Ini Kronologi Kecelakaan yang Menewaskan Menantu dan Cucu KH Sya’roni

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Kecelakaan maut terjadi di Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamat, Kamis (20/4/2017) malam. Muhammad Yusrul Ula (30) dan anaknya Thalita Aisyah Rohmah (5), yang merupakan menantu dan cucu KH Sya’roni meninggal dunia terlindas mobil. Sementara sang ibu Nailis Hilda (26) mengalami luka patah tangan dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama mengungkapkan, peristiwa nahas itu terjadi pada pukul 19.15 petang. Ia berujar kecelakaan itu melibatkan sebuah mobil Suzuki Swift K 9008 AL yang dikendarai oleh  Sri Karyati (36) warga Tahunan  dan motor bebek Supra K 4938 V yang dikemudikan Muhammad Yusrul Ula warga Dukuh Pagongan,Kelurahan Kajeksan, Kecamatan Kudus. “TKP berada di depan Gereja Pendosawalan sebelum pom bensin,” kata Kasatlantas, Jumat (21/4/2017). 

Kronologi kejadian itu bermula, ketika motor berjalan di depan mobil, beriringan dari arah Kudus menuju Jepara. Diduga motor yang ditumpangi tiga orang itu hendak berbelok ke kanan, sementara mobil tak bisa menguasai kendaraan dan sempat menabrak motor. 

Baca juga : Menantu dan Cucu KH Sya’roni Achmadi Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Lalu Lintas

 

Motor yang ditumpangi Yusrul, Nailis dan Thalita lantas jatuh ke sisi kanan. Sri Karyati tak mampu mengendalikan laju mobil dan menabrak motor tersebut. 

“Pengendara mobil tak mengalami luka. Sementara pemotor atas nama Muhammad Yusrul Ula dan Thalita meninggal dunia, mengalami memar di kepala. Adapun Nailis mengalami patah tangan kanan dan kiri. Sesaat setelah kejadian, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kalinyamat (Bakalan) lalu dirujuk ke rumah sakit,” terang Andhika. 

Dirinya menambahkan,  saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan Unit Lakalantas Polres Jepara. Pengendara mobil Swift telah diperiksa oleh pihak kepolisian. 

Mobil dan motor yang mengalami kecelakaan saat ini diamankan di Mapolres Jepara. Kondisi mobil mengalami penyok dibagian bemper, sementara motor mengalami kerusakan di kaca spion.

Editor : Kholistiono

Truk Kontainer Nyungsep di Jepara, Begini Kondisi Sang Sopir

Sebuah truk kontainer terperosok di Desa Bawu, Kecamatan Batelalit, Jepara, Sabtu (8/4/2017). Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan tunggal itu. Diduga, kejadian itu disebabkan komponen setir yang rusak.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah kontainer bernopol H 1712 FA terperosok di Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Sabtu (8/4/2017) pagi. Sang sopir Suripto mengaku, kejadian itu disebabkan tierod kendaraannya yang rusak, sehingga laju kendaraan tak terkendali.

Dikatakan sang sopir, kejadian itu berlangsung pada pukul 04.30 WIB. Sedianya, kendaraannya itu hendak ia gunakan mengakut mebel. Namun sebelum sampai ke gudang tujuan, trailer miliknya justru mengalami kecelakaan.

“Tadi kan mau memuat mebel dari gudang Kota Jati. Namun setelah kendaraan saya melewati jalan menurun, tiba-tiba setir tak bisa dikendalikan. Laju kendaraan pun sudah saya kurangi dengan menginjak rem. Setir rasanya mengarah kekanan terus, padahal sudah coba saya putar kiri. Akhirnya nyungsep,” ujar warga Semarang itu.

Pantauan MuriaNewsCom, ruang kemudi kontainer masuk ke dalam sungai, sedangkan bodi kendaraan tersebut miring. Tak ayal kejadian itu menjadi tontonan warga sekitar, yang melintas di jalan lingkar penghubung Bawu-Mulyoharjo itu.

Beruntung, ia dan keneknya tak mengalami luka-luka. Sembari menunggu kendaraan dievakuasi, mereka berdua ditampung warga yang berbaik hati menawarkan tempat istirahat.

Warga sekitar, Febri (40) menyatakan, dirinya tak tahu pasti bagaimana kejadian bermula. Yang pasti, saat ia membuka pintu rumahnya truk kontainer tersebut sudah terperosok tepat di seberang rumahnya. Namun, dirinya berkata kejadian serupa juga pernah terjadi beberapa saat lalu.

“Wah saya tidak tahu kejadiannya seperti apa. Namun begitu saya buka pintu pukul 05.30 WIB, truk itu sudah dalam kondisi begitu. Tapi di sini juga pernah kejadian seperti itu, tapi tempatnya agak jauh dari rumah saya,” katanya.

Informasi yang dikumpulkan di lapangan, alat berat baru tiba sekitar pukul 16.00 WIB, guna mengevakuasi kontainer tersebut.

Editor : Kholistiono

Hindari Bus, Truk Tronton Bermuatan Keramik Terguling di Jepara

Truk tronton bernormor polisi B 9318 GYV terguling di tikungan Jalan Kyai Ronggo Desa Mulyoharjo Jepara, Kamis (5/1/2016).(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Truk tronton bernormor polisi B 9318 GYV terguling di tikungan Jalan Kyai Ronggo Desa Mulyoharjo Jepara, Kamis (5/1/2016).(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Truk tronton bernomor polisi B 9318 GYV bermuatan ratusan kardus keramik terguling di tikungan Jalan Kyai Ronggo Mulyo  Desa Mulyoharjo, Jepara, Kamis (5/1/2017).

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, truk tronton yang dikemudikan oleh Suyono tersebut, pada Kamis sekitar pukul 08.00WIB melaju dari arah Kota Jepara untuk menurunkan muatan di Toko Bangunan Sami Putra Desa Mulyoharjo, Jepara. Ketika sampai di lokasi kejadian, yakni di tikungan Jalan Kyai Mojo berpasasan, truk dengan bus yang melaju dengan kecepatan kencang.

Melihat hal itu, Suyono berusaha agak menepikan truk yang dikemudikannya. Namun, nahas, justru truk oleng ke kiri dan terguling. Ratusan dus keramik yang dimuatnya juga tumpah dan berceceran di sungai yang berada di bawahnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Sarman, salah seorang saksi yang merupakan warga Desa Mulyoharjo RT 6 RW 3 mengatakan, jika truk tersebut berusaha menghindari bus yang melaju kencang. “Saat itu, truk yang bermuatan keramik berpasasan dengan bus malam yang berkecepatan tinggi di tikungan. Sehingga truk oleng dan terguling,” katanya.

Sementara itu, Suyono (45) sopir truk mejelaskan, bus yang berjalan dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan tinggi. “Nah pas di tikungan, saya coba menghindari bus supaya tak ditabrak.Saat saya menghindar,malah truk saya oleng dan terguling. Untuk busnya langsung kabur,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono