Detik-detik Kecelakaan di Jalan Dr Susanto Kaborongan Pati, 1 Orang Tewas

 Kondisi kendaraan sepeda motor Vario milik korban yang kondisinya remuk. Kecelakaan ini terjadi di Jalan Dr Susanto Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Kondisi kendaraan sepeda motor Vario milik korban yang kondisinya remuk. Kecelakaan ini terjadi di Jalan Dr Susanto Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara mobil Daihatsu Terios K 8465 BH, Avanza K 8511 BH dan Honda Vario tanpa nomor polisi terjadi di Jalan Dr Susanto, Kaborongan, Pati Kota, Selasa (2/8/2016) pagi.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara Vario bernama Sutaryun (43), warga Desa Kepohkencono RT 3 RW 2, Pucakwangi mengalami cedera berat pada bagian kepala. Sutaryun akhirnya meninggal dunia di RSUD Soewondo.

Sementara itu, penumpang Vario bernama Siti Mulyani (40) mengalami luka patah terbuka pada kaki kanan, sadar, dan menjalani perawatan intensif di RSUD Soewondo. Insiden tersebut sempat menjadi tontotan warga dan pengendara yang lewat.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo saat dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut. Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika mobil Terios berjalan dari arah utara ke selatan, sedangkan Vario berjalan dari selatan ke utara.

“Saat itu, ada Avanza yang berhenti di bahu jalan sebelah barat. Sesampainya di TKP, Terios oleng ke kanan hingga menghantam Vario, lalu oleng ke kiri menabrak Avanza yang diparkir di bahu jalan,” ungkap Kompol Sundoyo.

Kesimpulan sementara, Terios dianggap lalai karena kurang hati-hati dan konsentrasi dalam berkendara hingga menyebabkan orang lain celaka dan meninggal dunia. “Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dalam berkendara. Beberapa hari terakhir, banyak kecelakaan di Pati yang menyebabkan korban meninggal dunia,” imbaunya.

Editor : Kholistiono

 

2 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Antara Bus Sinar Mandiri Vs Tronton di Jalan Lingkar Pati

 Seorang petugas kepolisian mengecek kondisi Bus Sinar Mandiri yang akan diderek. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Seorang petugas kepolisian mengecek kondisi Bus Sinar Mandiri yang akan diderek. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara bus Sinar Mandiri kontra truk tronton terjadi di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati, Kamis (28/7/2016). Akibat kecelakaan tersebut, satu orang yang merupakan sopir truk meninggal dunia. Sementara itu, sopir bus mengalami cidera serius, mengalami kritis dan meninggal dunia. Lima orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.

“Sejak masuk JLS, sopir berupaya untuk ambil bagian kanan jalan, ancang-ancang untuk menyalip. Namun, bus gagal menyalip sehingga menabrak truk tronton dari arah berlawanan,” ujar Agung, salah seorang penumpang bus.

Dikatakan, truk sebetulnya sudah berusaha membanting setir ke kiri. Namun, jaraknya ternyata sudah terlalu dekat sehingga kecelakaan tidak terhindarkan. Beruntung, penumpang bus masih selamat dari insiden tersebut.

Kecelakaan tersebut sempat membuat arus di JLS Pati tersendat. Sementara, Kanitlaka Satlantas Polres Pati Iptu Komang Kharisma saat dikonfirmasi enggan berkomentar terkait dengan kecelakaan maut tersebut.

Editor : Kholistiono

 

Ini Nama-nama Korban Kecelakaan Tunggal Bus di Juwana Pati

 Sejumlah petugas dibantu alat berat crane mencoba untuk mengevakuasi bus. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah petugas dibantu alat berat crane mencoba untuk mengevakuasi bus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan tunggal Bus Subur Jaya bernopol K 1668 ED terjadi di Jalan Juwana-Batangan, Desa Trimulyo, Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (27/7/2016) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB. Dalam kecelakaan tersebut, rumah penduduk yang berada di pinggir jalan ditabrak hingga menyebabkan kepala badan bus hancur.

Kecelakaan bermula ketika Bus Subur Jaya melaju dari arah timur (Rembang) menuju barat (Pati). Setelah sampai di TKP, bus tiba-tiba terlihat oleng ke kiri dan langsung menabrak rumah warga hingga teras rumah rusak.

Dari kesaksian, Suranto, salah satu penumpang yang merupakan ayah dari pengantin yang diiring, mengaku ada semacam batu kecil yang menghantam kaca bus bagian depan sopir. Akibatnya, sopir kaget dan banting setir ke kiri hingga menabrak rumah.

Namun, kesimpulan sementara dari petugas kepolisian menyatakan bahwa sopir mengantuk. “Dari informasi yang dihimpun petugas di lapangan, kami berkesimpulan bahwa pengemudi bus dalam keadaan mengantuk. Dalam hal ini, sopir lalai, kurang hati-hati dan tidak konsentrasi saat mengemudi,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Satu orang meninggal dunia di tempat atas insiden tersebut, yaitu Saidi (38), sopir bus yang merupakan warga Desa Klaling RT 7 RW 4, Jekulo, Kudus. Ia mengalami luka patah kaki, robek perut, dan kondisi terjepit.

Adapun korban luka-luka, antara lain Budiyono (31), warga Sulang Rembang yang mengalami patah kaki kiri, robek tangan kiri, robek dahi dan dirawat di RS Keluarga Sehat.

Darmin (60), warga Desa Gayam RT 1/4, Rembang mengalami luka lecet kaki kanan, dan sadar. Selanjutnya, Dian (22) mengalami sobek kaki dan Mulyono (49) mengalami sobek kepala. Keduanya tetangga Darmin, sadar dan opname di RSU Budiagung Juwana.

Tukiman (56) mengalami robek kepala, Iswati (26) mengalami robek kepala, dan Iis Irawati (26) mengalami robek kepala. Ketiganya warga Desa Gayam RT 2 RW 4, Rembang dan menjalani opname di RSU Budiagung.

Sementara itu, Joko (44) mengalami robek, Desi (24) mengalami sobek perut, dan Wahidin (55) mengalami patah tangan. Ketiganya warga Desa Gayam RT 1/4, Rembang, sadar dan opname di RSU Budiagung Juwana.

Beruntung, dalam insiden ini, rumah yang ditabrak bus dalam keadaan kosong karena ditinggal pemilik rumah sehingga tidak ada korban dari penghuni rumah. Namun, kerugian akibat teras yang mengalami rusak diperkirakan mencapai Rp 5 juta.

Baca juga : Bus Rombongan Pengantin Tabrak Rumah di Ngerang Juwana, Satu Orang Tewas

Editor : Kholistiono

 

Tabrakan Truk Muatan Tebu Vs Pikap di Jalan Pati-Tayu Km 16, 1 Orang Tewas, 7 Luka

 Sejumlah warga nampak melihat kondisi truk di sebelah jalan, usai melihat kondisi pickup yang terpelanting. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah warga nampak melihat kondisi truk di sebelah jalan, usai melihat kondisi pickup yang terpelanting. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara truk bermuatan tebu bernopol K 1411 BB dan mobil pikap bernopol K1678JA terjadi di Jalan Pati-Tayu Km 16, utara Balai Desa Sidomukti, Margoyoso, Senin (18/7/2016). Akibat kecelakaan tersebut, satu orang yang diketahui bernama Suwardi (53), warga Ngemplak Lor, tewas.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan bermula ketika mobil pikap akan menyalip truk bermuatan tebu dari arah Pati. Namun, sesampainya di TKP, mobil pikap mencoba menghindari sepeda motor Honda Scoopy yang tidak diketahui identitasnya.

Mobil pikap yang sudah telanjur menyalip akhirnya menabrak Scoopy, kemudian ditabrak truk bermuatan tebu hingga terpelanting. Satu orang tewas, dua dinyatakan kritis dan dilarikan ke RSI Margoyoso, serta lima orang mengalami luka ringan.

Tercatat, korban luka-luka atas insiden tersebut, di antaranya Giyo (50) warga Ngemplak Lor, Pujiati (25) warga Ngemplak, Zainal Arifin (30) warga Ngemplak Kidul, Joko Nur Siyo (40) warga Ngemplak Lor, Sunoto (45) warga Ngemplak Lor, Hari (50) warga Ngemplak Lor, dan Suliyono (50) warga Kedungsari.

Sesaat setelah kejadian, kecelakaan tersebut sempat menjadi tontonan warga. Jalan sempat macet beberapa menit. Namun, kemacetan teratasi setelah sejumlah petugas kepolisian melakukan pendataan dan evakuasi.

Yanto, warga Sonean yang menjadi sopir truk bermuatan tebu saat ditanya MuriaNewsCom mengaku, mobil pikap tersebut tiba-tiba menyalip dari belakang, tetapi dari arah berlawanan muncul sepeda motor Scoopy.”Mobil pikap akhirnya banting setir ke kiri dan menabrak badan truk, hingga pikap terpelanting dan jatuh,” ungkap Yanto. Kendati tidak mengalami luka, tetapi Yanto mengalami syok psikis.

Editor : Kholistiono

3 Jalur Tengkorak di Pati yang Sering “Makan” Korban

Petugas kepolisian tengah melakukan pendataan kecelakaan yang terjadi di Jalan Pati-Kudus, Pati Kota beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian tengah melakukan pendataan kecelakaan yang terjadi di Jalan Pati-Kudus, Pati Kota beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Angka kecelakaan di Pati yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir, membuat petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pati melakukan pemetaan daerah rawan kecelakaan untuk kemudian dilakukan antisipasi.

Dari hasil pemetaan, ada tiga jalur yang dianggap paling banyak terjadi kecelakaan. Pertama, sejumlah jalur di wilayah Pati Kota. Kedua, sejumlah jalur di wilayah Kecamatan Margorejo. Ketiga, jalur di wilayah Kecamatan Juwana.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari kepada MuriaNewsCom, Jumat (22/4/2016) mengatakan, waktu paling rawan terjadi kecelakaan mulai dari pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB. Waktu paling rawan kedua, mulai pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB.

“Dari data yang kami himpun, kecelakaan paling rawan di wilayah Pati Kota dengan waktu sekitar pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB. Meski jam itu jarang pengendara, tetapi kondisinya yang lengang justru pengendara banyak yang ngebut dibarengi kondisi ngantuk,” kata Ikrar.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan meningkatkan patroli dan imbauan pada jam kecelakaan rawan terjadi. Papan imbauan untuk tidak mengebut juga akan ditambah. Upaya tersebut diharapkan bisa menekan angka kecelakaan di Pati.

Editor : Akrom Hazami

Suzuki Futura Tabrak Minibus di Jalan Pati-Juwana, Satu Orang Tewas

Kondisi mobil Suzuki Futura yang hancur pada bagian depan karena terlibat kecelakaan dengan minibus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi mobil Suzuki Futura yang hancur pada bagian depan karena terlibat kecelakaan dengan minibus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara mobil Suzuki Futura K9331TC dan minibus AA1547BE terjadi di Jalan Raya Pati-Juwana, Desa Gadingrejo, Juwana, Pati, Kamis (21/4/2016) sekitar pukul 04.30 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, satu orang pengemudi mobil Suzuki yang diketahui bernama Asif Udin (29), warga Desa Bandungrejo, Kalinyamatan, Jepara meninggal saat dilarikan ke RSUD Soewondo.

Sementara itu, dua orang penumpang mobil Suzuki Futura yang diketahui bernama Muhlisin (29) dan Muhammad Abdullah (30) yang masih satu desa dengan Asif Udin mendapatkan perawatan intesif di RSUD Soewondo.

“Muhlisin mengalami luka robek pada kepala atas, lecet pada kaki kanan, dan luka bekas benturan pada pelipis kiri. Dia sadar dan dirawat di RSUD Soewondo. Satunya lagi, Muhammad Abdullah mengalami luka benturan pada pinggang, robek kepala atas, dan lecet kaki kanan kiri. Dia sadar dan opname di RSUD Soewondo,” ujar Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari.

Pengemudi mini bus AA1547BE bernama Teguh Prasetyo (31) yang merupakan Warga Desa Patirejo, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung dalam keadaan sehat. “Kerugian material akibat kecelakaan itu ditaksir sekitar Rp 5 juta,” ucapnya.

Penyebab kecelakaan sendiri diduga akibat kelalaian pengemudi mobil Suzuki Futura karena mengantuk sehingga menabrak bus mini yang muncul dari arah berlawanan. “Kecelakaan diduga karena sopir Suzuki Futura mengantuk,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pengendara Motor Patah Tulang Usai Tabrakan dengan Pick Up

Pick up yang menabrak rumah di Dukuhseti jadi tontonan warga, usai peristiwa kecelakaan pada Rabu (13/4/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pick up yang menabrak rumah di Dukuhseti jadi tontonan warga, usai peristiwa kecelakaan pada Rabu (13/4/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara kendaraan bermotor Mitsubhisi pick up L300 bernopol K 1809 NH dan sepeda motor Supra bernopol K 1809 NH terjadi di Jalan Tayu-Puncel, Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Rabu (13/4/2016).

Kecelakaan itu menyebabkan Nursalam (45), warga Desa Tayu Kulon, Kecamatan Tayu, mengalami patah tulang kaki sebelah kanan. Usai menabrak sepeda motor, pick up tersebut lepas kontrol dan menabrak bangunan rumah di sebelah kanan jalan raya.

”Pick up menabrak sepeda motor, lalu lepas kendali dan akhirnya menabrak bangunan rumah milik Muamar. Kondisinya cukup memprihatinkan, tembok rumah sampai ambrol ditabrak pick up,” ujar Sri Rejeki, salah satu saksi saat ditanya MuriaNewsCom.

Beberapa saat setelah terjadi kecelakaan, petugas kepolisian tampak datang untuk memberikan pertolongan kepada korban dan dilarikan ke puskesmas setempat. ”Petugas membawa korban ke puskesmas dan menghubungi Pos Satlantas Tayu untuk melakukan evakuasi,” kata Kapolsek Dukuhseti Iptu Sunaryo.

Kendati tidak sampai memakan korban jiwa, tetapi kerugian akibat kecelakaan itu ditaksir mencapai jutaan rupiah. ”Tidak ada korban jiwa. Kerugian belum bisa kami taksir, diperkirakan jutaan rupiah,” katanya.

Pick up yang menabrak rumah warga tersebut sempat menjadi tontotan warga dan pengendara yang lewat. Namun, kejadian itu tidak sampai membuat arus lalu lintas macet.

Editor: Merie

Video – Truk Tronton Bermuatan Besi Nyaris Tabrak Rumah di Kaliampo Pati

Kondisi truk tronton hampir menabrak rumah milik warga. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Kondisi truk tronton hampir menabrak rumah milik warga. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Truk tronton bermuatan besi dengan nomor polisi H 1820 CS menghantam jembatan dan pagar rumah hingga hancur di Jalan Pati-Kudus, Kaliampo, Pati, Rabu (16/12/2015) pagi.

Jumadi (56), pemilik rumah kepada MuriaNewsCom mengatakan, kejadian bermula sekitar pukul 07.00 WIB saat dirinya pergi ke sawah. “Saya dapat telepon dari anak saya yang ada di rumah, pagar dan jembatan samping ditabrak truk tronton sampai hancur,” ujarnya.

Setelah dicek, ternyata benar truk sudah dalam posisi miring menghantam trotoar, satu pohon jambu hingga roboh, pagar, dan jembatan. “Hampir saja menabrak rumah saya. Kami masih bersyukur kepala truk berhenti tepat di halaman rumah. Nyaris dihantam truk,” katanya.

Tidak ada korban dalam insiden tersebut. Namun, pemilik rumah khawatir tidak ada ganti rugi terkait dengan pagar rumah yang ditabrak hingga hancur. “Kalau bisa ada ganti rugi. Saya harus memperbaiki pagar lagi,” imbuhnya.

Sampai berita ini diturunkan, kondisi truk masih miring, roda tengah hampir jatuh ke sungai dan belum ada evakuasi dari petugas setempat. “Sopir truk lagi ke warung. Kami khawatir, kalau tidak segera dievakuasi malah rubuh menimpa rumah saya karena keadaannya miring,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

 

Kecelakaan Karambol Maut di Tayu, 2 Orang Tewas

Kondisi bus yang menabrak tiga sepeda motor dan tiang listrik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi bus yang menabrak tiga sepeda motor dan tiang listrik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kecelakaan karambol yang melibatkan bus Tyartama dan tiga sepeda motor di Jalan Tayu-Pati Km 1, Desa Sendangrejo, Kecamatan Tayu menyebabkan dua orang tewas, Kamis (29/10/2015) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kejadian bermula, saat bus Tyartama menyenggol sepeda motor dari arah yang berlawanan. Akibatnya, pengendara ibu-ibu yang tengah menjemput anaknya meninggal dunia.

Sementara itu, anaknya yang masih berusia empat tahun dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Sebening Kasih Tayu. Tak hanya itu, bus juga menabrak dua sepeda motor yang juga melaju dari arah yang berlawanan.

Akibatnya, satu pengendara juga tewas. Satu di antaranya dilarikan ke RSI Margoyoso. Usai menabrak tiga sepeda motor, bus yang semakin tak terkendali akhirnya menabrak tiang telepon dan listrik hingga patah dan menyangkut di bagian atas bus.

Hingga berita ini diturunkan, petugas baru saja melakukan evakuasi terhadap bus menggunakan mobil derek. Insiden tersebut menjadi tontotan warga. (LISMANTO/TITIS W)

Tabrakan Maut di Pati Terjadi Karena Sembarangan Nyalip

Sejumlah pengendara melihat sepeda motor yang ringsek akibat kecelakaan dengan mobil elf. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah pengendara melihat sepeda motor yang ringsek akibat kecelakaan dengan mobil elf. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Kasus kecelakaan di sejumlah titik di Kabupaten Pati akibat salah perhitungan saat menyalip pengendara di depannya meningkat. Setelah kecelakaan terjadi di Jalan Pati-Juwana beberapa waktu lalu, kecelakaan dengan kasus sama terjadi di Jalan Pati-Tayu Km 3, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Pati, Rabu (14/10/2015).

Hal ini disampaikan Kanit Laka Polres Pati Ipda Imam Basuki. Dalam sejumlah kasus, kata dia, kecelakaan terjadi saat pengendara salah perhitungan dalam menyalip kendaraan di depannya. Akibatnya, pengendara menabrak pengadara lain dari arah yang berlawanan.

“Tadi juga terjadi kecelakaan di Jalan Pati-Tayu Km 3 dengan kasus serupa. Kejadian bermula saat sepeda motor bernopol K 2378 GA melaju dari arah utara menuju selatan. Pengendara menyalip truk. Belum tuntas menyalip, muncul mobil dari arah selatan menuju utara sehingga terjadi kecelakaan,” ujarnya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Karena itu, ia mengimbau kepada pengendara untuk hati-hati saat menyalip kendaraan yang berada di depan. “Pastikan tidak ada kendaraan dari arah berlawanan saat menyalip. Kalau tidak waspada, ini berbahaya dan sering berisiko terjadi kecelakaan,” imbuhnya.

Akibat dari kecelakaan tersebut, dua orang warga Desa Ngepungrojo, Kecamatan Pati meninggal dunia karena mengalami luka yang serius pada bagian kepala. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Ini Kronologi Kecelakaan Karambol di Jalan Pati-Juwana

Seorang petugas kepolisian setempat tengah mengevakuasi truk gandeng bermuatan beras yang mengalami pecah ban, karena terdesak kontainer yang bertabrakan dengan Mirage. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang petugas kepolisian setempat tengah mengevakuasi truk gandeng bermuatan beras yang mengalami pecah ban, karena terdesak kontainer yang bertabrakan dengan Mirage. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kecelakaan karambol yang melibatkan truk kontainer, mobil Mitsubishi Mirage dan truk bermuatan beras terjadi di Jalan Pati-Juwana Km 7, Kamis (1/10/2015).

Tidak korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, proses evakuasi ketiga kendaraan yang terlibat kecelakaan menyebabkan Jalan Pati-Juwana macet dan mengular hingga 4 kilometer.

Kecelakaan bermula, saat truk kontainer hendak menyalip truk bermuatan beras dari arah barat ke timur. Belum sampai mendahului truk bermuatan beras, dari arah yang berlawanan melaju mobil Mirage warna merah.

“Mobil Mirage tidak bisa mengelak tabrakan itu. Ke kanan ada truk, kalau ke kiri ada sungai. Jalan sudah mentok sehingga kecelakaan tidak bisa dihindari,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Pati Ipda Imam Basuki melalui anggota Polres Pati Mashuri saat dimintai keterangan MuriaNewsCom.

Akibat kecelakaan tersebut, dua kendaraan yang terlibat mengalami ringsek pada bagian depan. Sementara itu, truk bermuatan beras mengalami pecah ban lantaran terdesak dengan truk kontainer.

Ia menambahkan, salah perhitungan saat menyalip memang acapkali menyebabkan kecelakaan di jalan. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan untuk berhati-hati saat hendak menyalip. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Ada Kecelakaan Karambol, Jalan Pati-Juwana Macet 4 Km

Mobil Mitsubishi Mirage warna merah tengah dievakuasi di Jalan Pati-Juwana Km 7. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Mobil Mitsubishi Mirage warna merah tengah dievakuasi di Jalan Pati-Juwana Km 7. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Pati-Juwana Km 7, Kamis (1/10/2015) sekitar pukul 16.00 WIB.Kecelakaan karambolyang melibatkan mobil Mitsubishi Mirage, truk kontainer dan truk bermuatan beras. Akibat kecelakaan tersebut, jalan Pati-Juwana macet total sepanjang 4 kilometer.

Tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut. Namun, bagian depan kanan mobil ringsek. “Tidak ada korban jiwa. Mobil ringsek pada bagian depan kanan, truk mengalami pecah ban dan kontainer juga ringsek pada bagian depan,” ujar Mashuri, petugas kepolisan lalu lintas saat dimintai keterangan MuriaNewsCom di lapangan.

Sampai berita ini diturunkan, mobil Mitsubishi Mirage dan kontainer berhasil dievakuasi dan dibawa ke Unit Laka Lantas Polres Pati. Sementara itu, satu truk bermuatan beras yang mengalami pecah ban masih di tengah-tengah jalan untuk dilakukan evakuasi. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Pati Menurun

Kasatlantas Pati AKP Eko Wahyono memeriksa surat-surat dari pengendara yang terjaring dalam operasi patuh. Dalam operasi patuh yang digelar selama tiga hari, tingkat kecelakaan lalu lintas di Pati mengalami penurunan. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Kasatlantas AKP Eko Wahyono mengatakan, angka tingkat kecelakaan lalu lintas di Pati menurun dibandingkan tahun 2013. Data tersebut diambil pada rentang waktu operasi patuh yang digelar selama tiga hari.

Lanjutkan membaca