6 Rumah di Balongsari Blora Terbakar

Lokasi kejadian kebakaran, rata dengan tanah. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Lokasi kejadian kebakaran, rata dengan tanah. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Satu rumah warga Desa Balongsari, RT 06 RW 01, Kecamatan Banjarejo, Blora ludes dilahap si jago merah, Selasa (31/5/2016) malam. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun kerugian material yang didera mencapai sektiar Rp 500 juta. Mengingat perabotan rumah tangga pun hangus.

Diketahui, pemilik rumah adalah Suminingsih. Ia tinggal di rumah itu bersama anaknya, Bambang. Menurut penuturan Sutomo, salah seorang perangkat desa setempat, insiden terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB. “Saat kebakaran, rumah dalam keaadaan kosong,” kata Sutomo.

Warga berupaya memadamkan api. Tapi api cepat merembet ke sekitarnya. Akibatnya, warga kewalahan.Dari pantauan MuriaNewsCom, Rabu (1/5/2016) pagi, semua harta yang berada di rumah ludes. Yang tersisa hanya puing-puing yang rata dengan tanah. Bahkan, gabah simpanan milik korban lenyap. Hewan ternak, terdiri dari dua ekor sapi hangus terpanggang.

Diketahui,  ada enam unit rumah yang terbakar. Dengan masing-masing bangunan memiliki luas sekitar 25-30 meter persegi.

Editor : Akrom Hazami

 

 

‘Hantu’ Bakar Sepeda Motor Jupiter Kesayangan

Petugas BPBD dengan sejumlah warga saat memastikan api yang membakar sepeda motor di Blora, Kamis (1/10/2015). (MuriaNewsCom/Priyo)

Petugas BPBD dengan sejumlah warga saat memastikan api yang membakar sepeda motor di Blora, Kamis (1/10/2015). (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – ‘Hantu’ bakar sepeda motor Yamaha Jupiter kesayangan di Jalan Blora-Radublatung Km 3 tepatnya setelah jembatan Gabus Blora, Kamis (1/10/2015).

Dikatakan hantu, karena pemilik sepeda motor tidak mengetahui kalau kendaraannya tiba-tiba terbakar. Hal itu terjadi begitu saja saat sedang naik Jupiter. Pemilik motor adalah Maskuri, warga Desa Kesreman, Kecamatan Rembang Kota.

Kebakaran Yamaha Jupiter warna hijau ini terjadi sangat cepat. Kendaraan yang sedang dikendarai itu tiba-tiba terbakar dari belakang bagian bawah motor.

“Saya juga tidak tahu apa penyebanya. Tahu-tahu ada api dan saya merasa ada rasa panas dari belakang. Setelah saya lihat api sudah membakar motor bagian belakang yang ada tombongnya kosong,” kata Maskuri, Kamis (1/10/2015).
Dia langsung turun dan membuang sepeda motor ke pinggiran jalan raya.

Motor bernomor polisi K 5206 UD ini ludes hanya menyisakan rangka mesin bagian depan dan velg bagian depan.

Dari kejadian ini, untuk memadamkan api, BPBD menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran. Kejadian ini sempat menjadi perhatian para pengendara yang melintas di jalan tersebut. Sedangkan api dapat dipadamkan sekitar pukul 08.50 WIB. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

BPBD Himbau Masyarakat untuk Waspada Bencana Kebakaran

Sri Rahayu, Kepala Harian BPBD Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sri Rahayu, Kepala Harian BPBD Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora mulai mengimbau masyarakat untuk antisipasi terjadinya kebakaran. Karena pada musim kemarau sangat rentan terjadi musibah tersebut.

”Memasuki musim kemarau, masyarakat perlu waspada terhadap kebakaran,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Blora Sri Rahayu, Kamis (10/9/2015).

Meski kebakaran bisa saja terjadi di musim penghujan, tetapi saat musim kemarau intensitasnya memungkinkan lebih rawan. Terlebih pada kebakaran hutan. Karena mengeringnya dedaunan, membuat potensi kebakaran hutan lebih tinggi.

”Untuk masyarakat, kami harap bisa mewaspadai kabel listrik, kompor, dan jauhkan benda yang mudah terbakar, terutama putung rokok yang harus dipastikan mati,” tegasnya.

Selain itu, untuk masyarakat kawasan hutan yang berdekatan dengan jalan raya juga diimbau untuk waspada. Karena pada kawasan tersebut juga sangat rawan terjadi kebakaran hutan. ”Masyarakat tetap berhati-hati pada benda yang menimbulkan terjadinya kebakaran,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya mengajak Perhutani untuk diberikan pelatihan dalam hal menanggulangi bencana kebakaran. Selain itu pihaknya juga memberikan pengarahan, dan selalu waspada dengan hal-hal yang berpotensi kebakaran.

”Kami memberikan pelatihan penanganan kebakaran, agar petugas lapangan Perhutani bisa melakukan penanganan darurat pada kebakaran hutan. Selain itu kami juga berharap masyarakat pinggiran hutan untuk saling waspada, mengingatkan, untuk tidak lalai saat melakukan hal yang berpotensi kebakaran. Misalnya tidak membakar sampah,” terangnya. (PRIYO/TITIS W)

Gara-gara Puntung Rokok, Hutan Blora Terbakar

Kebakaran hutan wilayah KPH Cepu, Blora yang terjadi dini hari. (MuriaNewsCom/Priyo)

Kebakaran hutan wilayah KPH Cepu, Blora yang terjadi dini hari. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Musim kemarau yang sudah terjadi beberapa bulan lalu harus diwapadai masyarakat dan warga kawasan hutan yang berdekatan dengan jalan raya karena wilayah itu rawan terjadi kebakaran hutan. Sebab memasuki musim kemarau seperti ini sangat berpotensi tinggi terjadinya kebakaran.

“Dari pengalaman waktu-waktu sebelumnya di tahun-tahun lalu, wilayah hutan yang terbakar berada di pinggir jalan raya. Hal ini disebabkan dengan tidak sengaja masyarakat membuang puntung rokok sembarangan di pinggiran hutan. Sehingga mengakibatkan kebakaran,” kata Humas KPH Perhutani Cepu, Edisud, Jumat(28/8/2015).

Menurutnya, saat ini potensi kebakaran cukup tinggi di wilayah hutan KPH Cepu. Sehingga untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya mulai melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran. Kebakaran hutan lebih banyak terjadi di tepi jalan. Sebab, dimungkinkan banyak orang-orang yang tidak sengaja membuang puntung rokok. Selain itu, bisa jadi ada unsur kesengajaan yang ingin membakar semak hutan-hutan tersebut.

“Kebakaran hutan di dekat jalan raya bisa disebabkan juga karena disengaja oleh masyarakat yang ingin membuka lahan. Sehingga, biasanya ada kesengajaan untuk membakar semak-semak di hutan tersebut.” Imbuhnya.
Meski demikian, pihaknya mengimbau apabila ada yang ingin membuka lahan pertanian diharapkan untuk izin dari perhutani terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan untuk mempermudah pendataan lahan hutan yang digarap warga pinggiran hutan.

“Sebaiknya mereka (warga, red) izin dulu agar perhutani mudah untuk mendatanya,” terangnya.(PRIYO/AKROM HAZAMI)

Gudang Kayu Terbakar, Pengusaha Rugi Rp 1 Miliar

Sejumlah petugas BPBD saat memadamkan api yang masih menyala. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah petugas BPBD saat memadamkan api yang masih menyala. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Melihat kejadian kebakaran yang meludeskan gudang kayu di Desa Jipangrejo, Kecamatan Blora, milik Rusno (50), warga sekitar berupaya untuk memadamkan dengan alat seadanya. Namun, tak berhasil memadamkan si jago merah itu.

30 menit kemudian, dua mobil pemadam kebakaran menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Dibantu dengan dua truk tangki air.

”Mendengar informasi ada kebakaran, kami petugas langsung sigap untuk datang ke lokasi memadamkan api dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam dan dua truk tangki air,” jelas Sri Rahayu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Jumat (31/7/2015).

Namun begitu besarnya si jago merah, membuat BPBD harus kerja ekstra untuk memadamkan api. Sehingga selang dua jam kemudian kebakaran bisa dikendalikan, namun api masih menyala kecil. Kobaran api dan asap hitam kejadian itu, menarik perhatian warga dan tak sedikit yang mengabadikan kebakaran tersebut.

”Untuk kerugiannya sekitar Rp 1 Miliar. Sebab, banyak perlengkapan di gudang kayu yang ikut terbakar. Yakni, berisi kayu sejumlah 8 kibik dan peralatan pertukangan lainnya,” terangnya.

Sementara itu, pemilik gudang kayu belum bisa dikonfirmasi dan dimintai keterangan. Karena masih syok melihat kebakaran yang menimpa usaha miliknya. (PRIYO/TITIS W)

 

 

Mesin Konslet, Gudang Kayu Terbakar

Sejumlah petugas BPBD saat memadamkan api yang masih menyala. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah petugas BPBD saat memadamkan api yang masih menyala. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Kebakaran kembali terjadi di Blora (31/7/2015). Kali ini si jago merah meludeskan gudang kayu di Desa Jipangrejo, Kecamatan Blora, milik Rusno (50), warga Dukuh Kadengan RT 4 RW 7 Desa Kamolan, Kecamatan Blora.

Data yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa itu bermula sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu ada salah satu karyawan yang sedang mengopen kayu.

”Api tiba-tiba membesar dan saya berteriak. Semua karyawan berlarian dan menyelamatkan diri,” jelas salah satu karyawan Nur Kolifathullah, Jumat (31/7/2015).

Menurutnya, kebakaran diduga dari mesin open kayu milik Rusno mengalami konsleting. Percikannya membuat api semakin membesar di lokasi mesin open. Lalu, api menyambar kayu-kayu yang tidak jauh dari mesin open.

”Banyaknya barang-barang yang mudah terbakar membuat api semakin cepat membesar dan melalap isi gudang kayu tersebut,” ungkapnya. (PRIYO/TITIS W)

Ditinggal Berlebaran, Si Jago Merah Mengamuk di Rumah Muhammad

Untitled-1

Untitled-1

GROBOGAN – Peristiwa kebakaran terjadi pada Jumat (24/7/2015) sekitar pukul 13.30 WIB di Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu. Satu rumah milik Muhammad (41) ludes terbakar dalam musibah ini. Akibat kejadian ini pemilik rumah mengalami kerugian puluhan juta.

Informasi yang didapat MuriaNewsCom, saat kejadian, rumah berukuran 6 x 9 meter itu dalam kondisi kosong. Sejak pagi, pemilik rumah beserta istri dan empat anaknya pergi bersilaturahmi ke tempat saudaranya.

Peristiwa kebakaran diketahui warga saat nyala api sudah membesar dan membakar rumah bagian belakang. Meski sudah berupaya keras namun upaya pemadaman yang dilakukan warga tidak berhasil menyelamatkan rumah tersebut dari lalapan api.

”Kemungkinan besar, kebakaran itu disebabkan hubungan arus pendek listrik. Soalnya, rumah dalam kondisi kosong saat kejadian,” ungkap Camat Tegowanu Kasan Anwar. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Awas! Selain Kekeringan, Kebakaran Juga Mengancam Blora

Kepala Pelaksana BPBD Blora Sri Rahayu saat menyebarkan poster di sekolah untuk mengingatkan bahaya kebakaran di musim kemarau. (MuriaNewsCom/Priyo)

Kepala Pelaksana BPBD Blora Sri Rahayu saat menyebarkan poster di sekolah untuk mengingatkan bahaya kebakaran di musim kemarau. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA- Musim kemarau benar-benar menjadi momok menakutkan bagi warga Blora. Bagaimana tidak, selain krisis air bersih kini warga juga dihantui potensi kebakaran. Pasalnya, hingga memasuki pertengahan 2015 (bulan Juli) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora mencatat sudah ada 15 kebakaran.

”Berdasarkan data yang ada sudah ada 15 bencana kebakaran, bahkan dalam kurun waktu 2 pekan telah terjadi 4 kali peristiwa kebakaran yang menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupiah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Blora, Sri Rahayu, Kamis (9/7/2015).

Tingginya angka kebakaran tersebut, membuat BPBD tidak henti-hentinya memberikan imbauan waspada kebakaran kepada masyarakat. Harapannya warga tidak sembarangan meletakkan barang yang mudah menimbulkan api.

”Saya imbau masyarakat luas untuk ekstra hati-hati di musim kemarau ini. Jangan meletakkan barang yang potensi menimbulkan kebakaran. Periksalah kondisi kabel instalasi listrik di rumah anda, jika kabel mulai tua dan rusak maka segera ganti. Itu untuk meminimalisir potensi konsleting listrik yang bisa menyebabkan kebakaran,” ungkapnya. (PRIYO/SUPRIYADI)

Lagi, Satu Rumah Warga Ludes Dilalap Sijago Merah

Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di rumah milik  Sunhaji (MuriaNewsCom/PRIYO)

Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di rumah milik Sunhaji (MuriaNewsCom/PRIYO)

BLORA – Rumah milik pasangan suami istri Sunhaji (28) dan Nur Indah Sari (23), warga Desa Temulus RT 06/ RW 02 Kecamatan Randublatung ludes terbakar, pada Jumat pagi.

Dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, karena dalam sebulan terakhir rumah tersebut dalam kondisi kosong. Pemiliknya ikut menetap orang tuanya yang berada di samping rumah. ”Saya lihat api sudah besar dari rumah bagian tengah, tepatnya dekat ground listrik pemilik rumah,” ujar Ketua RT 06 Sarjani.

Melihat kobaran api yang semakin membesar, pihaknya langsung berteriak minta tolong dan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya sambil menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan.

“Saya bersama warga langsung menyelamatkan dan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya,sambil menunggu tim pemadam kebakaran dari BPBD datang,” ungkapnya.

Meski empat mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam peristiwa ini, namun, rumah sudah ludes karena api yang begitu cepat menjalar. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Musim Kemarau, Waspadai Musibah Kebakaran

Sejumlah petugas saat memadamkan api pada salah satu rumah milik warga beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/PRIYO)

Sejumlah petugas saat memadamkan api pada salah satu rumah milik warga beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Kasus kebakaran di Kabupaten Blora, tergolong cukup tinggi. Dalam kurun waktu enam bulan terakhir ini, tercatat telah terjadi bencana kebakaran sebanyak 11 kali.Untuk mengantisipasi dan meminimalisir bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora kerap melakukan pelatihan penanganan insiden kebakaran dan memasang peringatan bencana di sejumlah titik rawan bencana. Lanjutkan membaca

Kurun Waktu 5 Bulan, 8 Peristiwa Kebakaran Melanda 4 Kecamatan di Blora

Petugas pemadam kebakaran dari BPBD saat bertugas memadamkan api. (MURIANEWS / PRIYO)

BLORA – Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora Sri Rahayu mengatakan, terhitung sejak Januari hingga Mei ini, mencatat ada 8 peristiwa kebakaran yang terjadi di empat kecamatan di Blora.

Lanjutkan membaca