3 Kios di Bugel Jepara Terbakar  

Petugas melakukan pemadaman kebakaran di Bugel, Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kebakaran melanda sebuah kompleks pertokoan di Desa Bugel, RT/RW : 11/3, Kecamatan Kedung, Jepara, Rabu (30/8/2017) sore. Akibatnya, tiga toko yang digunakan sebagai bengkel, studio foto dan pangkas rambut ludes.

Elya Farida warga setempat mengatakan, api kali pertama terlihat dari bengkel yang terletak di sisi utara. Setelah itu si jago merah merembet ke sisi selatan yakni studio foto dan tempat pangkas rambut. 

“Pertama kali api diketahui oleh istri yang punya studio foto. Ketika dia tengah salat, di dalam ruang studio mendengar ada suara, ketika ditengok ternyata api sudah membesar. Lalu ia keluar dan saya berusaha menolong, namun tidak bisa karena takut,” katanya. 

Saat itu, menurut Elya bengkel dan tempat pangkas rambut sudah tutup. Sementara jarum jam menunjuk pukul 15.15 WIB, saat kebakaran terjadi.  “Ada suara ledakan juga, sebanyak tiga kali. Apinya besar sekali, Kemungkinan dari kompresor dan dua komputer yang ada di studio foto,” tutur dia. 

Beruntung kejadian itu tak merembet ke kompleks pertokoan lain, yang berada di selatan lokasi kejadian. Tim pemadam kebakaran menurunkan lima mobil damkar beserta tanki penyuplai air. 

Kabid Pemadam Kebakaran Surana mengatakan, akibat kejadian tersebut kerugian ditaksir Rp 200 juta. Adapun pemilik kios bengkel diketahui bernama Saefurahman, sedangkan studio foto milik Ali Ridho dan kios potong rambut milik Sunarto.

“Untuk penyebabnya diduga karena korsleting listrik dan tidak menimbulkan korban jiwa,” urainya. 

Editor : Akrom Hazami

Putung Rokok Diduga Sebagai Biang Kebakaran Hutan Gundih Grobogan

Kawasan hutan jati di pinggir Jalan Purwodadi-Solo KM 16 yang terbakar tampak menghitam, Senin (28/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Terbakarnya kawasan hutan milik Perhutani KPH Gundih, di Grobogan, dimungkinkan dari tindakan sepele.

Yakni, adanya orang yang membuang puntung rokok sembarangan, sehingga mengenai daun-daun kering dan akhirnya menyulut kebakaran pada Minggu (27/8/2017) malam.

“Penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok. Kemungkinan, ada pengendara yang membuang puntung rokok secara tak sengaja, hingga terbawa angin dan mengenai daun serta dahan-dahan kering,” jelas Wakil Administratur KPH Gundih Kuspriyadi pada wartawan, Senin (28/8/2017).

Menurutnya, dugaan itu sangat dimungkinan karena lokasi kejadian berada di pinggir jalan raya Purwodadi-Solo km 16. Setiap hari, jalur ini banyak dilewati pengendara lintas kabupaten. Baik motor, mobil atau kendaraan besar.

Kebakaran di kawasan hutan itu terjai puluk 18.15 WIB dan bisa dipadamkan dua jam kemudian. Dari pantauan di lapangan, bekas kebakaran masih terlihat jelas. Banyak pohon jati dan tanah yang menghitam akibat terjilat api.

Tidak jauh dari lokasi kebakaran, terdapat tumpukan sampah. Meski sudah ada plang larangan, namun banyak orang masih membuang sampah di kawasan itu.

Baca : 4 Hektare Hutan Perhutani Gundih Grobogan Terbakar

Administratur KPH Gundih Sudaryana menambahkan, kebakaran tersebut tidak sampai mematikan pohon jati yang ada di petak 103B seluas 4 hektare tersebut. Menurutnya, pohon jati memiliki kelebihan tahan dengan kebakaran.

“Meski kena kebakaran tetapi kondisi pohon masih tetap hidup. Kejadian kebakaran ini sudah jadi perhatian serius saat musim kemarau,” ujarnya.

Dia menyatakan, kerawanan kebakaran di musim kemarau pada hutan jati memang cukup tinggi.

Setelah kebakaran tersebut, pihaknya akan membuat sekat dengan membersihkan dedaunan yang mengering di sekitar hutan, sehingga risiko kebakaran bisa dipersempit. Selain itu, upaya lain adalah memberikan penyuluhan kepada warga.

Editor : Ali Muntoha

Ditinggal Pengajian, Rumah Warga Kramat Grobogan Ludes Terbakar

Puluhan warga dan petugas memadamkan kebakaran di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, Sabtu (26/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kebakaran terjadi di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, Grobogan, Sabtu (26/8/2017) sekitar pukul 10.30 WIB. Akibatnya, dua unit rumah milik Rustamto (60), ludes dilalap api.

“Selain rumah, seluruh barang dan harta berharga yang ada di dalamnya ikut habis. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 300 juta,” ungkap Kades Kramat Agus Ali Subhan.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kebakaran, rumah kondisi kosong. Beberapa waktu sebelumnya, pemilik rumah yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) di desa tersebut sudah pergi beraktifitas. Sementara istrinya Warsini, sekitar satu jam sebelum kejadian pergi ikut pengajian di rumah tetangganya.

Kebakaran itu baru diketahui warga ketika api sudah membesar. Semula, warga mengira munculnya asal tebal akibat pembakaran sampah.

Warga makin curiga karena asap justru semakin tebal. Beberapa warga mencoba mendatangi rumah tersebut. Ternyata, rumah bagian belakang sudah terbakar.

“Melihat peristiwa ini, warga berupaya untuk melakukan pemadaman sebisanya. Namun, lantaran saat itu ada hembusan angin kencang maka pemadaman jadi sulit dan apinya makin cepat membesar,” jelas Agus.

Selain itu, banyaknya barang mudah terbakar menyebabkan nyala api makin cepat membesar dan menjalar hingga rumah depan. Menurut Agus, bagian depan rumah selama ini difungsikan toko kelontong serta kebutuhan pertanian.

Meski sudah dibantu empat unit mobil damkar, namun upaya menjinakkan api tak mudah. Api pun melahap seluruh rumah berikut isinya. Tak lama kemudian, kobaran api itu padam dengan sendirinya.

“Dalam rumah itu juga terdapat stok pupuk milik kelompok tani yang ikut terbakar. Pemilik rumah adalah Ketua Poktan di Desa Kramat,” imbuhnya.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan sementara, kebakaran dipicu dari sisa bara api dalam pawon yang belum sepenuhnya dimatikan.

“Sebelum berangkat pengajian, istri pemilik rumah sempat masak dulu. Kemungkinan, api belum padam betul dan menjalar ke tumpukan kayu kering dekat pawon hingga membakar dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu,” jelas Agus.

Editor : Akrom Hazami

Satu Rumah Berbahan Kayu Jati di Grobogan Ludes Dilalap Api

Rumah Kamiludin warga Dusun Krajan, Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan ludes dilalap si jago merah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tepat tengah hari, warga Dusun Krajan, Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan digegerkan dengan terjadinya sebuah peristiwa kebakaran rumah, Kamis (24/8/2017. Amuk kebakaran pukul 12.00 WIB itu menimpa rumah milik Kamiludin (36), warga yang tinggal di wilayah RT 01, RW 01.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, namun kebakaran itu mengakibatkan kerugian material sekitar Rp 75 juta. Satu rumah dari kayu jati berukuran 12 x 12 meter berikut barang berharga yang ada di dalamnya tidak berhasil diselamatkan.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum api berkobar, warga sempat mendengar suara letusan. Kemungkinan letusan ini disebabkan hubungan arus pendek listrik.

Beberapa saat setelah terdengar letusan, pemilik rumah terlihat keluar menuju halaman sambil berteriak minta tolong warga. Tidak lama kemudian, dari dalam rumah sudah muncul kobaran api.

“Saat itu, saya ada di rumah adik yang berada persis didepan tempat kebakaran. Saya sempat mendengar suara ledakan dan tidak lama kemudian rumah itu kebakaran,” kata Asih, salah seorang warga setempat.

Melihat ada kebakaran, puluhan warga  berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya pemadaman ini tidak berhasil karena hembusan angin kencang dan tebatasnya persediaan air.

Editor: Supriyadi

Penyebab Kebakaran Pasar Pagi Kaliwungu Kendal Baru Bisa Dipastikan 3 Hari ke Depan

Petugas melakukan pemeriksaan kebakaran di pasar pagi Kaliwungu, Kaupaten Kendal, Senin. (Facebook)

MuriaNewsCom, Kendal – Sejumlah pihak terkait masih melakukan pencarian penyebab kebakaran pasar pagi Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Di antaranya seperti turunnya Puslabfor Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang, dan petugas kebakaran kabupaten setempat, Senin (21/8/2017) pagi hingga siang ini.

Pasar diketahui mengalami kebakaran pada Sabtu (19/8/2017). Kebakaran menyebabkan hampir sebagian besar bangunan ludes terbakar. Api kali pertama muncul dari bagian belakang pasar. Kemudian api cepat menjalar ke bagian tengah pasar. Akibat kebakaran, tidak sedikit pedagang yang kehilangan lapaknya. Sesuai rencana, pemkab setempat akan membangun pasar darurat sebagai pengganti sementara.

Tampak seorang petugas pemadam kebakaran, melakukan penyiraman air ke lokasi. Sebab, dimungkinkan ada bara api dan asap yang mengepul. Letaknya berada di puing-puing sisa kebakaran. Sampai saat ini, tidak lagi ditemukan kobaran api. “Puing yang ada di reruntuhan masih menyimpan bara. Makanya asap masih mengepul,” ujar petugas pemadam kebakaran tersebut.

Sementara pagi tadi, Puslabfor turun ke lokasi mencari barang bukti untuk kebutuhan penelitian. Sekitar empat orang turun langsung. Mereka menuju titik awal api muncul yakni di bagian belakang pasar. Yaitu di kios milik warga bernama Siti Sarbiah, penjual gerabah. Dari Siti, polisi mendapatkan data jika pemilik kios memastikan telah mematikan aliran listrik kiosnya.

Tidak berhenti di situ, Puslabfor juga memeriksa saluran listrik. Mereka mengambil kabel gosong dan sisa puing dari tanah lokasi kebakaran. Kepada wartawan, salah satu petugas Puslabfor, AKBP Teguh P mengatakan pihaknya akan melakukan penelitian penyebab kebakaran. Kemungkinan hasilnya baru keluar 2-3 hari kemudian.

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara Obat Nyamuk, Rumah Warga Manjang Pati Dilalap Si Jago Merah

Sejumlah warga tengah memperbaiki atap rumah warga Manjang, Jaken yang terbakar, Senin (21/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebuah rumah di Desa Manjang RT 2 RW 1, Kecamatan Jaken, Pati dilalap si jago merah, Senin (21/08/2017). Api diduga berasal obat nyamuk yang menyulut kasur.

Beruntung, saat kebakaran terjadi penghuni rumah sedang pergi ke pasar. Penanganan sigap dari warga dan petugas membuat api bisa cepat dipadamkan, sehingga tidak meluas ke pemukiman lain.

“Kebakaran diketahui sekitar jam 09.30 WIB, dan api dapat dipadamkan pada pukul 09. 45 WIB. Diduga api berasal dari obat nyamuk yang menyulut kasur,” ungkap Kapolsek Jaken AKP Teguh Heri Rusianto.

Akibat kebakaran tersebut, pemilik rumah, Karmain (75) mengalami kerugian hingga Rp 25 juta. Hal itu disebabkan api membakar dinding sekat kamar bagian dalam yang terbuat dari triplek, atap rumah atas kamar, dan sejumlah barang berharga lainnya.

“Hanya 30 persen bagian rumah yang terbakar, yakni bagian blandar kayu dan kerangka atap rumah yang terbuat dari kayu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Manjang, Sunyarto (55) mengatakan, dia mendengar teriakan warga bila ada kebakaran. Mendengar hal itu, dia mengerahkan warga untuk ikut membantu memadamkan api.

“Jarak antara balai desa dan rumah korban sekitar 50 meter. Itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, kami yang berada di kantor balai desa mendengar teriakan kebakaran,” tuturnya.

Api yang sudah berkobar akhirnya bisa dipadamkan menggunakan sejumlah peralatan seadanya. Salah satunya dengan memanfaatkan pasir dan air sumur, sehingga rumah bisa diselamatkan dan tidak menjalar ke rumah warga di sekitarnya.

Editor : Supriyadi

Pemilik Gudang Tebu yang Terbakar Rugi Puluhan Juta

Petugas kebakaran dan warga mencoba memadamkan api yang melalap habis gudang tebu di Desa Jurang, Kudus, Sabtu (19/8/2017).
(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemilik gudang ampas tebu dan gudang gula tumbu yang terbakar adalah Kasdi (70). Warga Desa Jurang, RT 1 RW 1
Kecamatan Gebog itu harus mengalami kerugian mencapai Rp 50 jutaan, atas gudangnya yang habis terbakar.

Kasdi mengatakan, kebakaran tersebut tak hanya membuat kerugian pada bangunan saja. Namun isi dalam gedung miliknya juga habis. Padahal di dalamnya terdapat banyak pasokan gula tumbu.

“Ada sekitar empat ton gula tumbu sudah terkemas. Belum lagi yang masih dimasak dalam wadahnya serta tumpukan tebu yang juga habis terbakar. Jadi kalau Rp 50 juta lebih kerugianya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pria bertubuh gemuk itu menceritakan, saat kejadian kebakaran pihaknya sedang berada di rumahnya, yang tak jauh dari gudang. Saat itu, terdapat warga yang memberi kabar kalau gudangnya kebakaran.

Mendapatkan kabar yang tak enak, pihaknya langsung panik. Dia langsung datang ke lokasi sambil menghubungi pemadam kebakaran. Namun sesampainya di gudang,  kobaran api sudah melalap hampir seluruh gudang miliknya.

“Api muncul dari arah barat gudang menuju ke timur. Ampas tebu dan plastik yang kering sangat mudah terbakar. Apalagi, cuaca hari ini sangat panas dengan angin yang cukup kencang,” ungkap dia.

Editor : Ali Muntoha

4 Karyawan Gula Tumbu Nyaris Hangus Dilalap Jago Merah

Petugas kebakaran tengah memadamkan api yang melalap gudang tebu di Desa Jurang, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gudang tebu yang juga produksi gula tumbu di Desa Jurang Rt 1 RW 1, Kudus, ludes terbakar, Sabtu (19/8/2017). Dalam kejadian tersebut, empat orang pekerja nyaris terbakar oleh amukan sang jago merah.

Miftahul Huda (27) saksi mata menyebutkan kalau kejadian kebakaran pada gudang tersebut sekitar jam 14.00 WIB. Saat itu, diketahui asap yang amat tebal dengan api sudah cukup besar. Selain itu, terdapat pula empat pekerja yang lari dari dalam gudang sambil meminta pertolongan.

“Ada empat pekerja yang masih beraktivitas. Keempat pekerja langsung lari sambil meminta tolong. Kami yang kebetulan berada di sekitar lokasi langsung datang menolong,” kata dia kepada MuriaNewsCom.

Beruntung, api yang sudah besar tak melukai pekerja lantaran berhasil menyelamatkan diri. Meski demikian, keempat pekerja nampak shok dan sulit berkomunikasi pasca kejadian tersebut.

“Sebenarnya kami liat ada sumbu api pada pembuatan gula tumbu yang membeludak. Kami coba padamkan namun gagal karena api sudah besar,” ungkapnya.

Melihat api yang makin besar melalap tumpukan plastik dan ampas tebu, kata dia warga menggunakan alat seadanya untuk memadamkannya. Terdapat warga yang menggunakan ember, selang dari air PAM dan juga air sumur. Namun air yang dihasilkan tak sebanding dengan api yang mengamuk.

Hingga tak lama setelah kejadian, pemadam kebakaran dari Sukun dan Djarum tiba untuk menjinakkan si jago merah. Api baru bisa dipadamkan dengan waktu cukup lama lantaran kobaran yang besar serta tumpukan bahan yang mudah terbakar.

Editor : Ali Muntoha

Tabung Elpiji Meledak, Suami-Istri di Ngagel Pati Dilarikan ke Rumah Sakit

Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran, Desa Ngagel, Dukuhseti, Jumat (18/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Ngagel RT 1/RW 4, Kecamatan Dukuhseti, Saripudin (45) dan istrinya, Masuroh (38) mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit, setelah kebakaran terjadi di rumahnya, Jumat (18/8/2017).

Dari informasi yang dihimpun, kebakaran bermula saat korban memindah bensin dari jeriken ke botol untuk dijual. Pemindahan itu menggunakan selang kecil yang disalurkan dari jeriken ke botol.

“Saat pemindahan berlangsung, jeriken ditinggal ke kamar mandi. Setelah keluar dan dicek, muncul percikan api yang diduga dari loberan pengisian bensin. Pemindahan itu berada di dekat kompor gas,” ungkap Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan.

Selang beberapa detik setelah muncul percikan api, tabung gas elpiji meledak. Ledakan membuat api berkobar dan menyambar rumah bagian belakang hingga terbakar.

Sejumlah parabotan rumah tangga yang terbakar, antara lain satu unit sepeda motor Supra 125, mesin cuci, padi sebanyak satu ton, dan tabung gas sebanyak sepuluh buah. Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 75 juta.

Korban yang awalnya ingin menyelamatkan barang-barang berharga justru ikut tersambar api dan mengalami luka bakar. Saripudin mengalami luka bakar di sekujur tubuh, sedangkan istrinya mengalami luka bakar ringan.

Editor: Supriyadi

NGERI, Kakek Tewas Terbakar di Grobogan

Polisi melihat kondisi mayat kakek yang tewas terpanggang di Karangrayung, Grobogan, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran terjadi di Desa Pangkalan, RT 04 RW 02, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, Sabtu (12/8/2017). Kebakaran yang menimpa sebuah rumah ini menyebabkan penghuninnya tewas terpanggang.

Korban tewas diketahui bernama Yaspan (75). Saat rumahnya terbakar, ia tidak bisa menyelamatkan diri karena sudah cukup lama mengalami lumpuh.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, korban di rumah sendirian karena anggota keluarganya sedang beraktivitas di luar rumah.

Sebelum kebakaran terjadi, sempat terdengar bunyi ledakan cukup keras. Adanya ledakan ini membuat warga keluar dari rumah untuk mencari tahu darimana sumber ledakan berasal.

“Tidak lama kemudian, kami mendapati rumah mbah Yaspan sudah terbakar. Sebelumnya, ada suara ledakan keras dan listrik padam,” kata beberapa warga setempat.

Mengetahui ada rumah terbakar, warga kemudian bergegas melakukan pemadaman sebisa mungkin. Konsentrasi warga juga difokuskan untuk menyelamatkan mbah Yaspan yang diketahui masih ada di dalam rumah.

Namun, upaya pemadaman dan penyelamatan gagal dilakukan. Sebab, kobaran api cepat sekali membesar karena banyak barang mudah terbakar dan adanya hembusan angin cukup kencang.

Kebakaran itu akhirnya berhasil dipadamkan setelah tiga unit kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Meski demikian, upaya pemadaman masih butuh waktu sekitar satu jam.

Kapolsek Karangrayung AKP Sukardi menjelaskan, hasil penyelidikan sementara, kebakaran itu diduga terjadi karena hubungan arus pendek atau konsleting. “Dalam musibah ini ada satu korban jiwa. Korban diketahui menderita lumpuh. Setelah diperiksa, jenazah sudah kita serahkan pada keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami 

Dinilai Minim, Bantuan Korban Kebakaran di Grobogan Perlu Dinaikkan

Warga saat berada di lokasi kebakaran di Kabupaten Grobogan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pihak meminta agar Pemkab Grobogan menaikkan besarnya bantuan bagi warga yang menjadi korban kebakaran. Hal itu dilontarkan karena bantuan yang diterima saat ini dinilai masih minim.

“Bantuan dari pemkab untuk korban kebakaran maksimal nilainya Rp 2,5 juta. Itupun diberikan untuk rumah yang terbakar habis,” ungkap Ahmadi, warga Purwodadi.

Dengan alokasi dana sebesar itu dirasa belum bisa maksimal meringankan korban kebakaran. Sebab, kerugian material yang akibat kebakaran itu nilainya terkadang bisa mencapai ratusan juta.

“Di daerah lain, bantuan untuk korban bencana nilainya ada yang jauh lebih besar. Saya berharap, kedepan nilai bantuan bisa dinaikkan,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Agus Sulaksono ketika dimintai komentarnya mengakui jika alokasi bantuan untuk korban bencana memang tidak begitu besar. Besarnya bantuan yang diserahkan juga disesuaikan dengan tingkat kerusakan akibat kebakaran tersebut.

“Kalau rumahnya terbakar habis, bantuan bisa sampai Rp 2,5 juta. Tetapi kalau hanya sebagian, nilai bantuannya juga lebih kecil. Selain uang, kita juga kasih bantuan paket makanan untuk korban kebakaran,” jelasnya.

Untuk memberikan bantuan pada korban kebakaran, pihaknya juga mengajukan ke Pemprov Jateng. Biasanya, bantuan itu diajukan untuk kasus kebakaran luar biasa. Yakni, minimal ada 5 unit rumah yang terbakar habis.

“Untuk kasus kebakaran seperti ini biasanya dapat bantuan dari provinsi Rp 20 juta. Selama ini, ada beberapa kejadian kebakaran yang menimpa banyak rumah,” terangnya.

Agus menyatakan, jika dibandingkan dengan daerah lain, frekuensi kebakaran di wilayah Grobogan boleh dibilang memang jauh lebih tinggi. Khususnya, ketika sudah memasuki musim kemarau.

Setiap tahun intensitas kebakaran ini berkisar 80 hingga 100 kali. Artinya, rata-rata setiap pekan atau empat hari sekali terjadi bencana kebakaran di kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah ini.

Editor : Akrom Hazami

 

Kerugian Kebakaran Gudang Mebel Jepara Ditaksir Tembus Rp 100 juta

Sejumlah warga melihat kebakaran gudang mebel di Desa Sowan LorRT 12/RW 1, Kecamatan Kedung , Jumat (4/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Penyebab pasti kebakaran gudang mebel di Desa Sowan Lor RT 12/RW 1, Kecamatan Kedung memang masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Meski begitu kerugian atas musibah tersebut ditaksir lebih dari Rp 100 juta.

Kapolsek Kedung AKP Sukarmo menyebutkan, saat kebakaran terjadi, kayu hasil olahan masih berada di dalam gudang. Karena sedang libur, tak ada aktivitas apapun di gudang tersebut. Bahkan, gerbang gudang masih tertutup dan terkunci.

Hal tersebut membuat mebel yang diselamatkan dari amukan api tak begitu banyak. Warga yang membantu evakuasi mebel hanya bisa menyelamatkan sebagian kecil dari mebel yang ada.

”Banyak yang terbakar daripada yang berhasil diselamatkan. Kemungkinan kerugian yang dialami mencapai Rp 100 juta lebih,” katanya, Jumat (4/8/2017).

Ia mengungkapkan, saat kejadian para saksi menyatakan melihat api dari bagian belakang gudang, yang berdekatan dengan tempat penyimpanan thiner. Beberapa saat kemudian terdengarlah suara ledakan.

”Warga yang mendengar langsung datang dan bergotong-royong menyelamatkan aset gudang. Beruntung tidak ada yang terluka,” ungkap Sukarmo.

Adapun jumlah mobil pemadam yang diturunkan ada empat unit. Dalam pemadaman petugas pun menggunakan cairan khusus karena bahan kayu dan thiner yang mudah terbakar. 

Sukarmo menambahkan, peristiwa itu menyedot perhatian warga sekitar. Akibatnya jalan Kedung-Jepara sempat tersendat beberapa saat karena banyaknya warga yang menonton.

Baca Juga : Gudang Mebel di Jepara Ludes Dilalap Si Jago Merah

Editor: Supriyadi

Gudang Mebel di Jepara Ludes Dilalap Si Jago Merah

Gudang mebel di Desa Sowan Lor ludes diamuk api, Jumat (4/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara  – Sebuah gudang mebel di Desa Sowan Lor RT 12/RW 1, Kecamatan Kedung ludes dilalap Si Jago Merah, Jumat (4/8/2017). Belum diketahui pasti sebab kebakaran ini. Namun, kuat dugaan api berasal dari korsleting peralatan listrik.

Taufik (37) mengatakan, kejadian tersebut disertai ledakan besar. Diduga ledakan tersebut berasal dari thinner yang juga tersimpan di bangunan berdimensi lebih kurang 30×40 meter itu.

“Kejadiannya sekitar jam empat sore. Saya sedang bermain pingpong di rumah yang berada di barat gudang. Tiba-tiba ada orang yang berteriak kebakaran. Saat saya lihat bangunan yang ada di sebelah rumah saya terbakar,” ucapnya. 

Beruntung, pemadam kebakaran segera datang dan melokalisir api agar tidak merembet ke perumahan warga. Beberapa meubel juga berhasil diselamatkan dari amukan api, meski beberapa di antaranya ikut terbakar. 

Menurutnya, beberapa yang hendak menyelamatkan barang takut karena ada thiner di dalam bangunan itu. “Mungkin karena listrik, soalnya bangunan sedang kosong,” ungkap Taufik

Sementara itu Sholikul (40) mengatakan, asap dari kebakaran itu terlihat dari rumahnya di Desa Dongos, Kecamatan Kedung yang berjarak satu kilometer. 

“Tadi jam empat sore, saya lihat ada asap, saya pikir itu pasti kebakaran, soalnya lain jika ada orang membakar sampah bentuknya,” ceritanya. 

Warga sekitar Kasman (60) berujar, saat kejadian gudang memang tak ada orang. Hal itu karena setiap Jumat merupakan hari libur kerja. Ia mengatakan, pabrik tersebut merupakan kepunyaan Fakhrudin.

“Saat kejadian tidak ada orang, wong biasanya libur pas hari Jumat. Pas waktu itu, sebagian warga sekitar juga sedang melayat sehingga sampai di tempat sudah membesar,” kata dia. 

Editor: Supriyadi

Listrik Padam, Rumah di Belakang Rutan Purwodadi Langsung Berkobar

Warga dan petugas pemadam memeriksa rumah milik Suyadi yang terbakar, Kamis (3/8/2017) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga kampung di belakang Rumah Tahanan (Rutan) Purwodadi, Jalan Wijaya Kusuma, Grobogan, Kamis (3/8/2017) tiba-tiba riuh. Warga panik melihat kobaran api dari salah satu rumah.

Kobaran api itu muncul dari rumah milik Suyadi (59), yang biasa ditempati anaknya. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, saat orang-orang sudah mulai beranjak tidur.

Beruntung saat kejadian rumah dalam kondisi kosong, sehingga tak ada korban jiwa. Meski demikian, kerugian yang diderita pemilik rumah cukup besar, karena banyak barang berharga yang hangus.

Informasi yang didapat menyebutkan, warga baru mengetahui jika ada kebakaran, lantaran secara tiba-tiba listrik padam.

Beberapa warga kemudian keluar rumah untuk melihat situasi. Saat itulah warga melihat rumah tetangganya kebakaran.

Peristiwa kebakaran diketahui ketika nyala api sudah terlihat agak membesar dan memunculkan asap yang cukup tebal.

Tidak lama kemudian, dua armada  pemadam kebakaran BPBD Grobogan tiba dilokasi kejadian. Akhirnya, kebakaran berhasil dipadamkan sebelum menghanguskan seluruh bangunan rumah.

“Kebakaran menyebabkan bagian atap rusak. Diduga kebakaran disebabkan korsleting listrik,” kata Muchtarom, warga setempat. 

Editor : Ali Muntoha

Ditinggal ke Sawah, Rumah Warga Tanjungrejo Grobogan Terbakar

Petugas pemadam kebakaran bersama warga berupaya memadamkan kobaran api di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan. (MuriaNewsCom /Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran terjadi lagi di Grobogan, Minggu (23/7/2017). Sebuah rumah di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan ludes terbakar, sekitar pukul 12.30 WIB. Rumah yang terbakar diketahui milik Kardi (42), warga yang tinggal di Dusun Sawit.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kejadian rumah tersebut dalam kondisi kosong. Beberapa jam sebelum kejadian, pemilik rumah sudah berangkat ke sawah  bersama para petani lainnya.

Peristiwa kebakaran diketahui ketika nyala api sudah membesar dan memunculkan asap yang cukup tebal. Melihat kepulan asap tebal, para petani yang ada disawah segera berlarian menuju perkampungan.

Untuk mencegah mengganasnya api, puluhan warga selanjutnya berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya ini tidak membawa hasil lantaran banyak barang mudah terbakar di dalam rumah serta adanya hembusan angin cukup kencang saat kejadian.

Tidak lama kemudian, dua armada  pemadam kebakaran Grobogan tiba dilokasi kejadian. Meski demikian, petugas pemadam dibantu warga masih butuh waktu lebih dari satu jam untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus mencegah menjalarnya api ke rumah lain yang berdekatan.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Namun, rumah dan seluruh isinya habis terbakar. Untuk tafsir kerugian material sekitar Rp 100 juta,” kata Kaur Pembangunan Desa Tenjungrejo Supriyanto.

Menurutnya, diduga kebakaran disebabkan konsleting listrik. Hal itu dimungkinkan lantaran saat kejadian rumah dalam kondisi kosong.

Editor : Akrom Hazami 

Pabrik Tahu Goreng di Jangkungharjo Grobogan Ludes Terbakar

Petugas memadamkan api di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kebakaran menimpa sebuah tempat usaha tahu goreng milik Rohmad (47), di Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati, Selasa (18/7/2017). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu menyebabkan bangunan yang dijadikan pabrik ludes terbakar.

Selain bangunan, sebuah mobil pikap yang ada di dalamnya juga ikut hangus terbakar. Demikian pula dengan barang dagangan tahu goreng siap jual yang sudah ditempatkan di atas mobil ikut terkena jilatan api.

Informasi yang didapat menyebutkan, persitiwa kebakan itu diketahui oleh beberapa warga yang berada di pos kamling berjarak sekitar 20 meter di sebelah timur pabrik tahu goreng tersebut. Dari pos ronda itu, warga melihat ada kobaran api dari bangunan belakang rumah Rohmad yang dipakai untuk tempat usaha.

Melihat ada kebakaran, salah seorang warga di pos ronda segera menghubungi kantor Pemadam Kebakaran Grobogan untuk minta bantuan. Beberapa orang lainnya kemudian mengabarkan kebakaran warga sekitar serta membangunkan pemilik rumah yang sudah tertidur.

“Saat nongkrong di pos ronda, terlihat nyala api dari atap yang sudah terbakar. Saya  kemudian menghubungi kantor damkar untuk minta bantuan,” jelas Yanto, salah seorang warga yang ditemui di lokasi kejadian.

Sambil menunggu kedatangan tim damkar, puluhan warga berupaya mencegah kobaran api supaya tidak menjalar pada dua bangunan rumah milik Rodman, yang lokasinya tmenyatu dengan tempat usaha tersebut. Beberapa warga lainnya menggedor pintu untuk membangunkan pemilik rumah yang sudah tertidur dan meminta seluruh keluarganya segera keluar.

Tidak lama kemudian, tiga armada pemadam ditambah dua mobil tangki untuk menyuplai air tiba di lokasi. Meski mengerahkan semua armada, namun upaya pemadaman api tidak bisa dilakukan dengan cepat karena banyak barang mudah terbakar di dalam tempat penggorengan tahu tersebut. Setelah berjibaku sekitar satu jam, amukan api akhirnya bisa dipadamkan.

Sehari-hari pemilik usaha biasa menggoreng tahu dalam jumlah besar, mulai siang hingga magrib. Tahu yang digoreng setengah matang itu biasanya dijual di Pasar Pagi Purwodadi pada dinihari. Biasanya, pemilik usaha dan keluarganya sudah tidur selepas isak dan bangun menjelang tengah malam karena bersiap jualan di pasar.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran yang menelan kerugian material sekitar Rp 100 juta tersebut. Namun, dugaan sementara, pemicu kebakaran adalah konsleting listrik.

“Saat kejadian sudah tidak ada aktivitas di tempat usaha tersebut dan pemiliknya juga sudah tidur. Kemungkinan kebakaran disebabkan hubungan arus pendek listrik,” jelas Kasi Damkar Grobogan Sutrisno.

Editor : Akrom Hazami 

Baru Dibangun, Rumah Guru SMP di Cingkrong Grobogan Ludes Terbakar

Warga tampak berada di antara puing rumah yang kebakaran di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus0

MuriaNewsCom, Grobogan – Untuk kesekian kalinya, musibah kebakaran kembali terjadi di Grobogan. Peristiwa kebakaran terbaru terjadi di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Jumat (7/7/2017) dini hari.

Kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 02.30 WIB itu menimpa sebuah rumah milik Slamet Riyanto yang berada di wilayah RT 08, RW 01. Akibat kebakaran ini, rumah seorang guru SMP itu ludes terbakar. Selain itu, api sempat menjalar dan menghanguskan sebagian rumah milik Suwarti yang ada di samping kirinya.

Informasi yang didapat menyebutkan, rumah guru yang terbakar itu baru selesai dibangun dan belum sempat ditempati secara permanen. Sebab, Slamet Riyanto masih punya tempat tinggal lagi yang lokasinya tidak jauh dari rumah baru tersebut.

Kebakaran tersebut baru diketahui ketika kobaran api sudah membesar. Untuk mencegah mengganasnya api, puluhan warga selanjutnya berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya ini tidak membawa hasil.

Tidak lama kemudian, dua armada  pemadam kebakaran Grobogan tiba di lokasi kejadian. Meski demikian, petugas pemadam dibantu warga masih butuh waktu lebih dari satu jam untuk melakukan upaya pemadaman.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Untuk tafsir kerugian material diperkirakan sekitar Rp 150 juta. Penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik karena saat kejadian rumah dalam keadaan kosong,” kata Kasi Damkar Sutrisno.

Editor : Akrom Hazami

 

Tempat Penggilingan Padi di Kandangrejo Grobogan Ludes Terbakar

Warga mengerumuni lokasi kebakaran di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Musibah kebakaran masih terus terjadi di wilayah Grobogan. Peristiwa kebakaran terbaru terjadi di Dusun Ngemplak, Desa Kandangrejo, Kecamatan Klambu, Selasa (4/7/2017) malam.

Kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB itu menimpa sebuah selep atau tempat penggilingan padi milik Sulasmi (76), warga setempat. Akibat kebakaran ini, tempat penggilingan padi ludes terbakar.

Selain itu, api sempat menjalar dan menghanguskan rumah korban bagian belakang. Lokasi tempat penggilingan padi tersebut berada di belakang rumah korban. Informasi yang didapat menyebutkan, kebakaran ini diketahui berasal dari tempat penggilingan padi. Banyaknya barang mudah terbakar menyebabkan api cepat membesar.

Untuk mencegah mengganasnya api, puluhan warga selanjutnya berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya ini tidak membawa hasil.

Tidak lama kemudian, dua armada  pemadam kebakaran Grobogan tiba di lokasi kejadian. Meski demikian, petugas pemadam dibantu warga masih butuh waktu lebih dari satu jam untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus mencegah menjalarnya api ke rumah lain yang berdekatan.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Untuk tafsir kerugian material diperkirakan sekitar Rp 150 juta. Penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik,” kata Kasi Damkar Sutrisno.

Editor : Akrom Hazami

Satu Rumah di Grobogan Ludes Dilalap Si Jago Merah

Sejumlah petugas sedang memeriksa puing-puing sisa kebakaran, Minggu (2/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski tertimpa musibah namun nasib baik masih menaungi keluarga Jiyo (60), warga Dusun Ngancer, Desa Suwatu, Kecamatan Gabus. Betapa tidak, saat tiga bangunan rumahnya ludes terbakar, Jiyo dan keluarganya berhasil selamat dari amukan api.

Kebakaran yang menimpa rumah Jiyo tersebut berlangsung Minggu (2/7/2017) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB. Saat kebakaran terjadi, penghuni rumah dalam kondisi tidur pulas.

Tidak lama setelah rumahnya terbakar, pemilik rumah dari kayu jati berukuran 10 x 15 meter sempat terbangun karena pernafasannya terganggu akibat munculnya kepulan asap yang masuk di dalam kamar tidurnya. Setelah dilihat, asap itu ternyata berasal dari atap rumah bagian depan yang terbakar.

Selanjutnya, Jiyo segera membangunkan anggota keluarganya agar segera keluar rumah sambil berteriak minta tolong. Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar segera berdatangan dan berupaya memadamkan kobaran api.

Banyaknya barang plastik membuat nyala api cepat membesar dan sulit dipadamkan. Hembusan angin kencang saat kejadian makin menambah kesulitan warga untuk menjinakkan amukan si jago merah. Akhirnya,

Tidak berselang lama, tiga armada damkar Grobogan sudah tiba di lokasi dan akhirnya berhasil menjinakkan amukan si jago merah. Selang tiga jam kemudian, amukan api akhirnya padam setelah melalap rumah beserta barang berharga yang ada di dalamnya.

Kapolsek Gabus AKP Zaenuri menyatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah kebaran tersebut. Meski demikian, akibat kebakaran itu, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 150 juta karena banyak barang berharga yang tidak sempat diselamatkan.

“Penyebab kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. Dari keterangan pemilik rumah, api awalnya terlihat dibagian atas meteran listrik,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Lupa Matikan Kompor, Rumah Warga Kuripan Grobogan ini Nyaris Ludes Terbakar

Satu rumah milik warga Dusun Jetis, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, ludes dilalap api, Sabtu (17/6/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran akibat ketelodoran pemilik rumah masih sering terjadi di Grobogan. Peristiwa terbaru berlangsung Senin (19/6/2017) pada saat buka puasa.

Satu rumah milik Wiji Lestari (48), warga Nglejok, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi sempat terbakar di bagian belakang. Kebakaran disebabkan kompor meledak akibat lupa dimatikan usai digunakan masak untuk keperluan buka puasa.

“Beruntung kebakaran bisa cepat diketahui dan dipadamkam. Hanya bagian rumah belakang saja yang rusak,” kata Kasi Damkar Grobogan Sutrisno.

Dua hari sebelumnya, Sabtu (17/6/2017), peristiwa kebakaran akibat lupa mematikan api usai masak juga terjadi di Dusun Jetis, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB itu menyebabkan satu rumah milik Widiyanto (38), ludes terbakar.

Sebelum kebakaran, Siswanti, istri pemilik rumah sedang memasak untuk keperluan buka puasa. Setelah matang, ia kemudian pergi ke sawah dan kemungkinan lupa mematikan api.

Tidak lama berselang, para petani di sawah melihat ada kepulan asap tebal dari arah perkampungan. Selanjutnya, warga berupaya memadamkan api yang mulai membesar. Namun, upaya pemadaman itu gagal dilakukan karena banyaknya barang mudah terbakar di dalam rumah sehingga membuat nyala api cepat membesar.

“Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di Desa Sidorejo. Kerugian material diperkirakan sekitar Rp 100 juta,” jelas Sutrisno.

 

Editor : Akrom Hazami

Kebakaran Landa Ruko di Sebelah Timur Pasar Rembang

Ruko di sebelah timur Pasar Rembang yang menjual layang-layang dan makanan ringan terbakar tadi malam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Ruko yang menjual layang-layang dan makanan ringan terbakar pada Senin (1/5/2017) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Ruko tersebut berada di Jalan Slamet Riyadi atau lebih tepatnya di sebelah timur Pasar Rembang.

Kedua ruko tersebut merupakan milik Lian dan Liem Ho Kyat (Sutikno Hadi Warsito), yang berada di deretan Ruko Hadi.Di mana, ruko tersebut berada berdampingan membujur ke selatan dan ke utara.

Sulastri, salah satu karyawati dari toko makanan ringan milik  Liem Ho Kyat mengatakan, ketika peristiwa terjadi, dirinya sedang tertidur di dalam ruko. Ketika itu, tiba-tiba samping ruko digedor-gedor sambil berteriak.

“Sekitar pukul 22.30 WIB, pintu samping utara digedor-gedor Mas Oki (anak Lian) yang punya toko layang -layang. Dan akhirnya saya buka pintu, ternyata di dalam toko Lian sudah ada api yang membesar dan tak lama menjalar ke toko sebelah yang berjualan makanan ringan,” bebernya.

Warga yang melihat kondisi ini, katanya, kemudian berupaya membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Namun demikian, usaha warga tersebut tak berhasil, karena api semakin membesar. Banyaknya alat-alat yang mudah terbakar di dalam toko, memicu api mudah membesar. Berselang sekitar 15 menit kemudian, mobil dan petugas pemadam kebakaran datang untuk menjinakkan api.

Sementara itu, Tiong Bin bagiono(50) yang tinggal dekat lokasi kejadian mengatakan, api awalnya berasal dari toko layang-layang. Meski demikian, belum diketahui penyebab dari kebakaran tersebut. “Yang jelas apinya itu dari toko layang-layang milik Lian. Namun sebabnya apa kita juga belum tahu,” katanya.

Sementara itu, salah satu petugas Damkar Sarpani mengatakan, untuk pemadaman pihaknya agak terkendala, lantaran banyaknya bahan baku yang mudah terbakar. Seperti halnya kertas dan plastik. “Toko inikan menjual layang-layang dan sebelahnya juga menjual makanan ringan,” ujarnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, proses pemadaman api mulai dari sekitar pukul 23.00 WIB hingga 02.00 masih berlangsung.

Kapolsek Rembang Kota AKP Sunarmin saat terjun ke lapangan mengutarakan, bahwa peristiwa kebakaran tersebut, kini masih dalam proses penyelidikan.”Kita belum bisa menduga. Yang jelas, masih dalam hal proses penyelidikan,” ucap singkatnya.

Editor : Kholistiono

Rumah Warga Desa Kuwawur Pati Dilalap Api

Petugas kepolisian tengah mengidentifikasi kebakaran di Desa Kuwawur, Sukolilo, Jumat (21/4/2017).(MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Musibah kebakaran menimpa rumah Rakin (31), warga Desa Kuwawur, Kecamatan Sukolilo, Jumat (21/4/2017). Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Warga setempat, Kusmanto (45), mengatakan, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Sebab, ia tiba-tiba melihat api keluar dari dapur.

“Tiba-tiba api keluar dari dapur. Awalnya hanya kepulan asap saja, tetapi perlahan muncul percikan api. Tak lama kemudian, api semakin membesar,” ungkap Kusmanto.

Melihat kejadian itu,  warga sekitar langsung berusaha memadamkan api yang mulai menjalar. Pasalnya, penghuni rumah tidak berada di rumah. “Waktu kejadian, pemilik rumah tidak berada di rumah. Karena saat itu sedang berada di sawah,” tambahnya.

Kapolsek Sukolilo AKP Solikul Hadi mengatakan, usai mendapatkan laporan dari warga, pihaknya langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Setelah dilakukan identifikasi, kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik dari alat penanak nasi elektronik.

“Barang-barang yang sudah hagus terbakar di antaranya satu unit lemari, BPKB Yamaha Xeon, magic com, dan uang tunai sebesar Rp 110 ribu,” jelasnya. Akibat kebakaran tersebut, diperkirakan kerugian yang ditanggung korban mencapai Rp 20 juta.

Editor : Kholistiono

Ini Penyebab Kebakaran Gudang Gilingan Padi di Kalimulyo Pati

Sejumlah warga menunggu petugas yang sedang memadamkan api di dalam gudang penyimpanan sekam di Kalimulyo, Jakenan, Pati, Rabu (6/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kebakaran gudang tempat penggilingan padi terjadi di Desa Kalimulyo RT 7 RW 2, Kecamatan Jakenan, Pati, Rabu (6/4/2017).

Api tiba-tiba berkobar di ruang penyimpanan sekam. Diduga, api berasal dari korsleting listrik yang memunculkan percikan api, kemudian membakar sekam.

“Dari tempat kejadian, ruang penyimpanan sekam sangat pengap. Bisa dikatakan, hanya ada 20 persen ruang yang tersisa. Sisanya, 80 persen isi gudang dipenuhi sekam,” ujar Kapolsek Jakenan AKP Suyatno.

Butuh tiga unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit water canon dari Satuan Sabhara Polres Pati untuk memadamkan api. Petugas akhirnya berhasil memadamkan api, beberapa jam setelah dilakukan penyemprotan ke sejumlah titik.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menambahkan, korsleting listrik menjadi salah satu penyebab kebakaran yang paling sering terjadi di Kabupaten Pati. Karena itu, dia mengimbau kepada warga Pati untuk memperhatikan instalasi listrik untuk mengantisipasi korsleting yang berakibat kebakaran.

Baca juga : Gudang Penggilingan Padi di Kalimulyo Pati Dilalap Api
“Perhatikan instalasi listrik, jangan sampai ada kabel yang mengelupas. Penyambungan kabel juga harus sesuai dengan aturan. Kami juga mengimbau untuk selalu memeriksa kabel listrik, karena korsleting acapkali menjadi penyebab kebakaran di Pati,” pungkas Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

Jangan Salah Hubungi Pemadam Kebakaran Grobogan! Ini Lho Nomor Teleponnya

Petugas pemadam kebakaran di Grobogan sedang beraksi melakukan pemadaman dalam kebakaran di salah satu titik wilayah setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Intensitas peristiwa kebakaran di wilayah Grobogan selama ini boleh dibilang cukup tinggi. Tiap tahun, ada saja peristiwa kebakaran yang muncul.

Sebagian peristiwa kebakaran ini seringkali membawa kerugian yang cukup besar. Salah satu sebabnya, laporan yang dikirimkan ke kantor Damkar Grobogan yang sekarang jadi satu instansi dengan Satpol PP itu seringkali terlambat.

Kasi Damkar Sutrisno mengakui jika sejauh ini masih banyak masyarakat yang kebingungan untuk meminta bantuan pemadaman. Sebab, mereka belum tahu nomor telepon kantor Damkar yang berada di komplek Setda Grobogan.

“Nomor telepon Damkar ada di 0292-423202. Tolong nomornya dicatat atau disimpan dalam memori ponsel. Jika suatu saat membutuhkan tidak akan kebingungan. Kalau menghubungi nomor ini ada petugas yang siaga 24 jam,” tegasnya.

Imbauan itu dilakukan menyusul terjadinya kebakaran di Dusun Pondok, Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan, Senin (3/4/2017). Menurut Sutrisno, saat kebakaran terjadi, warga sempat mencoba menghubungi damkar untuk minta bantuan.

“Ternyata yang dihubungi bukan nomor damkar. Makanya, saya perlu menginformasikan nomor damkar pada masyarakat. Kalau di instansi pemerintahan hingga desa, sebenarnya sudah kita kasih pemberitahuan resmi nomor damkar yang bisa dihubungi. Kalau laporannya cepat kita terima, setidaknya kita bisa meminimalkan kerugian akibat kebakaran,” jelasnya.

Sutrisno menambahkan, beberapa hari lalu juga sempat ada kebakaran di Kecamatan Geyer. Dalam peristiwa itu, tidak ada bantuan damkar ke lokasi sampai api yang membakar rumah warga padam dengan sendirinya.

“Perangkat desanya menyatakan sudah menghubungi damkar tetapi tidak ada yang merespons telepon masuk. Setelah kita crosscek, ternyata nomor yang dihubungi adalah nomor damkar yang lama,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

Ditinggal Besuk, Rumah Warga Karangrejo Grobogan Ludes Terbakar

Petugas pemadam kebakaran dibantu warga sedang berupaya memadamkan api yang melalap rumah di Dusun Pondok, Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan, Senin (3/4/2017). (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran terjadi di Dusun Pondok, Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan, Senin (3/4/2017). Kebakaran yang berlangsung tengah hari, sekitar pukul 12.00 WIB itu menimpa satu rumah milik Sukarmin, warga yang tinggal di wilayah RT 05 RW 05.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kejadian rumah tersebut dalam kondisi kosong. Pemilik rumah dikabarkan sudah beberapa hari lalu merantau ke luar kota. Sedangkan istri pemilik rumah, beberapa jam sebelum kejadian, sedang besuk orang sakit bersama beberapa tetangganya.

Peristiwa kebakaran diketahui ketika nyala api sudah membesar dan memunculkan asap yang cukup tebal. Melihat kepulan asap tebal, puluhan warga yang sebagian di antaranya baru pulang dari sawah segera berlarian menuju perkampungan.

Untuk mencegah mengganasnya api, puluhan warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya ini tidak membawa hasil lantaran banyak barang mudah terbakar di dalam rumah.

Tidak lama kemudian, dua armada  pemadam kebakaran Grobogan tiba di lokasi kejadian. Meski demikian, petugas pemadam dibantu warga masih butuh waktu lebih dari satu jam untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus mencegah menjalarnya api ke rumah lain yang berdekatan. “Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Untuk tafsir kerugian material diperkirakan sekitar Rp 150 juta,” kata Kasi Damkar Grobogan Sutrisno.

Penyebab kebakaran rumah dari kayu jati itu masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara, kebakaran disebabkan hubungan arus pendek listrik. “Bisa jadi penyebabnya korsleting listrik. Soalnya, kondisi rumah juga kosong saat kejadian,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami