Ada Kampung KB di Grobogan, Ini Upaya Pemkab Tekan Ledakan Jumlah Penduduk, Lho!

Bupati Grobogan Sri Sumarni melakukan pemukulan bedug saat mencanangkan pembentukan Kampung Keluarga Berencana (KB) di Dusun Klitikan, Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni mencanangkan pembentukan Kampung Keluarga Berencana (KB) yang ditempatkan di Dusun/Desa Klitikan, Kecamatan Kedunghati, Selasa (11/7/2017). Pembentukan Kampung KB ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menekan ledakan jumlah penduduk.

“Pembentukan Kampung KB ini patut kita apresiasi dan didukung banyak pihak. Kita harapkan program ini bisa membantu upaya pemerintah dalam bidang kependudukan,” katanya.

Menurutnya, melalui Kampung KB ini diharapkan bisa memberikan kekuatan dan motivasi bagi masyarakat untuk menyadari pentingnya program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK). Dengan demikian, program KB yang mengalami pasang surut dalam perkembangannya akan bisa meningkat lagi. Sehingga pada akhirnya akan dapat mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Sri meminta agar instansi terkait memberikan penjelasan lengkap dan jelas pada masyarakat terkait dibentuknya Kampung KB tersebut. Sebab jika informasinya tidak tepat maka akan berdampak tidak efektifnya pelaksanaan program KKBPK tersebut.

Untuk itu, masyarakat harus tahu masalah di bidang kependudukan. Seperti laju pertumbuhan penduduk, dinamika penduduk, pemberian wawasan pada pasangan usia subur agar mau ikut KB.

“Pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk merevitalisasi program KB karena tantangan dan tanggung jawab yang dihadapi oleh keluarga-keluarga Indonesia ke depan akan semakin besar. Salah satu upaya pendekatan yang dilakukan adalah melalui pencanangan Kampung KB ini,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

DPRD Jateng Penasaran dengan Kampung KB di Grobogan

Sekda Grobogan Sugiyanto (tengah) didampingi Anggota Komisi E DPRD Jateng Taj Yasin dan Kepala BP3AKB Jateng Sri Kusuma Astuti saat menggelar pertemuan di ruang rapat wakil bupati. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sekda Grobogan Sugiyanto (tengah) didampingi Anggota Komisi E DPRD Jateng Taj Yasin dan Kepala BP3AKB Jateng Sri Kusuma Astuti saat menggelar pertemuan di ruang rapat wakil bupati. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan, Selasa (24/1/2017). Kedatangan wakil rakyat yang dipimpin anggota Komisi E Taj Yasin itu dalam rangka melihat perkembangan kampung keluarga berencana (KB) di Dusun Menjanganan, Desa Putat, Kecamatan Purwodadi.

Sebelum menuju lokasi, rombongan wakil rakyat sempat menggelar pertemuan di ruang rapat wakil bupati. Ikut menyertai wakil rakyat, Kepala BP3AKB Jateng Sri Kusuma Astuti.

Rombongan dari Provinsi Jateng diterima Sekda Grobogan Sugiyanto dan sejumlah pejabat terkait. Antara lain, Kepala DP3AKB Grobogan Lely Astati, Kabag Kesra Moh Arifin dan Kabag Humas Ayong Muchtarom.

Dalam kesempatan itu, Sekda Sugiyanto menyatakan, kampung KB pertama di Grobogan dicanangkan di Dusun Menjanganan, Desa Putat, pada Rabu (27/1/2016) lalu. Kampung KB ini diadakan sebagai salah satu upaya untuk menekan ledakan jumlah penduduk.

“Pembentukan Kampung KB ini sudah berjalan baik meski belum bisa maksimal karena masih ada kendala yang harus dihadapi. Namun, sejauh ini program tersebut bisa membantu upaya pemerintah dalam bidang kependudukan. Sampai akhir tahun 2016, di 19 kecamatan sudah ada kampung KB,” kata Sugiyanto.

Menurutnya, melalui Kampung KB ini diharapkan bisa memberikan kekuatan dan motivasi bagi masyarakat untuk menyadari pentingnya program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK). Dengan demikian, program KB yang mengalami pasang surut dalam perkembangannya akan bisa meningkat lagi. Sehingga pada akhirnya akan dapat mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Sementara itu, Taj Yasin meminta agar instansi terkait memberikan penjelasan lengkap dan jelas pada masyarakat terkait dibentuknya Kampung KB tersebut. Sebab jika informasinya tidak tepat maka akan berdampak tidak efektifnya pelaksanaan program KKBPK tersebut.

Untuk itu, masyarakat harus tahu masalah di bidang kependudukan. Sepeti laju pertumbuhan penduduk, dinamika penduduk, pemberian wawasan pada pasangan usia subur agar mau ikut KB.

“Pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk merevitalisasi program KB karena tantangan dan tanggung jawab yang dihadapi oleh keluarga-keluarga Indonesia ke depan akan semakin besar. Salah satu upaya pendekatan yang dilakukan adalah melalui pencanangan Kampung KB ini,” imbuhnya.

Kepala BP3AKB Jateng Sri Kusuma Astuti menambahkan, tujuan pembentukan kampung KB adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dilingkungan paling bawah, yakni sebuah kampung. Dalam pelaksanaannya, bukan hanya masalah KB saja yang akan diprioritaskan. Tetapi juga ada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menumbuhkan usaha kecil yang ada di kampung tersebut. Selain itu, upaya untuk menekan anak putus sekolah, pernikahan dini dan kenakalan remaja juga jadi sasaran lainnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Kebanyakan Anak, Camat di Blora Akan Ditegur

Bupati Blora Djoko Nugroho membacakan deklarasi Ayo KB di rumah dinas bupati setempat. (Humas Pemkab Blora)

Bupati Blora Djoko Nugroho membacakan deklarasi Ayo KB di rumah dinas bupati setempat. (Humas Pemkab Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho serius ingin melakukan program Ayo KB. Bahkan, dia akan menegur camat yang angka kelahiran di wilayahnya masih tinggi.

“Laporkan kepada saya secara berkala, jika ada kecamatan yang angka kelahirannya masih tinggi maka camatnya akan saya ingatkan bahwa KB nya belum sukses,” kata Kokok, panggilannya, saat Deklarasi Ayo KB di Blora.

Bertempat di pendapa rumah dinas bupati, pemkab bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB), serta tim penggerak PKK Kabupaten Blora menggelar Deklarasi Ayo KB dalam acara Pencanangan Kesatuan Gerak PKK – KKBPK 2016. 

Kegiatan dihadiri bupati, Ketua Tim Penggerak PKK Umi Kulsum Djoko Nugroho, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Ainus Solichah Arief Rohman, segenap pengurus PKK, camat se-Kabupaten Blora dan perwakilan organisasi wanita.

Kokok mengibaratkan keberhasilan program KB sama halnya dengan keberhasilan menanam pohon jati. Agar hasilnya bisa bagus dan tumbuh besar dengan kualitas kayu top maka, penanamannya harus diatur dan jarak tanamnya tidak terlalu rapat sehingga akar tidak berebut makanan dalam tanah.

Begitu juga dengan manusia kalau ingin anaknya tumbuh sehat dan cerdas, maka harus mengatur jarak kelahiran dan jangan terlalu banyak anak. “Dua saja cukup,” ungkap bupati.

Pengucapan deklarasi diucapkan langsung oleh bupati dengan diikuti seluruh camat se Kabupaten Blora. Camat dan PKK di kecamatan diminta intensif melakukan penyuluhan KB secara seimbang dan menyeluruh. 

Deklarasi ini jangan semata-mata hanya untuk mengejar juara tingkat provinsi atau apapun. Laksanakan deklarasi gerakan ayo KB sebaik-baiknya untuk masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan. Bupati juga meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora dr Henny Indriyanti untuk melakukan pendataan angka kelahiran di masing-masing puskesmas dan kecamatan.

Ketua BPMPKB Blora, Winarno menjelaskan bahwa deklarasi Ayo KB merupakan upaya pengendalian penduduk sebagai tindak lanjut deklarasi yang dilakukan Gubernur Ganjar Pranowo pada bulan Februari lalu. “Di Blora kali ini merupakan deklarasi tingkat kabupaten/kota kelima se Provinsi Jawa Tengah. Dengan kata lain, baru 5 kabupaten/kota yang mendeklarasikan gerakan ayo KB dua anak cukup,” ucap Winarno.

Editor : Akrom Hazami

Kata Bupati Blora, KB Bisa Jadikan Ekonomi Keluarga Lebih Stabil

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Dukuh wadung Ngraho Kedungtuban (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Dukuh wadung Ngraho Kedungtuban (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho menilai program Keluarga Berencana (KB) dinilai bisa menstabilkan ekonomi keluarga. Karena itu, ia menekankan kepada masyarakat agar bisa merubah pepatah lama, yakni banyak anak banyak rezeki menjadi keluarga berencana banyak rezeki.

”Dengan ikut KB, keluarga akan menjadi lebih stabil perekonomiannya,” kata Djoko Nugroho dalam agenda Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat di Dukuh Wadung Desa Ngraho Kedungtuban, Selasa (17/5/2016).

Selain program KB, ia juga meminta agar budaya gotong royong senantiasa dijaga oleh masyarakat. Menurutnya, hal itu sebagai poros dari pembangunan di semua lini. Mengingat masuknya arus teknologi yang tak terbendung, bukan tidak mungkin budaya lokal yang sarat akan kearifan akan luntur oleh terpaan modernisasi.

Ia juga menyinggung, agar setiap warga bisa menekan pengeluaran keluarga dengan cara yang sederhana. Ia mencontohkan, dengan menanam tanaman yang bisa dikonsumsi di pekarangan rumah.

”Tentu dengan menanam, pengeluaran keluarga akan sedikit berkurang,” ujarnya.

Ia juga menekankan, dari segi pendidikan, setiap anak wajib yang di sekolah. Hal itu dinilai bisa meningkatkan sumber daya manusia. Senada dengan itu, Kokok juga berharap agar segera terbentuk relawan pemberantasan kekerasan pada anak.

Sumaji, Kepala Desa Ngraho, mengungkapkan saat ini di Desa tersebut terdapat 59 penggerak KB. Menurutnya, sampai saat ini masih dibalut dengan semangat dan aktif dalam meberikan penyuluhan. ”Dengan ini, kami berharap diberikan bantuan KB implant,” ujarnya.

Ia melanjutkan, mengenai potensi yang ada, yakni peternakan, bahwa sampai saat ini terhitung 96 KK yang ada di desa sebagai peternak sapi. Namun, dari Pemkab Blora masih terkesan tutup mata olehnya. Ia juga menyinggung mengenai infratsruktur penghubung antara Desa Ngraho menuju Kedinding agar segera difikirkan dan segera dibangun.

”Saat ini pembangunan jalan penghubung Ngraho-Kedinding baru 1,5 kilometer,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Guru Ini Rela Lenggak Lenggok Demi Anak Didiknya

Guru menggelar sharing (rapat) untuk saling melengkapi karya-karyanya dengan guru lainnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Guru menggelar sharing (rapat) untuk saling melengkapi karya-karyanya dengan guru lainnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Selain menciptakan sistem pendidikan akademik dengan membuat peraga pembelajaran, guru kelompok bermain (KB) Halimatus Sa’diyah, Klumpit, Gebog juga dituntut untuk membuat karya pendidikan non akademik. Pendidikan tersebut merupakan gerak lagu atau tari yang nantinya diberikan kepada anak didiknya. Sehingga mengembangkan kreativitas anak dalam bidang seni.

Kepala kelompok bermain (KB) Halimatus Sa’diyah Ani Mukhoiyaroh mengatakan, guru tingkatan yang ada di tingkatan KB atau TK itu harus lebih jenius lagi. Sebab yang diajari ialah anak usia dini, dimana usia tersebut baru mengenal pendidikan. Sehingga pihak guru harus mampu menciptakan kreasinya masing-masing.

Dia menilai, dengan kreativitas yang baik itulah, anak didik lebih merasa nyaman bersekolah. Sebab untuk membuat anak didik usia dini merasa nyaman menempuh pendidikan itu tidak mudah. Oleh karena itu, pihak guru dituntut kreativ dalam menyampaikan materi pembelajaran. Khsusunya mengembangkan psikomotorik serta mentalitas anak didik.

”Dalam kegiatan pembuatan kreasi ini, biasanya para guru melakukan pertemuan satu bulan sekali. Yaitu untuk saling sharing dan saling melengkapi. Sehingga karya-karyanya tersebut dapat dijadikan media untuk pembelajaran anak didiknya,” ujarnya.

Sistem pendidikan berupa media hasil karya tersebut, rata-rata anak didik tertarik untuk mengaplikasikannya di kegiatannya sehari-hari. Yaitu di luar jam sekolah, atau saat waktu bermain di rumah.

Alhamdulillah, anak didik ini memahami tentang materi yang kita berikan. Seperti halnya membuat hasta karya dari barang bekas, serta melakukan gerak dan lagu (seni) dengan baik,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)