Tempat Pembuatan Mebel di Cabean Rembang Ludes Terbakar

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Ruang dapur yang sekaligus dijadikan tempat pembuatan mebel milik Suwarno (60), di Desa Cabean RT 1 RW 1 Kecamatan Bulu ludes dilalap api pada Kamis (25/5/2017) malam sekitar 19.00 WIB.

Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian tersebut bermula ketika salah satu anak Suwarno yakni Ninik (36) sedang membakar sampah di dekat bangunan. Saat ditinggal, api tersebut diduga merembet ke bangunan dapur yang juga tempat mebel tersebut.

Kondisi angina yang kencang, membuat api langsung membesar dan menghanguskan bangunan berbahan kerangka kayu jati yang berukuran 6 x 10 meter. Melihat kondisi itu, warga sekitar lalu keluar untuk membantu memadamkan api.

Kapolsek Bulu AKP Yun Iswandi mengatakan, dua jam kemudian, api dapat dijinakkan setelah petugas pemadam dibantu warga berjibaku memadamkan api. “Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan para saksi, kebakaran itu diduga kuat karena aktivitas membakar sampah,” paparnya.

Dengan kejadian itu, pihaknya mengimbau supaya warga bisa berhati-hati ketika membakar sampah. “Bila ada aktivitas serupa, maka lebih baik ditunggu sampai benar-benar mati atau habis sampahnya. Atau juga bisa dibakar dalam jarak yang jauh dari bangunan,” sarannya.

Editor : Kholistiono

Sebelum Terbakar, Rumah Mbah Reban Sudah Masuk di Dalam Program Bedah Rumah

Rumah Mbah Reban yang menjadi korban kebakaran. Akibat kejadian ini, Mbah Reban juga meninggal dunia. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Peristiwa kebakaran menimpa rumah Reban (90) RT 2 RW 2 Desa Kumendung, Rembang pada Rabu (17/5/2017). Akibat peristiwa tersebut, Reban meninggal dunia.

Mardi (35), cucu dari Reban menyatakan, sebenarnya rumah Mbah Reban sudah masuk dalam program bedah rumah yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang.

“Rumah Mbah Reban memang masuk dalam kategori rumah tak layak huni. Dan kabar-kabarnya tahun ini, tapi saya tidak tahu persis kapan pelaksanaannya. Lha malah kok kena musibah dulu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Informasi Mbah Reban tinggal bersama istrinya bernama Sukemi. Rumah yang ditempati Mbah Reban ini, juga berdampingan dengan rumah yang ditinggali keluarga anaknya, yaitu Prunomo (40).

Tidak hanya rumah Mbah Reban yang terbakar, rumah Purnomo yang letaknya berdampingan juga ludes dilalap api. Sedangkan untuk istri Mbah Reban, dan keluarga Purnomo bisa selamat dari musibah tersebut.

“Awalnya api berasal dari kamar Mbah Reban, dan kemudian merambat ke sebelah utara yaitu rumah Purnomo, yang memang rumahnya gandeng dengan rumah Mbah Reban,” ujar Mardi.

Dirinya menyatakan, penghuni rumah, yakni Purnomo dan istrinya yang ketika itu dalam kondisi terlelap tidur, terbangun ketika api membesar. Kemudian mereka berupaya keluar menyelematkan diri. Pun demikian dengan Sukemi yang berhasil diselamatkan warga. Nahas bagi Mbah Reban yang terjebak dan tak bisa terselamatkan.

Editor : Kholistiono

Mengenaskan, Seorang Kakek di Rembang Tewas Terbakar

Petugas dari Polres Rembang saat mengecek rumah milik Mbah Reban yang terbakar pada Rabu (17/5/2017).(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang –  Sebuah rumah terbakar di Desa Kumendung RT 2 RW 2 Kecamatan Rembang. Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Rabu (17/5/2017).

Kebakaran ini menelan korban jika. Seorang kakek berusia 90 tahun tewas dalam kebakaran ini. Korban bernama Reban.

Informasi yang dihimpun, korban tinggal bersama istrinya bernama Sukemi. Rumah yang ditempati korban ini, juga berdampingan dengan rumah yang ditinggali keluarga anaknya, yaitu Prunomo (40).

“Awalnya api berasal dari kamar Mbah Reban, dan kemudian merambat ke sebelah utara yaitu rumah Purnomo, yang memang rumahnya gandeng dengan rumah Mbah Reban,” ujar Mardi, salah satu cucu dari Mbah Reban.

Dirinya menyatakan, penghuni rumah, yakni Purnomo dan istrinya yang ketika itu dalam kondisi terlelap tidur, terbangun ketika api membesar. Kemudian mereka berupaya keluar menyelematkan diri. Pun demikian dengan Sukemi yang berhasil diselamatkan warga. Nahas bagi Mbah Reban yang terjebak dan tak bisa terselamatkan.

Tak hanya rumah yang ludes terbakar, satu unit sepeda motor Honda Beat tahun 2013 milik Suwendo, cucu korban yang tengah berlayar juga habis terbakar.

Kebakaran ini, akhirnya bisa padam sekitar pukul 03.00 WIB, setelah dua mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Kerugian materi, diperkirakan mencapai Rp 150 juta.

Sementara itu,Kanit Reskrim Polsek Rembang Ipda Sudibiyono menyampaikan, saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan insiden tersebut. “Dugaam sementara karena korsleting listrik. Kita masih melakukan penyeledikan terkait ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kepala BPBD Rembang : Kesiapsiagaan Bencana Sangat Diperlukan

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto dan Sekda Subakti mengkroscek kondisi Apar saat pelatihan kesiapsiagaan halaman parkir Kantor Bupati Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang menggelar latihan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini dilangsungkan di area Kantor Bupati Rembang, Rabu (26/4/2017).

Kepala BPBD Rembang Suharso mengatakan, pelatihan kesiapsiagaan sangat diperlukan, khususnya di lingkup pemerintahan.

“Kita memilih latihan kesiapsiagaan di kantor pemerintahan ini, karena memang sangat perlu. Mengingat, gedung yang bertingkat memiliki kerawanan tersendiri. Baik itu kebakaran, gempa maupun lainnya. Sehingga mereka yang ada di dalam gedung supaya bisa selalu waspada,” katanya.

Menurutnya, sebelum masyarakat umum siap akan kebencanaan, tentunya kalangan pemerintah harus siap terlebih dahulu.

“Yang kita harapkan yakni semua kalangan pemerintah menjadi penggerak kesiapsiagaan terhadap bencana. Sebab, pemerintahlah yang nantinya akan bisa turun serta untuk memberikan pengetahuan  kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, saat disinggung mengenai fasilitas atau kondisi gedung kantor Bupati Rembang yang bertingkat tersebut, pihaknya mengatakan bahwa saat ini kondisi kantor ini masih dalam hal evaluasi.

“Kalau mengenai layak atau tidak layak terhadap kesiapsiagaan bencana, tentunya kondisi kantor ini masih dalam hal evaluasi. Yakni mengenai keberadaan Apar di setiap lantai, hidran atau fasilitas pencegahan bencana yang ada di setiap lantai. Saya berharap dengam adanya simulasi ini semua pihak bisa selalu waspada, peduli, mencermati jalur evakuasi dan lainnya,” harapnya.

Editor : Kholistiono

Toko di Eks Stasiun Rembang yang Terbakar Mulai Dibersihkan

Petugas pemadam kebakaran saat melakukan pembersihan toko yang terbakar di eks Stasiun Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Lima toko yang ada di kompleks eks Stasiun Rembang yang terbakar pada Jumat (10/3/2017) lalu, kini sudah mulai dibersihkan. Pembersihan dilakukan setelah police line yang ada di tempat tersebut dilepas.

“Kemarin-kemarin kan masih ada garis polisinya, jadi tidak bisa diapa-apakan. Nah, sekarang karena garis polisi sudah dilepas, maka sudah bisa dilakukan pembersihan. Nantinya akan dibenahi, agar bisa secepatnya untuk bisa berjualan,” ujar Adi, kerabat salah satu pemilik toko yang terbakar.

Menurutnya, akibat musibah kebakaran tersebut, mencapai puluhan, bahkan ratusan juga. Selain bangunan, barang-barang yang berada di dalam toko, yakni pakaian, nilainya tidak sedikit. Seperti halnya celana jeans.

Sementara itu, Sunarto salah satu penjual kopi di eks Stasiun Rembang mengatakan, selain lima toko tersebut, warung miliknya termasuk salah satu warung yang terbakar. Namun demikian, kebakarannya hanya kecil. “Tempat kita juga kena sedikit. Dan sejak beberapa hari lalu, kita sudah jualan,” katanya.

Dari informasi, lima toko yang terbakar itu masing-masing kios ponsel milik Tofa, toko busana milik Saiful Adi dan Zamroni, kios aksesoris milik Bambang, dan toko komputer milik Budi.

Editor : Kholistiono

Kebakaran Hanguskan 5 Toko di Kawasan Stasiun Rembang

Petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api yang membakar toko di kawasan Stasiun Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 5 toko di kawasan Stasiun Rembang hangus terbakar pada Jumat (10/3/2017). Menurut informasi yang didapat, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.

“Awalnya, api diduga berasal dari salah satu toko pakaian di deretan yang menghadap ke utara.Kemudian api semakin membesar dan menjalan ke beberapa toko aksesoris handphone dan baju,” ujar Edy Purnomo, salah satu petugas Dishub yang bertugas di area Stasiun Rembang.

Sementara itu,menurut Sunarto, salah seorang penjual nasi yang ada di Stasiun Rembang, saat dirinya membuka warung sekitar pukul 05.00 WIB, api sudah membesar di toko bagian utara. Diduga, penyebab kebakaran karena korsleting listrik di salah satu toko pakaian.

Dia menambahkan, toko bagian utara yang terbakar itu ada lima buah. Sedangkan satunya terkena imbas api. Di sisi lain, ada juga 6 warung makan yang ada di sebelah selatan (belakang) juga terkena imbasnya. Api merambah atap, sehingga gentingnya berjatuhan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum berani menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut. “Kalau masalah itu kita belum bisa menyimpulkannya. Nanti kita olah TKP terlebih dahulu dan mengkonfirmasi kepada pemilik toko maupun saksi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Pemdes Terjan Diminta Tanggap Terhadap Musibah Kebakaran yang Menimpa Warganya

Kondisi rumah korban kebakaran di Desa Terjan yang tinggal puing-puing karena ludes terbakar. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kondisi rumah korban kebakaran di Desa Terjan yang tinggal puing-puing karena ludes terbakar. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Korban kebakaran yang terjadi di Desa Terjan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, merupakan warga tidak mampu. Warga meminta, pemerintah tanggap terhadap musibah yang menimpa korban.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Terjan Darsikin (65) mendesak aparat pemdes untuk segera membantu para korban kebakaran. Pasalnya, ketiga korban itu termasuk warga kurang mampu.

“Para korban kalau tidak segera dibantu, lalu bagaimana nasib mereka. Ini sangat mendesak sekali untuk di bantu, apalagiDesa Terjan termasuk salah satu desa yang mendapatkan dana besar dari tambang tras. Dana  Rp 10 juta setiap bulannya dari paguyuban tambang tras masuk ke kas Desa Terjan,” katanya.

Sejauh ini, pihak desa belum berpikir mencarikan bantuan, tapi sudah laporan ke pemerintah kecamatan. “Untuk mencarikan bantuan memang belum, namun kami sudah laporan ke Kecamatan,” ungkap Pjs Kepala Desa Terjan Karyo Praptono.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Rembang Suharso didampingi Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan Ahmad Makruf mengaku sudah memberikan bantuan berupa sembako dan perlengkapan keluarga, seperti selimut dan pakaian kepada keluarga korban pada Rabu (3/2/2016) pagi.

“BPBD telah memberikan sejumlah bantuan sembako dan pakaian kepada ketiga korban dan semoga bermanfaat. Peristiwa kebakaran rumah milik sejumlah warga ini, kami akan segera melaporkan kepada bupati,” kata Suharso.

Editor : Kholistiono

Gara-gara Lampu Teplok, Tiga Rumah di Rembang Ludes Terbakar

Seorang warga mencoba memadamkan api yang melalap tiga rumah dan satu kandang milik warga Desa Terjan, RT 01 RW 01 Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Selasa (2/2/2016) malam. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Seorang warga mencoba memadamkan api yang melalap tiga rumah dan satu kandang milik warga Desa Terjan, RT 01 RW 01 Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Selasa (2/2/2016) malam. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Diduga gara-gara lampu teplok, tiga rumah dan satu kandang milik warga Desa Terjan, RT 01 RW 01 Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang ludes terbakar, Selasa (2/2/2016) malam.

Ketiga rumah yang menjadi korban kebakaran tersebut yakni, Dasim (50), Sarikah (71) dan Siti Roundloh (70). Dalam insiden itu, tidak ada korban jiwa. Hanya saja dua ternak anak kambing dan seluruh  perabotan rumah tangga ludes dilalap si jago merah.

Dasim, salah satu korban mengaku sekitar pukul 21.30 WIB, mendengar Sarikah menjerit minta tolong. ”Rumah Sarikah, janda tua itu, sudah dialiri listrik. Tetapi setiap malam kebiasaan menyalakan lampu teplok,” tuturnya.

Dasim menceritakan, mendengar teriakan tetangga sebelah itu, dia lalu berlari untuk menolong. Namun api cepat membesar dan melalap dinding rumah yang terbuat dari bambu. Dia pun meminta warga sekitar memadamkan api. Warga dan puluhan pemuda berlarian untuk segera memadamkan api dari truk tangki tak jauh dari lokasi kejadian.

Sementara Naryo (40) warga setempat mengatakan, truk tangki yang biasa di gunakan untuk penyiraman debu jalan tambang posisi terparkir tidak terlalu jauh dengan lokasi kebakaran, sehingga airnya berhasil untuk memadamkan api.

”Kalau tidak ada truk tangki milik penambang tras, bisa dipastikan 6 rumah dan 1 kandang sapi ludes terbakar semuanya. Apalagi angin bertiup begitu kencang,” tandas Naryo.

Api berhasil dijinakkan warga sekira pukul 23.30 WIB.  Satu truk pemadam dan satu truk tangki milik Pemkab Rembang baru sampai di lokasi kebakaran pada pukul 23.45 WIB. Begitu sampai, regu pemadam tinggal memadamkan sisa-sisa api.

Pihak desa mencatat, kerugian material akibat kebakaran itu mencapai puluhan juta rupiah. Sejauh ini pihak desa belum berpikir mencarikan bantuan, tapi sudah laporan ke pemerintah kecamatan. ”Kerugian material kurang lebih 40 juta, untuk total tiga keluarga tersebut,” ungkap Penjabat Sementara Kepala Desa Terjan Karyo Praptono.

Editor : Titis Ayu Winarni