Gudang Kayu di Jati Kudus Ludes Terbakar

Petugas pemadam dan warga bersama-sama memadamkan gudang kayu di Jati, Kudus, yang terbakar, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kebakaran besar terjadi di sebuah gudang kayu di Desa Jati Kulon, RT 3 RW 3, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (30/8/2017) pagi. Api melalap habis seluruh isi gudang hingga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun warga sekitar sempat panik khawatir jika api terus membesar dan merembet ke bangunan lain.

Informasi menyebutkan, api mulai membakar gudang sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran tersebut diduga dipicu tak normalnya mesin oven kayu yang saat itu tengah dioperasikan.

Pemilik gudang, Tri Rudi (40) mengatakan, sebelum kebakaran terjadi, mesin pemanas tersebut tengah digunakan untuk mengeringkan kayu. Namun mesin oven itu bekerja terlalu over, sehingga justru membakar kayu-kayu tersebut.

“Di dalam gudang banyak kayu. Jadinya api yang sudah membakar kayu yang tengah dipanaskan. makin membesar dan sampai membakar kayu lainya. Apalagi pemanas juga masih nyala yang membuat suhu dalam gudang semakin panas,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kayu yang disimpan di dalam gudang sebagian besar merupakan kayu mahoni dari berbagai ukuran. Kayu-kayu tersebut merupakan pesanan dari sejumlah toko meubel yang ada di Kudus.

Ia menaksir, kerugian yang diderita akibat peristiwa itu mencapai sekitar Rp 20 juta. Yakni kerugian kayu yang terbakar sebesar Rp 18 juta, dan bangunan sekitar Rp 2 juta.

Tri Rudi mengakui, kebakaran itu baru diketahui setelah api membesar, dan terlihat dari kejauhan. Sehingga tak bisa ditangani dengan cepat dan meminimalisasi kerugian.

Kebakaran baru berhasil dijinakkan satu jam lebih setelah petugas pemadam kebakaran bersama warga, berjibaku melakukan pemadaman. Sebagian besar isi gudang sudah menjadi arang.

Editor : Ali Muntoha

Kantor Disdukcapil Kudus Nyaris Terbakar

 Salah seorang petugas Satpol PP sedang melihat travo di Kantor Disdukcapil Kudus yang terbakar  (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Salah seorang petugas Satpol PP sedang melihat travo di Kantor Disdukcapil Kudus yang terbakar (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


MuriaNewsCom, Kudus
– Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus, nyaris hangus terbakar lantaran travo listrik yang berada di tempat terseut terbakar. Kejadian terbakarnya travo, berlangsung siang ini, sekitar pukul 12.30 WIB.

Petugas Satpol PP Kudus Abdullah  mengatakan, jika travo tiba-tiba mengeluarkan asap pekat. Kemudian, api menyambar dari dalam hingga keluar travo. “Tiba-tiba ada yang berteriak, lalu saya menghampiri ternyata ada api yang bersumber dari travo,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Melihat hal itu, pihaknya beserta sejumlah anggota Satpol PP langsung mengambil Apar yang terdapat tidak jauh dari lokasi. Api yang belum sempat membesar, langsung dipadamkan dengan semprotan Apar.

Menurutnya, pihaknya hanya melihat asap dan kerumunan orang melihat api. Travo yang terbakar juga menimbulkan bau yang tidak sedap lantaran kabel dan bahan yang ada di sana hangus terbakar. Setelah padam, katanya, banyak orang yang mulai berdatangan. Kemudian, tempat tersebut diamankan guna menghindari hal yang tidak diinginkan”Kalau penyebab kebakaran belum diketahui. Yang jelas hingga kini petugas masih siaga di sekitar lokasi untuk berjaga-jaga,” ungkapnya.

Kejadian itu, membuat petugas Disdukcapil keluar untuk melihat kebakaran travo. Selain itu, pelayanan juga sempat terhenti, lantaran listrik yang padam. Asap putih juga masih menyelimuti lokasi sekitar selang beberapa menit kejadian.

Editor : Kholistiono

Mobil Jip Milik Warga Kudus yang Terbakar Ternyata Baru Keluar Bengkel

Cap// Salah seorang warga melihat mobil jip yang terbakar di garasi rumah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Cap// Salah seorang warga melihat mobil jip yang terbakar di garasi rumah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Mobil jip  milik Sudarno, warga Melati Norowito RT 4 RW 2 Kota yang terbakar, ternyata baru keluar dari bengkel setelah diservis Selasa (17/5/2016). Hanya, setelah diservis malah muncul tanda-tanda aneh dari mobil.

Sudarno mengatakan, usai diservis, mobil juga sempat digunakan perjalanan ke Semarang. Dalam perjalanan roda sempat terendam air karena banjir.

”Setelah sampai rumah kok ada bau terbakar dan baunya hangus. Namun lama-kelamaan baunya hilang. Akhirnya saya biarkan,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (18/5/2016).

Rencananya, lanjutnya, mobil akan di cat ulang. Hanya, karena sudah terbakar niatan tersebut diurungkan. Apalagi, banyak komponen yang yang sudah hangus.

”Kalau diprediksi biaya perawatan mobil bisa mencapai Rp 50 jutaan. Apalagi mulai ban depan bagian kanan hingga mesin sudah ludes terlelap api,” ungkapnya.

Meski begitu, ia mengucapkan terimakasih kepada petugas BPBD dan tetangga yang ikut memadamkan api. ”Kalau tidak ada mereka, mungkin rumah saya juga ikut ludes,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: Diparkir di Garasi, Jip Milik Warga Kudus Tiba-tiba Terbakar 

Diparkir di Garasi, Jip Milik Warga Kudus Tiba-tiba Terbakar

Salah seorang warga melihat mobil jip yang terbakar di garasi rumah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah seorang warga melihat mobil jip yang terbakar di garasi rumah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kudus, Rabu (18/5/2016). Kali ini, sebuah mobil Jip milik wakil ketua komunitas Abunawas Jeep Community (AJC) Kudus Sudarno, warga Melati Norowito RT 4 RW 2 Kota.

Dari informasi yang dihimpun, mobil tersebut terbakar dalam keadaan mati saat diparkir di garasi rumahnya. Tak hanya itu, rumah juga terbilang cukup sepi. Sang pemilik yang kerja di instansi pemerintahan diketahui sedang kerja.

Tiba-tiba sekitar pukul 09.15 WIB, ia dihubungi anaknya yang juga sedang sekolah bahwa mobil jip yang diparkir di garasi rumah terbakar.

”Kalau kejadian kebakaran diperkirakan jam sembilan kurang. Sebab jam sembilan BPBD sudah dilokasi memadamkan api,” katanya kepada MuriaNewsCom

Beruntung BPBD langsung sigap memadamkan api. Apalagi jarak rumah dengan kantor BPBD terbilang dekat, yakni belakang Kantor BPBD. Dalam hitungan menit, mobil berhasil dipadamkan oleh pemadam milik BPBD. Sedangkan pemadam kebakaran yang datang jam 10.00 WIB terlambat lantaran mobil sudah padam.

Ia menambahkan, dugaan sementara kebakaran terjadi, dimungkinkan karena korslet bagian pengapian dan bagian api. Kemudian api membesar dan menghabiskan bagian depan mobil dengan cepat.

“Untungnya cepat padam. Kalau tidak bukan hanya mobil yang habis, namun juga rumah juga habis. Sebab saat kebakar rumah sedang dalam keadaan kosong,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Kades Peganjaran Sempat Minum Teh Sebelum Resto Gubuk Bambu Dlingo Terbakar

Kondisi Cafe Gubuk Bambu Dlingo porak poranda usai terbakar dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, Senin (7/12/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi Cafe Gubuk Bambu Dlingo porak poranda usai terbakar dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, Senin (7/12/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Terkait musibah insiden kebakaran yang melalap habis bangunan Resto Gubuk Bambu Dlingo di Dukuh Dlingo RT 4 RW 1, Peganjaran Bae, pada Senin (7/12/2015) pukul 00.30 WIB dini hari. Kepala desa setempat mengaku, pihaknya sempat membuat teh di resto tersebit sebelum peristiwa kebakaran.

Kepala Desa Peganjaran, Bae, Munaji mengutarakan, berhubung tempat itu ialah bengkok kades, maka resto itu juga dia miliki bersama Firdaus warga Piji Dawe.

”Resto itu memang milik kami, yaitu saya dan Firdaus warga Piji Dawe. Selain itu, sebelum adanya kebakaran, saya beserta Bambang Kamituo Desa Panjang, dan perangkat Desa Karangbener sempat membuat teh di resto itu,” paparnya.

Ia menjelaskan, setelah mengobrol mereka pulang pukul 11.30 WIB. Dan posisi kompor pun sudah mati. Selain itu, resto tersebut juga selama dua bulan ini masih keadaan tutup (tidak
jualan). Dikarenakan orang tua Firdaus meninggal dunia sekitar bulan Oktober lalu.

Terkait proses penyelidikan oleh polsek setempat,pihaknya akan mengkonfirmasi  ke Polsek Bae pada siang ini. ”Nanti saya laporan ke Polsek Bae siang ini. Toh saya juga belum sempat meninjau resto itu, dan belum tahu kronologinya,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Dini Hari Api Melahap Habis Satu Cafe di Kudus

Kondisi Cafe Gubuk Bambu Dlingo porak poranda usai terbakar dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, Senin (7/12/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi Cafe Gubuk Bambu Dlingo porak poranda usai terbakar dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, Senin (7/12/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Dini hari Senin (7/12/2015) sekitar pukul 00.30 WIB warga sekitar Dukuh Dlingo digemparkan dengan kejadian kebakaran yang melahap habis sebuah cafe bambu. Kejadian tersebut terletak di Dukuh Dlingo Rt 4 RW 1 Pengajaran Bae.

Menurut salah satu saksi mata yang merupakan warga Desa Panjang RT 2 RW 3, Kecamatan Bae, Endang, kebakaran ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Sebelum terjadinya kebakaran ia sempat mendengar suara orang bercengkrama di cafe tersebut.

”Ya karena cafe tersebut sering menjadi tempat bercengkrama warga, pak lurah Peganjaran dan warga sekitar. Karena tempat ini merupakan bengkok Desa Pengajaran, yang disewakan kepada orang Dawe yaitu pemilik cafe,” ungkapnya.

Endang mengungkapkan, kebakaran tersebut diduga berasal dari dari dapur yang berada di sebelah timur ruang pertemuan Cafe Gubuk Bambu Dlingo. ”Waktu saya melihatnya, api sudah berkobar di bagian dapur cafe. Sebab rumah saya memang berdekatan dengan posisi dapur tersebut,” paparnya.

Kapolsek Bae AKP Dwi Jati Usodo mengatakan,pihaknya saat ini berusaha mencari pemilik resto tersebut. Sebab dari informasi yang ada, pemilik resto ini merupakan warga Dawe.

”Selain pemilik resto, kami juga menunggu konfirmasi dari Kepala Desa Peganjaran Bae. Sebab tanah ini menurut informasi warga merupakan bengkok Desa Pegajaran yang disewa pemilik resto tersebut,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Kebakaran di Pedawang Hanguskan 2 Rumah Sekaligus

Petugas masih berusaha memadamkan api yang telah menghanguskan dua rumah penduduk di Desa Pedawang, Kecamatan Dawe, Selasa (6/10/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas masih berusaha memadamkan api yang telah menghanguskan dua rumah penduduk di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Selasa (6/10/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kejadian kebakaran kembali terjadi di Kudus, yang menghanguskan dua rumah sekaligus. Tidak hanya itu, kebakaran juga hampir menelan dua rumah lainnya yang berada di sekitar rumah yang terbakar.

Kebakaran tersebut terjadi di Desa Pedawang, Kecamatan Bae RT 3, RW 3. Kebakaran tersebut menarik perhatian banyak warga yang beberapa diantaranya membantu memadamkan dengan alat seadanya.

Ulya Mahzumi, saksi mata kebakaran mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Api berkobar sangat luas, serta lingkungan rumah yang padat pemukiman membuat api makin cepat membesar dan membumi hanguskan dua rumah sekaligus.

”Dua rumah sudah habis terbakar, apinya sangat besar. Sehingga dua rumah yang berdekatan juga terkena sambaran terbakar karena banyak kayunya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Berdasarkan pantauan, tidak lama kemudian sekitar pukul 09.30 WIB pemadam kebakaran dari pemkab Kudus dan Djarum datang membantu proses pemadaman. Sampai akhirnya sekitar pukul 09.55 WIB api berhasil dipadamkan. (FAISOL HADI/TITIS W)

Duh, Kebakaran Hutan Gunung Muria Sulit Dipadamkan

api_01

 

KUDUS – Kebakaran hutan Gunung Muria, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus, atau sekitar Rejenu air tiga rasa nampaknya sulit tertangani. Hal itu terjadi, lantaran kondisi jalan yang setapak sehingga pemadam atau kendaraan tidak dapat melewatinya.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kudus Aryo Bimo Tejo mengatakan, Damkar sudah mengirim satu unit regu beserta mobil kendaraan pemadam kebakaran guna membantu memadamkan. Namun upaya tersebut nampaknya kurang membantu lantaran jalur yang sulit dilalui.

“Sebenarnya ini kan masuk dalam.bencana. Kami membantu dalam memadamkan api yang melahap hutan Muria,” katanya saat ditemui MuriaNewsCom

Satu unit mobil Damkar berisi air 4 ribu liter, disiagakan di Balai Desa Japan. Sedangkan untuk memadamkan dilakukan secara manual dengan mengangkut air menggunakan jeriken dan dibawa ke lokasi kebakaran.

“Bagaimana lagi, lokasinya susah, tidak dapat ditempuh menggunakan mobil. Jadi hanya bisa diangsu saja. Itupun jarak yang jauh sekitar 1 kilometer,” jelasnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Gawat, Hutan di Rejenu Gunung Muria Terbakar

 

api_01

 

KUDUS – Bencana kebakaran hutan di lereng Muria, Kudus terjadi Senin (28/9/2015). Kebakaran hutan terjadi di kawasan wisata Air Tiga Rasa Rejenu, Kecamatan Dawe.

Kepala BPBD Kudus Bergas C mengatakan, kebakaran hutan mulai terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran hutan belum diketahui penyebabnya.

“Sampai saat ini, luasan yang terbakar sekitar 20 meter persegi. Kebakaran hutan ditakutkan semakin melebar,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kebakaran hutan yang terjadi sangat sulit dijangkau. Sebab lokasi kebakaran jauh dari pemukiman dan jalan.

Jarak dari Rejenu hingga lokasi kebakaran hanya dapat ditempuh menggunakan jalan kaki yang memakan waktu sekitar dua jam. Medan yang ekstrim juga membuat api mudah menyebar lantaran air susah sampai lokasi.

“Petugas BPBD siapa di lokasi. Dan BPBD Sudah melokalisasi areal kebakaran. Mudah mudahan cepat padam sehingga api tidak menjalar kemana mana” jelasnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Sedang Diperbaiki, Bus Ini Malah Terbakar

Kondisi garasi penuh asap hitam saat bus Pahala Kencana mulai terbakar di dalam garasi Pahala Kencana di Jalan Lingkar Kudus, nomor 89, Kecamatan Jati, Sabtu (26/9/2015) dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi garasi penuh asap hitam saat bus Pahala Kencana mulai terbakar di dalam garasi Pahala Kencana di Jalan Lingkar Kudus, nomor 89, Kecamatan Jati, Sabtu (26/9/2015) dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Kebakaran mobil kembali terjadi, kali ini menimpa bus Pahala Kencana yang tengah diperbaiki di Garasi Pahala Kencana, Jalan Lingkar Kudus, nomor 89, Kecamatan Jati, Sabtu (26/9/2015).

Salah satu wakil pengemudi Bus Pahala Kencana Andi Mustofa mengatakan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB yang disebabkan percikan api las listrik disaat memperbaiki pintu belakang bus. Namun percikan api tersebut mengenai atap mobil sebelah toilet yang berbahan fiber sehingga api mudah menyala.

”Setelah terjadi percikan api di fiber, langsung api tersebut menjalar ke freon AC. Sehingga terjadi ledakan kecil yang mengakibatkan kembali api menjalar ke bagian depan bus,” terangnya.

Kebakaran yang menghanguskan bus bernomor polisi B 79 27 IW tersebut, pihak montir dan segenap karyawan Pahala Kenacana langsung berupaya memadamkan api dengan menggunakan dua tabung pemadam kebakaran yang ada di garasi tersebut.

”Kami sudah berupaya memadamkan api itu dengan dua tabung penyemprot. Namun api tidak bisa padam. Kemudian salah satu karyawan menghubungi damkar dari perusahaan terdekat. Baik dari Pura, Noyorono, Pemda dan Djarum,” paparnya.

Setelah didatangkannya mobil pemadam kebaran tersebut, kebakaran dapat teratasi. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Musim Kemarau, Masyarakat Diminta Waspadai Kebakaran

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Kemarau panjang dan cuaca panas yang terjadi di wilayah Kudus berdampak terhadap naiknya angka kasus kebakaran. Untuk itu, masyarakat diminta lebih waspada untuk mengantisipasi timbulnya kebakaran.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kudus Bimo Aryo Tejo mengatakan, kebanyakan kasus kebakaran terjadi karena kelalaian. Seperti halnya, membakar sampah di lahan kosong, instalasi listrik yang kurang rapi dan lain sebagainya.

“Seperti kasus kebakaran pada rumah, paling banyak arus pendek. Hal itu karena pemasangan jaringan listrik yang kurang pas. Kemudian yang di alam, disebabkan dengan kelalaian juga. Seperti penebang tebu yang membuang puntung rokok,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya berharap kepada masyarakat untuk ikut serta membantu mengamankan lingkungan. Minimal dengan menyirami tanaman sekitar, agar bisa meminimalisir risiko kebakaran. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Pekan Awal September, di Kudus Sudah Ada Lima Kasus Kebakaran

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Baru memasuki sepekan pada awal September 2015, di Kudus sudah banyak terjadi kasus kebakaran. Bukan hanya kebakaran rumah atau bangunan, melainkan kjuga terjadi pada semak-semak dan lahan tebu.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kudus Bimo Aryo Tejo mengatakan, pada awal September, kasus kebakaran cenderung tinggi. Bahkan sehari terdapat kasus kebakaran lebih dari sekali.

”Baru awal September, terdapat kasus kebakaran hingga lima kali. Kebanyakan kasus kebakaran terjadi di semak atau dekat perumahan,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Menurutnya, kebakaran pertama dan kedua terjadi pada rumah. Kemudian, kebakaran selanjutnya pada pada Jumat (4/9/2015), menimpa lahan kosong atau semak.

“Kemarin sehari terjadi tiga kali kebakaran. Semuanya berasa di lokasi dekat perumahan. Pagi sekitar pukul 08.00 WIB terjadi di Tanjung, lalu siang sekitar pukul 13.00 WIB terjadi di Cendono dan Kandangmas,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Korsleting, Dua Rumah di Purwosari Terbakar

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Kebakaran melanda dua rumah warga Kelurahan Purwosari RT 02 RW 9 Kecamatan Kota. Kejadian terjadi dini hari Senin (24/8/2015) sekitar pukul 01.30 WIB yang menghanguskan bagian belakang dua rumah masing-masing pemilik Abdul Basyid (50) dan Eko Prayitno (39). Kedua rumah tersebut saling membelakangi dan memiliki satu dapur untuk dua rumah tersebut. Karena pemilik kedua rumah itu bersaudara.

Eko Prayitno mengatakan, sekitar pukul 01. 30 dinihari, dirinya melihat dapur dalam kondisi sudah terbakar. Bahkan bagian belakang rumah milik Basyid pun, saat itu kondisinya sudah dalam keadaan terbakar dengan api yang berkobar. Kemudian ia membangunkan keluarga Basyid, yang saat itu tidak tahu bagian belakang rumahnya terbakar.

”Saya langsung membangunkan keluarga saya dan keluar dari rumah. Langsung saya berteriak kebakaran dan meminta bantuan tetangga,” jelasnya.
Ia menjelaskan, para tetanggapun banyak yang terbangun dan ikut bergotong royong mencoba memadamkan api. Sedangkan tetangga lainnya menghubungi pihak pemadam kebakaran. Sekitar pukul 04.00 WIB, api dapat dipadamkan oleh tiga armada pemadam kebakaran dari PT Djarum, PT Nojorono, dan Pemkab Kudus.

Dalam kejadian ini, pihaknya mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 200 juta dari dua rumah yang terbakar, yang memiliki luas 600 meter persegi.
Eko menambahkan, tiga kamar miliknya ikut ludes terbakar. Namun dia masih bersyukur, karena keluarganya tidak ada yang menjadi korban. Diduga, kebakaran ini diakibatkan oleh korsleting listrik. (FAISOL HADI/TITIS W)

Gudang Onderdil Motor di Gulang yang Terbakar, Belum Diketahui Penyebabnya

Ilustrasi Kebakaran

Ilustrasi Kebakaran

KUDUS – Penyebab pasti terjadinya kebakaran yang menimpa gudang pengecatan onderdil motor di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, hingga kemarin belum diketahui.

Kapolsek Mejobo AKP Suharyanto yang dihubungi MuriaNewsCom mengatakan, pihaknya masih menyelidiki apa sebenarnya yang menyebabkan peristiwa itu terjadi.

”Dari keterangan saksi, hanya disebutkan bahwa tiba-tiba saja ada asap yang keluar dari salah satu bagian gudang. Setelah itu, api sudah membesar,” katanya.

Gudang yang terletak di RT 3/RT 5, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, itu, terbakar ludes Sabtu (1/8/2015), sekitar pukul 13.30 WIB. Seluruh isi gudang, termasuk lima sepeda motor yang ada di dalamnya, terbakar habis.

Namun dari keterangan beberapa saksi yang ada, api diduga berasal dari bagian penyimpanan tiner yang ada di dalam gudang tersebut. Dari yang semula kecil, kemudian membesar meski sudah coba dipadamkan.

”Makanya, kita masih meminta keterangan dari saksi di lokasi kejadian. Termasuk menunggu bangunan tersebut aman dimasuki, untuk dicari apa penyebab kebakarannya,” katanya.

Agus Widayat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mengatakan, hingga sore petugas pemadam kebakaran memang masih berupaya memadamkan api.

”Petugas dari empat armada kebakaran yang berasal dari Pemkab Kudus, Djarum, Nojorono, dan PT Pura itu, harus benar-benar memastikan bahwa api sudah padam. Sehingga tidak akan membahayakan lagi,” terangnya.

Hanya saja, apa yang menjadi penyebab kebakaran, memang belum diketahui pasti. Semua pihak masih dimintai keterangan mengenai peristiwa itu. ”Bagaimana terjadinya kebakaran, termasuk kerugiannya, memang belum diketahui. Masih terus diselidiki,” imbuhnya. (MERIE)

5 Motor Ikut Terbakar di Gudang Pengecatan Bodi Motor di Gulang

Ilustrasi Kebakaran

Ilustrasi Kebakaran

KUDUS – Kebakaran yang melanda gudang di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, menimbulkan kepanikan tersendiri. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tapi lima unit motor ikut terbakar.

Selain isi gudang, lima unit sepeda motor yang ada di dalamnya, juga turut terbakar. Kelima unit motor itu tidak bisa diselamatkan, karena besarnya api dalam peristiwa tersebut.

Kapolsek Mejobo AKP Suharyanto mengatakan, gudang itu adalah milik H Slamet, warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati. ”Saat kejadian, yang bersangkutan tidak ada di lokasi. Dan kami juga belum berhasil menghubunginya,” terangnya.

Gudang itu sehari-hari digunakan sebagai lokasi pengecatan bodi motor. Suharyanto mengatakan, gudang tersebut memang gudang yang dipakai untuk pengecatan berbagai aksesori motor. ”Misalnya dek motor, bagian bodi lainnya, dan beberapa bagian lainnya,” terangnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Karyawan yang sedang bekerja, bisa menyelamatkan diri setelah melihat gudang terbakar. Meski sebelumnya mereka mencoba untuk memadamkan api yang semakin membesar.

Hingga kemarin, belum diketahui berapa jumlah kerugian yang diderita akibat peristiwa tersebut. Pasalnya, petugas belum bisa menghubungi pemilik gudang. ”Kami belum tahu berapa banyak kerugiannya. Pemiliknya belum bisa dihubungi,” jelas Suharyanto.

Sebagaimana diketahui, sebuah gudang pengecetan aksesoris sepeda motor yang terletak di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, ludes dilalap api, dalam peristiwa kebakaran yang terjadi Sabtu (1/8/2015).

Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 13.30-14.00 WIB. Letak gudang yang berada di pemukiman warga, sempat membuat panik masyarakat sekitar lokasi kebakaran. (MERIE)

Ludes, Gudang Onderdil Motor di Gulang Terbakar

Ilustrasi Kebakaran

Ilustrasi Kebakaran

KUDUS – Sebuah gudang onderdil sepeda motor yang terletak di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, ludes dilalap api, dalam peristiwa kebakaran yang terjadi Sabtu (1/8/2015).

Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 13.30-14.00 WIB. Letak gudang yang berada di pemukiman warga, sempat membuat panik masyarakat sekitar lokasi kebakaran.

Gudang yang terbakar adalah gudang pengecatan bodi motor. Pemiliknya bernama H Slamet, (50), warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus.

Kapolsek Mejobo AKP Suharyanto mengatakan, berdasarkan saksi mata di lokasi kejadian, peristiwa itu bermula saat beberapa karyawan sedang mengerjakan tugasnya siang itu.

Tiba-tiba saja, beberapa karyawan yang sedang berada di dalam gudang, berteriak telah terjadi kebakaran. Tepatnya dari arah penyimpanan tiner yang ada di gudang tersebut.

Karyawan yang sedang bertugas, mencoba untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Hanya saja, hal itu tidak bisa dilakukan, karena api yang semakin lama semakin membesar.

”Petugas pemadam kebakaran yang dilapori soal kejadian tersebut, kemudian datang tidak lama kemudian. Ada kurang lebih empat armada pemadam kebakaran yang datang. Dari Pemkab Kudus, dari Djarum, Nojorono, dan Pura,” terang Suharyanto, saat dimintai keterangannya oleh MuriaNewsCom.

Menurut Suharyanto, api sendiri berhasil dipadamkan kurang lebih dua jam kemudian. Luas gudang yang ada memang cukup besar, dan berbentuk huruf L. ”Petugas pemadam harus bolak-balik mengambil air untuk memadamkan api yang ada. Sekitar pukul 16.00 WIB, api baru dapat dipadamkan seluruhnya,” tuturnya.

Saat kejadian, ada enam orang karyawan yang sedang bekerja di dalam gudang tersebut. Namun mereka bisa menyelamatkan diri, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. (MERIE)

GKMI Kudus Dilalap Si Jago Merah

Ilustrasi

Ilustrasi

KUDUS – Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Kudus, di Jalan Wahid Hasyim No.74, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus, mengalamai kebakaran, Kamis (30/7/2015). Api berhasil menghanguskan gudang penyimpanan alat elektronik bekas dii gereja tersebut.

Penyebab kebakaran, diduga karena adanya jaringan yang tidak terkontrol, sehingga pada musim panas seperti ini, dapat memicu adanya korsleting listrik. Akibatnya, hal ini, kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta.

Yusup, saksi mata yang mengetahui kejadian kebakaran menceritakan, peristiwa tersebut diketahui pertamakali olehnya sekitar pukul 09.15 WIB. Saat itu, ia sedang mencuci peralatan dapur dan dikagetkan oleh kepulan asap yang keluar dari gereja.

“Saat mencuci peralatan dapur saya kaget melihat ada asap yang keluar dari pintu gudang. Kemudian saya berusaha membuka kunci dan mencari sumber asapnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Karena pintu dalam keadaan terkunci, lanjutnya, segera ia memanggil karyawan lainnya, Winardi, yang bertugas membawa kunci, untuk bersama-sama melihat ke dalam gudang. Hanya, saat pintu dibuka api ternyata sudah lumayan besar dan mereka berteriak meminta pertolongan.

Tak lama kemudian, keduanya beserta karyawan lain di gereja itu berusaha memadamkan si jago merah menggunakan air yang terdapat di sekitar gereja  dan alat pemadam api ringan  yang sudah disediakan.

“Namun, karena api sudah membesar kami kewalahan. Makanya kami menunggu pemadam dari pemkab dan Djarum.  Tidak lama akhirnya petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api pada sekitar 09.35 WIB. Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa,” katanya.

Akibat kebakaran tersbeut, beberapa peralatan elektronik hangus terbakar. Diduga, kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik. Saat ini, petugas Inafis dari Polres Kudus sedang melakukan olah TKP.

Sementara, perwakilan Pemadam Kebakaran Djarum Hardi Cahyana mengatakan, kebakaran yang menimpa gereja memang disebabkan jaringan listrik yang korslet. Lantaran sudah diketahui penyebabnya, maka tidak membutuhkan waktu lama untuk memadamkan.

“Sekitar 15 menit sudah padam, kami tangani aliran listriknya, kemudian kami semprot bagian yang terbakar. Satu tangki mobil pemadam tidak habis, karena banyak elektronik dan sumber dari listrik,” katanya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)