/8/2017).

Editor : Akrom Hazami

Duh…Lihat Teman Latihan Nyetir Mobil Malah Ketabrak Hingga Kakinya Patah

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah peristiwa kecelakaan yang tidak sengaja terjadi di lapangan sepakbola Desa Pandanharum, Kecamatan Gabus, Grobogan. Seorang warga tertabrak mobil ketika sedang menyaksikan temannya latihan nyetir di dalam lapangan.

Korban yang tertabrak mobil diketahui bernama Nanang (54), warga Desa Cinta Nagara, Kecamatan Cigedug, Garut. Pria asal Jawa Barat ini merupakan seorang pedagang yang sudah seringkali menawarkan barang dagangan di wilayah Kecamatan Kradenan dan Gabus.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa nahas itu terjadi Jumat (18/8/2017) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, Nanang sedang duduk di atas sepeda motor di bawah gawang lapangan sebelah utara. Tidak jauh dari Nanang, ada satu temannya lagi Suwarlan yang juga duduk diatas sepeda motornya.

Sedangkan di tengah lapangan, temannya Sukarno sedang diajari nyetir mobil pikap oleh Winardi. Keduanya merupakan warga Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan.

Sebelum praktik, Sukarno sempat dikasih teori mengemudi terlebih dahulu. Setelah paham, baru dilanjutkan praktik nyetir.

Awalnya, praktik nyetir berjalan lancar. Bahkan, Sukarno terlihat sempat nyetir mobil mengitari lapangan sampai beberapa kali. Namun, di tengah latihan mendadak terjadi musibah. Saat dekat dengan gawang di bagian utara, mobil yang dipakai latihan itu tiba-tiba melaju kencang ke arah dua sepeda motor yang diduduki pengendaranya.

Melihat kejadian ini, Suwarlan bergegas melompat dari atas motor dan berusaha lari menghindar. Upaya serupa juga dilakukan Nanang.

Namun, tindakannya menghindar masih kalah cepat dengan datangnya mobil yang melaju kencang tersebut. Akibatnya, Nanang tertabrak mobil tersebut dan mengalami patah kaki serta luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.

Melihat kejadian ini, rekan-rekan Nanang langsung melarikannya ke Puskesmas Kradenan untuk mendapatkan pertolongan medis. Beberapa jam setelah dirawat, Nanang akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Kapolsek Gabus AKP Zainuri ketika dimintai komentarnya membenarkan peristiwa orang tertabrak mobil di tengah lapangan sepakbola tersebut. Menurutnya, peristiwa kecelakaan itu baru dilaporkan pada pihak kepolisian hari Sabtu (19/8/2017).

Setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan seputar kejadian itu.

“Selain itu, dua barang bukti kendaraan juga diamankan. Yakni, mobil Suzuki futura jenis pikap Nopol R 1624 QD dan motor honda beat Nopol K 2134 YZ. Sedangkan jenazah korban sudah kita serahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pemuda di Pati Tewas Terbenam di Sawah Bersama Motornya

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di areal persawahan Desa Karangwage, Trangkil, Pati, Rabu (16/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pemuda bernama Agus Supartono (17), warga Tanjungrejo RT 20 RW 5, Margoyoso, Pati, ditemukan meninggal dunia di areal persawahan Desa Karangwage, Trangkil, Pati, Rabu (16/8/2017).

Korban ditemukan dalam keadaan telungkup bersama dengan sepeda motornya, Jupiter Z bernopol K 6661 BH. Adapun kepala korban dalam posisi terbenam ke dalam lumpur sawah.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis, korban meninggal dunia delapan jam sejak ditemukan pada pukul 06.30 WIB. Korban mengalami pendarahan pada hidung dengan kondisi lidah menjulur dan tergigit.

“Korban meninggal dunia karena terbenam dalam lumpur dan mengalami afiksasi. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban,” ungkap salah satu tim medis, dr Wahyu Setyawarni.

Pihak kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyimpulkan, korban mengalami kecelakaan. Saat terjatuh, posisi kepala terendam lumpur sehingga tidak bisa bernapas.

Sejumlah barang milik korban yang ditemukan di TKP, antara lain uang tunai Rp 100 ribu, telepon seluler warna hitam, sepeda motor, dan sandal merek Carvil. Penemuan mayat tersebut sempat menjadi tontonan warga setempat.

Editor : Ali Muntoha

Gara-gara Truk Standing di Grobogan, Polisi Bereaksi Seperti Ini

Truk standing saat mengangkut muatan berat di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panjie Gedhe Prabawa mengimbau pada para pengemudi kendaraan bak terbuka agar memperhatikan barang muatan yang dibawa. Imbauan itu dilontarkan seiring adanya kecelakaan tunggal yang terjadi di kawasan Watu Getuk Jatipohon di ruas jalan Purwodadi-Pati, sekitar pukul 14.00 WIB.

Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas dari kedua arah sempat tersendat. Kendaraan itu akhirnya bisa diposisikan normal lagi setelah sebagian muatannya dipindahkan ke truk lain.

Kendaraan yang mengalami kecelakaan adalah sebuah truk warna biru yang mengangkut puluhan batang glugu. Diduga muatannya terlalu banyak, bagian depan truk tersebut sempat jumping atau terangkat.  

“Kecelakaan yang terjadi disebabkan kendaraan kelebihan muatan. Untungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah itu,” tegasnya, Jumat (11/8/2017).

Meski tidak menimbulkan korban, namun Panji meminta agar kejadian itu bisa dijadikan perhatian. Khususnya, bagi pengemudi atau pemilik kendaraan bak terbuka supaya tidak memaksakan memuat barang di luar ketentuan.

“Muatan barang dalam kendaraan bak terbuka itu ada batas tonasenya. Jadi tidak boleh asal muat sebanyak-banyaknya,” sambungnya.

Panji menambahkan, mengangkut muatan melebihi ketentuan bisa membahayakan. Tidak hanya bagi pengemudi dan penumpang saja. Tetapi juga bagi pengendara lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Ini Daftar Korban Kecelakaan di Pati-Kudus, 1 Tewas dan 2 Luka

Petugas tengah melakukan proses evakuasi pada korban kecelakaan di Jalan Pati-Kudus, Wangunrejo, Margorejo, Pati, Selasa (1/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan beruntun yang melibatkan kendaraan colt diesel H 1385 VE, truk gandeng P 9001 UL dan trailer peti kemas L 9702 UQ terjadi di Jalan Pati-Kudus, Desa Wangunrejo, Margorejo, Pati, Selasa (1/8/2017) dini hari.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan pengemudi colt diesel, Aris Munandar (34), warga Desa Kucir RT 5 RW 2, Kecamatan Wonosalam, Demak, meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan.

Sementara dua orang mengalami luka ringan. Keduanya adalah penumpang colt, Ali Mas’ud (31), tetangga korban yang mengalami patah kaki dan Abdul Wahid Joyo (19), pengemudi truk gandeng asal Jember, Jawa Timur yang mengalami robek dan lecet.

“Korban meninggal dibawa ke RSUD Soewondo, sedangkan dua korban yang mengalami luka-luka menjalani perawatan intensif di RS Keluarga Sehat Pati. Penumpang colt bernama Aris tidak sadarkan diri dan pengemudi truk gandeng bernama Abdul Wahid masih sadar,” ujar Kasat Lantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan terjadi akibat kendaraan colt yang melaju dari barat ke timur mengambil jalan terlalu kanan, sehingga menabrak truk gandeng yang melaju dari arah berlawanan.

Trailer yang berjalan di belakang colt tidak bisa mengendalikan kendaaraan akibat kecelakaan di depannya dan menghantam colt pada bagian samping kanan. Kondisi sopir colt yang terjepit membuat proses evakuasi memakan waktu yang cukup lama.

Akibatnya, jalan pantura Pati-Kudus mengalami kemacetan total sepanjang belasan kilometer. Kemacetan mengular juga sempat terjadi di kawasan Jalur Lingkar Selatan (JLS) yang menghubungkan Margorejo dan Juwana.

Editor : Akrom Hazami

Kecelakaan di Jalan Pati-Kudus, Sopir Truk Tewas Mengenaskan

Kondisi truk diesel yang mengalami kerusakan parah setelah bertabrakan dengan truk gandeng di Jalan Pati-Kudus, Selasa (1/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara kendaraan truk diesel dan truk gandeng terjadi di Jalan Pati-Kudus, Desa Wangunrejo, Margorejo, Pati, Selasa (1/8/2017) pagi.

Akibat kecelakaan tersebut, sopir truk diesel tewas di tempat dalam keadaan mengenaskan. 

Dari informasi yang dihimpun, truk diesel melaju dari arah barat ke timur (Kudus-Pati) beriringan dengan kendaraan boks tronton. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), truk diesel oleng ke kanan dan menabrak truk gandeng yang melaju dari timur ke barat (Pati-Kudus).

“Kejadian yang berlangsung cepat membuat para sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Truk diesel terdorong sampai muter balik menghadap barat. Kondisi sopir truk diesel terjepit dan meninggal dunia,” kata Kapolsek Margorejo AKP Eko Pujiyono.

Saat ini, petugas masih melakukan proses identifikasi lebih lanjut untuk menangani kecelakaan tersebut. Sementara proses evakuasi cukup sulit, karena korban meninggal dunia terjepit dalam keadaan mengenaskan.

Akibat kecelakaan tersebut, jalan pantura sempat mengalami macet total hingga belasan kilometer. Jalur Lingkar Selatan (JLS) juga mengalami macet yang cukup parah.

Editor : Akrom Hazami 

 

Kecelakaan Avanza vs Truk di Jalan Pati-Kudus, Satu Orang Tewas

Keadaan mobil Avanza berpelat nomor Surabaya seusai kecelakaan dengan truk bermuatan jeruk di Jalan Pati-Kudus Km 8, Sabtu (22/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara mobil Toyota Avanza Veloz bernomor polisi L 179 RO dan truk bermuatan jeruk terjadi di Jalan Pati-Kudus Km 8, Desa Bumirejo, Margorejo, Pati, Sabtu (22/7/2017) siang.

Mobil Avanza yang diduga milik anggota TNI AL tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah. Hampir separuh badan mobil bagian depan mengalami ringsek total.

Sumber yang dihimpun MuriaNewsCom di lapangan, satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut adalah Jufriaderi warga Desa Rawabaru, Kecamatan Semampir, Surabaya. Dia merupakan pengemudi Avanza berpenumpang istri dan dua anaknya yang duduk di bagian tengah.

“Satu orang meninggal dunia. Istri dan dua anaknya selamat. Sementara sopir truk bermuatan jeruk juga selamat,” ujar seorang sumber yang melihat kejadian.

Ada banyak atribut TNI dalam mobil tersebut, seperti baju hingga pelat nomor bertuliskan TNI AL. Dalam keadaan ringsek, terlihat airbag pada bagian penumpang samping pengemudi menyembul.

Sumber juga menyebutkan, kecelakaan terjadi saat mobil Avanza melaju dari barat ke timur (Semarang-Surabaya). Mobil disebut ambil posisi terlalu kanan hingga menabrak truk yang melaju dari timur ke barat.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan jalan pantura mengalami macet total sepanjang sekitar lima kilometer. Sampai berita ini dilaporkan, petugas masih melakukan proses identifikasi dan evakuasi.

 

Editor : Kholistiono

Pecah Ban, Truk Tronton Tanpa Muatan Terjang Median Jalan di Purwodadi Grobogan

Pot bunga di atas pulau jalan di sebelah barat Mapolres Grobogan rusak diterjang truk yang mengalami pecah ban, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan tunggal terjadi di jalan Gajah Mada Purwodadi, tepatnya di sebelah barat Mapolres Grobogan, Jumat (21/7/2017). Sebuah truk tronton tanpa muatan mengalami pecah ban depan sebelah kanan saat melintas sekitar pukul 13.15 WIB.

Akibat kejadian ini, sopir truk Agung Prasetyanto (48), warga Gemah Raya, Kota Semarang tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Kemudian, truk warna merah dengan nomor polisi H 1657 TG justru melaju naik ke tengah median jalan dan menabrak pot bunga yang ada di atasnya.

Pot bunga berbentuk persegi panjang itu hancur akibat tertabrak truk. Setelah menghantam pot keempat, kendaraan berhenti dan akhirnya di bisa dikemudikan ke pinggir jalan.

Tidak ada korban dalam musibah tersebut. Sopir truk dan kernetnya tidak mengalami luka sedikitpun tetapi masih terlihat kaget dengan musibah yang dialami.

“Sepanjang perjalanan tadi tidak ada kendala. Setelah masuk kota Purwodadi ban depan sebelah kanan pecah. Untungnya, tidak ada korban,” kata Agung.

Menurutnya, sebelumnya truk tersebut dipakai mengantar spring bed ke Solo. Saat mengalami musibah pecah ban, ia dalam perjalanan pulang menuju Semarang.

Kanit Patroli Satlantas Grobogan Ipda Afandi menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait yang menangani taman jalan untuk menangani kerusakan pot bunga tersebut.

“Bagian pot yang berceceran ke jalan sudah kita bersihkan agar tidak membahayakan pengguna jalan. Dari dinas terkait juga sudah kita kasih tahu kejadian ini,” katanya di lokasi.

Editor : Akrom Hazami

Sunardi Tewas Terlindas Truk di Jematan Jeruk Kaliori Rembang

Korban sedang dievakuasi ke mobil polisi untuk dibawa ke rumah sakit. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sunardi (40) warga Dukuh Siman, Desa Sendang Agung, Kecamatan Kaliori, Rembang, tewas terlindas truk tangki di Jembatan Jeruk Desa Sendang Agung, Kecamatan Kaliori, Rabu (12/7/2017) siang.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa tersebut bermula ketika korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Viz-R dengan nomor polisi K 3084 TD melaju dari arah timur. Ketika sampai di lokasi kejadian, Sunardi berupaya menyalip truk tangki yang ada di depannya, dari posisi sebelah kiri truk.

Namun nahas, ketika menyalip, korban menabrak pagar jembatan dan terpental hingga mengenai badan truk dan akhirnya terjatuh dan terlindas truk.

Salah seorang rekan korban Jurawan mengatakan, tadinya korban baru pulang dari warung kopi miliknya yang ada di Ketanggi. Namun tak disangka, Sunardi malah mengalami kecelakaan di Jembatan Jeruk.

Kemudian untuk pengemudi truk sendiri, langsung melarikan diri beserta kendaraannya dengan alasan akan melaporkan kejadian tersebut ke pos polisi yang ada di pertigaan Pentungan Rembang.

“Sopirnya itu melarikan diri, dan katanya mau lapor ke polisi. Padahal dari keterangan polisi, di Pos Pentungan tak ada petugas,” ucapnya.

Dia menambahkan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB dan polisi datang ke TKP sekitar satu jam  setelah kejadian. “Bahkan dari pihak keluarga dan warga setempat yang membantu membawa jenazah korban ke mobil dari Polsek Sumber yang saat sedang melinta,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

2 Kendaraan Terperosok Sawah di Jalan Purwodadi-Semarang Grobogan

Truk mengalami kecelakaan terperosok di salah satu sawah di Kabupaten Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua peristiwa kecelakaan terjadi di jalur Purwodadi-Semarang dalam waktu berlainan. Dalam kecelakaan ini, tidak terdapat korban jiwa namun kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.

Kecelakaan pertama menimpa mobil Suzuki Splas BE-2806-CQ, Selasa (11/7/2017) sekitar pukul 23.00 WIB. Lokasi kecelakaan berada pertigaan jalan masuk menuju Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi. Tidak lama setelah kejadian, kendaraan yang terperosok langsung dievakuasi malam itu juga.

Kecelakaan kedua terjadi pada Rabu (12/7/2017) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Sebuah truk fuso warna hijau tanpa muatan keluar dari bahu jalan dan terperosok di sawah. Lokasi kecelakaan tidak jauh dari kecelakaan sebelumnya namun masuk wilayah Desa Pulorejo, Kecamatan Purwodadi.

Truk dengan nopol H 1625 CS tersebut berjalan dari Semarang menuju Purwodadi. Truk terperosok sawah yang jadi tontonan warga berhasil dievakuasi siang harinya.

Kasatlantas Polres Grobogan AKP Panji Gede Prabawa mengatakan, kecelakaan pertama disebabkan pengemudi menghindari orang yang berjalan di badan jalan. Diduga pejalan yang sempat bikin kaget itu adalah orang gila.

“Pengemudi yang bermaksud menghindari orang gila tersebut banting setir ke kiri, sehingga terperosok ke sawah. Sedangkan kejadian kedua diduga sopirnya ngantuk. Tidak ada kerugian korban jiwa,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Seorang Kakek di Grobogan Tewas Tertabrak Kereta Barang

Warga mengevakuasi korban yang tewas tertabrak kereta api di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Nasib tragis menimpa Soyo, warga Dusun Grompol, Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan, Minggu (9/7/2017). Saat menyeberangi lintasan kereta api tanpa palang menggunakan motor, kakek 60 tahun itu tertabrak sebuah kereta barang yang tengah melaju kencang hingga tewas seketika.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 13.15 WIB. Saat itu, korban diketahui tengah mengendarai motor Honda Revo dari arah Selatan. Sesampai di perlintasan tanpa palang, korban langsung saja melintas tanpa melihat kanan kiri.

Padahal pada saat bersamaan, dari arah timur terlihat ada kereta barang yang melaju menuju arah Jakarta. Beberapa warga sudah berupaya memberikan peringatan saat melihat ada pemotor mencoba menyeberangi lintasan. Namun, peringatan itu terlambat didengar.

“Masinis kereta bahkan sudah berulangkali membunyikan klakson agar pengendara motor itu jangan melintas. Namun, orang itu sepertinya tidak mendengarkan,” kata Sutrisno, warga setempat.

Kapolsek Kradenan AKP Abbas ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya peristiwa orang tertabrak kereta api tersebut. Kemungkinan, korban kurang waspada saat mau menyeberangi perlintasan kereta yang tidak dilengkapi palang pintu tersebut.

“Kasus ini murni sebuah kecelakaan dan jenazah korban sudah kita serahkan pada keluarganya untuk dimakamkan,” katanya.

Editor : Kholistiono

Petaka Truk Jagung Guling di Grobogan, 5 Orang Luka

Warga berada di lokasi truk guling di Kabupaten Grobogan, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan tunggal terjadi di jalan Purwodadi-Pati, tepatnya di Dusun Bringin, Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, Sabtu (9/7/2017). Sebuah kendaraan truk bermuatan jagung terguling sekitar pukul 11.30 WIB.

Informasi yang didapat menyebutkan, kecelakaan terjadi saat truk dengan nomor polisi K 1529 WF yang mengalami pecah ban belakang sebelah kiri. Akibatnya, sopir truk bernama Yahmo (45), warga Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga akhirnya terguling. Sementara muatan jagungnya berceceran di tengah jalan.

Tergulingnya truk bermuatan jagung mengakibatkan sopir dan lima penumpangnya mengalami luka-luka akibat terbentur bodi kendaraan dan terpental aspal. Tiga orang di antaranya adalah anak-anak.

“Sopir dan penumpang semuanya dilarikan ke Puskesmas Grobogan. Mereka hanya menjalani rawat jalan karena lukanya tidak parah. Semua penumpang warga Desa Sedayu,” jelas Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Dijelaskan, saat kejadian truk berjalan dari arah utara. Tujuannya, untuk mengantar jagung ke rumah pembeli. Namun, di tengah perjalanan kendaraan mengalami musibah pecah ban hingga akhirnya terguling.

Editor : Akrom Hazami

 

KA TABRAK MOBIL : 4 Tewas di Katong Grobogan

Kereta Api Argo Bromo menabrak mobil di Katong, Kecamatan Toroh, Grobogan, Sabtu (20/5/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)KA

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api di Katong, Kecamatan Toroh, Grobogan, Sabtu (20/5/2017). Sebuah mobil Daihatsu Xenia yang melintasi rel tanpa palang pintu tertabrak kereta api (KA).

Informasi yang didapat di lapangan menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.45 WIB. Mobil dari arah utara menyeberangi rel. Padahal, dalam waktu bersamaan sedang melaju kereta api Argo Bromo dari arah Surabaya.

Mengingat jaraknya sudah dekat, tabrakan tak bisa dihindari. Setelah tertabrak, mobil menempel di loko kereta dan terseret hingga ke Stasiun Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan.

Lokasi kecelakaan berada di timur Sungai Serang yang masuk wilayah Kecamatan Toroh.  Sedangkan posisi stasiun ada di barat Sungai Serang yang masuk wilayah Kecamatan Penawangan. Jarak lokasi tabrakan hingga kereta berhenti sekitar 700 meter.

Lantaran terseret loko, muncul percikan api dari bodi kendaraan yang menempel rel. Kondisi ini akhirnya menyebabkan mobil ringsek dan hangus terbakar. Bagian depan loko kereta dengan nomor seri CC 2061392 terlihat gosong kena jilatan api dari mobil yang terbakar.

“Penumpang masih ada di dalam kendaraan belum bisa dievakuasi. Informasi sementara ada empat penumpang mobil dan semua meninggal. Data lengkap nanti setelah kita evakuasi,” kata Kapolsek Toroh AKP Sudarwati di Stasiun Sedadi.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Warga Grogolan Pati Tewas Dihantam Truk Pengangkut Tebu

Petugas kepolisian mengevakuasi korban ke rumah sakit. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Pati – Nasib nahas menimpa Suwiknyo (50), warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Pria yang diketahui sebagai salah seorang perangkat desa ini mengalami kecalakaan di Jalan Tayu-Puncel, Alasdowo, Dukuhseti, Selasa (16/5/2017) malam.

Menurut keterangan saksi, Suharno, kejadian  bermula ketika sepeda motor yang kendarai Suwikyo berjalan dari arah utara. Saat di lokasi kejadian, Suwiknyo berusaha menghindari jalan berlubang di depannya.

Nahas, saat menghindari jalan berlubang, Suwiknyo langsung dihantam truk bermuatan tebu dari arah depan. Korban akhirnya meninggal dunia di tempat.

“Tadinya sepeda motor mau menghindari jalan berlubang, tapi dari depan ada truk bermuatan tebu yang sedang melaju. Kecelakaan akhirnya tidak dapat dihindari,” imbuhnya.

Korban meninggal dunia di tempat kejadian, karena mengalami luka yang cukup parah pada bagian kepala. Tak lama setelah tabrakan, petugas dari Polsek Dukuhseti mendatangi tempat kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

Sepeda motor korban bernopol K 4615 FS dan mobil truk tebu bernopol H 1639 LS yang mengalami kecelakaan diamankan di Mapolsek setempat. Sopir truk, Zaenal Arifin, warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti juga diamankan untuk dimintai keterangan.

Editor : Kholistiono

Ini Kronologi Kecelakaan yang Menewaskan Menantu dan Cucu KH Sya’roni

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Kecelakaan maut terjadi di Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamat, Kamis (20/4/2017) malam. Muhammad Yusrul Ula (30) dan anaknya Thalita Aisyah Rohmah (5), yang merupakan menantu dan cucu KH Sya’roni meninggal dunia terlindas mobil. Sementara sang ibu Nailis Hilda (26) mengalami luka patah tangan dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama mengungkapkan, peristiwa nahas itu terjadi pada pukul 19.15 petang. Ia berujar kecelakaan itu melibatkan sebuah mobil Suzuki Swift K 9008 AL yang dikendarai oleh  Sri Karyati (36) warga Tahunan  dan motor bebek Supra K 4938 V yang dikemudikan Muhammad Yusrul Ula warga Dukuh Pagongan,Kelurahan Kajeksan, Kecamatan Kudus. “TKP berada di depan Gereja Pendosawalan sebelum pom bensin,” kata Kasatlantas, Jumat (21/4/2017). 

Kronologi kejadian itu bermula, ketika motor berjalan di depan mobil, beriringan dari arah Kudus menuju Jepara. Diduga motor yang ditumpangi tiga orang itu hendak berbelok ke kanan, sementara mobil tak bisa menguasai kendaraan dan sempat menabrak motor. 

Baca juga : Menantu dan Cucu KH Sya’roni Achmadi Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Lalu Lintas

 

Motor yang ditumpangi Yusrul, Nailis dan Thalita lantas jatuh ke sisi kanan. Sri Karyati tak mampu mengendalikan laju mobil dan menabrak motor tersebut. 

“Pengendara mobil tak mengalami luka. Sementara pemotor atas nama Muhammad Yusrul Ula dan Thalita meninggal dunia, mengalami memar di kepala. Adapun Nailis mengalami patah tangan kanan dan kiri. Sesaat setelah kejadian, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kalinyamat (Bakalan) lalu dirujuk ke rumah sakit,” terang Andhika. 

Dirinya menambahkan,  saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan Unit Lakalantas Polres Jepara. Pengendara mobil Swift telah diperiksa oleh pihak kepolisian. 

Mobil dan motor yang mengalami kecelakaan saat ini diamankan di Mapolres Jepara. Kondisi mobil mengalami penyok dibagian bemper, sementara motor mengalami kerusakan di kaca spion.

Editor : Kholistiono