Karyawan Perhutani KPH Purwodadi Belajar Proses Produksi Minyak Kayu Putih

Puluhan karyawan Perhutani KPH Purwodadi memperhatikan pembelajaran cara memetik daun kayu putih. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekitar 25 karyawan Perhutani KPH Purwodadi melangsungkan studi banding ke KPH Gundih di Kecamatan Geyer, Jumat (4/8/2017). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka belajar proses produksi minyak kayu putih.

“Seperti kita ketahui, KPH Gundih sudah puluhan tahun memproduksi minyak kayu putih. Kebetulan, KPH Gundih ini wilayahnya juga berada di Kabupaten Grobogan,” kata Administratur KPH Purwodadi Dewanto.

Menurutnya, sejak akhir 2015 lalu, pihaknya juga sudah mulai menaman pohon  kayu 

putih di beberapa areal hutan seluas sekitar 1.000 hektar. Saat ini, sebagian besar pohon kayu putih di wilayah Penganten dan Jatipohon ketinggiannya sudah di atas 3 meter.

Penamanam kayu putih tersebut ditempatkan di areal khusus. Yakni, kawasan yang masih kosong, tanamannya rusak atau kurang produktif.

Penanaman kayu putih itu dilakukan dengan sitem plong-plongan atau kavelingan. Yakni, untuk areal seluas 15 meter akan ditanami kayu putih. Kemudian, areal seluas sembilan meter dipakai untuk tanam palawija oleh petani di sekitar kawasan hutan. 

Idealnya, daun kayu putih itu sudah mulai bisa dipetik dan diolah untuk minyak ketika menginjak usia tiga tahun. Namun dari pantauan di lapangan, sebagian pohon sudah memungkinkan untuk dipetik dan diolah jadi minyak kayu putih.

“Nah, sebelum kita mulai uji coba petik daun terlebih dahulu perlu studi banding. Di KPH Gundih, produksi kayu putih skalanya sudah besar dan di sana sudah ada pabriknya,” jelas Dewanto.

Dewanto menyatakan, dari studi banding itu diketahui kalau proses memetik daun kayu putih ternyata tidak bisa dilakukan asal-asalan. Tetapi sudah ada pakem atau prosedurnya tersendiri. Jika proses petik dilakukan sembarangan maka bisa berdampak pada perkembangan daun selanjutnya.

“Ternyata untuk proses petik itu cukup rumit juga. Daun yang boleh dipetik ada aturan berada pada ketinggian tertentu dari atas tanah. Kemudian, saat metik daun juga ada caranya sendiri,” sambungnya.

Usai memetik daun, ada satu tahapan yang perlu dicatat dengan cermat. Yakni, menimbang banyaknya daun yang dipetik tiap pohon. Hal itu diperlukan untuk data, bahan analisa serta memantau kondisi tanaman.

Dewanto menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan uji coba petik daun. Target awal bisa memetik daun sekitar 6 ton. Setelah dipetik dan ditimbang, daun kayu putih akan dikirim ke pabrik milik KPH Gundih untuk diproses jadi minyak kayu putih.

Editor : Akrom Hazami

Perhutani Targetkan Peningkatan Produksi Minyak Kayu Putih di Grobogan

Direktur Utama Perhutani Denaldy M Maulana (baju putih) saat meninjau Pabrik Minyak Kayu Putih (PMKP) di Dusun Krai, Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan, Kamis (30/3/2017). (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Maulana berupaya agar kapasitas produksi minyak kayu putih yang ditangani KPH Gundih bisa ditingkatkan. Hal itu disampaikan Denaldy saat melangsungkan kunjungan ke Pabrik Minyak Kayu Putih (PMKP) di Dusun Krai, Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan, Kamis (30/3/2017) sore hingga menjelang petang.

Kunjungan yang dilakukan orang nomor satu di Perum Perhutani itu dilakukan mendadak. Sebelumnya, Denaldy sempat melangsungkan acara di Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Setelah selesai acara di Surakarta, ia langsung meluncur ke kantor KPH Gundih yang berada di jalan Purwodadi-Solo km 20. Denaldy sempat melihat sebentar kondisi bangunan sebelum meluncur ke PMPK yang berjarak sekitar 15 km dari kantor KPH Gundih.

“Ini pertama kali saya ke sini. Ada beberapa pabrik pengolah daun kayu putih yang kita punya,” katanya.

Menurut Denaldy, kapasitas produksi PMKP milik KPH Gundih masih berpotensi untuk ditingkatkan dengan beberapa opsi. Antara lain, pabrik diperbaharui secara menyeluruh, ditutup atau dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) kemudian membangun pabrik di lokasi lain.

“Kami minta supaya pihak KPH Gundih segera mengirimkan proposal. Kami akan mengkaji opsi-opsi yang ada. Langkah yang diambil diusahakan agar tidak membebani perusahaan,” jelasnya.

Menurutnya, prospek minyak kayu putih dinilai masih sangat bagus. Denaldy mengaku sudah banyak orang yang datang kepadanya meminta peningkatan kapasitas produk minyak kayu putih. 

“Saat ini minyak kayu putih baru menyumbang sekitar 4 persen pendapatan. Masih kecil. Tetapi, prospek ke depan masih bagus,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami