Rumah Joglo di Brati Pati Dilalap Api

Warga mengerumuni lokasi kebakaran di Brati, Kayen, Rabu (26/4/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satu rumah joglo milik Warjo (50), warga Dukuh Sobo, Desa Brati RT 6 RW 1, Kecamatan Kayen dilalap api, Rabu (26/4/2017) malam, pukul 19.30 WIB.

Hartoyo, warga setempat mengungkapkan, saat itu ia melihat kepulan asap dan percikan api di atas rumah Warjo. Tak lama setelah ada kepulan asap, api menjalar cepat dan membakar rumah serta isinya.

Pada saat terjadi kebakaran, kondisi rumah sepi karena hanya ada anak Warjo. “Kami bersama warga menyiram dengan air seadanya, sembari menunggu petugas dari kepolisian dan pemadam kebakaran yang datang,” kata Hartoyo.

Lima anggota kepolisian dari Polsek Kayen dan dua petugas dari PLN melokalisir api agar tidak menjalar ke bangunan lain. Api berhasil dipadamkan, setelah dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan memadamkan api.

Tidak ada korban jiwa dalam tragedi tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp 20 juta karena atap pencu dan sejumlah berang elektronik seperti kulkas dan televisi ludes terbakar.

“Kondisi rumah tembok berlantai keramik dengan atap rumah pencu. Atap rumah hampir keseluruhan terbakar, termasuk kulkas dan televisi. Kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik di sekitar atap rumah,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Dia mengimbau kepada warga Pati untuk memperhatikan instalasi listrik dalam rumah, termasuk adanya kemungkinan kabel bocor. Pasalnya, hampir sebagian besar kebakaran di Pati, termasuk pasar, berasal dari korsleting listrik.

Editor : Kholistiono

Ini Penyebab Kebakaran Gudang Gilingan Padi di Kalimulyo Pati

Sejumlah warga menunggu petugas yang sedang memadamkan api di dalam gudang penyimpanan sekam di Kalimulyo, Jakenan, Pati, Rabu (6/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kebakaran gudang tempat penggilingan padi terjadi di Desa Kalimulyo RT 7 RW 2, Kecamatan Jakenan, Pati, Rabu (6/4/2017).

Api tiba-tiba berkobar di ruang penyimpanan sekam. Diduga, api berasal dari korsleting listrik yang memunculkan percikan api, kemudian membakar sekam.

“Dari tempat kejadian, ruang penyimpanan sekam sangat pengap. Bisa dikatakan, hanya ada 20 persen ruang yang tersisa. Sisanya, 80 persen isi gudang dipenuhi sekam,” ujar Kapolsek Jakenan AKP Suyatno.

Butuh tiga unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit water canon dari Satuan Sabhara Polres Pati untuk memadamkan api. Petugas akhirnya berhasil memadamkan api, beberapa jam setelah dilakukan penyemprotan ke sejumlah titik.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menambahkan, korsleting listrik menjadi salah satu penyebab kebakaran yang paling sering terjadi di Kabupaten Pati. Karena itu, dia mengimbau kepada warga Pati untuk memperhatikan instalasi listrik untuk mengantisipasi korsleting yang berakibat kebakaran.

Baca juga : Gudang Penggilingan Padi di Kalimulyo Pati Dilalap Api
“Perhatikan instalasi listrik, jangan sampai ada kabel yang mengelupas. Penyambungan kabel juga harus sesuai dengan aturan. Kami juga mengimbau untuk selalu memeriksa kabel listrik, karena korsleting acapkali menjadi penyebab kebakaran di Pati,” pungkas Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

Gudang Penggilingan Padi di Kalimulyo Pati Dilalap Api

Petugas tengah berupaya memadamkan api di gudang penyimpanan sekam di Desa Kalimulyo, Jakenan, Pati, Kamis (6/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gudang penggilingan padi milik Asnawi di Desa Kalimulyo RT 7 RW 2, Kecamatan Jakenan, Pati dilalap api, Kamis (6/4/2017).

Jayus, salah satu pekerja gilingan padi menuturkan, saat itu dia mulai menjemur padi. Tiba-tiba saja, Jayus melihat asap mengepul keluar dari gudang sekam.

“Pagi itu, saya menjemur padi. Tiba-tiba ada asap mengepul dari gudang penyimpanan sekam. Setelah saya cek, ternyata tumpukan sekam di gudang itu terbakar,” ungkap Jayus.

Melihat hal itu, Jayus bergegas memberitahu Sumiatun, istri dari Asnawi, pemilik gilingan padi. Sumiatun lantas memanggil para pekerjanya yang sedang sarapan di warung terdekat.

Sembari memadamkan api dengan alat seadanya, Sumiatun melaporkan kejadian itu kepada kepala desa setempat. Dari kepala desa, petugas kepolisian dan pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, dibantu satu unit armored water canon (AWC) dari Satuan Sabhara. Sedikitnya 21 personel dari Polsek Jakenan dan Polres Pati, enam personel dari Koramil Jakenan, petugas pemadam kebakaran dan warga sekitar berusaha memadamkan api.

“Api akhirnya berhasil dipadamkan beberapa saat, setelah tiga unit mobil pemadam dikerahkan, dibantu mobil Water Canon. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1 juta,” imbuh Kapolsek Jakenan AKP Suyatno.

Editor : Kholistiono

Gara-gara Obat Nyamuk, Rumah Warga Jembangan Pati Terbakar

Kondisi rumah Ngatemi, warga Desa Jembangan RT 2 RW 1, Kecamatan Batangan, Pati yang terbakar, Selasa (28/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rumah warga Desa Jembangan RT 2 RW 1, Kecamatan Batangan, Pati, Ngatemi (45), terbakar api, Selasa (28/2/2017). Penyebab kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk yang diletakkan di dekat tempat tidur.

Kapolsek Batangan AKP Harry Marcell mengatakan, kronologi kebakaran terjadi pada pukul 07.00 WIB. Saat itu, pemilik rumah tengah pergi ke Pasar Lengkong Batangan untuk berdagang buah.

Sementara itu, ibu Ngatemi, Rami (80) berada di dalam rumah. Pada pukul 09.00 WIB, Rami terkejut karena ada api yang membakar springbed. Selang beberapa waktu, api menjalar ke lemari yang di dalamnya terdapat televisi dan barang pecah belah.

Rumi yang dalam keadaan panik langsung keluar rumah dan meminta tolong kepada tetangga untuk memadamkan api. Warga yang mengetahui hal itu berdatangan untuk memadamkan api dengan alat seadanya. Sedangkan sebagian warga melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.

“Dari api yang menjalar cepat ke lemari tersebut, api kemudian menjalar ke atap rumah yang terbuat dari kayu. Akibatnya, atap rumah terbakar. Kami yang mendapatkan informasi dari masyarakat langsung datang ke TKP bersama petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api,” ucap AKP Harry.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran Satpol PP Pati Bambang Mujiyono menuturkan, api berasal dipadamkan dua jam sejak petugas datang. Penyemprotan secara intens dilakukan agar api tidak menjalar ke rumah tetangga.

Beruntung, tidak semua rumah ludes dilalap si jago merah. Selain atap rumah, sejumlah perabot yang terbakar api, di antaranya lemari, springbed, televisi dan sebagian rumah yang terbuat dari kayu.

Tidak ada korban dalam kebakaran tersebut. Namun, kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 25 juta. “Kami imbau kepada masyarakat untuk hati-hati menempatkan obat nyamuk bakar yang masih menyala. Jangan ditempatkan di dekat barang yang mudah terbakar seperti kain atau kertas,” imbau Bambang.

Editor : Kholistiono

Barang Berharga di Kios yang Terbakar di Pasar Sukolilo Tak Bisa Diselamatkan

Api berkobar melalap empat kios di Pasar Sukolilo, Pati, Senin (30/1/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Api berkobar melalap empat kios di Pasar Sukolilo, Pati, Senin (30/1/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kebakaran yang melalap empat kios terjadi di Pasar Sukolilo, Pati, Senin (30/1/2017) sekitar pukul 21.30 WIB. Pada saat kebakaran, kios dalam keadaan kosong karena ditinggal pemilik ke rumahnya.

Akibatnya, sejumlah barang berharga yang berada di dalam kios tidak bisa diselamatkan. Salah satunya, dua buah perangkat komputer, satu laptop, 30 handphone baru, bekas dan servis, serta satu unit kulkas.

“Semua barang berharga yang ada di dalam kios tidak berhasil diselamatkan, karena pada jam 21.30 WIB pemilik kios sudah pulang ke rumah. Beruntung, api tidak menjalar ke puluhan kios lainnya karena berhasil dipadamkan,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Selasa (31/1/2017).

Akibat kebakaran tersebut, kerugian material dua pemilik kios mencapai Rp 350 juta. Jumlah itu dikalkulasi dari satu rumah yang dijadikan toko dan tiga kios, serta barang-barang berharga yang ikut ludes terbakar.

Toko perabot rumah rangga dan sembako yang terbakar merupakan milik Sumiati (60), sedangkan kios buah dan potong rambut milik Nur Taufiq (49). Keduanya warga Desa Sukolilo RT 1 RW 7, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Pihak kepolisian mengimbau kepada warga, termasuk pemilik toko untuk selalu hati-hati saat meninggalkan rumahnya. Bila perlu, listrik dipastikan mati sebelum meninggalkan rumah mengingat kebakaran yang terjadi di Pati dalam beberapa waktu terakhir disebabkan korsleting listrik.

Editor : Kholistiono

4 Kios di Pasar Sukolilo Pati Ludes Dilalap Si Jago Merah

Salah seorang warga mencoba memadamkan api di tengah kerumunan massa yang menyaksikan kebakaran. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Salah seorang warga mencoba memadamkan api di tengah kerumunan massa yang menyaksikan kebakaran. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak empat kios di kawasan Pasar Sukolilo, Pati, ludes dilalap si jago merah, Senin (30/1/2017) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik.

Sejumlah kios yang terbakar, antara lain milik Sumiati (60) yang digunakan sebagai toko perabot rumah tangga dan sembako, serta Nur Taufiq (49) dengan kios buah dan kios potong rambut. Keduanya adalah warga Desa Sukolilo RT 1 RW 7, Sukolilo, Pati.

Ubaidillah (48), salah seorang saksi saat berada di rumah melihat kepulan asap pekat dari atap kios buah. Mengetahui hal itu, dia langsung memanggil Agus Imam untuk bersama-sama meminta bantuan memadamkan api.

“Api menjalar dengan cepat. Saat kami meminta bantuan warga sekitar untuk ikut melakukan pemadaman, api sudah menjalar ke tiga kios lainnya yang berada di sebelah utara. Sebelumnya, kami juga sudah menghubungi petugas pemadam kebakaran,” ujar Ubaidillah.

Dua unit pemadam kebakaran Pemkab Pati akhirnya berhasil memadamkan api, sesaat setelah dilakukan penyemprotan air ke berbagai titik kebakaran. Sebelum menjalar ke kios lainnya, satu rumah toko yang kebakaran berdinding papan kayu jati ukuran 10×9 meter, lantai keramik dengan rangka kayu jati beratap genteng.

Kondisi dinding yang terbuat dari kayu diduga membuat api lebih cepat berkobar dan menjalar ke bangunan yang ada di sampingnya. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Akan tetapi, kerugian material ditaksir mencapai Rp 350 juta.

Editor : Kholistiono

Satu Rumah di Desa Sarimulyo Pati Ludes Terbakar

Kondisi rumah milik Sukarno, warga Dukuh Majan, Desa Sarimulyo RT 3 RW 2, Kecamatan Winong, Pati yang ludes dilalap si jago merah, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi rumah milik Sukarno, warga Dukuh Majan, Desa Sarimulyo RT 3 RW 2, Kecamatan Winong, Pati yang ludes dilalap si jago merah, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kebakaran hebat terjadi di Dukuh Majan, Desa Sarimulyo RT 3 RW 2, Kecamatan Winong, Pati, Senin (30/1/2017) sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran tersebut membuat rumah milik Sukarno (40) ludes terbakar.

Mirah, salah satu saksi mengatakan, saat itu dia melihat kepulan asap yang pekat muncul dari rumah milik Sukarno. Mirah yang tahu kepulan asap tersebut memanggil Wakidin.

“Saya langsung meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api. Hanya dalam waktu sebentar, api sudah mulai membesar dan berkobar. Warga akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api,” ujar Wakidin.

Sesaat setelah mendapatkan informasi kebakaran, tiga unit pemadam kebakaran Pemkab Pati tiba di lokasi dan berupaya memadamkan api. Namun, si jago merah sudah terlanjur melahap sebagian besar rumah yang terbuat dari papan tersebut, kendati api berhasil dipadamkan petugas.

Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp 170 juta. Sejumlah barang yang ikut terbakar, antara lain buku nikah, satu unit kulkas, satu unit televisi, dan akta kelahiran anak sebanyak tiga lembar.

Bangunan rumah berbentuk limas dengan ukuran 7×10 meter tersebut berdinding papan kayu jati, lantai keramik, rangka atap terbuat dari kayu jati dan beratapkan genteng. Barang-barang berharga milik korban tidak berhasil diselamatkan.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menuturkan, kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. “Kebakaran tidak sampai merambat ke rumah milik tetangga, meski terhitung padat penduduk. Polisi, TNI dan masyarakat bahu-membahu memadamkan api, serta melakukan evakuasi,” tuturnya.

Pada saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong. Pemilik rumah sedang bekerja di pabrik Kuningan Juwana, sehingga sejumlah barang-barang penting tidak berhasil diselamatkan. Kompol Sundoyo mengimbau kepada warga untuk memastikan semua jaringan listrik dimatikan saat ditinggal kerja.

Editor : Kholistiono

Rumah Milik Slamet di Desa Wirun Pati Ludes Dilalap Api

 Rumah milik Slamet, warga Desa Wirun, Kecamatan Winong, Pati ludes terbakar api, Jumat (18/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Rumah milik Slamet, warga Desa Wirun, Kecamatan Winong, Pati ludes terbakar api, Jumat (18/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satu rumah beserta isinya milik Slamet (63), warga Desa Wirun, Kecamatan Winong, Pati, ludes dilalap api, Jumat (18/11/2016). Api diduga berasal dari pengapian ternak sapi.

Rumah joglo berukuran 14×20 meter tersebut berisi satu unit pompa air, mesin dos, televisi, 35 karung padi dengan berat 1.500 kg, dan surat-surat penting. Beruntung, hewan ternak berupa dua ekor kambing dan satu ekor kambing berhasil diselamatkan.

Sri Wahyuti, salah satu saksi menuturkan, saat ini dia berada di dalam rumah. Dia melihat kepulan asap pekat keluar dari atap rumah korban. Melihat hal itu, dia memanggil Sukarni supaya meminta bantuan warga sekitar. Namun, api terlanjur sudah membesar dan menjalar ke berbagai sudut rumah.

Tiga unit pemadam kebakaran dari Pemkab Pati dikerahkan untuk memadamkan api. Beberapa menit setelah petugas datang, api berhasil dipadamkan. Namun, si jago merah sudah terlebih dahulu meludeskan rumah dan isinya.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, tetapi kerugian material ditaksir mencapai Rp 300 juta. Kendati berada di pemukiman yang padat penduduk, api tidak sampai merambat ke rumah tetangga.

“Barang-barang perabotan dan benda-benda berharga milik korban tidak berhasil diselamatkan, karena rumah dalam keadaan kosong, ditinggal pemiliknya ke sawah. Kami imbau kepada warga yang melakukan pengasapan pada hewan ternak untuk menunggui rumahnya. Sebab, ini sudah beberapa kali terjadi di Pati,” ucap Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

Gudang Kapuk di Sundoluhur Kayen Terbakar, Kerugian Capai Rp 100 Juta

Sejumlah petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api di gudang kapuk di Desa Sundoluhur RT 21 RW 3, Kecamatan Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api di gudang kapuk di Desa Sundoluhur RT 21 RW 3, Kecamatan Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kebakaran gudang yang berisi patal kapuk randu terjadi di Dukuh Dohan, Desa Sundoluhur RT 21 RW 3, Kecamatan Kayen, Pati, Kamis (11/8/2016). Gudang tersebut milik Jumadi.

Api diduga berasal dari percikan api knalpot mesin blower. Percikan itu kemudian menjalar dengan cepat, lantaran kapuk randu merupakan bahan yang mudah terbakar.”Kami melihat percikan api dari knalpot mesin blower. Percikan api itu mengenai bahan kapuk. Percikan api menjalar dengan mudah ke bahan kapuk, sehingga membentuk kobaran api hingga menjalar ke seluruh bangunan,” kata Sutrisno, saksi yang merupakan warga Desa Karaban.

Akibatnya, gudang berukuran 9×40 meter berdinding bata, atap seng, dan lantai semen itu hangus dilalap si jago merah. Api kemudian berhasil dipadamkan oleh warga setempat dan petugas pemadam kebakaran dengan mendatangkan enam unit damkar.

Empat unit damkar berasal dari Pemkab Pati, satu unit damkar PT Kacang Garuda Pati, dan satu unit water cannon Polres Pati. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material akibat 50 ton patal kapuk terbakar diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

Sayangnya, patal kapuk randu tersebut tidak diasuransikan sehingga pemilik mengalami kerugian penuh sebesar Rp 100 juta. “Musim kemarau seperti ini, pemilik memang harus lebih waspada terhadap kemungkinan kebakaran, terutama bahan-bahan yang mudah terbakar,” imbau Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

 

Pabrik Roti Menang Pati Kebakaran, 2 Damkar Dikerahkan

 Sejumlah petugas Damkar datang lokasi kebakaran di Pabrik Roti Menang, di Jalan Pemuda Nomor 231 Pati, Sabtu (23/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah petugas Damkar datang lokasi kebakaran di Pabrik Roti Menang, di Jalan Pemuda Nomor 231 Pati, Sabtu (23/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pabrik Roti Menang yang berada di Jalan Pemuda Nomor 231 Pati Kota mengalami kebakaran, Sabtu (23/7/2016) sekitar pukul 15.30 WIB. Dua mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Namun, api ternyata sudah berhasil dipadamkan sejumlah karyawan dan warga setempat sekitar pukul 16.30 WIB, setelah petugas pemadam kebakaran datang. Sebelumnya, api sempat berkobar dan kepulan asap membumbung tinggi.

Kebakaran juga sempat menjadi tontotan warga. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

“Saat kami ada telepon masuk terkait dengan kebakaran di Pabrik Roti Menang di Jalan Pemuda, Kelurahan Pati Wetan, kami langsung kerahkan dua mobil damkar. Tapi, api ternyata sudah padam saat petugas datang,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran DPU Pati, Bambang Mujiyono.

Penyebab kebakaran berasal dari korsleting kabel oven yang menyebabkan satu oven untuk memanggang roti terbakar. Api sempat menjalar ke sejumlah barang lainnya di sekitar oven. Namun, petugas PLN langsung mematikan aliran listrik menuju Pabrik Roti Menang dan api berhasil dipadamkan. “Dari pengakuan pemilik, kerugian material hanya Rp 1 juta,” kata Bambang.

Editor : Kholistiono