Warga Desa Srikaton Pati Tak Takut Dijadikan Tersangka

Agus Riyanto, tokoh pemuda Desa Srikaton, Kecamatan Kayen menjelaskan persoalan yang terjadi di desanya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Agus Riyanto, tokoh pemuda Desa Srikaton, Kecamatan Kayen menjelaskan persoalan yang terjadi di desanya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Pati tidak takut kalau nanti dijadikan tersangka usai meluapkan kekesalannya dengan menginjak-injak tanaman padi di atas lahan bengkok perangkat desa yang dinilai bermasalah.

Hal itu dikatakan Agus Riyanto, tokoh pemuda setempat. Ia menilai, aksi itu bukan masalah pribadi atau personal, tetapi sudah menjadi permasalahan semua warga.

“Kalau ingin menyelesaikan masalah secara bijak, mestinya tidak melalui ranah hukum. Ini bukan masalah perorangan, tapi masalah semua warga. Kalau mereka ingin menuntut secara hukum, ya semua warga aja dijadikan tersangka. Mereka siap untuk menghadapi itu,” kata Agus saat ditanya MuriaNewsCom, Kamis (17/3/2016).

Ia mengatakan, aksi injak-injak tanaman padi di lahan bengkok perangkat desa yang dilakukan beberapa waktu lalu tidak ada yang memprovokasi. Kemarahan itu benar-benar muncul dari warga seluruhnya.

“Tidak ada yang provokasi. Tidak ada yang memberikan komando. Itu murni gerakan masyarakat yang sudah mencapai puncak kemarahan,” paparnya.

Ia menambahkan, warga menilai sejak proses penjaringan lima perangkat desa sudah tidak fair. Yang lebih menyakitkan hati masyarakat, dari lima lowongan jabatan perangkat desa tersebut, tiga diisi oleh keluarga dari Mantan Kepala Desa Ali Sasmito dan dua lowongan lainnya terindikasi ada transaksi uang pelicin.

“Kami dari awal sudah menduga bila proses penjaringan perangkat desa tidak fair. Tiga perangkat desa diisi dari keluarga mantan kades dan dua di antaranya kami duga ada indikasi transaksi uang pelicin. Itu yang menjadi persoalan warga,” imbuhnya.

Kalaupun permasalahannya akhirnya warga dilaporkan ke polisi dan akan menjalani proses hukum, kata dia, semua warga siap untuk menjalani proses hukum. Hal itu dianggap sebagai bagian dari jihad untuk melawan kebatilan.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Konflik Desa Srikaton Pati Memanas, Warga Tak Gentar dengan Polisi

Kejari Pati Tolak Pelimpahan Tersangka Pengeroyokan Warga Srikaton

Sejumlah warga Desa Srikaton berkomunikasi dengan petugas kepolisian di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati, Selasa (30/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah warga Desa Srikaton berkomunikasi dengan petugas kepolisian di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati, Selasa (30/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati menolak pelimpahan tersangka dari Polres Pati terkait dengan kasus pengeroyokan seorang warga Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Selasa (30/6/2015). Lanjutkan membaca

Warga Srikaton Tuding Ada Upaya Kriminalisasi 9 Pelaku Pengeroyokan

Ratusan warga Desa Srikaton berhasil menduduki Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati, Selasa (30/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Ratusan warga Desa Srikaton berhasil menduduki Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati, Selasa (30/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Ratusan warga Srikaton, Kecamatan Kayen yang mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari Pati), Selasa (30/6/2015), menuding ada upaya kriminalisasi terhadap 9 orang yang saat ini diduga sebagai pelaku pengeroyokan. Lanjutkan membaca