Kakek Pensiunan PNS di Rembang Tewas Tertabrak Bus

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang –  Nasib nahas menimpa Adi (86) warga RT 2 RW 3 Kelurahan Kutoharjo, Kecamatan Rembang. Adi tewas di Jalur Pantura wilayah setempat pada Rabu (14/6/2017) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Kakek yang diketahui sebagai pensiunan PNS ini tertabrak bus PO Haryanto B 7054 VGA yang sedang melintas.

Dari infomasi di lapangan, ketika itu Adi menyeberang jalan dari utara ke selatan. Sedangkan bus yang dikemudikan Shofiyut Tamam (28) warga Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, Pati, tepat melintas dengan kencang.

“Asalnya itu, bus melaju dari arah barat menuju timur. Namun di saat yang bersamaan korban menyeberang dari utara ke selatan. Karena jarak sudah terlalu dekat, kecelakaan tak terhindarkan,” kata Kanit Laka Lantas Polres Rembang Ipda MS. Karim.

Dari kejadian tersebut, korban mengalami luka parah pada bagian kaki dan nyawanya tidak tertolong. sedangkan bus dan sopirnya diamankan oleh polisi beberapa saat setelah kejadian, sekaligus untuk menghindarkannya dari amuk massa di lokasi.

“Dari peristiwa tersebut, kami imbau semua pengguna jalan supaya tetap berhati-hati dan mentaati aturan berkendara. Mengingat, semakin tambahnya jumlah volume kendaraan jelang arus mudik Lebaran tahun ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ini Identitas Pengendara Motor yang Tewas Ditabrak Truk Tronton di Rembang

Truk tronton yang menabrak pengendara sepeda motor, yang kemudian juga menabrak tiang papan reklame. Akibat kecelakaan ini, satu orang meninggal dunia. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Kecelakaan terjadi di perempatan Jalan RA Kartini Rembang, Senin (12/6/2017). Seorang pengendara sepeda motor Rekno Sugiri (25) warga Desa Joho Gunung, Kecamatan Pancur, Rembang, tewas ditabrak truk tronton ketika dirinya berhenti pada perempatan yang pada saat itu traffic light sedang menyala merah.

Truk bermuata mie instan yang dikemudikan Abid (50) warga Bojonegoro diduga mengalami rem blong, sehingga menabrak beberapa pengendara yang sedang berhenti mengikuti traffic light yang menyala merah.

Rekan korban, Andi Suheri warga tempaling mengatakan, korban saat itu selesai  regestrasi kuliah di kantor  Dinas Pendidikan (Diknas) Rembang. “Ketika akan pulang ke ruma kok malah mengalami musibah kecelakaan,” ungkapnya.

Sementara itu, ada dua pengendara lain yang turut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Dua orang tersebut mengalami luka lecet. Yakni Saliman (44) warga Desa Kwangsan, Kecamatan Kaliori dan Munawaroh (24) warga Desa Ngadem, Kecamatan Rembang.

Ana, salah satu saksi mata mengatakan, awalnya truk melaju dari arah Blora menuju utara menuruni turunan perempatan Jalan Kartini atau perempatan pasar. Ketika sampai di TKP, truk mengalami rem blong, sehingga menabrak pengendara lainya yang sedang berhenti di perempatan tersebut.

Editor : Kholistiono

Truk Tronton Muatan Mie Instan Seruduk Pengendara Motor, 1 Orang Tewas

Truk tronton di Rembang yang diduga mengalami rem blong dan menabrak pengendara sepeda motor. Satu orang dikabarkan meninggal dunia. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Truk tronton bernomor polisi W 8229 UB menabrak pengendara sepeda motor yang sedang berhenti pada perempatan di Jalan Kartini Rembang, Senin (12/6/2017) sekitar pukul 12.30 WIB.

Truk bermuatan mie instan yang dikemudikan Abid (50) warga Bojonegoro ini, diduga mengalami rem blong. Akibat kecelakaan ini, informasi sementara, satu orang dikabarkan meninggal dunia.

“Kejadiannya ini ketika lampu merah sedang menyala, dan beberapa pengendara sepeda motor berhenti. Nah tiba-tiba dari arah belakang ada truk tronton yang tiba-tiba menabrak tiga pengendara yang sedang berhenti. Kemudian truk juga menghantam papan iklan yang berada di sebelah utara perempatan ini. Ada satu orang yang meninggal dan dua lainnya luka-luka,” ungkap Ana, salah satu saksi mata.

Informasi yang didapatkan, korban kecelakaan yang meninggal dunia tersebut merupakan warga Kecamatan Pancur. “Setahu saya yang meninggal itu laki-laki. Yakni warga Kecamatan Pancur. Dan dua lainnya perempuan dan laki-laki hanya luka lecet,” imbuhnya.

Sementara itu, Abid (50) yang merupakan sopir truk mengatakan, ketika truk yang dikemudikannya sampai di TKP, tiba-tiba tak bisa dikendalikan karena remnya rusak. “Posisi tadi itu mau bersiap-siap berhenti. Sebab saat itu lampu merah menyala. Lha malahan truk ini tidak bisa dikendalikan,” paparnya.

Kemudian, terkait kondisi truk, dirinya mengatakan, jika sebelum berangkat menuju Semarang untuk mengantar muatan mie instan, truknya tersebut sudah dicek, dan kondisinya katanya bagus. Baik itu lampu, rem dan lainnya.

Saat ini, pihak kepolisian Satuan Lalu Lintas Polres Rembang telah mengamankan sopir tersebut guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Editor : Kholistiono

Gandengan Truk Lepas, Jalan Pantura Rembang Sempat Macet

 Gandengan truk yang terlepas akibat tersenggol truk di Jalan Pantura Rembang, Rabu (28/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Gandengan truk yang terlepas akibat tersenggol truk di Jalan Pantura Rembang, Rabu (28/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Truk gandeng bernomor polisi L 8544 UD mengalami kecelakaan di Jalan Pantura Rembang, tepatnya di Desa Tireman, Kecamatan Rembang, pada Rabu (28/12/2016) sekitar pukul 07.00 WIB.

Informasi yang didapatkan di lapangan, mobil truk gandeng yang dikemudikan Darmawan (39) asal Desa Mojoramping RT 9 RW 3 Bangsal, Mojokerto, tersebut berawal ketika truk yang dikemudikannya berjalan dari arah barat (Semarang) menuju ke Surabaya.

Ketika sampai di lokasi kejadian perkara (TKP) ada truk dengan nopop AA 1697 CA yang dikemudikan oleh Supeno (46) asal Desa Beringin RT 8 Rw 8 Kecamatan Nagrikeler Purwakarta berjalan dari timur (Surabaya) untuk menuju ke Semarang, yang tiba-tiba oleng ke kanan, dan menyenggol gandengan truk miliknya, hingga terlepas.

Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, gandengan truk yang terlepas tersebut mengakibatkan arus lalu lintas sempat macet, karena gandengan truk berada di tengah jalan.

Kasat Lantas Polres Rembang AKP M. Rikha Zulkarnaen melalui Kanit Laka Lantas Ipda MS Karim mengatakan, bahwa petugas sudah melakukan evakuasi gandengan truk, sehingga kondisi arus lalu lintas tidak macet. “Tidak ada korban jiwa. Kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 15 juta,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Tabrak Tugu PKK di Bundaran Galonan Rembang, Dua Pemuda Tewas

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Nasib nahas menimpa Ragil Sunaryo (29) dan Hartoyo (25) warga Desa Pulo, Rembang. Sepeda motor jenis Honda Beat bernomor polisi K 5907 RM yang dikendarai mereka menabrak tugu PKK di Bundaran Galonan di Jalan Rembang- Blora, Rabu (28/09/2016) pagi.

Akibat peristiwa tersebut, keduanya mengalami luka yang cukup parah dan meninggal dunia. Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, di mana jalanan masih sepi.

“Mereka ngebut dari arah selatan, dan pas di TKP, kendaraan yang ditunggangi korban oleng dan menabrak tugu. Keduanya mengalamai luka yang cukup parah dan tak berapa lama langsung dilarikan oleh petugas kepolisian ke rumah sakit. Meski begitu, nyawa mereka tidak tertolong,” ujar Harso, salah satu saksi mata.

Sementara itu, Kepala Unit Laka Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Iptu Muhammad Karim mengatakan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan tunggal tersebut. “Apakah karena mengantuk atau dipicu sebab lain, termasuk dugaan terkena pengaruh minuman beralkohol,” katanya.

Editor : Kholistiono

Cara Polisi Rembang Kurangi Kecelakaan Lalu Lintas

kecelakaan

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur pantura Rembang. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Angka kecelakaan di Rembang yang tinggi membuat Polrs Rembang melalui Satuan Polisi Lalu Lintas melakukan berbagai cara untuk meminimalisiasi kecelakaan.

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsia mengatakan bahwa pihaknya memiliki tiga jurus jitu dalam mengurangi angka kecelakaan di Rembang.

“Kami telah melaksanakan tiga cara sebagai upaya meminimalisir,” jelas dia

Yang pertama, katanya, berupa tindakan preemtif. Yaitu dengan memberikan pemahaman kepada pengguna jalan dan masayarakat akan pentingnya keselamatan lalu lintas. “Selain itu kami juga memasang tulisan-tulisan imbauan di titik-titik yang rawan kecelakaan lalu lintas,” ujar Ghifar.

Selanjutnya, kata dia, berupa tindakan preventif. Yaitu berupa patroli yang dilaksanakan di jalur pantura. Karena memang jalur tersebut yang memakan banyak korban.

“Setiap jalur yang rawan pada waktu-waktu tertentu selalu dilaksanakan kegiatan patroli jalur pantura. Harapannya pengguna jalan bisa berhati-hati,” katanya.

Terakhir, imbuhnya, pihaknya memberikan sanksi tilang kepada pengguna jalan yang melanggar. “Agar para pengguna jalan selalu mentaati aturan lalu lintas. Bila tidak mentaati, akan dilakukan penindakan dengan tilang,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

58 Orang Tewas di Jalur Pantura Rembang

tewas

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur pantura Rembang. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 58 jiwa tewas  di tempat akibat kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan raya yang ada di Kabupaten Rembang. Jumlah tersebut terhitung sejak 01 Janauri 2016 sampai 29 Juni 2016.

Sedangkan untuk korban luka ringan sampai saat ini terhitung sebanyak 286 orang. Sementara, untuk luka berat hanya 1 orang.  Secara kumulatif, di Rembang sendiri sampai saat ini terhitung sebanyak 244 kali kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah kecelakaan tersebut, terhitung kerugian material sebanyak Rp 287.985.000.

Kasatlantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsia mengaku, mayoritas kecelakaan yang terjadi di Rembang memang terjadi di jalur pantura Rembang. Yang mana jalur yang mengular mulai dari Kaliori hingga Lasem dengan jarak kurang lebih 60 kilometer tersebut banyak memakan korban jiwa maupun luka.

Berdasarkan penjelasannya, mayoritas penyebab kecelakaan yang terjadi di Rembang disebabkan oleh faktor human error (kesalahan manusia). “Cenderung (penyebabnya) faktor manusia,” jelas dia.

Sedangkan, dari jumlah tersebut dapat dipastikan akan naik hingga akhir tahun. Hal itu dikarenakan Rembang sebagai salah satu kabupaten yang dilintasi jalur pantura. Jalur itu mempunyai kesibukan yang tidak pernah ada hentinya selama 24 jam.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pengendara Scoopy Berjas Hujan Tewas Ditabrak Truk di Rembang

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang pengendara Honda Scoopy tewas mengenaskan setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Pantura depan SMP Negeri 1 Kragan Kabupaten Rembang, Rabu (17/2/2016) subuh sekira pukul 04.00 WIB.

Korban diketahui bernama Ikhsanul Latif (20) warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Kragan, Rembang. Diduga korban tewas karena terlibat tabrakan dengan kendaraan besar berupa truk. Saat proses evakuasi korban masih mengenakan jas hujan.

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi mengatakan kendaraan yang terlibat kecelakaan dengan korban belum terlacak karena minimnya keterangan dan saksi. Namun, pihaknya menduga, pengendara Honda Scoopy K 6424 UM kaget sebab kendaraan di depannya mengurangi kecepatan secara tiba-tiba.

“Kemungkinan korban terlibat tabrakan dengan truk berdasarkan bekas cat warna hijau yang menempel di setang sepeda motor,” ungkapnya ketika dihubungi MuriaNewsCom.

Terkait kronologi kecelakaan, menurutnya korban melaju dari arah barat ke timur. Karena posisi kendaraannya membujur ke timur. “Berdasarkan olah TKP, korban kemungkinan melaju dari arah barat ke timur. Namun, korban terlempar hingga ke sisi selatan jalan,” jelasnya.

Meski sempat dilarikan ke Pukesmas terdekat, namun nyawa korban tidak tertolong. Penyebab korban meninggal dunia, lanjut Ghifar, akibat luka robek pada dahi serta luka pada leher dan kaki.

Editor : Akrom Hazami

Siswa SMK Tewas Ditabrak Truk di Rembang Saat Sopir Hindari Sekelompok Anak Sekolah

Petugas Unit Laka Satlantas Polres Rembang sedang melakukan olah TKP di desa Jukung Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang, Kamis (11/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Petugas Unit Laka Satlantas Polres Rembang sedang melakukan olah TKP di desa Jukung Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang, Kamis (11/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pelajar SMK Annuroniyah, Sulang, Rembang, tewas akibat kecelakaan di Jalur Rembang-Blora di Desa Jukung, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Kamis (11/2/2016).

Korban diketahui bernama Ahmad Nurhadi Mustofa (17) warga RT 1 RW 5 Dukuh Kajar, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Saat kejadian korban sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega warna hitam K 2062 KM.

Sementara truk colt Diesel B 9128 KM yang menabrak korban, dikemudikan oleh Safrizal (30) warga Desa Purworejo RT 01 RW 01, Kecamatan Jenu, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara dan hasil penyelidikan Satlantas Polres Rembang, kejadian berawal ketika Nurhadi melaju dari arah timur ke barat, di belakang sebuah sepeda motor yang tak diketahui identitasnya.

“Sesampainya di lokasi kejadian, korban berjalan ke kanan bermaksud menyalip sepeda motor di depannya,” ungkap Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi kepada MuriaNewsCom.

Dijelaskan olehnya, saat bersamaan truk colt diesel B 9128 KM melaju dari arah berlawanan. Melihat ada sepeda motor dari arah berlawanan, sopir truk sempat membanting setir ke kiri.

“Namun, di bahu kiri jalan ada sekelompok anak sekolah yang sedang berjalan kaki. Sehingga pengemudi truk membanting lagi setir ke kanan dan tabrakan tidak terhindarkan,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Berangkat Sekolah, Pelajar Kendarai Mio Tewas Terlindas Truk Trailer di Rembang

Bus Vs Satria FU di Bandengan Jepara, Satu Orang Tewas Terlindas Bus

Berangkat Sekolah, Pelajar Kendarai Mio Tewas Terlindas Truk Trailer di Rembang

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang pelajar tewas mengenaskan terlindas truk trailer di jalur pantura di Desa Tanjungan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Selasa (9/2 /2016) pagi sekitar pukul 06.30 WIB

Pelajar yang mengalami nasib nahas tersebut diketahui bernama Alia Ayunistya warga RT 06 RW 01 Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang. Alia meregangkan nyawa di lokasi ketika hendak berangkat ke sekolah.

Kejadian bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi K-6153-MM melaju dari arah timur menuju ke barat. Sementara truk trailer dengan nomor L-8780-UX yang dikemudikan Bambang (56) warga Gunung Kramat Barat 6 No 44 Surabaya, Jawa Timur, berada di depannya.

Sesampainya di lokasi, korban berusaha mendahului truk trailer dengan nomor polisi L-8780-UX. Namun, korban mendahului melalui jalur sebelah kiri. Karena kondisi jalan bergelombang, korban tidak dapat menguasai laju sepeda motor. Akhirnya korban oleng dan terjatuh ke kanan hingga masuk ke kolong truk trailer dan terlindas.

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi mengatakan korban seketika meninggal dunia di lokasi kejadian. “Korban langsung meninggal di lokasi kejadian,” jelasnya ketika di hubungi MuriaNewsCom.

Ghifar menegaskan, guna penyidikan lebih lanjut saat ini, sepeda motor dan pengemudi truk trailer telah dimintai keterangan di Pos Lantas Lasem. “Setelah kejadian, sepeda motor korban dan sopir truk trailer segera kami amankan di Pos Lantas Lasem,” tandasnya.

Baca juga :
34 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Kabupaten Rembang

Truk Muatan Semen Nyungsep ke Got di Jalan Pantura Rembang, Ini Gara-garanya

Gandengan Truk Lepas, Hantam Mobil dari Arah Berlawanan di Jalan Pantura Kaliori Rembang

Sopir Mengantuk, Truk Box Muatan Es Krim Hantam Trailer Muatan Semen di Rembang

Editor : Akrom Hazami

Kisah Sopir Korban Kecelakaan di Rembang Didatangi Ibu Muda

Truk yang mengalami kecelakaan di Pasar Banggi Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Truk yang mengalami kecelakaan di Pasar Banggi Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah kemarin sempat didatangi oleh orang yang ucapannya sempat membuat Hadi Siswanto merinding. Kali ini, sopir truk boks wafer yang mengalami kecelakaan di Pasar Banggi tersebut, kembali didatangi oleh orang misterius.

Namun orang misterius kali ini, bukan berwujud seorang pria seperti kemarin. Melainkan, seorang ibu muda yang menaiki sepeda motor matic. Ibu muda yang tidak diketahui namanya ini, ternyata sudah dua kali mendatangi lokasi kecelakaan di Pasar Banggi.

Kernet truk boks Mitsubhisi B 9414 PEU, Aris Kurniawan (24) yang merupakan adik kandung dari Hadi Siswanto, menceritakan bahwa ada seorang ibu muda yang baik hati. Menurutnya, ibu muda tersebut sangat memperhatikan keadaan kedua korban kecelakaan akibat ulah bus yang ugal-ugalan.

“Ada ibu muda yang bolak-balik ke sini, sudah dua kali. Dia bertanya kepada kami, sudah makan atau belum. Kalau belum, mau dibawain makanan,” ungkap Aris kepada MuriaNewsCom, Sabtu (6/2/2016).

Warga Wono Melati RT 02 RW 01 Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut menyebut warga desa Pasar Banggi merupakan orang yang baik hati. Aris menduga ibu muda tadi merupakan salah satu warga desa Pasar Banggi. “Orang sini baik-baik semua, seperti ibu muda yang menawarkan makan kepada kami,” ujarnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom Sabtu siang, muatan truk boks yang berisi sekira 5 ton wafer merk Nabati itu sedang dipindahkan ke kendaraan lain. Rencananya, muatan tersebut akan diangkut menuju Kecamatan Wono Ayu Kabupaten Sidoarjo.

Seperti diberitakan sebelumnya, truk boks muatan wafer tersebut menabrak pohon dan terguling di sawah lantaran menghindari bus malam yang ugal-ugalan ketika menyalip truk gandeng di depannya, Jumat dini hari.

Editor : Akrom Hazami

Ucapan Orang Misterius Ini Bikin Merinding Sopir Truk yang Alami Kecelakaan di Jalan Pantura Rembang

Truk boks Mitsubishi B 9414 PEU yang menabrak pohon dan terguling di sawah, Pasar Banggi, Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Truk boks Mitsubishi B 9414 PEU yang menabrak pohon dan terguling di sawah, Pasar Banggi, Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Meski ditimpa musibah kecelakaan hingga mengakibatkan truk boks yang dikendarainya terguling di sawah, namun Hadi Siswanto masih bersyukur. Pasalnya, dia tidak mengalami luka parah atau bahkan kejadian fatal lainnya. Hanya beberapa bagian tubuhnya mengalami lecet-lecet.

Dirinya mengaku tidak apa-apa dan sehat-sehat saja, meski dia sempat merasa khawatir ketika menghindari bus yang ugal-ugalan. “Ketika saya menghindari bus itu, saya banting stir ke kiri dan menabrak pohon lalu terguling. Semuanya tiba-tiba gelap dan alhamdulillah masih selamat,” ungkap Hadi yang mengalami kecelakaan di Pasar Banggi Rembang, pada Jumat (5/2/2016) sekira pukul 04.30 WIB.

Namun, dirinya mengaku dibuat merinding oleh ucapan warga ketika usai kecelakaan. Saat itu, Hadi mengaku dihampiri oleh seseorang dan ditanya tentang siapa dan di mana keberadaan sopir truk boks yang alami kecelakaan.

“Kamu sopir truk boks ini? Kemudian saya jawab. Terus orang itu bilang, alhamdulillah masih selamat. Seringnya yang mengalami kecelakaan di sini tidak bisa diselamatkan Pak. Mendengar itu, saya langsung merinding,” kata Hadi menceritakan obrolannya dengan salah satu warga.

Namun, Hadi mengaku tidak mengetahui nama warga tersebut, karena tidak kepikiran menanyakan hal itu. Saat ini, dia masih berada di lokasi sambil menunggu evakuasi dari pihak perusahaannya datang ke lokasi.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Hindari Bus Ugal-ugalan, Truk Muatan Wafer Tabrak Pohon di Jalan Pantura Rembang

Antisipasi Penjarahan Muatan Mobil yang Alami Kecelakaan, Ini yang Dilakukan Polisi

Antisipasi Penjarahan Muatan Mobil yang Alami Kecelakaan, Ini yang Dilakukan Polisi

Truk muatan wafer nabati yang menabrak pohon dan terguling di Pasar Banggi Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Truk muatan wafer nabati yang menabrak pohon dan terguling di Pasar Banggi Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang–Guna menghindari terulangnya aksi penjarahan terhadap muatan mobil yang mengalami kecelakaan seperti beberapa hari lalu, seperti yang dialami mobil pengangkut semen, kini pihak Polres Rembang mengambil tindakan pencegahan.

Hal ini, seperti yang terjadi dalam kasus kecelakaan yang dialami mobil boks bermuatan wafer nabati, pada Jumat (3/2/2016). Petugas kepolisian membekali nomor salah satu petugas yang nantinya dapat dihubungi, jika memang ada tindakan penjarahan. Anggota kepolisian akan segera meluncur untuk mengamankan, agar tidak ada aksi yang merugikan itu.

Baca juga : Hindari Bus Ugal-ugalan, Truk Muatan Wafer Tabrak Pohon di Jalan Pantura Rembang

“Tadi ada polisi yang memberikan nomor handponnya  kepada saya. Katanya, kalau ada apa-apa dari warga disuruh segera menghubungi,” ungkap Hadi kepada MuriaNewsCom di lokasi truk yang terguling, di Jalan Pantura, Desa Pasar Banggi, Rembang.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Rembang membenarkan terkait pengamanan terhadap korban kecelakaan dan muatannya, salah satunya dengan memberikan nomor telepon anggotanya  ke korban yang selamat.

“Selain penanganan dengan cepat terhadap korban laka yang mengalami luka parah, kami juga berupaya untuk menjaga keamanan muatan korban laka. Salah satunya dengan memberikan kontak anggota kepada sopir yang selamat,” jelas Ghifar.

Editor : Kholistiono

Berita Lainnya : 

Gadis yang Terserempet Bus Nusantara di Rembang Meninggal Dunia

Truk Muatan Semen Nyungsep ke Got di Jalan Pantura Rembang, Ini Gara-garanya

Hindari Bus Ugal-ugalan, Truk Muatan Wafer Tabrak Pohon di Jalan Pantura Rembang

Truk muatan wafer tabrak pohon dan terguling di Pasar Banggi Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid )

Truk muatan wafer tabrak pohon dan terguling di Pasar Banggi Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid )

 

MuriaNewsCom, Rembang – Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Pantura Desa Pasar Banggi, Kecamatan/Kabupaten Rembang, Jum’at (5/2/2016) dini hari. Kali ini, musibah menimpa truk boks Mitsubishi B 9414 PEU muatan wafer nabati. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kondisi kendaraan mengalami kerusakan parah.

Sopir truk boks Hadi Siswanto (37) warga Desa Simogirang RT 03 RW 02 Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo mengatakan, insiden tersebut terjadi lantaran dia berusaha menghindari sebuah bus besar yang ugal-ugalan, menyalib sebuah truk gandeng dari arah timur.

“Dari arah timur ada bus malam ugal-ugalan menyalip truk gandeng, tapi tidak sampai. Karena jarak sudah dekat dan saya tidak mendapatkan ruang lagi, akhirnya saya berinisiatif untuk membanting stir ke kiri,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Jumat (5/2/2016).

Namun nahas, ban depan sebelah kiri mobil yang dikendarainya justru terperosok keluar jalan. Sehingga, kendaraan besar tersebut, menghantam pohon di tepi jalan dan terguling keluar dari jalan.

“Ban depan sebelah kirinya terperosok, saya kembalikan lagi ke kanan tidak bisa. Akhirnya, oleng dan menabrak pohon,” katanya.

Hadi juga menegaskan, bahwa saat kejadian dirinya tidak dalam keadaan mengantuk. “Saya sama sekali tidak mengantuk. Namun karena gelap dan kejadiannya cepat, jadi tidak tahu pelat nomor dan nama bus yang ugal-ugalan itu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono 

Baca juga : Truk Muatan Semen Nyungsep ke Got di Jalan Pantura Rembang, Ini Gara-garanya

Gadis yang Terserempet Bus Nusantara di Rembang Meninggal Dunia

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Herawati (22), korban yang diserempet bus PO Nusantara akhirnya meninggal dunia, setelah sempat dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Rembang, Rabu (3/2/2016) sore.

Humas RSUD Rembang, Giri Saputro mengatakan korban sempat dibawa ke UGD, namun ternyata yang bersangkutan sudah tidak bernyawa lagi. “Setelah sempat di bawa ke UGD untuk dicek, ternyata sudah meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB,” jelasnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi ketika dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. “Setelah luka parah, korban meninggal dunia,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Diserempet Bus, Gadis Pengendara Beat di Rembang Tak Sadarkan Diri. Korban terlibat insiden diserempet bus Nusantara yang dikemudikan oleh Chumaidi (41) warga Desa Trengguli RT 03 RW 08 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak. “Satu orang menderita luka parah hingga tidak sadarkan diri dan seorang lagi menderita luka ringan,” ungkapnya.

Saat kejadian, Herawati yang merupakan warga Kauman RT 02 RW 03 Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati tersebut, membonceng sepeda motor Honda Beat K-3374-GU. Sedangkan pengemudinya adalah Irda Natalinda (23) warga Kerep RT 03 RW 01 Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.

Insiden terjadi saat PO Nusantara K 1705 BB melintas di jalan Rembang-Blora di Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Rabu (3/2/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Akibat terserempet bus, Herawati sebelumnya mengalami luka memar pada dada, robek pada lutut kanan, dan tak sadarkan diri.

.Ghifar menjelaskan kronologi kecelakaan tersebut, berawal ketika Bus Nusantara melaju dari selatan ke utara. Sementara, sepeda motor Beat K 3374 GU yang dinaiki oleh kedua gadis tersebut berada di depan Bus PO Nusantara.

Sesampainya di lokasi kejadian, kata Ghifar, sopir bus hendak menyalip kedua gadis tersebut. Namun berjalan kurang ke kanan, kemudian body samping sebelah kiri dari Bus PO Nusantara masih menyerempet setang sebelah kanan dari sepeda motor Beat. Sehingga sepeda motor beserta pengemudi dan pemboncengnya terjatuh.

Kecelakaan di Rembang memang beberapa waktu terakhir cukup mengundang perhatian. Karena itu, Satuan Lantas Polres Rembang mengimbau warga untuk lebih hati-hati saat melintasi jalan raya. Terutama di jalur pantura Rembang.

baca juga : Truk Muatan Semen Nyungsep ke Got di Jalan Pantura Rembang, Ini Gara-garanya

Editor : Akrom Hazami

Diserempet Bus, Gadis Pengendara Beat di Rembang Tak Sadarkan Diri

Kecelakaan

 

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang gadis mengalami luka parah dan tak sadarkan diri, setelah diserempet Bus PO Nusantara K 1705 BB di jalan Rembang-Blora turut tanah Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Rabu (3/2/2016) sekitar pukul 15.00 WIB.

Gadis yang diketahui bernama Herawati (22) warga Kauman, RT 02 RW 03 Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati tersebut, mengalami luka memar pada dada, robek pada lutut kanan, dan tak sadarkan diri. Saat kejadian, Herawati membonceng sepeda motor Honda Beat K 3374 GU.

Sedangkan pengemudinya adalah Irda Natalinda (23) warga Kerep, RT 03 RW 01 Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Irda juga menderita luka-luka, namun lukanya tak separah Herawati.

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi mengatakan keduanya terlibat insiden dengan Bus Nusantara yang dikemudikan oleh Chumaidi (41) warga Desa Trengguli, RT 03 RW 08 Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. ”Tidak ada korban jiwa, namun satu orang menderita luka parah hingga tidak sadar,” ungkapnya.

Ghifar menjelaskan kronologi kecelakaan tersebut, berawal ketika Bus PO Nusantara bernopol K 1705 BB melaju dari selatan ke utara. Sementara, sepeda motor Beat K 3374 GU yang dikendarai oleh kedua gadis tersebut berada di depan Bus PO Nusantara.

Sesampainya di lokasi kejadian, kata Ghifar, sopir bus hendak menyalip kedua gadis tersebut. Namun berjalan kurang ke kanan, kemudian body samping sebelah kiri dari Bus PO Nusantara masih menyerempet setang sebelah kanan dari sepeda motor Beat. ”Sehingga epeda motor beserta pengemudi dan pemboncengnya terjatuh dan mengalami luka-luka,” tandasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Gandengan Truk Lepas, Hantam Mobil dari Arah Berlawanan di Jalan Pantura Kaliori Rembang

Aparat Kepolisian Satlantas Polres Rembang sedang mengatur arus lalu lintas di lokasi kecelakaan. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Aparat Kepolisian Satlantas Polres Rembang sedang mengatur arus lalu lintas di lokasi kecelakaan. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom,Rembang – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Kali ini, kecelakaan terjadi di depan SMA 3 Rembang, Sabtu (23/1/2016) sekira pukul 09.30 WIB.

Kecelakaan bermula ketika truk gandeng W 8097 PP yang dikemudikan Samsudin (24) warga Tuyuhan RT 01 RW 01 Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, melaju dari arah barat menuju ke timur. Sesampainya di Jalan Pantura, Desa Pantiharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, gandengan truk lepas.

Saat bersamaan, truk Mitshubisi H 1822 DN yang dikemudikan Abdul Malek (23) warga Tugu RT 01 RW 03 Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak melaju dari arah timur ke barat. Karena jarak sudah dekat, akhirnya gandengan truk yang lepas menghantam truk Mitshubisi hingga oleng ke kiri dan menabrak trotoar.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kecelakaan tersebut sempat membuat lalu lintas tersendat. Pihak kepolisian segera melakukan evakuasi dan pengaturan lalu lintas di lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polres Rembang AKBP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat insiden itu. “Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material saja yang dialami,” katanya.

Editor : Kholistiono

Ini Kronologi Tabrakan Maut yang Menewaskan Pengendara Satria di Jalur Pantura Kaliori Rembang

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pengendara sepeda motor Satria yang tewas mengenaskan setelah mengalami kecelakaan dengan truk tronton di Jalan Pantura Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, pada Rabu (20/1/2016), diketahui bernama Ahmad Sirojudin.

Remaja berusia 19 tahun itu merupakan warga Desa Siman RT 06 RW 02, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Kecelakaan yang merenggut nyawanya, melibatkan empat kendaraan termasuk sepeda motor Suzuki Satria dengan nomor polisi S 4714 LQ yang dikendarainya.

Kasat Lantas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi menjelaskan, awalnya Sirojudin melaju dari arah barat di belakang sepeda motor Honda Beat S 6744 LL. Honda Beat tersebut dikendarai Nur Kholis Majid (21) yang memboncengkan Setyo Budi (21). Keduanya juga merupakan warga Desa Siman, Sekaran, Lamongan.

“Sesampainya di lokasi kejadian, kedua sepeda motor itu hendak menyalip truk Mitshubisi S 9408 UJ dari jalur kiri. Namun, secara bersamaan, truk yang bersangkutan belok ke kiri, karena mau parkir,” ungkapnya ketika kepada MuriaNewsCom.

Karena jarak sudah dekat, lanjut Ghifar, kedua penumpang Honda Beat menabrak truk Mitshubisi yang dikemudikan oleh Sumari (58) Warga Desa Jeruk Seger, Kecamatan Gedek, Kabupaten Mojokerto.

Nasib nahas menimpa Sirojudin yang berusaha menghindar ke kanan secara mendadak. Dia terpental ke tengah jalan setelah menabrak bagian belakang truk Mitshubisi.

Saat bersamaan , truk tronton W 8411 UZ yang dikemudikan Akiyak (48) warga Desa Kesamben, Kecamatan Driyorejo ,Kabupaten Gresik menghantam tubuh Sirojudin yang tergeletak di jalan.
“Pengendara sepeda motor Suzuki Satria terpental ke kanan dan tertabrak truk tronton yang melaju dari arah barat ke timur,” katanya.

Editor : Kholistiono

Pengendara Satria Tewas Dihajar Tronton di Jalan Pantura Kaliori Rembang

Tempat tewasnya pengendara sepeda motor Satria di Jalan Pantura Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Tempat tewasnya pengendara sepeda motor Satria di Jalan Pantura Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang pengendara sepeda motor Satria tewas mengenaskan setelah ditabrak truk tronton di Jalan Pantura Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Rabu (20/1/2016).

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, kecelakaan tersebut melibatkan empat kendaraan. Yakni, Truk Mitshubisi dengan nomor polisi S 9408 UJ, Honda Beat nopol S 6744 LL, Suzuki Satria S 4714 LQ dan Truck Tronton W 8411UZ.

Sumadi, tukang parkir kendaraan besar di dekat lokasi kejadian mengatakan, pengendara Satria tewas dalam kondisi kepala putus dan remuk. “Saya melihat korban sudah tergeletak di jalan dengan kepala sudah putus,” ungkap pria yang turut menolong korban lainnya.

Namun, warga Dresi Kulon, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang itu mengaku tidak mengetahui tentang kronologi dan nama korban. “Kalau ceritanya, saya tidak tahu. Tapi melibatkan dua sepeda motor dan dua truk. Yang meninggal pengendara Satria platnya S, mungkin dari Jawa Timur,” jelasnya.

Diperkirakan, kecelakaan nahas itu terjadi pukul 14.00 WIB. Namun, hingga pukul 16.20 WIB, pihak Unit Laka Lantas Polres Rembang mengaku belum mengetahui kronologi kecelakaan. Padahal para saksi dan sopir truk telah dibawa di Mapolres untuk dimintai keterangan.

“Masih kami mintai keterangan, kronologinya baru kami dalami,” kata Kanit Laka Lantas Polres Rembang Ipda Muhammad Karim ketika dihubungi MuriaNewsCom.

Editor : Kholistiono

Tabrak Truk Trailer Parkir, Pengendara Vixion Tewas

Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG – Seorang pengendara sepeda motor Yamaha Vixion tewas setelah menabrak truk trailer yang terparkir di Jalan Pantura Desa Temperak, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Selasa (12/1/2016) sekira pukul 04.30 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun, korban tewas adalah seorang nelayan yang bernama Ulil Albab (17) warga Desa Bajing Jowo RT 04 RW 02 Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang. Saat itu, Ulil sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion tanpa plat nomor kendaraan yang melaju dari arah timur ke barat.

Sesampainya di lokasi kejadian, Ulil tidak mengetahui truk trailer bernomor polisi B 9780 BEH yang sedang parkir di bahu jalan. Akhirnya kecelakaan tidak bisa dihindari. Sopir truk trailer diketahui bernama Arif Setiawan (28) warga Desa Japeledok RT 02 RW 01 Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang.

Akibat kecelakaan ini, Ulil mengalami luka berat. Robek pada dahi kiri, hidung mengeluarkan darah, luka lecet pada lengan tangan kanan, robek pada bibir bawah, dan tidak sadar. Kemudian, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Sarang, namun sayang, nyawanya tidak bisa terselematkan lagi.

Kasat Lantas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi membenarkan adanya kecelakaan ini. Ia menambahkan, usai kejadian, korban mengalami luka berat dan tidak sadar. Setelah dicek di Puskesmas Sarang, baru diketahui korban meninggal dunia.”Korban sempat dibawa ke Puskesmas Sarang, dan saat ini informasinya korban sudah di jemput keluarganya,” ungkapnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Tabrak Lari di Jalur Pantura Kaliori Rembang, Pejalan Kaki Tewas

Ilustrasi tabrak lari

Ilustrasi tabrak lari

 

REMBANG – Jalur Pantura di Purworejo, Kecamatan Kaliori, Rembang kembali merenggut korban jiwa, Selasa (12/1/2016). Kali ini, korbannya adalah seorang pejalan kaki.

Dari informasi yang dihimpun, korban bernama Suyatno (52) warga Desa Juntikedokan RT 01 RW 05 Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Insiden nahas tersebut, terjadi sekira pukul 01.00 dini hari.

Hingga saat ini, identitas kendaraan maupun pengendara yang menabrak belum diketahui. Karena yang bersangkutan melarikan diri. Bahkan, belum diketahui apakah sepeda motor atau kendaraan roda empat.

Kasat Lantas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi membenarkan terkait adanya insiden itu. Namun, identitas pelaku tabrak lari masih diburu pihak kepolisian.”Iya memang benar. Kasusnya tabrak lari, korban meninggal dunia. Korban satu orang, seorang pejalan kaki,” katanya.

Terkait kronologi tabrak lari tersebut, Ghifar mengatakan, awalnya Suyatno berjalan di tepi Jalan Pantura sebelah utara. Tiba-tiba ada kendaraan yang tidak diketahui identitasnya melaju dari arah barat dan menabrak korban. Setelah menabrak korban, pelaku melarikan diri.

“Informasinya, semula pejalan kaki berjalan di tepi jalan sebelah utara. Sesampainya di tempat kejadian, tiba-tiba ditabrak kendaraan yang tidak diketahui identitasnya. Kendaraan itu dari arah barat menuju ke timur. Setelah terjadi laka, pengendara itu melarikan diri,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Menyeramkan, Ternyata Jalan Pantura Kaliori Jadi Jalur Tengkorak

Kecelakaan antara truk box muatan es krim dan truk trailer muatan semen di jalan pantura Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jumat (8/1/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kecelakaan antara truk box muatan es krim dan truk trailer muatan semen di jalan pantura Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jumat (8/1/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Sering terjadinya kecelakaan di jalan pantura Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang membuat jalur itu mendapat julukan sebagai jalur tengkorak.

Beberapa kecelakaan besar di Rembang sering terjadi di jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas ini. Yang terbaru adalah truck box BG-8642-UN bermuatan es krim dan truk trailer H-1752-AA bermuatan semen, pada Jumat (8/1/2016) pagi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi menyebut banyak titik di jalan pantura yang masuk wilayah Kecamatan Kaliori sebagai jalur tengkorak. ”Memang di Kaliori tergolong jalur tengkorak, ada banyak titik di sana,” ungkapnya.

Namun, Ghifar menegaskan untuk kasus kecelakaan yang terjadi tadi pagi antara truk box bermuatan es krim dan truk trailer bermuatan semen merupakan murni human error. ”Kalau kecelakaan tadi itu human error, faktor manusianya. Orangnya mengantuk,” tandasnya.

Beberapa titik yang dinilai masuk kategori jalur tengkorak, menurut Ghifar, yakni jembatan masuk wilayah Kaliori dan jalan di Desa Purworejo. ”Setidaknya ada dua titik yang serius. Jalan masuk wilayah Kaliori mulai dari jembatan hingga pertigaan Kaliori dan di daerah Desa Purworejo Kaliori,” jelasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Ternyata Korban Pick Up Maut di Rembang Adalah Sepasang Pasutri

Proses evakuasi pick up yang terperosok di sungai di Rembang, Kamis (7/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Proses evakuasi pick up yang terperosok di sungai di Rembang, Kamis (7/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Dua orang korban kecelakaan di Jalan Rembang-Blora turut tanah Desa Landoh, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Kamis (7/1/2016) pagi tadi, ternyata sepasang suami-istri.

Kasatlantas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi menyebut korban yang meninggal dunia merupakan suami dari korban yang selamat. ”Berdasarkan keterangan yang kami himpun keduanya merupakan suami istri,” ungkapnya ketika dihubungi MuriaNewsCom.

Ghifar mengaku segera melakukan olah tempat kejadian dan memeriksa beberapa orang saksi di lokasi. Atas keterangan saksi ini, polisi sementara menyimpulkan, penyebab kecelakaan adalah karena sopir yang diduga mengantuk.

Soal kemungkinan ada faktor teknis pada kemudi kendaraan, pihaknya belum bisa memastikan dan masih menyelidiki. ”Belum tahu kalau soal faktor teknis kendaraan. Kami masih selidiki. Yang jelas, daerah setempat rawan kecelakaan,” tegasnya.

Proses evakuasi korban sempat terkendala lantaran lokasi mobil yang sulit terjangkau karena berada di dalam sungai. Namun akhirnya kedua korban berhasil dievakuasi oleh petugas yang dibantu warga. Sedangkan pick up baru terevakuasi sekitar pukul 11.30 WIB dengan bantuan alat berat.

Seperti diberitakan, kecelakaan maut itu mengakibatkan Mohammad Arwan Yudi (37) tewas, karena mengalami patah tulang leher lantaran terjepit di dalam pick up Daihatsu Zebra bernomor polisi K-1921-ZA. Sedangkan istrinya Ning Suyati (27) berhasil selamat, meski mengalami cidera di kepala. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Pick Up Nyungsep ke Sungai di Rembang, 1 Orang Tewas

Proses evakuasi pick up yang nyungsep di sungai di Landoh, Sulang, Rembang.Dalam insiden ini sopir tewas. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Proses evakuasi pick up yang nyungsep di sungai di Landoh, Sulang, Rembang.Dalam insiden ini sopir tewas. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Sebuah mobil pick up terjun bebas masuk ke dalam sungai di dekat jembatan Desa Landoh, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Kamis (7/1/2016) pagi. Akibat insiden ini, satu orang tewas dan seorang lagi luka-luka.

Informasi yang dihimpun, korban tewas atas nama Mohammad Arwan Yudi (37) warga Tanjungsari RT 04 RW 01 Kecamatan Rembang. Yudi merupakan sopir pick up Daihatsu Zebra bernomor polisi K 1921 ZA itu, mengalami patah tulang bagian leher karena terjepit di dalam mobil.

Sementara satu korban lain yang berhasil diselamatkan bernama Ning Suyati (27) warga Tanjungsari RT 04 RW 01 Kecamatan Rembang. Meski selamat, namun korban ini mengalami cidera di bagian kepala.

Kasat Lantas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi menjelaskan, insiden yang terjadi sekira pukul 07.30 WIB ini,  merupakan kecelakaan tunggal. “Ya, berdasarkan informasi yang kami terima, murni kecelakaan tunggal,” ujarnya ketika dihubungi MuriaNewsCom.

Menurutnya, kronologi kecelakaan bermula ketika pick up yang dikendarai Yudi melaju dari arah selatan ke utara di jalur Rembang – Blora. Saat tiba di lokasi kejadian, tiba-tiba pick up itu berjalan oleng ke kiri (barat) sehingga terperosok ke sungai.

Terkait penyebab kecelakaan diduga karena sopir mengantuk, Ghifar tidak menyangkal. “Informasi dari warga begitu. Namun masih kami dalami,” katanya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)